• Tidak ada hasil yang ditemukan

NILAI SISWA = SKOR YANG DIPEROLEH

1) Lembar Soal

Tes yang akan diberikan kepada siswa berbentuk soal. Berikut ini adalah soal yang dijadikan instrumen tes kemampuan siswa dalam mengonversi teks eksplanasi kompleks menjadi teks dialog adalah sebagai berikut.

Irene Mutiara Khaeranti, 2015

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE BERPIKIR, BERPASANGAN, DAN BERBAGI (THINK, PAIR, AND SHARE) DALAM PEMBELAJARAN MENGONVERSI TEKS EKSPLANASI KOMPLEKS MENJADI TEKS DIALOG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Lembar Tugas Portofolio

Mengonversi Teks Eksplanasi Kompleks menjadi Teks Dialog Nama :

Kelas :

Petunjuk: Kerjakanlah soal berikut dengan sebaik-baiknya.

1. Baca dan cermati teks eksplanasi kompleks yang berjudul “Kepercayaan Masyarakat Akan Kemunculan Sebuah Komet Ikeya-Seki” berikut ini! 2. Konversikan teks eksplanasi kompleks tersebut menjadi teks dialog!

3. Tulis di lembar jawaban yang telah disediakan. Jangan lupa perhatikan hal-hal berikut.

a. Kesesuaian antara teks dialog dengan isi teks eksplanasi kompleks b. Ketepatan pengubahan bentuk yaitu menjadi teks dialog

c. Kreativitas mengembangkan isi teks eksplanasi kompleks d. Ketapatan pemlihan kata, ketepatan EYD, dan tanda baca e. Kerapian tulisan

Kepercayaan Masyarakat Akan Kemunculan Sebuah Komet Ikeya-Seki Komet Ikeya-Seki yang memiliki kode C/1965 S1 adalah priode kedatangan Komet terpanjang dan terlama yang pernah terlihat dari Bumi. Komet ini pertama sekali teramati oleh dua astronomer Jepang bernama Kaoru Ikeya dan Tsutomu Seki sebagai objek teleskopik samar pada 18 September 1965. Dari perhitungan kedua astronom tersebut, diperkirakan dari orbitnya bahwa pada tanggal 21 Oktober komet ini akan bergerak melalui matahari dengan jarak yang dekat sekali yaitu 450.000 Km diatas permukaan matahari. Komet ini merupakan bagian dari Kreutz Sun Grazers dan akan tampak terang dan jelas sekali terlihat dari bumi. Perhitangan tersebut tepat, Komet Ikeya-Seki itu betul-betul menampakkan diri tepat sesuai dengan prediksi dan hadir sebagai Komet paling terang yang pernah terlihat sepanjang sejarah modern dunia dengan panjang ekornya mencapai 112.654.080 KM.

Kehadiran Komet Ikeya-Seki yang dapat dilihat secara mata telanjang dan penampakannya berlangsung berhari-hari membuat beredar isu kala itu bahwa akan terjadi sebuah mala petaka besar. Isu itu kian membuat ngeri

ketika orang-orang dapat menyaksikan secara jelas ekor Komet Ikeya-Seki yang tampak begitu besar dan seolah-olah akan membelah angkasa. Sampai saat ini kedatangan Komet Ikeya-Seki juga selalu dikait-kaitkan dengan peristiwa Gerakan 30 September atau yang dikenal juga dengan istilah G 30 S, yaitu sebuah peristiwa yang terjadi selewat malam tanggal 30 September sampai di awal 1 Oktober 1965 di mana enam pejabat tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh dalam suatu usaha percobaan kudeta yang kemudian dituduhkan kepada anggota Partai Komunis Indonesia.

