BAB II. LANDASAN TEORI
A. Tinjauan Pustaka
5. Latihan
Dalam upaya meningkatkan prestasi yang berhubungan dengan manusia dan kegiatan fisiknya, diperlukan pengetahuan dasar untuk dapat menguasai pengetahuan sampai tingkat berkelanjutan. Aktifitas olahraga dapat ditentukan
commit to user
oleh seorang yang menangani suatu tim atau pelatih dan teori ilmu-ilmu olahraga sebagai penunjangnya. Interaksi atau penghubungan antara teori-teori yang didapat dan praktek yang dilakukan berkali-kali akan membawa keberhasilan dalam penampilan olahraga. Latihan fisik yang teratur sistematik dan berkesinambungan yang dituangkan dalam suatu program latihan akan meningkatkan fisik secara nyata, namun tidak demikiannya halnya bila latihan dilakukan tidak teratur.
Latihan menurut Aip Syarifudin dan Yusuf Adi Sasmita (1996:126) adalah,” Proses sistematis dari berlatih secara berulang-ulang dengan kian hari kian menambah jumlah beban latihan dan intensitas latihannya”. Yang dimaksud sistematis adalah latihan harus berencana, menurut jadwal telah diprogramkan dari yang mudah ke yang sukar dan dari yang sederhana ke yang rumit serta latihan tersebut harus dilakukan secara teratur. Latihan harus dilakukan berulang- ulang agar gerakan yang semula sulit dilakukan menjadi semakin mudah dan otomatis dalam pelaksanaannya.
a. Program Latihan
Program latihan merupakan rencana kegiatan yang sudah tersusun dan harus dilakukan dalam latihan. Dalam menentukan program latihan harus harus mengacu pada beberapa faktor yang mendukung keberhasilan latihan. Penerapan progaram latihan yang tepat dan diselesaikan dengan kemampuannya akan meningkatkan kualitas atlit yang meksimal. Suatu hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan program latihan adalah menentukan terlebih dahulu tujuan latihan atau target yang hendak dicapai. Hal itu penting agar atlet dapat berlatih dengan motivasi untuk mencapai sasaran.
Penyusunan program latihan harus diperhitungkan periodisasi latihan. Dimana dalam pembagian waktu latihan harus tepat sasaran. Sehingga dalamperiode latihan yang stu dengan yang lain dapat berjalan sesuai rencana. Dengan memperhatikan periode latihan yang stu dengan yang lain dapat berjalan sesuai rencana. Dengan memperhatikan periode latihan dan musim latihan, maka dapat menemukan tahap-tahap latihan latihan lebih cermat, tepat dan menyasar
commit to user
sehingga kemampuan pemain akan meningkat lebih baik dan prestsi maksimal akan tercapai.
Untuk membina atlet agar dapat meningkatkan prestasi setinggi- tingginya diperlukan waktu yang lama. Oleh karena itu, maka latihan tersebut dilaksanakan bertahap yang terdiri dari program jangka panjang, dan tahunan (Yusuf Hadisasmita dan Aip Syarifudin :1996)
Menurut Sudjarwo ( 1993:81) menyusun program latihan dapat dibagi menjadi:
1) Program jangka panjang
Program jangka panjang berhubungan dengan latihan untuk sasaran dua tahun keatas
2) Program jangka menengah
Program jangka menengah adalah program latihan yang disusun untuk jangka waktu satu tahun
3) Program jangka pendek
Program latihan jangka pendek merupakan penyusunan program – program latihan kurang satu tahun.
b. Prinsip Dasar Latihan Bolavoli
Selama latihan, akan timbul berbagai masalahyang sebenarnya dapat terselesaikan dengan menggunakan beberapa peraturan tertentu yang paling efektif untuk menangani kasus tersebut di atas. Tetapi untuk dapat menguasai ini semua prinsip dasar harus dapat tersimilasi terlebih dahulu dengan sebaik- baiknya.
