• Tidak ada hasil yang ditemukan

Limbah Cair Domestik Limbah Cair Industri Rembesan Dan Luapan

Air Hujan ► Limbah Bangunan

Jaringan air kotor dibedakan menjadi 2, yaitu untuk limbah cair dan limbah padat.

Untuk sistem pengolahan limbah dapat dilihat pada diagram 3.25.

Diagram 3.25 : Diagram Sistem Limbah Bangunan Sumber : Analisis Pribadi

149 ► Jaringan Komunikasi

Jaringan komunikasi yang digunakan ada 2, yaitu internal dan eksternal.

 Jaringan Komunikasi Internal

Jaringan komunikasi yang digunakan adalah PABX (Panel Automatic Branch eXchange), karena perlu adanya komunikasi secara internal dalam bangunan. Sistem dari PABX dapat dilihat pada gambar 3.40.

 Jaringan Komunikasi Eksternal

Menggunakan sistem kabel telepon biasa yang dapat menghubungkan komunikasi dari proyek bangunan ke masyarakat maupun sebaliknya.

Gambar 3.40 : Jaringan PABX

Sumber : http//

2.bp.blogspot.com-x0-WWJ4b_g8VNHTfMGYwdIAAAAAAAAAJUaqmNfn5aYeEs1 600Cra%2Bkerja%2BPABX.png

150 Tabel 3.7 : Analisis Sistem Keamanan Pada Bangunan

Sumber : Analisis Pribadi Keamanan Bangunan

Sistem keamanan bangunan merupakan sistem yang perlu menjadi sorotan utama, karena pelaku utamanya adalah lansia dan mereka sudah mengalami banyak perubahan perilaku terutama jika mereka mengalami demensia.

Mereka tidak akan mengerti bahwa tindakan yang mereka perbuat itu salah, dan bahkan dapat membahayakan. Sehingga sistem keamanan perlu diperhatikan. Bentuk sistem keamanan bangunan yang dapat dilakukan terdapat pada tabel 3.7 :

Sistem Keamanan Pada Bangunan

NO Sistem Keamanan Keterangan

1 Pagar Gambar 3.41 : Pagar Sumber : http://fotorumahminimalis.com/10 -koleksi-pagar-rumah-mewah-minimalis/

Pagar berfungsi untuk membatasi proyek bangunan dan menjaga supaya lansia tidak keluar dari kompleks bangunan. Pagar disediakan 2 buah sisi bukaan, namun untuk hari biasa hanya satu pagar yang dibuka untuk

151 2 Pos Jaga Gambar 3.42 : Pos Jaga Sumber : http://www.kejari-wonosari.go.id/?data=modul_fasili tas/fasilitas

Pos jaga diletakan pada pintu masuk dan keluar dari pagar pembatas komplek bangunan. Untuk sistem jaganya adalah 2x shift, pagi – siang dan siang – malam. Akan ada penjagaan secara ekstra jika ada penghuni yang menginap dalam bangunan.

3

Sistem Keamanan Pada Kebakarang

Bentuk sistem deteksi kebakaran dan alat pencegah kebakaran adalah sebagai berikut.

Alat Deteksi Asap

Gambar 3.43 : Alat Deteksi Asap Sumber :

https://www.agenpemadamapi.com/blog/b erbagai-jenis-alat-pemadam-kebakaran-dan-fungsinya

- Alat yang peka terhadap asap dalam ruangan

- Sensor yang digunakan harus sangat peka terhadap berbagai macam asap

- Bunyi yang dihasilkan harus keras, untuk menunjukan tanda bahaya

152

Alat Deteksi Panas

Gambar 3.44 : Alat Deteksi Panas Sumber :

https://www.agenpemadamapi.com/blog/b erbagai-jenis-alat-pemadam-kebakaran-dan-fungsinya

- Alat yang mendeteksi jika suhu udara dalam ruangan meningkat - Sensor yang digunakan harus

sangat peka terhadap panas - Bunyi yang dihasilkan harus

keras, untuk menunjukan tanda bahaya

Portable Fire Extinghuser

Gambar 3.45 :

