• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang 1

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Peramalan merupakan alat bantu yang penting dalam perencanaan yang efektif dan efisien (Makridakis, 2003). Permalan (forcasting) adalah suatu kegiatan memperkirakan atau memprediksikan apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang dengan waktu yang relatif lama. Sedangkan ramalan adalah suatu situasi atau kondisi yang akan diperkirakan akan terjadi pada masa yang akan datang.

Untuk mendapatkan hasil peramalan yang akurat, digunakan metode peramalan yang tepat. Maka untuk meramalkan hasil produksi sayuran kubis dan wortel di Kabupaten Karo dengan menggunakan metode Double Exponential Smoothing dari Brown. Menurut Makridakis (2003) Pemulusan Eksponensial Ganda (Double Exponential Smoothing) dari Brown merupakan model linear yang dikemukakan oleh Brown. Metode ini digunakan ketika data menunjukkan adanya trend. Trend adalah estimasi yang dihaluskan dari pertumbuhan rata-rata pada akhir masing-masing periode.

Pujiati et al. (2016) untuk penelitiannya menggunakan Metode Double Exponential Smoothing Brown. Metode Double Eksponential Smoothing terpilih sebagai metode prakiraan terbaik untuk meramalkan indeks harga konsumen (IHK) di kota Samarinda. Hasil peramalan jumlah IHK di kota Samarinda menunjukkan bahwa adanya peningkatan dari bulan ke bulan sepanjang tahun.

Kabupaten Karo sejak lama sudah dikenal sebagai daerah penghasil aneka sayuran eksport dan buah-buahan. Agroklimat yang sesuai untuk budidaya aneka sayuran dataran tinggi dan buah merupakan salah satu keunggulan Kabupaten Karo dibandingkan dengan kabupaten yang ada di provinsi Sumatera Utara, Disamping jarak yang relatif dekat dengan sentra pemasaran domestik dan ekspor.

Produksi kubis dan wortel petani di Kabupaten Karo merupakan salah satu produk berkualitas dan sehat. Tak heran, telah di jual di berbagai daerah di Indonesia bahkan menjadi produk unggulan di Singapura, Malaysia dan negara tetangga lainnya. Hal ini merupakan peluang yang ditawarkan pasar dunia dari komoditi sayuran Indonesia khususnya di Kabupaten Karo.

Produksi hortikultura khususnya sayur-sayuran di Kabupaten karo, tumbuh subur. Syarat tumbuh sayur-mayur agar mendapatkan hasil panen yang maksimal yaitu dengan menanam di dataran tinggi. Daerah penanam yang paling cocok adalah mulai dari ketinggian 5 meter sampai dengan 1.200 meter dpl.

Namun biasanya sayur-sayuran dapat dibudidayakan pada daerah ketinggian 100 meter sampai 500 meter dpl. Selain itu, sayur –mayur cocok ditanam di tanah gembur, banyak humus, serta memiliki pembuangan air yang baik, derajat keasaman antara pH6 sampai pH7 (Aninomous, 2014).

Kabupaten Karo salah Satu kabupaten penghasil tanaman hortikultura terbesar di Sumatera Utara hal ini di karenakan iklim dan lahan pertanian dikabupaten ini sangat mendukung untuk pertanian hortikultura termasuk komoditi sayuran (kubis/ kol, dan wortel). Sentra produksi sayur kubis dan wortel di Kabupaten Karo yang berkontribusi memberikan devisa negara melalui ekspor maka penulis tertarik memilih judul “Peramalan Hasil Produksi Tanaman Sayur Kubis dan Wortel di kabupaten Karo Tahun 2021 dan 2022 Menggunakan Metode Double Exponential Smoothing Brown”.

1.2 Perumusan Masalah

Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penulisan Skripsi ini adalah bagaimana mengaplikasikan metode Double Exponential Smoothing Brown untuk meramalkan hasil produksi sayur kubis dan wortel di Kabupaten Karo pada tahun 2021 dan 2022 dan bagaimana hasil peramalan produksi sayur kubis dan wortel di Kabupaten Karo pada waktu yang akan datang dengan menggunakan model peramalan terbaik.

