KABUPATEN KUPANG
2. Lingkungan Ekonomi Petani
Lingkungan ekonomi merupakan kekuatan ekonomi yang ada dalam masyarakat yang mendorong atau menghambat jasa dari kegiatan yang dilakukan.
Lingkungan ekonomi dilihat dari saprodi dan lembaga pengkreditan yang berpengaruh pada kegiatan petani. ketersediaan
Distribusi responden berdasarkan lingkungan ekonomi dalam kegiatan kelompok tani dapat dilihat pada tabel berikut:
Kategori Jumlah
Responden Persentase
Tinggi 22 36%
Sedang 23 38%
Rendah 15 25%
Total 61 100%
Sumber: Data Primer, 2022 Berdasarkan diatas dapat diketahui distribusi responden berdasarkan hasil penyebaran kuesioner bahwa lingkungan ekonomi tergolong dalam kategori sedang dengan jumlah 23 responden (36%).
Responden dengan kategori rendah berjumlah 15 (25%) dan 22 (36%) adalah kategori tinggi.
Partisipasi Petani Dalam Kelompok Tani
Partisipasi dalam gabungan kelompok tani santian oemofa di Desa Oemofa, Kabupaten Kupang dilihat dari beberapa tahap, yakni tahap perencanaan, pelaksanaan dan pemanfaatan hasil.
Tingkat partisipasi pada tahap perencanaan, pelaksanaan dan pemanfaatan hasil dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tingkat Partisipa
si
Kate gori
Jumlah Respon
den
Persen tase Perenca
naan Tingg
i 0 0%
Seda
ng 58 95%
Rend
ah 3 5%
Total 61 100%
Pelaksan
aan Tingg
i 0 0%
92 Seda
ng 59 97%
Rend ah
4 3%
Total 61 100%
Pemanfa atan Hasil
Tingg
i 0 0%
Seda
ng 59 97%
Rend
ah 4 3%
Total 61 100%
Sumber: Analisis Data Primer, 2022 Partisipasi Pada Tahap Perencanaan
Partisipasi pada tahap perencanaan adalah peran serta langsung responden dalam proses perencanaan kelompok tani yakni terdiri dari kehadiran dalam rapat perencanaan kegiatan kelompok tani, peranan petani dalam rapat kelompok, dan dalam mengajukan pertanyaan atau ide dalam rapat perencanaan kegiatan. Berdasarkan tabel diatas, menunjukan bahwa terdapat 58 responden (95%) tergolong dalam kategori sedang, selanjutnya 3 responden (5%) tergolong dalam kategori rendah, sedangkan katgori tinggi tidak memiliki responden atau 0%.
Partisipasi pada tahap perencanaan tergolong dalam kategori sedang.
Partisipasi Pada Tahap Pelaksanaan Partisipasi pada tahap pelaksanaan adalah peran serta langsung responden dalam pelaksanaan kegiatan kelompok tani yakni terdiri dari pertisipasi responden dalam
mengikuti pembinaan, kehadiran responden dalam pelatihan atau kegiatan usaha tani yang dilakukan dan penerapan hasil inovasi teknologi yang didapat dari hasil pelatihan atau sejenisnya.
Berdasarkan tabel diatas, menunjukan bahwa partisipasi responden pada tahap pelaksanaan terdapat dalam kategori sedang dengan jumlah responden 59 orang (97%), selanjutnya dalam kategori rendah terdapat responden 4 orang (3%), dan dalam kategori tinggi tidak memiliki responden atau 0%. Menurut hasil kuesioner yang diperoleh, partisipasi responden pada tahap pelaksanaan tergolong dalam kategori sedang,
Partisipasi Pada Tahap Pemanfaatan Hasil
Partisipasi pada tahap pemanfaatan hasil kegiatan adalah partisipasi
dalam memahami dan
memanfaatkan hasil-hasil inovasi maupun sarana prasarana yang diperoleh berdasarkan keterampilan yang dimiliki dalam kegiatan kelompok tani seperti pembuatan pupuk harbisida cair dan penerapan koperasi dalam gabungan kelompok tani. Berdasarkan tabel diatas, menunjukan bahwa partisipasi responden pada tahap pemanfaatan hasil kegiatan kelompok tani tergolong dalam kategori sedang dengan jumlah responden 59 orang (97%), selanjutnya kategori rendah dengan jumlah 4 orang (3%), dan dalam kategori tinggi tidak memiliki jumlah responden atau 0%.
