• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab IV Penjelasan Kasus Perceraian di Desa Kahiyangan

GAMBARAN UMUM DESA KAHIYANGAN

A. Letak Geografis dan Sejarah 1.Letak Geografis

Desa Kahiyangan dengan luas wilayah seluruhnya 98.915 ha, penggunaan lahan di desa Kahiyangan terdiri dari lahan sawah 65.746 ha dan lahan darat 30.770 ha, lahan darat terbagi pada lahan:

1) Pemukiman penduduk : 22.353 h 2) Perkebunan : 3.390 h 3) Pekarangan : 2.476 h 4) Prasarana lainnya : 2.551 h1

a. Batas-Batas Desa Kahiyangan sebagai berikut :

Sebelah Utara : Desa Pancalang Kecamatan Pancalang Sebelah Timur : Desa Silebu Kecamatan Pancalang

Sebelah Barat : Desa Randobawailir kecamatan Mandirancan Sebelah Selatan : Desa Pakembangan Kecamatan Mandirancan2

b. Sedangkan jarak tempuh ke desa kahiyangan : Jarak dari Kecamatan Pancalang : 0,5 km

1. Wawancara dengan bapak Dedi Mulyadi. 07 Februari 2011

2

33

Jarak dari ibu kota Kabupaten : 20 km Jarak dari ibu kota Provinsi : 180 km Jarak dari ibu kota Negara : 360 km3

Kondisi geografis Desa Kahiyangan antara 350-400 meter diatas permukaan air laut, suhu rata-rata 300 C dan luas Desa Kahiyangan 98,915 Ha, dengan luas lahan pertanian produktif 65,746 Ha mencapai 65,03% sisa lahan dipergunakan untuk Perumahan, Kolam, Perkantoran Desa, Lapangan Olah Raga, dan lain-lain. mata pencaharian penduduk hampir 85% adalah petani dan buruh tani sedangkan sisanya adalah Pegawai Negeri Sipil, Pedagang, Tukang Kayu, Tukang Batu, dan lain-lain.

2. Sejarah Desa Kahiyangan

Nama “ Kahiyangan“ berasal dari nama sebuah tempat para dewa

dalam agama Budha. “Kahiyangan” adalah sebuah tempat yang sering di kunjungi oleh masyarakat setempat. Kemudian Desa Kahiyangan berdiri pada tahun 1800 M. dipimpin pertama kali oleh sesepuh bernama Ki Macan Gentong4.

Desa Kahiyangan pernah dipimpin oleh beberapa kepala desa di antaranya: a. Bapak Makrab b.Bapak H Sukabi c. Bapak H Ikhsan 3

. Wawancara dengan bapak Dedi Mulyadi. 07 Februari 2011

4

d.Bapak Juli e. Bapak H Ahmad f. Bapak Sanhadi

g.Bapak Acep Darmawanto5 B.Kondisi Sosial Budaya

Secara etimologis kebudayaan berasal dari akar kata budaya (Budaya sansekerta) “bodhya” yang diartikan pikiran dan akal budi. Berbudaya berarti mempunyai budaya, mempunyai pikiran dan akal budi untuk memajukan diri. Kebudayaan diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia sebagai hasil pikiran dan akal budinya, ilmu pengetahuan manusia sebagai mahkuk sosial yang dimanfaatkan untuk kehidupannya dan memberikan manfaat kepadanaya.6

Desa kahiyangan mempunyai kebudayaan tersendiri yang mungkin berbeda dari yang lainnya. Seperti dalam bidang pengetahuan : anak-anak di desa ini pendidikannya bisa dihitung, lulusan SD jumlahnya 257 orang, lulusan SLTP jumlahnya 262 orang, lulusan SLTA jumlahnya 120 orang, lulusan D I jumlahnya 3 orang, lulusan D II jumlahnya 4 orang, lulusan D III 6 orang. lulusan SI jumlahnya 15 orang, dan yang tidak sekolah termasuk yang tidak tamat SD jumlahnya 724 orang, kebanyakan orang

5

. Wawancara dengan Kiyai Maksud. 08 Februari 2011

6

. Dadan Anugerah, komunikasi antar budaya konsep dan aplikasinya, (Jakarta: Jala Permata, 2008), cet-1, h,32.

35

tua disini karena paktor ekonomi terutama dalam masalah biaya untuk menyekolahkan ke jenjang tingkat yang lebih tinggi.7

Untuk masalah kepercayaan, masyarakat Desa Kahiyangan masih percaya kepada Allah SWT, tetapi ada juga yang masih percaya dengan guna-guna, pelet, pokonya hal-hal yang berbau mistis. Kepercayaan seperti itu sudah menjadi kebudayaan bagi masyarakat Desa Kahiyangan.

