• Tidak ada hasil yang ditemukan

6 Dimensi marina

6.2 Dimensi kawasan perairan

6.2.3 Lebar kolam dermaga

Lebar kolam dermaga ditentukan dengan persamaan berikut:

Bt = By + 1,0 apabila Loa ≤ 20 m

= By + 1,5 apabila Loa > 20 m Bg = 2By + 1,0 apabila Loa ≤ 20 m

= 2By + 1,5 apabila Loa > 20 m Keterangan:

Bt adalah lebar dermaga tunggal, dinyatakan dalam meter (m);

Bg adalah lebar dermaga ganda, dinyatakan dalam meter (m);

By adalah lebar yacht terbesar yang dilayani, dinyatakan dalam meter (m);

Loa adalah panjang keseluruhan (length over all) yacht yang dilayani, dinyatakan dalam meter (m);

Commented [DA16]: Sumber: AS 3649-2001 Guidelines for design of marinas.

Commented [DA17]: Sumber: AS 3649-2001 Guidelines for design of marinas.

Commented [DA18]: Sumber: AS 3649-2001 Guidelines for design of marinas.

7 dari 12 6.3 Dimensi dermaga

6.3.1 Dimensi minimum

Apabila kapal rencana tidak diketahui, maka dimensi minimum dermaga dapat mengacu pada Tabel 2 dengan mengacu pada ukuran kapal tipikal. Panjang dermaga sama dengan panjang yacht terbesar yang akan dilayani. Lebar dermaga dibulatkan ke atas dengan ketelitian 0,5 meter. Kedalaman kolam dermaga dibulatkan ke atas dengan ketelitian 0,5 meter, dan dihitung terhadap elevasi LLWL.

Perhitungan yang lebih teliti dengan mengacu pada ukuran kapal rencana disajikan pada sub bab berikutnya.

Tabel 2 Dimensi minimum dermaga yacht

Satuan dalam meter

6.3.2 Panjang dermaga

Panjang dermaga yacht adalah sama dengan panjang yacht terbesar yang dilayani.

6.3.3 Lebar dermaga

Lebar dermaga harus sedemikian sehingga memastikan keselamatan orang yang naik atau turun dari yacht. Lebar dermaga minimum ditetapkan 600 mm.

6.3.4 Dermaga untuk yacht sewaan

Jika memungkinkan, dermaga untuk yacht sewaan harus ditempatkan dan dirancang sedemikian sehingga meminimalkan risiko tabrakan yang mungkin terjadi akibat ketidakmahiran penyewa yacht.

6.4 Dimensi jalan akses 6.4.1 Walkway

Lebar walkway harus memenuhi ketentuan pada Tabel 3. Jika walkway berupa struktur terapung – sehingga terhubung dengan daratan melalui gangway – lebar walkway tidak boleh kurang dari lebar gangway yang terhubung dengannya.

Commented [DA19]: Sumber: AS 3649-2001 Guidelines for design of marinas.

Commented [DA20]: Sumber: AS 3649-2001 Guidelines for design of marinas.

Commented [DA21]: Sumber: AS 3649-2001 Guidelines for design of marinas.

8 dari 12 Tabel 3 Lebar walkway

Satuan dalam meter Lebar walkway, Lw Panjang walkway, Pw

1,5 < 100

1,8 100 ≤ Pw < 200

2,4 ≥ 200

6.4.2 Gangway

6.4.2.1 Lebar gangway

Lebar bersih gangway harus sesuai dengan Tabel 4.

Tabel 4 Lebar gangway Jumlah dermaga Lebar (m)

1-2 0,7

Kemiringan maksimum gangway harus sesuai dengan Tabel 5.

Tabel 5 Kemiringan gangway Peruntukan Kemiringan maksimum

Umum 1:3,5

Penyandang cacat 1:8

Gangway yang diperuntukkan bagi penyandang cacat harus dilengkapi dengan kursi roda dan juru bantu kursi roda.

7 Titik penambat

Pada setiap sisi dermaga terapung, harus dipasang sekurang-kurangnya 3 (tiga) titik penambat. Untuk dermaga ganda terapung, dua titik penambat tambahan harus disediakan pada walkway sebagai garis pemisah antara kedua dermaga.

Untuk dermaga tetap, harus disediakan 2 (dua) titik penambat haluan dan 2 (dua) titik penambat buritan.

