DAN DAUN KEMBANG SEPATU
LEMBAR PENGESAHAN
Menyetujui,
Pembimbing Utama, Pembimbing Anggota,
Dr. Sri Suharti, S.Pt. M.Si. Dr. Ir. Ahmad Darobin Lubis, MSc NIP: 19741012 200501 2 002 NIP. 19670103 199303 1 001
Mengetahui: Ketua Departemen
Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan
Dr. Ir. Idat Galih Permana, MSc.Agr. 19670506 199103 1 001
v RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan pada tanggal 2 Mei 1988 di Kampung Tangah Kec. Palembayan Kab. Agam, Sumatera Barat. Penulis merupakan anak dari pasangan Bapak Suwirman Achmad (Alm) dan Ibu Risnawati.
Penulis menempuh pendidikan dasar di SDN 07 Koto Alam Kec. Palembayan Kab. Agam Sumatera Barat pada tahun 1995 hingga tahun 2001.Pendidikan lanjutan tingkat menengah pertama dimulai oleh penulis pada tahun 2001 dan diselesaikan pada tahun 2004 di MTsN 2 Bukittinggi. Penulis kemudian melanjutkan pendidikan menengah umum ke SMAN 2 Lubuk Basung pada tahun 2004 dan lulus pada tahun 2007.
Penulis diterima sebagai mahasiswa Institut Pertanian Bogor pada tahun 2007 melalui program USMI (Undangan Seleksi Masuk Institut Pertanian Bogor) dan terdaftar pada mayor Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan. Selama mengikuti pendidikan, penulis aktif di Himpunan Mahasiswa Nutrisi dan Makanan Ternak (HIMASITER) Fakultas Peternakan, Institut Pertanian bogor.
vi KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirabbil’aalamin. Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala karunia dan rahmat-Nya sehingga penelitian dan penulisan skripsi ini dapat diselesaikan. Skripsi ini berjudul Perubahan Populasi Mikroba Rumen dan Produksi Gas Metan in vitro dengan Penambahan Minyak Cengkeh (Syzygium aromaticum), Ampas Teh dan Daun Kembang Sepatu. Skripsi ini ditulis berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan mulai bulan Februari sampai bulan Agustus 2011 bertempat di Laboratorium Biokimia, Fisiologi dan Mikrobiologi Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor.
Eugenol yang terkandung dalam minyak daun cengkeh, saponin dari daun kembang sepatu dan tanin dari ampas teh merupakan senyawa sekunder tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai senyawa yang dapat memanipulasi keadaan sistem rumen pada ternak ruminansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara in vitro pengaruh penambahan minyak daun cengkeh, pada kombinasi ampas teh dan daun kembang sepatu terhadap populasi mikroba rumen (protozoa, bakteri amilolitik, bakteri selulolitik, bakteri proteolitik) dan produksi gas metan.
Penulis memahami bahwa dalam penulisan skripsi ini masih banyak terdapat kekurangan. Penulis pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut berperan sehingga penulisan skripsi ini dapat terselesaikan. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca.
Bogor, Januari 2012
34 DAFTAR PUSTAKA
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. 2005a. Tanaman obat Indonesia: Teh. http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&id=159. [17 Juni 2011].
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. 2005b. Tanaman obat Indonesia: Kembang sepatu sungsang. http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&id=82. [17 Juni 2011].
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. 2005c. Tanaman obat Indonesia: Cengkeh. http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&id=9. [17 Juni 2011].
Bakrie, B., J. Hogan, J. B. Liang, A. M. M. Tereque, & R. C. Upadhay. 1996. Ruminant Nutrition and Production in the Tropics and Subtropics. Autralian Center for International Agriculture Research. Canberra.
Beguin, P. & J. P. Aubert. 1992. Cellulases. E. J. Laderberg (ed), Encyclopedia of Microbiology. Vol.1. Academic Press, California.
Busquet, M., S. Calsamiglia, A. Ferret, & C. Kamel. 2006. Plant extracts affect in vitro rumen microbial fermentation. J. Dairy Sci. 89(2): 761–771.
