• Tidak ada hasil yang ditemukan

LI NGKUP KEGI ATAN, LI NGKUP TUGAS DAN KEWENANGAN

a. Nama Kegiatan adalah DED Terminal Sungailiat dan Pertokoan

B. LI NGKUP KEGI ATAN, LI NGKUP TUGAS DAN KEWENANGAN

1. LI NGKUP KEGI ATAN

Lingkup kegiatan perencanaan mencakup keseluruhan Perencanaan, mulai dari perencanaan siteplan, denah, dan detail . Perhitungan dan perkiraan biaya Pelaksanaan dituangkan dalam bentuk Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan didukung oleh RKS yang siap digunakan untuk pelaksanaan tender fisik bangunan.

2. LI NGKUP TUGAS KONSULTAN

Secara garis besar lingkup pekerjaan dalam Perencanaan Teknis I nfrastruktur adalah sebagai berikut:

a.

Tahap Konsep Rancangan ( bobot 10%

), mencakup:

1) Melaksanakan pengumpulan data dan informasi lapangan serta penyelidikan kondisi lapangan.

2) Membuat Konsep Landscape dan zoning dan pengaturan bangunan-bangunan secara garis besar berdasarkan fungsi, tujuan desain dan keterkaitannya secara menyeluruh agar didapat gambaran dalam proses desain selanjutnya.

3) Feedback hasil konsep rancangan secara garis besar terhadap KAK dan uji kesesuaiannya.

4) Melakukan studi literatur dan jika diperlukan dengan bangunan sejenis

5) Melakukan studi literatur dan konsultasi kepada dinas terkait dalam tiapan tahapan proses perencanaan.

b.

Tahap Penyusunan pra rancangan

(bobot 30% ), mencakup: 1) Membuat pra-rencana zoning/ siteplan (peletakan bangunan) dan

landscape beserta sarana dan prasarana pelengkap landscape 2) Membuat Konsep awal yang menyangkut keharmonisan fungsi

antar bangunan berdasarkan penzoningan yang menyebabkan mengalirnya sirkulasi antar bangunan, keharmonisan bentuk arsitektur dengan mempertimbangkan fungsi bangunan tersebut 3) Perencanaan ruang-ruang harus mempertimbangkan kegiatan

dan alat- alat yang akan dioperasionalkan dalam ruang.

kesesuaiannya.

c.

Tahap Pengembangan

(bobot 30% ), mencakup :

1) Membuat pengembangan dari disain pra-rencana keseluruhan (gambar landscape dan siteplan (layout))

2) Membuat Rancangan awal bangunan-bangunan berupa tampilan arsitektur dan kebutuhan lahan bangun.

3) Dalam peletakan massa bangunan, harus mempertimbangkan efisiensi sirkulasi dan sifat bangunan yang berdekatan berdasarkan jenis pelayanan yang dilaksanakan dalam bangunan tersebut

4) Melakukan koordinasi dan konsultasi dengan dinas-dinas yang terkait dengan program ruangan yang akan direncanakan.

5) Feedback hasil konsep rancangan terhadap KAK, uji

kesesuaiannya.

d.

Tahap Penyusunan Rencana Detail

(bobot 30% ) mencakup: 1) Membuat gambar-gambar detail perencanaan, mencakup gambar

masterplan, detail siteplan dan landscape (beserta kelengkapannya: pohon tempat sampah, lampu taman dll). Pengaturan sistem sirkulasi baik intern bangunan maupun ekstern 2) Membuat gambar-gambar detail perencanaan terdiri dari gambar

arsitektur, Struktur, mekanikal dan elektrikal, detail landscape bangunan

3) Uraian detail rencana arsitektur, struktur dan utilitas (plumbing, mekanikal dan elektrikal) dengan mengacu pada kebijakan-kebijakan dan persyaratan yang ditetapkan khusus untuk bangunan Pemerintah disesuaikan dengan fungsi bangunan

4) Gambar-gambar detail struktur harus disertai dengan data hitungan pembebanan struktur.

5) Untuk utilitas, elektrikal dan mechanical serta plumbing, detail gambar harus jelas.

6) Sistem penyelamatan dalam keadaan bahaya atau darurat misalnya peletakan tangga darurat untuk penyelamatan ketika ada kebakaran, lampu peringatan tanda kebakaran, detector asap, fire alarm dan sist em pemadam kebakaran harus juga direncanakan dan digambarkan detailnya terutama apabila ada bangunan yang direncanakan mengharuskan hingga diatas 2 lantai

kesesuaiannya

8) Menyusun Dokumen Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) 9) Menyusun Dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB)

3. LI NGKUP KEWENANGAN PENYEDI A JASA

a. Penyedia Jasa berkewajiban dan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap pelaksanaan perencanaan ini

b. Penyedia Jasa dalam melaksanakan pekerj aannya dapat meminta bantuan dari pihak instansi terkait yang akan memberikan petunjuk dan pengarahan kepada konsultan untuk mencapai hasil yang optimal guna mendukung kelancaran kerja

c. Dalam melaksanakan pekerj aannya j ika perlu penyedia jasa dapat melakukan alih pengetahuan tentang perencanaan bangunan kepada pengguna bangunan.

d.

