• Tidak ada hasil yang ditemukan

Interaksi antara pendidik dan peserta didik dalam proses pembelajaran akan sangat efektif jika tersedia media pendukung. Media (medium), yaitu segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan. Pembelajaran merupakan proses komunikasi, dalam proses komunikasi ada sumber pesan (guru), penerima pesan (peserta didik), dan pesan yaitu materi pelajaran yang diambilkan dari kurikulum. Media dalam proses belajar-mengajar salah satunya adalah bahan ajar (Chomsin dan Jasmadi, 2008: 38-40). Andi Prastowo (2011: 31) menyatakan bahwa yang dimaksud bahan ajar yaitu segala bahan (baik informasi, alat, maupun teks) yang disusun secara sistematis, yang menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai

peserta didik dan digunakan dalam proses pembelajaran dengan tujuan untuk perncanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran.

Menurut Abdul Majid (2012: 174), bahan ajar dapat dikelompokkan menjadi empat yaitu:

a. Bahan cetak (printed) antara lain handout, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart, foto/gambar, model/maket.

b. Bahan ajar dengar (audio) seperti kaset, radio, piringan hitam, dan compact disk audio.

c. Bahan ajar pandang dengar (audio visual) seperti video compact disk, film.

d. Bahan ajar interaktif (interactive teaching material) seperti

compact disk interaktif.

Penelitian pengembangan ini yaitu tentang bahan ajar cetak, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Menurut Andi Prastowo (2011: 204), Lembar Kerja Siswa (LKS) atau Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) merupakan suatu bahan ajar cetak berupa lembaran-lembaran yang mengacu pada kompetensi dasar yang harus dicapai yang berisi materi, ringkasan, dan petunjuk pelaksanaan yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Sedangkan LKPD atau student worksheet oleh Abdul Majid (2012: 176) didefinisikan sebagai lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik, berupa petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu tugas dengan kejelasan kompetensi dasar yang harus dicapai.

Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) adalah suatu bahan ajar cetak yang berupa lembaran-lembaran berisi panduan belajar untuk

peserta didik melakukan kegiatan terkait dengan materi pembelajaran yang memuat proses penyelidikan dan pemecahan masalah guna mencapai kompetensi dasar yang harus dikuasai.

Menurut Andi Prastowo (2011: 205-206), fungsi dari LKS sebagai bahan ajar diantaranya yaitu:

a. dapat meminimalkan peran pendidik namun lebih mengaktifkan peserta didik;

b. mempermudah peserta didik untuk memahami materi yang diberikan;

c. ringkas dan kaya tugas untuk berlatih;

d. memudahkan pelaksanaan pengajaran kepada peserta didik.

Sedangkan manfaat dari penggunaan media pembelajaran termasuk LKPD di dalam proses pembelajaran menurut Azhar Arsyad (2011: 25-26) adalah:

a. memperjelas penyajian pesan dan informasi,

b. meningkatkan dan mengarahkan perhatian peserta didik sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi lebih langsung antara peserta didik dengan lingkungan, dan kemungkinan peserta didik untuk belajar sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya, c. dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang, dan waktu

d. dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada peserta didik tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka.

Adapun tujuan penyusunan LKS menurut Andi Prastowo (2011: 206) ada empat poin, yaitu:

a. Menyajikan bahan ajar yang memudahkan peserta didik untuk berinteraksi dengan materi yang diberikan.

b. Menyajikan tugas-tugas yang meningkatkan penguasaan peserta didik terhadap materi yang diberikan.

c. Melatih kemandirian belajar peserta didik

d. Memudahkan pendidik dalam memberikan tugas kepada peserta didik.

Hendro Darmodjo dan Jenny R. E. Kaligis (1992: 41-46) menyatakan LKPD dapat memberi peranan yang besar dalam proses belajar mengajar, sehingga penyusunan LKPD harus memenuhi berbagai persyaratan, yaitu syarat didaktik, syarat konstruksi, dan dan syarat teknis.

a. Syarat didaktik

Syarat didaktik adalah syarat penyusunan LKPD yang sesuai dengan asas-asas belajar mengajar efektif, yaitu:

1) Memperhatikan adanya perbedaan individu

2) Memberi penekanan pada proses untuk menemukan konsep

3) Memilih variasi stimulus melalui berbagai media dan kegiatan peserta didik sesuai kurikulum yang digunakan 4) Mengembangkan kemampuan komunikasi sosial,

emosional, moral, dan estetika pada diri peserta didik. 5) Pengalaman belajar ditentukan oleh tujuan pengembangan

pribadi peserta didik. b. Syarat konstruksi

Syarat konstruksi adalah syarat yang berhubungan dengan penggunaan bahasa, susunan kalimat, pemilihan kata, tingkat kesukaran, dan kejelasan LKPD, yaitu:

1) Menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat kedewasaan peserta didik

2) Menggunakan struktur kalimat yang jelas

3) Memiliki tata urutan materi yang sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik

4) Mengacu pada buku sumber yang sesuai dengan kemampuan keterbacaan peserta didik

5) Menyediakan ruangan yang cukup untuk member keleluasaan pada peserta didik untuk menulis atau menggambarkan pada LKPD

6) Menggunakan lebih banyak ilustrasi atau gambar daripada kata-kata

7) Memiliki tujuan belajar yang jelas serta manfaat sebagai sumber motivasi

8) Mempunyai identitas untuk memudahkan administrasinya. c. Syarat teknis

Syarat teknis adalah syarat-syarat yang berkaitan dengan penyajian tulisan, gambar, dan penampilan LKPD. Berikut merupakan syarat-syarat teknis penyususnan LKPD.

1) Tulisan, yaitu menggunakan huruf cetak dan tidak menggunakan huruf latin atau romawi, gunakan bingkai untuk membedakan kalimat perintah dengan jawaban peserta didik, dan menggunakan perbandingan besarnya huruf dengan besarnya gambar serasi.

2) Gambar, yaitu menggunakan gambar-gambar yang dapat menyampaikan pesan/isi dari gambar tersebut secara efektif kepada peserta didik.

3) Penampilan, yaitu berupa lay out yang menarik perhatian dan minat peserta didik.

Dengan demikian, LKPD yang akan dikembangkan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik disusun berdasarkan kriteria kesesuaian dengan Outdoor Learning System dan

Project Based Learning, keterpaduan konsep, kebenaran&kedalaman,

Unsur-unsur utama LKPD sebagai bahan ajar dapat dilihat berdasarkan tabel 3:

Tabel 3. Unsur-unsur LKPD No. Menurut Trianto

(2007: 74) Prastowo (2013: Menurut Andi 208)

Unsur LKPD 1. Judul eksperimen Judul Judul

2. Teori singkat tentang

materi Petunjuk belajar Peta kompetensi 3. Alat dan bahan Kompetensi dasar

atau materi pokok Tujuan kegiatan 4. Prosedur eksperimen Informasi

pendukung Informasi terkait 5. Data pengamatan Tugas atau langkah

kerja Mendesain proyek

6. Pertanyaan dan kesimpulan untuk bahan diskusi

Penilaian Pertanyaan dan kesimpulan untuk diskusi

Kriteria kesesuian dengan Outdoor Learning System berbasis

Project Based Learning ditinjau dari penekanan pada beberapa

komponen utama PjBL, yaitu mencantumkan pertanyaan esensial yang berisi penugasan pembuatan proyek, membuat desain proyek, mencantumkan tabel monitoring proyek, mencantumkan arahan untuk membuat tabel data hasil pengamatan, dan evaluasi proyek.

Dokumen terkait