C. Perkembangan Perkreditan Bank
II. Lalu lintas Modal dan Transfer
1. Sektor swasta (netto) 58 20
2. Sektor pemerintah 344 424
Jumlah 402 444
3. Angsuran Hutang-hutang -72 -80
pemasukan Modal (netto) 330 364
III. Lalu Lintas Moneter 49 0
(+=defisit) 0 0
(-=surplus)
IV. Selisih yang tidak diperhitungkan 2 0
Prognosa 1969 Tabel 14
Neraca Pembayaran Indonesia 1968 - 1969 (dalam jutaan Rp.)
Sebagaimana tampak pada tabel di atas, maka neraca pembayaran 1969 diperkirakan dapat seimbang. Dibandingkan dengan keadaan dalam tahun 1968 (yang mengalami defisit sebesar US$ 49 juta), maka hal ini merupakan suatu kemajuan. Neraca perdagangan 1969 diperkirakan mengalami defisit sebesar US$ 3 juta. Dibandingkan dengan defisit pada tahun 1968 (yang berjumlah US$ 67 juta), maka tahun 1969 merupakan suatu langkah maju.
Transaksi berjalan pada tahun 1969 diperkirakan mengalami defisit sebesar US$ 364 juta.
Hal ini disebabkan karena ada defisit pada neraca jasa-jasa sebesar US$ 361 juta.
Namun demikian jika dibandingkan dengan tahun 1968, keadaan transaksi berjalan pada tahun 1969 mengunjukkan gambaran yang lebih baik dari pada tahun 1968. Defisit pada transaksi berjalan tersebut diperkirakan dapat diimbangi dengan pemasukan modal pada sektor pemerintah maupun pada sektor swasta, yang diperkirakan berjumlah US$.444 juta. Jumlah ini harus dikurangi dengan pembayaran angsuran hutang-hutang sebesar US$.80 juta sehingga yang tersedia pada lalulintas modal dan transfer berjumlah US$ 364 juta.
Penjelasan Pos per Pos I. Transaksi Berjalan
1. Ekspor (termasuk minyak-netto, overprice)
Ekspor tanpa minyak diperkirakan untuk tahun 1969 sebesar US $ 595 juta, yang menunjukkan kenaikan sebesar 6,2% kalau dibandingkan dengan tahun 1968. Ekspor minyak diperkirakan mencapai US $.358 juta pada tahun 1969, yang merupakan kenaikan sebesar 24% di atas tahun 1968. Ekspor keseluruhannya pada tahun 1969 didperkirakan akan naik dari US $.847 juta dalam tahun 1968 menjadi US $. 953 juta, sehingga menunjukkan kenaikan sebesar 12,5%.
2. Impor
Impor tanpa minyak diperkirakan mencapai US $.874 juta dalam tahun 1969.
Jika ditambah dengan impor minyak maka jumlah ini menjadi US $.956 juta, yang merupakan kenaikan sebesar 4,5% di atas impor tahun 1968.
II. Lalu lintas Modal dan Transfer (termasuk bantuan-bantuan)
Untuk tahun 1969 diperkirakan pemasukan modal sebesar US $.444 juta, yang terdiri atas :
a. bantuan luar negeri (program aid) US $. 320 juta b. bantuan luar negeri (project aid) US $. 104 juta
sektor pemerintah (a+b) US $. 424 juta
c. Sektor swasta US $. 20 juta
US $. 444 juta
Kalau dibandingkan dengan tahun 1968, yang berjumlah US $.402 juta, maka keadaan pada tahun 1969 diperkirakan ada kenaikan sebesar 10,4 %. Jumlah-jumlah tersebut di atas harus dikurangi dengan angsuran hutang keluar negeri.
Dengan demikian, pemasukan modal netto dalam tahun 1969 diperkirakan US $.444 juta dikurangi dengan US $.80 juta, menjadi US $.364 juta. Dalam tahun 1968 jumlah US $.402 juta tersebut di atas harus dikurangi dengan US $.72 juta, sehingga jumlahnya menjadi US $. 330 juta.
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
1.1.2. Dalam Valuta Asing 2.100
1.2. Usahawan 9.000
3. Pajak Perseroan Minyak 48.700
4. MPO 11.500
4.1. Ditjen Pajak 10.500
4.2. Ditjen Bea dan Cukai 1.000
5. Lain-lain 500
B. Pajak Tidak Langsung 134.300
1. Pajak Penjualan 12.000
2. Pajak Penjualan Impor 10.000
3. Cukai 28.200
3.1. Cukai Tembakau 25.500
3.2. Cukai Gula 2.400
3.3. Cukai Bir 180
3.4. Cukai Alkohol Sulingan 120
3.5. Cukai Minyak Tanah p.m
4. Bea Masuk 60.000
5. Pajak Devisa Ekspor 7.000
6. Penerimaan Minyak Lainnya 14.100
7. Lain-lain 3.000
C. Penerimaan Non-Tax 2.500
II. Penerimaan Pembangunan 99.418
1. Kredit Luar Negeri 63.184
2. Bantuan Proyek 36.234
I. Penerimaan Rutin : 228.000
Terdiri dari : A. Pajak Langsung 91.200
B. Pajak Tidak Langsung 134.300
C. Penerimaan Non-tax 2.500
A. Pajak Langsung : 91.200
1. Pajak pendapatan : 15.500
1.1. Pajak Pendapatan Buruh : 6.500
1.1.1. Dalam Rupiah : 4.400
Asumsi-asumsi :
(1) Bebas minimum kena pajak dinaikkan menjadi Rp.5.000,-sebulan dengan satu isteri dan 3 anak, dan tarip pajak pen dapatan diturunkan sebesar rata-rata 45 % dari Pajak yang dibayar atas gaji bulanan sampai Rp.100.000,- dalam triwulan IV-1968, sehingga jumlah wajib pajak ber-kurang; tetapi turunnya penerimaan sebagian diimbangi oleh :
(2) Adanya kemungkinan kenaikan upah.
(3) Bertambahnya kesempatan kerja.
Dengan asumsi-asumsi tersebut diperkirakan bahwa untuk tahun anggaran 1969/1970 akan diterima :
Realisasi penerimaan s/d Triwulan IV-1968 : 2.857 Prognosa penerimaan Triwulan IV-1968 : 1.200 Jumlah penerimaan 1968 ……… : 4.057..
Penerimaan 1969-1970 menjadi : 4 x 75 % x Rp.1.200,-juta (penerimaan triwulan IV-1968) =Rp.3.600,- Rp.1.200,-juta di-tambah dengan hasil-hasil verifikasi yang diintensifkan sebesar 20 % x Rp.3.600,- juta = Rp.720,- juta, maka jumlah
seluruhnya Rp.4.320,- juta atau dibulatkan : Rp.4.400,-milyard.
