• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

C. Pengertian Barang Milik Negara

2. Lingkup Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN)

Pasal 1 ayat (2) Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor. 01/KM.12/2001, memberikan batasan Barang Milik/Kekayaan Negara adalah :

yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ataupun dengan dana dari luar APBN yang berada dibawah pengurusan atau penguasaan Departemen-departemen, Lembaga-lembaga, Lembaga-lembaga Pemerintahan non Departemen serta Unit-unit dalam lingkungannya yang terdapat baik di dalam negeri maupun di luar negeri tidak termasuk Pemerintah Daerah atau Badan Usaha

Untuk barang-barang yang dibeli atau diperoleh atas beban APBN dapat lebih mudah identifikasinya sebagai bagian dari Barang Milik Negara, sedangkan untuk barang-barang yang berasal dari perolehan yang sah perlu adanya batasan yang lebih jelas mana yang termasuk sebagai Barang Milik Negara. Dalam hal ini batasan pengertian barang-barang yang berasal dari perolehan yang sah adalah barang-barang-barang-barang yang

menurut ketentuan perundang-undangan, ketetapan pengadilan,

dan/atau perikatan yang sah ditetapkan sebagai Barang Milik Negara.

2. Lingkup Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN)

Sesuai Pasal 48 ayat (2) dan Penjelasan atas Pasal 49 ayat (6) UU No.1 Tahun 2004 dikemukakan bahwa :

ik Negara dalam Peraturan Pemerintah meliputi Penjualan barang melalui pelelangan dan pengecualiannya, Perencanaan Kebutuhan, Tata cara penggunaan, Pemanfaatan, Pemeliharaan, Penatausahaan, Penilaian,

Rumusan tersebut merupakan siklus minimal atas seluruh mata rantai siklus Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah. Untuk selanjutnya siklus manajemen pengelolaan barang milik Negara tersebut dikutip dalam http:// naskah-akademik-perda-pengelolaan.html dapat dijabarkan sebagai berikut :

commit to user

23

1. Perencanaan kebutuhan dan penganggaran

Yaitu kegiatan merumuskan rincian kebutuhan barang milik Negara untuk menghubungkan pengadaan barang yang telah lalu dengan keadaan yang sedang berjalan sebagai dasar dalam melakukan tindakan yang akan datang. Perencanaan kebutuhan dan penganggaran berpedoman pada standar barang, standar kebutuhan dan standar harga.

2. Pengadaan

Berdasarkan Peraturan Presiden No. 54 tahun 2010 tentang

Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Instansi Pemerintah,

kegiatan pengadaan barang milik Negara dilaksanakan berdasarkan prinsip efisiensi, efektif, transparan dan terbuka, bersaing, adil/tidak diskriminatif dan akuntabel.

3. Penggunaan

Yaitu kegiatan yang dilakukan oleh pengguna barang dalam mengelola dan menatausahakan barang milik Negara yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi instansi yang

bersangkutan. Pengelola barang adalah pejabat yang

berwenang dan bertanggung jawab menetapkan kebijakan dan pedoman serta melakukan pengelolaan barang milik Negara, sedangkan pengguna barang adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan barang milik Negara.

4. Pemanfaatan

Adalah pendayagunaan barang milik Negara yang tidak

dipergunakan sesuai tugas pokok dan fungsi

kementerian/lembaga dalam bentuk sewa, pinjam pakai, kerjasama pemanfaatan dan bangun guna serah/bangun serah guna dengan tidak mengubah status kepemilikan. Bentuk pemanfaatan dimaksud diuraikan sebagai berikut :

commit to user

24

a. Sewa

Sewa adalah pemanfaatan barang milik Negara oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu dan menerima imbalan uang tunai.

b. Pinjam Pakai

Pinjam Pakai yaitu penyerahan penggunaan barang antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dan antara pemerintah daerah dalam jangka waktu tertentu tanpa menerima imbalan dan setelah jangka waktu tersebut berakhir diserahkan kembali kepada pengelola barang. c. Kerjasama Pemanfaatan

Kerjasama pemanfaatan adalah pendayagunaan barang milik Negara oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu dalam rangka peningkatan penerimaan Negara bukan pajak dan sumber pembiayaan lainnya.

d. Bangun Guna Serah

Adalah pemanfaatan barang milik Negara/daerah berupa tanah oleh pihak lain dengan cara mendirikan bangunan

dan/atau sarana berikut fasilitasnya, kemudian

didayagunakan oleh pihak lain tersebut dalam jangka waktu tertentu yang telah disepakati, untuk selanjutnya diserahkan kembali tanah beserta bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya setelah berakhirnya jangka waktu.

