BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
A. Latar Belakang Perusahaan
WairauStone adalah produsen batu alam buatan. Pada awalnya WairauStone didirikan pada tahun 1947 di Selandia Baru. WairauStone bergabung dengan Indonesia karena melihat adanya peluang besar tren batu alam di Indonesia, maka didirikanlah PT. WairauStone Indonesia pada tahun 1995 dengan lisensi WairauStone New Ziland. PT.
WairauStone Indonesia merupakan anak cabang dari PT.
Parama Dharma yang sudah bergerak selama 37 tahun. PT.
Parama Dharma merupakan perusahaan yang bergerak dibidang arsitektur dan konstruksi. PT. Parama Dharma telah berhasil menjadi salah satu perusahaan konstruksi terkemuka di tanah air. PT. Parama Dharma memiliki 4 anak cabang, yaitu PT. Damar Laras Cipta, PT. Puri Dimas, PT.
WairauStone Indonesia dan PT. Graha Parama Prima.
PT. WairauStone Indonesia ini memiliki kantor pusat di Jl. Panglima Polim, Kebayoran Baru dan memiliki cabang di Jl. Raya Setu, Cibitung, Kabupaten Bekasi. PT. WairauStone Indonesia yang berada di Cibitung memiliki luas 1,6 hektar.
PT. WairauStone juga telah mendukung pengurangan rasio pengangguran di Indonesia dengan mempekerjakan tenaga kerja semi terampil untuk menyerap pekerja yang lebih produktif. PT Wairaustone saat ini mempekerjakan 58 orang profesional dengan jumlah produksi tahunan mencapai 55.000 m2.
Produk yang dibuat oleh PT. WairauStone Indonesia untuk memenuhi standar kualitas, keindahan, ketahanan, standar internasional, dan produk PT. WairauStone Indonesia ini akan menghadirkan suasana dan keindahan alam ke dalam hunian atau kantor yang akan menggunakan produk batu alam ini. Perusahaan selalu mendukung kebijakan hijau dunia (Worlds Green Policy) untuk mengurangi eksploitasi alam dengan menggunakan bahan buatan dalam membuat produk batu alam ini. Hal ini juga memberikan keuntungan dalam perawatan yang efektif namun efesien untuk penggunaan jangka panjang. Produksi batu alam buatan ini biasanya untuk perumahan. Batu alam yang digunakan diambil dari luar kota salah satunya adalah Lombok. Dengan batu yang masih berbentuk batu apung, lalu kemudian dihancurkan untuk diolah kembali menjadi hiasan dinding.
Gambar 3.1. Logo PT. WairaiStone Indonesia B. Topografi PT. WairauStone Indonesia
Tempat produksi PT. WairauStone Indonesia terletak di Jalan Raya Setu, Cibitung, Kabupaten Bekasi. Cibitung adalah salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Kecamatan Cibitung terdiri dari 7 desa atau kelurahan, yaitu Cibuntu, Kertamukti, Muktiwari, Sarimukti, Sukajaya, Wanajaya dan Wanasari. Batas wilayah Kecamatan Cibitung meliputi :
Sebelah Barat : Kecamatan Tambun Utara dan Tambun Selatan
Sebelah Utara : Kecamatan Tambelang dan Tambun Utara
Sebelah Timur : Kecamatan Sukatani dan Tambelang
Sebelah Selatan : Kecamatan Cikarang Barat dan Cikarang Selatan
Gambar 3.2. Peta Kecamatan Cibitung
Cibitung menjadi salah satu kawasan industri yang berada di Kabupaten Bekasi, maka dari itu di Cibitung juga terdapat banyak pabrik, hanya saja jumlahnya lebih sedikit dari jumlah pabrik yang berada di Cikarang. Meskipun demikian, tidak sedikit orang yang memilih untuk bekerja di Cibitung.
PT. WairauStone Indonesia dipimpin oleh Bapak Rinaldy Macellak. Jumlah karyawan di PT. WairauStone Indonesia sendiri berjumlah 58 orang dengan 56 karyawan laki-laki dan 2 orang karyawan perempuan. Dengan jumlah 14 orang karyawan yang beroperasi di daerah Panglima Polim dan 44 orang karyawan bagian produksi di Cibitung.
Jumlah karyawan bekerja di tempat produksi PT.