1.1.2. Dalam Valuta Asing 2.100
Dalam tahun 1968 diperkirakan dapat dikonversikan sejumlah US$.4.200.000,- untuk tahun pajak 1966 dan penerimaan dalam tahun 1967 yang baru dikonversikan dalam tahun 1968 sebesar US$.1.800.000,- (tak akan banyak terjadi lagi dalam 1969/1970) dengan kurs BE sebesar Rp.300,-/US$.
Berhubung dengan asumsi-asumsi tersebut di dalam 1.1.1.
di atas dimana penurunan penerimaan karena ryurunnya tarip tidak banyak terhadap pendapatan-pendapatan tinggi di atas Rp.1,2 juta, ditambah dengan penertiban pembayaran pajak buruh-buruh asing yang menerima upah dalam valuta asing makauntuk 1969-1970diperkirakan masih dapatdikonversi-kan US$.6.000.000,- dengan kurs Rp.350,-/US$. atau rupiahnya : Rp.2.100 juta, atau Rp.2.100 milyard.
DASAR PERHITUNGAN PENERIMAAN NEGARA UNTUK TAHUN ANGGARAN 1969 - 1970 (RAPBN 1969-1970)
(dalam milyard Rp.)
1.2. Pajak Pendapatan Usahawan. 9.000
1.2.1. Menurut cara lama (kohir) 3.000
Unsur-unsurnya : (a) Pencairan tunggakan.
(b) Verifikasi MPS-1968 dengan penagihan cara lama (kohir).
ad. (a).
Jumlah tunggakan per 1 Oktober 1968…Rp.4.600 juta Ditetapkan rampung dengan pengurangan karena ketingggian ……….Rp.4.000 juta Rencana penerimaan Triwulan IV-1968 dan Trwiwulan I-1969 ………Rp. 1.500 juta Sisa 1 April 1969………..Rp. 2.500 juta Dapat ditagih 70 % atau ……..……….Rp. 1.750 juta atau dibulatkan ………Rp. 1.800 milyar ad. (b) Asumsi :
Penyetoran MPS dan MPO selama 1968 baru berjum-lah maksimum separo daripada yang seharusnya.
Realisasi MPS Pajak Pendapatan s.d. Triwulan III-1968 ……….Rp. 944 juta Rencana penerimaan Triwulan IV-1968..Rp. 800 juta Jumlah ………..Rp.1.794 juta Rencana penerimaan Pajak Pendapatan dari MPO 30% x Rp.5.391 juta ……… Rp.1.617 juta Jumlah pajak yang yang sudah dibayar selama 1968 untuk tahun pajak 1968 ……….Rp. 3.411 juta Perkiraan hasil verifikasi, sesudah penyetoran tambahan sendiri (1.2.2. ad.a) : 35 % ……… …Rp. 1.193 juta atau dibulatkan Rp.1.200 milyar.
1.2.2. Menurut cara baru (MPS) 6.000
Unsur-unsurnya :
(a) Penyetoran tambahan MPS-1968 (b) MPS bulanan tahun 1969-1970 ad. (a). Asumsi :
Penyetoran MPS dan MPO selama 1968baru berjumlah maksimum separo dari pada yang seharusnya. Jumlah pajak yang sudah dibayar selama 1968 untuk tahun pajak 1968 ……….Rp.3.411 juta Penyetoran tambahan MPS-1968 oleh wajib pajak sen-diri ddiperkirakan : 45 % x Rp.3.411 juta=Rp.1.489 juta atau dibulatkan ………..Rp.1.500 milyar.
ad. (b) Asumsi-asumsi :
Selain peninggian pendapatan minimum kena pajak dan turunnya tarip pajak pendapatan seperti diuraikan dalam 1.1.1.
(1) Perluasan jumlah wajib pajak;
(2) Peningkatan intensitas pengawasan dan verfikasi ;
(3) Adanya peningkatan kegiatan produksi dan kegiatan kegiatan ekonomi lainnya;
(4) Peningkatan presentase taripMPS secara berangsur-angsur Rencana realisasi MPS bulanan 1968 ….Rp.1.794 juta Penyetoran tambahan ad a ……….Rp.1.500 juta Verfikasi 1.2.1. ad b ………..Rp.1.200 juta Jumlah Pajak Pendapatan tahun pajak 1968 yang sebe-narnya terhutang ……….Rp.4.494 juta Memperhatikan asumsi tersebut di atas, maka diperkira-kan rencana MPS bulanan 1969-1970 berjumlah sama dengan rencana realisasi ajak Pendapatan seperti Pajak Pendapatan seperti dihitung di atas sebesar Rp.4.494 juta atau dibulatkan Rp. 4.500 milyar.
2. Pajak Perseroan. 15.000
2.1. Perseroan negara : 6.000
2.1.1. Menurut cara lama (kohir) 1.500
Unsur-unsurnya : (a) Pencairan tunggakan.
(b) Verfikaasi MPS-1968 ad. (a).
Jumlah tunggakan per 1-10-1968 : Rp. 1.376 juta Perkiraan penetapan tambahan
Penyetoran MPS dan MPO selama 1968 baru berjum-lah maksimum 60 % dari pada yang seharusnya.
Realisasi MPS s.d. triwulan III-1968 Rp.1.960 juta Rencana penerimaan triwulan IV-1968… Rp.1.340 juta Jumlah Rp.3.300 juta Rencana penerimaan Pajak Perseroan PN-PN dari MPO sebesar 11 % x Rp.5.391 juta Rp. 593 juta Jumlah Pajak Perseroan yang sudah dibayar selama 1968 untuk tahun pajak 1968 ………. Rp.3.893 juta Diperkirakan hasil verifikaasi, sesudah penyetoran tam-bahan sendiri (2.1.2. ad.a) 10 % Rp. 389 juta, dibulatkan Rp. 0,400 milyar.
2.1.2. Menurut cara baru (MPS) 4.500
Unsur-unsurnya :
(a) Penyetoran tambahan MPS 1968 (b) MPS bulanan tahun 1969-1970 ad. (a). Asumsi :
Penyetoran MPS dan MPO selama 1968 baru berjumlah maksimum 60 % dari pada yang seharusnya.
Jumlah Pajak Perseroan yang sudah dibayar selama 1968 untuk tahun pajak 1968 : Rp.3.893 juta.
