• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

4.6 Pembahasan

1. Metode Deskriptif Pemahaman Indikator Interpreting (Interpretasi) X1

Untuk memudahkan dalam menganalisis data tentang pemahaman masyarakat mengenai variabel interpreting (interpretasi) maka penulis menginterpretasikannya dalam satu aspek seperti yang terdapat dalam tabel 4.15

Tabel 4.15

Gambaran Pemahaman Mengenai Indikator Interpreting (X1)

No Pernyataan STP TP CP P SP Total

% % % % % %

1 Layanan digital perbankan merupakan layanan yang disediakan oleh bank yang memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi keuangan

0 0 7,3 48,9 43,8 100

2 Layanan digital perbankan dapat dilakukan melalui sistem elekronik (electronic banking)

0 7,3 10,4 56,3 26 100 3 Pembayaran dengan menggunakan

layanan digital perbankan dapat dilakukan melalui Internet Banking, Phone Banking, Mobile Banking dan ATM

1 4,2 5,2 65,6 24 100

Sumber : Hasil Penelitian, 2017 (Data Diolah)

 Pernyataan 1

Instrumen penelitian menggunakan skala likert dengan metode deskriptif berdasarkan data gambaran pemahaman variabel interpreting maka analisisnya adalah :

Jumlah skor untuk 42 orang menjawab SP = 42 × 5 = 210 Jumlah skor untuk 47 orang menjawab P = 47 × 4 = 188 Jumlah skor untuk 5 orang menjawab CP = 5 × 3 = 15

Jumlah skor untuk - orang menjawab STP = 0

Jumlah Total = 413

Jumlah skor ideal (kriterium) untuk seluruh item 5 × 96 = 480 (SP).

Jumlah skor terendah = 1 × 96 = 96 (STP). Jadi berdasarkan data tersebut maka tingkat pemahaman terhadap layanan digital perbankan berdasarkan analisis variabel interpreting ialah (413 : 480) × 100% = 86,04%.

STP TP CP P SP

96 192 288 384 413 480

Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 96 responden maka data 413 terletak pada daerah Sangat Paham (SP).

Bila didasarkan pada kelompok responden, maka diketahui bahwa masyarakat sebanyak 43,75% menyatakan sangat paham, 48,95% menyatakan paham, 7,3% menyatakan cukup paham, 0% menyatakan tidak paham dan 0%

menyatakan sangat tidak paham.

 Pernyataan 2

Instrumen penelitian menggunakan skala likert dengan metode deskriptif berdasarkan data gambaran pemahaman variabel interpreting maka analisisnya adalah :

Jumlah skor untuk 25 orang menjawab SP = 25 × 5 = 125 Jumlah skor untuk 54 orang menjawab P = 54 × 4 = 216 Jumlah skor untuk 10 orang menjawab CP = 10 × 3 = 30

Jumlah skor untuk 7 orang menjawab TP = 7 × 3 = 21 Jumlah skor untuk - orang menjawab STP = 0

Jumlah Total = 392

Jumlah skor ideal (kriterium) untuk seluruh item 5 × 96 = 480 (SP).

Jumlah skor terendah = 1 × 96 = 96 (STP). Jadi berdasarkan data tersebut maka tingkat pemahaman terhadap layanan digital perbankan berdasarkan analisis variabel interpreting ialah (392 : 480) × 100% = 81,67%.

STP TP CP P SP

96 192 288 384 392 480

Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 96 responden maka data 392 terletak pada daerah Sangat Paham (SP).

Bila didasarkan pada kelompok responden, maka diketahui bahwa masyarakat sebanyak 26,04% menyatakan sangat paham, 56,25% menyatakan paham, 10,42% menyatakan cukup paham, 7,29% menyatakan tidak paham dan 0% menyatakan sangat tidak paham.

 Pernyataan 3

Instrumen penelitian menggunakan skala likert dengan metode deskriptif berdasarkan data gambaran pemahaman variabel interpreting maka analisisnya adalah :

Jumlah skor untuk 23 orang menjawab SP = 23 × 5 = 115 Jumlah skor untuk 63 orang menjawab P = 63 × 4 = 252 Jumlah skor untuk 5 orang menjawab CP = 5 × 3 = 15 Jumlah skor untuk 4 orang menjawab TP = 4 × 3 = 12

Jumlah skor untuk 1 orang menjawab STP = 1 × 3 = 3

Jumlah Total = 397

Jumlah skor ideal (kriterium) untuk seluruh item 5 × 96 = 480 (SP).

