• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lima Pesan Kesehatan Untuk Pengemudi HEBAT

C. Sasaran

3. Lima Pesan Kesehatan Untuk Pengemudi HEBAT

Pesan keselamatan jalan yang disampaikan dengan tujuan agar terjamin keselamatan baik bagi penumpang maupun pengemudi. Keselamatan pengemudi menjadi hal yang sangat penting karena bertanggung jawab untuk membawa penumpang sehat sampai ketujuan dengan selamat.

Lima Pesan Kesehatan untuk pengemudi “HEBAT” yaitu : 1) Hindari berkendara saat kondisi tubuh tidak sehat, ngantuk dan

kelelahan.

2) Enyahkan asap rokok dan alkohol terutama jika akan berkendara. 3) Beri pertolongan segera, bila terjadi kecelakaan.

4) Ayo, beristirahat jika mengantuk atau kelelahan saat mengemudi. 5) Tetapi ingat! Penumpang mempunyai risiko akibat kecelakaan

BAB III

RANGKAIAN KEGIATAN

Kegiatan Pekan Keselamatan Jalan meru pakan suatu upaya komitmen pemerintah dalam merangkul seluruh lapisan masyarakat, mitra, organisasi, dan tokoh masyarakat dalam pelaksanaan dekade aksi keselamatan jalan untuk menurunkan fatalitas dan morbiditas akibat kecelakaan lalu lintas. Pemberdayaan masyarakat dalam hal ini adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yaitu kelompok pengojek, petugas pelaksana posbindu, Guru, siswa Patroli Keamanan Sekolah (PKS), pramuka, Perlindungan Masyarakat, Satpol PP, Organda dan lain-lain (menyesuaikan kondisi daerah) pada penangananpra kecelakaan melalui kegiatan Posbindu Khusus, dan penanganan pasca kecelakaan melalui pelatihan respon cepat kegawatdaruratan medis kecelakaan lalu lintas kepada peserta yang mengikuti pembekalan.

Persiapan/pra pencanangan melibatkan lintas sector dan lintas program terkait, sesuai kondisi daerah, untuk melaksanakan koordinasi dalam persiapan pecan keselamatan jalan disusunlah suatu struktur organisasi tata kerja (lampiran-1).

Kegiatan Pekan Keselamatan Jalan dilaksanakan selama dua hari dengan bentuk kegiatan sebagai berikut :

1. Hari Pertama: Workshop Keselamatan Jalan dan Pembekalan.

Workshop diselenggarakan sebagai suatu media komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat mengenai upaya pemerintah dalam lingkup keselamatan jalan. Sebagai bentuk komunikasi dan informasi, dalam workshop disampaikan materi oleh instansi terkait pilar Dekade Aksi Keselamatan jalan di daerah .

unsur masyarakat, yaitu kelompok pengojek, petugas pelaksana posbindu, Guru, siswa Patroli Keamanan Sekolah (PKS), pramuka, Perlindungan Masyarakat, Satpol PP, Organda (Organisasi Pengusaha Angkutan Darat), PO dan lain-lain (menyesuaikan kondisi daerah).

Selain itu juga diberikan pembekalan materi deteksi dini faktor risiko kecelakaan atau kegiatan posbindu khusus, yang didorong pelaksanaannya bukan hanya oleh pengelola perusahaan otobus namun juga masyarakat. Masyarakat yang terdiri dari Petugas Pelaksana Posbindu, perwakilan dari PKK, Pramuka, maupun unsur lainnya dibekali dengan materi posbindu khusus dan pada prakteknya didampingi oleh instansi terkait dari kesehatan (Dinas Kesehatan/Puskesmas), Dinas Perhubungan, Dinas LLAJ, Kepala Terminal, dan Kepolisian.

