• Tidak ada hasil yang ditemukan

LIABILITAS IMBALAN KERJA EMPLOYEE BENEFIT OBLIGATIONS

Jika Perseroan gagal memenuhi kewajiban pembayarannya atas perjanjian pinjaman ini, perusahaan pembiayaan berhak untuk mengakhiri perjanjian dan mewajibkan Perseroan untuk membayar sisa pinjaman atau mengambil kembali alat berat dan mesin tersebut dari Perseroan.

Perseroan tidak memiliki batasan-batasan yang diwajibkan dalam perjanjian pinjaman ini.

If the Company fails to meet its payment obligation of these borrowing agreements, the financing companies have the right to terminate the agreement and the Company will be required to pay the remaining borrowing or to take back the related heavy equipment and machineries from the Company. The Company has no covenants under these borrowing agreements.

Pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, seluruh nilai tercatat pinjaman lain-lain berdenominasi Rupiah.

As at 31 December 2021 and 2020, all other borrowings were denominated in Rupiah.

Selama tahun 2021, Grup melakukan pembayaran atas pinjaman lain-lain tersebut sebesar Rp 52.720 (2020: Rp 74.272).

During 2021, the Group made payments for other borrowings amounting to Rp 52,720 (2020:

Rp 74,272).

20. LIABILITAS IMBALAN KERJA 20. EMPLOYEE BENEFIT OBLIGATIONS

2021 2020

Imbalan pensiun Pensions and other

dan pascakerja lain-lain 47,685 54,910 post-employment benefits Imbalan jangka panjang lain-lain 8,539 9,539 Other long-term benefits Liabilitas imbalan kerja 56,224 64,449 Employee benefit obligations

Dikurangi: Less:

Bagian jangka pendek (4,118) (5,204) Current portion

Bagian jangka panjang 52,106 59,245 Non-current portion

Liabilitas imbalan kerja dihitung oleh PT Milliman Indonesia, aktuaris independen. Laporan aktuarial terkini bertanggal 17 Januari 2022 (2020: 15 Januari 2021).

The employee benefit obligations are calculated by PT Milliman Indonesia, an independent actuary.

The latest actuarial report was dated 17 January 2022 (2020: 15 January 2021).

20. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan) 20. EMPLOYEE BENEFIT OBLIGATIONS (continued) Imbalan pensiun dan pascakerja lain-lain Pension and other post-employment benefits Mutasi liabilitas imbalan pensiun adalah sebagai

berikut: The movements of pension are as follow:

2021 2020

Nilai kini Nilai Nilai kini Nilai

Kewajiban/ wajar aset Kewajiban/ wajar aset

Present program/ Present program/

value of Fair value of Jumlah/ value of Fair value of Jumlah/

obligation plan assets Total obligation plan assets Total

Pada awal tahun 58,139 (3,229) 54,910 58,673 (5,038) 53,635 At the beginning of the year

Biaya jasa kini 8,059 - 8,059 7,682 - 7,682 Current service cost

Biaya jasa lalu (9,239) - (9,239) - - - Past service cost

Beban bunga 3,478 (119) 3,359 4,370 (310) 4,060 Interest expense

Pengukuran kembali: Remeasurements:

- Perubahan dalam asumsi Change in financial -

keuangan 4,101 - 4,101 222 - 222 assumptions

- Perubahan dalam asumsi Change in demographic -

demografi (1,023) - (1,023) (111) - (111) assumptions

- Penyesuaian pengalaman Experience adjustment -

atas kewajiban (8,777) - (8,777) (3,004) - (3,004) on obligation

Imbal hasil atas aset program, Return on plan assets excluding

tidak termasuk jumlah amounts included in

dalam penghasilan bunga - (434) (434) - 321 321 interest income

Iuran pemberi kerja - (673) (673) - (233) (233)

Iuran pekerja 40 (40) - 37 (37) -

Imbalan yang dibayar (4,220) 3,500 (720) (8,580) 2,068 (6,512) Benefits paid

Transfer pekerja (1,878) - (1,878) (1,150) - (1,150) Employee transfer

Pada akhir tahun 48,680 (995) 47,685 58,139 (3,229) 54,910 At the end of the year

Dikurangi: bagian

jangka pendek (1,990) - (1,990) (3,159) - (3,159) Less: current portion

Bagian jangka panjang 46,690 (995) 45,695 54,980 (3,229) 51,751 Non-current portion

Durasi rata-rata tertimbang dari liabilitas program pensiun imbalan pasti pada tanggal 31 Desember 2021 adalah 17 tahun.

The weighted average duration of the defined benefit pension obligation at 31 December 2021 is 17 years.

