BAB 4 BIOMOLEKUL
D. Lipid
b. laktosa e. linin
c. selulosa
116 6. Senyawa polihidroksi (tersusun atas lebih dari satu gugus hidroksi) dengan satu
gugus karbonil (C=O), dengan gugus fungsi berupa aldehida (-CHO) atau keton (-CO-) adalah ...
a. monosakarida d. lignin
b. disakarida e. hidroksil
c. polisakarida
7. Disakarida yang terbentuk dari glukosa dan galaktosa melalui reaksi kondensasi, yang membentuk ikatan glikosida 1,4-β adalah...
a. Disakarida d. Lipid
b. Laktosa e. monosakarida
c. Polisakarida
8. Yang merupakan satu-satunya heksosa yang terdapat di alam adalah ...
a. Galatosa d. Laktosa
b. Fruktosa e. polisakarida
c. Selulosa
9. Disakarida yang terbentuk dari gabungan dua molekul glukosa melalui reaksi kondensasi adalah ...
a. Fruktosa d. Maltosa
b. Galatosa e. selulosa
c. Laktosa
10. Rumus umum monosakarida adalah...
a. Cx(H2O)y d. (H2O)y
b. Cxx(HO) e. CC
c. X(O) II . URAIAN
1. Gambarlah perbandingan DNA serta RNA ! 2. Jelaskan yang kamu ketahui tentang Lipid !
3. Jelaskan tentang reaksi pembentukan trigliserida (lemak) dari gliserol dan asam lemak !
4. Sebutkan macam-macam asam amino !
5. Jelaskan dan gambarkan perbandingan struktur rantai polisakarida antara pati, glikogen dan selulosa !
117
BAB 4 BIOMOLEKUL
Pada bab ini kita akan belajar tentang:
1. Pengelompokan senyawa biomolekul 2. Manfaat senyawa biomolekul
118
BAB 4 BIOMOLEKUL
Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan dapat menjelaskan tentang :
• Pengelompokkan biomolekul.
• Manfaat senyawa-senyawa biomolekul dalam kehidupan sehari-hari.
PETA KONSEP MATERI
Pernahkan anda berpikir sebelumnya “terbuat dari apakah manusia? Terbuat dari apakah tumbuhan atau hewan?”. Hal ini tentunya menjadi sebuah pertanyaan yang telah lama muncul. Untuk mencoba menjelaskannya secara ilmiah, para ilmuan mencoba menjelaskannya dengan mengklasifikasikan penyusunannya dengan biomolekul.
Sehingga biomolekul inilah yang disebut sebagai penyusun organ makhluk hidup dan bertanggung jawab pada aktivitas biologis.
Biomolekul adanya molekul-molekul yang menyusun organisme hidup.
Biomolekul ini secara alami terdapat dalam organisme hidup dan biasa dibedakan berdasarkan makromolekulnya. Pada dasarnya makromolekul ini dapat dianggap sebagai turunan hidrokarbon karena sebagian besar tersusun dari atom karbon (C) dan hidrogen (H). Selain itu makromolekul juga dapat tersusun oleh nitrogen, oksigen, fosfor dan sulfur.
Makromolekul ini terdiri dari banyak atom yang saling terikat dalam ikatan kovalen.
Sehingga makromolekul ini memiliki berat molekul yang juga besar yang bisa mencapai ribuan bahkan ratusan ribu.
119 Pada sel inilah terdiri dari di dalamnya terdapat biomolekul seperti air, karbohidrat, protein, lipid, asam nukleat dan molekul lainnya.
A. Air
1. Pengertian
Air memiliki rumus kimia H2O, yakni satu atom O yang berikatan dengan 2 atom H yang berikatan secara kovalen. Senyawa ini termasuk salah satu senyawa yang melimpah dan memiliki banyak manfaat terutama untuk kesehatan.
Air sering dimanfaatkan sebagai pelarut karena sifatnya yang polar sehingga air dapat melarutkan hampir semua jenis zat terlarut seperti garam, gula, asam dan beberapa macam molekul organik. Namun air tidak dapat digunakan untuk melarutkan senyawa yang memiliki sifat nonpolar seperti minyak.