Prinsip dasar tidak boleh dipisahkan satu dengan yang lain, tetapi harus dipakai secara bersama-sama sebagai satu keseluruhan. Semuanya merupakan bagian dari satu sistem yang tidak boleh dapat dipecah-pecah dan harus tetap utuh. Menurut Dieter Beutelstahl (2009:118) prinsip dasar latihan bolavoli disusun sebagai berikut:
a) Prinsip dasar 1 : Memperberat beban latihan b) Prinsip dasar 2 : Beban kerja sepanjang tahun
c) Prinsip dasar 3 : Tenggang waktu setahun dibagi dalam beberapa periode yang akan menentukan isi dan organisasi seluruh beban kerja yang telah direncanakan. c) Prinsip dasar 4 : Kesadaran
d) Prinsip dasar 5 : Latihan secara sistematis
commit to user f) Prinsip dasar 7 : Ketrampilan g) Prinsip dasar 8 : Daya tahan
1) Penambahan Beban Kerja
Seorang pemain harus bekerja secara kontiyu, makin lama makin berat. Maksud “pekerjaan” dan “kerja” disini adalah kerja dalam hubungannya dengan latihan. Dengan berlatih keras, pemain akan membuahkan perkembangan yang positif, baik kapasitas mental meupun kapasitas fisiknya.
Kalau seorang pemain berlatih selama bertahun – tahun dengan rajin dan kontiyu, tetapi beban kerja dilakukannya tetap sama, maka ia tetap berada pada standart yang sama. Dengan demikian, latihan selama itu tidak ada gunanya sama sekali, hanya mempertahankan standart yang sudah dimilikinya. Ini berlaku pada semua tingkatan pemain, pemula maupun yang sudah top. Jadi beban harus selalu ditingkatkan terus, baik beban teknis, taktis maupun latihan fitnes. Semua orang juga pada tahu, penambahan beban kerja yang dilakukan secara kontinyu setahap demi setahap akan membuahkan hasil yang mempunyai kemungkinan bertahan lama dan mencapai sukses. Sebaliknya, beban yang ditambah secara mendadak tidak mempunyai masa depan yang baik, ini tidak saja di bidang olahraga bolavoli, tetapi dalam semua bidang olahraga dan dalam kehidupan sehari-hari.
2) Beban Kerja sepanjang Tahun
Kapasitas seorang pemain harus distabilkan sepanjang tahun. Perkembangan seorang pemain dibutuhkan tenggang waktu selama bertahun- tahun. Jadi, pelatih maupun pemain harus membiasakan diri dengan istilah “latihan sepanjang tahun” jangan menggunakan istilah “sepanjang tahun”.
Pemikiran jangka jauh ini akan membantu pelatih maupun pemain, memberikan dorongan dan semangat untuk berlatih secara kontiyu dengan waktu istilah pendek. Jangan sampai pemain diberi waktu istirahat terlalu lama selama tenggang waktu antara dua buah pertandingan. Kalau pemain menganggap saat- saat sesudah pertandingan sebagai waktu melepaskan diri dari latihan, maka setiap kali itu pulalah prestasinya akan menurun lagi.
commit to user
3) Tenggang waktu setahun dibagi dalam beberapa periode yang akan menentukan isi dan organisasi seluruh beban kerja yang telah direncanakan
Latihan bolavoli selama stu tahun dapat dibagi dalam beberapa periode sebagai berikut :
1. Periode persiapan 2. Periode kompetisi 3. Periode transisi
4) Kesadaran
Prinsip dasar latihan kesadaran berarti pelatih harus menekankan pentingnya mempelajari dan mengasimilasisemua pengetahuan yang ada, disatukan dengan segala informasi yang masih dapat dicari lagi. Si pemain sendiri harus dapat merencanakan dan mengorganisasi sistem permainannya selama latihan bersama-sama pelatih. Dengan cara aktif dan penuh dengan kesadaran seperti ini, ia dapat memperoleh kemampuan berdiri sendiri, mampu berkreasi, dan dapat mengambil keputusan tanpa dibantu oleh orang lain. Ini merupakan bekal yang sangat berguna dalam menghadapi situasi-situasi pertandingan yang selalu berubah-ubah satu dengan yang lain. Pelatih bertugas mengarahkan latihannya sedemikian rupa, sehingga murid-muridnya mempunyai personalitas yang teguh, dapat berfikir dan bertindak secara independen. Memang dalam hal ini pribadi pemain sendiri menjadi faktor utama. Apa yang menjadi motif untuk bermain bolavoli merupakan kondisi utama untuk memperoleh independen yang kuat, kemampuan menjadi seorang pribadi yang utuh dan berdikari.