Jumlah skor terendah = 1 × 96 = 96 (STP). Jadi berdasarkan data tersebut maka tingkat pemahaman terhadap layanan digital perbankan berdasarkan analisis variabel interpreting ialah (397 : 480) × 100% = 82,71%.

STP TP CP P SP

96 192 288 384 397 480

Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 96 responden maka data 397 terletak pada daerah Sangat Paham (SP).

Bila didasarkan pada kelompok responden, maka diketahui bahwa masyarakat sebanyak 24% menyatakan sangat paham, 65,6% menyatakan paham, 5,2% menyatakan cukup paham, 4,2% menyatakan tidak paham dan 1,0%

menyatakan sangat tidak paham.

2. Metode Deskriptif Pemahaman Indikator Exemplifying (Mencontohkan) X2

Untuk memudahkan dalam menganalisis data tentang pemahaman mengenai variabel exemplifying (memberikan contoh) maka penulis menginterpretasikannya dalam satu aspek seperti yang terdapat dalam tabel 4.16

Tabel 4.16

Gambaran Pemahaman Mengenai Indikator Exemplifying (X2)

No. Pernyataan

STP TP CP P SP Total

% % % % % %

1. Saya dapat memberikan contoh

kegunaan layanan digital 0 14,6 17,7 44,8 22,9 100

transaksi keuangan dimanapun berada melalui internet dengan website milik bank yang dilengkapi sistem keamanan.

2. Saya dapat memberikan contoh kegunaan internet banking antra lain pembayaran tagihan telepon, listrik, belanja online dll.

0 12,5 16,7 48,9 21,9 100 3. Saya dapat memberikan contoh

resiko pembayaran layanan digital perbankan dapat digunakan oleh orang lain karena kelalaian dalam penyimpanan kartu dan PIN

0 16,7 20,8 45,8 16,7 100

Sumber : Hasil Penelitian, 2017 (Data Diolah)

 Pernyataan 1

Instrumen penelitian menggunakan skala likert dengan metode deskriptif berdasarkan data gambaran pemahaman variabel exemplifying maka analisisnya adalah :

Jumlah skor terendah = 1 × 96 = 96 (STP). Jadi berdasarkan data tersebut maka tingkat pemahaman terhadap layanan digital perbankan berdasarkan analisis variabel exemplifying ialah (361 : 480) × 100% = 75,21%

STP TP CP P SP

Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 96 responden maka data 361 terletak pada daerah Paham (P).

Bila didasarkan pada kelompok responden, maka diketahui bahwa masyarakat sebanyak 22,9% menyatakan sangat paham, 44,8% menyatakan paham, 17,7% menyatakan cukup paham, 14,6% menyatakan tidak paham dan 0%

menyatakan sangat tidak paham.

 Pernyataan 2

Instrumen penelitian menggunakan skala likert dengan metode deskriptif berdasarkan data gambaran pemahaman variabel exemplifying maka analisisnya adalah :

Jumlah skor untuk 21 orang menjawab SP = 21 × 5 = 105 Jumlah skor untuk 47 orang menjawab P = 47 × 4 = 188 Jumlah skor untuk 16 orang menjawab CP = 16 × 3 = 48 Jumlah skor untuk 12 orang menjawab TP = 12 × 2 = 24 Jumlah skor untuk - orang menjawab STP = 0

Jumlah Total = 365

Jumlah skor ideal (kriterium) untuk seluruh item 5 × 96 = 480 (SP).

Jumlah skor terendah = 1 × 96 = 96 (STP). Jadi berdasarkan data tersebut maka tingkat pemahaman terhadap layanan digital perbankan berdasarkan analisis variabel interpreting ialah (365 : 480) × 100% = 76,04%.

STP TP CP P SP

96 192 288 365 384 480

Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 96 responden maka data 365 terletak pada daerah Paham (P).

Bila didasarkan pada kelompok responden, maka diketahui bahwa masyarakat sebanyak 21,9% menyatakan sangat paham, 48,9% menyatakan paham, 16,7% menyatakan cukup paham, 12,5% menyatakan tidak paham dan 0%

menyatakan sangat tidak paham.

