HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Letak geografis
Kabupaten Sidenreng Rappang atau Sidrap dengan ibukotanya Pangkajene berjarak + 183 km dari Kota Makassar, Ibukota Provinsi Sulawesi Selatan, dengan luas wilayahnya mencapai 1.883,25 km2, yang secara administrative terbagi dalam 11 kecamatan, 38 kelurahan, dan 65 desa.
Secara geografis, Kabupaten ini terletak di sebelah Utara Kota Makassar, tepatnya diantara titik koordinat :
3043 – 4009 Lintang Selatan, dan
119041 – 120010 Bujur Timur.
Topografi Wilayah
Kabupaten Sidenreng Rappang terletak pada ketinggian antara 10 m – 1500 m dari permukaan laut. Keadaan Topografi wilayah di daerah ini sangat bervariasi berupa wilayah datar seluas 879,85 km2 (46,72%), berbukit seluas 290,17 km2 (15,43) dan bergunung seluas 712,81 km2 (37,85%).
Jumlah penduduk sampai dengan tahun 2011 adalah 346.090 jiwa yang terdiri dari 171.484 jiwa laki-laki dan 174.606 jiwa perempuan.
29
Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang memiliki dua jenis musim yaitu musim hujan dan musim kemarau.Musim hujan terjadi pada bulan April-September dan musim kemarau terjadi pada bulan Oktober-Maret.Suhu Udara mencapai 250 – 270 C, dan Altitude mencapai 100 – 150 m dpl.
B. Keadaan Geografis
Rumah Sakit Umum Nene Malomo terletak di Kecamatan Maritenggae atau terletak di ujung selatan Kabupaten Sidrap, dengan jarak kurang lebih 2 km dari Ibu kota Kabupaten Sidrapkondisi administrasi (sebagian besar) yang digunakan untuk lahan persawahan. Luas wilayah kerja Rumah Sakit UmumNene Malomo Luas wilayah Kabupaten Sidrapkurang lebih 2.506,19 km². Batas-batas wilayah Kabupaten Sidrapadalah sebagai berikut:
Utara : Kabupaten Pinrang dan Enrekang Selatan : Kabupaten Barru dan Soppeng Timur : Kabupaten Luwu dan Wajo
Barat : Kabupaten Pinrang dan Pare-Pare Keadaan Penduduk
Secara demografis Kecamatandidiami oleh 86.432 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah keseluruhan penduduk sebesar 346.090jiwa. Adapun Komposisi penduduk menurut golongan umur adalah sebagai berikut :
Tabel I. Distribusi penduduk berdasarkan kelompok umur di wilayah kerja Di Rumah Sakit Umum Nene Malomo tahun 2012
Kecamatan 0-<1 Sumber : Data dan Informasi Dinas kesehatanKab.Sidrap.
Tabel I menunjukkan bahwa jumlah kelompok umur penduduk yang paling banyak adalah kelompok umur 01-60 Tahun yaitu 38213jiwa sedangkan jumlah kelompok umur dengan jumlah penduduk paling sedikit adalah kelompok umur
0-<1 tahun yaitu sebesar 667 jiwa. kecamatan yang memiliki jumlah penduduk paling banyak adalah kecamatan Maritenggae dengan jumlah penduduk sebesar 5383 jiwa sedangkan kecamatan yang memiliki jumlah penduduk paling sedikit adalah kecamatan Kulo dengan jumlah penduduk sebesar 801 jiwa.
Tabel II. Jumlah RW, RT, Rumah Tangga dan Kepala Keluarga di wilayah kerja Rumah Sakit Umum Nene Malomo Kec. Tahun 20122
Sumber :Data dan Informasi Dinas Kependudukan dan Capil Kab.Sidrap
Tabel II menunjukkan bahwa secara umum kecamatan dan kelurahan di wilayah kerja Rumah Sakit Umum memiliki jumlah kelurahan dan RW yang berkisar antara 3 hingga 5 kelurahan/RW. kecamatan yang memiliki Rukun Tetangga paling banyak adalah kecamatan maritenggae yaitu sebanyak 159 Rukun Tetangga sedangkan kecamatan yang memiliki Rukun Tetangga paling sedikit adalah kecamatan Kulo yaitu sebanyak 6 Rukun Tetangga.yang memiliki jumlah Rukunwargapaling banyak adalah Kecamatan Maritenggae dengan jumlah Rukun warga masing-masing sebesar 95 Rukun warga. Jumlah kepala keluarga paling banyak berada di Maritenggae yaitu sebanyak 19644 Kepala Keluarga.
