• Tidak ada hasil yang ditemukan

LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA EMPLOYEE BENEFITS OBLIGATIONS

Perusahaan memberikan imbalan pascakerja untuk karyawannya Undang-Undang Tenaga Kerja No.13 tahun 2003.

The Company provides post-employment benefits for its qualifying employees in accordance with Labor Law No.13 year 2003.

Program pensiun imbalan pasti memberikan eksposur Perusahaan terhadap risiko aktuarial seperti risiko tingkat bunga, risiko harapan hidup dan risiko gaji.

The defined benefit pension plan typically exposes the Company to actuarial risks such as interest rate risk, longevity risk and salary risk.

Risiko Tingkat Bunga Interest risk Penurunan suku bunga obligasi akan

meningkatkan liabilitas program.

A decrease in the bond interest rate will increase the plan liability.

Risiko Harapan Hidup Longevity risk

Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada estimasi terbaik dari mortalitas peserta program baik selama dan setelah kontrak kerja. Peningkatan harapan hidup peserta program akan meningkatkan liabilitas program.

The present value of the defined benefit plan liability is calculated by reference to the best estimate of the mortality of plan participants both during and after their employment. An increase in the life expectancy of the plan participants will increase the plan’s liability.

Risiko Gaji Salary risk

Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada gaji masa depan peserta program. Dengan demikian, kenaikan gaji peserta program akan meningkatkan liabilitas program itu.

The present value of the defined benefit plan liability is calculated by reference to the future salaries of plan participants. As such, an increase in the salary of the plan participants will increase the plan’s liability.

Penilaian aktuaris atas estimasi manfaat karyawan dan pasca kerja tanggal 31 Desember 2020, dilakukan oleh perusahaan konsultan aktuaria PT Praptasentosa Gunajasa.

Asumsi aktuarial pada tanggal 30 September 2021 dan 31 Desember 2020 sebagai berikut:

Actuarial valuation of post employment employee benefits as of December 31, 2020 was conducted by the actuarial consulting firm of PT Praptasentosa Gunajasa. Actuarial assumption as of September 30, 2021 and December 31, 2020 were as follows:

30 September/September 30, 31 Desember/December

2021 2020

Tingkat Kematian TMI 2019 TMI 2019 Mortality Rate

Tingkat Kenaikan Gaji - per Tahun 5% 5% Salary Increment per annum

Tingkat Diskonto 7.82% 7.00% Discount Rate

Umur pensiun normal (tahun) 56 56 Normal pension age (years)

Tingkat cacat per tahun 5,00% of TMI 2011 5,00% of TMI 2011 Disab ility rate per annum

Tingkat pengunduran diri Future pension increment rate

20 tahun dan menurun secara linier 20 year and declining linearly

sampai dengan usia 50 tahun 2% 2% until age 50 years

Beban imbalan pasca kerja yang diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah:

Amounts recognised in the statement of profit or loss and other comprehensive income in respect of these employee benefits are as follows:

30 September/September 30, 31 Desember/December 31,

2021 2020

Rp Rp

Biaya jasa kini 2,229,626,609 4,646,068,997 Current service cost

Biaya jasa lalu dan kerugian (keuntungan) Past service cost and (gain) loss

atas kurtailment (98,657,558) (1,434,062,794) from curtailment

Biaya bunga 336,664,835 1,511,465,312 Interest cost

Komponen dari biaya imbalan pasti yang Components of defined benefits cost

diakui dalam laba rugi 2,467,633,886 4,723,471,515 recognised in profit or loss

30 September/September 30, 31 Desember/December 31,

2021 2020

Rp Rp

Keuntungan aktuarial yang timbul Actuarial gains arising from experience dari penyesuaian atas pengalaman (2,587,953,323) (13,784,063,008) adjustment Komponen biaya imbalan pasti Components of defined benefits cost

yang diakui dalam penghasilan recognised in other comprehensive

komprehensif lain (2,587,953,323) (13,784,063,008) income

Pajak tangguhan dari pengukuran kembali Deferred tax from remeasurement kewajiban imbalan pasti 336,664,835 1,511,465,312 of defined benefit obligation