Penampakan Komet Ikeya-Seki berhari-hari yang dimulai semenjak 21 Oktober 1965 dan berakhir pada bulan tersebut yang kemudian menyusul Gerakan 30 September membuat misteri Komet Ikeya-Seki masih menjadi pertanyaan besar sampai saat ini. Memang tidak dapat dipungkiri, bahwa pada kepercayaan masyarakat yang mengaitkan kedatangan komet dengan munculnya bencana, seperti wabah, peperangan, dan paceklik sudah lama berlangsung. Dalam rekaman Babad Tanah Jawi dikisahkan pertarungan keris pusaka Kyai Sangkelat dan Kyai Condongcatur milik kerajaan Majapahit. Ternyata, Kyai Condongcatur kalah dan ujung kerisnya patah. Kemudian oleh Prabu Brawijaya, Raja Majapahit waktu itu, keris itu diperbaiki dengan cara ditempa. Sesaat akan dipalu, Kyai Condongcatur melesat ke langit, berubah menjadi komet dan mulai melakukan balas dendam dengan menurunkan bencana. Contoh lain yang mengaitkan antara kedatangan Komet dengan becana selain kedatangan Komet Ikeya-Seki yang berimbas kepada terjadinya G 30 S di Indonesia, juga pernah tercatat kejatuhan kerajaan Normandia pada tahun 1066 oleh kerajaan Inggris dan kejadian itu juga ditandai dengan terjadinya kedatangan sebuah Komet besar.Memang misteri kedatangan Komet Ikeya-Seki dengan kejadian G 30 S tidak berkaitan. Namun karena kedua kejadian tersebut telah terjadi hampir secara bersamaan, membuat misteri ini tetap menjadi pertanyaan besar, khususnya bagi mereka yang saat kejadian tersebut sudah dapat menyaksikan terjadinya kedua kejadian besar yang pernah terjadi sepanjang sejarah Indonesia.

Irene Mutiara Khaeranti, 2015

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE BERPIKIR, BERPASANGAN, DAN BERBAGI (THINK, PAIR, AND SHARE) DALAM PEMBELAJARAN MENGONVERSI TEKS EKSPLANASI KOMPLEKS MENJADI TEKS DIALOG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 2) Lembar Penilaian

Lembar penilaian berupa format kriteria penilaian mengonversi teks eksplanasi kompleks menajdi teks dialog. Dalam format kriteria penilaian ini akan dijabarkan aspek-aspek yang menjadi penilaian dalam mengonversi teks eksplanasi kompleks menjadi teks dialog sehingga data hasil kemampuan siswa dalam mengonversi teks eksplanasi kompleks menjadi teks dialog akan dapat diketahui dengan jelas sebagai kebutuhan penelitian. Adapun kriteria penilaian menulis mengonversi teks eksplanasi kompleks menjadi teks dialog adalah sebagai berikut.

Tabel 3.6

Kriteria Penilaian Mengonversi Teks Eksplanasi Kompleks menjadi Teks Dialog

No Aspek yang dinilai Skor Bobot Deskripsi

1

Kesesuaian antara Teks Dialog dengan Isi Teks Eksplanasi Kompleks

4

8

Antara teks dialog dengan isi teks eksplanasi kompleks sangat sesuai bila memiliki inti cerita yang sama sebanyak 80-100%

3

Antara teks dialog dengan isi teks eksplanasi kompleks sudah sesuai bila memiliki inti cerita yang sama sebanyak 60-79%

2

Antara teks dialog dengan isi teks eksplanasi kompleks cukup sesuai bila memiliki inti cerita yang sama sebanyak 30-59%

1

Antara teks dialog dengan isi teks eksplanasi kompleks kurang sesuai bila memiliki inti cerita yang sama sebanyak 30%

Pengubahan Bentuk Teks Eksplanasi Kompleks

diubah sangat tepat bila memiliki kesesuaian dengan hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyusun teks dialog sebanyak 80-100%

3

Teks eksplanasi kompleks yang diubah tepat bila memiliki kesesuaian dengan hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyusun teks dialog sebanyak 60-79%

2

Teks eksplanasi kompleks yang diubah tepat bila memiliki kesesuaian dengan hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyusun teks dialog sebanyak 30-59%

1

Teks eksplanasi kompleks yang diubah tidak tepat bila memiliki kesesuaian dengan hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyusun teks dialog sebanyak 30%

3 Daya Tarik

4

2

Teks dialog sangat memiliki daya tarik bila memiliki judul, alur dan gaya bahasa yang menarik