KESIMPULAN
93 a. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
Berikut perbedaan hasil penelitian yang dilakukan di Desa Oemofa, Kabupaten Kupang dengan penelitian terdahulu yang disimpulkan dalam tabel dibawah ini.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa faktor lingkungan dapat memberi pengaruh terhadap tingkat partisipasi anggota kelompok tani. Berdasarkan hasil hasil uji regresi linear sederhana dapat diketahui nilai F hitung sebesar 15,622 dengan tingkat sigifikansi sebesar 0.000 < 0,05 maka model regresi dapat dipakai atau dengan kata lain ada pengaruh antara faktor lingkungan petani (X) terhadap tingkat partisipasi anggota kelompok tani di Desa Oemofa, Kabupaten Kupang (Y) dengan nilai korelasi atau hubungan (R) yaitu sebesar 0,470 dengan nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,221 yang mengandung pengertian bahwa pengaruh faktor lingkungan petani (X) terhadap tingkat partisipasi anggota kelompok tani (Y).
Berdasarkan analisis deskriptif diketahui rata-rata atau total tanggapan responden terkait faktor lingkungan lingkungan dan tingkat partisipasi termasuk dalam kategori sedang. Hal ini dikarenakan sebagian besar petani belum melakukan semua kegiatan dalam program kelompok tani baik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan dan pemanfaatan hasil. Pada tahap perencanaan, tidak semua petani hadir dan menyampaikan ide atau pendapat dalam rapat
perencanaan suatu kegiatan, Pada tahap pelaksanaan yang tergolong dalam kategori sedang dikarenakan sebagian besar responden kadang-kadang mengikuti kegiatan usahatani dan pada pemanfaatan hasil, tidak semua petani menerapkan dan memanfaatkan sarana prasarana hasil inovasi yang didapat dari kegiatan tani.
DAFTAR PUSTAKA
Arga Udi, Setyowati Retno dan Anantanyu Sapja. 2021. Motivasi Petani Dalam Usaha Tani Bawabg Putih di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. AgriHumanis. 2(2);
119-130
103-Article Text-510-2-10-20211209 (1).pdf
Depertemen Pertanian. (2013).
Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 82/PERMENTAN/OT.140/8/2013 Tentang Pedoman Pembinaan
Kelompok Tani dan
Gabungan Kelompok Tani.
http://perundangan.pertanian.
go.id/admin/p_mentan/Perme
ntan%2067-2016%20Pembinaan%20Kelemb agaan%20Petani.pdf
Falo, Marsianus dan Nubatonis Agustinus. (2017). Partisipasi Anggota Kelompok Tani dalam Berusahatani Bawang Putih di Desa Sallu Kecamatan Miomaffo Barat Kabupaten
Timor Tengah
Utara. AGRIMOR, 2(02), 17-22.
https://doi.org/https://doi.org/1 0.32938/ag.v2i02.268
94 Insyaturriyadhah, Is Asnawati dan
Yudiawati Effy. 2017. Faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi anggota gabungan kelompok tani tanjung sehati dalam kegiatan kelompok di Kabupaten Merangin. 683-690.
http://digilib.mercubuana.ac.i d/manager/t!@file_artikel_abstr ak/Isi_Artikel_832341415396.pdf Jamil, Muhammad. 2019. Partisipasi
petani pada aktivitas kelembagaan PUPM di Desa
Jipang, Kecamatan
Bontonompo Selatan, Kabupaten Gowa. [Skripsi].
Gowa (ID): Universitas Muhammadiyah Makassar.
https://digilibadmin.unismuh.a c.id/upload/7124-Full_Text.pdf Kamuntuan Narita, Londa Very Y,
dan Tampongangoy Deysi Livy.
2017. Pemberdayaan Kelompok Tani di Desa Tolombukan Kecamatan Pasan Kabupaten Minahasa Tenggara. Jurnal Administrasi Publik 3.046
16300-32678-1-SM.pdf
Mandasari, Sutra. 2014. Hubungan peran kelompok tani dengan produktivitas usahatani benih padi. [Skripsi]. Jakarta (ID): Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
http://repository.uinjkt.ac.id/ds pace/handle/123456789/27896 Manein Melgi Yudi, Mandei Juliana R,
dan Pangemanan Paulus A.
2016. Partisipasi anggota kelompok tani dalam pengelolaan usaha tani di Desa Matani Kecamatan Tumpaan.
Agri-Sosial Ekonomi Unsrat.
12(2A):157-164.
https://doi.org/10.35791/agrsos ek.12.2A.2016.12834
Mulattyas, Prima Rindang. 2012.
Partisipasi Petani dalam program rintisan dan akselerasi pemasyarakatan inovasi teknologi pertanian (Prima Tani).
[Skripsi]. Surakarta (ID):
Universitas Sebelas Maret Surakarta.
https://digilib.uns.ac.id/dokume n/detail/28480
Munfa'ati Nissa, Lestari Eny, dan Wijianto Arip. 2017. Partisipasi petani dalam program seribu hektar dalam sistem tanam padi jajar legowo di Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar. Jurnal Agritexts. 4 1(1):43-54.
https://doi.org/10.20961/agrite xts.v41i1.18062
Nabila, Saskia. 2019. Hubungan Faktor Internal Dan Eksternal Dengan Tingkat Partisipasi Anggota Kelompok Tani Dalam Pengelolaan Ekosistem Mangrove, Di Kelurahan Wonorejo, Kecamatam Rungkiut, Kota Surabaya.