C. KUALI FI KASI JUMLAH TENAGA AHLI

Untuk melaksanakan kegiatan ini Konsultan Perencana harus menyiapkan tenaga ahli sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan pekerjaan:

1. TENAGA AHLI PROFESI ONAL

a. Tenaga Ahli Perencanaan Wilayah Kota (1 orang) sebagai Team Leader. Minimal S1 Planologi dengan pengalaman minimal 8 tahun dalam perencanaan wilayah kota.

b. Tenaga Ahli Rancangan Kota/ Urban Designer (1 orang) sebagai Ahli Ahli Rancangan Kota/ Urban Designer. Minimal S1 Planologi dengan pengalaman minimal 5 tahun dalam perencanaan/ perancangan kota/ urban designer.

c. Tenaga Ahli Arsit ektur (1 orang) sebagai Ahli Arsitektur. Minimal S1 Teknik Arsitektur dengan pengalaman minimal 5 tahun dalam perencanaan dan perancangan bangunan.

d. Tenaga Ahli Sipil Transportasi (1 orang) sebagai Ahli Sipil Transportasi . Minimal S1 Teknik Sipil dengan pengalaman minimal 5 tahun dalam perencanaan teknik lalulintas/ transportasi wilayah kota. e. Tenaga Ahli Landscape (1 orang) sebagai Ahli Landscape . Minimal

S1 Teknik Arsitektur bidang Lanscape dengan pengalaman minimal 5 tahun dalam perencanaan Lanscape.

f. Tenaga Ahli Lingkungan (1 orang) sebagai Ahli Lingkungan . Minimal S1 Teknik Lingkungan dengan pengalaman minimal 5 tahun dalam bidangnya.

2. TENAGA PENDUKUNG

Tenaga Ahli Arsitektur (1 orang) sebagai Ahli Arsitektur. Minimal S1 Arsitektur dengan pengalaman minimal 5 tahun dalam perencanaan dan perancangan bangunan.

a. Asisten Ahli Arsitektur (1 orang) sebagai Asisten Ahli Arsitektur. Minimal D3 Arsitektur dengan pengalaman minimal 3 tahun dalam perencanaan dan perancangan bangunan.

b. Asisten Ahli Struktur (1 orang) sebagai Asisten Ahli Sipil. Minimal D3 Sipil dengan pengalaman minimal 3 tahun dalam perencanaan dan perancangan bangunan/ struktur gedung

c. Operator CAD (1 orang), minimal D3 Sipil atau D3 Arsitektur yang memiliki pengalaman 3 tahun di bidang perencanaan dan perancangan bangunan

d. Tenaga Administrasi (1 orang), minimal S1 Ekonomi dengan pengalaman 3 tahun

e. Operator Computer (1 orang), minimal D3 I lmu komputer pengalaman 3 tahun.

D. KRI TERI A DAN AZAS PERENCANAAN

1. KRI TERI A PERENCANAAN

a. Perpres 54 Tahun 2010 b. Perpres 70 Tahun 2012

c. Peraturan Pembangunan daerah

d. Standar Bangunan I ndonesia tentang bangunan gedung

e. Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara Keputusan Menteri Kimpraswil Nomor: 45/ PRT/ M/ 2007 tanggal 27 Desember 2007

2. AZAS- AZAS PERENCANAAN

Selain dari kriteria di atas dalam melaksanakan tugasnya, Konsultan perencana hendaknya memperhatikan azas-azas:

a. Perencanaan Gedung Pemerintahan hendaknya memiliki aspek fungsional dan efisien, teknikal yaitu kehandalan struktur dan sistem operasional, utilitas yang berjalan baik, serta behavioral menarik dan tidak berlebihan memiliki citra sebagai Bangunan Pemerintah. b. Sirkulasi bangunan harus mengalir dan mempunyai keterkaitan

tidak terjadi ketidak efisienan sirkulasi dikarenakan kesalahan pengaturannya

c. Desain dan kelengkapannya harus memberikan rasa nyaman dan aman.

Memiliki kualitas kenyamanan yang tinggi bagi aparat pengguna bangunan dan masyarakat yang mendapatkan pelayanan

d. Kreatifitas desain diperbolehkan tetapi tetap mempertimbangkan efisien biaya dengan tetap memperhatikan kriteria fungsi bangunan sebagai Gedung Pemerintah

e. Memperhatikan biaya investasi, operasi dan pemeliharaan bangunan setelah dibangun dan dioperasikan mengingat bangunan adalah Bangunan Pemerintahan yang tidak bertujuan untuk mencari keuntungan maka biaya-biaya pemeliharaan yang mungkin terjadi harus diusahakan serendah mungkin

f. Desain bangunan harus mencirikan sedemikian rupa sebagai bangunan Pemerintah dan diharapkan bentuknya harus bisa mengadopsi bentuk-bentuk ikon kebudayaan di Kota Pangkalpinang dengan tidak meninggalkan ciri bangunan modern tropis ataupun

vernakular (untuk bentukan tampilan bangunan dapat

dikonsultasikan ke I nstansi terkait pengguna bangunan)

