BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
3.2 CAPAIAN KINERJA ORGANISASI
3.2.3 LEARNING AND GROWTH PERSPECTIVE
Tabel 25. Capaian Proporsi Kegiatan Penelitian Terapan dan Pengembangan Eksperimental
Dibandingkan Total Kegiatan Pengkajian dan Perekayasaan Teknologi KP (minimal) IKU Satuan Target Realisasi Tingkat Capaian (%)
Proporsi Kegiatan Penelitian Terapan dan Pengembangan Eksperimental Dibandingkan Total Kegiatan Pengkajian dan Perekayasaan Teknologi KP
Minimal 80% 80% 100%
Total kegiatan litbang yang dilakukan oleh BPOL sebanyak 5 penelitian yang terdiri dari 1 penelitian eksperimental yaitu Pengembangan Prediksi Sebaran Daerah Potensial Penangkapan Ikan sedangkan untuk penelitian terapan terdiri dari 3 penelitian yaitu Aplikasi Sistem Observasi Adaptasi Mangrove Terhadap Perubahan Iklim; Kajian Transport Massa Air dari Laut Cina Selatan ke Perairan dalam Indoensia untuk Validasi Data Produktivitas Primer; dan Kajian Operasioanl Oseanografi untuk Prediksi Fenomena Laut dan Potensi Perikanan.
3.2.3 LEARNING AND GROWTH PERSPECTIVE
Capaian kinerja Balitbang KP pada Learning and Growth Perspective berasal dari 4 sasaran strategis diantaranya:
SASARAN STRATEGIS 6 : Tersedianya ASN IPTEK teknologi KP
Nilai sasaran strategis tersedianya ASN IPTEK teknologi KP TA 2015 adalah 172%, yang terdiri 1 (satu) indikator kinerja yang digunakan untuk mengukur keberhasilan sasaran strategis tersebut yaitu jumlah SDM BPOL yang dikembangkan kompetensinya.
IKU 13 : Jumlah SDM BPOL yang dikembangkan kompetensinya
Definisi dari IKU tersebut adalah SDM BPOL baik PNS maupun tenaga kontrak yang menempuh pendidikan gelar (tugas belajar), non gelar (diklat fungsional tertentu) dan pelatihan (kursus teknis) dalam rangka untuk meningkatkan dan mengembangkan kompetensi untuk menunjang tugas dan fungsinya. IKU ini menggunakan klasifikasi
maximize dimana capaian yang diharapkan adalah melebihi target yang ditetapkan.
Adapun capaian IKU ini adalah sebagai berikut:
Tabel 26. Capaian Jumlah SDM BPOL yang Dikembangkan Kompetensinya
IKU Satuan Target Realisasi Tingkat Capaian (%)
Jumlah SDM BPOL yang dikembangkan
kompetensinya Orang 25 43 172%
SDM BPOL baik PNS, CPNS maupun tenaga kontrak yang menempuh pendidikan gelar (tugas belajar dalam dan luar negeri) yang sedang berjalan dan baru, non gelar (diklat prajabatan, fungsional tertentu/diklatpim), dan pelatihan (kursus teknis dalam dan luar negeri) dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan kompetensi untuk menunjang tugas dan fungsinya. IKU ditetapkan untuk mengetahui jumlah ASN yang dikembangkan kompetensinya untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi/instansi. Jumlah SDM BPOL yang dikembangkan kompetensinya pada tahun
31
2015 adalah sebanyak 43 orang. Adapun kegiatan pengembangan kompetensi SDM yang dilaksanakan adalah:
Tabel 27. Jenis Pelatihan/Diklat yang Dilaksanakan
NO Jenis Pelatihan/Diklat Waktu Pelaksanaan Jumlah Peserta (orang)
1 Tugas Belajar S2 dan/atau S3 Januari 2015 10 2 Diklat Prajabatan Golongan III Maret-April 2015 3
3 Pelatihan CMS Joomla Mei 2015 2
4 Diklat Pimpinan Tingkat IV Mei-Agustus 2015 1 5 Pelatihan Sertifikasi Selam Agustus 2015 4
6 Pelatihan Matlab Agustus 2015 11
7
Pelatihan Pengolahan Data Oseanografi dengan Teknik
Statistika
September 2015 30
8 Pelatihan Pengelolaan Bahan
Pustaka September 2015 1
9 Pelatihan Penyusunan LAKIP Oktober 2015 3
10 Pelatihan LINUX Advance Oktober 2015 3
11 Pelatihan Litkayasa November 2015 2
12 Tes IELTS November 2015 8
Tabel 28. Daftar Nama Peserta yang Dikembangkan Kompetensinya
NO PESERTA NAMA PELATIHAN/DIKLAT