Penyetoran tambahan MPS 1968 oleh wajib pajak sen-diri diperkirakan 10 % x Rp.3.893 juta = Rp.389 juta dibulatkan menjadi ……….Rp. 0,400 milyar ad. (b). Asumsi-asumsi :
(1) Penurunan tarip efektif pajak perseroan rata-rata sebesar 35 % tambahan laba kena pajak antara Rp.250.000 dan Rp.7,5 juta setahun sehingga mengakibatkan turunnya penerimaan, tetapi yang diimbangi dengan :
(2) Peningkatan disiplin membayar pajak, (3) Penertiban PN-PN yang berakibat : (4) Peningkatan produksi dan hasil usaha.
Rencana realisasi MPS bulanan tahun 1968....Rp.3.300 juta Penyetotan tambahan (ad.a) ………..Rp. 400 juta Verfikasi 2.1.1. ad.b ……….Rp. 400 juta Jumlah Pajak Perseroan PN-PN tahun Pajak 1968 yang se-benarnya terhutang ………Rp.4.100 juta Memperhatiakn asumsi-asumsi tersebut di atas, yang saling mengimbangi, maka diperkirakan rencana MPS bulanan 1969-1970 berjumlah sama dengan rencana realisasi Pajak Perseroan 1968, seperti dihitung di atas, sebesar Rp.4.100 juta atau Rp.4,100 milyar.
2.2. Perusahaan Swasta : 9.000
2.2.1. Menurut cara lama (kohir) 2.000
Unsur-unsurnya : (a) Pencairan tunggakan.
(b) Verfikasi MPS-1968.
ad. (a).
Jumlah tunggakan per 1 Oktober 1968 .. Rp.1.000 juta perkiraan penetapan tambahan (rampung) tahun 1967 dan 1966 ……… Rp. 1.650 juta Jumlah ………. Rp. 2.650 juta Rencana penerimaan Triwlan IV-1968.. Rp. 1.600 juta Sisa pada 1 April 1969 ……… Rp. 1.050 juta Kapasitas penagihan 80 % ……… Rp. 787 juta atau ………. Rp. 0,800 milyar ad. (b). Asumsi :
Penyetoran MPS dan MPO selama 1968 baru berjumlah maksimum 50 % dari pada yang seharusnya.
Triwulan III-1968 ……….. Rp.1.500 juta Rencana penerimaan triwulan IV-1968… Rp.1.300 juta Jumlah ……… Rp.2.800 juta Rencana penerimaan MPO : 59% x Rp.5.391 juta =
……… Rp.3.181 juta
Jumlah Pajak Perseroan Swasta yang sudah dibayar selama 1968 untuk tahun pajak 1968 ………….. Rp.5.981 juta dibulatkan ……… Rp.6,000 milyar Diperkirakan hasil verfikasi, sesudah penyetoran tambahan sendiri (2.2.2. Ad a). 20% …..…….….. Rp. 1.200 juta atau ………..Rp.1,200 milyar.
2.2.2. Menurut cara baru (MPS) Unsur-unsurnya :
(a) Penyetoran tambahan MPS-1968.
(b) MPS bulanan tahun 1969-1970.
ad. (a). Asumsi :
Penyetoran MPS dan MPO selama 1968 baru berjumlah maksimum 50% dari pada yang seharusnya. Jumlah Pajak Perseroan Swasta yang sudah dibayar selama 1968 untuk tahun pajak 1968 : ……….Rp. 3,000 milyar Penyetoran tambahan MPS-1968 diperkirakan 25% x Rp. 3,000 milyar = Rp.1,500 milyar.
ad. (b). Asumsi-asumsi :
(1) Penurunan tarip seperti dikemukakan dalam 2.1.1.
(2) Peningkatan tarip MPS secara berangsur-angsur.
(3) Perluasan jumlah wajib pajak.
(4) Peningkatan intensitas pengawasan dan verifikasi.
(5) Peningkatan kapastas Produksi dan kegiatan ekonomi lainnya.
Rencana realisasi MPSbulanan 1968………. Rp. 2.800 juta Penyetoran tambahan ad. A ………. Rp. 1.500 juta Verfikasi 2.2.1. Ad.b……… Rp. 1.200 juta Jumlah ………. Rp. 5.500 juta Memperhatikan asumsi-asumsi tersebut di atas, maka diper-kirakan rencana MPS bulanan 1969-1970 berjumlah sama dengan rencana realisasi pajak perseroan 1968 seperti di-hitung di atas sebesar Rp. 5.500 juta atau dibulatkan Rp. 5,500 milyar.
3. Pajak Perseroan Minyak 48.700
Asumsi-asumsi :
(1) Penerimaan negara dari perusahaan-perusahaan Minyak Asing diperkirakan untuk tahun 1969-1970 berjumlah US$.150 juta.
(2) Kurs BE : Rp.350/US$.
(3) Kurs NlM (Nilai lawan Minyak) Rp.300/US$.
Perkiraan Penerimaan : ……… US.$. 150 juta Untuk Pembekalan Bahan Bakar Minyak Dalam Negeri : US$.75 juta ; dalam Rupiah : 75,0 juta x 300 = Rp.22,500 milyar. Untuk dikonversikan = US.$.75,0 juta dalam rupiah = 75,0 juta x 350 = Rp.26,250 milyar.
Jumlah seluruhnya ………… Rp.48,700 milyar (dibulatkan).
4. MPO (Memungut Pajak Orang). 11.500
4.1. Dipungut Direktorat Jenderal Pajak 10.500
Asumsi-asumsi :
(1) Tarip MPO berangsur-angsur dinaikkan.
(2) Perluasan pemungutan.
(3) Peningkatan pengawasan.
Perkiraan penerimaan :
Realisasi s.d. triwulan III-1968 ………Rp. 3.475 juta Rencana penerimaan triwulan IV-1968,Rp.1.916 juta Rencana penerimaan 1968 …………..Rp.5.391 juta Memperhatikan asumsi-asumsi tersebut di atas, maka diper-kirakan penerimaan MPO untuk tahun 1969-1970 sebesar 2 x Rp.5.391 juta = Rp.10.782 juta atau dibulatkan : Rp.10,500 milyar.
4.2. Dipungut Direktorat Jenderal Bea-Cukai 1.000
Asumsi-asumsi :
(1) Tarip MPO untuk impor sebagai barang kiriman 5%
(2) Devisa Impor barang kiriman diperkirakan :
US$. 85 juta, darimana terkena MPO hanya 40% atau US$.34 juta.
(3) Tarip efektif untuk impor sebagai barang kiriman : Rp.640/US$.
