Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah diubah sebanyak dua kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 tahun 2015. Pada pasal 65 Undang 23 tahun 2014, mengamanatkan bahwa dalam rangka penyelengaraan pemerintahan, Pemerintahan Daerah berkewajiban menyusun perencanaan pembangunan daerah sebagai satu kesatuan sistem perencanaan pembangunan nasional.
Perencanaan pembangunan daerah tersebut meliputi rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) untuk jangka waktu 20 tahun, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk jangka waktu 5 tahun dan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) untuk jangka waktu 1 tahun.
Penyusunan RPJMD dilakukan secara terintegrasi dengan dokumen – dokumen perencanaan lainnya, mulai dari tingkat pusat dan provinsi. Hal ini dilakukan agar terdapat koordinasi dan sinkronisasi berbagai program/kegiatan baik di pusat maupun di daerah dan pada akhirnya berbagai program pembangunan yang dilakukan dapat memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat Kota Tanjungpinang.
Selanjutnya untuk setiap tahunnya selama periode perencanaan, program/kegiatan Pemerintah Daerah akan dijabarkan dalam RKPD, dan keberadaan RKPD tersebut akan dijadikan acuan bagi OPD untuk menyusun Rencana Kerja (Renja) OPD. Dalam kaitan dengan sistem keuangan sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang – Undang Nomor 17 tahun 2003, maka penjabaran RPJMD dan RKPD untuk setiap tahunnya juga akan dijadikan pedoman bagi penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Tanjungpinang.
2 I.2 Landasan Hukum
Landasan yang digunakan sebagai dasar hukum dalam penyusunan Rancangan Akhir Rencana Kerja (RENJA) ini adalah :
1. Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);
2. Undang-undang Nomor 5 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Tanjungpinang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 85, Tambahan lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4112);
3. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
4. Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);
5. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
6. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437) sebagaimanan telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);
7. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438);
3 8. Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi
Elektronik;
9. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik;
10. Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi;
11. Peraturan Pemerintah Nomor 108 Tahun 2000 tentang Tata Cara Pertanggungjawaban Kepala Daerah;
12. Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;
13. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penetapan Standar Pelayanan Minimal;
14. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Aset Daerah;
15. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah;
16. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah;
17. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah;
18. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
19. Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Instansi Pemerintah;
20. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
4 21. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara
Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencanan Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah;
22. Peraturan Daerah kota Tanjungpinang nomor 11 Tahun 2016 tentang SOTK Kota Tanjungpinang;
23. Peraturan Daerah Kota Tanjungpinang Nomor 01 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Tanjungpinang Tahun 2018-2023;
24. Peraturan Walikota Tanjungpinang Nomor 48 Tahun 2016 tentang Uraian Tugas Pokok, Fungsi Organisasi Dan Tata Kerja Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang;
25. Peraturan Walikota Tanjungpinang Nomor 13 Tahun 2019 tentang Rencana Strategis (Renstra) Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang Tahun 2018-2023;
26. Surat Edaran Walikota Tanjungpinang Nomor 050/47/4.1.06/2023 tentang Penyusunan Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah Kota Tanjungpinang Tahun 2023.
I.3 Maksud dan Tujuan A. Maksud
Maksud disusunnya Rancangan Akhir Rencana Kerja Tahun 2023 adalah untuk mewujudkan sinergitas antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan antar wilayah, antar sektor pembangunan dan OPD, serta mewujudkan efisiensi alokasi berbagai sumber daya pembangunan daerah.
5 B. Tujuan
Tujuan disusunnya Rancangan Akhir Rencana Kerja adalah :
1. Sebagai acuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang dalam mengoperasionalkan RKPD Kota Tanjungpinang Tahun 2023.
2. Memelihara konsistensi antara capaian tujuan perencanaan strategis jangka menengah dengan tujuan perencanaan dan penganggaran tahunan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang.
3. Mengukur kinerja penyelenggaraan fungsi dan urusan wajib pemerintahan daerah melalui capaian target kinerja program dan kegiatan pembangunan.
4. Menyediakan informasi bagi pemenuhan laporan evaluasi penyelenggaraan kegiatan Dinas Komunikasi dan Informatika yang perlu disampaikan kepada pemerintah daerah.
