Penyusunan RPJMD Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Tahun 2016-2021 sangat mempertimbangkan pola dan struktur ruang yang telah ditetapkan dalam RTRW Nasional, RTRW Provinsi Sumatera Selatan dan RTRW Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Tahun 2012-2032 sebagai dasar untuk menetapkan lokasi program dan kegiatan pembangunan yang berkaitan dengan pemanfaatan ruang di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. Dalam RPJMD Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, penyusunan program dan kegiatan prioritas di sesuaikan dengan pola ruang, struktur ruang serta kawasan startegis yang telah ditetapkan dalam RTRW Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur.
Pengembangan tata ruang wilayah didasarkan pada faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kawasan secara makro (bersifat eksternal) maupun mikro wilayah (bersifat internal). Faktor-faktor determinan yang mempengaruhi perumusan tujuan penataan ruang Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur dalam konteks eksternal diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Visi Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur yang termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur 2005-2025 yaitu “OKU TIMUR AMAN, MAJU DAN BERDAYA SAING”.
2. Penetapan Martapura sebagai Pusat Kegiatan Wilayah Promosi (PKWp) dalam konteks perkotaan di Provinsi Sumatera Selatan, dengan pertimbangan potensi yang dimiliki untuk maju dan berkembang sebagai pusat pelayanan wilayah di masa yang akan datang.
3. Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur merupakan bagian dari pengembangan sistem transportasi nasional, dengan jalur lintas regional (jalan nasional) yang melalui Kabupaten OKU TIMUR, yaitu jalur lintas tengah Sumatera yang menghubungkan arah barat ke timur yaitu Provinsi Bengkulu, Provinsi Jambi, Palembang, Baturaja, Bandar Lampung dan Pulau Jawa.
Sementara, faktor-faktor internal yang mempengaruhi perumusan tujuan penataan ruang Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur adalah sebagai berikut:
Rencana Strategis 2016 – 2021 (Perubahan 2019) - 125 - - 125 - 1. Memiliki potensi wilayah di sektor pertanian (agro), dengan
ditandai oleh ketersediaan lahan yang cukup luas dengan komoditas pertanian bahan pangan (padi) dan lainnya, sebagai sektor unggulan dan penggerak utama perekonomian Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur;
2. Sebagian besar wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur atau ± 65% dari total luas wilayah merupakan kawasan dataran rendah yang berpotensi untuk dijadikan kawasan budidaya;
3. Membutuhkan dukungan pengembangan aksesibilitas wilayah yaitu dilalui Jalur Lintas Tengah (Jalur regional Sumatera, jalan nasional) dan didukung oleh jaringan jalan provinsi dan kabupaten.
Berdasarkan pertimbangan faktor internal dan eksternal tersebut, maka dapat disusun rumusan tujuan penataan ruang wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Tahun 2012-2032, yaitu sebagai berikut: “Mewujudkan Masyarakat Kabupaten OKU TIMUR yang Sejahtera, Maju dan Berdaya Saing Melalui Pengembangan Tata Ruang Berbasis Agropolitan yang Berwawasan Lingkungan”
Rencana Strategis 2016 – 2021 (Perubahan 2019)
- 126 - Tabel 3.3
Permasalahan Pelayanan Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Berdasarkan Telaahan RTRW Beserta Faktor Penghambat Dan Pendorong Keberhasilan Penanganannya
NO RENCANA TATA RUANG WILAYAH TERKAIT TUGAS DAN FUNGSI SKPD
PERMASALAHAN DINAS KESEHATAN KABUPATEN OGAN
KOMERING ULU TIMUR
FAKTOR
PENGHAMBAT PENDORONG
1 Mengembangkan dua pusat pelayanan primer, yaitu Kota Martapura dengan fungsi utama sebagai pusat pemerintahan, dan Kota Gumawang dengan fungsi utama sebagai pusat kegiatan ekonomi
Belum ada regulasi dalam bidang kesehatan berupa Perda yang mengatur pelayanan kesehatan di kawasan Kota Martapura dan Kota Gumawang
Mekanisme pembahasan Materi Teknis dan Persetujuan Subtansi dari Kementarian terkait membutuhkan waktu dan mekanisme
Mekanisme pembahasan Perda yang membutuhkan hal-hal non teknis
Telah disusun Materi Teknis Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan
Martapura dan Kawasan Perkotaan Gumawang.