2. Manfaat Air untuk Kesehatan
Tubuh manusia membutuhkan air sebanyak satu sampai tujuh liter setiap harinya untuk menghindari dehidrasi. Walaupun jumlah ini tergantung pada aktifitas dan suhu lingkungan manusia itu sendiri. Karena pada saat banyak melakukan aktivitas dan pada suhu lingkungan yang cukup tinggi, manusia cenderung untuk melepaskan cairan tubuh atau air yang disertai dengan elektrolit. Jika jumlah pengeluaran air ini lebih banyak dari pada pemasukannya, maka terjadi ketidakseimbangan yang akhirnya mengganggu proses metabolisme tubuh. Sehingga pada manusia itu akan muncul gejala haus yang berlebihan, pusing dan letih yang bersamaan.
Tabel 4.1 Metabolisme tubuh dalam proses pemasukan dan pengeluaran air Pemasukan air
Sumber Jumlah (mL)
Pengeluaran Air
Sumber Jumlah (mL)
Makanan 40-400 Ginjal (urine) 500-1400
Minuman 550-1500 Kulit (Keringat) 450-300
Metabolism 200-3000 Paru-paru 350
Feces 150
Total 1450-2200 Total 1450-2200
Sumber: Insel,P., Turner, R.E., dan Ross, D. Nutrition, update 2002
.
Dengan adanya air pada tubuh kita akan membantu proses metabolism dan konsentrasi. Hal ini dikarenakan air juga berfungsi sebagai pelarut za-zat yang bermanfaat bagi tubuh manusia misalnya vitamin, lemak, oksigen, asam amino dan bahan lain seperti hormon.
120
3
Selain itu air juga mengangkut sisa metabolisme seperti karbon dioksida yang nantinya akan diproses dan dibuang dengan system ekskresi. Selain itu, air mempunyai peran sebagai katalisator dalam reaksi biologis sel untuk memecah zat gizi kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana. Jenis Kelamin Usia Kebutuhan Energi
(Kcal/hari)
Asupan rata-rata (AI=average intake) untuk cairan berasal dari referensi konsumsi diet untuk air, kalium, natrium, klorida dan sulfat. Air juga berfungsi sebagai pengatur suhu dan penyeimbang pH. Dengan adanya cukup air pada tubuh, akan menjaga suhu pada tubuh.
Metabolisme akan menghasilkan panas pada tubuh dan akan didistribusikan oleh air untuk mempertahankan suhu 31oC. Suhu ini adalah suhu ideal untuk enzim-enzim bekerja pada tubuh. Selain itu air dibutuhkan pada reaksi sistem buffer asam karbonat dan bikarbonat.
Pada tubuh, terdapat juga karbondioksida yang dapat bereaksi dengan air menghasilkan asam karbonat seperti reaksi ini.
CO2 + H2O H2CO3
Kemudian asam karbonat akan terdisosiasi H2CO3 H+ + HCO -
Ion H+ inilah yang akan membantu menurunkan pH.
121
Karbohidrat
B. Karbohidrat
Karbohidrat adalah salah satu penghasil energi yang baik. Karbohidrat merupakan senyawa organik yang tersusun dari atom C, H dan O. karbohidrat memiliki rumus empiris Cm(H2O)n dimana nilai m belum tentu sama dengan nilai n. Pembahasan tentang karbohidrat sudah banyak kita bahas pada bab sebelumnya.
Karbohidrat dalam jumlang besar dapat ditemukan pada beberapa makanan. Yaitu beras, kentang, ubi, gandum, jagung dan buah yang berasa manis. Karbohidrat ini adalah sumber energy bagi makhluk hidup. Karena dapat diolah oleh metabolisme menjadi energi dengan nilai 4 kalori atau 5 kJ/gr. Otak dan neuron juga mengambil energi dari glukosa (monosakarida) dan keton.