 Pernyataan 3

Instrumen penelitian menggunakan skala likert dengan metode deskriptif berdasarkan data gambaran pemahaman variabel exemplifing maka analisisnya adalah :

Jumlah skor untuk 16 orang menjawab SP = 16 × 5 = 80 Jumlah skor untuk 44 orang menjawab P = 44 × 4 = 176 Jumlah skor untuk 20 orang menjawab CP = 20 × 3 = 60 Jumlah skor untuk 16 orang menjawab TP = 16 × 3 = 48 Jumlah skor untuk - orang menjawab STP = 0

Jumlah Total = 364

Jumlah skor ideal (kriterium) untuk seluruh item 5 × 96 = 480 (SP).

Jumlah skor terendah = 1 × 96 = 96 (STP). Jadi berdasarkan data tersebut maka tingkat pemahaman terhadap layanan digital perbankan berdasarkan analisis variabel exemplifing ialah (364 : 480) × 100% = 75,83%.

STP TP CP P SP

96 192 288 364 384 480

Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 96 responden maka data 364 terletak pada daerah Paham (P).

Bila didasarkan pada kelompok responden, maka diketahui bahwa masyarakat sebanyak 16,7% menyatakan sangat paham, 45,8% menyatakan paham, 20,8% menyatakan cukup paham, 16,7% menyatakan tidak paham dan 0%

menyatakan sangat tidak paham.

3. Metode Deskriptif Pemahaman Indikator Classifying Mengklasifikasikan (X3)

Untuk memudahkan dalam menganalisis data tentang pemahaman mengenai variabel classifying (mengklasifikasikan) maka penulis menginterpretasikannya dalam satu aspek seperti yang terdapat dalam tabel 4.17

Tabel 4.17

Gambaran Pemahaman Mengenai Indikator Classifying (X3)

No. Pernyataan

STP TP CP P SP Total

% % % % % %

1. Batas (limit) kartu ATM tergantung jenis kartu yang dimiliki nasabah sedangkan jika pergi ke bank untuk transaksi bisa sesuai kemauan dan sesuai uang yang ada dibuku tabungan

0 5,2 21,9 46,9 26 100

2. Pada penggunaan layanan digital perbankan dapat menghemat waktu transaksi dari pada menggunakan sistem transaksi yang secara langsung ke bank yang harus memakan waktu lama hanya untuk bertransaksi

0 15,6 25 40,6 18,8 100

3. Dari segi keamanan penggunaan layanan digital perbankan lebih

aman digunakan untuk 0 20,8 19,8 42,7 16,7 100

pergi ke bank yang rentan akan kejahatan.

Sumber : Hasil Penelitian, 2017 (Data Diolah)

 Pernyataan 1

Instrumen penelitian menggunakan skala likert dengan metode deskriptif berdasarkan data gambaran pemahaman variabel classifying maka analisisnya adalah :

Jumlah skor untuk 31 orang menjawab SP = 31 × 5 = 155 Jumlah skor untuk 54 orang menjawab P = 54 × 4 = 216 Jumlah skor untuk 9 orang menjawab CP = 9 × 3 = 27 Jumlah skor untuk 2 orang menjawab TP = 2 × 2 = 4 Jumlah skor untuk - orang menjawab STP = 0

Jumlah Total = 402

Jumlah skor ideal (kriterium) untuk seluruh item 5 × 96 = 480 (SP).

Jumlah skor terendah = 1 × 96 = 96 (STP). Jadi berdasarkan data tersebut maka tingkat pemahaman terhadap layanan digital perbankan berdasarkan analisis variabel classifying ialah (402 : 480) × 100% = 83,75%.

STP TP CP P SP

96 192 288 384 402 480

Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 96 responden maka data 402 terletak pada daerah Sangat Paham (SP).

Bila didasarkan pada kelompok responden, maka diketahui bahwa masyarakat sebanyak 32,3% menyatakan sangat paham, 56,3% menyatakan

menyatakan paham, 9,4% menyatakan cukup paham, 2% menyatakan tidak paham dan 0% menyatakan sangat tidak paham.