Kecamatan Kelurahan/Desa Rukun warga
Rumah
Tangga KK
Panca lautang 10 50 96 5850
Tellu limpoe 9 4 8 6920
Watang pulu 10 6 12 7400
Baranti 9 9 44 7246
Panca rijang 8 16 37 6637
Kulo 6 2 5 2841
Maritenggae 12 95 159 19644
Watang sidenreng 8 41 89 5566
Dua pitue 9 58 95 8513
Pitu riawa 12 86 105 7918
Pitu riase 12 52 87 6578
Jumlah 105 401 737 85113
Tabel III. Distribusi kepala keluarga berdasarkan status pendidikan di wilayah kerja Rumah Sakit Umum Nene Malomo Kec.Tahun 2012.
Desa/Kel
Jumlah Keluarga Menurut Status Pendidikan Tidak tamat
Sumber : Data dan Informasi Dinas Kependudukan dan Capil Kab.Sidrap.
Tabel III menunjukkan bahwa sebagian besar kepala keluarga yang berdomisili di wilayah kerja Rumah Sakit Umum memiliki status pendidikan tamat SD dan SLTP yaitu sebesar 2884 Kepala Keluarga, sedangkan status pendidikan dengan jumlah kepala keluarga paling sedikit tamat AK/PT yaitu sebesar 416 keluarga. kecamatan dengan kepala keluarga tidak tamat SD terbanyak adalah kecamatan Maritenggae yaitu sebesar 26 kepala keluarga, sedangkan yang paling sedikit adalah kecamatan Kulo yaitu sebesar 5 kepala keluarga. kecamatan dengan kepala keluarga tamat SD sampai SLTP terbanyak adalah kecamatan Maritenggae yaitu sebesar 516 kepala keluarga, sedangkan
yang paling sedikit adalah kecamatan Kulo yaitu sebesar 52 kepala keluarga.
kecamatan dengan kepala keluarga tamat SLTA terbanyak adalah kecamatan Maritenggae yaitu sebesar 1103 kepala keluarga, sedangkan yang paling sedikit adalah kecamatan Kulo yaitu sebesar 22 kepala keluarga. Kecamatan dengan kepala keluarga tamat AK/PT terbanyak adalah Maritenggae yaitu sebesar 98 kepala keluarga, sedangkan yang paling sedikit adalah Kecamatan Kulo yaitu sebesar 15 kepala keluarga.
Tabel IV. Distribusi Anak usia sekolah berdasarkan status pendidikan di wilayah Kabupaten Sidrap tahun 2012.
Desa/Kel Sekolah Tidak Sekolah
Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
Panca lautang 297 287 8 12
Sumber : Data dan Informasi Dinas Kependudukan dan Capil Kab.Sidrap.
Tabel IV menunjukkan bahwa sebagian besar anak usia sekolah telah mengikuti pendidikan di sekolah yaitu sebesar 8.168 anak dengan jumlah terbanyak adalah anak yang berjenis kelamin laki-laki yaitu sebesar 4.119 anak dan yang berjenis kelamin perempuan sebesar 4.049 anak. Sedangkan anak usia
sekolah yang tidak mengikuti pendidikan disekolah sebesar 207 anak dengan jumlah terbanyak adalah anak yang berjenis kelamin laki-laki yaitu sebesar 112 anak dan yang berjenis perempuan sebesar 95 anak.