I.4 Sistematika Penyusunan
Sistematika Rancangan Akhir Rencana Kerja DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA Kota Tanjungpinang Tahun 2023 adalah sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang I.2 Landasan Hukum I.3 Maksud dan Tujuan I.4 Sistematika Penyusunan
BAB II HASIL EVALUASI PELAKSANAAN RENJA DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KOTA TANJUNGPINANG TAHUN LALU II.1 Evaluasi Pelaksanaan renja Dinas Komunikasi dan Informatika
Kota Tanjungpinang Tahun 2021 dan Capaian Renstra Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang.
II.2 Analisis Kinerja Pelayanan OPD
II.3 Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan fungsi OPD II.4 Review Terhadap Rancangan awal OPD
II.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat
6 BAB III TUJUAN DAN SASARAN DINAS KOMUNIKASI DAN
INFORMATIKA KOTA TANJUNGPINANG III.1 Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional III.2. Tujuan dan Sasaran Renja OPD
III.3. Program dan kegiatan
BAB IV RENCANA KERJA DAN PENDANAAN DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KOTA TANJUNGPINANG
BAB V PENUTUP
7
BAB II
HASIL EVALUASI PELAKSANAAN RENJA DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA TAHUN LALU
II.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja OPD Tahun 2021 dan Capaian Renstra OPD
Hasil evaluasi pelaksanaan rencana kerja Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang pada tahun 2021, mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya dari 71,11% menjadi 99,33%.
Jika dikaitkan dengan pencapaian target Renstra Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjugpinang Tahun 2018-2023, berdasarkan realisasi program dan kegiatan, ada beberapa target Renstra yang tidak tercapai.
Dikarenakan beberapa faktor, baik internal maupun eksternal. Evaluasi terhadap hasil pelaksanaan Rencana Strategis OPD tahun lalu dan pencapaian kinerja Rencana Strategis OPD digunakan untuk mengidentifikasi kemampuan OPD dalam melaksanakan Program dan Kegiatan, mengetahui realisasi pencapaian target kinerja program dan kegiatan, serta mengidentifikasi hambatan dan permasalahan yang dihadapi.
Berdasarkan hal tersebut maka dapat dilihat hasil evaluasi Renja Dinas Komunikasi dan Informatika tahun lalu serta capaian renstra OPD sampai dengan Tahun 2021, dapat dilihat pada tabel II.1 :
8 Tabel II.1
Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja Perangkat Daerah Dan Pencapaian Renstra Dinas Komunikasi dan Informatika s/d Tahun 2021
TINGKAT
01 . 62 2 Operasional Rutin Kantor
02 . 11 1 Pengadaan Alat-alat Kantor dan Rumah Tangga
Jumlah unit/paket/jenis pengadaan alat-alat kantor dan rumah tangga
RENJA OPD REALISASI RENJA
PROGRAM DAN KEGIATAN SESUAI RENSTRA TAHUN 2018 - 2023
REALISASI TARGET CAPAIAN TARGET RENSTRA
OPD S/D TAHUN 2023 TARGET DAN REALISASI KINERJA PROGRAM
DAN KEGIATAN TAHUN LALU (2021) TARGET PROGRAM DAN
KEGIATAN (RENJA OPD TAHUN 2022)
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan
9
2.10 . 2.10.01
. 25 100%
2.10 . 2.10.01 . 25 . 02
1 Pengembangan Data Center
dan Prasarana TIK Jumlah Sarana dan Prasarana Kapasitas SDM Dinas Komunikasi dan media luar ruang digital
10
4 Pengadaan Buletin Pemerintah Kota
350 Eksemplar 100% 832
Eksemplar 1182
Eksemplar
5 Pengadaan alat studio dan komunikasi
Jumlah peralatan pendukung
Media Center Jumlah sarana diseminasi
1 Penyusunan Statistik Sektoral Kota
11 Dari tabel diatas, dapat dilihat hal-hal sebagai berikut :
1. Bahwa Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang mengampu 3 urusan, yaitu urusan komunikasi dan informatika, statistik dan persandian.
Untuk urusan komunikasi dan informatika, rata-rata capaian kinerja adalah sebesar 100%, urusan statistik sebesar 100% dan urusan persandian 0%.