Kesenian di Desa Kahiyangan seperti alat musik yang sering mereka gunakan adalah gendang, genjring yang sering digunakan oleh orang-orang sunda dan sering digunakan jika ada salah seorang masyarakat sedang mengadakan pernikahan atau khitanan maka sering memanggil dangdutan atau tarian-tarian seperti jaipongan dan tarian rudat. Bukan hanya dari segi alat musik saja tapi kesenian yang masih digunakan si desa ini yaitu tarian pancak silat.8

Adat istiadat di desa ini dalam masalah pernikahan, jika ada salah satu dari masyarakat ini ada yang melakukan pernikahan maka sesudah mereka resmi menjadi pasangan suami istri lalu panitia pernikahan melaklukan acara saweran yaitu sebuah acara pertanda mereka sudah menjadi pasangan suami istri yang sah dengan menaburkan uang logam dan beras sebagai simbol kesejahteraan dan kemkmuran.9

Selain itu ada juga yang sudah menjadi adat istiadat masyarakat disini, seperti dalam setiap hari-hari besar contohnya maulid Nabi SAW,

7

. Wawancara dengan bapak Dedi Mulyadi. 07 Februari 2011

8

. Wawancara dengan bapak Dedi Mulyadi. 07 Februari 2011

9

bulan Rajab, dan bulan Syafar. Di saat bulan-bulan tertentu itu mereka mempunyai kebiasaan melakukan sedekahaan dan melakukan obor keliling.10

Setiap acara maulidan masyarakat mengeluarkan sedekah buat masyarakat sekitar, kemudin dikumpulkan di mesjid lalu makanan tersebut di bagikan langsung kepada warga. Pada setiap bulan Rajab mereka melakukan sedekahan seperti itu. Membawakan atau memberikan makanan kepada masyarakat sekitar, istilahnya mereka saling tukar-menukar makanan.

Jika menjelang bulan syafar, sama seperti Maulidan, Rajab, sama-sama memberikan sedekahan makanannya kepada masyarakat tetapi disini yang bikin bedanya adalah setiap bulan syafar masyarakatnya memberikan sedekah makanannya berupa ketupat dan itu sudah menjadi tradisi.

Kalau kita lihat dari setiap acara hari-hari besar seperti yang diatas bahwa menggambarkan di Desa ini masih kuat agamanya tetapi kenapa masih ada yang mempercayai dengan adanya dukun ataupun yang lainnya.

Dalam masalah perceraian di Desa Kahiyangan ini pun sudah menjadi tradisi mereka, setiap masyarakat yang melakukan percerian tidak melalui proses persidangan karena ada beberapa faktor penyebab yang menurut mereka tidak bisa melakukan perceraiannya di depan persidangan. Salah satu faktor penyebab yaitu:

1. Faktor ekonomi

10

37

2. Faktor perselingkuhan 3. Sudah menjadi kebiasaan 4. Masalah waktu

5. Faktor pendidikan

6. Kurangnya kesadaran hukum11 C. Keadaan Ekonomi

Masyarakat Desa Kahiyangan dari dulu hingga sekarang tetap kesulitan dalam hal perekonomian, khususnya sejak terjadi krisis moneter pada tahun 1998, secara umum mata pencaharian masyarakat di desa kahiyangan masih mengandalkan sektor pertanian yang pada umumnya dikarenakan kondisi yang sangat mendukung untuk pertanian, namun demikian ada beberapa sektor lain yang menjadi andalan pendapatan masyarakat, Seperti Buruh Tani, buruh bangunan, Beternak.12

Untuk mengetahui gambaran sumber penghasilan masyarakat Desa Kahiyangan, dapat dilihat dari jenis pekerjaan sebagaimana tabel sebagai berikut:

Tabel 1 Jumlah Anggota Keluarga Menurut Pekerjaan

No Jenis Pekerjaan Laki-laki Perempuan

1. Petani 164 164

2 Buruh Tani 140 116

11

. Wawancara dengan bapak Dedi Mulyadi. 07 Februari 2011

12

3 Buruh Migran Perempuan - -

4 Buruh Migran Laki-laki - -

5 Pegawai Negeri Sipil 11 8

6 Pengrajin Industri Rumah Tangga - - 7 Pedagang Keliling 3 - 8 Peternak 2 1 9 Montir 5 - 10 Nelayan - - 11 Dokter swasta - - 12 Bidan Swasta - 1 13 Perawat Swasta - -

14 Pembantu Rumah Tangga - 4

15 TNI - -

16 POLRI 2 -

17 Pensiunan PNS/TNI/POLRI 4 -

39

19 Pengacara - -

20 Dosen - -

21 Karyawan Perusahaan Swasta 45 30

Sumber Data: Data Monografi Desa Kahiyangan 2010

Tabel diatas menunjukan bahwa jenis pekerjaan penduduk Desa Kahiyangan yang dominan adalah petani, yaitu sebanyak 324 keluarga, dan buruh tani sebanyak 256 keluarga, menyusul karyawan swasta sebanyak 75 keluarga serta pegawai negri sipil sebanyak 19 kelurga.