Jumlah (4,839,241,811) (12,272,597,696) Total

30 September/September 30, 31 Desember/December

2021 2020

Rp Rp

Present value of the employee

Nilai kini kewajiban imbalan pasti 10,318,296,611 10,438,616,048 benefits obligation

Kewajiban imbalan pasti - awal 10,438,616,048 19,499,207,541 Opening employee benefits obligations

Biaya jasa kini 2,229,626,609 4,646,068,997 Current service costs

Biaya bunga 336,664,835 1,511,465,312 Inyterest costs

Biaya jasa lalu dan (keuntungan) kerugian Past services cost and loss (gain)

atas kurtailment (98,657,558) (1,434,062,794) from curtailment

Pengukuran kembali (keuntungan/kerugian) Remeasurement (gains))/losses

Keuntungan dan kerugian aktuarial yang Actuarial gains and losses arising from

timbul dari penyesuaian atas pengalaman (2,587,953,323) (13,784,063,008) expenrience adjustments

Keuntungan dan kerugian aktuarial yang Actuarial gains and losses arising from

timbul dari perubahan asumsi keuangan -- -- changes in financial assumptions

Kewajiban imbalan pasti akhir 10,318,296,611 10,438,616,048 Closing employee benefits obligation

Asumsi aktuarial yang signifikan untuk penentuan kewajiban imbalan pasti adalah tingkat diskonto, kenaikan gaji yang diharapkan dan mortalitas.

Sensitivitas analisis di bawah ini ditentukan berdasarkan masing-masing perubahan asumsi yang mungkin terjadi pada akhir periode pelaporan, dengan semua asumsi lain konstan.

Significant actuarial assumptions for the determination of the defined obligation are discount rate, expected salary increase and mortality. The sensitivity analyses below have been determined based on reasonably possible changes of the respective assumptions occurring at the end of the reporting period, while holding all other assumptions constant.

 Jika tingkat diskonto lebih tinggi (lebih rendah) 100 basis poin, kewajiban imbalan pasti akan berkurang sebesar Rp1.009.506.607 (meningkat sebesar Rp943.212.277.

If the discount rate is 100 basis points higher (lower), the defined benefit obligation would decrease by Rp1,009,506,607 (increase by Rp943,212,277).

 Jika pertumbuhan gaji yang diharapkan naik (turun) sebesar 100 basis poin, kewajiban

If the expected salary growth increases (decreases) by 1%, the

imbalan pasti akan naik sebesar Rp1.009.834.067 (turun sebesar Rp942.299.887).

defined benefit obligation would increase by Rp1,009,834,067 (decrease by Rp942,299,887).

 Jika harapan hidup meningkat (turun) dalam satu tahun untuk pria dan wanita, kewajiban imbalan pasti akan meningkat Rp975.645.419 (turun sebesar Rp975.596.487).

If the life expectancy increases (decreases) by one year for both men and women, the defined benefit obligation would increase by Rp975,645,419 (decrease by Rp975,596,487).

Analisis sensitivitas yang disajikan di atas mungkin tidak mewakili perubahan yang sebenarnya dalam kewajiban imbalan pasti mengingat bahwa perubahan asumsi terjadinya tidak terisolasi satu sama lain karena beberapa asumsi tersebut mungkin berkorelasi.

The sensitivity analysis presented above may not be representative of the actual change in the defined benefits obligation as it is unlikely that the change in assumptions would occur in isolation of one another as some of the assumptions may be correlated.

Selanjutnya, dalam menyajikan analisis

sensitivitas di atas, nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan menggunakan metode projected unit credit pada akhir periode pelaporan, yang sama dengan yang diterapkan dalam menghitung kewajiban imbalan pasti yang diakui dalam laporan posisi keuangan.

Furthermore, in presenting the above sensitivity analysis, the present value of the defined benefits obligation has been calculated using the projected unit credit method at the end of the reporting period, which is the same as that applied in calculating the defined benefits obligation recognised in the statements of financial position.

Tidak ada perubahan dalam metode dan asumsi

yang digunakan dalam penyusunan analisis sensitivitas dari tahun sebelumnya.

There was no change in the methods and assumptions used in preparing the sensitivity analysis from prior years.

35. SIFAT DAN TRANSAKSI PIHAK BERELASI 35. NATURE AND TRANSACTIONS WITH