• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun

Sebelumnya (SILPA) 278.656.881.708,61 429.185.663.081,26 369.471.145.229,00 420.000.000.000,00

3.1.2 Penerimaan Piutang Daerah dari Pendapatan

Daerah 4.772.937.456,00 -

3.1.3 Penerimaan Piutang Daerah dari Pemerintah

Provinsi -

JUMLAH PENERIMAAN PEMBIAYAAN 283.429.819.164,61 429.185.663.081,26 369.471.145.229,00 420.000.000.000,00

3.2. Pengeluaran Pembiayaan

3.2.1 Penyertaan Modal (Investasi) Daerah 33.000.000.000,00 21.257.792.000,00 36.965.618.321,00 10.000.000.000,00

3.2.2 Dana Bergulir

3.2.3 Pembayaran Pokok Utang 575.071.938,00 8.465.618.321,00 330.369.800,00 330.369.800,00

3.2.4 Pembayaran Utang RSUD 444.084.200,00

3.2.5 Pembayaran Hutang Kepada Rekanan -

JUMLAH PENGELUARAN PEMBIAYAAN 33.575.071.938,00 30.167.494.521,00 37.295.988.121,00 10.330.369.800,00 JUMLAH PEMBIAYAAN NETTO (1.1+1.2+1.3) 249.854.747.226,61 399.018.168.560,26 332.175.157.108,00 409.669.630.200,00

Sumber :

Tahun 2012 : Kota Bekasi Dalam Angka 2013

Kebijakan Umum Anggaran Kota Bekasi Tahun 2015 IV- 19 Berdasarkan perkiraan pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan daerah, maka Keuangan daerah Kota Bekasi dapat diproyeksikan seperti dalam Tabel 4.10 berikut.

Kebijakan Umum Anggaran Kota Bekasi Tahun 2015 IV- 20 Tabel 4.10

Proyeksi Keuangan Daerah Tahun 2015 – 2016 (dalam Rupiah)

*) Proyeksi, dengan tingkat pertumbuhan pendapatan 11,72 persen, sesuai tingkat

pertumbuhan pendapatan dalam RPJMD.

No

TA.2015 2016*

I 3,531,814,297,129.00 3,945,742,932,752.52 1 . 1 1,325,896,803,750.00 1,481,291,909,149.50

1 . 1 . 1 Pendapatan Pajak Daerah 1,006,583,747,200.00 1,124,555,362,371.84 1 . 1 . 2 Hasil Retribusi Daerah 57,868,951,200.00 64,651,192,280.64 1 . 1 . 3 Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan11,827,021,850.00 13,213,148,810.82 1 . 1 . 4 Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah 249,617,083,500.00 278,872,205,686.20

1 . 2 1,377,110,515,316.00 1,538,507,867,711.04

1 . 2 . 1 Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak 154,456,312,316.00 172,558,592,119.44 1 . 2 . 2 Dana Alokasi Umum 1,183,417,253,000.00 1,322,113,755,051.60

1 . 2 . 3 Dana Alokasi Khusus 39,236,950,000.00 43,835,520,540.00

1 . 3 828,806,978,063.00 925,943,155,891.98

1 . 3 . 1 Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya 551,292,640,063.00

615,904,137,478.38 1 . 3 . 2 Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus 277,514,338,000.00 310,039,018,413.60 1 . 3 . 3 Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemerintah Daerah Lainnya 0.00

0.00 II 3,941,483,927,329.00 4,403,425,843,611.96 2.1 1,574,769,187,222.00 1,759,332,135,964.42 2.1.1. Belanja Pegawai 1,462,312,855,222.00 1,633,695,921,854.02 2.1.2 Belanja Bunga 300,000,000.00 335,160,000.00 2.1.3 Belanja Hibah 80,956,332,000.00 90,444,414,110.40