2. Hari Kedua: Pencanangan Pekan Kese lamatan Jalan

a) Kampanye dan promosi kesehatan, keamanan dan keselamatan di jalan ditujukan kepada masyarakat umum melalui pemasangan spanduk.Penyebarluasan media cetak (brosur, poster, leaflet, stiker) ke pengguna jalan.

b) Pencanangan

1) Acara seremonial (pelepasan balon, pukul gong, gunting pita, tandatangan kesepakatan 5 pilar dan pemangku kebijakan lain, pemberian cinderamata dll).

2) Deklarasi siswa dan pengemudi. 3) Penempelan stiker keselamatan jalan.

4) Simulasi penanganan pra kecelakaan khususnya pemeriksaan kesehatan pengemudi Antar Kota Antar Provinsi dan Antar Kota Dalam Provinsi antara lain pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kadar alkohol dalam darah, dan kadar amphetamin dalam urin melalui kegiatan Posbindu Khusus dengan merujuk kepada rekomendasi (lampiran-2). 5) Simulasi penanganan pasca kecelakaan melalui respon

cepat kegawatdaruratan medis kecelakaan lalu lintas oleh peserta yang telah mendapatkan pembekalan.

c. Pelaksanaan Posbindu PPTM di lokasi Pencanangan berupa Deteksi dini faktor risiko PTM: melalui wawancara dan pemeriksaan faktor risiko PTM, antara lain pemeriksaan Tekanan Darah, Gula Barah, Berat Badan, Tinggi Badan, Lingkar Perut, dilaksanakan kepada pengunjung yang hadir saat pelaksanaan dengan menggunakan Kendaraan Khusus PTM (bila tersedia).

BAB IV

PERAN LINTAS PROGRAM

DAN LINTAS SEKTOR

Untuk mencapai sinergi dalam pengen dalian faktor risiko kecelakaan oleh semua pihak yang terkait, maka perlu peningkatan jejaring kemitraan lintas progran dan lintas sektor dengan berperan sesuai dengan tupoksi masing-masing pada setiap tahapan operasional atau pelaksanaan di lapangan antara lain: Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, Kepolisian RI, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Organda, Asuransi, dan Jasa Raharja.

LS dan LP PERAN MASING-MASING

Kementerian

Kesehatan A. DIREKTORAT JENDERAL PP & PL• Promosi pengendalian

KLL berupa pemeriksaan kesehatan pengemudi dan melakukan respon cepat kegawatdaruratan akibat KLL • Komunikasi penemuan dan

tatalaksana berupa pemeriksaan kesehatan pengemudi dan melakukan respon cepat kegawatdaruratan akibat KLL • Cara pengendalian KLL di

lapangan berupa pemeriksaan kesehatan pengemudi dan

melakukan respon cepat kegawatdaruratan akibat KLL • Penyusunan pedoman norma,

standar, prosedur, kriteria (NSPK) KIE pengendalian KLL berupa pemeriksaan kesehatan pengemudi dan melakukan respon cepat kegawatdaruratan akibat KLL. • Penemuan dan Tatalaksana berupa

pemeriksaan kesehatan pengemudi dan melakukan respon cepat kegawatdaruratan akibat KLL. • Penyusunan pedoman

standar, norma, penemuan dan tatalaksana KLL

berupa pemeriksaan kesehatan pengemudi dan melakukan respon cepat kegawatdaruratan akibat KLL. • Peningkatan SDM tentang

penemuan dan tatalaksana berupa pemeriksaan kesehatan pengemudi dan melakukan respon cepat

kegawatdaruratan akibat KLL. • Membuat skenario simulasi

tentang pemeriksaan kesehatan pengemudi dan respon cepat kegawatdaruratan akibat KLL. • Melakukan identifikasi penemuan

dan tatalaksana KLL berupa

pemeriksaan kesehatan pengemudi dan melakukan respon cepat

B. PUSAT PROMOSI KESEHATAN • Penyebarluasan

informasi media KIE

• Pemberdayaan masyarakat peduli keselamatan jalan • Menjalin kemitraan dengan

pihak swasta/LSM dan organisasi masyarakat. C. PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK

• Memfasilitasi pemanggilan media massa, baik cetak maupun elektronik untuk peliputan kegiatan.