 Pernyataan 2

Instrumen penelitian menggunakan skala likert dengan metode deskriptif berdasarkan data gambaran pemahaman variabel classifying maka analisisnya adalah :

Jumlah skor untuk 17 orang menjawab SP = 17 × 5 = 85 Jumlah skor untuk 51 orang menjawab P = 51 × 4 = 204 Jumlah skor untuk 11 orang menjawab CP = 11 × 3 = 33 Jumlah skor untuk 17 orang menjawab TP = 17 × 2 = 34 Jumlah skor untuk - orang menjawab STP = 0

Jumlah Total = 356

Jumlah skor ideal (kriterium) untuk seluruh item 5 × 96 = 480 (SP).

Jumlah skor terendah = 1 × 96 = 96 (STP). Jadi berdasarkan data tersebut maka tingkat pemahaman terhadap layanan digital perbankan berdasarkan analisis variabel classifying ialah (356 : 480) × 100% = 74,17%.

STP TP CP P SP

96 192 288 356 384 480

Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 96 responden maka data 356 terletak pada daerah Paham (P).

Bila didasarkan pada kelompok responden, maka diketahui bahwa masyarakat sebanyak 17,7% menyatakan sangat paham, 53,1% menyatakan

paham, 11,5% menyatakan cukup paham, 17,7% menyatakan tidak paham dan 0%

menyatakan sangat tidak paham.

 Pernyataan 3

Instrumen penelitian menggunakan skala likert dengan metode deskriptif berdasarkan data gambaran pemahaman variabel classifying maka analisisnya adalah :

Jumlah skor untuk 19 orang menjawab SP = 19 × 5 = 95 Jumlah skor untuk 50 orang menjawab P = 50 × 4 = 200 Jumlah skor untuk 23 orang menjawab CP = 23 × 3 = 69 Jumlah skor untuk 4 orang menjawab TP = 4 × 3 = 12 Jumlah skor untuk - orang menjawab STP = 0

Jumlah Total = 376

Jumlah skor ideal (kriterium) untuk seluruh item 5 × 96 = 480 (SP).

Jumlah skor terendah = 1 × 96 = 96 (STP). Jadi berdasarkan data tersebut maka tingkat pemahaman terhadap layanan digital perbankan berdasarkan analisis variabel classifying ialah (376 : 480) × 100% = 78,33%.

STP TP CP P SP

96 192 288 376 384 480

Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 96 responden maka data 376 terletak pada daerah Paham (P).

Bila didasarkan pada kelompok responden, maka diketahui bahwa masyarakat sebanyak 19,8% menyatakan sangat paham, 52,1% menyatakan

paham, 23,9% menyatakan cukup paham, 4,2% menyatakan tidak paham dan 0%

menyatakan sangat tidak paham.

4. Metode Deskriptif Pemahaman Indikator Infering (Menyimpulkan) X4

Untuk memudahkan dalam menganalisis data tentang pemahaman mengenai variabel infering (menyimpulkan) maka penulis menginterpretasikannya dalam satu aspek seperti yang terdapat dalam tabel 4.18

Tabel 4.18

Gambaran Pemahaman Mengenai Indikator Infering (X4)

No. Pernyataan

STP TP CP P SP Total

% % % % % %

1. Layanan digital perbankan memberi kemudahan dan kecepatan dalam melakukan transaksi pembayaran

0 1,1 13,5 45,8 39,6 100 2. Penggunaan layanan digital

perbankan dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja karena hanya dengan menggunakan teknologi dalam pembayarannya

0 2,1 15,6 51,1 31,2 100

3. Penggunaan layanan digital perbankan bersifat trasparan karena setiap transaksi non tunai yang dilakukan terekam dan tercatat oleh sistem perbankan

0 3,1 15,6 55,2 26,1 100

Sumber : Hasil Penelitian, 2017 (Data Diolah)

 Pernyataan 1

Instrumen penelitian menggunakan skala likert dengan metode deskriptif berdasarkan data gambaran pemahaman variabel classification maka analisisnya adalah :

Jumlah skor untuk 38 orang menjawab SP = 38 × 5 = 190

Jumlah skor untuk 13 orang menjawab CP = 13 × 3 = 39 Jumlah skor untuk 1 orang menjawab TP = 1 × 2 = 2 Jumlah skor untuk - orang menjawab STP = 0

Jumlah Total = 407

Jumlah skor ideal (kriterium) untuk seluruh item 5 × 96 = 480 (SP).

Jumlah skor terendah = 1 × 96 = 96 (STP). Jadi berdasarkan data tersebut maka tingkat pemahaman terhadap layanan digital perbankan berdasarkan analisis variabel exemplifying ialah (407 : 480) × 100% = 84,79%.