Cardozo, P. W., S. Calsamiglia, A. Ferret, & C. Kamel. 2004. Effects of natural plant extracts on ruminal protein degradation and fermentation profiles in continuous culture. J. Anim. Sci. 82: 3230–3236.
Carulla, J. E., M. Kreuzer, A. Machmuller, & H. D. Hess. 2005. Supplementations of Accacia mearnsii tannins decrease metanogenesis and urinary nitrogen in forage-fed sheep. Australian Journal of Agricultural Research, 56: 961-970. Close, W. & K. Menke. 1986. Selected Topics in Animal Nutrition. Universitas
Hohenheim, Hohenheim
Dalimartha, S. 2005. Tanaman Obat di Lingkungan Sekitar. Puspa Swara, Jakarta. Davidson, P. M. & A. S. Naidu. 2000. Phyto-phenols. Pages 265–293 in Natural
Food Antimicrobial Systems. A. S. Naidu, ed. CRC Press, Boca Raton, FL. Dehority, B. A. 2004. Rumen Microbiology. Nottingham University Press,
Nottingham.
Dwiono, A., T. Subarni, I. Yuliastuti, & D. Susanti. 2002. Pembuatan senyawa berkhasiat tabir surya 3,4-dimetoksi heksil sinamat dari bahan dasar minyak cengkeh1. Buletin Penalaran Mahasiswa UGM. Vol 10 No.01. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, UGM, Yogyakarta.
Ensminger, M. E., J. E. Oldfield, & W. W. Heinemann. 1990. Feeds and Nutrition. The Ensminger Publishing. California.
Fitri, A., N. Hidayah, D. M. Utami, & W. W. Suryani. 2010. Pemanfaatan senyawa bioaktif kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis) untuk menekan produksi gas metan pada ternak ruminansia. Laporan PKM Penelitian. Fakultas Peternakan, IPB, Bogor.
35 Guedon, E., M. desvaux, & H. Petitdemange. 2002. Improvement of cellulolytic
properties of Clostridium cellulolyticum by metabolic engineering. Appl. Environ. Microbiol. 68(1): 53-58.
Harborne, J. B. 1996. Metode Fitokimia. Terjemahan: K. Padmawinata. ITB Press, Bandung.
Hartadi, H., S. Reksohadiprodjo, S. Lebdosukojo, & A. D. Tillman. 1980. Tabel Komposisi Pakan untuk Indonesia. Gajah Mada University Press, Yogyakarta.
Hess, H. D., M. Kreuzer, T. E. Diaz, C. E. Lascano, J. E. Carulla, C. R. Soliva, & A. Machmuller. 2003. Saponin rich tropical fruits affect fermentation and methagonesis in feunated and defaunated rumen fluid. Anim. Feed Sci. Technol. 109: 79-94.
Hobson, P. N. & C. S. Stewart. 1997. The Rumen Microbial Ecosystem. Blackie Academic and Professional. London.
Hungate, R. E. 1966. The Rumen and Its Microbbe. Academic Press, New York. San Fansisco. London.
Hyene, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia. Vol III. Terjemahan : Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Sarana Jaya, Jakarta.
Jordan, E., D. K. Lovelt, E. J. Monahan, J. Callan, B. Flymen, & F. P. O’Marz. 2006. Effect of refined coconut oil or copra meal on metane output and intake and performance of beef heifers. J.Anim. Sci. 84: 162-170.
Jouany, J. P. 1991. Defaunation of The Rumen. In: J.P. Jouany (Ed). Rumen Microbial Metabolism and Ruminant Digestion. Institute Nationale De La echerche Agronomique, INRA.
Kamra, D. N. 2005. Rumen microbial ecosystem. Special Section: Microbial Diversity Current Science. 89(1): 124-135.
Ketaren , S. 1985. Pengantar Teknologi Minyak Atsiri. PN Balai Pustaka. Jakarta. Kurniawan, H. 2005. Semi sintesis vanili dari eugenol dengan metode microwave.
Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Indonesia. Depok.
Machmulller, A., C. R. Soliva, & M. Kreuzer. 2003. Effect of coconut oil and defaunation treatment on methanogenesis in sheep. Repord. Nutr. Dev. 43: 41-45.