• Memfasilitasi unit teknis dalam rangka press

conference dan press release.

D. PUSAT PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN

• Membantu dalam

menyiapkan simulasi respon cepat kegawatdaruratan korban KLL.

• Memfasilitasi kendaraan darurat (bila tersedia). E. DITJEN BINA UPAYA KESEHATAN DASAR DAN BINA UPAYA

KESEHATAN RUJUKAN • Memfasilitasi penyiapan

simulasi respon cepat kegawatdaruratan oleh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di masyarakat. • Memfasilitasi penyiapan

simulasi respon cepat kegawatdaruratan dan menerima rujukan Fasilitas Kesehatan Rujukan

• Sebagai Narasumber pada pelaksanaan kegiatan sesuai dengan tupoksi • Terlibat secara aktif mulai

dari persiapan sampai dengan evaluasi saat kegiatan

• Terlibat dalam penyusunan panduan kegiatan.

• Menambahkan media KIE • Sebagai Narasumber pada

pelaksanaan kegiatan sesuai dengan tupoksi • Terlibat secara aktif mulai

dari persiapan sampai dengan evaluasi saat kegiatan

• Terlibat dalam penyusunan panduan kegiatan.

• Menambahkan media KIE

Kepolisian Republik Indonesia Pusat dan daerah/ kewilayahan Kementerian Perhubungan/ Dinas Perhubungan prov/kab/kota

Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat/Dinas PU daerah

• Sebagai Narasumber pada pelaksanaan kegiatan sesuai dengan tupoksi • Terlibat secara aktif mulai

dari persiapan sampai dengan evaluasi saat kegiatan

• Menambahkan media KIE • Sebagai Narasumber pada

pelaksanaan kegiatan sesuai dengan tupoksi • Terlibat secara aktif mulai

dari persiapan sampai dengan evaluasi saat kegiatan

• Menjadi mitra dalam memberikan edukasi di lingkungan sekolah berupa melakukan respon cepat kegawatdaruratan akibat KLL. • Menambahkan media KIE • Sebagai Narasumber pada

pelaksanaan kegiatan sesuai dengan tupoksi • Terlibat secara aktif mulai

dari persiapan sampai dengan evaluasi saat kegiatan

• Terlibat dalam penyusunan panduan kegiatan.

• Memberi dukungan dalam hal penganggaran.

• Memfasilitasi antara pemerintah dan pengusaha pemilik angkutan umum pada saat pelaksanaan, khususnya untuk pemeriksaan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan/Dinas Pendidikandan Kebudayaan Bappenas/Bappeda Organda

kesehatan pengemudi dan pembentukan Posbindu Khusus. • Sebagai mitra dalam

pelaksanaan kegiatan, dalam hal pendanaan dan sponsorship. • Sebagai mitra dalam

penyediaan media KIE. • Sebagai mitra dalam

pelaksanaan kegiatan, dalam hal pendanaan dan sponsorship. • Sebagai mitra dalam

penyediaan media KIE • Sebagai mitra dalam

pelaksanaan kegiatan, dalam hal pendanaan dan sponsorship. • Sebagai mitra dalam

penyediaan media KIE

Jasa Raharja Pihak Swasta/ LSM yang sudah memiliki MOU dengan kesehatan Organisasi Masyarakat