1. Keadaan Tenaga medis di rumah sakit nene mallomo kab sidrap.
Tenaga kesehatan yang bertugas di Rumah Sakit Umum Nene Malomo terdiri dari :
1. Tenaga Medis
1) Dokter Umum : 4 orang (3 orang PNS, 1 PTT) 2) Dokter Gigi : 2 Orang (1 PNS, 1 PTT)
3) Dokter Ahli : 1 Orang (PNS) 2. Tenaga Paramedis
1) Perawat (S1) : 5 Orang ( 2 Orang PNS, 3 orang
………...TSR)
2) Perawat (DIII + SMK) : 24 Orang (8 orang PNS, 16 TSR) 3) Bidan : 22 orang (9 orang PNS, 3 orang
.. PTT, 10 orang TSR)
4) Perawat Gigi : 4 orang (2 PNS, 2 TSR) 3. Tenaga Non Keperawatan
1) Laboran (D III) :2 Orang (1 PNS, 2 TSR) 2) Farmasi (S1 + DIII Farmasi : 4 Orang (2 PNS, 2 TSR) 3) Nutrisionis (SKM+ D III) : 4 Orang (2 PNS, 2 TSR) 4) Sanitarian (SKM +D III) : 5 Orang ( 3 PNS, 2 TSR) 5) Epidemiolog (SKM) : 1 Orang (1 PNS)
6) Penyuluh Kesehatan : 1 Orang (1 PNS) 7) Pekarya Kesehatan : 2 Orang (2 PNS) 8) Tenaga Administrasi : 3 Orang (3 TSR) 9) Tenaga Kebersihan : 1 Orang
2. Keadaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit Umum.
1. Gedung Rumah Sakit Umum : 1 buah
2. Gedung Perawatan : 3 buah
3. Rumah Dokter Umum : 3 buah 4. Rumah Dokter Gigi : 1 buah
5. Rumah Paramedis : 2 buah tunggal, 3 buah kopel
6. Mobil : 3 unit
7. Motor Dinas : 8 unit
BPelayanan Pasien Kecelakaan Kendaraan Di Unit Gawat Darurat (UGD) di RSU,Nene Malomo Kabupaten Sidrap.
Rumah Sakit Umum Nene Malomo memegang tugas pokok pentingsebagai yakni menyelenggarakan fungsi-fungsi puskesmas secara memadai.Dalam rangka terwujudnya Kabupaten Sidrap sebagai Kabupaten Rawan Kecelakaan Tahun 2013 dengan menggunakan pendekatan manajemen dalam rangka mewujudkan masyarakat yang sehat secara fisik, mental dan sosial diwilayah kerjanya.
Tabel V. Tanggapan Responden terhadap Biaya Jasa Profesi di Rumah Sakit Umum Nene,Malomo Sidrap
No. Kategori Penilaian Frekuensi Persentase % 1.
Data tersebut menunjukkan bahwa, tanggapan responden tentang Biaya Jasa Profesi di Rumah Sakit Umum,30 orang responden yang menyatakan biaya administrasi gratis, Tidak ada responden yang menyatakan Ragu-ragu dan tidak ada responden yang menyatakan tidak gratis.
Berdasarkan tabel di atas maka, sesuai dengan tanggapan responden tentang biaya Jasa Profesi di Rumah Sakit Umum Nene Malomo dapat disimpulkan bahwa hasil tertinggi dari 30 responden adalah 30 responden atau 100 % berada dalam kategori yang menyatakan gratis. Hal ini diperkuat dari hasil wawancara dengan Ibu Bagian Poli umum selaku informan.
“ Dalam rangka pelayanan pasien kecelakaan kendaraan di Rumah Sakit Umum Nene MalomoSidrap, kami sudah diinstruksikan untuk tidak memungut biaya jasa profesi seperti biaya konsultasi, biaya pemeriksaan kesehatan, biaya tindakan dan lain-lain. Ini berlangsung selama poli umum terbuka yakni, dari jam 08.00 sampai 24. (AA, 5 februari 2014)”
Berdasarkan tabel hasil olahan data kuesioner dan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa di Rumah Sakit Umum Nene Malomo Sidrap tidak memungut biaya jasa profesi.
1. Biaya Pemeriksaan Penunjang Medik meliputi: pemeriksaan radiologi, laboratorium, dan elektrokardiografi (EKG).
Tabel VI. Tanggapan Responden terhadap Pelayanan Pemeriksaan Penunjang Medis di Rumah Sakit Umum Nene Malomo
No. Kategori Penilaian Frekuensi Persentase % 1.
Data tersebut menunjukkan bahwa, tanggapan responden tentang Pelayanan pemeriksaan penunjang medik di Rumah Sakit Umum Nene Malomo,11 orang responden yang menyatakan cukup baik, 19 orang responden yang menyatakan Ragu-ragu dan tidak ada responden yang menyatakan tidak gratis.