1.3 Batasan Masalah

Batasan masalah bertujuan untuk memperjelas arah dan tujuan dari suatu masalah yang akan diteliti sehingga tidak menimbulkan kekeliruan. Supaya pembahasan dalam Skripsi ini lebih terarah dan tidak menyimpang dari latar belakang dan rumusan masalah maka penulis membatasi ruang lingkup permasalahan yaitu hanya meramalkan hasil produksi sayur kubis dan wortel tahun 2021 dan 2022 dengan menggunakan metode Double Exponential Smoothing Brown. Dan data

yang dibutuhkan diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara. Dan data yang digunakan merupakan data produksi sayur Kubis dan Wortel di Kabupaten Karo tahun 2010-2020.

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah produksi tanaman sayur kubis dan wortel di Kabupaten Karo tahun 2021 dan 2022 dengan menggunakan metode Double Exponential Smoothing Brown.

1.5 Manfaat Penelitian

1. Sebagai acuan pemerintah Kabupaten Karo untuk memaksimalkan peluang usaha dari produksi sayur Kol dan Wortel pada tahun yang diramalkan.

2. Dapat digunakan sebagai tambahan wawasan, informasi dan referensi bacaan untuk peneliti dan mahasiswa Matematika, terlebih bagi mahasiswa yang akan melakukan penelitian serupa.

3. Untuk menambah perbendaharaan perpustakaan USU pada umumnya dan Fakultas MIPA jurusan Matematika pada khususnya.

BAB 2

LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian dan Konsep Dasar Peramalan

Peramalan (forecasting) merupakan seni atau ilmu untuk memperkirakan kejadian di masa depan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan data historis

dan proses kalkulasi untuk memprediksikan sebuah proyeksi atas kejadian di masa datang. Cara lain yang dapat ditempuh adalah dengan intuisi subjektif atau dengan model matematis yang disusun oleh pihak manajemen (Heizer & Render, 2011).

Pada Kondisi pasar bebas, permintaan pasar lebih banyak bersifat kompleks dan dinamis karena permintaan tersebut akan tergantung pada keadaan sosial, ekonomi, sosial politik, aspek teknologi, produk pesaing dan produk substitusi.

Oleh karena itu peramalan yang akurat merupakan informasi yang sangat dibutuhkan dalam pengambilan keputusan manajemen.

2.2 Fungsi dan Tujuan Peramalan

Peramalan atau forcasting mempunyai fungsi terlihat pada pengambilan keputusan. Keputusan yang baik adalah keputusan yang didasarkan atas pertimbangan apa yang akan terjadi pada waktu keputusan itu dilaksanakan.

Apabila kurang tepat ramalan yang kita susun, maka masalah peramalan juga merupakan masalah yang selalu kita hadapi (Ginting, 2007).

Beberap tujuan peramalan adalah untuk meramalkan permintaan dimasa yang akan datang, sehingga diperoleh suatu perkiraan yang mendekat keadaan yang sebenarnya. Menurut (Ginting, 2007), tujuan peramalan dilihat dengan waktu:

1. Jangka Pendek (Short Term)

Menentukan kualitas dan waktu dari item dijadikan produksi. Biasanya bersifat harian ataupun mingguan dan ditentukan oleh Low Management.

2. Jangka Menengah (Medium Term)

Menentukan kuantitas dan waktu dari kapsitas produksi. Biasanya bersifat bulanan ataupun kuartal dan ditentukan oleh Middle Management.

3. Jangka panjang (Long Term)

Menentukan kuantitas dan waktu dari fasilitas produksi. Biasanya bersifat tahunan, 5 tahun, 10 tahun, ataupun 20 tahun dan ditentukan oleh Top Management.

Dokumen terkait