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1

Lampiran 2

Lampiran 3

Rekomendasi Hasil Pemeriksaan

Hipertensi Berat: 160/100mmHg > _ _ Negatif

Lampiran 4

Jadwal Kegiatan Pekan Keselamatan Jalan

Lampiran 4 Jadwal Kegiatan Pekan Keselamatan Jalan

Waktu Kegiatan Pelaksana

Hari 1

08.00 - 08.30 Registrasi Panitia

08.30 - 08.45 Pembukaan Pimpinan

08.45 - 12.00 Workshop Lima Pilar Inpres No. 4 Tahun 2013

08.45 - 10.00 Panel I DinasKesehatan

Pilar I Inpres No. 4 Tahun 2013 : Manajemen Keselamatan Jalan Pilar 2 Inpres No. 4 Tahun 2013 : Jalan yang Berkeselamatan Pilar 3 Inpres No. 4 Tahun 2015 : Kendaraan yang Berkeselamatan 10.00 - 10.15 Diskusi dan Tanya jawab 10.15 - 11.45 Panel II

Pilar 4 Inpres No. 4 Tahun 2013 : Pengguna Jalan yang Berkeselamatan Pilar 5 Inpres No. 4 Tahun 2013 : Penanganan Pra dan Paska Kecelakaan Peran Pendidikan dalam Keselamatan Jalan 11.45 - 12.00 Diskusi dan Tanya jawab 12.00 - 12.30 Istirahat

12.30 - 13.30 Refreshing Pemeriksaan kesehatan pengemudi (Posbindu Khusus) 13.30 - 16.00 Gladi Respon Cepat

Kegawatdaruratan Korban KLL 16.00 - 16.10 Penutup Hari 2

08.00-08.15 Laporan Komandan Apel

dan Pencanangan Kepolisian daerah

08.15 - 08.30 Pembukaan oleh MC Protokoler

08. 30 - 08.45 Sekapur sirih oleh Kepala

Daerah selaku tuan rumah Bupati/Walikota 08.45 - 09.00 Sambutan dari Pejabat

Kementerian Kesehatan 09.00 - 09.15 Pembacaan Deklarasi oleh

Siswa dan Pengemudi Tentang Keselamatan Jalan 09.15 - 09.40

09.40 - 10.00

Pembukaan secara resmi oleh Gubernur Pencanangan Pekan Keselamatan Jalan ditandai dengan acara seremonial

Gubernur/Bupati/Walikota/Pejabat Kemenkes/Dinas Kesehatan/ Kepolisian/Perhubungan/SKPD Penempelan stiker keselamatan jalan secara simbolis Gubernur/Bupati/Walikota/Pejabat Kemenkes/Dinas Kesehatan/ Kepolisian/Perhubungan/SKPD Simulasi Posbindu

Khusus dan Respon Cepat Kegawatdaruratan Korban KLL

Dinas Kesehatan dan PPK/BUK (sesuai dengan kondisi daerah)

10.00 - selesai Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan pengemudi (Posbindu Khusus) dan pemeriksaan faktor risiko PTM (Posbindu PTM) di lokasi pencanangan dengan menggunakan Kendaraan Khusus PPTM (bila tersedia) Dinas Kesehatan

TIM PENYUSUN

Pengarah :

Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular

Tim Penyusun :

Titi Sari Renowati, SKM, MScPH dr. Sorta Rosniuli, M.Sc

Setyadi, ST, M.Kes Resti Dwi Hasriani, SKM

drg. Ayumi Suryani Cicilia Nurteta, SKM Sri Lestari, SKM, M.Epid

Yolmisatri, SKM Sukro Basuki, S.sos

dr. Fristika Mildya

Kontributor :

AKBP Drs. Elbin Darwin, SH (Korlantas Polri) Agung Adri Laksono (Bappenas) Dra. Akda Nuraini (Kementerian Perhubungan)

Tinitah S. Amrantasi, S.Sos, M.Si (Kementerian Perhubungan) Ismoyowati, SKM, M.Kes (PPKNI) Anna Maria Sirait, M.Kes (Badan Litbangkes) Akhmad Furqonudin, AMK (AGD Dinkes DKI)

Gde Yulian Yogadhita (WHO Perwakilan Indonesia)

PMI Pusat Dinkes Prov. DKI Direktorat Simkarkesma

Kementerian PU dan Perumahan Rakyat Promkes

Dokumen terkait