Telah disusun Materi Teknis pengembangan, dengan pusat kegiatan utama berada di Kota Martapura
Belum ada regulasi dalam bentuk Perda/Perkada bidang kesehatan yang mengatur pelayanan kesehatan di 4 (empat) wilayah pengembangan tersebut
Mekanisme pembahasan Materi Teknis dan Persetujuan Subtansi dari Kementarian terkait membutuhkan waktu dan mekanisme
Mekanisme pembahasan Perda yang membutuhkan hal-hal non teknis
Telah disusun materi teknis Rencana Detail Tata Ruang Kawasan KTM
Telah disusun materi teknis Masterplan Kawasan Agropolitan
Telah disusun RPIJM Kawasan Minapolitan
3 Pemantapan keterkaitan antar wilayah dengan kota-kota yang lainnya melalui peningkatan sarana / prasarana perhubungan
Belum ada masterplan yang
mengatur masalah
transportasi/perhubungan
Belum ada kesepahaman/program prioritas untuk membenahi masalah
perhubungan/transportasi
Telah disusun Tatanan Transportasi Lokal (Tatralok) oleh Dinas Perhubungan
4 Penyediaan prasarana perkotaan sesuai dengan fungsi kota dengan pendekatan program pembangunan prasarana kota terpadu
Fasilitas kesehatan yang dibutuhkan dalam memperkuat fungsi kota belum optimal
Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan yang telah di susun belum di regulasikan dalam bentuk Perkada
Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) belum sepenuhnya dilaksanakan.
Pelaksanaan penataan perkotaan belum sepenuhnya mengacu pada RTBL.
Telah disusun Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Kawasan Kotabaru dan Kawasan Perkantoran
5 Penataan ruang kota melalui perencanaan, pelaksanaan, dan
Pengendalian pemanfaatan ruang belum optimal
Pelaksanaan pembangunan belum sepenuhnya mengacu pada RTRW
Telah ada Perda tentang RTRW Kabupaten
Rencana Strategis 2016 – 2021 (Perubahan 2019)
- 127 -
NO RENCANA TATA RUANG WILAYAH TERKAIT TUGAS DAN FUNGSI SKPD
PERMASALAHAN DINAS KESEHATAN KABUPATEN OGAN
KOMERING ULU TIMUR
FAKTOR
PENGHAMBAT PENDORONG
pengendalian tata ruang kota 6 Peningkatan aksesibilitas ke wilayah
belakang yang dilayani melalui pengembangan jaringan jalan
Belum ada masterplan untuk menataan/peningkatan jaringan jalan dan transportasi
Skala prioritas pada saat ini adalah rehabilitasi jalan dan jembatan sehingga aspek peningkatan kualitas jaringan jalan belum optimal
Telah ada Peta Jaringan Jalan
Rencana Strategis 2016 – 2021 (Perubahan 2019) - 128 - - 128 - Sebagai dasar penyusunan RPJMD Kabupaten Ogan Komering
Ulu Timur Tahun 2016-2021, maka Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur wajib melaksanakan KLHS RPJMD sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas kebijakan pembangunan daerah. KLHS ini dilakukan pada tahap awal dari proses penyusunan RancanganRPJMD Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Tahun 2016-2021, sehingga dapat diperkirakan dampak negatif terhadap lingkungan hidup apabila Kebijakan, Rencana danProgram (KRP) dilaksanakan, KLHS tidak mengkaji dampak sebuah proyek, melainkan mengkaji dampak sebuah Kebijakan, Rencana dan Program (KRP). Karenanya hasil dari kajian ini tentunya bersifat strategik, untuk memberikan rekomendasi penyempurnaan KRPyang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Tahun 2016-2021. Dengan kata lain, dengan adanya Pengendalian Lingkungan, implementasi KLHS diharapkan permasalahan lingkungan yang diperkirakan terjadi dapat diminimalisasi sehingga pembangunan yang berkelanjutan dapat diwujudkan di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur.