Makanan yang mengandung karbohidrat bisanya juga disebut dengan mengandung pati. Karena pati adalah salah satu bentuk karbohidrat yang jumlahnya cukup banyak dalam satu makanan dengan berat molekul tinggi dan mampu mensuplai 4 sampai 20% kalori yang dibutuhkan manusia dari bahan yang dikonsumsi. Pemecahan karbohidrat ini dalam tubuh menghasilkan mono dan disakarida melalui proses glikolisis. Misal, kita memakan beras, maka pati atau karbohidrat ini dihidrolisis menjadi monosakarida yaitu glukosa. Glukosa ini segera terlibat dalam produksi adenosin tri phospat (ATP) yakni sel pembawa energi. Pada bidang biomolekul, karbohidrat sering disebut juga dengan sakarida.
Sakarida atau karbohidrat ini dibagi menjadi empat jenis.
Monosakarida
Monosakarida adalah penyusun karbohidrat yang paling sederhana dan tidak dapat
122 lagi dihidrolisis. Ditinjau dari sifatnya, monosakarida ini bersifat manis, larut dalam air dan berbentuk Kristal. Monosakarida tergolong senyawa polihidroksi keton maupun aldehida.
Molekul karbohidrat yang paling sederhana adalah polihidroksi aldehida dan polihidroksi keton.
Karbohidrat yang disusun oleh polihidroksi dan gugus aldehid disebut sebagai aldose. Sedang yang disusun oleh polihidroksi dan gugus keton disebut sebagai ketosa.
Kedua molekul ini memiliki 3-6 atom karbon. Polihidroksi disini berarti memiliki lebih dari satu gugus hidroksi dengan satu gugus karbonil (C=O) yang terletak di atom karbon terminal/ujung pada aldose dan pada atom karbon kedua pada ketosa.
sumber : http://ipafis.blogspot.co.id Gambar 4.2 Struktur Aldotriosa dan Ketotriosa
Rumus umum monosakarida adalah Cm(H2O)n dengan nilai m ≥ 2. Berikut ini merupakan contoh monosakarida dengan jumlah atom yang berbeda.
Tabel 4.3 Contoh monosakarida dengan jumlah atom yang berbeda Jumlah
Atom C Nama Contoh
2 Diosa Glikolaldehida 3 Triosa Gliseraldehida
4 Tetrosa Eritrosa, Treosa, Eritrulosa
5 Pentose Arabinose, Liksosa, Ribosa, Ksilosa, Ribulosa, Ksilulosa 6 Heksosa Glukosa, Alosa, Altrosa, Manosa, Gulosa, Idosa, Galaktosa,
Talosa
1 Heptosa Sedoheptulosa, Manoheptulosa
Sumber: http://www.ilmukimia.org/2015/03/monosakarida.html
123 a Tatanama D/L
Pada contoh gugus-gus monosakarida terdapat huruf D didepannya. Hal ini merupakan aturan penamaan untuk molekul kiral. Tiap atom karbon yang mengikat gugus hidroksil (kecuali pada kedua ujungnya) bersifat optik aktif, sehingga menghasilkan beberapa karbohidrat yang berlainan meskipun struktur dasarnya sama. Dua stereoisomer akan memutar arah poplarisasi cahaya yang dilewatinya. Awalan ‘D-‘ adalah dekstro yang artinya berputar searah jarum jam. Sedangkan awalan ‘L-‘ adalah levo yang artinya berputar berlawanan arah jarum jam.
Sumber : https://www.ilmukimia.org Gambar 4.3 Struktur D-Glukosa dan L-Glukosa
b Penggunaan Monomer Karbohidrat yang Paling Sering Ditemukan
Glukosa dan fruktosa adalah molekul monomer karbohidrat yang paling sering ditemukan secara alami pada makanan utuh maupun senyawa yang sering ditambahkan pada makanan untuk meningkatkan rasa manis. Monomer ini sering disebut sebagai gula sederhana.
Lalu, apakah kita bisa membedakan rasa manis antara glukosa dan fruktosa? Lidah tidak bisa membedakan antara kedua gula ini, namun sistem metabolism kita bisa membedakannya. Walau kedua jenis monomer atau gula sederhana ini menghasilkan jumlah energi yang sama tiap gramnya, namun kedua gula sederhana ini diproses dan dimanfaatkan berbeda dalam tubuh.