Berdasarkan tabel di atas maka, sesuai dengan tanggapan responden tentang biaya pemeriksaan penunjang medik di Rumah Sakit Umum dapat disimpulkan bahwa hasil tertinggi dari 30 responden adalah 19 orang responden atau 63 % berada dalam kategori yang menyatakan ragu-ragu. . Hal ini diperkuat dari hasil wawancara dengan Bapak kepala Rumah Sakit Umum Nene Malomo Sidrap selaku informan.
Sependapat dengan hasil wawancara kepada Bapak Kepala Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Umum sebagai berikut:
“ Dapat dikatakan kalau jumlah fasilitas dan sarana pendukung pelayanan kesehatan di Rumah sakit ini masih terbatas. Dengan keterbatasan itu, kami berusaha untuk menjaga dan memelihara fasilitas tersebut. Karena untuk menambahnya, kami membutuhkan dana yang banyak (HR, 4 februari 2014)”.
Berdasarkan tabel hasil olahan data kuesioner dan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa di Rumah Sakit Umum Nene Malomo tidak memungut biaya pemeriksaan penunjanng medik.
Biaya jasa sarana meliputi: biaya akomodasi dan biaya konsumsi (pemakaian ruangan/tempat tiidur dan makanan/minuman pasien rawat inap).
Tabel VII. Tanggapan Responden terhadap Fasilitas dan sarana pendukung Kecelakaan Kendaraan lalu lintas di Rumah Sakit Umum Kabupaten Sidrap.
No. Kategori Penilaian Frekuensi Persentase % 1.
Data tersebut menunjukkanbahwa,tanggapan respondententang pasilitas dan sarana pendukungKecelakaan lalu lintas di Rumah Sakit Umum Nene Malomo, 16 orang responden yang menyatakan Cup baik, 12 orang mengatakan baik, dan 2 orangresponden yangmenyatakan tidak baik.
Berdasarkan tabel di atas maka, sesuai dengan tanggapan responden tentang kecelakaan lalu lintas unit gawat darurat di Rumah Sakit Umum Nene Malomo dapat disimpulkan bahwa hasil tertinggi dari 30 responden adalah 16 responden atau 54% berada dalam kategori yang menyatakan cukup baik .hal ini diperkuat oleh hasil wawancara kepada bapak Kepala Unit Gawat Darurat di Rumah Sakit Umum Nene Malomo selaku informan sebagai berikut:
“Adapun fasilitas dan sarana pendukung pelayanan kecelakaan yang disediakan oleh Rumah Sakit Umum Nene Malomo, secara keseluruhan itu diperuntukkan kepada pasien kecelakaan . Sarana yang disediakan itu masih berupa ruangan perawatan, tempat tidur, kamar mandi umum, sedangkan untuk makanan dan minuman kami memfasilitasi,Kami melakukan pengecekan dan perawatan sehingga dengan jumlah yang terbatas, kami berusaha agar fasilitas kesehatan ini dapat bermanfaat dalam pelayanan kecelakaan (AR, 3 februari 2014)”.
Sependapat dengan hasil wawancara kepada Bapak Kepala Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Nene Malomo sebagai berikut:
“ Dapat dikatakan kalau jumlah fasilitas dan sarana pendukung pelayanan kesehatan di ugd ini masih terbatas. Dengan keterbatasan itu, kami berusaha untuk menjaga dan memelihara fasilitas tersebut. Karena untuk menambahnya, kami membutuhkan dana yang banyak. Sedangkan kami tidak memungut biaya jasa sarana. (HR, 4 februari 2014)”.
Berdasarkan tabel hasil olahan kuesioner dan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa di Rumah Sakit Umum Nene Malomo.
Tabel VIII. Tanggapan Responden terhadap Pelayanan Pasien Kecelakaan di Rumah Sakit Umum Nene Malomo
No. Kategori Penilaian Frekuensi Persentase % 1.