Berdasarkan hasil proses KLHS Penyusunan RPJMD Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Tahun 2016-2021, dapat disampaikan kesimpulana sebagai berikut :
1. Pelaksanaan KLHS RPJMD Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentangPerlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pasal 15 bahwaPemerintah dan Pemerintah Daerah Wajib untuk membuat KLHSsebagaimana dimaksud pada ayat (1) kedalam penyusunan atau evaluasiRTRW beserta rinciananya, Rencana Pembangunan Jangka Panjang(RPJP), Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional,Provinsi dan Kabupaten/Kota. KLHS RPJMD Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Tahun2016-2021 secara umum telah menggunakan pedoman berdasarkanKeputusan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 67 Tahun 2012 tentangPedoman Pelaksanaan Kajian Lingkungan Hidup Strategis DalamPenyusunan atau Evaluasi Rencana Pembangunan Daerah. Meskipundemikian, pedoman tidak dapat menjawab semua kebutuhan sesuaidengan tahapan terutama saat melakukan kajian pengaruh terhadapkondisi
Rencana Strategis 2016 – 2021 (Perubahan 2019) - 129 - - 129 - lingkungan hidup Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur.
Atas dasar pemahaman tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kemudianmengeluarkan Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan kehutananRepublik Indonesia Nomor SE;04/Menlhk-II/2015 tentang PelaksanaanKLHS yang kemudian menjadi acuan dalam pelaksanaan KLHS RPJMDKabupaten Ogan Komering Ulu Timur Tahun 2016-2021;
2. Tidak tersedianya data dan informasi yang memadai untuk digunakandalam proses pengkajian merupakan kelemahan utama dari prosespelaksanaan KLHS Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Tahun 2016-2021;
3. Isu strategis yang dihasilkan dari proses KLHS terdiri dari 2 isu strategis,yaitu: (1) Peningkatan Gas Emisi Gas Karbon (Gas Rumah Kaca), (2) Akses Sanitasi Masih Rendah;
4. Dari hasil kajian pengaruh didapatkan 12 program prioritas dan mitigasinya terhadap isu strategis, terutama program-program yang terkaitdengan pembangunan fisik antara lain yaitu :
1) Program Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas/Puskesmas Pembantu dan Jaringannya;
2) Program Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit Paru/Rumah Sakit Mata;
3) Program Pembangunan Jalan dan Jembatan;
4) Program Pengembangan dan Pengelolaan jaringan irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya;
5) Program Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh;
6) Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan;
7) Program Pengembangan Perumahan;
8) Program Pengembangan Wilayah Perbatasan;
9) Program Peningkatan Ketahanan
PanganPertanian/Perkebunan;
10) Program Pengembangan Wilayah Transmigrasi;
11) Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup;
12) Program Perlindungan dan Konservasi SDA.
Rencana Strategis 2016 – 2021 (Perubahan 2019) - 130 - - 130 - 5. Untuk meminimalkan pengaruh/dampak negatif tersebut
dirumuskanmitigasi dan alternatif program berdasarkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan, telaahan KLHS terhadap RPJMD yang memberikan dampak negatif danbagaimana Mitigasi atau kegiatan pengurangan dampaknya. Kegiatan Mitigasi tersebut menjadi bagian pembahasan di dalam RPJMD
Tabel 3.4
Mitigasi Dampak KRP terhadap Isu Pembangunan Berkelanjutan NO RUMUSAN PROGRAM
PEMBANGUNAN DAMPAK MITIGASI/ADAPTASI