2. Glukosa
Glukosa adalah salah satu monomer berjumlah 6 atom C dan sumber energy yang lebih disukai oleh tubuh. Glukosa biasa juga disebut gula darah karena keberadaannya yang beredar dalam darah. Untuk mencerna atau mengolah metabolisme glukosa ini memerlukan enzim glukokinase atau heksokinase.
124 Jika mengonsumsi makanan yang merupakan sumber karbohidrat, maka biomolekul ini akan diproses menjadi glukosa. Glukosa ini dalam tubuh dapat langsung dimanfaatkan sebagai energi atau disimpan dalam sel-sel otot atau hati sebagai glikogen yang dapat dimanfaatkan nanti. Masuknya glukosa ke dalam sel untuk diubah menjadi energi adalah tugas dari insulin. Insulin disekresi dalam menanggapi konsentrasi darah tinggi glukosa.
3. Fruktosa
Fruktosa adalah gula yang ditemukan secara alami dalam buah-buahan dan sayuran, dan ditambahkan ke berbagai minuman seperti soda dan minuman rasa buah. Namun, sangat berbeda dari gula lain karena memiliki jalur metabolisme yang berbeda dan bukan sumber energi yang lebih disukai untuk otot atau otak.
Fruktosa hanya dimetabolisme di hati dan bergantung pada fructokinase untuk memulai metabolisme. Hal ini juga lebih lipogenik, atau lemak memproduksi, daripada glukosa.
Tidak seperti glukosa, juga, tidak menyebabkan insulin akan dilepaskan atau merangsang produksi leptin, hormon kunci untuk mengatur asupan energi dan pengeluaran.
Faktor-faktor ini meningkatkan kekhawatiran tentang asupan kronis tinggi fruktosa diet, karena tampaknya berperilaku lebih seperti lemak dalam tubuh daripada seperti karbohidrat lainnya.
Fruktosa dan glukosa dimetabolisme untuk energi dalam sel Anda melalui tiga proses yang berurutan disebut glikolisis, siklus asam sitrat dan rantai transpor elektron.
Energi yang tersimpan dalam molekul yang disebut ATP. Namun, ketika tingkat ATP jaringan Anda tinggi, bukannya dimetabolisme untuk energi, fruktosa dan glukosa diubah menjadi asam lemak yang dirakit menjadi trigliserida untuk penyimpanan jaringan.
Dalam hati Anda, kelebihan kalori dari glukosa dan fruktosa digunakan untuk produksi trigliserida, dan beberapa trigliserida yang dikirim ke dalam darah Anda dengan lipoprotein. Lipoprotein kemudian mendistribusikan trigliserida seluruh tubuh Anda.
Jadi, kalori ekstra dari makanan sukrosa dan fruktosa manis dapat meningkatkan akumulasi lemak dalam darah Anda, hati, otot dan jaringan lemak, yang meningkatkan risiko Anda untuk mengembangkan diabetes dan penyakit jantung. Jika Anda suka makanan manis, jangan makan berlebihan mereka, dan pastikan bahwa Anda mengkonsumsi makanan ini bersama dengan alternatif sehat yang mengandung serat seperti makanan gandum, sayur dan buah.
125 4. Sukrosa
Sukrosa umumnya dikenal sebagai gula meja, dan diperoleh dari tebu atau gula bit.
Buah-buahan dan sayuran juga secara alami mengandung sukrosa. Ketika sukrosa dikonsumsi, enzim beta-fruktosidase memisahkan sukrosa menjadi unit-unit gula individu glukosa dan fruktosa. Kedua gula kemudian diambil oleh mekanisme transportasi khusus mereka.
Tubuh merespon kadar glukosa dari makanan dengan cara biasa. Namun, penyerapan fruktosa terjadi pada waktu yang sama. Tubuh akan menggunakan glukosa sebagai sumber energi utama dan kelebihan energi dari fruktosa, jika tidak dibutuhkan, akan dituangkan ke dalam sintesis lemak, yang dirangsang oleh insulin dilepaskan dalam menanggapi glukosa.
