BAB II TINJAUAN PUSTAKA
II.4. Diagenesis Batuan Karbonat
II.4.2. Lingkungan diagenesis
sama muncul, ling pengendapan dan da
Gambar 11 . Mempelajar tertentu merupakan kun pada batuan karbonat membagi lima lingkun 1. Zona marine phreat Sedimen berada pa terisi oleh air laut y sejarah diagenesisn di bagi menjadi dua sedikit, dicirikan
an diagenesis
n diagenesis merupakan daerah dimana pola di ingkungan diagenesis tidak ada kaitannya den n dapat berubah sepanjang waktu.
r 11. Lingkungan diagenesis Tucker Dan Wright (1990 jari produk-produk diagenesis yang hadir pa n kunci penting untuk memprediksi kecenderun bonat. menurut (Longman, 1980 dalam Tucker da
kungan diagenesis (Gambar 11), yaitu : phreatic
pada lingkungan marine phreatic bila semua ut yang normal. Umumnya karbonat diendapaka sisnya pada lingkungan marine phreatic. Lingkun
dua, yaitu lingkungan yang berhubungan deng kan oleh kehadiran mikritisasi dan sement
pola diagenesis yang engan lingkungan
(1990)
pada lingkungan nderungan porositas dan wright, 1990)
mua roga porinya pakan dan memulai gkungan ini dapat engan sirkulasi air entasi setempat.
Lingkungan kedua berupa lingkungan yang berhubungan dengan sirkulasi air yang baik dimana tingkat sementasi intergranular dan mengisi ronga lebih intensif. Semen aragonit berserabut dan Mg kalsit merupakan ciri lain dari lingkungan ini.
2. Zona mixing
Zona mixing merupakan percampuran lingkungan freshwater phreatic dan freshwater vadose dengan karakteristik adanya air payau dan bersifat diam. Seluruh ronga yang semua terisi air laut akan mulai tergantikan oleh air tawar. Dolomitisasi merupakan salah satu penciri lingkungan ini jika salinitas air sekitarnya rendah. Selinitas tinggi akan terbentuk Mg kalsit yang menjarum. 3. Zona meteoric phreatic
Zona ini terletak di bawah zona meteoric vadose dan zona mixing. Semua ruang pori batuan diisi air meteorik yang mengandung material karbonat hasil pelarutan dengan kadar yang bervariasi. Lingkungan ini dicirikan dengan proses pencucian, neomorfisme butir yang diikuti atau tanpa diikuti sementasi kalsit secara intensif.
4. Zona meteoric vadose
Zona meteoric vadose terletak di bawah permukaan dan di atas muka air tanah yang menyebabkan rongga pada batuan terisi oleh udara dan air meteorik. Proses utama yang terjadi di lingkungan ini beruapa pelarutan yang menghasilakan porositas sekunder vug dan saturasi yang membentuk semen pendant dan maniskus akibat air yang jenuh kalsit maupun penguapan CO2
5. Zona burial
Lingkungan ini dicirikan adanya proses kompaksi baik kompaksi mekanik maupun kimia. Menurut Longmen (1980), lingkungan ini dicirikan oleh semen kalsit atau dolomit kasar yang bersifat ferroan dengan tekstur poikilotopik, terjadinya grain failure, stylolite dan dissolution seam.
III. 1. Litostratigrafi L Litostratigrafi studi literatur termasuk klastik. Sementara itu, penelitian berupa b Foraminefera Packstone Foraminefera Mudstone 1971). Lokasi peneliti atas hasil pengamatan karst ini tersebar luas, 12). Bukit–bukit batuga
Gambar 12. B
21 BAB III PEMBAHASAAN fi Lokasi Penelitian
afi lokasi penelitian berdasarkan pengamatan asuk ke dalam Formasi Wonosari dengan litolog itu, berdasarkan hasil pengamatan pertrografi l
batugamping Fasies Alga Floatstone, F stone, Fasies Alga - Foraminefera Wackestone udstone dan Fasies Batugamping Kristalin (Embr
litian merupakan kawasan perbukitan karst. Ha atan disekitar lokasi penelitian dan studi litera uas, dicirikan oleh bukit – bukit kecil batugam batugamping tersebut umumnya berbentuk keruc
. Bukit kecil batugamping lokasi penelitian (Penulis
21
an dilapangan dan ologi batugamping fi litologi di lokasi Fasies Alga – stone, Facies Alga mbry dan Kloven, Hal ini didasarkan teratur. Perbukitan gamping (Gambar rucut.