WairauStone sebanyak 44 orang. Jumlah karyawan laki-laki yang bekerja di tempat produksi sebanyak 43 orang, sedangkan perempuan sebanyak 1 orang.
Tabel 3.1
Jumlah karyawan berdasarkan bagian pekerjaan Data 03 Agustus 2020
Sub Bagian Laki-laki Perempuan Staff Logistik 1 orang
Manager Produksi 2 orang
QC 1 orang
Maintenance 1 orang
Kepala Produksi 2 orang
Produksi 25 orang
Operator Forklip 1 orang Koordinator Security 1 orang
Security 6 orang
Bagian Gudang 2 orang
Bagian Rumah Tangga 1 orang
Kebersihan Dalam 1 orang
Jumlah 43 orang 1 orang
44 orang
Jumlah karyawan laki-laki lebih banyak dibanding perempuan hal ini disebabkan oleh pekerjaan yang dilakukan menggunakan alat berat dan juga hasil produksi yang dihasilkan memiliki berat yang berbeda-beda. Selain itu, karyawan yang bekerja di tempat produksi PT. WairauStone Indonesia sudah berstatus karyawan tetap semua. Berbeda dengan yang ada di kantor pusat yang memiliki 2 orang karyawan kontrak. Karyawan di tempat produksi PT.
WairauStone Indonesia semuanya sudah berstatus menikah.
C. Struktur Kerja
STRUKTUR ORGANISASI PT. WAIRAUSTONE INDONESIA
(Data 03 Agustus 2020)
DIREKTUR UTAMA
Bagan 3.1. Struktur Organisasi
D. Visi dan Misi PT. WairauStone Indonesia
PT. WairauStone Indonesia bertujuan untuk menjadi pemain terbesar dan terbaik dalam penyedia batu dekoratif dengan tidak pernah berhenti berinovasi dan memberi inspirasi. Ini adalah tujuan abadi PT. WairauStone Indonesia untuk hidup harmonis dengan alam dan manusia. Bekerja sama selaras dengan alam akan menguntungkan baik alam maupun umat manusia dan di PT. WairauStone Indonesia akan membantu karyawan mencapai tingkat kehidupan yang lebih baik.
E. Hasil Produksi PT. WairauStone Indonesia
Batu alam yang diproduksi oleh PT. WairauStone Indonesia sudah dipergunakan di Central Park Mall, Grand Wisata Bekasi, Kantor Astra Internasional, Pondok Indah Mall 2, Kuningan City, Kedutaan Besar Jepang, Kedutaan Besar Portugal, La Bersa Hotel dan lain-lain.
Bagian produksi di PT. WairauStone Indonesia terbagi menjadi 3, yaitu :
1. Produksi Plaving, biasanya batu alam yang diproduksi digunakan untuk jalan, seperti conblock. Biasanya batu yang dihasilkan itu seberat 10-15 kg.
Gambar 3.3. Contoh batu alam plaving
2. Produksi Cladding, batu alam yang diproduksi digunakan untuk hiasan dinding seperti yang ada di perumahan.
Biasanya satu cetakan memiliki berat sekitar 5 kg.
Gambar 3.3. Contoh batu alam cladding
3. Produksi Tiera, batu alam yang diproduksi untuk hiasan dinding tetapi lebih tipis dari dan kecil-kecil dari produksi cladding. Biasanya untuk satu cetakan memiliki berat 3 kg.
Gambar 3.4. Contoh batu alam tiera
Berikut adalah beberapa contoh batu alam yang diproduksi oleh PT. WairauStone Indonesia :
Gambar 3.5. Contoh batu alam untuk hiasan dinding
L
A D D I N G
Gambar 3.6. Contoh batu alam untuk dinding di gedung dan perumahan
Gambar 3.7. Contoh batu alam untuk conblock
BAB IV
DATA DAN HASIL TEMUAN
Pada bab ini peneliti akan menguraikan tentang data dan temuan melalui wawancara dan observasi. Dengan metode wawancara dan observasi ini, peneliti menemukan data dan temuan mengenai pemenuhan kompensasi yang diberikan oleh PT. WairauStone Indonesia dan kesejahteraan keluarga karyawan PT. WairauStone Indonesia.
A. Pemenuhan Kompensasi
Kompensasi merupakan salah satu bentuk balas jasa yang harus diberikan perusahaan kepada karyawan agar karyawan dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan adanya kompensasi diharapkan dapat memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Seperti yang disampaikan oleh Pak Aries.