2.1.4 Belanja Bantuan Sosial 25,000,000,000.00 27,930,000,000.00

2.1.5 Belanja Bantuan Keuangan kepada

Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintahan Desa

1,200,000,000.00

1,340,640,000.00

2.1.6 Belanja Tidak Terduga 5,000,000,000.00 5,586,000,000.00

2.2 2,366,714,740,107.00 2,644,093,707,647.54

2.2.1 Belanja Langsung Penunjang Urusan 237,519,607,500.00 265,356,905,499.00 2.2.2 Belanja Langsung Urusan 2,129,195,132,607.00 2,378,736,802,148.54

III 409,669,630,200.00 (330,369,800.00)

3.1 420,000,000,000.00

-3.1.1 Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Sebelumnya (SILPA) 420,000,000,000.00

3.2 10,330,369,800.00

-3.2.2 Penyertaan Modal (Investasi) Daerah 10,000,000,000.00

-3.2.3 Dana Bergulir 0.00

-3.2.4 Pembayaran Pokok Utang 330,369,800.00 330,369,800.00

PROYEKSI U R A I A N

PENDAPATAN

PENDAPATAN ASLI DAERAH

DANA PERIMBANGAN

LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH

PENGELUARAN PEMBIAYAAN BELANJA LANGSUNG

BELANJA TIDAK LANGSUNG BELANJA

PENERIMAAN PEMBIAYAAN PEMBIAYAAN NETTO

Kebijakan Umum Anggaran Kota Bekasi Tahun 2015 IV- 21 Arah kebijakan yang diambil berkaitan dengan pembiayaan daerah adalah sebagai berikut:

1. Penerimaan pembiayaan daerah dilakukan dengan mengoptimalkan pemanfaatan sisa dana tahun lalu (SILPA), serta tidak melakukan pinjaman daerah.

2. Pengeluaran pembiayaan diutamakan untuk pembayaran hutang pokok yang jatuh tempo.

4.4. Kebijakan Pembangunan Daerah

Arah kebijakan Kota Bekasi pada tahun 2015 adalah untuk mencapai pemenuhan pelayanan dasar dalam kesejahteraan masyarakat sehingga dapat meningkatkan percepatan pembangunan Kota Bekasi ditahun pembangunan selanjutnya. Selain itu pada tahun ke dua pembangunan RPJMD periode 2013-2018 diarahkan untuk dapat memperkuat aspek ketentraman dan ketertiban masyarakat sehingga memberikan jaminan kondusifitas Kota Bekasi ditahun-tahun berikutnya.

Di dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004, bahwa arah kebijakan urusan pemerintahan daerah yang terkait dengan pelayanan dasar adalah sebagai berikut :

1. URUSAN WAJIB

a. Terkait Pelayanan Dasar (sesuai Standar Pelayanan Minimal, SPM), mencakup : 1) Pendidikan; 2) Kesehatan; 3) Lingkungan Hidup; 4) Pekerjaan Umum; 5) Ketahanan Pangan;

6) Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil; 7) Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana; 8) Sosial;

9) Tenaga Kerja; 10) Perumahan Rakyat;

Kebijakan Umum Anggaran Kota Bekasi Tahun 2015 IV- 22 11) Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan

Masyarakat; 12) Perhubungan; dan 13) Perlindungan Anak.

b. Terkait Pelayanan Dasar, mencakup : 1) Penataan Ruang;

2) Pertanahan;

3) Komunikasi dan Informatika;

4) Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah; 5) Penanaman Modal;

6) Kepemudaan dan Olah Raga; 7) Pemberdayaan Masyarakat Desa; 8) Pemberdayaan Perempuan; 9) Statistik; 10) Persandian; 11) Kebudayaan; 12) Perpustakaan; dan 13) Kearsipan.

2. URUSAN PILIHAN, mencakup : 1) Kelautan dan Perikanan; 2) Pariwisata;

3) Pertanian; 4) Kehutanan;

5) Energi dan Sumber Daya Mineral; 6) Perdagangan;

7) Perindustrian; dan 8) Transmigrasi.

