• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

KUNCI JAWABAN

A. Lembar Kerja Siswa 1 Peristiwa pengembunan

No . Contoh Peristiwa Pengembunan Faktor yang Mempengaruhi Penjelasan 1 Titik-titik embun di pagi hari. Perubahan suhu

terbentuk ketika udara yang berada di dekat permukaan tanah menjadi dingin mendekati titik dimana udara tidak dapat lagi menahan semua uap air. Kelebihan uap air itu kemudian berubah menjadi embun diatas benda-benda di atas tanah.

2 Titik-titik air yang muncul di dinding luar gelas yang berisi air dingin.

Perubahan suhu

ketika gelas diisi es gelas menjadi dingin, udara yang bersentuhan dengan gelas akan turun suhunya uap air yang ada di udara juga akan mendingin. Jika suhunya cukup dingin, uap air ini akan mengembun dan membentuk tetes-tetes air di bagian luar gelas.

3 Munculnya titik- titik air dibawah penutup gelas yang berisi air panas.

Perubahan suhu

Ketika gelas diisi air panas dan kemudian ditutup dengan tutup gelas. Terjadi pertukaran panas pada air panas dan menyebabkan tutup gelas bagian dalam membentuk titik-titik air.

2. Kosa kata baku dan tidak baku

Kosa Kata Baku Artinya

Panas Hangat sekali, lawan dingin

Uap Gas yang terjadi cairan apabila dipanaskan

Udara Campuran berbagai gas yang tidak berwarna dan tidak berbau yang memenuhi ruang di atas bumi seperti yang kita hirup apabila kita bernapas

150

Kosa Kata Tidak Baku Artinya

Semakin Kian bertambah; lebih-lebih; apalagi

Sanggup Bersedia; mau

Sebanyak Besar jumlahnya

3. Proses terjadinya embun

Pada siang hari, benda-benda menyerap panas matahari. Ketika malam, benda-benda tersebut melepaskan panas. Ketika benda di permukaan tanah menjadi dingin, udara di sekitarnya tidak dapat menampung uap air. Jika udara semakin dingin, maka uap air yang tidak dapat ditampung akan menjadi embun.

4. Ringkasan artikel

Perubahan iklim dapat mempengaruhi pertumbuhan ulat bulu. Suhu udara yang panas dapat mempercepat siklus pertumbuhan ulat bulu. Selain iklim, berkurangnya predator alami seperti burung juga mempengaruhi populasi ulat bulu. Serangan ulat bulu yang terjadi di kabupaten Probolinggo tidak hanya menyerang pohon mangga tetapi juga memasuki rumah penduduk. Sebelumnya ulat bulu pernah menyerang tanaman lombok se-Jawa. Oleh karena itu populasi ulat bulu perlu dikendalikan agar tidak mengganggu kehidupan manusia.

5. Topeng Gambar

Topeng

Karakter Jenis Bahan Teknik Pembuatan

pemarah dan tidak sabar

Kayu Diukir atau dipahat

151 bersemangat dan ksatria

Kayu Diukir atau dipahat

kasar dan keras Kayu Diukir atau dipahat

6.Percobaan

Kelompok (nama percobaan)

Hasil Pengamatan Kesimpulan

Peristiwa yang terjadi Faktor yang menyebabkan Kelompok 1 (penguapan spritus)

Keadaan kapas ketika dituang spritus kapas menjadi basah

Keadaan kapas setelah didiamkan kapas menjadi kering

Penguapan Peletakan di udara terbuka

Kelompok 2 (pelarutan gula)

Keadaan gula sebelum dilarutkan gula berbentuk kristal padat

Keadaan gula setelah dilarutkan: gula larut dalam air

mencair Pemanasan

Kelompok 3 (pelarutan garam)

Keadaan garam sebelum dilarutkan: gula berbentuk kristal padat

Keadaan garam setelah dilarutkan: gula larut dalam air

mencair Pemanasan

Kelompok 4 (pencairan es)

Mula-mula es batu berbentuk padat, setelah didiamkan beberapa saat es batu mencair.

Mencair Peletakan di udara terbuka

Kelompok 5 (pengembunan)

Air panas yang di letakkan di dalam gelas lama-lama akan menguap lalu mengembun di tutup gelas.