1 Teja Arief Wibawa, S.Pi Tugas Belajar 2 Denny Wijaya Kusuma, S.Pi, M.Si Tugas Belajar 3 Dinarika Jatisworo, S.Si Tugas Belajar 4 Faisal Hamzah, S.Pi Tugas Belajar 5 Egberth Elvan Ampou, S.Ik Tugas Belajar 6 Asmi Napitu, S.Si, MT Tugas Belajar 7 Rochma Widialestari, S.I.Kom Tugas Belajar 8 Iis Triyulianti, M.Si Tugas Belajar 9 Samsul Huda, S.E Tugas Belajar 10 Camellia Kusuma Tito, S.Si Tugas Belajar
11 Ridla Kumara Hadi, S,Kom CMS Joomla; Linux; Tes IELTS 12 Made Handy Oka Praditya, S.Kom CMS Joomla; Linux
13 Amandangi W. Hastuti, S.I.K
Prajabatan Golongan III; Sertifikasi Selam; Matlab; Statistik; Penyusunan LAKIP; Tes IELTS
14 Rizki Hanintyo, S.Si Prajabatan Golongan III; Matlab; Statistik; Tes IELTS
15 Novia Arinda P., S.Si Prajabatan Golongan III;
Sertifikasi Selam; Statistik; Tes IELTS 16 Teguh Agustiadi, S.T Sertifikasi Selam; Matlab; Statistik;
Penyusunan Renstra; Tes IELTS 17 Mukti Trenggono, M.Si Sertifikasi Selam; Matlab;
Statistik; Penyusunan Renstra 18 Adi Wijaya, M.Si Diklat Pimpinan IV; Matlab;
32
NO PESERTA NAMA PELATIHAN/DIKLAT
19 Komang Iwan Suniada, M.Si Matlab; Statistik; 20 Bayu Priyono, M.Si Matlab; Statistik 21 Wingking Era Rintaka Siwi, M.Si Matlab; Statistik;
22 Nuryani Widagti, M.Si Matlab; Statistik; Penyusunan Renstra 23 Yuli Pancawati, S.Si Matlab; Statistik;
24 Dr. Agung Yunanto, M.Si Matlab; Statistik;
25 Nur Aulia, S.E Statistik; Penyusunan LAKIP 26 Adib Arilianur, S.E Statistik; Penyusunan LAKIP 27 Diah Chandra Kirana, S.Si Statistik
28 Aldino Jusach Saputra, S.Kel Statistik 29 Sri Hadiati, S.I.K Statistik 30 Fikrul Islamy, S.Pi Statistik 31 Christiani Silalahi, S.Kel Statistik 32 Austin Buya Oryza, S.Kom Statistik
33 AR. Zaky, S.Kel Statistik
34 Jejen Jenhar Hidayat, S.Kel Statistik 35 Dendy Mahabror, S.T Statistik 36 RM. Putra Mahardika, S.Kel Statistik 37 Nazulatul Fitriah, S.Si Statistik
38 Komang Surana Statistik; Litkayasa 39 Eko Susilo, S.Pi Statistik
40 D.Sc. Dessy Berlianty Statistik
41 Gusti Putu Sukadana Statistik; Litkayasa 42 M. Arief Rahman, S.Si Statistik
43 Endah Mulyastuti, S.E Pengelolaan Bahan Pustaka
SASARAN STRATEGIS 7 : Tersedianya informasi yang valid, handal dan mudah diakses
Sasaran strategis tersedianya informasi yang valid, handal dan mudah diakses terdiri dari 1 (satu) indikator kinerja yang digunakan untuk mengukur keberhasilan sasaran strategis tersebut yaitu indeks pemanfaatan informasi kelautan dan perikanan.
IKU 14 : Indeks pemanfaatan informasi kelautan dan perikanan
IKU ini bertujuan untuk mengetahui informasi KP yang telah menggunakan teknologi informasi dalam penyebarannya, dimana menggunkan klasifikasi maximize dimana capaian yang diharapkan adalah melebihi target yang ditetapkan. Adapun capaian IKU ini adalah sebagai berikut:
Tabel 29. Capaian Indeks Pemanfaatan Informasi KP (%)
IKU Satuan Target Realisasi Tingkat Capaian (%)
Indeks pemanfaatan informasi KP % 75% 66,67% 91,81%
Indeks pemanfaatan informasi KP dapat didefinisikan sebagai data mengenai persentase jumlah pengunjung website yang melakukan download data dan informasi BPOL pada tahun berjalan atau dapat juga didefinisikan sebagai jumlah
33
informasi yang berupa artikel, jurnal, bahan presentasi, laporan kegiatan, laporan ringkas, peta, data oseanografi yang dihitung berdasarkan yang diupload dan didownload pada tahun anggaran berjalan di web site BPOL.
Indeks pemanfaatan informasi KP (%) selama Tahun 2015 sebesar 66,67% dengan jumlah data yang diupload sebanyak 2740 data yang terdiri dari peta prakiraan daerah penangkapan ikan (PPDPI) di Laut Sawu, Lombok, Peta PDPI Nasional, Peta PDPI PPN, Peta PDPI Tuna, Pelikan Cakalang, Pelikan Lemuru dan berita. Sedangkan jumlah pengunjung berjumlah 182677 orang pengunjung. Pemanfaatan informasi KP tiap bulannya mengalami fluktuasi. Berdasarkan jumlah konten yang di upload dan jumlah pengunjung, diketahui bahwa 1 konten data dan/atau informasi dimanfaatkan oleh rata-rarta 67 orang pengunjung.