Bertolak dari kemajuan yang telah dicapai, dan rencana capaian Tahun 2015, ternyata kondisi yang ada masih menunjukkan permasalahan dan tantangan yang harus diatasi dalam pelaksanaan pembangunan Tahun 2015. Permasalahan dan tantangan Tahun 2015 adalah:

1. Penataan Ruang

Kebijakan Umum Anggaran Kota Bekasi Tahun 2015 IV- 23 luasan lahan tidak terbangun.

b. Ruang Terbuka Hijau terhadap seluruh luasan wilayah Kota Bekasi baru mencapai 24,1%. Hal ini berpengaruh pada daya serap tanah terhadap curah hujan dan aliran air. Porsi RTH ini masih di bawah porsi RTH yang seharusnya sebagaimana diatur di dalam Undang-Undang RTRW Nasional yaitu 30 persen.

2. Daerah Rawan Bencana

Kota Bekasi adalah wilayah yang tergolong rawan banjir. Pada kurun waktu 2009 sampai dengan 2013 dimana pada kurun waktu tersebut wilayah yang mengalami banjir adalah seluas 621 Ha dimana penyebab utama terjadinya banjir pada kurun waktu tersebut adalah curah hujan lokal, buruknya system drainase yang ada serta berada pada satu kesatuan Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan wilayah lain.

3. Demografis

Tingginya laju pertumbuhan penduduk yaitu sebesar 5,12% dengan tingkat kepadatan penduduk mencapai 11.986 jiwa per kilometer persegi.

4. Sosial Kemasyarakatan Tingginya jumlah PMKS. 5. Pendidikan

a. Permasalahan yang menjadi perhatian terbesar di dalam aspek pendidikan Kota Bekasi adalah rata-rata lama sekolah yang masih di bawah 12 tahun.

b. Tingkat kelulusan pada setiap jenjang pendidikan masih rendah. 6. Kesehatan

a. Belum optimalnya UHH

b. Jumlah kasus gizi buruk, AKI, Angka kematian Balita tinggi 7. Perekonomian

a. Belum meratanya pendapatan masyarakat;

b. Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2014 berkisar 30,52% dari total pendapatan daerah yang berarti pendapatan Kota Bekasi masih didominasi oleh dana perimbangan pusat ke daerah.

8. Perindustrian dan Pariwisata

Kebijakan Umum Anggaran Kota Bekasi Tahun 2015 IV- 24 b. Tingginya kasus perselisihan antara pekerja dan perusahaan.

9. Kebudayaan dan Kesenian

a. Belum optimalnya pelestarian nilai- nilai budaya dan kesenian asli Kota Bekasi;

b. Belum optimalnya pelestarian bangunan dan monument bersejarah yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan wawasan kebudayaan dan kesenian Kota Bekasi.

10. Kepemudaan dan Olahraga

Tingginya jumlah generasi muda di Kota Bekasi perlu mendapat perhatian yang baik agar dapat memberikan konstribusi bagi pembangunan Kota Bekasi yang lebih baik. Potensi generasi muda yang besar perlu diarahkan untuk memberikan kekuatan bagi pembangunan kota dan meminimalisir potensi negatif yang dapat timbul dari pergaulan generasi muda.

11. Daya Saing Daerah

b. Salah satu permasalahan pada aspek daya saing adalah lamanya proses perijinan usaha di Kota Bekasi yang secara langsung mempengaruhi minat investor untuk menanamkan modalnya.

c. Faktor kondusifitas politik dan keamanan menjadi faktor lainnya yang mempengaruhi daya saing Kota Bekasi.

d. Tingginya angka kriminalitas di KotaBekasi haruslah mampu dikurangi untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang tinggl di KotaBekasi dan bagi para investor dan pengusaha yang hendak menanamkan modal di Kota Bekasi.

12. Infrastruktur dan Sarana dan Prasarana

Belum optimalnya penyediaan sarana dan prasarana dalam pembangunan Kota Bekasi.