Data tersebut menunjukkan bahwa, tanggapan responden tentang pelayananpasien Unit Gawat Darurat di Rumah Sakit Umum Nene Malomo,14 orang responden yang menyatakan sangat baik, 7 orang yang menyatakan baik, 5
orang yang menyatakan cukup dan 3 orang yang menyatakan menyatakan tidak baik.
Berdasarkan tabel di atas maka, sesuai dengan tanggapan responden tentang biaya Obat-obatan di Rumah Sakit Umum Nene Malomo dapat disimpulkan bahwa hasil tertinggi dari 30 responden adalah 14 responden atau 46 % berada dalam kategori yang menyatakan pelayanan sangat baik. hal ini diperkuat oleh wawancara kepada bapak Kepala Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Umum selaku informan sebagai berikut:
“ Untuk mendukung pelayanan Pasien kecelakaan di Rumah Sakit Umum Nene Malomo, kami memberikan obat-obatan kepada pasien sesuai dengan standar pemerintah yakni obat generik dan itu semua gratis( AA, 3 februari 2014)”.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Ibu Kepala Bagian Apotek selaku informan sebagai berikut:
“ Obat-obatan yang kami berikan kepada pasien merupakan obat generik yang berasal dari pemerintah , pemberian obat ini pun sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Untuk pemberian obat kepada pasien di Rumah Sakit Umum Nene Malomo, harus sesuai dengan resep yang diberikan oleh dokter yang memeriksa pasien tersebut dan kami tidak memungut biaya untuk pemberian obat kepada pasien ( AT, 7 februari 2014)”.
Berdasarkan tabel hasil olahan data kuesioner dan hasil wawancara, dapat disimpulkan bahwa di unit gawat darurat tidak memungut biaya obat-obatan dan Obat-obatan yang disediakan oleh Rumah Sakit Umum Nene Malomo merupakan obat Generik yang merupakan obat-obatan yang sesuai dengan standar pemerintah.
Tabel IX. Tanggapan Responden terhadap biaya Kecelakaan normal di Rumah Sakit Umum Nene Malomo.
No. Kategori Penilaian Frekuensi Persentase % 1.
Data tersebut menunjukkan bahwa, tanggapan responden tentang Biaya Pelayanan Pasien di Rumah Sakit Umum Nene Malomo, 27 orang responden yang menyatakan meningkat , 3 orang responden yang menyatakan Ragu-ragu dan tidak ada responden yang menyatakan ragu -ragu.
Berdasarkan tabel di atas maka, sesuai dengan tanggapan responden tentang Biaya Kecelakaan Normal di Rumah Sakit Umum Nene Malomo dapat disimpulkan bahwa hasil tertinggi dari 30 responden adalah 27 responden atau 90
% berada dalam kategori yang menyatakan meningkat . Hal ini diperkuat oleh hasil wawancara dengan Bapak Bagian Perawatan, yang mengatakan:
“ Sesuai dengan isi pasal 8 perda nomor 4 tahun 2009, kami tidak memungut biaya apa pun untuk pelayanan kecelakaan di RSU.Itu semua telah diatur dalam perda tadi.kami melakukannya karena itu semua merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan sebagai pegawai kesehatan di RSU. ( MS, 5 februari 2014)”.
Berdasarkan tabel hasil olahan data dan hasil wawancara, dapat disimpulkan bahwa, di Rumah Sakit Umum Nene Malomo tidak memungut biaya kecelakaan normal.
Biaya Rujukan Medik meliputi: jasa profesi dan tindakan medik, serta biaya transportasi pasien.
Tabel X. Tanggapan Responden terhadap Biaya Rujukan MedikKecelakaan di Rumah Sakit Umum Nene Malomo.
No. Kategori Penilaian Frekuensi Persentase % 1.
Data tersebut menunjukkan bahwa, tanggapan responden tentang Biaya Rujukan Medik di Rumah Sakit Umum Nene Malomo, 27 orang responden yang menyatakan meningkat, 3 orang responden yang menyatakan Ragu-ragu dan tidak ada responden yang menyatakan meningkat.