E. KELUARAN PRODUK KONSULTAN:

Keluaran atau produk yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa dari awal perencanaan sampai menghasilkan dokumen lelang:

1. TAHAP PERSI APAN PERENCANAAN:

a. Laporan data dan informasi keadaan lapangan

b. I nterpretasi terhadap Kerangka Acuan Kerja (KAK), pemahaman dan tanggapan konsultan terhadap KAK, organisasi, jumlah tenaga tim perencana, program kerja perencanaan

c. Konsepsi skematik perencanaan/ gagasan, termasuk zoning, besaran ruang, hubungan masa bangunan dan hubungan ruang-ruang

d. Studi literatur mencakup standar-standar t eknis yang digunakan serta peraturan yang terkait.

Produk ini diserahkan kepada tim teknis

paling lambat 1 ( satu)

minggu

setelah diterbitkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) sebanyak 5 eksemplar

2. TAHAP PERENCANAAN TEKNI S:

a. Gambar-gambar Pra rencana mencakup: Gambar situasi, Gambar Pra rencana Landscape (pekerj aan taman,perkerasan sirkulasi jalan, pohon dll) Gambar Rencana Tapak/ Siteplan, dan gambar pra rencana bangunan (denah, tampak dan potongan)

b. Perkiraan kebutuhan lahan tiap-tiap gedung berdasarkan hitungan kebutuhan ruang setiap gedung

c. Peletakan Bangunan-bangunan berdasarkan aspek fungsi, aspek teknikal dan behavioral

d. Perkiraan/ Estimasi Biaya secara garis besar yang dibutuhkan untuk masing-masing sub sistem (arsitektur, struktur, mekanikal dan elektrikal)

1) Untuk Gambar Pra Rencana ukuran kertas A2 : Skala Gambar 1: 200

2) Gambar Kerja (Rencana Detail) Ukuran kertas A2 :

Gambar Kerj a, ukuran kertas A3 (Denah/ Layout) : skala 1: 50 s/ d 1: 100

Gambar Kerj a, ukuran kertas A2 (Detail- det ail) : skala 1: 5 s/ d 1: 20

Produk ini diserahkan kepada tim teknis

paling lambat 4 ( empat)

minggu

setelah diterbitkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) sebanyak 5 eksemplar.

3. TAHAP RENCANA TEKNI S PELAKSANAAN

a. Gambar-gambar pengembangan rencana yaitu:

1) Gambar detail Gambar Rencana Arsitektur, berupa rencana tapak, denah, tampak, potongan, rencana dinding, rencana lantai, plafond, kusen dan detail-detailnya sesuai dengan peraturan untuk gedung.

2) Gambar Rencana Struktur, berupa rencana pondasi, sloof, kolom, balok, beserta detail-detailnya (untuk bangunan)

3) Gambar-gambar rencana utilitas bangunan mengenai

pencahayaan, sirkulasi udara, plumbing, akustik, sistem tanda dan pemadam kebakaran dll

b. Konsep Perencanaan yaitu:

1) Konsep Perencanaan Arsitektur beserta uraian dan visualisasinya. 2) Konsep Perencanaan struktur beserta uraian dan perhitungannya

perhitungannya

4) Konsep Perencanaan Elektrikal beserta uraian dan

perhitungannya menyangkut juga perhitungan pencahayaan alami untuk siang hari dan buatan untuk malam hari atau gabungan keduanya

Produk tahap ini diserahkan kepada Tim Teknis

paling lambat 4

( Empat) minggu

setelah diterbitkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) sebanyak 5 eksemplar

- Untuk Gambar Tahap Rencana Teknis ukuran kertas A3 : Skala Gambar 1: 200

- Gambar Kerja (Rencana Detail) Ukuran kertas A2 :

Gambar Kerja, ukuran kertas A2 (Denah/ Layout) : skala 1: 50 s/ d 1: 100

Gambar Kerj a, ukuran kertas A2 (Detail- detail) : skala 1: 5 s/ d 1: 20

4. TAHAP RENCANA DETAI L

a. Pada Tahap dilakukan perencanaan Detail (Gambar Kerja/ gambar Detail Pelaksanaan): (5 Eksemplar)

1) Gambar Arsitektur 2) Gambar Struktur 3) Gambar Mekanikal 4) Gambar Elektrikal

b. Dokumen Rencana Kerj a dan Syarat-syarat (RKS)/ dokumen yang bisa siap pakai untuk pelelangan (5 Eksemplar)

c. Dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB)/ engineering Estimate (EE) (5 Eksemplar)

d. Perspektif masterplan bangunan-bangunan, perspektif bangunan e. Laporan Akhir Perencanaan, berisi penjelasan tertulis mengenai

data-data teknis, ukuran, jumlah dan kapasit as ruang, serta konsep perencanaan dari masing-masing sistem( Arsitektur, struktur, mekanikal dan elektrikal, plumbing dll.

Produk tahap ini diserahkan

paling lambat 45 ( empat puluh