• Tidak ada hasil yang ditemukan

LCD adalah komponen yang dapat menampilkan tulisan. LCD adalah salah satu jenis display elektronik yang dibuat dengan teknologi CMOS logic yang bekerja dengan tidak menghasilkan cahaya tetapi memantulkan cahaya yang ada di sekelilingnya terhadap front-lit atau mentransmisikan cahaya dari backlight. LCD berfungsi sebagai penampil data baik dalam bentuk karakter, huruf, angka ataupun grafik.

LCD mempunyai kemampuan untuk menampilkan tidak hanya angka, huruf abjad, kata-kata tapi juga symbol – symbol. LCD ada banyak jenis dan ukuran, ada 16 kolom 2 baris, 20 kolom 2 baris, 40 kolom 2 baris, 20 kolom 1 baris, 16 kolom 4 baris dan masih banyak yang lain. LCD ada yang memiliki backlight dan ada yang tidak, backlight sangat berguna sekali bila malam hari ataupun gelap.

Dalam modul LCD terdapat mikrokontroler yang berfungsi sebagai pengendali tampilan karakter LCD. Mikrokontroler pada suatu LCD dilengkapi dengan memori dan register. Memori yang digunakan mikrokontroler internal LCD adalah :

a. Display Data Random Access Memory (DDRAM) merupakan memori tempat karakter yang akan ditampilkan berada.

b. Character Generator Random Access Memory (CGRAM) merupakan memori untuk menggambarkan pola sebuah karakter dimana bentuk dari karakter dapat diubah-ubah sesuai dengan keinginan.

c. Character Generator Read Only Memory (CGROM) merupakan memori untuk menggambarkan pola sebuah karakter dimana pola tersebut merupakan karakter dasar yang sudah ditentukan secara permanen oleh pabrikan pembuat LCD tersebut sehingga pengguna tinggal mangambilnya sesuai alamat memorinya dan tidak dapat merubah karakter dasar yang ada dalam CGROM.

Konfigurasi pin LCD 20x4 adalah sebagai berikut:

a. Pin 1 (Vss) sebagai jalur power supply ground (GND) b. Pin 2 (Vcc) sebagai jalur power supply positif (+5V) c. Pin 3 (Vee) merupakan kontrol kontras LCD

d. Pin 4 (RS) jalur instruksi pemilihan data atau perintah

e. Pin 5 (R/W) merupakan jalur instruksi read / write pada LCD f. Pin 6 (E) jalur kontrol enable LCD

g. Pin7 – pin 14 (DB0 – DB7) adalah jalur data kontrol dan data karakter untuk LCD

Gambar 2.8 Pin LCD 20x4

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Blok diagram

Sensor Display

Derajat Asam

Temperatur

Padatan

Kekeruhan

Gambar 3.1 Diagram blok penelitian

Blok diagram sistem memberikan gambaran proses atau aliran kerja dari input ke output. Rancangan ini memperoleh input dari sensor yaitu kondisi air dari berbagai aspek misalnya derajat keasaman (pH), temperatur air, kualitas padatan dan tingkat kekeruhan air. Semua parameter tersebut diubah menjadi sinyal listrik dan diolah menjadi nilai sebenarnya oleh prosesor yaitu mikrokontroler. Nilai hasil olah (kalibrasi) kemudian ditampilkan pada sebuah display LCD yang berfungsi sebagai output, dengan demikian input adalah nilai karakteristik air yang didera oleh sensor, kontroler berfungsi sebagai pengolah data dan LCD display sebagai output yang memberikan hasil. Pembahasan lebih jauh fungsi komponen dan prinsip kerja akan diuraikan pada bagian berikut yaitu perancangan rangkaian.

Turbidity TDS LM35

PH ATMega 8535 LCD

3.2 Rangkaian LCD

Display yang digunakan adalah LCD (Liquid Crystal Display) 16x2. Pada LCD terdapat driver yang berfungsi untuk mengubah data ASCII output mikrokontroler menjadi tampilan karakter. Pada gambar dibawah ini merupakan gambar rangkaian LCD yang dihubungkan dengan mikrokontroler.

