• Tidak ada hasil yang ditemukan

SEJARAH ORANG PUNAN DAN PERUSAHAAN KELAPA SAWIT DI LONGSEP

A. Letak dan kondisi sosial geografis Longsep

Gambar 2 Peta Kabupaten Kutai Timur tahun 2018

Sumber http://peta-petablogspot.com//2018/12/peta-kabupaten-kutai-timur.html

Secara administratif Longsep saat ini masuk dalam wilayah RT 05 Desa Muara Wahau, Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Sebelumnya Longsep adalah bagian dari RT 10 Desa Miau Baru, Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur. Secara yuridis Kecamatan Kongbeng merupakan hasil pemekaran Kecamatan Muara Wahau pada tahun 1999. Nama Kongbeng merupakan sebutan yang biasa digunakan warga sedangkan Kombeng merupakan nama resmi untuk kecamatan baru ini seperti tercatat pada Peraturan Daerah Kabupaten Kutai

38

Nomor 13 Tahun 1999.3 Selama dilakukan penelitian belum diperoleh sumber yang menyatakan dengan tegas perbedaan dan pengunaan nama kecamatan ini.

Warga Longsep semula sempat tercatat dalam administrasi Kecamatan Kongbeng namun antara tahun 2015-2016 berpindah catatan administrasi ke Kecamatan Muara Wahau. Ada beberapa alasan kepindahan administrasi Longsep. Pertama, secara geografis Longsep berada di tepi sungai Wahau yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Muara Wahau. Peta gambar 2 menunjukkan bahwa batas wilayah Kecamatan Muara Wahau dan Kecamatan Kongbeng sempat teriris oleh aliran sungai Wahau. Letak Longsep tepat di sisi kiri sungai Wahau yang masuk dalam wilayah Kecamatan Muara Wahau. Kedua, kepindahan perihal bantuan pemerintah yang tidak sampai di Longsep. Awun (47)4 mengatakan, “dulu kita di Miau pak, jarang ada bantuan itu sampai ke Longsep.., makanya kami pindah ke Wahau.., kan juga ini Longsep di wilayah sungai Wahau”.5 Menanggapi hal itu Langet Iffung, SH (55) Kepala Desa Miau Baru menjelaskan, bahwa belum seluruhnya Orang Longsep tercatat sebagai penduduk desa Miau Baru, terlebih posisi geografis Longsep termasuk wilayah administrasi Kecamatan Muara Wahau.6 Belum ditemukan data resmi yang menyatakan garis batas tegas antara Kecamatan Muara Wahau dan Kecamatan Kongbeng. Namun saat obrolan dengan beberapa warga dua kecamatan tersebut, garis batas antar dua

3 Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Nomor 13 Tahun 1999 Tentang Pembentukan Kecamatan Kombeng Dalam Wilayah Daerah Kabupaten Kutai Provinsi Kalimantan Timur. Belum ditemukan data resmi yang menjelaskan mengenai perbedaan nama ini. Penggunaan nama Kongbeng digunakan oleh aparat pemerintah kecamatan ini hingga kini, bahkan dipergunakan dan tercantum dalam pembuatan surat menyurat. Pada penulisan ini sebutan yang digunakan adalah Kongbeng.

4 Awun adalah satu dari orang Longsep yang memiliki kelebihan dalam komunikasi dengan orang asing.

Dia berpindah dari Sului ke Longsep pada tahun 2006 dan kini menjadi ketua koperasi Longsep Hidup Baru yang bermitra dengan perusahaan PT Tani Wahana aksi.

5 Obrolan dengan Awun pada 26 November 2017

6 Obrolan dengan Langet Iffung pada 27 Agustus 2018

39

wilayah kecamatan itu dipahami berdasar tanda alam seperti sungai dan gunung atau perbukitan.7

Kekecewaan karena tidak pernah menerima bantuan merupakan salah satu alasan kepindahan administrasi warga Longsep. Menurut Awun (47), aparat desa Miau Baru sempat mengambil foto-foto lingkungan Longsep dengan alasan pengajuan bantuan pemerintah, namun belum pernah ada bantuan sampai ke Longsep. Malahan bantuan sering didapatkan dari perusahaan. Saat obrolan dengan warga Longsep, perusahaan disebut berperan banyak bagi kehidupan mereka. Ini merupakan ciri praktik hegemoni yang seolah-olah berbuat baik namun sarat kepentingan. Tidak mengherankan bila orang Longsep terkesan bergantung pada perusahaan untuk memenuhi kebutuhan dan permasalahan hidup yang dihadapi.