4.4.1. Isu-isu Strategis Pembangunan Tahun 2015

Di dalam Rancangan Awal RKPD Kota Bekasi tahun 2015, diarahkan dalam rangka mewujudkan visi ”Bekasi Maju, Sejahtera, dan

Ihsan” sesuai dengan target di dalam pencapaian visi dari Rencana

Kebijakan Umum Anggaran Kota Bekasi Tahun 2015 IV- 25 2013-2018. Isu-isu strategis yang dijadikan dasar RKPD Tahun 2015 adalah :

1. Program peningkatan layanan pendidikan wajib belajar 12 tahun dan peningkatan pencapaian rata-rata lama sekolah

2. Integrasi Jamkesda dengan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan

3. Pengembangan kapasitas kewirausahaan dan keunggulan kompetitif UKM

4. Pengendalian pemanfaatan tata ruang sesuai RTRW, pembangunan dan peningkatan jalan, jembatan dan drainase kota, penanggulangan dan pengendalian banjir

5. Peningkatan kualitas lingkungan hidup, pengelolaan sampah dan pengendalian pencemaran air dan udara;

6. Program pelayanan dan rehabilitasi kesejateraan sosial

7. Peningkatan kapasitas sumberdaya aparatur, pembinaan dan pengembangan aparatur, optimalisasi pemanfaatan TIK dan peningkatan kualitas perencanaan pembangunan dengan penerapan prinsip SMART (Spesific, Measurable, Attainable,

Realistic, Time Bound)

Dengan mempertimbangkan keberhasilan pembangunan yang telah dicapai pada tahun sebelumnya serta permasalahan dan tantangan yang akan dihadapi, arah keijakan pembangunan tahun kedua sebagaimana tercantum dalam RPJMD Kota Bekasi yaitu pelayanan dasar yang diarahkan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat sehingga dapat meningkatkan percepatan pembangunan Kota Bekasi ditahun pembangunan selanjutnya. Selain itu pada tahun kedua pembangunan RPJMD periode 2013-2018 diarahkan untuk dapat memperkuat aspek ketentraman dan ketertiban masyarakat sehingga memberikan jaminan kondusifitas Kota Bekasi ditahun-tahun berikutnya.

Prioritas pembangunan daerah Tahun 2015 sebagaimana tercantum dalam RKPD Kota Bekasi tahun 2015 yang perlu diacu dalam penyusunan Kebijakan Umum APBD adalah sebagai berikut:

1. Penyelenggaraan reformasi birokrasi dan tata kelola secara bertahap sehingga mencapai good governance.

Kebijakan Umum Anggaran Kota Bekasi Tahun 2015 IV- 26 2. Pembangunan prasarana dan sarana untuk memenuhi kebutuhan dasar

masyarakat.

3. Meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan 4. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat

5. Mengembangkan kesejahteraan sosial dan mengurangi permasalahan sosial dalam masyarakat

6. Mendorong tumbuhnya perekonomian yang kuat berbasis ekonomi kerakyatan.

KUA (Kebijakan Umum APBD) dan PPAS (Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara) sebagai hasil sinkronisasi kebijakan Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat penyusunannya mengacu pada RKPD Kota Bekasi Tahun 2015 akan disepakati bersama antara Pemerintah Daerah dan DPRD sebagai dasar dalam penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Kota Bekasi Tahun 2015.

4.4.2. Program Strategis Pembangunan Tahun 2015

Berdasarkan uraian permasalahan dan tantangan pembangunan serta isu-isu strategis pembangunan diatas , maka progam strategis pembangunan tahun 2015 adalah sebagai berikut :

Kebijakan Umum Anggaran Kota Bekasi Tahun 2015 IV- 27 Tabel 4.11

Program Strategis Pembangunan Tahun 2015

NO PROGRAM STRATEGIS PROGAM PRIORITAS

1 Reformasi Birokrasi dan Tata

Kelola 1. Program peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah. 2. Program peningkatan sistem pengawasan

internal dan pengendalian pelaksanaan kebijakan kdh

3. Program evaluasi kinerja pemerintahan daerah

4. Program optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi

5. Program penataan administrasi kependudukan

6. Program pengembangan data/informasi 7. Program perencanaan pembangunan

daerah. 2 Pembangunan Prasarana dan

Sarana 1. Program rehabilitasi/pemeliharaan jalan dan jembatan 2. Program pembangunan saluran

drainase/gorong-gorong 3. Program pengendalian banjir

4. Program kualitas air dan pengendalian pencemaran air

5. Program peningkatan pelayanan angkutan

6. Program pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup

7. Program perlindungan dan konservasi sumber daya alam.

8. Program pengembangan perumahan. 9. Program pengembangan rumah susun

huni dan rumah susun sewa bagi masyarakat berpenghasilan rendah 10. Program perencanaan tata ruang. 11. Program pemanfaatan ruang.

