kepada karyawannya. Imbalan yang digunakan sebagai dasar perhitungan adalah imbalan pensiun normal, meninggal dunia, cacat/sakit berkepanjangan, dan mengundurkan diri secara sukarela sesuai Peraturan Perusahaan. Bank juga memberikan program imbalan kerja jangka panjang lainnya kepada karyawannya dalam bentuk cuti besar.
The Bank established an employee benefit program for its employees. Benefit as basis of calculation is benefit upon normal retirement benefit, death, disability/long sickness and voluntary resignation as required under Company Regulation. The Bank also provides other long-term employee benefit in form of long service leave.
Jumlah karyawan yang berhak atas imbalan tersebut pada 31 Desember 2021 adalah sebanyak 588 karyawan (31 Desember 2020: 583 karyawan).
Number of employees covered by the program as of December 31, 2021 is 588 employees (December 31, 2020: 583 employees).
Liabilitas imbalan kerja yang termasuk dalam laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut:
The employee benefits obligation recognized in the statement of financial position is as follows:
2021 2020
Liabilitas imbalan pascakerja 68.645 66.344 Post-employment benefit obligation Imbalan kerja jangka panjang lainnya 2.014 3.707 Other long-term employee benefit
Jumlah 70.659 70.051 Total
Liabilitas imbalan pascakerja Post-employment benefits obligation Bank memberikan imbalan pascakerja sesuai
Peraturan Perusahaan. Bank juga mengikutsertakan karyawannya dalam program pensiun iuran pasti yang dikelola oleh DPLK AIA. Imbalan pensiun adalah selisih antara imbalan berdasarkan Peraturan Perusahaan dibandingkan dengan imbalan yang dibayarkan oleh program pensiun. Bank tidak melakukan pendanaan atas selisih tersebut.
The Bank provides a post-employment benefit program as stated in Company Regulation. The Bank also includes its employee in defined contribution pension program managed by DPLK AIA. Normal Retirement benefit is defined benefit scheme under the Company Regulation compared with benefit payable from pension fund, whichever is higher. The Bank does not set up fund for the offset of defined benefit scheme over the defined contribution scheme.
Besarnya liabilitas dan biaya yang timbul sehubungan dengan program imbalan tersebut adalah sebagai berikut:
The liability and expense associated with the benefit program is as follows:
2021 2020
Nilai kini kewajiban imbalan pasti - Present value of defined benefit obligation
-awal periode 66.344 60.622 beginning of period
Biaya jasa: Service cost:
- Biaya jasa kini 9.998 10.146 - Current service cost
Biaya bunga 4.118 4.272 Interest cost
Imbalan yang dibayarkan (8.054) (8.602) Benefit paid
(Keuntungan) kerugian aktuarial atas: Actuarial (gain) loss due to:
- Penyesuaian atas pengalaman (2.744) (2.944) - Experience adjustment
- Perubahan asumsi demografik - (117) - Change in demographic assumptions - Perubahan asumsi keuangan (1.017) 2.967 - Change in financial assumptions
Nilai kini kewajiban imbalan pasti - Present value of defined benefit obligation
-akhir periode 68.645 66.344 ending of period
Nilai yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain atas liabilitas imbalan pascakerja adalah sebagai berikut:
Amounts recognized in statement of profit or loss and other comprehensive income in respects of the post-employment benefits obligation are as follows:
2021 2020
Diakui pada laporan laba rugi: Recognized in profit or loss:
Biaya jasa kini 9.998 10.146 Current service cost
Biaya bunga 4.118 4.272 Interest cost
Subjumlah 14.116 14.418 Subtotal
Diakui pada laporan penghasilan Recognized in other
komprehensif lain: comprehensive income:
(Keuntungan) kerugian aktuarial atas: Actuarial (gain) loss due to:
- Penyesuaian atas pengalaman (2.744) (2.944) - Experience adjustment
- Perubahan asumsi demografik - (117) - Change in demographic assumptions - Perubahan asumsi keuangan (1.017) 2.967 - Change in financial assumptions Subjumlah (3.761) (94) Subtotal
Jumlah yang diakui di laporan laba rugi Total recognized in statement of profit or loss dan penghasilan komprehensif lain 10.355 14.324 and other comprehensive income
Perhitungan imbalan pascakerja dihitung oleh aktuaris independen PT Padma Radya Aktuaria. Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan penilaian aktuaris adalah sebagai berikut:
The cost of providing post-employment benefits is calculated by independent actuary PT Padma Radya Aktuaria. The actuarial valuation was carried out using the following key assumptions:
2021 2020
Tingkat diskonto 6,75% 6,50% Discount rate
Tingkat kenaikan gaji 6,50% 6,50% Salary increment rate
Tingkat mortalitas 100% TMI 4 100% TMI 4 Mortality rate
Tingkat cacat 5% TMI 4 5% TMI 4 Disability rate
Tingkat pengunduran diri Resignation rate
Usia pensiun normal 55 55 Normal retirement rate
Tingkat pengembalian investasi 6,50% 6,50% Return of investment
15% per tahun sampai dengan usia 35 tahun kemudian menurun linier
hingga 0% pada usia 55 tahun/
15% per annum up to age 35 then decrease linearly to 0% at age 55
Sensitivitas analisis di bawah ini ditentukan berdasarkan masing-masing perubahan asumsi yang mungkin terjadi pada akhir periode pelaporan, dengan semua asumsi lain konstan:
The sensitivity analyses below have been determined based on reasonably possible changes of the respective assumptions occurring at the end of the reporting period, while holding all other assumptions constant:
2021 2020
Tingkat diskonto Discount rate
Kenaikan 1% (3.816) (3.905) 1% increase
Penurunan 1% 4.232 4.342 1% decrease
Tingkat kenaikan gaji Salary increase rate
Kenaikan 1% 4.558 4.645 1% increase
Penurunan 1% (4.169) (4.237) 1% decrease
Analisis sensitivitas yang disajikan di atas mungkin tidak mewakili perubahan yang sebenarnya dalam liabilitas imbalan pascakerja mengingat bahwa perubahan asumsi terjadinya tidak terisolasi satu sama lain karena beberapa asumsi tersebut mungkin berkorelasi.
