• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lengkeng (Euphoria longana) 1991

TRIATMININGSIH, R.

Pengaruh perbandingan auksin dan sitokinin terhadap pertumbuhan dan perkembangan eksplan lengkeng secara kultur in vitro (I). The effects of auxin and cytokinin concentrations on growth and development, of longan explant by in vitro culture/ Triatminingsih, R.; Meldia, Y. Penelitian Hortikultura. ISSN 0215-3025 (1991) v. 4(3) p. 20-24, 2 ill.; 2 tables; 9 ref.

EUPHORIA LONGANA; AUXINS; CYTOKININ; EXPLANTS; GROWTH; IN VITRO CULTURE; BUDS.

This experiment was studied at SORIH from October 1990 - Juni 1991, to find out suitable concentration of aucin and cytokinin explant initiation of longan. The base medium used was WPM the treatment concentrations of BAP and NAA added on the base medium were (0,1;

0,5; 2; 4) ppm and (0,1; 0,2) ppm respectively, The explant used was budwood. The result indicated that explant could grow approximately 40% on WPM - 4.0 ppm BAP + 0,2 ppm NAA and 13,33% on WPM + 4,0 ppm BAP+ 1,0 ppm NAA but the explant growth still slow.

SUNARYONO, H.H.

Keragaman rambutan beserta kerabatnya dalam plasma nutfah buah-buahan tropika basah dan prospeknya dalam pasar dunia. Diversity of rambutan and allied in the germ of humid-tropical fruits and their prospect on the world trade/ Sunaryono, H.H. (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Jakarta). Buletin Plasma Nutfah. ISSN 1410-4377 (1996) v. 1(1) p. 51-55, 14 ref.

NEPHELIUM LAPPACEUM; EUPHORIA LONGANA; LITCHI CHINENSIS; GENETIC VARIATION; GERMPLASM; TROPICAL FRUITS; GEOGRAPHICAL DISTRIBUTION;

HIGH YIELDING VARIETIES.

Rambutan (Nephelium Sp.) adalah buah asli topik basah pada Asia bagian Timur, Kalimantan, khususnya termasuk Serawak Malaysia. Lebih dari 22 spesies masih tumbuh di hutan-hutan sebagai habitat aslinya. Rangkaian bunganya (tandan) lebih dari 1700 kuntum, tetapi yang mampu menjadi buah sangat rendah yaitu sekitar 1 - 3%. Lebih dari 95%

bunganya berguguran. Ini disebabkan oleh karena penyerbukan yang kurang sempurna, angin kencang, hujan lebat, atau serangan hama dan penyakit. Pada tanaman rambutan, ada yang mempunyai bunga jantan saja (staminate). Beberapa tanaman mempunyai bunga yang sempurna (Herma prodit), tetapi bunga tersebut berfungsi sebagai bunga betina. Beberapa koleksi rambutan telah dilepas dengan jumlah yang besar, tetapi perbedaannya tidak ada.

Penggunaan analisa isozim tidak menunjukkan perbedaan nyata.

1997

SUPRIYANTO, A.

Perakitan teknologi pembibitan lengkeng secara sambung dini. [Technological package of longan seedling by mini grafting]/ Supriyanto, A.; Hardiyanto; Samekto, H.; Kristianto, D.

(Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Karangploso). Prosiding seminar hasil penelitian dan pengkajian komoditas unggulan, Karangploso, 12-13 Dec 1996/ Mahfud, M.C.; Widjajanto, D.D.; Rosmahani, L. (eds.). Karangploso: BPTP, 1997: p. 314-327, 2 ill., 4 tables; 8 ref.

EUPHORIA LONGANA; PLANT PROPAGATION; GRAFTING; APPROPRIATE TECHNOLOGY.

Lambatnya proses penyediaan bibit lengkeng hingga siap tanam masih merupakan masalah dalam meningkatkan efisiensi penangkarannya. Perbanyakan dengan cara cangkokan yang umum dilakukan, ternyata tidak mampu menyediakan bibit dalam jumlah banyak, di sisi lain perbanyakan dengan cara okulasi maupun penyambungan belum memberikan hasil yang memuaskan. Serangkaian penelitian yang bertujuan untuk memperoleh komponen teknologi penyusun paket teknologi pembibitan lengkeng secara sambung dini telah dilakukan pada bulan Februari 1995 - Juli 1996 di rumah pembibitan IPPTP Tlekung. Penelitian meliputi tiga aspek penting, yaitu macam media tumbuh, ukuran pot plastik/polibag serta cara dan saat perbanyakan yang tepat. Benih lengkeng yang ditumbuhkan dalam media tumbuh campuran pupuk kandang + tanah, berkecambah 5-8 hari lebih cepat dibandingkan yang ditumbuhkan dalam campuran pupuk kandang + pasir/sekam. Makin tinggi pot plastik, makin cepat pertumbuhan semaiannya, terutama untuk pot plastik berdiameter 7,5 cm. Persentase keberhasilan perbanyakan dengan cara sambung celah lebih besar dibandingkan yang dihasilkan cara okulasi-irisan dan sangat dipengaruhi oleh umur semaian batang-bawah sewaktu disambung/diokulasi. Persentase bibit jadi hasil penyambungan dan penempelan

NA'IEM, M.

Studi variasi genetik lengkeng dengan analisis isozim. [Study on genetic variation of lengkeng (Euphoria longana) with isozim analysis]/ Na'iem, M.; Indrioko, S. (Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Fakultas Kehutanan); Siswandono; Notohadisuwarno, S.

Prosiding seminar ilmiah dan lokakarya teknologi spesifik lokasi dalam pengembangan pertanian dengan orientasi agribisnis, Yogyakarta, 26 Mar 1998. Yogyakarta: IPPTP, 1998: p.