Perkiraan penerimaan :
5% x 34 juta x Rp.640 = Rp. 1.088 juta atau dibulatkan ………. Rp. 1.000 milyar
5. Lain-lain : 500
Realisasi s.d. triwulan III-1968 ……….Rp. 180 juta Rencana penerimaan triwulan IV-1968…………..Rp. 100 juta Jumlah penerimaan 1968 ………..= Rp. 280 juta Untuk tahun 1969-1970, mengingat realisasi tahun 1968 dan inten-sifikasi, maka diperkirakan penerimaan untuk realisasi 1968 atau 2 x Rp.280 juta = Rp.560 juta, atau dibulatkan : Rp.0,500 milyar.
B. Pajak Tidak Langsung. 134.300
1. Pajak Penjualan. 12.000
Asumsi-asumsi :
(1) Kenaikan produksi fisik : 5 - 10%
(2) Tingkat volume impor minimal sama seperti di dalam tahun 1968.
(3) Penurunan tarip secara selektif akan mengakibatkan penurunan pajak 5%.
(4) Tingkat intensifikasi minimal : 10%.
Penerimaan penerimaan :
Rencana penerimaan pajak penjualan triwulan IV-1968 sebesar Rp.
2.700 juta.
Berdasarkan asumsi tersebut di atas, maka diperkirakan untuk tahun 1969-1970 akan diterima :
105 x 110 x 95 x 4 x Rp. 2.700 juta = Rp. 11,850 juta atau dibulatkan 100 100 100
menjadi Rp. 12,000 milyar.
2. Pajak Penjualan Impor. 10.000
Penerimaan ini dipungut oleh Direktorat Jenderal Bea Cukai.
Asumsi-asumsi :
(1) Bea masuk diperkirakan untuk tahun 1969-1970 sebesar . Rp.60.000 milyar
(2) Pajak penjualan Impor diperkirakan 16,5% dari Bea Masuk tahun 1969-1970 Perkiraan penerimaan :
16,5% x Rp.60.000 milyar atau dibulatkan Rp.10,000 milyar.
3. Cukai 28.200
3.1. Cukai Tembakau 25.500
Asumsi-asumsi :
(1) Walaupun panen tembakau tahun 1968 gagal, tetapi produksi mutu terus menerus.
(2) Diadakan perbaikan mutu terus menerus
(3) Harga banderol terus diusahakan agar disesuaikan dengan harga penjualan di pasaran bebas.
(1) Produksi dan impor gula untuk tahun anggaran 1969-1970 diper-kirakan sebesar 600.000 ton.
(2) Harga rata-rata dasar pengenaan cukai adalah Rp.40,-/kg.
(3) Tarip cukai : 10%
Perkiraan penerimaan :
10% x 600.000 x Rp.40,- = Rp.2.400 , milyar.
3.3. Cukai Bier 180
Asumsi : rata-rata penerimaan per bulan adalah Rp.15 juta Berarti di dalam satu tahun diperkirakannditerima sebesar : 12 x Rp.15 juta = Rp.180 juta atau Rp.0,180 milyar.
3.4. Cukai Alkohol Sulingan. 120
Asumsi : Rata-rata penerimaan perbulan adalah Rp.10 juta Berarti di dalam satu tahun diperkirakan diterima sebesar : 12 x Rp.10 juta = Rp.120 juta atau Rp.0,120 milyar.
3.5. Cukai Minyak Tanah p.m.
(Lihat pos penerimaan lain-lain Penerimaan Minyak)
4. Bea Masuk 60.000 Asumsi-asumsi yang yang dipakai untuk perhitungan Bea Masuk
adalah dasar angka Impor Neraca Pembayaran tahun takwim 1969 dan tarip pungutan bea masuk atas golongan-golongan barang dalam tahun 1968.
Angka-angka Neraca Pembayaran adalah sebagai berikut (angka-angka dalam c & f) :
Angka-angka impor ini dibagi menurut (I) Impor yang bebas Bea Masuk dan (II) yang dikenakan Bea Masuk yakni :
Jumlah (I + II) = $ 484 + $ 485 = 965
5. Pajak Devisa Ekspor. 7.000
Asumsi-asumsi :
(1) Ekspor rata-rata per bulan di luar Minyak diperkirakan sebesar : US.$.40 juta; berarti ekspor satu tahun : 12 x US.$.40 juta = US.$.480 juta.
(2) bagian Pemerintah Pusat : 5% dari devisa Golongan A (3) Ekspor Golongan A adalah $.400 juta
(4) Kurs BE : Rp.350/US.$.
Perkiraan penerimaan : 5% x 400 juta x Rp.350 = Rp.7.000 milyar.
6. Lain-lain Penerimaan Minyak 14.100
Asumsi-asumsi :
(1) Volume penjualan tahun anggaran 1969-1970 diperkirakan sama dengan volume penjualan tahun 1968.
(2) Harga penjualan untuk tahunanggaran 1969-1970 diperkirakan sama dengan harga penjualan tahun 1968.
(3) Biaya dalam rupiah untuk tahun anggaran 1969-1970 diperkirakan naik 50% dibandingkan tahun 1968.
(4) Penggunaan minyak oleh ABRI diperkirakan sebesar Rp.8,000 milyar.
Perkiraan penerimaan :
Hasil penjualan : Rp. 51,500 milyar Biaya : Rp. 37,400 milyar Laba bersih : Rp. 14,100 milyar.
Dari Laba Bersih Minyak ini akan diperhitungkan penerimaan untuk Pajak Penjualan Minyak dan Cukai Minyak Tanah.
7. Lain-lain. 3.000
Realisasi s.d. triwulan III-1968 tanpa Bea Balik Nama Kendaraan.
Bermotor ………..Rp.1.718 juta Rencana penerimaan triwulan IV-1968…….…..Rp. 700 juta Jumlah ………Rp.2.418 juta Untuk tahun 1969-1970 diperkirakan karena intensifikasi penerimaan
II. Penerimaan Pembangunan. 99.418
1. Bantuan Kredit BE dan PL-480 63.184
Asumsi-asumsi :
(1) Kredit BE yang tersedia adalah $ 125 juta terdiri atas :
a. Barang-barang dalam daftar BE $ 35 juta semua direalisir.
b. Pupuk $ 75 juta sermuanya direalisir tetapi berhubung dijual atas dasar kredit 9 bln maka hanya $ 19 juta yang diterima.
c. Tepung terigu $ 15 juta direalisir atas dasar kredit 8 bulan sehingga yang diterima diperkirakan hanya $ 5 juta.
