• Tidak ada hasil yang ditemukan

LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA EMPLOYEE BENEFIT LIABILITIES

ASUMSI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN 4. CRITICAL ACCOUNTING JUDGEMENT, ESTIMATES AND SIGNIFICANT ACCOUNTING ASSUMPTIONS

19. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA EMPLOYEE BENEFIT LIABILITIES

Perusahaan menyelenggarakan program imbalan kerja berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 mengenai imbalan pasca kerja.

The Company provides employee benefits programs by the Employment Act No. 13/2003 regarding post employee benefit.

Perusahaan telah menunjuk aktuaris, yaitu PT Dian Artha Tama untuk melakukan perhitungan beban imbalan kerja seperti yang disyaratkan dalam PSAK No. 24 (revisi 2013), “Imbalan Kerja”.

The Company has appointed actuary, which was PT Dian Artha Tama to perform calculations for employee benefits as required by SFAS No. 24 (revised 2013), "Employee Benefits".

Asumsi – asumsi dasar yang digunakan dalam menentukan liabilitas imbalan pasca kerja untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

The basic assumptions used in determining the liability for post-retirement benefits for the years ended December 31, 2020 and 2019 as follows: 31 Desember/ December 31, 2020 31 Desember/ December 31, 2019

Jumlah peserta 166 170 Total participant

Umur pensiun normal (tahun) 55 55 Normal retirement age (year)

Kenaikan gaji (per tahun) 8,0% 8,0% Salary increase (per year)

Tingkat bunga diskonto (per tahun) 7,6% 7,6% Discount rate (per year)

Tingkat kematian Indonesia – III (2011) Mortality rate

Liabilitas imbalan kerja yang disajikan dalam laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut:

Employee benefit liabilities which is presented in the statements of financial position was as follow:

31 Desember/ December 31, 2020 31 Desember/ December 31, 2019

Kewajiban awal periode 5.051.632.675 4.413.998.771 Liability at beginning of the year

Beban yang diakui di laba rugi 1.210.040.926 1.139.558.479

Net expense recognized in the income statement

Penghasilan komprehensif lain 791.374.000 (501.924.575) Other comprehensive income

19. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA 19. EMPLOYEE BENEFIT LIABILITIES

Beban imbalan kerja yang diakui sebagai bagian dari beban usaha pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah sebagai berikut:

Employee benefit expenses which was presented in as part of operating expenses in statements of profit or loss and other comprehensive income was as follows:

31 Desember/ December 31, 2020 31 Desember/ December 31, 2019

Beban jasa kini 822.995.213 768.782.582 Current service cost

Beban bunga 387.045.713 370.775.897 Interest cost

Jumlah 1.210.040.926 1.139.558.479 Total

Asumsi 54ctuarial yang signifikan untuk penentuan kewajiban imbalan pasti adalah tingkat diskonto. Analisis sensitivitas di bawah ini ditentukan berdasarkan masing-masing perubahan asumsi yang mungkin terjadi pada akhir periode pelaporan, dengan semua asumsi lain konstan.

Significant actuarial assumptions for the determination of the defined obligation are discount rate. The sensitivity analysis below have been determined based on reasonably possible changes of the respective assumptions occurring at the end of the reporting period, while holding all other assumptions constant. 31 Desember/ Desember 31, 2020 31 Desember/ December 31 2019

Tingkat diskonto +1% Discount rate +1%

Nilai kini liabilitas

imbalan kerja 6.395.550.821 4.587.537.869

Present value benefits obligation

Beban jasa kini 734.939.573 691.489.369 Current service cost

Beban bunga 387.045.713 370.775.897 Interest cost

Tingkat diskonto -1% Discount rate -1%

Nilai kini liabilitas

imbalan kerja 7.825.933.874 5.595.967.426

Present value benefits obligation

Beban jasa kini 928.760.239 861.392.422 Current service cost

Beban bunga 387.045.713 370.775.897 Interest cost

Analisis sensitivitas yang disajikan di atas mungkin tidak mewakili perubahan yang sebenarnya dalam kewajiban imbalan pasti mengingat bahwa perubahan asumsi terjadinya tidak terisolasi satu sama lain karena beberapa asumsi tersebut mungkin berkorelasi.

Significant actuarial assumptions for the determination of the defined obligation are discount rate and expected salary increase. The sensitivity analysis below have been determined based on reasonably possible changes of the respective assumptions occurring at the end of the reporting period, while holding all other assumptions constant. Selanjutnya, dalam menyajikan analisis sensitivitas di atas, nilai

kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan menggunakan metode projected unit credit pada akhir periode pelaporan, yang sama dengan yang diterapkan dalam menghitung liabilitas manfaat pasti yang diakui dalam laporan posisi keuangan.