“Kompensasi itu penting sih menurut saya, karena kan dengan kita memberikan kompensasi itu agar perusahaan juga bisa mendapatkan kualitas yang baik dari jerih payah anak-anak, mbak. Selain itu juga perusahaan perlu memberikan kompensasi untuk kesejahteraan karyawan juga” (Wawancara dengan Pak Aries 25 Januari 2021)
Dari kutipan yang dijelaskan oleh Pak Aries di atas kompensasi itu penting untuk perusahaan dan karyawan. Hal ini karena perusahaan dan karyawan saling membutuhkan, dengan adanya kompensasi perusahaan mengharapkan karyawan akan menjadi lebih rajin dan giat dalam mengerjakan pekerjaannya dengan baik. Karyawan juga
memerlukan kompensasi agar dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
Kompensasi sendiri dibedakan menjadi dua macam, yaitu kompensasi langsung dan tidak langsung. Di mana kompensasi langsung berupa gaji, upah dan upah insentif.
“Kalo begitu di sini itu kami juga ada upah, nah untuk upah ini tuh ada upah lembur, upah makan tapi kita nggak ada katering ya mbak jadi karyawannya beli di luar, terus ada transport juga. Nah, kalau gaji kita tuh ada dua, gaji pokok sama gaji jabatan, mbak. Terus untuk bonus itu kami biasanya kalo penjualan lagi bagus, lagi naik kami bisa kasih bonus. Untuk komisi sama sih Mbak kayak bonus, jadi nggak setiap saat bisa kasih bonus sama komisi. Tergantung hasil penjualannya.” (Wawancara Pak Aries 25 Januari 2021)
Sesuai dengan kutipan di atas, untuk gaji sendiri di PT.
WairauStone Indonesia terdapat gaji pokok dan gaji jabatan.
Gaji pokok adalah gaji yang biasa diberikan per bulan, sedangkan gaji jabatan hanya untuk karyawan bagian office dan kepala bidang. Lalu untuk upah di PT. WairauStone Indonesia dibagi menjadi 3 jenis, yaitu upah lembur, upah makan, dan upah transport. Upah lembur diberikan bila mendapat pesanan yang melebihi target. Lalu untuk upah makan dan transport diberikan dalam bentuk uang.
Kemudian kompensasi tidak langsung berupa pakaian dinas karyawan, perlengkapan kerja, mess, tunjangan hari raya dan asuransi.
“...Untuk yang tidak langsung tadi itu ya kita ada baju dinas, yang warna abu-abu itu loh, mbak. Biasanya dipakai hari rabu saja. Terus kita juga ada perlengkapan kerja untuk karyawan, kalau yang di bagian produksi itu mereka dapat
masker, helm sama sepatu boots. Kalau untuk yang bagian supir itu mereka dapat sepatu yang bagian depannya agak tebal dan keras itu khusus untuk pekerja dengan alat berat.
Soalnya kan mereka juga bantu angkat-angkat barang. Kita juga ada mess mbak di belakang sana, tapi ya nggak banyak yang tinggal di situ kebanyakan karyawan sini tuh tinggal masih deket-deket sini sih, jadi yang tinggal di mess itu orang-orang yang rantau saja. Di sini itu kalau yang tidak langsung itu paling kita ada tuh THR sih, Mbak. THRnya itu dihitung satu kali gaji. Sama kita juga ada asuransi dari BPJS sih, mbak. Kalau staff ada BPJS dan ada sistem yang namanya reimburse jadi kalau sakit, berobat jalan atau rawat inap bisa pakai ini” (Wawancara Pak Aries 25 Januari 2021)
Dari kutipan di atas, PT. WairauStone Indonesia sangat memperhatikan keselamatan kerja karyawannya terutama untuk karyawan produksi. Hal ini karena karyawan harus bekerja menggunakan alat berat dan juga harus berhubungan dengan debu-debu yang dihasilkan dari pasir dan semen saat melakukan pengerjaan keramik, maka perusahaan memberikan helm, masker dan sepatu boots. Kemudian untuk fasilitas mess sendiri, biasanya ditempati oleh karyawan yang merantau seorang diri atau karyawan yang belum menikah saja. Karena karyawan yang bekerja di PT.
WairauStone Indonesia ini rata-rata sudah memiliki tempat tinggal sendiri yang letaknya masih dapat dijangkau menggunakan kendaraan pribadi.