Sehingga yang diterima hanya ($ 35 + $ 19 + $ 5) juta = $ 59 juta atau (59 x Rp.350) juta = Rp.20,650 milyar.
(2) PL-480 dan Kennedy Round yang tersedia adalah :
a. Bahan sandang terdiri atas kapas dan benang tenun $ 60 juta dapat direalisir seluruhnya, tetapi penerimaan yang diharapkan hanya $ 24,52 juta.
b. Pangan terdiri atas beras $ 70 juta, tepung terigu $ 50 juta dan Kennedy Round $ 15 juta dapat direalisir seluruhnya, tetapi penerimaan yang diharapkan hanya $ 97 juta.
Sehingga penerimaan seluruhnya ($.24,52 + $ 97) juta = $.121,52 juta atau (121,52 x Rp.350) juta = Rp.42,534 milyar.
Perkiraan penerimaan keseluruhan adalah Rp.20,650 milyar + Rp.42,534 milyar = Rp.63,184 milyar.
2. Nilai lawan Bantuan Proyek. 36.234
Terdiri atas realisasi dari bantuan proyek dan bantuan teknis tahun 1968 yang direalisasikan dalam tahun 1969, dan bantuan tahun 1969, yang keseluruhannya berjumlah $.103,525 juta atau (103,525 x Rp.350) juta sama dengan Rp 36,234 milyar.
sebesar Rp. 3,000 milyar.
Lampiran IIa. ibuan rupiah 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 250.000,0 0,0 5.982.200,0 0,0 3.372.600,0 3.580.500,0 1.000.000,0 12.861.200,0 7.437.500,0 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan18.622.957,212.522.997,26.100.000,05.500.000,0600.000,0 Departemen Kesehatan9.084.596,04.134.596,04.950.000,04.000.000,0950.000,0 Departemen Agama7.162.135,26.162.135,21.000.000,01.000.000,00,0 Departemen Tenaga Kerja1.023.010,8452.250,8570.760,0370.760,0200.000,0 Departemen Sosial883.428,4610.228,4275.200,0275.200,00,0 Departemen Transmigrasi & Koperasi2.033.985,2733.985,21.300.000,01.300.000,00,0 Jumlah327.418.430,0204.044.000,0123.374.430,087.140.430,036.234.000,0 PROYEK / UAN TEKNIS
dalam r MPRS180.607,6170.607,610.000,010.000,0 DPRGR1.090.150,0381.150,0709.000,0709.000,0 DPA41.266,436.266,45.000,05.000,0 BPK189.058,8129.158,859.900,059.900,0 Mahkamah Agung59.510,429.510,430.000,030.000,0 Kejaksaaan Agung1.109.306,8894.306,8215.000,0215.000,0 Kepresidenan232.479,6192.479,640.000,040.000,0 Sekretariat Negara1.151.959,0560.666,0591.293,0591.293,0 Badan/Lembaga Negara Non Departemen1.201.564,8605.314,8596.250,0596.250,0 Departemen Dalam Negeri3.183.979,21.833.979,21.350.000,01.350.000,0 Departemen Luar Negeri6.223.425,65.713.425,6510.000,0510.000,0 Departemen Pertahanan/Keamanan86.310.000,082.310.000,04.000.000,04.000.000,0 Departemen Kehakiman3.312.427,22.457.427,2855.000,0855.000,0 Departemen Penerangan2.605.522,01.598.272,01.007.250,0757.250,0 Departemen Keuangan4.529.933,63.181.933,61.348.000,01.348.000,0 Bagian Pembiayaan/Perhitungan90.840.513,274.776.813,216.063.700,010.081.500,0 Departemen Perdagangan968.274,8493.274,8475.000,0475.000,0 Departemen Pertanian10.083.065,2930.565,29.152.500,05.779.900,0 Departemen Perindustrian5.899.400,4433.900,45.465.500,01.885.000,0 Departemen Pertambangan2.085.939,6186.939,61.899.000,0899.000,0 Departemen Pekerjaan Umum & Tenaga Listrik47.598.077,01.046.800,046.551.277,033.690.077,0 Departemen Perhubungan19.709.856,01.465.056,018.244.800,010.807.300,0 BANTUAN BANT
ANGKA-ANGKA RAPBN 1969/1970 (termasuk bantuan proyek/bantuan teknis) DEPARTEMEN/LEMBAGAJUMLAH ANGGARANANGGARAN RUTINJUMLAHRUPIAH
ANGGARAN PEMBANGUNAN
TIN 1969-1970 MBAGA/DEPARTEMEN GAWAI/PENSIUN74.282,4105.646,84.651,237.312,08.510,4614.736,894.337,6130.778,0330.432,81.394.282,42.744. s (natura)3.736,822.621,21.685,612.773,63.147,6230.824,033.690,846.180,0139.398,0483.092,0 as (cash) siun70.545,683.025,62.965,618.538,45.222,8379.912,860.646,884.598,0190.743,2899.743,4 MPRSDPRGRDPABPKMahkamah AgungKejaksaan AgungKepresidenanSekretariat Negara
Badan Lem.Pem. Non Dep.