Gambar peta 3 menunjukkan lokasi Longsep tepat di tengah areal HGU perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Tani Wahana Aksi anak perusahaan ATN (Ala Tani Nugal) Group Tbk. Longsep dikelilingi lahan perkebunan kelapa sawit. Orang Longsep harus melewati areal beberapa perusahaan antara lain: PT Ladang Sari Nasional, PT Ladang Inti Nasional, PT Dwidaya Karya untuk melakukan perjalanan ke pasar atau kota kecamatan.

7 Dalam Perda Kutai Nomor 13 Tahun 1999 tidak dinyatakan kejelasan batas wilayah Kecamatan Kongbeng dari wilayah Kecamatan Muara Wahau. Catatan hanya mencantumkan batas wilayah sesuai dengan batas Desa Miau Baru, Desa Makmur Jaya, Desa Suka Maju, Desa Seri Pantun, dan Desa Sidomulyo sebagai wilayah administratif Kecamatan Kongbeng.

40

Gambar 3 Peta Lokasi Longsep di antara perusahaan perkebunan Kelapa Sawit disekitarnya

41

Adanya ekspansi perkebunan kelapa sawit di sekitar Longsep diikuti pula dengan pertambahan penduduk di Longsep. Kedatangan pertama orang Punan dari Long Sului ke Longsep hanya 7 Kepala Keluarga dan Sintaq bos pengepul gaharu hasil pencarian mereka. Kini Longsep dihuni 20 Kepala Keluarga dengan jumlah penduduk 87 jiwa, terdiri dari 56 orang kelahiran Longsep, 28 orang kelahiran Kelay dan 3 orang selain di kedua tempat tersebut.8 Sebagian besar penduduk Longsep saat ini adalah generasi kedua dari orang-orang yang pertama datang ke Longsep. Tabel di bawah menunjukkan bahwa banyak penghuni Longsep saat ini adalah mereka yang berusia produktif antara 11 – 55 tahun. Usia-usia produktif ini dapat menandai wacana kerja terbangun dengan mudah, generasi muda mulai terkonstruk bekerja di perusahaan.

Tabel 1. Jumlah dan kategori usia Penduduk Longsep menurut kategori usia per Agustus 2018

Sumber catatan penduduk dalam Demografi Longsep Agutus 2018

Kategori usia Jumlah

Pada gambar 3 menunjukkan bahwa wilayah Longsep dikelilingi perkebunan tanaman industri Kelapa Sawit. Hal ini berbeda dengan kondisi Longsep dahulu yang digambarkan oleh Guk (73). Ia mengatakan bahwa kondisi lingkungan sekitar Longsep dahulu masih rimbun dengan pohon-pohon tinggi menjulang dan banyak hewan yang ber sliweran di hadapan mereka. Guk adalah Kepala Keluarga yang masih hidup dan mengalami perjalanan migrasi mereka dari Long Sului hingga tiba di Longsep. Saat

8 Lihat lampiran Demografi Longsep. (Catatan Penduduk)

42

penelitian lapangan dilakukan tidak banyak warga desa lain sekitar Longsep yang tahu persis keberadaan Longsep. Satu di antara mereka yang sekilas mengetahui tentang Longsep adalah Bit Tot (65) yang menggambarkan bahwa “...orang Longsep dulu sudah ada waktu perusahaan ATN HPH kayu, tapi dulu mereka gak nentu di situ mereka..., daerah mereka itu punya Wehea, waktu jaman rimba gitu, kan mereka yang bantu kita...”9

Awalnya di Longsep warga Punan hidup bersama di dua bangunan rumah (semacam pondok) yang didirikan oleh Sintaq, masing-masing rumah dihuni oleh beberapa keluarga. Sepeninggal Sintaq rumah tersebut kemudian ditinggali oleh Ping An anaknya. Seiring bergulirnya waktu, Longsep telah mengalami banyak perubahan.