5) Latihan secara Sistematis
Prinsip dasar latihan secara sistematis adalah pengorganisasian latihan harus seragam. Ini penting untuk perkembangan si pemain itu sendiri, supaya cepat membuahkan hasil yang dapat dirasakan olehnya sendiri maupun oleh sesama pemain seregu.
Dengan kata lain”pelatih harus menyusun unit-unit latihan secara teratur dan sistematis dan juga latihan praktek, sedemikian sehingga terbentuk schedule
commit to user
Si pelatih harus mempunyai tujuan tertentu, suatu program yang terencana baik, dimana semua elemen-elemen organisasi yang seragam diikut sertakan didalamnya. Hanya dengan seperti ini latihan dapt diorganisasi secara rasional dan dapat dikembangkan terus secara konstan, dan memang itulah tujuan dan maksud latihan sistematis.
6) Pengetahuan yang Mendalam dan Luas
Dalam prinsip dasar ini tercakup :
(a) Pemain dapat mengkomprehensi segala peristiwa yang dialaminya. (b) Pemain juga dapat mengerti dan menyadari sistem pengajaran dan
latihan.
(c) Pemain juga mengerti maksud dan tujuan serta teori segala gerakan-gerakan yang merupakan unsur permainan utama.
Untuk melakukan ini dibutuhkan sarana-sarana tertentu sebagai media yang akan menghasilkan ide-ide yang diperlukan. Sarana tersebut antara lain: peralatan visual, sarana komunikasi secara langsung, gambar-gambar, potret, papan magnetik, flim, video recorder.
Banyak sekali sarana modern yang berkembang dengan pesat sekali dan mungkin pada sat ini telah tercipta media yang lebih mutakhir. Semua meteri ini dijelaskan pelatih, baik visual maupun suara, sedemikian sehingga pemain betul- betul menghayatinya. Latihan psikologis yang modern juga termasuk dalam kategori ini.
7) Ketrampilan
Sebetulnya prinsip latihan ini sangat luas, kemampuan dan kemauan untuk berprestasi digabung menjadi satu keharmonisan sesuai dengan segala tuntutan yang dibebankan kepada pemain. Program latihan harus mempetimbangkan prestasi, umur, kesehatan, beban kerja secara keseluruhan, kemampuan dan daya tahan maksimal.
8) Daya Tahan
Maksud prinsip latihan “ketahanan” ini adalah “pelatih harus melihat sedemikian rupa sehingga kemampuannya, penetahuannya, dan ketrampilannya
commit to user
yang telah dipelajari saat ini tetap berada pada kondisi baik, dilihat dari persyaratan-persyaratan kompetisi secara umum”.
Seorang pemain akan memperoleh daya tahan yang baik, kalau ia berlatih dibawah situasi dan kondisi yang berbeda-beda, sesulit dan seberat mungkin. Latihan jangan sampai diinterupsi tanpa alasan yang kuat. Begitu pula pengajaran konsep yang baru kalau ide-ide yang lama belum dilatih dan terasimilasi dengan baik.