2. Program/Kegiatan yang tidak memenuhi target kinerja hasil/keluar yang direncanakan ada sebanyak 2 (dua), yaitu :
a. Progam : Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik
Kegiatan : Penyebarluasan Informasi Publik Melalui Media, dengan target kinerja sebesar 70 media massa, sedangkan realisasi kinerja sebesar 52 medias massa, sehingga capaian kinerjanya Tinggi yaitu 74%. Faktor penyebabnya adalah kurangnya anggaran serta masih adanya media yang tidak memenuhi verifikasi Dewan Pers.
b. Program Penyelenggaraan Pengamanan Informasi Pemerintah Daerah
Kegiatan : Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Daerah Bidang Keamanan Informasi, dengan target 2 ASN ddan realisasi sebesar 0 ASN, sehingga capaian kinerjanya Sangat Rendah yaitu 0%.
3. Realisasi program/kegiatan yang telah memenuhi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan adalah sebagai berikut :
a. Progam : Pengelolaan Aplikasi Informatika
Kegiatan : Pengembangan Data Center, dengan target 1 set data center yang dikembangkan atau ditingkatkan dan realisasi 1 set yang dikembangkan atau ditingkatkan, sehingga capaian kinerjanya 100%.
Kegiatan : Pengadaan Sarana dan Prasarana TIK, dengan target 1 unit fasilitas yang tersedia dan realisasi 1 unit fasilitas yang tersedia, sehingga capaian kinerjanya 100%.
Kegiatan : Peningkatan Kapasitas SDM Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang dalam Penggunaan Informatika, dengan target 1 orang yang tersedia dan realisasi 1 orang yang tersedia, sehingga capaian kinerjanya 100%.
12
Kegiatan : Pengadaan Infrastruktur Internet Publik Untuk Kelurahan Se-Kota Tanjungpinang, dengan target 10 titik lokasi dan realisasi 10 titik lokasi, sehingga capaian kinerjanya 100%.
b. Program : Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik
Kegiatan : Rakor Tim Lapor! SP4N Kota Tanjungpinang, dengan target 6 kali pelaksanaan dan terealisasi 6 kali pelaksanaan, sehingga capaian kinerjanya 100%.
Kegiatan : Pengadaan Videotron Informasi Pemerintah Kota Tanjungpinang dengan target 1 unit dan terealisasi 1 unit, sehingga capaian kinerjanya 100%.
Kegiatan : Pengadaan Buletin Pemerintah Kota Tanjungpinang, dengan target 350 eksemplar dan terealisasi 350 eksemplar sehingga capaian kinerjanya 100%.
Kegiatan : Pengadaan alat studio dan komunikasi dengan target 1 unit fasilitas dan terealisasi 1 unit fasililtas sehingga capaian kinerjanya 100%.
Kegiatan : Pengembangan Media Center dengan targetnya 1 unit fasilitas dan terealisasi sebanyak 1 unit fasilitas sehingga capaian kinerjanya 100%.
c. Program : Penyelenggaraan Statistik Sektoral
Kegiatan : Penyusunan Statistik Sektoral Kota Tanjungpinang, dengan target 100 buku yang disusun dan realisasi 100 buku yang disusun, sehingga capaian kinerjanya 100%.
Kegiatan : Pengelolaan Data Geospasial, dengan target 25 buku dan realiasasi 25 buku, sehingga capaian kinerjanya 100%.
4. Faktor-faktor penyebab tidak tercapainya, terpenuhinya atau melebihi target kinerja pada masing-masing program / kegiatan adalah sebagai berikut :
a. Program Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik. Memiliki 1 kegiatan yang tidak memenuhi capaian kinerja, yaitu kegiatan Penyebarluasan Informasi Publik melalui Media, faktor yang mempengaruhinya adalah
13
kurangnya anggaran yang tersedia dan masih ada media massa yang belum terverifikasi Dewan Pers.
b. Program Penyelenggaraan Pengamanan Informasi Pemerintah Daerah.
Memiliki 1 kegiatan yang tidak memenuhi capaian kinerja, yaitu kegiatan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Daerah Bidang Keamanan Informasi, faktor yang mempengaruhinya adalah adanya aturan yang melarang untuk mengumpulkan massa atau berkuruman karena adanya Pandemic Covid 19, sehingga anggaran untuk kegiatan tersebut di refocusing.