STP TP CP P SP

96 192 288 384 407 480

Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 96 responden maka data 406 terletak pada daerah Sangat Paham (SP).

Bila didasarkan pada kelompok responden, maka diketahui bahwa masyarakat sebanyak 39,6% menyatakan sangat paham, 45,8% menyatakan menyatakan paham, 13,5% menyatakan cukup paham, 1,1% menyatakan tidak paham dan 0% menyatakan sangat tidak paham.

 Pernyataan 2

Instrumen penelitian menggunakan skala likert dengan metode deskriptif berdasarkan data gambaran pemahaman variabel infering maka analisisnya adalah:

Jumlah skor untuk 30 orang menjawab SP = 30 × 5 = 150 Jumlah skor untuk 49 orang menjawab P = 49 × 4 = 196 Jumlah skor untuk 15 orang menjawab CP = 15 × 3 = 45

Jumlah skor untuk 2 orang menjawab TP = 2 × 2 = 4 Jumlah skor untuk - orang menjawab STP = 0

Jumlah Total = 395

Jumlah skor ideal (kriterium) untuk seluruh item 5 × 96 = 480 (SP).

Jumlah skor terendah = 1 × 96 = 96 (STP). Jadi berdasarkan data tersebut maka tingkat pemahaman terhadap layanan digital perbankan berdasarkan analisis variabel classification ialah (395 : 480) × 100% =82,29 %.

STP TP CP P SP

96 192 288 384 395 480

Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 96 responden maka data 395 terletak pada daerah Sangat Paham (SP).

Bila didasarkan pada kelompok responden, maka diketahui bahwa masyarakat sebanyak 31,2% menyatakan sangat paham, 51,1% menyatakan paham, 15,6% menyatakan cukup paham, 2,1% menyatakan tidak paham dan 0%

menyatakan sangat tidak paham.

 Pernyataan 3

Instrumen penelitian menggunakan skala likert dengan metode deskriptif berdasarkan data gambaran pemahaman variabel infering maka analisisnya adalah:

Jumlah skor untuk 25 orang menjawab SP = 25 × 5 = 125 Jumlah skor untuk 53 orang menjawab P = 53 × 4 = 212 Jumlah skor untuk 15 orang menjawab CP = 15 × 3 = 45 Jumlah skor untuk 3 orang menjawab TP = 3 × 3 = 9

Jumlah skor untuk - orang menjawab STP = 0

Jumlah Total = 391

Jumlah skor ideal (kriterium) untuk seluruh item 5 × 96 = 480 (SP).

Jumlah skor terendah = 1 × 96 = 96 (STP). Jadi berdasarkan data tersebut maka tingkat pemahaman terhadap layanan digital perbankan berdasarkan analisis variabel classification ialah (391 : 480) × 100% = 81,46%

STP TP CP P SP

96 192 288 384 391 480

Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 96 responden maka data 391 terletak pada daerah Sangat Paham (SP).

Bila didasarkan pada kelompok responden, maka diketahui bahwa masyarakat sebanyak 26,0% menyatakan sangat paham, 55,2% menyatakan paham, 15,6% menyatakan cukup paham, 3,1% menyatakan tidak paham dan 0%

menyatakan sangat tidak paham.

5. Metode Deskrifptif Pemahaman Indikator Comparing (Membandingkan) X5

Untuk memudahkan dalam menganalisis data tentang pemahaman mengenai variabel comparing (membandingkan) maka penulis menginterpretasikannya dalam satu aspek seperti yang terdapat dalam tabel 4.19

Tabel 4.19

Gambaran Pemahaman Mengenai Indikator Comparing (X5)

No. Pernyataan

STP TP CP P SP Total

% % % % % %

1. Batas (limit) kartu ATM

tergantung jenis kartu yang 0 5,2 21,9 46,9 26 100

pergi ke bank untuk transaksi bisa sesuai kemauan dan sesuai uang yang ada dibuku tabungan

2. Pada penggunaan layanan digital perbankan dapat menghemat waktu transaksi dari pada menggunakan sistem transaksi yang secara langsung ke bank yang harus memakan waktu lama hanya untuk bertransaksi

0 15,6 25 40,6 18,8 100

3. Dari segi keamanan penggunaan layanan digital perbankan lebih aman digunakan untuk bertaransaksi dari pada harus pergi ke bank yang rentan akan kejahatan.