c. Komponen Kondisi Fisik
Mengingat bolavoli termasuk jenis olahraga yang banyak mengandalkan fisik, maka kondisi fisik pemain sangat penting dalam menunjang efektivitas permainan. Kondisi fisik adalah satu kesatuan yang utuh dari komponen- komponen yang tidak dapat dipisahkan begitu saja, baik peningkatan maupun pemelihraanya. Artinya bahwa di dalam usaha peningkatan kondisi fisik, seluruh komponen tersebut juga harus dikembangkan, walaupun disana sini dilakukan dengan sistem prioritas sesuai dengan keadaan tiap komponen yang diperlukan. Menurut Nuril Ahmadi(2007:65) komponen-komponen kondisi fisik yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1. Kekuatan
Kekuatan adalah komponen kondisi fisik seseorang dengan kemampuannya dalam mempergunakan otot untuk menerima beban sewaktu bekerja maksimal. Kekuatan banyak digunakan atau diperlukan hampir pada semua cabang olahraga, misalnya dalam olahraga permainan, atletik, maupun olahraga beladiri.
2. Daya Tahan
Daya tahan sering disebut endurance. Daya tahn dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
a. Daya tahan umum, yaitu kemampuan seseorang dalam mempergunakan sistem jantung, paru-paru, dan peredaran darah secara efektif dan efisien untuk menjalankan kerja secara terus- menerus yang melibatkan kontraksi sejumlah otot dengan intensitas yang tinggi dalam waktu yang cukup lama.
commit to user
b. Daya tahan otot, yaitu kemampuan seseorang dalam menggunakan ototnya untuk berkontraksi (bekerja) secara terus-menerus dalam waktu yang cukup lama dengan jumlah beban tertentu.
Jadi sangat dimengerti bahwa dari dau macam daya tahan tersebut, daya tahan umum memiliki tingkatan yang lebih tinggi atau lebih berat dibanding daya tahan otot.
3. Daya ledakan
Daya ledak adalah kemampuan seseorang untuk mempergunakan kekuatan maksimal dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Dengan kat lain, daya ledak sama dengan kekuatan kali kecepatan.
4. Kecepatan
Kecepatan adalah kemampuan seseorang untuk mengerjakan atau melakukan gerakan berkesinambungan dalam bentuk yang sama/siklik dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
5. Daya Lentur
Daya lentur adalah efektifitas seseorang dalam penyesuaian diri untuk segala kegiatan atau aktifitas penguluran otot-otot tubuh dan ruang gerak sendi yang luas. Dalam hal ini ada latihan-latihan kelenturan yang bertujuan untuk meningkatkan gerak terutama gerak persendian.
6. Kelincahan
Kelincahan adalah kemampuan sesorang untuk mengubah posisi ditempat tertentu. Sebagai gambaran, kemampuan seseorang yang mampu mengubah satu posisi ke posisi lain dalam kecepatan tinggi dengan koordinasi yang baik, berarti orang tersebut memiliki kelincahan yang cukup baik.
7. Koordinasi
Koordinasi adalah kemampuan seseorang dalam mengintegrasikan atau menghubungkan bermacam-macam gerakan yang berbeda ke dalam bentuk gerakan tunggal secara efektif.
8. Keseimbangan
Keseimbangan adalah kemampuan seseorang didalam mengendalikan sikap dan posisi tubuh secara tepat pada saat berdiri ataupun bergerak, seperti
commit to user
didalam melakukan latihan berdiri diatas tangan. Dibidang olahraga, banyak sekali hal-hal yang harus dilakukan olehatlet dalam masalah keseimbangan ini. Contoh yang lain misalnya sewaktu seseorang berjalan kemudian tergelincir sehingga ia harus mempertahankan keseimbangan.
9. Ketepatan
Ketepatan adalah kemampuan seseorang untuk mengendalikan gerakan- gerakan terhadap suatu sasaran. Sasaran ini dapat merupakan suatu jarak atau suatu obyek yang harus langsung dikenai dengan salah satu bagian tubuh.
10.Reaksi
Reaksi adalah kemampuan seseorang untuk bertindak deangan segera dalam menghadapi rangsangan yangtimbul lewat indera. Contohnya dalam bidang olahraga seperti dalam mengantisipasi datangnya bola yang harus ditangkap, dihentikan dan lain-lain.