Sukrosa adalah senyawa padat kristal manis umumnya dikenal sebagai gula meja.
Sumber yang paling umum dari sukrosa adalah tebu. Namun, Anda juga bisa mendapatkannya dari sumber lain, seperti bit gula dan buah-buahan. Glukosa dan fruktosa adalah dua senyawa pembentuk sukrosa. Bila dikonsumsi dalam jumlah besar, sukrosa dapat membuktikan berbahaya bagi kesehatan.
Tubuh Anda membutuhkan pasokan konstan energi. Sebagai karbohidrat, sukrosa menyediakan tubuh Anda dengan energi yang dibutuhkan untuk melakukan fungsi fisik dan mental.
Tubuh Anda rusak makanan seperti sukrosa dan pati menjadi fruktosa dan glukosa selama proses pencernaan. Fruktosa dan glukosa yang dimetabolisme oleh tubuh Anda untuk melepaskan energi untuk sel-sel Anda. Energi yang dihasilkan selama metabolisme membantu tubuh Anda melakukan kedua kegiatan fisik dan mental.
Sukrosa memiliki implikasi baik dan buruk untuk kesehatan Anda. Konsumsi sukrosa yang memadai memastikan tubuh Anda mendapatkan jumlah yang optimal energi.
Tingkat tinggi yang tidak terkontrol glukosa dapat menyebabkan penyakit gula terkait, seperti diabetes. Obesitas juga dapat terjadi akibat konversi kelebihan gula menjadi lemak, yang kemudian disimpan dalam jaringan adiposa dan sekitar sendi dan organ. Akumulasi lemak tubuh secara negatif dapat mempengaruhi sistem saraf dan pembuluh darah.
Komplikasi dapat timbul ketika lemak disimpan di dinding pembuluh darah Anda memblokir atau membatasi mereka, akhirnya mengarah pada tekanan darah tinggi.
Demikian pula, sejumlah besar insulat lemak panas, dan pemanasan berikutnya di sekitar saraf dapat mengurangi atau menghentikan impuls saraf terminal.
Sukrosa mengandung 4 kalori energi per gram. Kadang-kadang Anda mungkin
126 mengkonsumsi lebih dari yang dibutuhkan sukrosa ketika Anda makan makanan seperti roti, dipanggang, roti dan pizza kerak.
Makan buah-buahan dan sayuran sebagai gantinya, karena mengandung serat yang mengatur penyerapan sukrosa, sehingga menurunkan kadar gula darah. Perhatikan jumlah kalori dari sumber sukrosa lain yang kekurangan serat.
Menurut American Heart Association, Anda harus mengkonsumsi tidak lebih dari 40 kalori sukrosa per hari. Kuantitas ini diterjemahkan menjadi sekitar 6 sendok teh gula.
Ikuti saran dokter Anda atau acceptable daily intake kalori sukrosa Anda perlu mengkonsumsi jika Anda menderita masalah gula terkait, seperti diabetes.
Pengganti gula adalah zat yang Anda gunakan untuk pemanis bukan sukrosa. The Food and Drug Administration telah menyetujui dua pemanis buatan yang dapat digunakan bergantian dengan sukrosa: neotame dan aspartam.
Tabel 4.4 Beberapa jenis disakarida
127 Menurut Mayo Clinic, pemanis buatan adalah alternatif terbaik untuk gula, karena mereka menambahkan sedikit atau tidak ada kalori untuk diet Anda. Pasien yang menderita kondisi gula terkait, seperti diabetes, harus menggunakan pemanis buatan karena mereka tidak akan meningkatkan kadar gula darah Anda, seperti sukrosa.
Sama seperti sukrosa, komposisi karbohidrat tinggi fruktosa sirup jagung adalah sekitar setengah fruktosa dan glukosa setengah. Fruktosa dan glukosa dalam buah, sukrosa dan fruktosa tinggi sirup jagung memberikan tubuh Anda empat kilokalori energi per gram gula, terlepas dari sumber.