Gambar 3.2 Rangkaian LCD

3.3 Rangkaian Turbidity Sensor

Turbidity sensor merupakan komponen elektronika yang berfungsi untuk mengukur tingkat kekeruhan air. Turbidity sensor terhubung dengan mikrokontroler seperti gambar berikut.

5V

Gambar 3.3 Rangkaian Turbidity Sensor

Turbidity sensor mendeteksi partikel tersuspensi dalam air dengan cara mengukur transmitansi dan hamburan cahaya yang berbanding lurus dengan kadar Total S uspended Solids (TTS). Semakin tinggi kadar TTS, maka semakin tinggi pula tingkat kekeruhan air tersebut.

3.4 Rangkaian pH Sensor

Rangkaian PH Sensor dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 3.4 Rangkaian pH Sensor

5V

5V

Pengujian dilakukan dengan cara mengukur output sensor pH dan bandingkan dengan hasil ukur dengan pH meter standar. Untuk menaikkan dan menurunkan pH dilakukan dengan cara menambahkan cairan asam dan basa yaitu cairan yang pada umumnya digunakan untuk mengatur pH air minum.

3.5 Rangkaian Sensor Suhu

Pada rangkaian sensor suhu untuk mengetahui respon sensor suhu dan output hasil kalibrasi yang ditampilkan pada display lcd. Pengujian dilakukan dengan memanaskan sensor menggunakan solder listrik 40 Watt suhu awal dimulai dari suhu kamar sebelum pemanasan. Suhu sensor diukur dengan termometer digital dan output sensor diukur dengan voltmeter.

Gambar 3.5 Rangkaian Sensor Suhu

3.6 Rangkaian Sensor TDS

Rangkaian Sensor TDS adalah sensor yang mendeteksi kadar konsentrasi objek yang terlarut dalam air. Output sensor juga merupakan tegangan analog sehingga pengujian dan pengukuran sensor dilakukan dengan voltmeter digital.

U3

Gambar 3.6 Rangkaian Sensor TDS

3.7 Rangkaian Catu Daya

Gambar 3.7 Rangkaian Catu Daya

Rangkaian catu daya pada rangkaian ini menggunakan sumber tegangan dari PLN 220 Volt, diturunkan menjadi +12 Volt AC oleh trafo step down. Tegangan yang telah diturunkan, disearahkan oleh diode menjadi +5 Volt DC.

14 23

3.8 Rangkaian Lengkap

Berdasarkan uraian yang telah diterangkan pada bagian sebelumnya, maka

dibuatlah rangkaian lengkap dari keseluruhan sistem. Adapun rangkaian lengkap dari perancangan sistem ini dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 3.8 Rangkaian Lengkap

Sistem ini bekerja dengan membaca nilai pada sensor ph, sensor suhu, tingkat kekeruhan oleh sensor turbidity dan jumlah padatan terlarut. Ketika air minum dimasukkan kedalam wadah, keempat parameter bekerja dengan menunggu waktu 5 menit. Adapun standar dari setiap masing-masing sensor yaitu; sensor ph; ph air minum yang aman dikonsumsi oleh manusia ada dikisaran pH 6,5 hingga 8,5, jika pH air minum berada dalam level yang direkomendasikan air tidak akan merugikan.

Sensor suhu; suhu air tidak menentukan kualitas air, sensor suhu biasanya pelengkap saja untuk mengetahui suhu air. Tingkat kekeruhan; standar kekeruhan air ditetapkan antara 5-25 NTU ( Nephelometric Turbidity Unit ). Jumlah padatan terlarut; 26-140 ppm air minum yang mengandung mineral anorganik.