0 20,8 19,8 42,7 16,7 100

Sumber : Hasil Penelitian, 2017 (Data Diolah)

 Pernyataan 1

Instrumen penelitian menggunakan skala likert dengan metode deskriptif berdasarkan data gambaran pemahaman variabel comparing maka analisisnya adalah :

Jumlah skor terendah = 1 × 96 = 96 (STP). Jadi berdasarkan data tersebut maka tingkat pemahaman terhadap layanan digital perbankan berdasarkan analisi variabel comparing ialah (378 : 480) × 100% = 78,75%.

STP TP CP P SP

96 192 288 378 384 480

Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 96 responden maka data 378 terletak pada daerah Paham (P).

Bila didasarkan pada kelompok responden, maka diketahui bahwa masyarakat sebanyak 26% menyatakan sangat paham, 46,9% menyatakan menyatakan paham, 21,9% menyatakan cukup paham, 5,2% menyatakan tidak paham dan 0%

menyatakan sangat tidak paham.

 Pernyataan 2

Instrumen penelitian menggunakan skala likert dengan metode deskriptif berdsarkan data gambaran pemahaman variabel comparing maka analisisnya adalah :

Jumlah skor untuk 18 orang menjawab SP = 18 × 5 = 90 Jumlah skor untuk 39 orang menjawab P = 39 × 4 = 156 Jumlah skor untuk 24 orang menjawab CP = 24 × 3 = 72 Jumlah skor untuk15 orang menjawab TP = 15 × 2 = 30 Jumlah skor untuk - orang menjawab STP = 0

Jumlah Total = 348

Jumlah skor ideal (kriterium) untuk seluruh item 5 × 96 = 480 (SP).

Jumlah skor terendah = 1 × 96 = 96 (STP). Jadi berdasarkan data tersebut maka tingkat pemahaman terhadap layanan digital perbankan berdasarkan analisis variabel comparing ialah (348 : 480) × 100% = 72,5%.

STP TP CP P SP

96 192 288 348 384 480

Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 96 responden maka data 348 terletak pada daerah Paham (P).

Bila didasarkan pada kelompok responden, maka diketahui bahwa masyarakat sebanyak 18,8% menyatakan sangat paham, 40,6% menyatakan paham, 25% menyatakan cukup paham, 15,6% menyatakan tidak paham dan 0%

menyatakan sangat tidak paham.

 Pernyataan 3

Instrumen penelitian menggunakan skala likert dengan metode deskriptif berdasarkan data gambaran pemahaman variabel comparing maka analisisnya adalah :

Jumlah skor untuk 16 orang menjawab SP = 16 × 5 = 80 Jumlah skor untuk 41 orang menjawab P = 41 × 4 =164 Jumlah skor untuk 19 orang menjawab CP = 19 × 3 = 57 Jumlah skor untuk 20 orang menjawab TP = 20 × 3 = 60 Jumlah skor untuk - orang menjawab STP = 0

Jumlah Total = 361

Jumlah skor ideal (kriterium) untuk seluruh item 5 × 96 = 480 (SP).

Jumlah skor terendah = 1 × 96 = 96 (STP). Jadi berdasarkan data tersebut maka tingkat pemahaman terhadap layanan digital perbankan berdasarkan analisi variabel classification ialah (361 : 480) × 100% = 75,21%.

STP TP CP P SP

96 192 288 361 384 480

Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 96 responden maka data 361 terletak pada daerah Paham (P).

Bila didasarkan pada kelompok responden, maka diketahui bahwa masyarakat sebanyak 16,7% menyatakan sangat paham, 42,7% menyatakan paham, 19,8% menyatakan cukup paham, 20,8% menyatakan tidak paham dan 0%

menyatakan sangat tidak paham.