Selanjutnya, kompensasi yang diberikan oleh PT.
WairauStone Indonesia ditentukan berdasarkan status jabatan dan lama kerja.
“Kalau di kita itu, besaran gaji sama upah yang didapat itu biasanya dilihat dari jabatannya dan lama kerjanya, Mbak.
Contohnya nih saya, saya kan sebagai HRD di sini saya mendapat biaya transport dan karena rumah saya jauh jadi saya juga dapat uang tol dan bensin. Nah, kalau untuk karyawan lain cuma dapat uang bensin saja, karena mereka juga kan rumahnya tidak terlalu jauh ya masih sekitaran sini lah. Terus juga kalau di karyawan itu kan misal dia gaji sekian, tapi karena dia punya jabatan sebagai kepala gudang misal ya dia nanti dapat uang tambahan sekian ratus ribu.
Terus sama kalau yang lama kerja itu ya paling cuma beda berapa puluh ribu doang sih, Mbak.” (Wawancara Pak Aries 25 Januari 2021)
Seperti yang dikatakan oleh Pak Aries, bahwa di PT.
WairauStone Indonesia ada perbedaan untuk kompensasi yang diberikan kepada karyawan karena adanya gaji jabatan, yang mana gaji jabatan ini untuk staff dan kepala bidang saja.
Sehingga untuk karyawan yang tidak memiliki jabatan hanya mendapat gaji pokok saja.
Kemudian PT. WairauStone Indonesia mengikuti peraturan yang diberikan oleh pemerintah terkait hal-hal yang berhubungan dengan kesejahteraan karyawan itu sendiri.
“Oh jelas kita ikut pemerintah, Mbak. Contoh kalau untuk gaji, UMR Bekasi tuh berapa sih? Empat jutaan kan ya? Nah, ya kita ikut dari pemerintah. Untuk upah juga sama, karena upah sendiri itu udah ada rumusnya kan. Terus juga kita kan semuanya ini karyawan sudah tetap semua, tapi dari pemerintah itu harus ada karyawan kontraknya ya kita nanti bakal nyari untuk karyawan kontraknya.” (Wawancara Pak Aries 25 Januari 2021)
Dari hasil wawancara di atas, Pak Aries mengatakan bahwa PT. WairauStone Indonesia juga mengikuti kebijakan
yang dibuat oleh pemerintah untuk kesejahteraan karyawannya, dengan selalu memperbaharui kebijakan perusahaan sesuai dengan kebijakan yang baru dibuat oleh pemerintah.
PT. WairauStone Indonesia tidak memiliki serikat kerja, sehingga mereka diatur langsung oleh direktur PT.
WairauStone Indonesia secara langsung. Hal ini karena PT.
WairauStone Indonesia tidak memiliki hal-hal yang perlu diawasi.
“Kita kemarin sudah ada omongan soal serikat kerja, tapi dari mereka nggak ada yang mau. Biasanya nih ya mbak, perusahaan yang ada serikat kerjanya itu pasti ada yang nggak beres. Jadi karena PT kita masih aman sampai saat ini, pihak serikat kerja tidak ada yang mau di sini.” (Wawancara dengan Pak Aries 25 Januari 2021)
Dari kutipan di atas, Pak Aries mengatakan bahwa perusahaan mereka terbilang perusahaan yang tidak memiliki masalah yang besar sehingga mereka tidak memerlukan bantuan dari serikat kerja untuk membantu permaasalahan internal perusahaan tersebut.
B. Karyawan
PT. WairauStone Indonesia beroperasi dari hari Senin sampai Jum’at, karyawan bekerja selama 8 jam per hari, di mulai dari pukul 08.00 WIB – 17.00 WIB.
“Kita itu jarang sekali yang namanya lembur, Mbak. Jadi jam kerja kita itu udah pasti 8 jam per harinya. Cuma kalau lagi ada orderan dan dalam jumlah yang banyak, itu baru kita adain lembur. Lembur juga nggak pernah yang sampai pagi, karena kita nggak ada sistem shift, jadi lembur paling malam
itu ya sampai jam 9 saja. Terus untuk sabtu dan minggu kita pasti libur, kecuali security karena mereka kan bagian keamanan ya.” (Wawancara Pak Aries 25 Januari 2021)
Dari penjelasan Pak Aries di atas, jadwal kerja di PT.