166-172, 1 ill., 3 tables, 8 ref. Appendix.

EUPHORIA LONGANA; GENETIC VARIATION; GENETIC DISTANCE;

ISOENZYMES.

Tunas ketiak atau kuncup daun dari 80 pohon induk yang berasal dari empat daerah produksi lengkeng (Temanggung, Bantul, Sleman, dan Malang) digunakan sebagai bahan untuk analisis isozim dengan tujuan untuk mengetahui hubungan genetik antara empat daerah produksi yang diteliti. Sebanyak lima sistem enzim (ACP, GHD, GOT, EST, dan POD) digunakan dalam penelitian ini. Dari hasil analisis ini diperoleh hasil bahwa lengkeng memiliki variasi genetik yang moderat (He: 0,199). Lengkeng Bantul memiliki hubungan genetik yang lebih dekat dengan lengkeng Sleman, sementara lengkeng Malang memiliki kedekatan genetik dengan lengkeng Temanggung.

SOEMARSONO, S.R.

Profil komoditi lengkeng di Kabupaten Malang, Jawa Timur. [Lengkeng (Euphoria longana) profile in Malang resident, East Java]/ Soemarsono, S.R. (Balai Penelitian Tanaman Pangan, Karangploso); Aliudin; Siswandono. Prosiding seminar ilmiah dan lokakarya teknologi spesifik lokasi dalam pengembangan pertanian dengan orientasi agribisnis, Yogyakarta, 26 Mar 1998/ Yogyakarta: IPPTP, 1998: p. 184-190, 1 ill., 1 table, 7 ref.

EUPHORIA LONGANA; ENVIRONMENTAL FACTORS; CULTIVATION; PLANTING STOCK; ECONOMIC ANALYSIS; MARKETING; JAVA.

Buah-buahan di Indonesia yang secara nasional diprioritaskan pengembangannya adalah jeruk, mangga dan pisang, sedang buah lengkeng bersama-sama dengan manggis, duku, leci dan markisa untuk prioritas daerah. Kabupaten Malang merupakan sentra produksi lengkeng terbesar yang merupakan 73% total tanaman yang ada di Jawa Timur. Daerah lain yang jumlah lengkengnya cukup banyak adalah Lumajang (19%), Mojokerto (2%), Ngawi (1%) dan Banyuwangi (1%). Pelaksanaan penelitian di Kabupaten Malang dilakukan di sentra produksi lengkeng dengan menggunakan metode survei. Pengumpulan data menggunakan teknik Rapid Rural Appraisal (RRA). Informasi diperoleh dari data sekunder, observasi

lapang dan wawancara menggunakan teknik semi struktural. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa aspek dari pengelolaan tanaman perlu ketersediaan bibit dari perbanyakan klonal secara cepat dalam jumlah banyak. Teknologi maju budidaya perlu diinovasikan/diadopsikan kepada petani. Dari aspek ekonomi tanaman lengkeng mempunyai nilai ekonomis tinggi. Untuk kepentingan petani sistem pemasaran saat ini belum efisien, karena cara penjualan sistem kontrak/sewa pohon dan sistem penjualan buah muda.

ROOSTIKA, I.

Regenerasi kultur lengkeng dataran rendah cv. diamond river melalui embryogenesis somatik.

Regeneration of lowland longan cv. diamond river through somatic embryogenesis/ Roostika, I.; Arief, V.N.; Sunarlim, N. (Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, Bogor). Jurnal Hortikultura. ISSN 0853-7097 (2009) v. 19(1) p. 14-22, 6 ill., 21 ref.

DIMOCARPUS LONGAN; REGENERATION; IN VITRO CULTURE; SOMATIC EMBRYOGENESIS; LOWLAND.

Beberapa kultivar lengkeng toleran dataran rendah telah diintroduksi ke Indonesia termasuk lengkeng cv. diamond river. Kultivar tersebut telah dibudi dayakan secara komersial di daerah Kalimantan Sarat. Namun, pengembangannya menghadapi kendala dalam hal penyediaan bibit. Dalam rangka memperoleh bibit lengkeng dalam jumlah yang berlimpah, perlu penerapan teknik kultur in vitro. Penelitian ini bertujuan untuk menginduksi dan meregenerasikan kalus embriogenik lengkeng cv. diamond river. Induksi kalus dilakukan menggunakan daun muda sebagai eksplan. Regenerasi kalus embriogenik dilakukan dalam 4 tahap. Pada tahap pertama digunakan air kelapa pada konsentrasi 5 dan 10%. Pada tahap kedua, diuji pengaruh auksin (IBA dan NAA) serta sitokinin (SA dan kinetin) masing-masing pada taraf 0,5 ppm. Pada tahap ketiga diuji pengaruh auksin IBA dan NAA pada taraf 0,1;

0,5; dan 1 ppm. Pada tahap keempat diuji perlakuan sukrosa pada taraf 2 dan 3% dengan atau tanpa auksin (IBA dan NAA) masing-masing pada taraf 0,5 dan 1 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regenerasi melalui embriogenesis somatik berpeluang diterapkan pada tanaman lengkeng cv. diamond river. Respons kalus embriogenik lebih dominan ke arah pembentukan akar daripada tunas. Penggunaan media yang mengandung NAA I ppm mampu meningkatkan pembentukan tunas hingga mencapai lebih dari 30%, sedangkan penggunaan sukrosa 3% tanpa auksin mampu meningkatkan pembentukan planlet hingga mencapai 12%.

Persentase keberhasilan aklimatisasi adalah sebesar 14%.

Mangga (Mangifera indica)

Dokumen terkait