Dep. Dalam NegeriDep
(Dalam ribuan rupiah) 679,651.792.000,01.319.287,21.066.771,61.775.668,4 30.500,022.664.000,0427.454,4318.088,0627.182,8 58.796,427.796.000,0816.900,8710.883,61.074.196,8 nja pegawai6.000,0140,04.000,0291,612.000,02.024,018.000,05.000,015.200,0 ai luar negeri2.653.359,21.332.000,056.932,032.800,059.088,8 ARANG96.325,2275.503,231.615,291.846,821.000,0279.570,098.142,0429.888,0274.882,0439.696,82.968.746,030.518.000,01.138.140,0531.550,41.406.265,2 auk-pauk6.480,06.480,015.292,88.604.000,0764.640,044.366,4 3.108.000,0 dalam negeri93.125,2254.383,231.615,290.246,821.000,0234.690,097.457,2375.488,0191.420,0424.404,0304.786,014.146.000,0363.900,0300.440,01.208.202,8 luar negeri3.200,021.120,01.600,038.400,0684,854.400,076.982,02.663.960,04.660.000,09.600,0231.110,4153.696,0 AN KEUANGAN ah Otonom AN HUTANG dalam negeri luar negeri N as ilu ahun-tahun yang lalu JUMLAH170.607,6381.150,036.266,4129.158,829.510,4894.306,8192.479,6560.666,0605.314,81.833.979,25.713.425,682.310.000,02.457.427,21.598.322,03.181.933,6
Lampiran II b Dep. PeneranganDep. Keuangan. Luar NegeriDep. HankamDep. Kehakiman
IN 1969-1970 LEMBAGA/DEPARTEMEN JA PEGAWAI/PENSIUN9.374.706,8299.164,4762.481,2297.567,6116.858,0530.800,0993.246,010.566.557,21.931.836,05.854.5 an beras (natura)6.121.358,876.968,4254.800,095.472,443.762,0179.840,0323.960,03.128.400,0747.936,02.070.7 n beras (cash) h/Pensiun3.180.313,6164.596,0487.441,2171.611,671.576,0343.360,0647.624,05.464.772,81.175.500,03.714.0 belanja pegawai10.000,02.018,01.520,07.600,01.182,01.869.384,48.400,069.7 Dep. Pertanian
Bag.Pembiaya- an dan Perhitungan Dep.Perda- ganganDep. Perindustrian Dep. Pertambang- an
Dep. PU & Tenaga ListrikDep. PerhubunganDep. P & KDep. KesehatanDep. A
(Dalam ribuan rupiah) 35,2259.170,8318.228,4609.521,293.408.000,0 72,082.288,091.083,6214.984,038.476.000,0 43,2176.882,8225.144,8389.017,248.464.000,0 20,02.000,05.520,02.040.000,0 gawai luar negeri73.034,457.600,010.240,028.465,620.480,0104.000,04.428.000,0 ARANG5.290.106,4194.110,4168.084,0136.332,870.081,6516.000,0471.810,01.956.400,02.202.760,0307.600,0193.080,0292.000,0124.464,050.524.000,0 an/lauk-pauk41.040,0150.728,0820.800,0239.760,013.801.587,2 rang dalam negeri5.290.106,485.950,4118.724,0110.732,867.400,0516.000,0313.102,01.380.400,0735.560,0243.600,0193.080,047.440,0124.464,027.363.718,0 rang luar negeri108.160,08.320,025.600,02.681,67.980,0576.000,0646.400,064.000,04.800,09.358.694,8 BANGAN KEUANGAN41.412.000,041.412.000,0 t8.000.000,08.000.000,0 daerah Otonom33.412.000,033.412.000,0 UTANG16.500.000,016.500.000,0 utang dalam negeri1.000.000,01.000.000,0 utang luar negeri15.500.000,015.500.000,0 LUARAN RUTIN2.200.000,02.200.000,0 beras s. Pemilu2.200.000,02.200.000,0 aran tahun-tahun yang lalu JUMLAH74.776.813,2493.274,8930.565,2433.900,4186.939,61.046.800,01.465.056,012.522.957,24.134.596,06.162.135,2452.250,8610.228,4733.985,2204.044.000,0
(Lanjutan) gamaDep. Tenaga Kerja
Lampiran II b Dep. SosialDep. Trans & Kop.JUMLAH
AN RUPIAH NG EKONOMI50.000,0300.000,050 or Pertanian dan Irigasi tri dan Pertambangan enaga Listrik or Perhubungan dan Pariwisata50.000,0 a300.000,05 NG SOSIAL30.000,0215.000,0493.793,0444.250,0500.000,0 ama320.000,0 ANGGARAN PEMBANGUNAN 1969/1970 MPRSDPRGRDPABPKMahkamah AgungKejaksaan AgungKepresidenanSekretariat Negara
Badan Lem.Pem. NonDep.
Dep. Dalam NegeriDe BIDANG / SEKTOR
(Dalam ribuan rupiah) 0.000,0 00.000,0 855.000,0640.945,075.000,0 endidikan dan Kebudayaan173.793,0444.250,0500.000,025.000,051.425,075.000,0 enaga Kerja15.000,0 ehatan dan Keluarga Berencana or Perumahan, Kesejahteraan Sosial enyediaan Air Minum enerangan589.520,0 ertib Hukum30.000,0200.000,0830.000,0 ANG UMUM10.000709.0005.00059.90040.00097.500,0102.000,0550.000,010.000,04.000.000,0116.305,01.273.000,0 r Pemerintahan Umum10.00010.0005.00025.00040.00097.500,0102.000,0550.000,010.000,0116.305,0 ertahanan dan Keamanan4.000.000,0 r Badan-badan Legislatif699.00034.900 or Pengurusan Keuangan Negara1.273.000,0 JUMLAH10.000709.0005.00059.90030.000215.00040.000591.293596.2501.350.000510.0004.000.000855.000757.2501.348.000 N PROYEK/BANTUAN TEKNIS ANG EKONOMI ANG SOSIAL250.000,0 ANG UMUM JUMLAH250.000 AN PEMBANGUNAN ANG EKONOMI50.000,0300.000,0500.000,0 ANG SOSIAL30.000,0215.000,040.000,0493.793,0444.250,0500.000,0855.000,0890.945,075.000,0 NG UMUM10.000,0709.000,05.000,059.900,097.500,0102.000,0550.000,010.000,04.000.000,0116.3051.273.000 JUMLAH10.000,0709.000,05.000,059.900,030.000,0215.000,040.000,0591.293,0596.250,01.350.000,0510.000,04.000.000,0855.0001.007.2501.348.000 Lampiran II C p. Luar NegeriDep. HankamDep. KehakimanDep. PeneranganDep. Keuangan