U3 11.0592Mhz 19 PB5/SCK

2 VOUT

Mulai

Inisialisasi dan niali awal

Tampil hasil kalibrasi pada dispay LCD

Power off

Selesai

Kalibrasi setiap data sensor Konversi data analog ke

digital oleh ADC Masukkan analog dari sensor 3.9 Flowchart

Flowchart atau diagram alir bekerja berdasarkan program yang dibuat dimana aliran program dimulai dengan menetapkan parameter input output dan komponen yaitu inisialisasi dan nilai awal. Dilanjutkan dengan membaca masukan dari sensor- sensor. Data tegangan Sensor diubah menjadi data digital oleh mikrokontroler dan kemudian dikalibrasi menjadi nilai sebenarnya dari masing-masing sensor. Data kemudian ditampilkan pada display lcd sebagai output. Proses pengukuran akan terus berulang hingga dihentikan oleh user .

BAB IV

HASIL DAN PENGUJIAN

Hasil pengujian

Pengujian dilakukan pada semua komponen terutama komponen utama seperti sensor, mikrokontroler, display dan catu daya. Tujuan pengujian yang dilakukan adalah untuk mengetahui fungsi dan kinerja komponen dan sistem keseluruhan apakah sesuai dengan yang diinginkan atau tidak. Berikut adalah hasil pengujian yang dilakukan pada komponen dan sistem.

4.1 Pengujian kontroler atmega 8535

Pengujian kontroler dilakukan untuk mengetahui apakah rangkaian kontroler telah bekerja sesuai program atau tidak. Untuk itu dilakukan perbandingan antara program yang dibuat dengan hasil pengukuran. Dimana tiap port keluaran diukur dengan voltmeter kemudian dibandingkan dengan data yang diprogram. Jika terdapat perbedaan logik maka berarti ada kesalahan dan artinya kontroler belum bekerja dengan baik. Algoritma program yang ditulis dalam bahasa C adalah sebagai berikut :

Tabel 4-1.a

DDRA = 0xFF;PORTA = 0xA7;

DDRB = 0xFF;PORTB = 0XC5;

DDRC = 0xFF;P ORTC = 0xA1;

DDRD = 0xFF;PORTD = 0xF8;

Data tegangan hasil pengukuran pada pin mikrokontroler Atmega 8535 adalah sbb:

Tabel 4-1.b

29. 5,01 PORT A 32. 4,97 33. 0,0 34. 5,0 35. 0,0 36. 0,0 37. 0,0 38. 5,01 39. 5,01 40. 4,99 Dengan demikian data logik keluaran tiap port adalah :

Tabel 4-1.c PORTB : 11111000 PORTD : 10100010 PORTC : 00010000 Keterangan :

Dari data diatas dapat dilakukan perbandingan antara data program dengan data pengukuran dan dapat dilihat adanya kesamaan logik antara program dan keluaran tiap pin. Hasil menunjukkan tidak terdapat perbedaan ,sehingga dapat dinyatakan rangkaian kontroler telah bekerja dengan baik .

4.2 Pengujian sensor kekeruhan

Sensor kekeruhan air atau turbidity sensor adalah sensor analog dengan output tegangan. Tegangan keluaran sensor bergantung pada tingkat kekeruhan air yang

dideteksi. Dengan demikian, pengujian dilakukan dengan memberikan beberapa jenis kekeruhan air. Adapun program kalibrasi dari sensor turbidity sebagai berikut:

unsigned int Turbidity,TDS,Temperature,x,Data_pH,pH;

Turbidity = read_adc(1)/9;

sprintf(display_buffer," TBDT : %i mg/L",Turbidity);

lcd_puts(display_buffer);

delay_ms(2000);

Setelah dikalibrasi kemudian diambil data dari sensor turbidity dan diperoleh data sebagai berikut:

Tabel 4-2 Hasil pengukuran sensor Turbidity.