Makkar, H. P. S. 2003. Effects and fate of tannins in ruminant animals, adaptation to tannins and strategies to overcome detrimental effect of feeding tannin-rich feeds. Small Ruminant Research. 49 : 241-256.
Mannie, E. 1999. Natural antimicrobial ingredients for meat products. Di dalam: Naveena BM, Muthukumar M, Sen AR, Babji Y, Murthy TRK. Improvement of self life of buffalo meat using lactic acid, clove oil and vitamin C during retail display. Meat Science 74: 409-415.
36 Martin, C., M. Doreau, & D. P. Morgavi. 2008. Methane mitigation in ruminants:
from rumen microbes to the animal. Livestock and global climate change conference, Hammamet, Tunisia.
McDonald, P., R. A. Edward, J. F. D. Greenhalg, & C. A. Morgan. 2002. Animal Nutrition. 6th Edition. Scientific and Tech John Willey & Sons. Inc, New York.
Miller, T. l. 1995. Ecology of Methane Production and The Rumen. In: Engelhard W. V., Leonhard, Marek S., Breves G., Glescke D. (eds). Ruminant Physiology: Digestion, Metabolism Growth and Reproduction, Ferdinand Enke Verks, Sttuggart. pp: 317-331.
Moss, A. R., J. P. Jouany, & J. Newbold. 2000. Metane production by ruminants: its contribution to global warming. Ann. Zootech. 49: 231-253.
National Research Council. 2001. Nutrient Requirements of Dairy Cattle 7th Revised Edition. National Academy Press, Washingtong D.C.
Nurdjannah, N. 2004. Diversifikasi penggunaan cengkeh. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Pertanian. Perspektif 3 (2): 61-70.
Ogimoto, K. & S. Imai. 1981. Atlas of Rumen Microbiology. Japan Scientific Societies. Press, Tokyo.
Pelczar, M. J. & E. C. S. Chan. 1988. Dasar-dasar Mikrobiologi 1. Terjemahan : Hadioetomo, R. S. Universitas Indonesia Press, Jakarta.
Prihandono, R. 2001. Pengaruh suplementasi probiotik bioplus, lisinat Zn dan minyak ikan lemuru (sardinella longiceps) terhadap tingkat penggunaan pakan dan produk fermentasi rumen domba. Skripsi. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Puchala, R., B. R. Min, A. L. Goetsch, & T. Sahlu. 2005. The effect of condensed tanin-containing forage on metane emission by goats. J. Anim. Sci. 83: 182-186.
Purseglove, J. W., E. G. Brown, C. L. Green, & S. R. J. Robbins. 1981. Spices. Vol.2. Longman, London.
Robinson, T. 1995. Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi. Penerjemah K. Padmawinata. ITB Press, Bandung.
Ruhnayat, A. 2002. Memproduktifkan Cengkeh, Tanaman Tua dan Tanaman Terlantar. Cetakan 1. Penerbit Swadaya. Jakarta.
Sastrohamidjojo, H. 2002. Kimia Atsiri. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam .Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.
Setiani, E. 2002. Evaluasi in vitro kombinasi ampas teh dengan daun kembang sepatu sebagai pakan domba. Skripsi. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Soebarinoto. 1986. Evaluasi beberapa hijauan leguminosa pohon sebagai sumber protein untuk ternak. Fakultas Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
37 Subrata, A. 2005. Pemanfaatan tanin ampas teh terhadap efek defaunasi, parameter fermentasi rumen dan sintesis protein mikrobia secara in vitro. Tesis Mahasiswa Fakultas Peternakan. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
Suparjo. 2008. Saponin, peran dan pengaruhnya bagi ternak dan manusia. Laboratorium Makanan Ternak. Fakultas Peternakan. Universitas Jambi. http//:jojo66.wordpress.com. [15 Maret 2011].
Suryowinoto, S. M. 1997. Flora Eksotika, Tanaman Hias Berbunga. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.