Berdasarkan tabel di atas maka, sesuai dengan tanggapan responden tentang Biaya Rujukan medik di Rumah Sakit Umum Nene Malomo dapat disimpulkan bahwa hasil tertinggi dari 30 responden adalah 27 responden atau 76 % berada dalam kategori yang menyatakan meningkat. Hal ini diperkuat dengan hasil wawancara dengan bapak Kepala Bagian Perawatan sebagai berikut:
“ untuk pengurusan rujukan medik kami tidak memungut atau menerima bayaran. Sebelum mendapat surat rujukan medik, pasien harus diperiksa untuk mengetahui jenis penyakit yang diderita. Surat rujukan ini dapat diperoleh baik pasien yang telah mendapat perawatan di Rumah Sakit umum nene malomo sendiri maupun, pasien yang belum mendapat perawatan karena biasa juga ada pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan yang hanya bisa diberikan di rumah sakit ( MS, 5 februari 2014)”.
Sependapat dengan hasil wawancara kepada bapak Kepala Tata Usaha selaku informan sebagai berikut:
“Dalam pelayanan rujukan medik, kami terlebih dahulu melakukan pemeriksaan terhadap pasien kemudian akan dikeluarkan surat rujukan medik apabila pasien membutuhkan tindakan medik yang harus ditangani instansi kesehatan tingkat lanjut yakni rumah sakit.Rujukan medik dapat pula ditujukan kepada rumah sakit sesuai permintaan pasien dan pengurusannya tidak memungut biaya.( HR,4februari 2014)”.
Berdasarkan tabel hasil olahan data dan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa pelayanan rujukan medik yang dilakukan oleh petugas Unit Gawat Darurat.
Tabel XI. Tanggapan responden tentang komunikasi antara petugas Rumah Sakit Umum Nene Malomo denganPasien Kecelakaan.
NO Kategori Penilaian Frekuensi Presentase % 1 antara petugas unit gawat darurat dengan pasiendi Rumah Sakit Umum I, 5 orang responden yang menyatakan sangat baik, 15 orang yang menyatakan baik, 10 orang yang mengatakan cukup, tidak ada responden yang mengatakan kurang baik dan tidak ada yang mengatakan tidak baik.
Berdasarkan tabel di atas maka, sesuai dengan tanggapan responden tentang komunikasi antara petugas Unit Gawat Darurat dengan pasiendi Rumah Sakit Umum Nene Mallomo sidrap dapat disimpulkan bahwa hasil tertinggi dari 30 responden adalah 15 responden atau 50% berada dalam kategori baik. hal ini
diperkuat oleh hasil wawancara kepada Bapak Kepala Rumah Sakit Umum selaku informan sebagai berikut:
“ untuk lebih mendekatkan diri kepada pasien, kami biasanya menggunakan bahasa daerah dalam berkomunikasi dengan pasien. Kami percaya dengan semua itu, pasien dengan keluarganya dapat merasa nyaman dengan pelayanan kami.(AA, 3februari 2014)”
Komunikasi antara petugas dan pasien di dalam memberikan pelayanan kecelakaan sangatlah diperlukan agar dapat terjalin kerja sama antara petugas dan pasien. Sehingga apa yang menjadi kebutuhan pasien dapat diketahui dengan jelas oleh petugas, berdasarkan tabel hasil olahan data kuesioner dan hasil wawancara, dapat disimpulkan bahwa komunikasi yang terjalin antara petugas dan pasien di Rumah Sakit Umum Nene Malomo terjalin dengan baik. Itu semua karena hasil dari upaya petugas medis dalam berkomunikasi kepada pasien dengan menggunakan bahasa daerah yang mudah dimengerti oleh pasien.
a. Kualitas jenjang pendidikan petugas Rumah Sakit Umum Untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, petugas telah melalui proses pendidikan yang sesuai dengan bidang kesehatan. Untuk mengetahui kualitas jenjang pendidikan yang dimiliki petugas Rumah Sakit Umum, dapat dilihat dari tabel berikut:
Tabel XII. Tanggapan responden tentang kualitas jenjang pendidikan petugas UGD di Rumah Sakit Umum Nene Malomo.
NO Kategori Penilaian Frekuensi Presentase % 1.
Data tersebut menunjukkan bahwa, tanggapan responden tentang kualitas jenjang pendidikan petugas UGD di Rumah Sakit Umum Nene Malomo, 10 orang responden yang menyatakan sangat baik, 13 orang yang menyatakan baik, 5 orang yang mengatakan cukup, 2 orang responden yang mengatakan tidak baik.