3

Teks dialog memiliki daya tarik bila terdapat dua dari tiga kategori di atas

Irene Mutiara Khaeranti, 2015

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE BERPIKIR, BERPASANGAN, DAN BERBAGI (THINK, PAIR, AND SHARE) DALAM PEMBELAJARAN MENGONVERSI TEKS EKSPLANASI KOMPLEKS MENJADI TEKS DIALOG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

tarik bila terdapat salah satu dari tiga kategori di atas

1

Teks dialog tidak memiliki daya tarik bila tidak terdapat kategori di atas

4

Kreativitas Mengembangkan Isi Teks Eksplanasi Kompleks

4

5

Teks dialog dinilai sangat kreatif bila terdapat 30% atau lebih pengembangan isi teks eksplanasi kompleks

3

Teks dialog dinilai kreatif bila terdapat 15% atau lebih pengembangan isi teks eksplanasi kompleks

2

Teks dialog dinilai cukup kreatif bila terdapat 10% atau lebih pengembangan isi teks eksplanasi kompleks

1

Teks dialog dinilai kurang kreatif bila kurang dari 5% atau lebih pengembangan isi teks eksplanasi kompleks

5 Ketapatan Pemlihan Kata, Ketepatan EYD, dan Tanda Baca

4

3

Tepat dalam memilih kata, kesalahan EYD dan tanda baca antara 1-10

3

Tepat dalam memilih kata, kesalahan EYD dan tanda baca >11

2

Kurang tepat dalam memilih kata, kesalahan EYD dan tanda baca 1-10

1

Kurang tepat dalam memilih kata, kesalahan EYD dan tanda baca >10

6 Kerapian Tulisan

4

2

Tulisan sangat mudah dibaca, sangat rapi, dan jelas maksudnya 3 Tulisan mudah dibaca, rapi, dan

jelas maksudnya

2 Tulisan cukupmudah dibaca, cukup rapi, dan jelas maksudnya

1

Tulisan masih dapat dibaca, kurang rapi, dan kurang jelas maksudnya

Hasil penilaian dihitung dengan rumus:

Pada tahap selanjutnya, nilai yang telah diperoleh dikategorikan berdasarkan tabel kategori penilaian tes keterampilan mengonversi teks eksplanasi kompleks menjadi teks dialog sebagai berikut.

Tabel 3.7

Kategori Penilaian Mengonversi Teks Eksplanasi Kompleks menjadi Teks Dialog

Berdasarkan Skala Nilai

No. Kategori Nilai Konversi

1. Sangat Baik 86-100 3,33 < skor < 4,00 2. Baik 76-85 2,33 < skor < 3,33 3. Cukup 61-75 1,33 < skor < 2,33 4. Kurang 41-60 0,33< skor < 1,33 5. Sangat Kurang 0-40 0 < skor < 0,33

Nilai =

Irene Mutiara Khaeranti, 2015

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE BERPIKIR, BERPASANGAN, DAN BERBAGI (THINK, PAIR, AND SHARE) DALAM PEMBELAJARAN MENGONVERSI TEKS EKSPLANASI KOMPLEKS MENJADI TEKS DIALOG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu c. Instrumen Observasi

Instrumen observasi dalam penelitian ini berupa lembar observasi aktivitas guru dan lembar observasi aktivitas siswa. Observasi dilakukan untuk mengetahui dan memperoleh informasi mengenai sikap dan perilaku siswa dan guru, kegiatan yang dilakukan, tingkat partisipasi dalam suatu kegiatan, dan hasil yang diperoleh dari kegiatan yang telah dilakukan. Observasi ini dilakukan oleh observer atau pengamat untuk mengamati dan menilai kegiatan belajar mengajar menggunakan model kooperatif tipe berpikir, berpasangan, dan berbagi pada siswa kelas XI SMA Negeri 9 Bandung tahun ajaran 2014-2015. Observer mengisi lembar observasi dengan memberikan catatan pada kolom-kolom yang telah disediakan. Pengisian catatan ini berdasarkan kondisi yang nyata dan faktual yang terjadi saat proses belajar-mengajar.

1) Lembar Observasi Aktivitas Guru

Dokumen terkait