Kondisi air LCD Display ( NTU )

Air PAM 52

Air Aqua 52

Air Sumur 52

Air Sabun 165

4.3 Pengujian catu daya sistem

Catu daya yang digunakan adalah trafo stepdown. Pengujian dilakukan dgn mengukur tegangan keluaran catu daya saat berbeban dan tanpa beban . Terdapat 2 testpoint output yaitu output setelah penyearah dan output setelah regulator 7805.

Berikut adalah data hasil pengukuran catu daya :

Tabel 4-3 Hasil pengukuran catu daya

Output dc Output regulator

Tanpa beban 12,5 V 5,03 V

Dengan beban 12,3 V 5,01 V

Dari pengukuran diatas dapat diambil kesimpulan bahwa tegangan yang dihasilkan telah memenuhi kebutuhan rangkaian yang dibuat yaitu 12V dan 5V. Dengan demikian pengujian ini dinyatakan berhasil.

4.4 Pengujian display LCD M1608

Pengujian LCD menggunakan program yang dibuat khusus untuk menampilkan sebuah pesan pada LCD oleh mikrokontroler. Program dibuat dengan bahasa C, dan dijalankan pada kontroler dgn kondisi terhubung antara kontroler dengan LCD.

Berikut adalah program yg dibuat untuk pengujian tersebut.

Init_lcd(16);

while(1) {

lcd_gotoxy(0,0);

lcd_putsf("ALAT UJI");

lcd_gotoxy(0,1);

lcd_putsf("KUALITAS AIR ");

}

Setelah diunggah pada ic mikrokontroler dan diaktifkan, display akan menampilkan pesan “ALAT UJI KUALITAS AIR”. Dengan tampilan demikian maka pengujian ini dinyatakan berhasil dan bekerja dengan baik. Sehingga dapat digunakan pada sistem.

4.5 Pengujian Sensor TDS

Pengujian ini dilakukan untuk melihat apakah sensor TDS bekerja dengan baik atau tidak. Sensor TDS adalah sensor yang mendeteksi kadar konsentrasi objek yang terlarut dalam air. Output sensor juga merupakan tegangan analog sehingga pengujian dan pengukuran sensor dilakukan dengan voltmeter digital. Adapun program kalibrasi dari sensor tds sebagai berikut:

unsigned int Turbidity,TDS,Temperature,x,Data_pH,pH;

TDS = read_adc(3)/6;

sprintf(display_buffer," TDS : %i ppm",TDS);

lcd_puts(display_buffer);

delay_ms(2000);

Setelah dikalibrasi kemudian diambil data dari sensor tds dan diperoleh data sebagai berikut:

Tabel 4-4 Hasil pengujian jumlah padatan terlarut.

Jenis air V out (V) Display(LCD)

Air PAM 0,09 47 ppm

Air Aqua 0,07 46 ppm

Air Sumur 0,12 52 ppm

Air Sabun 0,17 93 ppm

4.6 Pengujian sensor suhu LM35

Tujuan pengujian adalah untuk mengetahui respon sensor suhu dan output hasil kalibrasi yang ditampilkan pada display lcd. Pengujian dilakukan dengan memanaskan sensor menggunakan solder listrik 40 Watt suhu awal dimulai dari suhu kamar sebelum pemanasan. Suhu sensor diukur dengan termometer digital dan output sensor diukur dengan voltmeter. Tabel berikut adalah hasil pengujian pada sensor LM35. Adapun program kalibrasi dari sensor suhu sebagai berikut:

unsigned int Turbidity,TDS,Temperature,x,Data_pH,pH;

Temperature = read_adc(2)*100/215;

sprintf(display_buffer," TEMP : %i C",Temperature);

lcd_puts(display_buffer);

lcd_gotoxy(0,1);

Setelah dikalibrasi kemudian diambil data dari sensor suhu dan diperoleh data sebagai berikut:

Tabel 4-5 Hasil pengujian sensor suhu LM35 Temperatur (°C)

50,1 0,50 50,8 1,39

4.7 Pengujian sensor pH

Pengujian dilakukan dengan cara mengukur output sensor pH dan bandingkan dengan hasil ukur dengan pH meter standar. Untuk menaikkan dan menurunkan pH dilakukan dengan cara menambahkan cairan asam dan basa yaitu cairan yang pada umumnya digunakan untuk mengatur pH air minum. Berikut ini adalah hasil pengujian sensor pH.