Furthermore, in presenting the above sensitivity analysis, the present value of the defined benefit obligation has been calculated using the projected unit credit method at the end of the reporting period, which is the same as that applied in calculating the defined benefit obligation liability recognised in the consolidated statement of financial position.

Berdasarkan Akta Notaris No. 13 tanggal 20 Desember 2019 yang dibuat di hadapan Notaris Rahayu Ningsih, S.H, yang telah dicatat dan diterima dalam Sistem Administrasi Badan Hukum dengan Nomor Surat AHU-AH.01.03-0376293 tanggal 20 Desember 2019, struktur permodalan dan susunan kepemilikan saham Perusahaan per 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

Based on Notarial Deed No. 13 dated December 20, 2019, prepared by Notary Rahayu Ningsih, S.H., has been recorded and received in the Legal Entity Administration System with Letter Number AHU-AH.01.03-0376293 dated December 20, 2019, capital structure and Company’s shareholders composition on December 31, 2020 and 2019 are as follows:

31 Desember 2020 dan 2019/ December 31, 2020 and 2019

Pemegang Saham Jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh/ Total shares issued and fully

paid

Presentase kepemilikan/

Percentage of

ownership Jumlah/ Amount Shareholders

PT Selis Investama Indonesia 1.425.000.000 71,00% 71.250.000.000 PT Selis Investama Indonesia

Tn. Tjoa King Hoa 75.000.000 4,00% 3.750.000.000 Mr. Tjoa King Hoa

Masyarakat (di bawah 5%) 500.000.000 25,00% 25.000.000.000 Public (each below 5%)

Jumlah 2.000.000.000 100,00% 100.000.000.000 Total

Penawaran Umum Perdana Initial Public Offering

Perusahaan telah menyelesaikan Penawaran Umum Perdana atas 500.000.000 saham kepada masyarakat dengan nilai nominal Rp50 (Rupiah penuh) per saham dan harga penawaran sebesar Rp115 (Rupiah penuh) per saham, serta mulai efektif berdasarkan surat keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. S-143/D.04/2019 tanggal 27 September 2019. Pencatatan penawaran umum saham tersebut dilakukan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 7 Oktober 2019.

The company has completed an Initial Public Offering of 500,000,000 shares to the public with a par value of Rp50 (full amount Rupiah) per share and an offer price of Rp115 (full amount Rupiah) per share, and has begun to be effective based on Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Decree No. S-143 / D.04 / 2019 dated September 27, 2019. The public offering of the shares was carried out on the Indonesia Stock Exchange on October 7, 2019.

Peningkatan modal tersebut berasal dari laba ditahan sebesar

Rp56.000.000.000,- dan setoran tunai sebesar

Rp18.000.000.000,- dengan rincian sebagai berikut:

The additional capital arise from retained earnings amounting to Rp56,000,000,000,- And cash deposits amounting to Rp18,000,000,000,- with details are as follow:

- Penyetoran tunai oleh Tn. Tjoa King Hoa sebesar Rp900.000.000 dan pembagian dividen saham sebesar Rp2.800.000.000.

- Cash deposit from Tn. Tjoa King Hoa amounting to Rp900,000,000 and distribution of share dividend amounting to Rp2,800,000,000.

- Penyetoran tunai oleh PT Selis Investama sebesar Rp17.100.000.000 dan pembagian dividen saham sebesar Rp53.200.000.000.

- Cash deposit from PT Selis Investama amounting to Rp17,100,000,000 and distribution of share dividend amounting to Rp53,200,000,000

Tujuan utama dari peningkatan modal Perseroan adalah untuk memastikan bahwa Perseroan mempertahankan rasio modal yang sehat dalam rangka mendukung bisnis dan memaksimalkan nilai pemegang saham.

The primary objective of increasing the Company's capital is to ensure that it maintains healthy capital ratio in order to support its business and maximize shareholder value. Perusahaan mengelola permodalan untuk menjaga

kelangsungan usahanya dalam rangka memaksimumkan kekayaan para pemegang saham dan manfaat kepada pihak lain yang berkepentingan terhadap perusahaan dan untuk menjaga struktur optimal permodalan untuk mengurangi biaya permodalan.

The Company manages its equity to safeguard the its ability to regarding as a going concern in order to maximize the return to shareholders and benefits for other stakeholders and to maintain optimal equity structure to reduce the cost of equity.

21. KEPENTINGAN NONPENGENDALI 21. NON-CONTROLLING INTEREST