12. Program pengendalian pemanfaatan ruang

3 Pendidikan 1. Program wajib belajar 12 tahun 2. Program peningkatan kualitas

pendidikan menengah

3. Program peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan.

Kebijakan Umum Anggaran Kota Bekasi Tahun 2015 IV- 28

NO PROGRAM STRATEGIS PROGAM PRIORITAS

4 Kesehatan 1. Program upaya kesehatan masyarakat. 2. Program pelayanan kesehatan penduduk

miskin.

3. Program pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas/puskesmas pembantu dan jaringannya.

4. Program pengadaan, peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit/rumah sakit jiwa/rumah sakit paru-paru/rumah sakit mata.

5. Program pemberdayaan fakir miskin dan penyandang masalah kesejahteraan sosial lainnya

5 Sosial 1. Program pelayanan dan rehabilitasi kesejahteraan sosial.

2. Program peningkatan kualitas hidup dan perlindungan anak dan perempuan. 3. Program pengadaan, peningkatan dan

perbaikan sarana dan prasarana olahraga. 6 Perekonomian 1. Program peningkatan kapasitas ekspor

daerah

2. Program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif usaha kecil menengah

3. Program peningkatan promosi dan kerjasama investasi

4. Program peningkatan kesempatan kerja. 7 Keamanan,

Ketertiban dan Penanggulangan Bencana

1. Program pemeliharaan kantrantibmas dan pencegahan tindak kriminal. 2. Program pencegahan dini dan

penanggulangan korban bencana alam

Sumber : RKPD Kota Bekasi Tahun 2015

4.5. Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Tahun 2015

Berdasarkan sejumlah kebijakan umum anggaran pendapatan dan belanja sebagaimana yang telah disampaikan diatas, maka Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota Bekasi Tahun 2015 dapat diproyeksikan sebagai berikut :

Kebijakan Umum Anggaran Kota Bekasi Tahun 2015 IV- 29 Tabel 4.12

Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Bekasi Tahun 2015

TA.2015

I 3,531,814,297,129.00

1 . 1 1,325,896,803,750.00

1 . 1 . 1 Pendapatan Pajak Daerah 1,006,583,747,200.00 1 . 1 . 2 Hasil Retribusi Daerah 57,868,951,200.00 1 . 1 . 3 Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang

Dipisahkan

11,827,021,850.00 1 . 1 . 4 Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah 249,617,083,500.00

1 . 2 1,377,110,515,316.00

1 . 2 . 1 Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak 154,456,312,316.00 1 . 2 . 2 Dana Alokasi Umum 1,183,417,253,000.00 1 . 2 . 3 Dana Alokasi Khusus 39,236,950,000.00

1 . 3 828,806,978,063.00

1 . 3 . 1 Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya 551,292,640,063.00 1 . 3 . 2 Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus 277,514,338,000.00 1 . 3 . 3 Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemerintah Daerah Lainnya 0.00

II 3,941,483,927,329.00

2.1 1,574,769,187,222.00

2.1.1. Belanja Pegawai 1,462,312,855,222.00

2.1.2 Belanja Bunga 300,000,000.00

2.1.3 Belanja Hibah 80,956,332,000.00

2.1.4 Belanja Bantuan Sosial 25,000,000,000.00 2.1.5 Belanja Bantuan Keuangan kepada

Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintahan Desa

1,200,000,000.00

2.1.6 Belanja Tidak Terduga 5,000,000,000.00

2.2 2,366,714,740,107.00

2.2.1 Belanja Langsung Penunjang Urusan 237,519,607,500.00 2.2.2 Belanja Langsung Urusan 2,129,195,132,607.00

III 409,669,630,200.00

3.1 420,000,000,000.00

3.1.1 Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Sebelumnya (SILPA)

420,000,000,000.00

3.2 10,330,369,800.00

Dokumen terkait