Sutardi, T. 1980. Landasan Ilmu Nutrisi. Departemen Ilmu Makanan Ternak. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Takahashi, J. 2006. Greenhouse gases emission and sustainable development of animal agriculture. http://ir.obihiro.ac.jp/dspace/bitstream.pdf [16 Oktober 2011]
Tampubolon M. 2004. Protozoologi. Departemn Pendidikan dan Kebudayaan; Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi; Pusat Studi Ilmu Hayati, Institut Pertanian Bogor.
Tjitrosoepomo, G. 1994. Taksonomi Tumbuhan Obat-Obatan. Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.
Waghorn, G. C., M. H. Tavendalle, & D. R. Woodfield. 2002. Metanogenesis from forages fed to sheep. Proc. N. Z. Grassland Assoc. 64: 167-171.
Wallace, R. J., N. R. McEwan, F. M. McIntosh, B. Teferedegne, & C. New Bold. 2002. Natural product as manipulators of rumen fermentation. Asian-Aus. J. Anim. Sci. 15: 1458-1468.
Wang, Y., T. A. McAllister, L. J. Yanke, & P. R. Cheeke. 2000. Effect of steroidal saponin from yucca schidigera extract on ruminal microbes. Appl. Microbiol. 88: 887-896.
Widyastuti, A. T. 2005. Isolasi dan uji kemampuan selulolitik bakteri simbion rayap pendegradasi serat. Skripsi. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
38 LAMPIRAN
39 Hasil Pengolahan Data Menggunakan SPSS 16
Lampiran 1. Hasil Sidik Ragam Perlakuan terhadap Populasi Protozoa Sumber Keragaman Jumlah
Kuadrat
Derajat Bebas
Kuadrat
Tengah F.hit Signifikansi
Perlakuan 0,640 3 0,213 22,340 0,000
Kelompok 0,848 4 0,212 22,211 0,000
Galat 0,115 12 0,010
Total 416,745 20
Total Koreksi 1,603 19
Lampiran 2. Uji Lanjut Duncan Perlakuan terhadap Populasi Protozoa (P<0,05) Subset Perlakuan N 1 2 4 5 4,3120 3 5 4,4640 2 5 4,6820 1 5 4,7660 Sig. 0,030 0,199
Lampiran 3. Hasil Sidik Ragam Perlakuan terhadap Populasi Bakteri Amilolitik Sumber Keragaman Jumlah
Kuadrat
Derajat Bebas
Kuadrat
Tengah F.hit Signifikansi
Perlakuan 3,162 3 1,054 5,330 0,014
Kelompok 1,062 4 0,265 1,343 0,310
Galat 2,372 12 0,198
Total 968,897 20
40 Lampiran 4. Uji Lanjut Duncan Perlakuan terhadap Populasi Bakteri Amilolitik
(P<0,05) Subset Perlakuan N 1 2 2 5 6,5100 3 5 6,7820 6,7820 1 5 6,8680 6,8680 4 5 7,5860 Sig. 0,249 0,018
Lampiran 5. Hasil Sidik Ragam Perlakuan terhadap Populasi Bakteri Selulolitik Sumber Keragaman Jumlah
Kuadrat
Derajat Bebas
Kuadrat
Tengah F.hit Signifikansi
Perlakuan 0,106 3 0,035 0,052 0,984
Kelompok 2,648 4 0,662 0,965 0,462
Galat 8,234 12 0,686
Total 819,217 20
Total terkoreksi 10,988 19
Lampiran 6. Hasil Sidik Ragam Perlakuan terhadap Populasi Bakteri Proteolitik Sumber Keragaman Jumlah
Kuadrat
Derajat Bebas
Kuadrat
Tengah F.hit Signifikansi
Perlakuan 0,437 3 0,146 0,316 0,814
Kelompok 1,011 4 0,253 0,548 0,704
Galat 5,528 12 0,461
Total 944,056 20
41 Lampiran 7. Hasil Sidik Ragam Perlakuan terhadap Produksi Gas Metan
Sumber Keragaman Jumlah Kuadrat
Derajat Bebas
Kuadrat
Tengah F.hit Signifikansi
Perlakuan 216,016 3 72,005 1,617 0,282
Kelompok 1543,450 2 771,725 17,326 0,003
Galat 267,251 6 44,542
Total 50256,365 12