5. Implikasi yang timbul terhadap target capaian program renstra, bahwasanya dapat mendorong capaian kinerja Pemerintah Kota Tanjungpinang yaitu Meningkatnya Penerapan E-Government, dengan indikatornya Penilaian Indeks SPBE.
6. Kebijakan / tindakan perencanaan dan penganggaran yang perlu diambil untuk mengatai faktor-faktor penyebab tersebut adalah dengan mengusulkan anggaran yang lebih besar untuk Kegiatan Penyebarluasan Informasi Publik Melalui Media serta memberikan sosialisasi kepada media massa yang belum terverifikasi Dewan Pers, untuk segera melakukan verifikasi Dewan Pers terhadap media yang dimilikinya. Sedangkan untuk Kegiatan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Daerah Bidang Keamanan Informasi kebijakan / tindakan yang perlu diambil adalah dengan merencanakan dan menganggarkna kembali kegiatan tersebut pada tahun berikutnya. Atau dengan melakukan kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa atau berkurumun, dapat dilakukan dengan melakukan pertemuan online atau daring.
II.2. Analisis Kinerja Pelayanan OPD
Indikator kinerja merupakan alat atau media yang digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan suatu perangkat daerah dalam mencapai tujuan dan sasaran. Penetapan indikator kinerja atau ukuran kinerja yang akan digunakan untuk mengukur kinerja atau keberhasilan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota
14
Tanjungpinang, harus ditetapkan secara cermat dengan memperhatikan kondisi riil serta berbagai pertimbangan yang mempengaruhi kinerja Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang kedepannya baik pengaruh dari luar maupun dari dalam Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang itu sendiri.
Capaian kinerja pelayanan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang berdasarkan indikator kinerja yang sudah ditentukan dalam SPM Bidang Komunikasi dan Informatika sesuai Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika NOMOR 27/PER/M.KOMINFO/12/2011 tentang PETUNJUK TEKNIS STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA DI KABUPATEN/KOTA. Selain berdasarkan SPM, indikator kinerja untuk capaian kinerja pelayanan Dinas Komunikasi dan Informatika juga berdasarkan tugas pokok dan fungsi dari Dinas Komunikasi dan Informatika.
Capaian Kinerja Pelayanan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang dapat dilihat dari indikator yang tercantum dalam tabel II.2 sebagai berikut :
15 Tabel II.2
Pencapaian Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang
Tahun 2020 Tahun
2021 Tahun 2022 Tahun 2023 Tahun 2020 Tahun 2021 Tahun
2022 Tahun 2023
1 2 3 4 6 7 8 9 11 12 13 14 15
1 Jumlah Penyebaran Informasi melalui Media Massa 2 Jumlah penyebaran
informasi dan komunikasi publik melalui pertunjukan rakyat
1 kali
pertunjukkan - 1 kali
pertunjukkan - - - -
-3 Jumlah pelaksanaan media
6 Jumlah domain dan Subdomain yang 7 Jumlah OPD yang telah
terkoneksi dengan data center
33 OPD 33 OPD 33 OPD 33 OPD - - 33 OPD 33 OPD
8 Jumlah area internet publik yang dapat diakses masyarakat
20 titik 20 titik 20 titik 20 titik - 10 Titik 10 titik 20 titik
9 Jumlah buku statistik
sektoral yang tersusun 100 buku 100 buku 100 buku 100 buku 30 buku 100 buku 100 buku 100 buku
10 Indeks kesadaran keamanan informasi Target Renstra Perangkat Daerah
II.3 Isu-Isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi OPD
Analisis isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi Perangkat Daerah merupakan bagian penting dan sangat menentukan dalam proses penyususnan rencana lima tahun mendatang Dinas untuk melengkapi tahapan-tahapan yang telah dilakukan sebelumnya. Identitas isu penting dapat menentukan sasaran dan program pembangunan. Isu penting ini diperoleh dengan cara mengidentifikasi permsalahan-permasalahan yang terjadi.