Portabel Fire Extinghuser

Sumber :

https://www.agenpemadamapi.com/blog/b erbagai-jenis-alat-pemadam-kebakaran-dan-fungsinya

- Alat pemadam kebakaran yang dapat dibawa secara manual - Jarak peletakan maksimal antar

APAR adalah 25 meter

Springkler System Gambar 3.46 : Springkler System Sumber : https://www.agenpemadamapi.com/blog/berbagai-jenis-alat-pemadam-kebakaran-dan-fungsinya

- Merupakan sistem pemadam kebakaran otomatis

- Radius pemasangan 6- 9 meter - Aktif pada suhu 65 derajat

celsius

- Lama pengoperasian 20 menit dengan debit air 4L per menit

153 Tabel 3.8 : Analisis Penggunaan Teknologi

Sumber : Analisis Pribadi

3.2.4 Analisa Penggunaan Teknologi Pada Proyek

Perkembangan teknologi saat ini sangatlah pesat, sehingga beberapa teknologi yang dapat dimanfaatkan pada proyek bangunan antara lain terdapat pada tabel 3.8.

Pemanfaatan Teknologi

No Teknologi yang Digunakan Keterangan

1 CCTV Gambar 3.47 : CCTV Sumber : httpss-media-cache-ak0.pinimg.comoriginals93634a93 634abe4ba25cbe41adcdbb6271d 06f.jpg

Sistem keamanan yang digunakan untuk mengawasi lansia jika lansia tiba-tiba melakukan tindakan yang tidak sesuai atau tiba-tiba ada masalah, sehingga dapat ditindak dengan cepat. Pemantauan yang dilakukan adalah 24 jam, karena sewaktu-waktu lansia akan tinggal menginap.

154 2

Hologram

Gambar 3.48 : Contoh Pemanfaatan Hologram (Progam Microsoft 2019)

Sumber :

https://www.youtube.com/watch?v =RWxqSEMXWuw&t=195s

Perkembangan hologram yang dapat digunakan sebagai media interaksi, penunjuk arah (notifikasi), media presentasi, dan hal hal yang lain. Memunculkan gambar yang dapat bergerak akan lebih menarik daripada menggunakan gambar diam

3 Finger Print Gambar 3.49 : Finger Print Sumber : https://www.youtube.com/watch?v= RWxqSEMXWuw&t=195s

Penggunan finger print untuk memantau kinerja pengelola, seperti absen pada saat datang dan pulang. Hal ini untuk mengantisipasi kehadiran pada pegawai. Selain itu sistem finger print dapat digunakan pada lansia, untuk mengukur berapa sering lansia ikut dan hadir dalam kegiatannya. Pengukuran ini digunakan untuk mengetahui lebih mudah perhitungan reward yang akan diberikan kepada lansia.

155 6 Persyaratan

• Lokasi harus stratergis

• Kawasan yang aman, nyaman, sejuk • Kondisi lahan yang datar

• Sarana dan Prasarana kota yang lengkap

• Potensi lahan harus mampu menampung proyek bangunan • Lokasi dekat dengan permukiman dan radius sasaran yang

dekat

3.3 Analisa Pemilihan Lokasi

Pemilihan lokasi untuk pembangunan pusat kegiatan untuk lansia memerlukan beberapa aspek dan pertimbangan. Menurut Departemen Sosial Republik Indonesia ada 6 persyaratan yang terkait dengan proyek bangunan.

Rencana lokasi proyek terletak di kecamatan Candisari dan kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah. Pemilihan lokasi berdasarkan Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 14 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Semarang Tahun 2011 – 2031 pasal 10 nomor 2 dan pasal 12 yang memuat kriteria tentang perkembangan kota Semarang pada BWK I, II, dan III.

Pasal 10 Nomor 2 menyebutkan tentang rencana pengembangan fungsi pada BWK I, BWK II, dan BWK III kota Semarang adalah sebagai perkantoran, perdagangan, dan jasa. Sedangkan pasal 12 menyebutkan tentang lingkup pelayanan kota berupa pusat pelayanan pemerintah kota dan pusat kegiatan perdagangan dan jasa.

156 ► Alternatif Pemilihan Lokasi

o Lokasi 1

Dokumen terkait