WairauStone Indonesia berlangsung selama 5 hari, di mulai dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore. Karyawan bagian staff dan produksi di PT. WairauStone Indonesia memiliki waktu libur 2 hari, yaitu sabtu dan minggu. Karyawan bagian produksi akan lembur jika mendapatkan orderan batu alam yang melebihi target harian, itu juga tidak pernah melewati pukul 9 malam karena mereka akan kembali bekerja besok pagi dan karyawan di PT. WairauStone Indonesia tidak menggunakan sistem shift, kecuali bagian keamanan.
Sehingga mereka bekerja di waktu yang sama.
Jumlah karyawan di PT. WairauStone Indonesia sendiri berjumlah 58 orang dengan 56 karyawan laki-laki dan 2 orang karyawan perempuan.
“Wairau yang di sini kan itu anak cabang ya, Mbak, jadi kita itu punya perusahaan pusat yang adanya di Polim sana. Nah, yang di Polim itu bagian-bagian yang urusannya sama administrasinya sama atasan-atasan itu di sana, nah yang di sini itu bagian produksinya. Yang di Polim itu ada 14 orang kalau nggak salah, lalu yang di sini itu ada sekitar 44 orang berarti ya? Kan total keseluruhan itu ada 58 orang.”
(Wawancara Pak Aries 25 Januari 2021)
“Karena di sini kerjaannya mereka fisik ya, Mbak, kayak angkat pasir, semen, terus ini juga kan (batu alam yang sudah dicetak) beratnya sekitar 5 kg-an nggak mungkin perempuan.
Jadi, di sini karyawan perempuan hampir nggak diperlukan.
Paling di sini si Ibu cuma bantu-bantu untuk kebersihan gitu-gitu. Kalau selebihnya lebih ke tenaga laki-laki yang dipakai,
perempuannya nggak, karena beban kerjanya berat.”
(Wawancara Pak Parmin 25 Januari 2021)
Dari pernyataan kedua kutipan di atas, karyawan laki-laki di PT. WairauStone Indonesia memang lebih banyak dibanding dengan karyawan perempuannya, hal ini disebabkan oleh beban kerja yang sangat berat karena berhubungan dengan alat berat. Batu alam yang diproduksi memiliki berat paling enteng sekitar 3 kg dan paling berat sekitar 10 kg sampai 15 kg. Itu hanya hitungan per satu batu alam saja, sedangkan untuk pesanan bisa sampai 2000 batu alam. Sehingga PT. WairauStone Indonesia hanya mempekerjakan karyawan perempuan di bagian administrasi dan rumah tangga.
“Produksi batu alam kita ini nggak dilakuin setiap saat, Cuma kalau lagi ada pesanan saja. Makanya saat ini produksi lagi agak sulit karena kondisi lagi kayak gini, biasanya batu alam kita ini dipakai untuk perumahan, mall, hotel. Paling banyak sih untuk perumahan. Kalau mall itu biasanya Cuma untuk dinding-dinding depan doang sama pilar-pilar.”
(Wawancara Pak Parmin 25 Januari 2021)
“Ya kalau lagi tidak ada pesanan, biasanya ya kami hanya membersihkan alat-alat saja.” (Wawancara Pak Santra 25 Januari 2021)
Dari penjelasan yang dikatakan oleh Pak Santra, Produksi batu alam ini tidak dilakukan setiap saat, hanya dilakukan setiap ada pesanan saja. Produksi batu alam ini biasanya digunakan untuk perumahan, mall, hotel, dan sebagainya maka dari itu pesanan yang diterima oleh PT.
WairauStone Indonesia seringkali melebihi target sehingga
karyawan harus lembur. Saat sedang tidak mendapat pesanan, karyawan bagian produksi tetap bekerja. Hanya saja pekerjaannya tidak seberat biasanya, seperti membersihkan alat-alat yang digunakan untuk memproduksi batu alam saja.
C. Kesejahteraan Keluarga
Dengan adanya kompensasi yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan diharapkan dapat meningkatkan kinerja karyawan. Selain meningkatkan kinerja karyawan, dengan adanya kompensasi diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga karyawan itu sendiri.
Karyawan yang bekerja di PT. WairauStone Indonesia rata-rata sudah bekerja lebih dari belasan tahun. Karyawan yang bekerja di PT. WairauStone Indonesia rata-rata menjadi satu-satunya orang yang menanggung kebutuhan keluarganya, sehingga kompensasi yang diberikan oleh perusahaan sangatlah penting bagi mereka.