16 II.3.1 Tingkat Kinerja Perangkat Daerah
Tingkat kinerja Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang sampai tahun 2021, masih belum dikatakan dapat tercapai semua nya. Hal ini terjadi karena masih sedikitnya dukungan anggaran dari Pemerintah, kurangnya sarana dan prasarana yang memadai serta kurangnya SDM yang berkemampuan dalam urusan komunikasi dan informasi, statistik dan persandian.
II.3.2 Permasalahan dan Hambatan
Permasalahan dan hambatan yang dihadapi dalam menyelenggarakan tugas dan fungsi Dinas Komunikasi dan Informatika, dapat dilihat berdasarkan masing-masing urusan yaitu :
a. Urusan Komunikasi dan Informasi
1) Rendahnya SDM yang berkompeten dalam komunikasi dan informatika.
2) Pengelolaan E-Government yang belum optimal.
3) Banyaknya aplikasi pemerintah yang belum terintegrasi dan belum terkelola dengan baik.
4) Terbatasnya jumlah titik hotspot internet publik area.
5) Fungsi PPID pada setiap OPD yang belum optimal.
6) Belum tersedianya sarana dan prasarana penyelenggaraan layanan informasi dan komunikasi publik yang memadai.
7) Partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan informasi daerah dan komunikasi publik.
8) Belum optimalnya pengelolaan layanan monitoring isu publik di media.
b. Urusan Statistik
1) Belum optimalnya pengelolaan statistik sektoral.
2) Belum terbangunnya sistem big data.
17 3) Belum tersedianya tenaga yang berkompeten di bidang statistik.
4) Masih kurangnya masyarakat yang memanfaatkan buku statistik sektoral.
c. Urusan Persandian
1) Belum optimalnya pemanfaatan persandian dalam penyampaian informasi yang bersifat rahasia.
2) Kurangnya peralatan untuk persandian dalam mengamankan informasi.
3) Belum optimalnya pengelolaan pengamanan informasi.
4) Kurangnya SDM yang berkompeten di bidang persandian atau pengamanan informasi.
II.3.3. Dampak Terhadap Capaian Pemerintah Pusat dan Daerah
Dampak dari hambatan yang ada pada Dinas Komunikasi dan Informatika KotaTanjungpinang terhadap pencapaian visi dan misi Kepala Daerah adalah tidak tercapainya sasaran yang ditetapkan dalam RPJMD Kota Tanjungpinang. Sehingga membuat misi yang ditetapkan Kepala Daerah tidak akan tercapai. Selain itu hambatan juga dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap capaian program Pemerintah Pusat. Hal ini terjadi karena capaian kinerja pelayanan Dinas Komunikasi dan Informatika merupakan SPM dari Kementerian Komunikasi dan Informatika yang harus di dukung oleh Pemerintah Daerah.
II.3.4. Tantangan dan Peluang Tantangan
Tantangan merupakan adalah situasi yang merupakan ancaman bagi organisasi yang datang dari luar organisasi (eksternal) dan dapat mengancam eksistensi organisasi dimasa depan. Tantangan
18
Pengembangan Pelayanan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang sebagai berikut:
1. Penggunaan sistem aplikasi dalam menerapkan E-Goverment.
2. Pengelolaan website Pemerintah Kota secara terintegrasi.
3. Penyebaran informasi kepada masyarakat yang transparan dan akuntabel.
4. Kesenjangan kemampuan TIK Masyarakat.
5. Jaminan keamanan sistem TIK Peluang
Peluang adalah situasi atau kondisi yang merupakan peluang dari luar organisasi (eksternal) dan memberikan peluang berkembang bagi organisasi dimasa depan. Peluang dalam pengembangan pelayanan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang sebagai berikut:
1. Tersedianya regulasi dari Kemenkominfo RI tentang TIK.
2. Partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan TIK.
3. Partisispasi masyarakat pada pelatihan di bidang TIK untuk meningkatkan kemampuan SDM.
4. Media informasi dan komunikasi yang digunakan oleh masyarakat.
5. Penyelenggaraan statistik sektoral.
6. Penerapan fungsi GPR (goverment public relations).
7. Edukasi internet sehat dan aman, kreatif dan produktif.
8. Sarana dan prasarana komunikasi penunjang operasional pemerintah.
9. Penyelenggaraan persandian untuk pengamanan informasi.
19 II.3.5 Penentuan Isu-isu Penting
Isu penting merupakan suatu kondisi yang berpotensi menjadi masalah maupun menjadi peluang suatu daerah dimasa datang. Isu penting yang perlu ditangani dalam pelaksanaan Renja Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang Tahun 2020 adalah sebagai berikut:
1. Banyaknya aplikasi e-goverment yang belum terintegrasi dan belum terkelola dengan baik.
2. Kurangnya sumber daya manusia yang berkompeten dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi
3. Belum Optimalnya Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik 4. Belum optimalnya penyediaan statistik sektoral.