6. Metode Deskriptif Pemahaman Indikator Explaining (Menjelaskan) X6

Untuk memudahkan dalam menganalisis data tentang pemahaman mengenai variabel explaining (menjelasakan) maka penulis menginterpretasikannya dalam satu aspek seperti yang terdapat dalam tabel 4.20

Tabel 4.20

Gambaran Pemahaman Mengenai Indikator Explaining (X6)

No. Pernyataan

STP TP CP P SP Total

% % % % % %

1. Saya dapat menjelaskan kepada teman-teman saya bahwa pembayaran dengan menggunakan layanan digital perbankan dimulai dengan membuka website dari bank, kemudian memasukkan User ID dan Password, pilih pembayaran, pilih handphone lalu lanjutkan akan tertera otomatis jumlah tagihan kemudian kirim. Maka bukti transaksi akan dikirim ke email atau nomor handphone nasabah yang telah didaftarkan sebelumnya

0 17,7 23,9 41,7 16,7 100

2. Saya dapat menjelaskan kepada teman-teman saya bahwa setiap pemegang kartu ATM diberikan PIN atau nomor pribadi yang bersifat

0 8,3 9,4 45,8 36,5 100

rahasia untuk keamanan dalam menggunakan ATM

3. Saya dapat menjelaskan kepada teman-teman saya pembuatan layanan digital perbankan bisa diperoleh di bank mana saja dengan menyerahkan fotocopy KTP

9 23,9 26,1 32,3 17,7 100

Sumber : Hasil Penelitian, 2017 (Data Diolah)

 Pernyataan 1

Instrumen penelitian menggunakan skala likert dengan metode deskriptif berdasarkan data gambaran pemahaman variabel explaining maka analisisnya adalah :

Jumlah skor terendah = 1 × 96 = 96 (STP). Jadi berdasarkan data tersebut maka tingkat pemahaman terhadap layanan digital perbankan berdasarkan analisi variabel explaining ialah (343 : 480) × 100% = 71,45%.

STP TP CP P SP

96 192 288 343 384 480

Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 96 responden maka data 343 terletak pada daerah Paham (P).

Bila didasarkan pada kelompok responden, maka diketahui bahwa masyarakat sebanyak 16,7% menyatakan sangat paham, 41,7% menyatakan menyatakan paham, 23,9% menyatakan cukup paham, 17,7% menyatakan tidak paham dan 0% menyatakan sangat tidak paham.

 Pernyataan 2

Instrumen penelitian menggunakan skala likert dengan metode deskriptif berdsarkan data gambaran pemahaman variabel explaining maka analisisnya adalah :

Jumlah skor untuk 35 orang menjawab SP = 35 × 5 = 175 Jumlah skor untuk 44 orang menjawab P = 44 × 4 = 176 Jumlah skor untuk 9 orang menjawab CP = 9 × 3 = 27 Jumlah skor untuk 8 orang menjawab TP = 8 × 2 = 16 Jumlah skor untuk - orang menjawab STP = 0

Jumlah Total = 394

Jumlah skor ideal (kriterium) untuk seluruh item 5 × 96 = 480 (SP).

Jumlah skor terendah = 1 × 96 = 96 (STP). Jadi berdasarkan data tersebut maka tingkat pemahaman terhadap sistem pembayaran non tunai berdasarkan analisis variabel comparing ialah (394 : 480) × 100% = 82,08%.

STP TP CP P SP

96 192 288 384 394 480

Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 96 responden maka data 394 terletak pada daerah Paham (P).

Bila didasarkan pada kelompok responden, maka diketahui bahwa masyarakat sebanyak 36,5% menyatakan sangat paham, 45,8% menyatakan paham, 9,4% menyatakan cukup paham, 8,3% menyatakan tidak paham dan 0%

menyatakan sangat tidak paham.

 Pernyataan 3

Instrumen penelitian menggunakan skala likert dengan metode deskriptif berdasarkan data gambaran pemahaman variabel explaining maka analisisnya adalah :

Jumlah skor untuk 17 orang menjawab SP = 17 × 5 = 85 Jumlah skor untuk 31 orang menjawab P = 31 × 4 =124 Jumlah skor untuk 25 orang menjawab CP = 25 × 3 = 75 Jumlah skor untuk 23 orang menjawab TP = 23 × 3 = 69 Jumlah skor untuk - orang menjawab STP = 0

Jumlah Total = 353

Jumlah skor ideal (kriterium) untuk seluruh item 5 × 96 = 480 (SP).

Jumlah skor terendah = 1 × 96 = 96 (STP). Jadi berdasarkan data tersebut maka tingkat pemahaman terhadap layanan digital perbankan berdasarkan analisis variabel classification ialah (353 : 480) × 100% = 78,75%.

STP TP CP P SP

96 192 288 353 384 480

Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 96 responden maka data 353 terletak pada daerah Paham (P).