Berdasarkan tabel di atas maka, sesuai dengan tanggapan responden tentang kualitas jenjang pendidikan petugas UGDdi Rumah Sakit Umum Nene Malomo dapat disimpulkan bahwa hasil tertinggi dari 30 responden adalah 13 responden atau 43% berada dalam kategori baik, hal ini diperkuat oleh hasil wawancara kepada bapak Kepala Unit Gawat Darurat selaku informan sebagai berikut:
“ Dalam memberikan pelayanan kepada pasien, para petugas rumah sakit umum di sini sudah memiliki pengalaman yang cukup handal.
Baik itu tenaga yang sudah berstatus PNS maupun yang masih berstatus TSR. Apalagi, petugas kesehatan berasal dari sarjana dan diploma yang cukup ahli di bidang masing-masing ( AA, 3februari 2014)”
Berdasarkan tabel hasil olahan data kuesioner dan hasil wawancara, dapat disimpulkan bahwa kualitas jenjang pendidikan petugas Rumah Sakit Umum
Nene Malomo dalam memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada pasien dapat dikatakan baik.
Kehandalan Petugas Unit Gawat Darurat.
Kehandalan berhubungan dengan tingkat kemampuan dan keterampilan yang dimiliki petugas dalam menyelenggarakan dan memberikan pelayanan kepada pasien di UGD. Tingkat kemampuan dan keterampilan yang kurang dari petugas kesehatan tentunya akan memberikan pelayanan yang kurang memenuhi kepuasan pasien sebagai standar penilaian terhadap mutu pelayanan. Untuk mengetahui kehandalan petugas Unit Gawat Darurat , dapat dilihat dari tabel berikut:
Tabel XIV. Tanggapan responden tentang kehandalan petugas UGD dalam pelayanan kecelakaan di Rumah Sakit Umum Nene Malomo.
No Kategori Penilaian Frekuensi Presentase % 1.
Data tersebut menunjukkan bahwa, tanggapan responden tentang kehandalan petugas unit gawat darurat(UGD)dalam pelayanan kecelakaan di Rumah Sakit Umum Nene Malomo, 8 orang responden yang menyatakan sangat baik, 17 orang yang menyatakan baik, 3 orang yang mengatakan cukup, 2 orang responden yang mengatakan tidak baik.
Berdasarkan tabel di atas maka, sesuai dengan tanggapan responden tentang kehandalan petugas unit gawat darurat di Rumah Sakit Umum Nene Malomo dapat disimpulkan bahwa hasil tertinggi dari 30 responden adalah 17 responden atau 56% berada dalam kategori baik. hal ini diperkuat oleh hasil wawancara kepada Bapak Kepala Bagian unit gawat darurat selaku informan sebagai berikut:
“ Alhamdulillah, dengan bekal ilmu dari masa sekolah dulu dan pengalaman bekerja sebagai petugas unuit gawat darurat selama bertahun-tahun. Kami berusaha untuk melayani kebutuhan pasien dan mampu untuk menangani dan mengobati penyakit pasien .( MS,5 februari 2014)”
Berdasarkan tabel hasil analisis data kuesioner dan hasil wawancara, dapat disimpulkan bahwa kehandalan yang dimiliki oleh para petugas unit gawat darurat di Rumah Sakit Umum Nene Malomo dalam memberikan pelayanan kepada pasien dapat dikatakan baik, tepat dan akurat.
Daya tanggap atau respon petugas Unit Gawat Darurat.
Daya tanggap atau respon petugas unit gawat darurat dibutuhkan dalam kecepatan penanganan kebutuhan pasien. Pelayanan kecelakaan yang baik dapat terwujud dalam daya tanggap atau respon petugas puskesmas yang cepat. Untuk mengetahui tingkat daya tanggap atau respon petugas Rumah Sakit Umum Nene Malomo dapat dilihat dari tabel berikut:
Tabel XV. Tanggapan responden tentang daya tanggap atau respon petugas Unit gawat darurat terhadap keluhan pasien di Rumah Sakit Umum.
Data tersebut menunjukkan bahwa, tanggapan responden tentang daya
Data tersebut menunjukkan bahwa, tanggapan responden tentang daya