BAB II KAJIAN PUSTAKA
C. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
1. Pengertian Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Lembar kerja peserta didik (LKPD) merupakan salah satu bahan ajar cetak. Sebagaimana diungkapkan dalam pedoman umum pengembangan bahan ajar, lembar kerja peserta didik (LKPD) adalah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh siswa (Majid, 2013: 176). Lembar kerja peserta didik (LKPD) berisi materi, ringkasan, dan petunjuk-petunjuk pelaksanaan tugas pembelajaran yang mengacu pada kompetensi dasar yang harus dicapai.
Materi pada LKPD dikemas sedemikian rupa, sehingga siswa diharapkan dapat mempelajari materi ajar tersebut secara mandiri (Hamdani, 2011: 204). Selain itu, siswa juga diberikan arahan yang terstruktur untuk memahami materi. Jadi, bisa dipahami bahwa LKPD merupakan suatu bahan ajar cetak yang berupa lembaran-lembaran kertas yang berisi
materi, ringkasan, petunjuk-petunjuk tugas pembelajaran yang harus dikerjakan oleh siswa yang telah dirancang sedemikian rupa yang sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai serta langkah pengerjaan tugasnya dapat membantu meringankan peran guru sebagai penyampai informasi dengan melibatkan peran aktif siswa dalam pembelajaran sehingga pembelajaran lebih terarah dan efesien. Oleh karena itu, pembelajaran dengan LKPD secara efektif akan dapat membuat siswa terarah dan mampu menyelesaikan masalah sehingga hasil belajar siswa dapat ditingkatkan seoptimal mungkin.
Adapun ciri-ciri yang dimiliki oleh sebuah LKPD menurut Rustman dalam Majid adalah sebagai berikut (Majid, 2014: 374):
1) Memuat semua petunjuk yang diperlukan siswa.
2) Petunjuk ditulis dalam bentuk sederhana dengan kalimat singkat dari kosakata yang sesuai dengan umur dan kemampuan pengguna.
3) Berisi pertanyaan-pertanyaan yang harus diisi oleh siswa. 4) Memberikan catatan yang jelas bagi siswa atas apa yang
telah mereka lakukan.
5) Membuat gambar yang sederhana dan jelas. 2. Fungsi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Fungsi LKPD menurut Andi Prastowo dalam bukunya yaitu :
1) Sebagai bahan ajar yang bisa meminimalkan peran guru, namun lebih mengaktifkan siswa.
2) Sebagai bahan ajar yang mempermudah siswa untuk memahami materi yang diberikan.
3) Sebagai bahan ajar ringkas dan kaya tugas untuk berlatih. 4) Memudahkan pelaksanaan pengajaran kepada siswa.
3. Tujuan Penyusunan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Sebagai bahan ajar, ada empat tujuan penyusunan LKPD, yaitu (Prastowo, 2013: 205-206) :
1) Menyajikan bahan ajar yang memudahkan siswa untuk berinteraksi dengan materi yang diberikan.
2) Menyajikan tugas-tugas yang meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi yang diberikan.
3) Melatih kemandirian belajar siswa.
4) Memudahkan guru dalam memberikan tugas kepada siswa.
Sejalan dengan fungsinya, LKPD ditujukan agar siswa dapat menguasai dan memahami serta menggunakan nalarnya dengan baik. Materi yang disajikan dalam LKPD dapat membantu siswa dalam membangun pengetahuan serta penggunaan nalarnya lebih terarah. 4. Manfaat Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Menurut Wandhiro yang dikutip oleh Prida Purwoko, manfaat penggunaan LKPD dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut :
1) Mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran. 2) Membantu siswa dalam mengembangkan konsep.
3) Sebagai pedoman guru dan siswa dalam melaksanakan proses pembelajran.
4) Membantu siswa memperoleh catatan tentang materi yang dipelajari melalui kegiatan belajar.