The sensitivity analysis presented above may not be representative of the actual change in the post-employment benefits obligation as it is unlikely that the change in assumptions would occur in isolation of one another as some of the assumptions may be correlated.
Selanjutnya, dalam menyajikan analisis sensitivitas di atas, nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan menggunakan metode projected unit credit pada akhir periode pelaporan, yang sama dengan yang diterapkan dalam menghitung liabilitas imbalan pascakerja yang diakui dalam laporan posisi keuangan.
Furthermore, in presenting the above sensitivity analysis, the present value of the defined benefit obligation has been calculated using the projected unit credit method at the end of the reporting period, which is the same as that applied in calculating the post-employment benefits obligation recognized in statement of financial position.
Imbalan kerja jangka panjang lainnya Other long-term employee benefit Bank memberikan imbalan jangka panjang lainnya
dalam bentuk cuti besar sesuai Peraturan Perusahaan. Bank tidak melakukan pendanaan terhadap program ini.
The Bank provides other long–term employment benefit in form of long service leave as stated in Company Regulation. The Bank does not set up fund for this program.
Besarnya liabilitas dan biaya yang timbul sehubungan dengan program imbalan tersebut adalah sebagai berikut:
The liability and expense associated with the benefit program is as follows:
2021 2020
Nilai kini kewajiban imbalan pasti - Present value of defined benefit obligation
-awal periode 3.707 4.255 beginning of period
Biaya jasa: Service cost:
- Biaya jasa kini 648 1.091 - Current service cost
- Biaya jasa lalu (1.823) - - Past service cost
Biaya bunga 108 269 Interest cost Ekspektasi imbalan yang dibayarkan (500) (1.783) Expected benefit paid
(Keuntungan) kerugian aktuarial atas: Actuarial (gain) loss due to:
- Penyesuaian atas pengalaman (114) (190) - Experience adjustment
- Perubahan asumsi keuangan (12) 65 - Change in financial assumptions
Nilai kini kewajiban imbalan pasti - Present value of defined benefit obligation
-akhir periode 2.014 3.707 ending of period
Nilai yang diakui dalam laporan laba rugi atas imbalan kerja jangka panjang lainnya adalah sebagai berikut:
Amounts recognized in statement of profit or loss in respects of the other long-term employee benefit are as follows:
2021 2020
Diakui pada laporan laba rugi: Recognized in profit or loss:
Biaya jasa kini 648 1.091 Current service cost
Biaya jasa lalu (1.823) - Past service cost
Biaya bunga 108 269 Interest cost
(Keuntungan) kerugian aktuarial atas: Actuarial (gain) loss due to:
- Penyesuaian atas pengalaman (114) (190) - Experience adjustment
- Perubahan asumsi keuangan (12) 65 - Change in financial assumptions Jumlah yang diakui di laporan laba rugi (1.193) 1.235 Total recognized in statement of profit or loss
Perhitungan imbalan jangka panjang lainnya dihitung oleh aktuaris independen PT Padma Radya Aktuaria.
Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan penilaian aktuaris adalah sebagai berikut:
The cost of providing other long–term employment benefit is calculated by independent actuary PT Padma Radya Aktuaria. The actuarial valuation was carried out using the following key assumptions:
2021 2020
Tingkat diskonto 6,75% 6,50% Discount rate
Tingkat kenaikan gaji 6,50% 6,50% Salary increment rate
Tingkat mortalitas 100% TMI 4 100% TMI 4 Mortality rate
Tingkat cacat 5% TMI 4 5% TMI 4 Disability rate
Tingkat pengunduran diri Resignation rate
Usia pensiun normal 55 55 Normal retirement age
15% per tahun sampai dengan usia 35 tahun kemudian menurun linier
hingga 0% pada usia 55 tahun/
15% per annum up to age 35 then decrease linearly to 0% at age 55
Sensitivitas analisis di bawah ini ditentukan berdasarkan masing-masing perubahan asumsi yang mungkin terjadi pada akhir periode pelaporan, dengan semua asumsi lain konstan:
The sensitivity analyses below have been determined based on reasonably possible changes of the respective assumptions occurring at the end of the reporting period, while holding all other assumptions constant:
2021 2020
Tingkat diskonto Discount rate
Kenaikan 1% (46) (87) 1% increase Penurunan 1% 48 91 1% decrease
Tingkat kenaikan gaji Salary increase rate
Kenaikan 1% 53 100 1% increase Penurunan 1% (52) (97) 1% decrease Sensitivitas juga dihitung dengan metode projected
unit credit sebagaimana diterapkan ketika menghitung nilai kini kewajiban imbalan pasti. Analisis sensitivitas didasarkan pada perubahan satu asumsi dan menganggap semua asumsi lainnya konstan.
Sensitivities are also calculated with the projected unit credit method as applied when calculating present value of defined benefit obligation. The sensitivity analyses are based on a change of one assumption while holding all other assumptions constant.
22. MODAL SAHAM 22. CAPITAL STOCK