Pada pembahasan kesejahteraan keluarga ini akan dibahas sesuai dengan indikator yang sudah dibuat oleh Badan Pusat Statistika tahun 2017 :
1. Kependudukan
Ke empat informan yang sudah diwawancarai mengatakan bahwa mereka tinggal di lingkungan yang padat penduduk, semua anggota keluarganya masih tinggal di rumah yang sama karena anak-anaknya belum ada yang
menikah, sebagian sudah tinggal di rumah yang mereka tempati lebih dari 10 tahun.
Informan kesatu :
“Saya tinggal sama istri sama anak. Anak saya ada tiga, yang pertama sama kedua itu cewek yang ketiga itu cowok.” (Wawancara Pak Aryo. S 25 Januari 2021)
“Saya tinggal di perumahan deket sini, Mbak, saya tinggal di situ mah udah lama. Dari waktu nyicilnya masih murah sekitar empat ratus lima puluh ribu per bulan, tapi ya dulu juga segitu tetap mahal sih.” (Wawancara Pak Aryo. S 25 Januari 2021)
Informan kedua :
“Kalo saya tinggal sama istri sama anak. Anak saya dua, sepasang, yang pertama laki yang kedua perempuan.”
(Wawancara Pak Santra 25 Januari 2021)
“Oh, kalau saya tinggalnya di situ mbak, Rawa Banteng situ. Deket sih dari sini, naik motor mah cepet nyampenya. Saya tinggal di situ dari pas saya nikah sama istri saya, ya udah hampir 20 tahun lah saya tinggal di rumah itu.” (Wawancara Pak Santra 25 Januari 2021) Informan ketiga :
“Saya tinggal berempat. Saya, istri, anak dua. Tapi anak saya yang pertama ini lagi mondok, jadi sekarang tinggalnya bertiga di rumah.” (Wawancara Pak Komarudin 25 Januari 2021)
“Saya baru aja ngambil rumah di perumahan gitu mbak, ya baru sekitar 6 tahun lah saya tinggal di situ. Jadi masih perlu bayar angsuran.” (Wawancara Pak Komarudin 25 Januari 2021)
Informan keempat :
“Saya tinggal sama istri terus sama anak dua. Sepasang, cewek cowok, mbak.” (Pak Deden 25 Januari 2021)
“Kalo saya udah tinggal di rumah sendiri, mbak. Walau pun nggak gede tapi ya saya mah udah bersyukur aja punya rumah sendiri.” (Wawancara Pak Deden 25 Januari 2021)
Dari informasi yang tertera di atas, karyawan PT.
WairauStone Indonesia sudah memiliki keluarga dan sudah memiliki tempat tinggal, meskipun ada yang masih mengontrak atau masih harus membayar angsuran untuk melunasi rumah.
2. Pendidikan
Pendidikan adalah salah satu hal yang penting untuk hidup seseorang, oleh karena itu banyak orang tua yang selalu mengupayakan berbagai cara agar anak-anaknya dapat bersekolah dengan baik.
Informan kesatu :
“Saya tamatan SMK kalo istri itu dia SMP. Kalo anak saya yang pertama itu sekarang dia kuliah di sekolah tinggi apa gitu mbak, saya lupa namanya. Tapi dia sambil ngajar SD sih, mbak. Jadi kuliah sambil kerja. Kalo yang kedua sama ketiga itu mondok di Bogor, dulu yang pertama juga mondok di sana. Kalo yang kedua itu kelas 2 SMA, kalo yang ketiga itu kelas 4 SD.” (Wawancara Pak Aryo. S 25 Januari 2021)
Informan kedua :
“Saya tamatan SMK, istri saya sama dia cuma SMA. Kalo anak saya yang pertama dia sekarang udah kelas 3 SMK, cuma dia nggak mau lanjut kuliah, maunya langsung kerja. Padahal mah saya nggak masalah kalo dia mau kuliah, Cuma ya maunya begitu. Saya sih nggak mau memaksakan gitu mbak. Kalo yang kedua kelas 2 SMP.
Sekolahnya pada deket-deket sih, jadi yang pertama bawa motor sendiri, kalo yang kedua dianter jemput sama istri
Sekolahnya pada deket-deket sih, jadi yang pertama bawa motor sendiri, kalo yang kedua dianter jemput sama istri