C. Protein
Protein memegang peranan penting pada pertumbuhan dan perbaikan. Selain itu, protein memiliki fungsi yang tidak terbatas. Protein adalah gabungan rantai panjang asam amino yang berbeda-beda. Protein dapat terbentuk dari 20 asam amino yang berbeda yang tergantung pada jumlah dan urutannya dengan ikatan peptida. Dengan kata lain protein adalah polimer dari asam amino.
1. Asam Amino
Asam amino adalah senyawa organik yang memiliki gugu fungsi amina (- NH2) dan asam karboksilat (-COOH) dalam satu rantai karbon. Ini artinya asam amino memiliki unsur-unsur utama karbon, oksigen, hidrogen dan nitrogen. Meskipun begitu, ada unsur lain yang sering ditemukan pada rantai asam amino. Secara rinci, asam amino tersusun oleh satu atom C asimetris yang mengikat 4 gugus. Gugus itu adalah gugus amina (NH2), gugus karboksilat (COOH), atom hydrogen (H) dan satu gugus sisa (R).
2. Tata Nama D/L
Adanya C asimetrik ini membuat molekul asam amino memiliki isomer optik yang biasanya diberi penamaan dextro (D) dan Levo (L). Aturannya sama seperti aturan penamaan pada karbohidrat di atas.
Sumber : https://commons.wikimedia.org Gambar 4.4 Penamaan asam amino
128 Asam amino non esensial diperoleh dari makanan baik yang berasal dari hewan maupun tumbuhan. Seperti, daging, telur, susu. Hampir semua protein terdapat dalam susu.
Beberapa biji-bijian dan sayuran mengandung asam amino yang tidak lengkap.
Tabel 4.5 Sumber asam amino
3. Ikatan Peptida
Macam-macam amino ini selanjutnya akan berikatan satu sama lain untuk menjadi sebuah rantai yang nantinya digolongkan sebagai protein. Dua molekul asam amino membentuk sebuah ikatan peptida. Ikatan peptida adalah ikatan kovalen antara 2 buah molekul asam amino, dimana gugus karboksil suatu asam amino bereaksi dengan gugus amina pada asam amino yang lain dengan melepaskan molekul air.
Sumber : http://pengetahuanku-duniaku.blogspot.co.id Gambar 4.5 Pembentukan ikatan peptide
Pembentukan ikatan peptida ini disebut dengan reaksi kondensasi. Ditandai dengan adanya pelepasan molekul air. Molekul air (H2O) dapat dilepaskan karena, pada saat bereaksi atau lebih biasa disebut kondensasi, salah satu asam amino akan kehilangan gugus hidrogen dan oksigen dari gugus karboksil (COOH). Sedangkan asam amino yang lainnya akan kehilangan gugus hidrogen (NH2). Sehingga reaksi ini akan menghasilkan molekul H2O dan membentuk ikatan peptida (-CO-NH-). Lalu kedua asam amino yang bergabung tersebut disebut dengan dipeptida karena tersusun oleh dua (di-) asam molekul. Dalam
129 pembentukan ikatan peptida, membutuhkan energi yang berasal ATP (adenosin tri fosfat). Dua asam amino membentuk 1 ikatan peptida, tiga asam amino membentuk 2 ikatan peptida. Begitu selanjutnya hingga terbentuk rantai panjang. Asam amino yang saling menyambung membentuk rantai panjang melalui ikatan peptida kemudian disebut sebagai polipeptida dan protein
Dalam sebuah rantai panjang asam amino, atau protein, ikatan peptidanya dapat diputus menggunakan reaksi hidrolisis. Reaksi hidrolisis ini terjadi dengan penambahan air. Dengan adanya air maka ikatan peptida akan putus dan melepaskan energi sebesar 2-16 kJ/mol atau setara dengan 2-4 kkal/mol. Jika proses ini dilakukan diluar tubuh makhluk hidup, proses ini memakan waktu yang lama yakni lebih dari 400 tahun, namun jika dalam tubuh makhluk hidup reaksi dapat terjadi dengan cepat lantaran bantuan enzim yang berfungsi sebagai katalisator.