7.1.1 Pagar pengaman

Gangway harus dilengkapi pagar pengaman di kedua sisinya.

8 Fasilitas pelayanan marina

8.1 Umum

Marina harus dilengkapi dengan fasilitas sebagai berikut:

1. Alat pemadam api;

2. Sumber air bersih;

Commented [DA22]: Sumber: AS 3649-2001 Guidelines for design of marinas.

Commented [DA23]: Sumber: AS 3649-2001 Guidelines for design of marinas.

Commented [DA24]: Sumber: AS 3649-2001 Guidelines for design of marinas.

Commented [DA25]: Sumber: AS 3649-2001 Guidelines for design of marinas.

9 dari 12 3. Fasilitas penampungan limbah;

4. Pencahayaan;

5. Drainase;

6. Listrik;

7. Penyediaan bahan bakar; dan 8. Fasilitas sanitasi.

8.2 Alat pemadam api

Peralatan pemadam api di marina harus memenuhi peraturan perundangan yang berlaku sebagai berikut, atau peraturan terbaru yang menggantikannya:

1. Undang-U RI No 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung 2. Keputusan dan Peraturan Menteri:

a. Keputusan Menteri PU Tentang Proteksi Kebakaran

b. Kepmen PU No.: 441/KPTS/1998 tentang Persyaratan Teknis Bangunan Gedung.

c. Kepmen PU No.: 11/KPTS/2000 tentang Ketentuan Teknis Manajemen Penanggulangan Kebakaran Di Perkotaan.

d. Kepmen PU No.: 10/KPTS/2000 tentang Ketentuan teknis pengamanan terhadap bahaya kebakaran pada bangunan gedung dan lingkungan.

e. Peraturan Menteri Tenaga Kerja tentang Proteksi Kebakaran

f. Permenaker No.: Per.04/Men/1980 tentang Syarat-syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan

g. Permenaker No.: Per.02/MEN/1983 tentang Instalasi Alarm Kebakaran Automatik h. Inst. Menaker No.: Ins.11/M/BW/1997 tentang Pengawasan Khusus K3

Penanggulangan Kebakaran 3. Standar Nasional Indonesia:

a. SNI 03-1735-2000, Tata Cara Perencanaan Akses Bangunan Dan Akses Lingkungan Untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Gedung.

b. SNI 03-1736-2000, Tata Cara Perencanaan Sistem Proteksi Pasif Untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Rumah Dan Gedung.

c. SNI 03-1745-2000, Tata Cara Perencanaan Dan Pemasangan Sistem Pipa Tegak Dan Slang Untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Rumah Dan Gedung.

d. SNI 03-1746-2000, Tata Cara Perencanaan Dan Pemasangan Sarana Jalan Ke Luar Untuk Penyelamatan Terhadap Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Gedung.

e. SNI 03-3985-2000, Tata Cara Perencanaan, Pemasangan Dan Pengujian Sistem Deteksi Dan Alarm Kebakaran Untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Gedung.

f. SNI 03-3989-2000, Tata Cara Perencanaan Dan Pemasangan Sistem Springkler Otomatik Untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Gedung.

g. SNI 03-6570-2001, Instalasi Pompa Yang Dipasang Tetap Untuk Proteksi Kebakaran.

h. SNI 03-6571-2001, Sistem Pengendalian Asap Kebakaran Pada Bangunan Gedung.

i. SNI 03-6574-2001, Tata Cara Perancangan Pencahayaan Darurat, Tanda Arah Dan Sistem Peringatan Bahaya Pada Bangunan Gedung.

j. SNI 09-7053-2004, Kendaraan Dan Peralatan Pemadam Kebakaran – Pompa Peralatan pemadam api juga harus memenuhi ketentuan berikut:

1. Selang pemadam api harus ditempatkan dengan ketentuan berikut:

Commented [DA26]: Sumber: AS 3649-2001 Guidelines for design of marinas.

10 dari 12

a. Setiap bagian dari dermaga harus dapat dicapai oleh selang pemadam api.

Selang harus dapat dioperasikan oleh satu orang.

b. Panjang selang pada setiap gulungan selang adalah 36 m.

c. Sekurang-kurangnya satu selang pemadam api harus ditempatkan pada sisi daratan dermaga pertama, dan pada ujung sisi laut dari setiap walkway.

d. Jarak maksimum antara 2 (dua) selang tidak boleh lebih dari 30 m. Apabila diperlukan lebih dari 2 (dua) selang, maka letaknya terhadap walkway harus merata.

e. Setidaknya terdapat 2 (dua) selang yang dapat diakses dari setiap dermaga.