Adapun program kalibrasi dari sensor pH sebagai berikut:

lcd_gotoxy(0,0);lcd_putsf(" pH : ");

lcd_gotoxy(8,0);

lcd_putchar(pH/100 %10 + 0x30);

lcd_putchar('.');

lcd_putchar(pH/10 %10 + 0x30);

lcd_putchar(pH %10 + 0x30);

Setelah dikalibrasi kemudian diambil data dari sensor pH dan diperoleh data sebagai berikut:

Tabel 4-6. Hasil pengujian dengan sensor pH.

Sampel LCD Vout (V) PH meter Persen Error

Air PAM 6,81 3,10 6,82 1,46

Air Aqua 7,05 3,25 7,06 1,41

Air Sumur 7,36 3,37 7,38 2,71

Air Sabun 9,11 3,41 9,15 4,37

Adapun standar kualitas air minum yang baik adalah 6,5 – 8,5.

4.8 Kualitas Air

A. Kualitas Air Baik

4.7 Tabel Air Baik

No Sampel pH Turbidity

(ntu)

Tds (ppm)

Suhu (°c)

1 Air Aqua 7,05 52 46 27

2 Air Pam 6,81 52 47 27

3 Air Sumur 7,36 52 52 27

Dari tabel diatas dapat kita ketahui bahwa kualitas airnya baik, adapun standar kualitas air minum yang baik berdasarkan pH adalah 6,5 – 8,5. Standar turbidity air yang baik itu 5-100 ppm.

Gambar 3.10 Air Baik

B. Kualitas Air Kurang Baik

4.8 Tabel Air Kurang Baik

No Sampel pH Turbidity

(ntu)

Tds (ppm)

Suhu (°c)

1 Air Sabun 9,11 165 93 27

Berdasarkan pengujian yang dilakukan, maka disimpulkan kualitas air sabun kurang baik. Karena pH air sabun 9,11, turbidity 165, tds 93 dan suhu 27.

Gambar 3.11 Air Kurang Baik

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

1. Telah dibuat suatu alat uji coba alat ukur kualitas air minum dengan parameter pH, suhu, tingkat kekeruhan, dan jumlah padatan terlarut.

2. Setelah di uji coba untuk air pam, air aqua, air sumur kualiatasnya baik dengan pH air pam 6,81, air aqua 7,05, air sumur 7,36. Tds dari air pam 47, air aqua 46, air sumur 52.Turbidity dari air pam, air aqua, air sumur adalah 52 dan suhu dari air pam, air aqua, air sumur adalah 27.

3. Setelah di uji coba untuk air sabun maka diperoleh hasil air kurang baik dengan pH 9,11, tds 93, turbidity 165, suhu 27

.

5.2 Saran

1. Penyempurnaan hardware dan software untuk meningkatkan performansi sistem sehingga error dapat diperkecil dan kestabilan pengukuran dapat ditingkatkan.

2. Ketelitian alat dapat ditingkatkan melalui proses kalibrasi dengan menggunakan alat ukur pembanding yang lebih standar dan akurat.

3. Selain melalui proses kalibrasi, penggunaan sensor yang lebih baik kualitasnya akan meningkatkan hasil pengukuran.

DAFTAR PUSTAKA

Aziz. Muhammad Turmudzi Abdul. “Alat Ukur Kualitas Air Dengan Parameter Suhu, PH, Kekeruhan, Konduktivitas dan TDS Terkoneksi Bluetooth dan GSM”.

Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Islam Indonesia. Yogyakarta.

Amani. Fauzi.” Alat Ukur Kualitas Air Minum dengan Parameter PH, Suhu, Tingkat Kekeruhan, dan Jumlah Padataan Terlarut”. Teknik Elektro. Universitas Trisakti.