Terdapat pemutusan ikatan peptida, ada pula pembentukan peptida. Hal ini dimanfaatkan pada tubuh seperti ilustrasi berikut. Jika kita mengonsumsi telur, yang memiliki banyak protein, di dalam tubuh telur ini akan dihidrolisis menjadi potongan-potongan asam amino, dan energi yang terbentuk dari ATP. Kemudian asam amino ini akan bertemu asam amino lain di dalam tubuh. Dengan bantuan enzim, maka akan terbentuk polipeptida. Dan yang di ribosom akan menghasilkan protein lain dengan fungsi yang bermacam-macam melalui reaksi kondensasi dengan memanfaatkan energi yang telah terbentuk sebelumnya. Reaksi ini kemudian menghasilkan air yang membantu terjadinya reaksi hidrolisis.
Sumber : Dok pribadi
Gambar 4.6 Proses hidrolisis telur yang mengandung protein
130 Yang dimaksud polipeptin atau polipetida di sini adalah molekulaktif yang merupakan penyusun hormon di dalam tubuh.
Contoh:
1. Hormon insulin, mengandung dua rantai polipeptida. Satu polipeptida memiliki30 residu asam amino dan yang lainnya memiliki 21 residu asam amino.
2. Kortikotoprin, memiliki 33 residu asam amino.
3. Hormon oksitoksin, mengandung 3 residu asam amino.
Sedangkan protein pada gambar di atas memiliki bermacam-macam klasifikasi.
Klasifikasinya dibahas lebih lanjut pada penjelasan di bawah ini.
4. Klasifikasi Protein
Protein sebagai makromolekul (molekul besar) mampu menunjukkan berbagai fungsi biologi. Atas dasar peran ini, maka protein dapat diklasifikasikan sebagai berikut
Gambar 4.7 Klasifikasi protein
a Enzim
Protein yang berfungsi sebagai katalisator. Digunakan hampir di semua reaksi kimia yang terjadi di tingkat sel. Ada lebih dari 2000 enzim yang berfungsi sebagai katalisator pada reaksi kimia dalam tubuh.
Contoh:
1. Glukosa oksidase yang mengkatalisis glukosa menjadi asam glukonat.
2. Urikase yang membongkar asam urat menjadi alaton.
131 b Protein Transport
Protein yang dapat mengikat dan membawa molekul atau ion yang spesifik dari satu organ ke organ lainnya.
Contoh:
1. Mioglobin, menyimpan dan mendistribusikan oksigen ke dalam otot.
2. Hemoglobin, berada dalam sel darah merah dan mendistribusikan oksigen dari paru-paru menuju jaringan periferi untuk mengoksidasi makanan yang dikonsumsi menjadi energi.
3. Lipoprotein, berada pada plasma darah yang berfungsi mengangkut lipida dari hati ke organ.
c Protein Nutrient
Protein yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan.
Contoh:
1. Ovalbumin, protein utama yang terdapat pada putih telur.
2. Kasein, protein utama dalam susu.
3. Ferritin, protein yang ada di jaringan hewan berfungsi untuk menyimpan zat besi.
d Protein Kontraktil
Protein yang berperan penting dalam penyusunan kerangka dan pergerakan. Protein ini disebut juga sebagai protein motil.
Contoh:
1. Aktin dan myosin, filamen yang berfungsi untuk bergerak pada sistem kontraktil dan otot kerangka
2. Mikrotubul, zat utama penyusun flagel dan silia yang menggerakkan sel.
e Protein Struktural
Protein yang berperan dalam membangun dan menyangga struktur makhluk hidup.
Contoh:
1. Kolagen, protein utama pada urat dan tulang rawan. Berfungsi dalam
132 menyusun kekuatan dan keuletan.
2. Elastin, protein yang terdapat di persendian yang dapat meregang ke dua arah.
2. Elastin, protein yang terdapat di persendian yang dapat meregang ke dua arah.