5. Belum optimalnya pemanfaatan persandian dalam penyampaian informasi yang bersifat rahasia.
II.4. Review terhadap Rancangan Awal RKPD
Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) merupakan dokumen perencanaan pemerintahan untuk periode satu tahun dan merupakan penjabaran dari RPJMD yang memuat rancangan kerangka ekonomi daerah, program prioritas pembangunan daerah dan rencana kerja pendanaan dan perkiraan maju yang selanjutnya akan dipakai sebagai penyusunan KUA-PPAS Rencana Kerja Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang.
Rencana awal prioritas pembangunan di Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Tanjungpinang Tahun 2023 merupakan rumusan kebijakan pembangunan hasil kajian evaluasi capaian kinerja pembangunan dalam rentang waktu perencanaan, perkiraan kemampuan daerah dan kebijakan pembangunan tahunan pemerintah.
Adapun review terhadap rancangan awal Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) terhadap hasil analisis kebutuhan program dan kegiatan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang Tahun 2023 setelah melewati beberapa tahapan perencanaan, maka dapat dilihat pada tabel II.3 berikut ini :
20 Tabel II.3
Review Terhadap Rancangan Awal Rencana Kerja (RENJA) Tahun 2023 Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang
Program / Kegiatan /
Sub Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target
Capaian Pagu Indikatif (Rp)Program / Kegiatan /
Sub Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target
Capaian Kebutuhan Dana (Rp)
TanjungpinangJumlah dokumen perencanaan perangkat daerah
3 Dokumen Rp 25.000.000 Penyusunan Dokumen Perencanaan Perangkat Daerah
TanjungpinangJumlah Dokumen Perencanaan Perangkat Daerah
3 Dokumen Rp 15.000.000
Koordinasi dan Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD
Tanjungpinang
Jumlah laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD dan laporan hasil koordinasi penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD
3 Laporan Rp 10.000.000
Koordinasi dan Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD
Tanjungpinang
Jumlah Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD dan Laporan Hasil Koordinasi Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD
Penyediaan Gaji dan
Tunjangan ASN Tanjungpinang
Jumlah orang yang menerima gaji dan tunjangan ASN
468
orang/bulan Rp - Penyediaan Gaji dan
Tunjangan ASN Tanjungpinang
Jumlah orang yang menerima gaji dan tunjangan ASN
468
orang/bulan Rp 5.674.409.147 No
Rancangan Awal RKPD Hasil Analisis Kebutuhan
Catatan Penting
21 Dinas beserta atribut
kelengkapannya TanjungpinangJumlah paket pakaian dinas beserta atribut
kelengkapannya 116 paket Rp 47.000.000 Pengadaan Pakaian Dinas beserta atribut
kelengkapannya TanjungpinangJumlah paket pakaian dinas beserta atribut
kelengkapannya 116 paket Rp 46.400.000 Pendidikan dan Pelatihan
Pegawai Berdasarkan
Tugas dan Fungsi Tanjungpinang
Jumlah pegawai berdasarkan tugas dan fungsi yang mengikuti pendidikan dan pelatihan
10 orang Rp 25.000.000 Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Berdasarkan
Tugas dan Fungsi Tanjungpinang
Jumlah pegawai berdasarkan tugas dan fungsi yang mengikuti pendidikan dan pelatihan
10 orang Rp 50.000.000
Administrasi Umum
Perangkat Daerah Rp 670.300.500 Administrasi Umum
Perangkat Daerah Rp 783.000.000
Jumlah paket komponen instalasi
listrik/penerangan bangunan kantor yang disediakan
1 paket Rp 15.000.000 Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan
1 paket Rp 15.000.000 Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan