• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan dan kendala-kendala yang dihadapi dalam penelitian ini, maka dapat diajukan beberapa saran sebagai berikut.

1. Bagi Guru

Hendaknya guru mempunyai strategi dan peraturan khusus untuk mengontrol kondisi siswa sehingga siswa dapat fokus mengikuti pembelajaran dan tidak hanya bermain saja, hendaknya guru juga mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan pembelajaran secara matang agar pembelajaran dapat berjalan dengan efektif dan efisien.

2. Bagi Siswa

Hendaknya siswa lebih berkonsentrasi dan bersungguh-sungguh dalam mengikuti pelajaran sehinggan ilmu yang disampaikan oleh guru dapat tersalurkan dengan baik. 3. Bagi Sekolah

Pihak sekolah, dinas pendidikan setempat, dan lingkungan sekitar sekolah hendaknya saling bekerja sama dalam pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar, sehingga wawasan dan pengalaman belajar siswa dapat bertambah.

104

DAFTAR PUSTAKA .

Barlia, L. (2006). Mengajar dengan Pendekatan Lingkungan Alam Sekitar. Jakarta: Depdiknas.

Daryanto. (2009). Panduan Proses Pembelajaran Kreatif & Inovatif. Jakarta: AV Publisher.

Depdikbud. (2003). Undang-Undang RI Tahun Nomor 20, Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Dimyati & Mudjiono. (2010). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Hamalik, O. (2011). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Hidayati, K. (2016). Peningkatan Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran IPA melalui Pemanfaatan Lingkungan sebagai Sumber Belajar pada Kelas IV SD 1 Cepokojajar Kabupaten Bantul. E-Journal Student UNY, Vol. V No. 12, 1-7. Izzaty, R.E., Suardiman, S.P., Ayriza, P., et al. (2013). Perkembangan Peserta Didik.

Yogyakarta: UNY Press.

Majid, A. (2011). Perencanaan Pembelajaran: Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mariyana, R., Nugraha, A. & Rachmawati, Y. (2010). Pengelolaan Lingkungan Belajar. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Mulyasa. (2007). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Musfiqon. (2012). Pengembangan Media & Sumber Pembelajaran. Jakarta: PT Prestasi Pustakarya.

Patilima, H. (2011). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Prastowo, A. (2010). Menguasai Teknik-Teknik Koleksi Data Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Diva Press.

Rohani, A. (1997). Media Instruksional Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta. ________. (2010). Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

105

Sagala, S. (2010). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta. Samatowa, U. (2016). Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Jakarta: PT Indeks. Sanjaya, W. (2011). Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta:

Kencana Prenada Media Group.

Saroni, M. (2006). Manajemen Sekolah: Kiat menjadi Pendidik yang Kompeten. Yogyakarta: Ar Ruzz.

Satori, D., & Komariah, A. (2011). Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Sudjana, N., & Rivai, A. (2013). Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Sugihartono, Fathiyah, K.N., Harahap, F.,et al. (2013). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press.

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

________. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sulistyorini. (2007). Model Pembelajaran IPA SD dan Penerapannya dalam KTSP. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Sumadi. (2007). Geografi 2 SMA Kelas XI. Jakarta: Yudhistira.

Sumiyati, D. (2016). Lingkungan untuk Meningkatkan Keterampilan Proses dan Hasil Belajar Kelas IV SD N Balangan II. E-Journal Student UNY, Vol. V No. 36, 1-9

Suparno, A.S. (1998). Pemanfaatan dan Pengembangan Sumber Belajar Pendidikan Dasar. Jakarta: Depdikbud.

Suryaman, M. (2012). Metodologi Pembelajaran Bahasa. Yogyakarta: UNY Press. Susanto, A. (2013). Teori Belajar & Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta:

106

Trianto. (2014). Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: PT Bumi Aksara. Tirtahardja, U. (2010). Pengantar Pendidikan. Jakarta: Depdikbud.

Uno, H.B., & Mohamad, N. (2013). Belajar dengan Pendekatan PAIKEM: Pembelajaran Aktif, Inovatif, Lingkungan, Kreatif, Efektif, Menarik. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Winkel. (2007). Psikologi Pengajaran. Yogyakarta: Media Abad.

Wisudawati, A.W., & Sulistyowati, E. (2014). Metodologi Pembelajaran IPA. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Wuryandani, W. (2013). Pemanfaatan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar PKn di Sekolah Dasar. Journal. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Yunanto, S.J. (2005). Sumber Belajar Anak Cerdas: Bagaimana Menggunakan Sumber Belajar dari Lingkungan Sekitar?. Jakarta: Grasindo.

107

108 Lampiran 1. Tabel Pemaparan Hasil Penelitian

Tabel 6. Pemaparan Hasil Penelitian

No Jenis Lingkungan Proses Kendala Upaya

1 Lingkungan kelas Siswa melakukan praktik di

dalam kelas, bermain game, dan melakukan percobaan sederhana

dan melakukan presentasi.

Selanjutnya, menyimpulkan

materi, melakukan evaluasi,

refleksi dan memberikan

pekerjaan rumah.

Siswa mudah bosan dan kurang

antusias dalam mengikuti

pelajaran.

Guru mengajak siswa menyanyikan yel-yel, terkadang memberikan nilai tambahan bagi siswa yang bisa menjawab pertanyaan.

Beberapa siswa kurang

memerhatikan penjelasan guru dan bermain dengan temannya.

Guru memberikan teguran dan nasihat, terkadang memberi hukuman atau diminta menggantikan guru mengajar. Guru membentuk kelompok secara heterogen agar ketua kelompok dapat mengkordinir anggotanya.

2 Lingkungan sekitar

sekolah

Siswa melakukan pengamatan

secara berkelompok di

lingkungan sekitar sekolah

tentang contoh kenampakan

alam dan buatan (sungai, sawah,

hutan buatan, pegunungan),

cuaca dan iklim (halaman

sekolah). Siswa masuk ke dalam

kelas untuk melakukan

presentasi dan tanya jawab.

Selanjutnya menarik

kesimpulan, evaluasi, refleksi, siswa diberi pekerjaan rumah.

Siswa sulit dikondisikan dan banyak yang bermain.

Siswa diberikan teguran dan diberi

nasihat serta hukuman untuk

merangkum buku paket. Guru

membentuk kelompok secara

heterogen agar ketua kelompok dapat mengkordinir anggotanya.

Siswa kesulitan menulis hasil

pengamatan dan kesulitan

menulis materi yang dipelajari di luar kelas

Guru membahas kembali materi yang dipelajari di luar kelas sehingga siswa dapat menulis materi.

109

3 Lingkungan warga Siswa melakukan pengamatan

secara berkelompok tentang

kegiatan dan kehidupan warga yang tinggal di dekat sekolah

untuk mempelajari materi

pengaruh cuaca dan iklim

terhadap kehidupan dan kegiatan manusia. Siswa masuk ke dalam kelas dan melakukan presentasi. Kegiatan dilanjutkan dengan menarik kesimpulan, evaluasi,

dan refleksi pembelajaran.

Kemudian memberikan tugas rumah.

Siswa sulit dikondisikan dan banyak yang bermain.

Siswa diberikan teguran dan diberi

nasihat serta hukuman untuk

merangkum buku paket. Guru

membentuk kelompok secara

heterogen agar ketua kelompok dapat mengkordinir anggotanya.

Siswa kesulitan menulis hasil

pengamatan dan kesulitan

menulis materi yang dipelajari di luar kelas.

Siswa menulis di lantai atau di tembok. Guru membahas kembali materi yang dipelajari di luar kelas.

4 Desa Wisata dan

Outbond di Grogol, Sleman, Yogyakarta

Siswa mengikuti kegiatan

outbond dengan melakukan

beberapa permainan. Melakukan evaluasi dan kembali ke sekolah.

Membutuhkan waktu yang lama Hanya dilaksanakan 1x setiap tengah semester.

Membutuhkan biaya, tempatnya jauh dan membutuhkan izin khusus dari kepala sekolah serta orang tua siswa

Memilih tempat yang jaraknya cukup dekat dengan sekolah dan harganya terjangkau.

110 Lampiran 2. Pedoman Observasi Guru

LEMBAR OBSERVASI GURU Hari/Tanggal :

Waktu :

Tempat :

Kegiatan :

No Aspek yang Diamati Deskripsi

1. Guru menentukan objek yang akan dipelajari.

2. Guru mengobservasi objek yang akan dipelajari.

3. Guru menentukan tujuan pembelajaran. 4. Menyampaikan tujuan pembelajaran. 5. Guru merumuskan bentuk kegiatan

yang akan dilakukan siswa. 6. Mengkondisikan kelas

sebelum memulai pelajaran.

7. Memberikan peringatan bagi siswa yang ramai.

8. Melakukan tanya jawab dengan siswa terkait dengan materi pelajaran.

9. Mengajak siswa belajar di luar kelas. 10. Memanfaatkan lingkungan sebagai

tempat belajar.

11. Meminta siswa untuk melakukan praktik langsung di lingkungan.

111

No Aspek yang Diamati Deskripsi

12. Mengkaitkan materi pelajaran dengan lingkungan.

13. Membimbing siswa yang belum memahami materi pelajaran.

14. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar.

15. Menggunakan buku panduan sebagai sumber belajar.

16. Memanfaatkan benda-benda maupun peristiwa yang ada di lingkungan sebagai sumber belajar.

17. Menarik kesimpulan dari materi yang telah dipelajari.

18. Melakukan refleksi pembelajaran. 19. Melakukan evaluasi dan memberikan

tugas rumah.

20. Memberi pesan moral agar siswa selalu menjaga lingkungan.

112 Lampiran 3. Pedoman Observasi Siswa

LEMBAR OBSERVASI SISWA Hari/Tanggal :

Waktu :

Tempat :

Kegiatan :

No Aspek yang diamati Deskripsi

1. Siswa antusias dalam mengikuti pembelajaran.

2. Siswa menanyakan hal-hal yang belum diketahui.

3. Siswa membuktikan sesuatu melalui fakta yang ada di lingkungan.

4. Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru

5. Siswa memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar.

6. Siswa melakukan praktik langsung di lapangan.

7. Siswa melakukan kegiatan observasi lingkungan

8. Siswa menjaga benda-benda yang ada di lingkungan.

9. Siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru.

113

No Aspek yang Diamati Deskripsi

10. Bersungguh-sungguh dalam mengikuti pelajaran.

11. Siswa mengulangi penjelasan guru 12. Siswa merasa senang belajar di luar

kelas.

13. Siswa menyimak saat guru memberikan penjelasan.

14. Siswa mencatat hal-hal penting yang disampaikan oleh guru.

15. Siswa berkonsentrasi saat mengikuti pelajaran.

16. Siswa memanfaatkan sumber belajar dengan maksimal.

17. Siswa tertarik dengan pembelajaran IPA yang dilakukan di lingkungan. 18. Siswa mempresentasikan hasil diskusi. 19. Siswa dengan bimbingan guru menarik

kesimpulan.

20. Siswa menyampaikan kesan-kesan selama mengikuti pembelajaran.

114 Lampiran 4. Pedoman Wawancara Guru

PEDOMAN WAWANCARA GURU Hari/Tanggal :

Waktu :

Tempat :

Narasumber :

No Pertanyaan Jawaban

1. Kegiatan apa saja yang dilakukan bapak sebelum pembelajaran dimulai?

2. Buku panduan apa saja yang digunakan dalam pembelajaran di lingkungan?

3. Metode apa yang sering digunakan bapak dalam proses pembelajaran IPA?

4. Bagaimana proses pembelajaran IPA dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar?

5. Bagaimana cara bapak mengaitkan materi pelajaran yang sedang dipelajari dengan lingkungan sekitar sekolah yang nantinya akan dijadikan sebagai sumber belajar?

6. Apakah bapak sering melakukan kuis atau tanya jawab dengan siswa saat belajar di lingkungan sekitar sekolah?

7. Tugas apa yang biasanya bapak berikan saat belajar di luar kelas?

8. Apa bapak persiapkan sebelum memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar?

9. Lingkungan apa saja yang biasanya dimanfaatkan sebagai sumber belajar IPA? 10. Apa alasan bapak memanfaatkan lingkungan

sebagai sumber belajar IPA?

11. Apa saja materi IPA yang sesuai jika guru memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar?

115

No Pertanyaan Jawaban

12. Apa saja langkah-langkah yang dilakukan dalam memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar IPA?

13. Apa tujuan Bapak memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar IPA?

14. Bagaimana respon siswa saat belajar di luar kelas?

15. Apa keuntungan yang diperoleh dari memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar IPA?

16. Apakah hasil belajar siswa meningkat setelah memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar?

17. Apa saja kendala yang dihadapi dalam memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar IPA?

18. Bagaiaman cara mengatasi kendala yang muncul?

19. Bagaimana cara bapak dalam memberikan evaluasi pembelajaran?

20. Apakah bapak sering memberikan PR?

21. Bagaiamana cara bapak melakukan refleksi pembelajaran yang bermakna agar pembelajaran yang telah dilakukan dapat diingat sebagai pengalaman yang beerarti bagi siswa?

22. Pernakah bapak mengajak siswa untuk belajar di lingkungan luar sekolah?

116 Lampiran 5. Pedoman Wawancara Siswa

PEDOMAN WAWANCARA SISWA Hari/Tanggal :

Waktu :

Tempat :

Narasumber :

No Pertanyaan Jawaban

1. Apakah kalian sering merasa bosan jika pembelajaran hanya dilakukan di dalam kelas? 2. Pernahkah kalian belajar di luar kelas?

3. Apakah pak guru sering mengajak kalian belajar di lingkungan sekitar sekolah?

4. Bagaimana perasaan kalian saat mengikuti pembelajaran di lingkungan sekitar sekolah? 5. Apa saja yang kalian pelajari saat belajar di

luar kelas?

6. Apa saja yang kalian lakukan saat belajar di luar kelas?

7. Apakah belajar dengan melihat atau praktik langsung di lingkungan memudahkan kalian dalam memahami materi?

8. Apakah kalian senang belajar di luar kelas? 9. Jika kalian belum paham, apakah kalian

menanyakan hal itu kepada guru?

10. Apakah kalian bisa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru?

11. Kenapa kalian lebih suka belajar di luar kelas dibandingkan belajar di dalam kelas?

12. Apakah pak guru memberikan peraturan khusus saat belajar di lingkungan alam?

13. Apakah belajar dengan memanfaatkan lingkungan membuat kalian lebih semangat dalam belajar?

117

No Pertanyaan Jawaban

14. Manakah yang lebih kalian suka praktik langsung di lapangan atau hanya melihat gambar?

15. Apakah kalian mudah mengingat materi pelajaran setelah belajar dengan memanfaatkan lingkungan?

118 Lampiran 6. Catatan Lapangan

CATATAN LAPANGAN A. Catatan Lapangan I

Hari, Tanggal : Jumat, 17 Februari 2017 Waktu : Pukul 07.00 – 09.10 WIB

Tempat : Ruang kelas IIIB dan halaman SD Negeri Panggang Kegiatan : Observasi dan dokumentasi

Deskripsi :

Pelajaran pertama dimulai pada pukul 07.00. Semua siswa sudah berada di dalam kelas. Guru meminta salah satu siswa untuk memimpin do’a. sebelum masuk ke materi pelajaran, guru memberikan motivasi dan apersepsi. Guru mengajak siswa menyanyikan lagu layang-layang, karena pada kegiatan pembelajaran sebelumnya siswa sudah belajar untuk membuat layang-layang dan kincir angin untuk menerapkan konsep energi gerak, yaitu contoh benda yang dapat digerakkan oleh angin. Setelah itu, guru meminta siswa untuk mematikan lampu dan kipas angin yang ada di dalam kelas. Lalu, guru bertanya kepada siswa, “Mengapa lampu dan kipas angin dimatikan?”, siswa menjawab, “Karena sudah siang, pak”, “Karena kelas sudah terang”, “Karena udara masih dingin”, “Karena belum gerah, pak”. Hal itu menunjukkan bahwa siswa cukup aktif dan cukup antusias dalam mengikuti pelajaran. Setelah selesai memberikan motivasi dan apersepsi, guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan pada hari itu.

Kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan pemberian materi Penghematan Energi. Guru menerapkan metode ceramah dalam memberikan materi. Guru menjelaskan bagaimana cara menghemat energi yang ada di sekitar kita. Guru memberikan satu contoh untuk menghemat energi listrik, yaitu dengan cara mematikan lampu apabila sudah terang. Kemudian, guru meminta

119

salah satu siswa untuk menyebutkan contoh yang lain dalam menghemat energi. Beberapa siswa terlihat mengacungkan jari untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru.

Setelah diberikan penjelasan sekilas mengenai materi Penghematan Energi, siswa diminta untuk membaca materi yang ada di buku paket agar siswa lebih paham mengenai materi tersebut. Ketika siswa yang lain sedang membaca, ada dua siswa laki-laki yang bermain tinju-tinjuan di dalam kelas sehingga mengganggu konsentrasi belajar siswa yang lain. Guru langsung menegur dan meminta siswa tersebut untuk lanjut membaca, jika tetap ramai siswa tersebut akan diberikan hukuman untuk menyanyi sambil menari di depan kelas. Akhirnya kedua siswa tersebut kembali ke tempat duduknya dan lanjut membaca.

Setelah selesai membaca, ada satu siswa yang bertanya kepada guru, “Pak guru, kendaraan hemat bahan bakar itu apa?”. Guru mempersilakan siswa lain untuk menjawab. Ada yang memberikan contoh sepeda, becak, andong, sepeda motor, mobil, dan bus. Guru meluruskan jawaban tersebut, jadi yang dimaksud kendaraan hemat bahan bakar adalah kendaraan yang hanya memerlukan sedikit atau bahkan tidak memerlukan bahan bakar. Contohnya sepeda, becak, dan andong karena kendaraan tersebut bergerak karena energi gerak dari manusia dan hewan. Guru meminta siswa untuk menulisnya di buku tulis agar tidak lupa.

Setelah siswa dirasa cukup paham dengan materi Penghematan Energi, guru meminta siswa untuk mempraktikan langsung cara menghemat energi yang ada di sekitar kelas tersebut. Siswa diminta untuk praktik mematikan lampu, mematikan kipas angin, dan mematikan kran air yang ada di depan kelas setelah menggunakannya. Setelah itu guru juga menyebutkan contoh untuk menghemat energi bahan bakar dan gas, yaitu dengan cara naik sepeda apabila hanya pergi

120

dalam jarak dekat, naik kendaraan umum, dan selalu mematikan kompor setelah selesai menggunakan.

Guru memberikan evaluasi pembelajaran berupa kuis tanya jawab. Bagi siswa yang bisa menjawab akan mendapatkan tambahan nilai. Semua siswa antusias dan saling berebut untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. Sebelum istirahat, guru memberikan PR untuk mengamati, menuliskan, dan mempraktikan kegiatan penghematan energi yang ada di sekitar rumah. Boleh cara menghemat energi listrik, energi bahan bakar gas, maupun energi lainnya. Tugas tersebut harus disertai foto ketika sedang melakukan kegiatan hemat energi. Sebelum mengakhiri kegiatan pembelajaran IPA hari ini, guru memberikan pesan agar siswa selalu berhemat energi.

Kegiatan dokumentasi yang dilakukan peneliti adalah mengambil foto-foto kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Selain itu, peneliti juga melakukan dokumentasi RPP yang dilakukan hari ini.

B. Catatan Lapangan II

Hari, Tanggal : Senin, 20 Februari 2017 Waktu : Pukul 10.00 – 11.45 WIB

Tempat : Ruang kelas IIIB dan halaman SD Negeri Panggang Kegiatan : Observasi dan dokumentasi

Deskripsi :

Pengumpulan data dimulai setelah jam istirahat pertama berlangsung. Materi IPA yang dipelajari hari ini tentang Kanampakan Permukaan Bumi. Sebelum pelajaran dimulai, guru mengkondisikan siswa dengan cara menanyakan siswa sudah siap belajar atau belum. Siswa yang masih ramai ditegur oleh guru dan diminta untuk menggantikan guru mengajar di depan kelas. Setelah keadaan sudah mulai terkondisi, pelajaran baru dimulai. Sebelum masuk ke materi pembelajaran, guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan

121

“Siapa yang pernah pergi ke hutan mangrove di Kulon Progo?”, ada siswa yang menjawab pernah dan ada juga siswa yang menjawab belum pernah. Pelajaran dilanjutkan dengan kegiatan tanya jawab antara guru dan siswa. Saat kegiatan tanya jawab, siswa cukup aktif dan mampu menjawab pertanyaan dari guru meskipun masih harus ditunjuk dan dipancing terlebih dahulu oleh guru, seperti saat ditanya apa perbedaan gunung dan pegunungan, apa perbedaan waduk dan danau.

Saat pembelajaran berlangsung di dalam kelas, beberapa siswa yang duduk di bangku belakang kurang memperhatikan penjelasan guru dan mereka lebih senang bermain dengan teman sebangkunya sehingga mengganggu konsentrasi siswa yang lain. Oleh karena itu, guru menunjuk siswa yang ramai untuk menjawab pertanyaan, jika tidak bisa menjawab dengan benar siswa yang ramai diminta untuk menyanyikan lagu di depan kelas. Ketika guru memberikan pertanyaan “Kenampakan permukaan bumi dibagi menjadi berapa?” siswa memberikan jawaban yang berbeda-beda, ada yang menjawab 2, 4, bahkan 6. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada siswa yang belum memahami materi ini.

Setelah melakukan kegiatan tanya jawab, guru membentuk siswa menjadi 7 kelompok, masing-masing kelompok beranggotakan 4-5 siswa. Ketika pembagian kelompok, ada beberapa siswa yang protes dan tidak mau satu kelompok dengan salah satu siswa. Namun, guru memberikan ketegasan bahwa semua siswa adalah teman, semua sama saja, semua siswa harus saling bekerja sama, dan harus selalu kompak. Setelah selesai membentuk kelompok, guru memberikan penjelasan mengenai kegiatan apa yang akan dilakukan siswa. Guru memberikan 2 tugas kepada siswa, yaitu mengamati contoh-contoh kenampakan alam dan kenampakan buatan yang ada di sekitar SD Negeri Panggang Sedayu, serta mengamati batas-batas yang ada di SD Negeri Panggang Sedayu. Sebelum mengajak siswa belajar di luar kelas, guru menetapkan beberapa peraturan, diantaranya guru memberikan batasan waktu 15 menit untuk mengamati

122

lingkungan di sekolah, sebelum keluar kelas siswa harus memakai sepatu terlebih dahulu. Setelah itu, siswa diajak keluar kelas untuk mengamati lingkungan di sekitar sekolah bersama kelompoknya masing-masing.

Siswa sangat antusias dalam mengikuti pelajaran di luar kelas. Hal itu terbukti ketika siswa berkali-kali bertanya kepada guru dan peneliti tentang contoh kenampakan alam dan buatan. Siswa juga semangat dan saling bekerja sama dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Meskipun setiap kelompok berpencar ke tempat yang berbeda-beda dan ada beberapa siswa yang asyik bermain kejar-kejaran, namun pembelajaran di luar kelas masih dapat dikondisikan oleh guru. Setelah 15 menit, guru mengajak siswa kembali ke dalam kelas untuk melanjutkan diskusi dengan kelompoknya masing-masing.

Kegiatan pembelajaran dilanjutkan di dalam kelas. Guru meminta tiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas dan kelompok yang lain diminta untuk memperhatikan dan bertanya apabila mempunyai jawaban yang berbeda dengan kelompok penyaji. Selama presentasi berlangsung, ada dua siswa yang mewakili kelompoknya memberikan pertanyaan, sedangkan kelompok penyaji menjawab pertanyaan yang diberikan, sehingga terjadi kegiatan tanya jawab. Saat presentasi ketiga, ada salah satu siswa yang tidak memperhatikan dan bermain sendiri sehingga dia ditegur oleh kelompok penyaji. Dikarenakan keterbatasan waktu, sehingga hanya ada tiga kelompok yang mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. Hasil diskusi kelompok kemudian di kumpulkan kepada guru.

Sebelum mengakhiri kegiatan pelajaran, guru melakukan tes berupa kuis (dikte). Guru membacakan pertanyaan terkait dengan materi yang telah dipelajari, siswa diminta langsung menuliskan jawaban di buku tulis masing-masing. Guru memberikan sepuluh soal, yaitu:

1. Apa yang dimaksud kenampakan alam?

123

3. Siapa yang membuat kenampakan buatan?

4. Sebtukan 3 contoh kenampakan buatan yang ada di sekitar sekolah!

5. Kenampakan buatan apa yang paling banyak yang ada di sekitar SD Negeri Panggang?

6. Batas sungai ada di sebelah mana SD Negeri Panggang?

7. Sebutkan 2 cara untuk menjaga kenampakan buatan yang ada di sekitar seolah!

8. Sebutkan 2 cara untuk menjaga kenampakan alam yang ada di sekitar seolah!

9. Bagaimana pendapat kalian tentang kebersihan di SD Negeri Panggang Sedayu? Berikan alasannya!

10. Bagaimana menurut kalian, apabila sungai dimanfaatkan untuk MCK? Sesampainya pada pertanyaan yang kesepuluh, sebagian besar siswa belum mengetahui apa yang dimaksud MCK sehingga mereka langsung bertanya kepada guru dan peneliti. Hal ini membuktikan bahwa antusias, konsentrasi, dan semangat mengerjakan siswa cukup tinggi. Kegiatan selanjutnya adalah mengoreksi jawaban. Masing-masing siswa mengoreksi jawabannya sendiri. Hal itu dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan dengan alasan untuk melatih dan membiasakan siswa untuk selalu berperilaku jujur. Cara yang digunakan guru untuk mengoreksi jawaban adalah guru menunjuk siswa untuk menjawab soal yang diberikan oleh guru. Setelah selesai, guru memasukkan nilai ke dalam buku nilai dengan memanggil nama siswa satu persatu. Sebagian besar siswa

Dokumen terkait