Walaupun tidak ada data kualitatif yang secara menyeluruh menjelaskan keadaan masyarakat Desa Kahiyangan, namun dari gambaran seperti diuraikan di atas dapat disimpulkan secara kualitatif bahwa penghasilan masyarakat Desa Kahiyangan relatif masih sangat rendah.

D.Pendidikan

Searah dengan kebijakan yang digariskan bahwa sektor pendidikan mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memeperoleh pendidikan yang bermutu, memberdayakan lembaga-lembaga pendidikan baik sekolah maupun luar sekolah. Sebagai pusat pembudayaan nilai, sikap dan kemampuan, serta meningkatkan partisipasi keluarga dan masyarakat yang didukung oleh sarana dan prasarana.13

13

Sebenarnya sarana pendidikan di desa Kahiyangan sudah cukup, hal itu terbukti dengan berdirinya 1 buah Sekolah Dasar, 3 buah Madrasah Ibtidaiyah, 3 buah Majelis Taklim. Namun sarana-sarana pendidikan tersebut belum menjamin tingginya tingkat pendidikan masyarakat Desa Kahiyangan tersebut, oleh karenanya tingkat ekonomi berupa ketidak mampuan membayar biaya sekolah serta lemahnya pemahaman masyarakat akan pentingnya pendidikan, cukup banyak warga yang hanya menamatkan pendidikan Sekolah Dasar bahkan masyarakat yang tidak tamat pendidikan SD menunjukan angka angka yang cukup tinggi14. Tabel di bawah ini merupakan gambaran tentang tingkat pendidikan masyarakat di Desa Kahiyangan

Tabel II. Tingkat Pendidikan Masyarakat Desa Kahiyangan

No Usia

(tahun) Tingkatan Pendidikan Laki-laki

Perempuan

1 3-6 Belum masuk TK 13 orang 17 orang

2 3-6 Sedang TK 36 orang 26 orang

3 7-18 Tidak pernah sekolah * *

4 7-18 Sedang sekolah 162 orang 142 orang

5 18-56 Tidak pernah sekolah 192 orang 162 orang

6 18-56 SD tidak tamat 200 orang 173 orang

7 18-56 Tamat SD/ sederajat 128 orang 129 orang

14

41

8 12-56 Tidak tamat SLTP * *

9 18-56 Tidak tamat SLTA 50 orang 30 orang

10 - Tamat SMP/ sederjat 112 orang 150 orang

11 - Tamat SMA/ sederjat 70 orang 55 orang

12 - Tamat D-1/ sederjat 1 orang 2 orang

13 - Tamat D-2/ sederjat 2 orang 1 orang

14 - Tamat D-3/ sederjat 3 orang 3 orang

15 - Tamat S-1/ sederjat 9 orang 6 orang

16 - Tamat S-2/ sederjat Tidak ada Tidak ada

17 - Tamat S-3/ sederjat Tidak ada Tidak ada

18 - Tamat SLB A 1 orang Tidak ada

19 - Tamat SLB B Tidak ada Tidak ada

20 - Tamat SLB C Tidak ada Tidak ada

Tabel diatas menunjukan bahwa tingkat pendidikan penduduk Desa Kahiyangan yang terbanyak adalah tamatan SD yaitu berjumlah 257 jiwa. Bahkan ada sebanyak 373 jiwa yang tidak tamat SD dan 354 jiwa tidak pernah sekolah, dari uraian diatas menunjukan bahwa tingkat pendidikan di Desa

Kahiyangan masih rendah. Untuk itu perlu adanya bimbingan bagi masyarakat agar mereka dapat memahami pentingnya pendidikan bagi kehidupan.

E.Keagamaan

Masyarakat desa kahiyangan didominasi oleh umat Islam, hampir 100% masyarakat menganut agama Islam. Tabel 1 menunjukan kondisi tersebut :

Tabel

Jumlah penduduk berdasarkan pemeluk agama

No Pemelik Agama Jumlah

1 Islam 1818 orang

2 Kristen - Orang

3 Hindu - Orang

4 Budha - Orang

5 Penganut kepercayaan - orang

Sumber : Monografi Desa Kahiyangan Tahun 2011

Tabel 1 diatas menunjukan bahwa masyarakat desa kahiyangan sangatlah religius, masyarakat setempat dalam pengamalan terhadap agamanya sangat bervariasi, bahkan dapat terbilang unik, hal tersebut karena masih bercampurnya budaya lokal dengan pemahaman agama mereka.

Sarana peribadatan bagi masyarakat setempat cukup memadai, mesjid ada 1 buah dan madrasah ada 1 buah, mushola ada 12 buah,

43

penghayatan terhadap agama yang mereka anut, terutama bagi Islam sangatlah minim. Dengan kata lain, mereka hanya mengamalkan ajaran agama dari warisan leluhurnya, bahkan masih dicampur adukan dengan hal-hal yang berbau mistis.15

15

44

DALAM MASYARAKAT DESA KAHIYANGAN