2. Hidran pemadam api harus tersedia pada setiap pangkal gangway.

3. Alat pemadam api ringan harus disediakan sesuai kebutuhan.

4. Alarm peringatan bahaya kebakaran audible sebaiknya disediakan.

5. Semua peralatan pemadam api harus selalu dipantau dan dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

6. Instruksi penggunaan peralatan pemadam api dan prosedur darurat kebakaran harus disediakan.

8.3 Pelayanan air bersih

Penyediaan air bersih dari sumber air yang bersifat publik harus sesuai dengan persyaratan dari otoritas yang berwenang. Jenis pipa harus dari bahan yang bersifat fleksibel dan tidak berkarat.

8.4 Fasilitas penampungan limbah

8.4.1 Umum

Marina dapat menyediakan fasilitas penyedotan limbah cair domestik dan fasilitas pembuangan limbah cair lainnya seperti limbah berminyak.

8.4.2 Pembuangan limbah padat (sampah)

Fasilitas pembuangan sampah dan limbah padat harus ditempatkan berdekatan dengan pangkal gangway. Wadah sampah harus dilengkapi penutup yang dapat menutup sendiri untuk mencegah tercecernya sampah akibat angin atau gangguan binatang, dan untuk mencegah tergenang air hujan.

8.5 Pencahayaan

Pencahayaan yang cukup harus tersedia untuk keselamatan akses pejalan kaki ke dermaga, keamanan yacht dan fasilitas marina, dan keselamatan navigasi di dalam kawasan marina.

Semua komponen pencahayaan harus dirancang dan ditempatkan sedemikian sehingga tidak menimbulkan kesilauan terhadap kapal yang bernavigasi di kejauhan.

Commented [DA27]: Sumber: AS 3649-2001 Guidelines for design of marinas.

Commented [DA28]: Sumber: AS 3649-2001 Guidelines for design of marinas.

Commented [DA29]: Sumber: AS 3649-2001 Guidelines for design of marinas.

Commented [DA30]: Sumber: AS 3649-2001 Guidelines for design of marinas.

Commented [DA31]: Sumber: AS 3649-2001 Guidelines for design of marinas.

11 dari 12 8.6 Drainase

Limpasan air hujan yang terkontaminasi, termasuk dari daerah pemeliharaan yacht, harus dapat diisolasi agar limpasan dapat dikumpulkan, diolah dan dibuang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

8.7 Listrik

Instalasi listrik harus sesuai dengan peraturan yang berlaku. Semua peralatan listrik harus dilengkapi dengan sekering. Setiap dermaga harus dilengkapi dengan daya listrik yang mencukupi.

8.8 Penyediaan bahan bakar

Jika disediakan, sistem penyediaan bahan bakar harus memenuhi persyaratan yang berlaku dari otoritas yang berwenang. Marina harus dilengkapi peralatan penanggulangan ceceran/tumpahan minyak, yang dapat menampung dan membersihkan tumpahan secara cepat. Akses kendaraan pengangkut bahan bakar harus dirancang sedemikian sehingga meminimalkan gangguan terhadap aktivitas di marina.

Sebaiknya disediakan dermaga khusus pengisian bahan bakar yang konstruksinya terpisah dari dermaga lainnya. Dermaga ini harus terisolasi sedemikian sehingga kebakaran atau ledakan yang mungkin terjadi tidak mudah menyebar ke dermaga lainnya.

8.9 Fasilitas sanitasi (MCK)

Fasilitas sanitasi (MCK) harus disediakan dengan basis 1 (satu) untuk setiap 40 (empat puluh) dermaga.

Commented [DA32]: Sumber: AS 3649-2001 Guidelines for design of marinas.

Commented [DA33]: Sumber: AS 3649-2001 Guidelines for design of marinas.

Commented [DA34]: Sumber: AS 3649-2001 Guidelines for design of marinas.

Commented [DA35]: Sumber: AS 3649-2001 Guidelines for design of marinas.

12 dari 12 Bibliografi

Thoresen, C. A., 2003. Port Designer's Handbook: Recommendations and Guidelines.

London: Thomas Telford.

Triatmodjo, B., 2009. Perencanaan Pelabuhan. Yogyakarta: Beta Offset.

Dokumen terkait