Analisis jatuh tempo yang diharapkan dari manfaat pensiun tidak didiskontokan adalah sebagai berikut:

Expected maturity analysis of undiscounted pension benefits is as follows:

2021 2020

Kurang dari satu tahun 1,855 6,100 Less than a year

Antara satu dan lima tahun 17,600 18,394 Between one and five years Antara lima dan sepuluh tahun 39,149 46,027 Between five and ten years

Lebih dari sepuluh tahun 368,447 536,629 More than ten years

427,051 607,150

Berikut asumsi pokok aktuarial yang digunakan: Below are the principal actuarial assumptions used:

2021 2020

Tingkat diskonto 6.0% - 7.0% 6.5% - 8.0% Discount rate

Kenaikan gaji masa datang 6.5% 6.5% Future salary increases

20. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan) 20. EMPLOYEE BENEFIT OBLIGATIONS (continued) Imbalan pensiun dan pascakerja lain-lain

(lanjutan) Pension and other post-employment benefits

(continued) Sensitivitas dari kewajiban imbalan pasti terhadap

perubahan asumsi aktuarial utama adalah sebagai berikut:

The sensitivity of the defined benefit obligation to changes in the principal actuarial assumptions is as follows:

Dampak atas kewajiban imbalan pasti/

Impact on defined benefit obligation

Perubahan Kenaikan Penurunan

asumsi/ asumsi/ asumsi/

Change in Increase in Decrease in

assumptions assumptions assumptions

Penurunan sebesar/ Kenaikan sebesar/

Decrease by Increase by

Tingkat diskonto 1.0% Rp 5,350 Rp 6,401 Discount rate

Kenaikan sebesar/ Penurunan sebesar/

Increase by Decrease by

Kenaikan gaji masa datang 1.0% Rp 6,884 Rp 5,828 Future salary increases

Analisa sensitivitas didasarkan pada perubahan atas satu asumsi aktuarial dimana asumsi lainnya dianggap konstan. Dalam prakteknya, hal ini jarang terjadi dan perubahan beberapa asumsi mungkin saling berkorelasi. Dalam perhitungan sensitivitas kewajiban imbalan pasti atas asumsi aktuarial utama, metode yang sama (perhitungan nilai kini kewajiban imbalan pasti dengan menggunakan metode projected unit credit di akhir periode) telah diterapkan seperti dalam penghitungan kewajiban pensiun yang diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.

The sensitivity analysis is based on a change in an assumption while holding all other assumptions constant. In practice, this is unlikely to occur and changes in some assumptions may be correlated.

When calculating the sensitivity of the defined benefit obligation to significant actuarial assumptions, the same method (present value of the defined benefit obligation calculated with the projected unit credit method at the end of the reporting period) has been applied as when calculating the pension liability recognised within the consolidated statements of financial position.

Basis yang digunakan untuk menentukan imbal hasil aset program adalah ekspektasi pasar, pada awal tahun, untuk hasil aset program selama masa kewajiban.

The basis used in the implied return on plan assets shall be on market expectations, at the beginning of the year, for returns over the entire life of the related obligation.

Aset program terdiri dari: Plan assets comprise the following:

2021 2020

Utang obligasi pemerintah 33% 34% Government bonds

Instrumen ekuitas 37% 33% Equity instruments

Utang obligasi perusahaan 26% 27% Corporate bonds

Lainnya 4% 6% Others

100% 100%

20. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan) 20. EMPLOYEE BENEFIT OBLIGATIONS (continued) Imbalan pensiun dan pascakerja lain-lain

(lanjutan) Pension and other post-employment benefits

(continued) Melalui program imbalan pasti, Grup menghadapi

sejumlah risiko signifikan sebagai berikut: Through its defined benefit pension plans, the Group is exposed to a number of significant risks of which are detailed below:

- Perubahan imbal hasil obligasi

Liabilitas imbalan kerja yang dihitung berdasarkan PSAK No. 24 menggunakan tingkat diskonto obligasi. Jika tingkat diskonto tersebut turun, maka kewajiban imbalan pasti akan cenderung mengalami kenaikan.

- Changes in bond yields

The employee benefit obligations calculated under SFAS No. 24 use a discount rate on bond yields. If bond yields decrease, the defined benefit will tend to increase.

- Tingkat kenaikan gaji

Liabilitas imbalan kerja Grup berhubungan dengan tingkat kenaikan gaji. Semakin tinggi tingkat kenaikan gaji akan menyebabkan semakin besarnya jumlah liabilitas.

- Salary growth rate

linked to salary growth rate. Higher salary growth rate will lead to higher liabilities.

- Volatilitas aset

Liabilitas program dihitung menggunakan tingkat diskonto yang merujuk kepada tingkat imbal hasil obligasi pemerintah/perusahaan.

Jika imbal hasil aset program lebih rendah, maka akan menghasilkan defisit program.

- Asset volatility

The employee benefit obligations are calculated using a discount rate referred to government/corporate bond yields. If plan assets underperform this yield, this will create a plan deficit.

Imbalan jangka panjang lainnya Other long-term employee benefits Mutasi liabilitas imbalan kerja jangka panjang

lainnya yang diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:

The movement of other long-term employee benefit obligations recognised in the consolidated statements of financial position is as follows:

2021 2020

Pada awal tahun 9,539 9,310 At the beginning of the year

Jumlah yang dibebankan pada

laba rugi 413 1,800 Expenses charged to profit or loss

Pembayaran imbalan dari program (1,413) (1,571) Benefit payments from plans

Pada akhir tahun 8,539 9,539 At the end of year

Bagian jangka pendek (2,128) (2,045) Current portion

Bagian jangka panjang 6,411 7,494 Non-current portion

Jumlah yang diakui pada laba rugi adalah sebagai

berikut: The amounts recognised in profit or loss are as

follows:

2021 2020

Biaya jasa kini 2,523 2,627 Current service cost

Biaya bunga 545 643 Interest cost

Pengukuran kembali bersih yang Net remeasurements

diakui selama periode berjalan (2,221) (1,384) recognised during the period

Transfer karyawan (434) (86) Employee transfer

413 1,800

Dokumen terkait