5. Pengamanan dan Pemeliharaan

Pengelola barang, pengguna barang dan/atau kuasa pengguna barang wajib melakukan pengamanan dan pemeliharaan barang milik Negara/daerah yang berada dalam kekuasaannya. Pengamanan dimaksud meliputi pengamanan administrasi, pengamanan fisik dan pengamanan hukum. Sedangkan Pemeliharaan adalah suatu rangkaian kegiatan untuk menjaga kondisi dan memperbaiki semua barang milik Negara/daerah

commit to user

25

agar selalu dalam keadaan baik dan siap untuk digunakan secara berdaya guna dan berhasil guna. Untuk pemeliharaan barang milik Negara/daerah harus berpedoman pada Daftar Kebutuhan Pemeliharaan Barang (DKPB).

6. Penilaian

Adalah suatu proses kegiatan penelitian yang selektif didasarkan pada data/fakta yang objektif dan relevan dengan menggunakan metode/teknik tertentu untuk memperoleh nilai barang milik Negara/daerah.

7. Penghapusan

Adalah tindakan menghapus barang milik Negara/daerah dari daftar barang dengan menerbitkan surat keputusan dari pejabat yang berwenang untuk membebaskan pengguna dan/atau kuasa pengguna barang dan/atau pengelola barang dari tanggung jawab administrasi dan fisik atas barang yang berada dalam penguasaannya.

8. Pemindahtanganan

Adalah pengalihan kepemilikan barang milik Negara/daerah sebagai tindak lanjut dari penghapusan dengan cara dijual, dipertukarkan, dihibahkan atau disertakan sebagai modal pemerintah. Bentuk-bentuk pemindahtanganan dimaksud meliputi:

a. Penjualan

Adalah pengalihan kepemilikan barang milik

Negara/daerah kepada pihak lain dengan menerima penggantian dalam bentuk uang.

b. Tukar-menukar

Adalah pengalihan kepemilikan barang milik

Negara/daerah yang dilakukan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, atau antara pemerintah pusat/pemerintah daerah dengan pihak lain, dengan

commit to user

26

menerima penggantian dalam bentuk barang, sekurang-kurangnya dengan nilai seimbang.

c. Hibah

Adalah pengalihan kepemilikan barang dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, dari pemerintah daerah kepada pemerintah pusat, antar pemerintah daerah, atau dari pemerintah pusat/pemerintah daerah kepada pihak lain, tanpa memperoleh penggantian.

d. Penyertaan Modal pemerintah pusat/daerah

Adalah pengalihan kepemilikan barang milik

Negara/daerah dan/atau yang semula merupakan kekayaan yang tidak dipisahkan menjadi kekayaan yang dipisahkan untuk diperhitungkan sebagai modal/saham Negara atau daerah pada badan usaha milik Negara, badan usaha milik daerah, atau badan hukum lainnya yang dimiliki Negara. 9. Penatausahaan

Adalah rangkaian kegiatan yang meliputi pembukuan, inventarisasi dan pelaporan barang milik Negara/daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

10. Pembinaan, Pengawasan dan Pengendalian

Menteri Keuangan menetapkan kebijakan teknis dan

melakukan pembinaan pengelolaan barang milik

Negara/daerah. Kuasa Pengguna barang dan pengguna barang melakukan pemantauan dan penertiban terhadap penggunaan, pemanfaatan, pemindahtanganan, penatausahaan, pemeliharaan dan pengamanan barang milik Negara/daerah yang berada di bawah penguasaannya.

commit to user

27

Dokumen terkait