(Skripsi). Malang (ID). Universitas Brawijaya.
2317-Full_Text.pdf (unismuh.ac.id)
Peraturan Menteri Pertanian Republik
Indonesia Nomor
67/PERMENTAN/SM.050/12/2016 Tentang Pembinaan Kelembag aan Petani.
http://perundangan.pertanian.
go.id/admin/p_mentan/Perme
ntan%2067-95 2016%20Pembinaan%20Kelemb agaan%20Petani.pdf
Republik Indonesia. 2013. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2013 Tentang
Perlindungan dan
Pemberdayaan Petani.
http://hortikultura.pertanian.go
.id/wp- content/uploads/2015/06/UU-
No.19-Tahun-2013-
Perlindungan-dan-Pemberdayaan-Petani.pdf Rosalia Fitri, Farid Abdul, dan
Sudarmanto Bambang. 2019.
Pengaruh Partisipasi Petani Terhadap Efektivitas Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis Sembodomakmur. Jurnal Ekonomi Pertanian. 15(3);229-Pengaruh Partisipasi Petani 238
terhadap Efektivitas Lembaga Keuangan Mikro.pdf (polbangtanmalang.ac.id) Salam, Muhammad Ramlan. 2010.
Partisipasi Masyarakat Dalam Peningkatan Kualitas Pemukiman Dikawasan Pusat Kota Palu. Jurnal Ruang Vol 2(2):8-23
PERWUJUDAN KONSEP DAN NILAI-NILAI KOSMOLOGI (neliti.com)
Salsabila Hanna. 2020. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi gabungan kelompok tani (gapoktan) dalam program asuransi usaha tani padi (AUTP) di Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung.
[Skripsi]. Tulungagung (ID):
Institut Agama Islam Negeri.
http://repo.iain-tulungagung.ac.id/id/eprint/19 253
Salu Irenjung T, Lango Alfentri N P, dan Nainiti Selfius P N. (2019).
Tingkat Partisipasi Anggota Kelompok Tani Dalam Upaya Peningkatan Produktivitas Usahatani Padi Sawah Di Kelurahan Tuatuka Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang. Buletin Ilmiah IMPAS, 20(2), 94-105.
https://doi.org/10.35508/impas.
v20i02.1845
Samun Suryani, Rukmana Didi, dan Syam Sylvia. 2011. Partisipasi Petani dalam penerapan teknologi pertanian organik pada tanaman stroberi di Kabupaten Bantaeng.
http://pasca.unhas.ac.id/jurnal/
files/dab92a3322d276f1b3c180f 43fbab78d.pdf
Sandiyatma,Yudhi Harsatriadi. 2012.
Partisipasi anggota kelompok tani dalam menunjang efektivitas gapoktan pada kegiatan penguatan lembaga distribusi pangan masyarakat di Kabupaten Bogor. 2(3):225-328.
https://doi.org/10.22146/kawist ara.3936
Sarjan. 2021. Partisipasi Anggota Kelompok Tani Dalam Program Penyuluhan Pertanian Di Desa Kadingeh Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang. (Skripsi).
Makassar (ID). Universitas Muhammadyah Makassar.
13928-Full_Text.pdf (unismuh.ac.id)
96 Sugiyono. 2013. Metode Penelitian
Kuantitatif Kualitatif dan R & D.
Bandung: IKAPI
Sriati, S., Hakim, N., & Arbi, M. (2017).
Partisipasi Petani dan Efektivitas Gapoktan dalam Penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) di
Kecamatan Makarti
Jaya Kabupaten Banyuasin. Jur nal Penyuluhan, 13(1), 88-96.
https://doi.org/10.25015/penyul uhan.v13i1.14206
Tulandi Cindy Kartika,Tulumingan Celcius, dan Jocom Gladys Sherly. 2018. Partisipasi anggota pada kegiatan kelompok tani mitra jaya di Desa Mundung Kecamatan Tambatu Timur.
Agri-Sosial Ekonomi Unsrat.
14(3):287-296
https://doi.org/10.35791/agrsos ek.14.3.2018.22320.
Yani Diarsi Eka, Pertiwi Pepi Rospina, dan Argadatta Sigit. (2013).
Partisipasi Anggota Kelompok Tani Dalam Menganalisis Data Keadaan Pada Usahatani Sayuran (Kelompok Tani Sayuran Di Desa Margamekar, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung). Jurnal Matematika Sains Dan Teknologi.14(1):62-72.
http://www.jurnal.ut.ac.id/index .php/jmst/article/view/330
97