Bila didasarkan pada kelompok responden, maka diketahui bahwa masyarakat sebanyak 17,7% menyatakan sangat paham, 32,3% menyatakan paham, 26,1% menyatakan cukup paham, 23,9% menyatakan tidak paham dan 0%

menyatakan sangat tidak paham.

7. Metode Deskriptif Pemahaman Seluruh Indikator

Untuk selanjutnya untuk menghitung nilai indikator dari beberapa pernyataan, maka cara menghitungnya dengan merata-rata kan seluruh jawaban indikator tersebut. Untuk memudahkan penulis dalam menganalisis data tentang pemahaman masyarakat Kecamatan Medan Johor mengenai seluruh indikator maka penulis menginterpretasikannya dalam satu aspek seperti yang terdapat dalam tabel 4.21

Sumber : Hasil Penelitian, 2017 (Data Diolah)

Dari tabel diatas, dengan menggunakan skala likert, maka untuk indikator interpreting dengan nilai 401 yang terletak pada daerah Sangat Paham (SP), indikator exemplifying dengan nilai 363 yang terletak pada daerah Paham (P) , indikator classification dengan nilai 378 yang terletak pada daerah Paham (P), indikator inferring dengan nilai 398 yang terletak pada daerah Sangat Paham

dan indikator explaining dengan nilai 363 yang terletak pada daerah Paham (P).

Untuk mengetahui seluruhnya nilai hasil dari 6 indikator tentang pemahaman masyarakat di Kecamatan Medan Johor tentang layanan digital perbankan maka, dirata-ratakan kembali. Hasilnya sebagai berikut :

Nilai 377,5 dibulatkan menjadi 378. Jadi berdasarkan data tersebut maka tingkat pemahaman masyarakat terhadap penggunaan layanan digital perbankan sebesar (378 : 480) × 100% = 78,75%. Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 96 responden maka data 378 terletak pada daerah Paham (P). Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat di Kecamatan Medan Johor memahami tentang penggunaan layanan digital perbankan.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan penelitian, analisis dan pembahasan diatas dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :

1. Berdasarkan hasil penelitian ini, masyarakat di Kecamatan Medan Johor memahami penggunaan layanan digital perbankan dengan tingkat rata-rata pemahaman sebesar 78,75%. Masyarakat di Kecamatan Medan Johor masih memanfaatkan ATM untuk transaksi. Namun seiring dengan perkembangan teknologi masyarakat Kecamatan Medan Johor mulai mengetahui dan memanfaatkan layanan digital perbankan selain ATM, bisa diliat pada penggunaan internet banking sebesar 25%. Hal ini sesuai dengan pernyataan Direktur Utama (Dirut) PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk Asmawi Syam di Kourou, Guyana, Kamis (16/6/2016) menyatakan tingginya animo nasabah untuk menggunkan layanan digital perbankan untuk transaksi tanpa harus pergi antri ke bank. Oleh sebab itu, ke depan tantangan perbankan bukan lagi hanya sekadar berapa banyak jenis layanan yang dimiliki. Tetapi, sejauh mana bank berinovasi untuk menjalankan layanan digital perbankan.

2. Masyarakat yang menggunakan layanan digital perbankan lebih banyak didominasi perempuan dan kebanyakan masyarakat sudah menggunakan layanan digital perbankan lebih dari lima tahun walaupun masyarakat lebih banyak menggunakannya untuk tarik tunai, lalu sebagian besar masyarakat

mendapatkan informasi tentang layanan digital perbankan dari bank/Lembaga keuangan, kebanyakan masyarakat memiliki tiga jenis layanan digital perbankan, kebanyakan masyarakat tergolong sering menggunakan layanan digital perbankan dalam sebulan yaitu 2-5 kali dan rata-rata masyarakat berpendidikan Sarjana (S1).

3. Kelompok usia muda yaitu 31-40 tahun memiliki peluang tinggi terhadap layanan digital perbankan. Hal ini dikarenakan usia ini berada dalam kategori mapan secara finasial dan kelompok usia muda cenderung lebih

3. Kelompok usia muda yaitu 31-40 tahun memiliki peluang tinggi terhadap layanan digital perbankan. Hal ini dikarenakan usia ini berada dalam kategori mapan secara finasial dan kelompok usia muda cenderung lebih

Dokumen terkait