GARAN RUPIAH DANG EKONOMI9.881.500,04.837.000,01.260.000,0745.000,031.295.000,010.432.300,00,0 ktor Pertanian dan Irigasi791.500,04.837.000,019.705.000,0 ktor Industri dan Pertambangan6.390.000,01.260.000,0745.000,0 ektor Tenaga Listrik100.000,04.590.000,0 ktor Perhubungan dan Pariwisata7.000.000,010.432.300,0 ktor Desa2.600.000,0 DANG SOSIAL200.000,0100.000,0524.900,0325.000,04.000,01.894.302,0110.000,05.500.000,04.000.000,0
BIDANG / SEKTOR
AN ANGGARAN PEMBANGUNAN 1969/1970 Dep. PU & Tenaga Listrik Bag.Pembiayaa n dan Perhitungan
Dep.Perdaga nganDep. PertanianDep. PerindustrianDep. PertambanganDeDep. P & KDep. KesehatanDep. Perhubungan
Lampiran II C (Lanjutan) (Dalam ribuan rupiah) 100.000,00,0800.000,060.200.800,0 800.000,026.133.500,0 8.395.000,0 4.690.000,0 17.982.300,0 100.000,03.000.000,0 854.000,0247.760,0225.200,0365.000,017.604.150,0 ktor Agama286.000,0606.000,0 ktor Pendidikan dan Kebudayaan100.000,0524.900,0325.000,04.000,0594.302,0110.000,05.500.000,0325.000,0568.000,0216.760,020.250,0365.000,09.937.000,0 ktor Tenaga Kerja200.000,031.000,0231.000,0 ktor Kesehatan dan Keluarga Berencana3.659.000,03.659.000,0 ktor Perumahan, Kesejahteraan Sosial1.300.000,016.000,01.520.000,0 n Penyediaan Air Minum204.950,0589.520,0 ktor Penerangan ktor Tertib Hukum1.060.000,0 DANG UMUM375.000,0418.000,0300.000,0150.000,0500.775,0265.000,0146.000,023.000,050.000,0135.000,09.335.480,0 ktor Pemerintahan Umum375.000,0418.000,0300.000,0150.000,0500.775,0265.000,0146.000,023.000,050.000,0135.000,03.328.580,0 ktor Pertahanan dan Keamanan4.000.000,0 ktor Badan-badan Legislatif699.000,0 ktor Pengurusan Keuangan Negara JUMLAH10.081.500475.0005.779.9001.885.000899.00033.690.077,010.807.300,05.500.000,04.000.000,01.000.000,0370.760,0275.2001.300.00087.140.430 N PROYEK/BANTUAN TEKNIS NG EKONOMI5.982.200,03.372.600,03.580.500,01.000.000,012.861.200,07.437.500,034.234.000,0 IDANG SOSIAL600.000,0950.000,0200.000,02.000.000,0 DANG UMUM JUMLAH5.982.20003.372.6003.580.5001.000.00012.861.2007.437.500600.000950.000200.00036.234.000 AN PEMBANGUNAN NG EKONOMI15.863.700,08.209.600,04.840.500,01.745.000,044.156.200,017.869.800,0100.000,0800.000,094.434.800,0 NG SOSIAL200.000,0100.000,0524.900,0325.000,04.000,01.894.302,0110.000,06.100.000,04.950.000,0854.000,0447.760,0225.200,0365.000,019.644.150,0 NG UMUM375.000418.000300.000150.000500.775265.000146.00023.00050.000135.000,09.295.480,0 JUMLAH16.063.700475.0009.152.5005.465.5001.899.00046.551.27718.244.8006.100.0004.950.0001.000.000570.760275.2001.300.000,0123.374.430,0 JUMLAHp. AgamaDep. Tenaga KerjaDep. SosialDep. Trans & Kop.
an II dLampir I.ANGGARAN RUPIAH 1.1. Sektor Pertanian dan Irigasi 1.1.1.Sub Sektor Pertanian 1.1.1.1.Program Peningkatan Produksi Bahan makanan 1.1.1.2.Program Peningkatan Produksi Hasil-hasil Perkebunan 1.1.1.3.Program Peningkatan Produksi Perikanan 1.1.1.4.Program Peningkatan Produksi Hasil-hasil Kehutanan dan Pembinaan Hutan 1.1.1.5.Program Peningkatan Produksi Hasil-hasil Peternakan 1.1.2. Sub-Sektor Irigasi 1.1.2.1.Program Penyelamatan Tanah dan Air 1.1.2.2.Program Perbaikan Irigasi 1.1.2.3.Program Perluasan Irigasi 1.1.2.4.Program Perbaikan dan Pengamanan Sungai 1.1.2.5.Program Pembangunan Irigasi lainnya. 1.2. Sektor Industri dan Pertambangan 1.2.1 Sub-Sektor Industri 1.2.1.1.Program Perbaikan dan Perluasan Industri Pupuk, Semen dan Kimia 1.2.1.2.Program Perbaikan Industri Tekstil 1.2.1.3.Program Perbaikan Industri Kertas 1.2.1.4.Program Perluasan Industri Pharmasi 1.2.1.5.Program Pembinaan Industri Ringan dan Kerajinan Rakyat 1.2.1.6.Program Pembinaan Industri Logam, Mesin, peralatan dan Prasarana Perhubungan 1.2.1.7.Program Pemanfaatan Proyek-proyek tertunda 1.2.2. Sub-Sektor Pertambangan 1.2.2.1.Program Penelitian Minyak dan Gas Bumi 1.2.2.2.Program Perbaikan Pertambangan Timah 1.2.2.3.Program Perbaikan Tambang Batu-Bara 1.2.2.4.Program Peningkatan Kegiatan Geologi 1.2.2.5.Program Perbaikan Fasilitas Pembinaan Pertambangan 1.3. Sektor Tenaga Listrik 1.3.1. Sub-Sektor Tenaga Listrik 1.3.1.1.Program Peningkatan Tenaga Listrik 1.4. Sektor Perhubungan dan Pariwisata 1.4.1. Sub-sektor Perhubungan 1.4.1.1.Program Perbaikan Prasarana Perhubungan Darat (jalan dan jembatan) 1.4.1.2.Program Peningkatan Fasilitas Angkutan Jalan 1.4.1.3.Program Peningkatan dan Perbaikan Angkutan Kereta Api 1.4.1.4.Program Perbaikan Prasarana Perhubungan Laut 1.4.1.5.Program Perbaikan Armada Niaga 1.4.1.6.Program Perbaikan Angkutan Sungai 1.4.1.7.Program Pembinaan Prasarana Perhubungan Udara 1.4.1.8.Program Pembinaan Armada Udara Niaga 1.4.1.9.Program Peningkatan Jasa Pos dan Giro 1.4.1.10.Program Perbaikan dan Peningkatan Jasa Telekomunikasi 1.4.2. Sub-Sektor Pariwisata50.000,0 1.4.2.1.Program Pengembangan Pariwisata50.000,0
ANGGARAN PEMBANGUNAN 1. BIDANG EKONOMI MPRSDPRGRDPABadan Lem.NonD ep.