nulis, 2015)
III. 2. Batuan Daerah Berdasarkan d batuan karbonat daer daerah penelitian, yait a. Fasies Alga Fl b. Fasies Alga– c. Fasies Alga -d. Facies Alga– e. Fasies Batugam Lokasi Penelitian I Pada LP I de 110o32’15” ditemuka mempunyai slope 19o tersusun dari beber Foraminefera Packstone
Gam
rah Penelitian
n dari hasil pengamatan lapangan dan sayatan daerah penelitian maka di simpulkan bahwa b
aitu : Floatstone –Foraminefera Packstone a - Foraminefera Wackestone –Foraminefera Mudstone gamping Kristalin
desa Monggol dan sekitarnya kordinat LS ukan singkapan batuan batugamping tebal 10,4 19odan memiliki kedudukan N 160oE/3o. Pada L
berapa litologi Fasies Alga Floatstone, F stone dan Fasies Alga - Foraminefera Wackestone
ambar 13. Lokasi Pengamatan I (Penulis, 2015)
an petrografi pada a batuan karbonat S 08o03’28”, BT 10,4 m singkapan a LP I singakapan Fasies Alga – estone.
a. Fasies Alga–Fora Analisis secar sortasi sedang – mengambang dalam Berdasarkan a packstone yang t pecahan alga, matr
Gambar 14. Singkapa barat (K foraminef b. Fasies Alga Floatst Analisis seca sortasi sedang – bur mengambang dala umumnya berwarna Berdasarkan a floatstone yang te memiliki Mg-kalsit
oraminefera Packstone LP I/ Sempel 1
cara dilapangan pada fasies ini batuan dici – buruk dengan kemas terbuka dan frag lam matrik, lumpur karbonat umumnya berwarna n analisis petrografi terhadap sempel 1 batuan
terdapat memiliki kerakteristik Foraminef atrik berupa biomicrit, semen kalsit.
apan batuan karbonat fasias Packstone. Foto diambi (Kanan). Sayatan batuan karbonat packstone, nefera Nummulites dan Red alga (Kiri). (Penulis, 2015 oatstone LP I/ Sampel 2
secara dilapangan pada fasies ini batuan dici – buruk dengan kemas terbuka dan fragmen dalam metrik berupa pecaha cangkang, lum
rna terang.
n analisis petrografi terhadap sempel 2 batuan terdapat memiliki kerakteristik pecahan gre lsit, adanya Stylolites, matrik biomicrit dan sem
dicirikan memiliki agmen umumnya arna terang. uan terlihat fasies nefera besar dan
mbil mengadap arah
ne, terlihat adanya
, 2015)
dicirikan memiliki n pada umumnya lumpur karbonat
uan terlihat fasies green alga yang n semen kalsit
Gambar 15. Singkapa barat (Ka (Kiri). (P c. Fasies Foraminefer Analisis secara baik- sedang denga dalam metrik berupa umumnya berwarna Berdasarkan a Wackestone yang Nummulites memil Gambar 16. Singkapa arah bara foraminef
apan batuan karbonat fasies floatstone. Foto diambi Kanan). Sayatan batuan fasies floatstone, terlihat a . (Penulis, 2015)
fera Wackestone LP I/ Sampel 3
ara dilapangan pada fasies ini batuan dicirikan m ngan kemas tertutup dan fragmen pada umumny
rupa pecaha cangkang tidak terlalu banyak , l rna terang.
n analisis petrografi terhadap sempel 3 batuan ng terdapat memiliki kerakteristik plantoni
iliki usur kalsit, matrik micrit dan semen kalsi
kapan batuan karbonat fasies wackestone. Foto di barat (Kanan). Sayatan batuan fasies wackestone
nefera Nummulites (Kiri). (Penulis, 2015)
mbil mengadap arah t adanya green alga
kan memiliki sortasi nya mengambang , lumpur karbonat
uan terlihat fasies onik foraminefera
lsit.
o diambil mengadap
Lokasi Penelitian II Pada LP II de 110o32’20” ditemuka mempunyai slope 13 singakapan batugampi singkapan sangat dom Foraminefera Wackest
Gam a. Fasies Foraminefer
Analisis secara baik- sedang dengan dalam metrik berupa umumnya berwarna t tingkat pelapukan rel dan terlihat seperti ber
I
I desa Monggol dan sekitarnya kordinat LS ukan singkapan batuan batugamping tebal 4,4
13o dan memiliki kedudukan N 133o E/3 mping tingkat pelapukan relatif tinggi, war dominan dan tersusun dari beberapa lit kestone dan Fasies Alga - Foraminefera Packstone
ambar 17. Lokasi Pengamatan II (Penulis, 2015) fera Wackestone LP II/Sampel 1
ara dilapangan pada fasies ini batuan dicirikan m gan kemas tertutup dan fragmen pada umumny
upa pecaha cangkang tidak terlalu banyak , lum a terang. Pada singkapan sampel 1 batuan kar relatif tinggi dibuktikan adanya warna gelap berlapis.