Pengembunan Perubahan suhu

152 B. Evaluasi

1. 3 Peristiwa pengembunan

a. Titik-titik embun di pagi hari

b. Titik-titik air yang muncul di dinding luar gelas yang berisi air dingin

c. Munculnya titik-titik air di bawah penutup gelas yang berisi air panas

2. 2 Faktor yang dapat mempengaruhi perubahan wujud benda a. Pembakaran

b. Pemanasan

c. Peletakan di udara terbuka

3. 3 Kegiatan manusia yang mempengaruhi perubahan alam a. Pembangunan perumahan yang tidak terencana b. Penebangan pohon dan pembakaran hutan c. Penambangan pasir di laut

4. 2 cara mencegah kerusakan lingkungan a. Reboisasi

b. Membuang sampah pada tempatnya

c. Tidak membakar sampah d. Tidak menebang pohon

sembarangan 5. Topeng dan karakternya:

Topeng ini menggambarkan sifat pemarah dan tidak sabar

Topeng ini menggambarkan sifat yang berbudi luhur

Topeng ini menggambarkan sifat bersemangat dan ksatria

153 PENILAIAN

A. Penilaian Sikap Spiritual

Lembar ini diisi oleh siswa untuk menilai sikap spiritual. Petunjuk pengisian

Berilah tanda cek (√) pada kolom skor sesuai sikap spiritual yang kamu lakukan. Isilah dengan JUJUR.

Nama : ……….

Kelas : V (lima)

Tanggal Penilaian : 4 Agustus 2016

No. Aspek Pengamatan

Keterangan Ya Tidak 1. Berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu.

2. Mengucapkan syukur ketika berhasil mengerjakan sesuatu.

3. Tidak mengeluh ketika diberi tugas atau PR oleh guru.

4. Bersyukur atas kemampuan diri sendiri.

Petunjuk penskoran

5) Sangat baik, jika muncul 4 indikator. 6) Baik, jika muncul 3 indikator.

7) Cukup, jika muncul 2 indikator. 8) Kurang, jika muncul 1 indikator. B. Penilaian Sikap Sosial

Indikator sikap toleransi/ menghargai yang dijabarkan dari indikator KI 2 adalah sebagai berikut.

1. Tidak mengganggu teman yang berpendapat.

2. Memperhatikan guru pada saat memberikan perintah atau menjelaskan suatu petunjuk mengerjakan soal/LKS.

3. Menunjukkan sikap menghargai dalam melakukan berdiskusi dengan kelompok.

154

4. Mampu dan mau bekerja sama dengan siapapun yang memiliki keberagaman latar belakang, pandangan, dan keyakinan.

No. Nama Siswa Sangat

Baik Baik Cukup Kurang 1. Aisyah Dwi Anindita

2. Novia Rista Wijaya

3. Nur Aji Saputra

4. Annur Nugrahanto

5. Divany Nafeza N

6. Etria Zahra Nurjannah

7. Farel Prasetya N

8. Khoirunnisa Ul Hanati

9. Kharisma Adi Utama

10. Memo Maradewa Herjuna

11. Mia Rizqi Wulandari

12. Nuzula Salsa Ainunci

13. Rafelindo Julian P. F.

14. Ramadhani Agung P

15. Revi Mayshiva A

16. Rezya Rahmadhani

17. Putri Arisena

18. Zhafran Riko Santosa

19. Wida Febriani

20. Beryl Desmonda

Petunjuk penskoran

155 2) Baik, jika muncul 3 indikator. 3) Cukup, jika muncul 2 indikator. 4) Kurang, jika muncul 1 indikator. C. Penilaian Pengetahuan

1. IPA

Penskoran:

No soal Kriteria Skor

1

Siswa menyebutkan 3 jawaban benar 30 Siswa menyebutkan 2 jawaban benar 20 Siswa menyebutkan 1 jawaban benar 10

2 Siswa menyebutkan 2 jawaban benar 20 Siswa menyebutkan 1 jawaban benar 10 Skor maksimal 50

2. Bahasa Indonesia Penskoran:

No soal Kriteria Skor

3

Siswa menyebutkan 3 jawaban benar 30 Siswa menyebutkan 2 jawaban benar 20 Siswa menyebutkan 1 jawaban benar 10

4 Siswa menyebutkan 2 jawaban benar 20 Siswa menyebutkan 1 jawaban benar 10 Skor maksimal 50

3. SBdP Penskoran:

Kriteria Skor

156

Siswa menjawab 3 gambar dengan benar 30 Siswa menjawab 2 gambar dengan benar 20 Siswa menjawab 1 gambar dengan benar 10 Skor maksimal 40

Dokumen terkait