Selain kini dikelilingi tanaman sawit di sana jumlah bangunan semakin bertambah. Di sana dapat ditemukan 21 bangunan yang terdiri dari 20 rumah/tempat tinggal dan 1 bangunan gereja.10

Keberadaan bangunan gereja di Longsep merupakan agenda misi jemaat Gereja Kemah Injili Indonesia Miau Baru yang mayoritas penduduknya adalah Dayak Kayan pemeluk Kristen. Gereja dibangun oleh jemaat Miau Baru setelah pertemuan mereka di Sungai Seleq dengan Orang Punan sebelum menetap di Longsep, seperti diungkapkan oleh Paiding berikut ini;

“Tahun 1981an orang Punan sudah di Longsep, tapi mereka baru (kemudian) dibangunkan rumah oleh perusahaan...dulu mereka nentang-nentang terus itu sama perusahaan...yang bangunkan gereja itu orang Miau tahun 1993 kah ya, tapi buat pondok-pondok juga mereka.”11

9 Obrolan dengan Bit Tot pada 1 September 2018. Bit Tot adalah orang yang dituakan oleh warga Dayak Wehea Desa Nehas Liah Bing. Dia tidak terlalu mengetahui perihal negosiasi areal Longsep untuk Punan dari Sului tetapi kembali menegaskan bahwa areal itu merupakan bagian dari daerah Dayak Wehea Nehas Liah Bing.

10 Lihat lampiran Demografi Longsep. (Catatan bangunan di Longsep)

11 Obrolan dengan Pai Ding pada 12 November 2017. Pai Ding adalah Kepala Adat Dayak Kayan Desa Miau Baru sejak 1998 hingga sekarang.

43

Juman Ngau gembala gereja yang bertugas membina aktivitas kerohanian orang Longsep berasal dari Desa Miau Baru. Sebelum dibangunkan gereja, orang Longsep melakukan ibadah bersama dengan orang Miau Baru di rumah tempat tinggal bos Sintaq atau dirumah panjang Paiding.

Catatan di atas telah memberikan gambaran perihal letak dan kondisi orang Punan di Longsep yang saat ini terkepung oleh operasional perusahaan sawit.

Pembangunan gereja oleh jemaat Miau Baru di Longsep merupakan hasil negosiasi dengan wacana religius. Orang Punan Longsep telah mengenal kristen sejak mereka di Long Sului. Sehingga mereka tidak asing ketika bertemu dengan Dayak Kayan asal Apoyakan yang mayoritasnya juga pemeluk Kristen. Saat beberapa keluarga Dayak Kayan mendirikan rumah panjang di Long Seleq dekat Longsep sering diadakan ibadah bersama di sana. Masyarakat Desa Miau Baru yang mayoritas Dayak Kayan adalah pemeluk Kristen yang kuat. Dalam hal itu terjalinlah negosiasi atas wacana religius yang terartikulasikan dalam praktik pembangunan gereja. Bahwa secara rohani jemaat Miau Baru ikut berperan membangkitan semangat kekristenan, di sisi lain orang Punan di Longsep diasumsikan membutuhan penyegaran rohani. Kebutuhan rohani dapat terpenuhi oleh keberadaan gereja dan adanya kegiatan ibadah di Longsep.

Pemerintah terkesan absen dalam fenomena Punan ini. Selain pernyataan bahwa tidak pernah bantuan dari pemerintah diterima terkesan tidak ada upaya untuk mengakomodir mereka dalam sistem pemerintah. Aparat Miau Baru tidak sejak dulu menginfokan tentang keberadaan Punan di Longsep yang masuk dalam wilayah Kecamatan Muara Wahau. Atau malah aparat pemerintah Muara Wahau tutup mata atas informasi itu. Mungkin ada alasan lain mengapa Punan di Longsep “diakomodir” aparat Desa Miau Baru. Dapat saja perihal kesamaan keyakinan Kristen menjadi salah satu

44

alasannya, karena rata-rata aparat Kecamatan Muara Wahau didominasi warga muslim.

Keberadaan orang Punan di Longsep mulai merubah kondisinya sejak pertemuan mereka dengan operasional perusahaan. Gaya mata pencaharianya berubah ketika perusahaan kayu masuk sekitar Longsep terlebih ketika ketika mulainya operasional perusahaan sawit mengelilingi Longsep. Kehadiran perusahaan ini menandai wacana besar yang nantinya banyak merubah kondisi dan hidup orang Punan di Longsep.

B. Peran Kapitalisme pada migrasi dan aset Orang Punan di Longsep