SASARAN STRATEGIS 8 : Terwujudnya Reformasi Birokrasi
Capaian kinerja BPOL pada sasaran strategis terwujudnya reformasi birokrasi pada tahun 2015 adalah 94%, yang berasal dari 4 (empat) indikator kinerja, yaitu
IKU 15 : Indeks Reformasi Birokrasi BPOL
Reformasi Birokrasi merupakan suatu proses untuk merubah bentuk birokrasi yang lama dengan bentuk birokrasi yang baru sehingga aparatur negara mampu bekerja secara lebih professional, efektif, dan akuntabel dalam menyelenggarakan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Penilaian atas implementasi RB di KKP dilaksanakan melalui Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB) secara online oleh masing-masing unit yang telah di verifikasi oleh inspektorat jenderal. Upaya yang dilakukan terfokus pada:
a. Panel I PMPRB online b. Panel II PMPRB online c. Panel III PMPRB online
Untuk mewujudkan tata kelola pemerintah yang baik (good governance) dilakukan melalui dalam 8 (delapan) Area Perubahan Reformasi Birokrasi, yaitu:
a. Organisasi; yang tepat fungsi dan tepat ukuran (right sizing);
b. Tata Laksana; sistem, proses, dan prosedur kerja yang jelas, efektif, efisien, terukur, dan sesuai dengan prisip-prinsip good governance;
c. Peraturan Perundang-undangan; regulasi yang tertib, tidak tumpang tindih, dan kondusif;
d. SDM Aparatur; SDM aparatur yang berintegritas, netral, kompeten, kapabel, professional, berkinerja tinggi, dan sejahtera;
e. Pengawasan; meningkatnya penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN;
f. Akuntabilitas; meningkatnya kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi; g. Pelayanan Publik; Pelayanan prima yang sesuai kebutuhan dan harapan
masyarakat
h. Pola Pikir dan Budaya Kerja Aparatur; birokrasi dengan integritas dan kinerja yang tinggi.
34
Tabel 30. Capaian Indeks RB BPOL
IKU Satuan Target Realisasi Tingkat Capaian (%)
Indeks RB BPOL Nilai BB B 93,33%
Profil PMPRB yang baik apabila komponen hasil lebih tinggi daripada komponen pengungkit. Komponen pengungkit adalah berbagai kriteria dan berbagai pendekatan yang telah dilakukan oleh suatu unit kerja untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Komponen hasil adalah : 1) capaian yang diperoleh dari hasil pengukuran atas persepsi pegawai dan masyarakat terhadap suatu unit kerja, 2) pengukuran atas indikator kinerja internal dan eksternal yang menunjukkan seberapa baik suatu unit kerja mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan.
Beberapa hal yang harus diperbaiki untuk peningkatan reformasi birokrasi adalah penerapan program RB BPOL secara menyeluruh dan dilakukan monev pelaksanaan RB BPOL secara berkala. Nilai capaian Indeks RB BPOL tahun 2015 adalah B.
SASARAN STRATEGIS 9 : Terkelolanya anggaran pembangunan secara efisien dan akuntabel
Nilai sasaran strategis terkelolanya anggaran pembangunan secara efisien dan akuntabel tahun 2015 adalah 107%. Indikator kinerja yang ditetapkan untuk mengukur keberhasilan sasaran tersebut terdiri dari 1 (satu) IKU yaitu :
IKU 16 : Nilai Kinerja Anggaran Lingkup BPOL (%)
Evaluasi kinerja dilakukan dalam rangka pelaksanaan fungsi akuntabilitas dan fungsi peningkatan kualitas. Fungsi akuntabilitas sebagaimana dimaksud bertujuan untuk membuktikan dan mempertanggungjawabkan secara professional kepada masyarakat atas penggunaan anggaran yang dikelola Kementerian/Lembaga bersangkutan bagi kepentingan masyarakat. Evaluasi kinerja terdiri dari tiga aspek yaitu aspek implementasi, aspek manfaat dan aspek konteks. IKU ini menggunakan klasifikasi
maximize, dimana capaian yang diharapkan adalah melebihi target yang ditetapkan.
Formula yang digunakan untuk menghitung nilai kinerja anggaran berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 249/PMK.02/2011 tentang Pengukuran dan Evaluasi Kinerja Atas Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga adalah sebagai berikut:
Dengan
Keterangan:
NK : Nilai Kerja
I : Nilai apsek implementasi
P : Penyerapan anggaran
K : Konsistensi antara perencanaan dan impelentasi
PK : Pencapaian keluaran
NE : Nilai Efisiensi