S 08o03’47”, BT 4,4 m singkapan /3o. Pada LP II arna gelap pada litologi Fasies kstone.
kan memiliki sortasi nya mengambang , lumpur karbonat karbonat memiliki p pada singkapan
Berdasarkan a fasies wackestone ya Nummulites memiliki us Gambar 18. Singkapa arah ba foramine b. Fasies Alga–Fora
Analisis secar sortasi sedang – bur mengambang dalam singkapan sampel 2 dibuktikan adanya wa
Berdasarkan a fasies packstone yang pecahan green alga semen kalsit.
n analisis petrografi terhadap sempel 1 batuan ka yang terdapat memiliki kerakteristik plantoni iki usur kalsit, matrik micrit dan semen kalsit.
kapan batuan karbonat fasies wackestone. Foto di barat (Kanan). Sayatan batuan fasies wackestone
inefera Nummulites (Kiri). (Penulis, 2015) oraminefera Packstone LP II/Sampel 2
cara dilapangan pada fasies ini batuan dici buruk dengan kemas terbuka dan fragm m matrik, lumpur karbonat umumnya berwarn
2 batuan karbonat memiliki tingkat pelapuka warna gelap pada singkapan dan terlihat seperti be
n analisis petrografi terhadap sempel 2 batuan ka ng terdapat memiliki kerakteristik plantonik for lga yang mengandung Mg- Kalsit, matrik be
n karbonat terlihat onik foraminefera t.
o diambil mengadap
one, terlihat adanya
dicirikan memiliki agmen umumnya arna terang. Pada pukan relatif tinggi
rti berlapis
n karbonat terlihat k foraminefera dan k berupa biomicrit,
Gambar 19. Singkapa barat ( foramine Lokasi Pengamatan II Pada LP III de 110o32’221” ditemuka mempunyai slope 9o adanya pengotor akiba batugamping tersebut Foraminefera Mudstone
Gam
apan batuan karbonat fasies packstone. Foto diambi (Kanan). Sayatan batuan fasies packstone,
inefera dan Green Alga (Kiri). (Penulis, 2015)
n III
I desa Monggol dan sekitarnya kordinat LS ukan singkapan batuan batugamping tebal 5,2
9o. Pada LP III singakapan batugamping be kibat pelarutan yang masuk ke dalam rongga – ebut dan tersusun dari beberapa litologi udstone dan Fasies Batugamping Kristalin.
ambar 20. Lokasi Pengamatan III (Penulis, 2015)
mbil mengadap arah
e, terlihat adanya
S 08o03’50”, BT 5,2 m singkapan berwarna putih, gga – rongga batuan i Fasies Alga
a. Fasies Alga–Fora Analisis secara baik - sedang dengan matrik, lumpur karbona
Berdasarkan a fasies mudstone yang pecahan red alga, mat
Gambar 21. Singkapa barat ( foramine b. Fasies Batugampin
Analisis secara pada daerah penelita kompak dan tersusun da
Pada sayatan dolomit tapi pada say mengindentifikasi dol tertutup dan metrik da
oraminefera Mudstone LPIII/Sampel 1
ara dilapangan pada fasies ini batuan dicirikan m an kemas tertutup dan fragmen umumnya men bonat umumnya berwarna terang.
n analisis petrografi terhadap sempel 1 batuan ka ng terdapat memiliki kerakteristik plantonik For
atrik berupa micrit, semen kalsit.
apan batuan karbonat fasies Mudstone. Foto diambi (Kanan). Sayatan batuan fasies mudstone,
inefera dan Red Alga (Kiri). (Penulis, 2015) ping Kristalin LPIII/Sampel 2
ara dilapangan pada fasies batugamping kristali itain desa monggol yang ditemukan berwarna susun dari kristal karbonat seluruhnya.
n petrografi fasies batugamping kristalin terdi sayatan petrografi tidak diberikan larutan alize dolomit tersebut, tekstur kristalin dengan sort k dari micrit sampai microspar.
kan memiliki sortasi engambang dalam
n karbonat terlihat Foraminefera dan
mbil mengadap arah
e, terlihat adanya
stalin yang terdapat arna cerah, sangat
erdiri dari mineral alizerin red untuk sortasi baik kemas
Gambar 22. Singkapa arah ba adanya 2015)
III.3. Produk Diagen