Sekretariat NegaraBPKMahkamah AgungKejaksaan AgungKepresidenanBIDANG / SEKTORSUB SEKTOR/PROGRAM. 1.5. Sektor Desa300.000,0 1.5.1. Sub-Sektor Desa300.000,0 1.5.1.1.Program Pembangunan Desa300.000,0 Jumlah50.000,0300.000,0 II.BANTUAN PROYEK/BANTUAN TEKNIS IIIANGGARAN PEMBANGUNAN (BIDANG EKONOMI)50.000,0300.000,0
Dep. Dalam Negeri
n II d 0,0 0,0 0,0 00,0 0,0 0,0 0,0 0,0 1.260.000,0 560.000,0 700.000,0
Lampira I.ANGGARAN RUPIAH 1.1. Sektor Pertanian dan Irigasi 1.1.1.Sub Sektor Pertanian791.500,04.437.00 1.1.1.1.Program Peningkatan Produksi Bahan makanan2.198.00 1.1.1.2.Program Peningkatan Produksi Hasil-hasil Perkebunan694.000,01.104.00 1.1.1.3.Program Peningkatan Produksi Perikanan75.000,034.0 1.1.1.4.Program Peningkatan Produksi Hasil-hasil Kehutanan dan Pembinaan Hutan22.500,0579.00 1.1.1.5.Program Peningkatan Produksi Hasil-hasil Peternakan245.00 1.1.2. Sub-Sektor Irigasi400.00 1.1.2.1.Program Penyelamatan Tanah dan Air400.00 1.1.2.2.Program Perbaikan Irigasi 1.1.2.3.Program Perluasan Irigasi 1.1.2.4.Program Perbaikan dan Pengamanan Sungai 1.1.2.5.Program Pembangunan Irigasi lainnya. 1.2. Sektor Industri dan Pertambangan 1.2.1 Sub-Sektor Industri5.690.000,0 1.2.1.1.Program Perbaikan dan Perluasan Industri Pupuk, Semen dan Kimia1.010.000,0 1.2.1.2.Program Perbaikan Industri Tekstil1.250.000,0 1.2.1.3.Program Perbaikan Industri Kertas570.000,0 1.2.1.4.Program Perluasan Industri Pharmasi 1.2.1.5.Program Pembinaan Industri Ringan dan Kerajinan Rakyat960.000,0 1.2.1.6.Program Pembinaan Industri Logam, Mesin, peralatan dan Prasarana Perhubungan1.900.000,0 1.2.1.7.Program Pemanfaatan Proyek-proyek tertunda 1.2.2. Sub-Sektor Pertambangan700.000,0 1.2.2.1.Program Penelitian Minyak dan Gas Bumi 1.2.2.2.Program Perbaikan Pertambangan Timah 1.2.2.3.Program Perbaikan Tambang Batu-Bara700.000,0 1.2.2.4.Program Peningkatan Kegiatan Geologi 1.2.2.5.Program Perbaikan Fasilitas Pembinaan Pertambangan 1.3. Sektor Tenaga Listrik100.000,0 1.3.1. Sub-Sektor Tenaga Listrik100.000,0 1.3.1.1.Program Peningkatan Tenaga Listrik100.000,0 1.4. Sektor Perhubungan dan Pariwisata 1.4.1. Sub-sektor Perhubungan500.000,0 1.4.1.1.Program Perbaikan Prasarana Perhubungan Darat (jalan dan jembatan) 1.4.1.2.Program Peningkatan Fasilitas Angkutan Jalan 1.4.1.3.Program Peningkatan dan Perbaikan Angkutan Kereta Api 1.4.1.4.Program Perbaikan Prasarana Perhubungan Laut 1.4.1.5.Program Perbaikan Armada Niaga 1.4.1.6.Program Perbaikan Angkutan Sungai 1.4.1.7.Program Pembinaan Prasarana Perhubungan Udara 1.4.1.8.Program Pembinaan Armada Udara Niaga 1.4.1.9.Program Peningkatan Jasa Pos dan Giro 1.4.1.10.Program Perbaikan dan Peningkatan Jasa Telekomunikasi500.000,0
Lampira I.ANGGARAN RUPIAH 1.1. Sektor Pertanian dan Irigasi 1.1.1.Sub Sektor Pertanian791.500,04.437.00 1.1.1.1.Program Peningkatan Produksi Bahan makanan2.198.00 1.1.1.2.Program Peningkatan Produksi Hasil-hasil Perkebunan694.000,01.104.00 1.1.1.3.Program Peningkatan Produksi Perikanan75.000,034.0 1.1.1.4.Program Peningkatan Produksi Hasil-hasil Kehutanan dan Pembinaan Hutan22.500,0579.00 1.1.1.5.Program Peningkatan Produksi Hasil-hasil Peternakan245.00 1.1.2. Sub-Sektor Irigasi400.00 1.1.2.1.Program Penyelamatan Tanah dan Air400.00 1.1.2.2.Program Perbaikan Irigasi 1.1.2.3.Program Perluasan Irigasi 1.1.2.4.Program Perbaikan dan Pengamanan Sungai 1.1.2.5.Program Pembangunan Irigasi lainnya. 1.2. Sektor Industri dan Pertambangan 1.2.1 Sub-Sektor Industri5.690.000,0 1.2.1.1.Program Perbaikan dan Perluasan Industri Pupuk, Semen dan Kimia1.010.000,0 1.2.1.2.Program Perbaikan Industri Tekstil1.250.000,0 1.2.1.3.Program Perbaikan Industri Kertas570.000,0 1.2.1.4.Program Perluasan Industri Pharmasi 1.2.1.5.Program Pembinaan Industri Ringan dan Kerajinan Rakyat960.000,0 1.2.1.6.Program Pembinaan Industri Logam, Mesin, peralatan dan Prasarana Perhubungan1.900.000,0 1.2.1.7.Program Pemanfaatan Proyek-proyek tertunda 1.2.2. Sub-Sektor Pertambangan700.000,0 1.2.2.1.Program Penelitian Minyak dan Gas Bumi 1.2.2.2.Program Perbaikan Pertambangan Timah 1.2.2.3.Program Perbaikan Tambang Batu-Bara700.000,0 1.2.2.4.Program Peningkatan Kegiatan Geologi 1.2.2.5.Program Perbaikan Fasilitas Pembinaan Pertambangan 1.3. Sektor Tenaga Listrik100.000,0 1.3.1. Sub-Sektor Tenaga Listrik100.000,0 1.3.1.1.Program Peningkatan Tenaga Listrik100.000,0 1.4. Sektor Perhubungan dan Pariwisata 1.4.1. Sub-sektor Perhubungan500.000,0 1.4.1.1.Program Perbaikan Prasarana Perhubungan Darat (jalan dan jembatan) 1.4.1.2.Program Peningkatan Fasilitas Angkutan Jalan 1.4.1.3.Program Peningkatan dan Perbaikan Angkutan Kereta Api 1.4.1.4.Program Perbaikan Prasarana Perhubungan Laut 1.4.1.5.Program Perbaikan Armada Niaga 1.4.1.6.Program Perbaikan Angkutan Sungai 1.4.1.7.Program Pembinaan Prasarana Perhubungan Udara 1.4.1.8.Program Pembinaan Armada Udara Niaga 1.4.1.9.Program Peningkatan Jasa Pos dan Giro 1.4.1.10.Program Perbaikan dan Peningkatan Jasa Telekomunikasi500.000,0