5) Membantu siswa untuk menambakan informasi tentang konsep yang dipelajari melalui kegiatan belajar secara sistematis.
5. Langkah-Langkah Penyusunan Lembar Kerja Peserta Didik
Keberadaan LKPD yang kreatif dan inovatif menjadi harapan semua peserta didik karena, LKPD yang inovatif dan kreatif dapat menciptakan proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Peserta didik lebih kecanduan membuka lembar demi lembar halamannya dan memahami materi dan tugas-tugas yang ada di LKPD tersebut. Maka dari itu untuk membuat bahan ajar tersebut perlu memahami langkah-langkah penyusunannya. Langkah-langkah-langkah penyusunan lembar kerja peserta didik sebagai berikut :
a. Melakukan Analisis Kurikulum
Analisis kurikulum dimaksudkan untuk menentukan materi-materi mana yang memerlukan bahan ajar LKPD. Biasanya dalam menentukan materi dianalisis dengan cara melihat materi pokok dan pengalaman belajar dari materi yang akan diajarkan, kemudian kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa.
b. Menyusun Peta Kebutuhan LKPD
Peta kebutuhan LKPD sangat sangat diperlukan guna mengetahui jumlah LKPD yang harus ditulis dan sekuensi atau urutan LKPD-nya juga dapat dilihat. Sekuens LKPD ini sangat diperlukan dalam menetukan prioritas penelitian. Diawali dengan analisis kurikulum dan analisis sumber belajar.
c. Menentukan Judul-Judul LKPD
Judul LKPD ditentukan atas dasar KD-KD, materi-materi pokok atau pengalaman belajar yang terdapat dalam kurikulum. Satu KD dapat dijadikan sebagai judul LKPD apabila kompetensi itu tidak terlalu besar, sedangkan besarmya KD dapat dideteksi antara lain
dengan cara apabila diuraikan ke dalam materi pokok (MP) mendapatkan maksimal 4 MP, maka kompetensi itu telah dapat dijadikan sebagai satu judul LKPD. Namun apabila diuraikan menjadi lebih dari 4 MP, maka perlu dipikirkan kembali apakah perlu dipecah misalnya menjadi 2 judul LKPD.
d. Penulisan LKPD
Penulisan LKPD dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1) Perumusan KD yang harus dikuasai
Rumusan KD pada suatu LKPD langsung diturunkan dari dokumen SI.
2) Menetukan Alat Penilaian
Penilain dilakukan terhadap proses kerja dan hasil kerja peserta didik. Karena pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah kompetensi, dimana penilainnya didasarkan pada penguasaan kompetensi, maka alat penilaian yang cocok adalah menggunakan pendekatan Penilaian Acuan Patokan (PAP) atau Criterion Referenced Assesment. Dengan demikian guru dapat menilainya malalui proses dan hasil kerjanya.
3) Penyusunan Materi
Materi LKPD sangat tergantung pada KD yang akan dicapai. Materi LKPD dapat berupa informasi pendukung, yaitu gambaran umum atau ruang lingkup substansi yang akan dipelajai. Materi dapat diambil dari berbagai sumber seperti buku, majalah, internet, jurnal hasil penelitian. Tugas-tugas ditulis secara jelas guna mengurangi pertanyaan dari peserta didik tentang hal-hal yang seharusnya peserta didik dapat melakukannya, misalnya tentang tugas diskusi. Judul diskusi diberikan
secara jelas dan didiskusikan dengan siapa, beberapa orang dalam kelompok diskusi dan berapa lama.
4) Struktur LKPD
Struktur LKPD secara umum adalah sebagai berikut : (1) Cover; (2) Kata Pengantar; (3) Daftar isi; (4) Petunjuk penggunaan LKPD; (5) Kompetensi yang akan dicapai; (6) Informasi Pendukung; (7) Tugas-tugas dan langkah-langkah Kerja; (8) Penilaian; (9) Daftar Pustaka.