Jakarta Barat.

Rozaq. Imam Abdul. Setyaningsih. Noor Yulita Dewi. “Karakteristik dan Kalibrasi sensor PH Menggunakan Arduino Uno”.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.

Rahmita Astari, Rofiq Iqbal. Kualitas Air Dan Kinerja Unit Pengolahan Di Instalasi Pengolahan Air Minum ITB. Laporan Penelitian. 2009.

Anisa Intan S.W. “Kualitas Air Bersih Untuk Pemenuhan Kebutuhan Rumah Tangga Di Desa Pesarean Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal”. Skripsi. UNNES, Semarang, 2005.

Zulva T.D, Rakhmawati, Hendik Eko (2011) “Otomatisasi Sistem Pengolahan Air Laut Menjadi Air Tawar Dengan Prinsip Reverse Osmosis Berbasis Mikrokontroler (Sub Judul: Sensor dan Monitoring System)”. Tugas Akhir.

[Online]. Tersedia di: https://www.pens.ac.id/uploadta/abstrakdetail. php?id=1457[10

Aminuddin Debataraja, Benny.(2013) “Implementasi Intelligent Sensor untuk Monitoring Kualitas Air berbasis Komunikasi Teknologi Jaringan Nirkabel Zigbee”.

Prosiding Conference on Smart-Green Technology in Electrical and Information System.. Hlm. 115 – 119. Tersedia di: ojs.unud.ac.id/

index.php/prosidingcsgteis2013/article/view/7234.

Ani Fatimah, Harmadi, Wildian (2014) “Perancangan Alat Ukur TSS (Total Suspended Solid) Air Menggunakan Sensor Serat Optik Secara Real Time”. Jurnal Ilmu Fisika. Vol. 6, No 2. Tersedia di : http://jif.fmipa.unand.

ac.id/index.php/jif/article/view/100/88.

Filemon J.G., Elia K. Allo, Dringhuzen J.M., Novi M. Tulung (2013) “Perancangan Alat Ukur Kekeruhan Air Menggunakan Light Dependent Resistor Berbasis Mikrokontroler Atmega 8535”. Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Unsrat. [On- Line]. Vol. 2, No. 1. Tersedia di: http://id.portal garuda.org/?ref=browse&mod=viewarticle&article=15749.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air Dan Pengendalian Pencemaran Air.

Utomo. Satrio Budi. “Perancangan dan Penerapan Alat Ukur Kekeruhan Air

Menggunakan Metode Nefelometrik pada Instalasi”. Universitas Jember. Jember

LAMPIRAN

Lampiran 1: Program

#include <io.h>

#include <stdio.h>

#include <delay.h>

#include <alcd.h>

unsigned int Turbidity,TDS,Temperature,x,Data_pH,pH;

unsigned char display_buffer[17]; /* LCD display buffer for 1 line */

// Voltage Reference: AREF pin

#define ADC_VREF_TYPE ((0<<REFS1) | (0<<REFS0) | (0<<ADLAR))

// Read the AD conversion result

unsigned int read_adc(unsigned char adc_input) {

ADMUX=adc_input | ADC_VREF_TYPE;

// Delay needed for the stabilization of the ADC input voltage delay_us(10);

// Start the AD conversion ADCSRA|=(1<<ADSC);

while ((ADCSRA & (1<<ADIF))==0);

ADCSRA|=(1<<ADIF);

return ADCW;

}

void Display_pH(void) {

lcd_gotoxy(0,0);lcd_putsf(" pH : ");

lcd_gotoxy(8,0);

lcd_putchar(pH/100 %10 + 0x30);

lcd_putchar('.');

lcd_putchar(pH/10 %10 + 0x30);

lcd_putchar(pH %10 + 0x30);

}

void main(void) {

// Input/Output Ports initialization // Port A initialization

// Function: Bit7=In Bit6=In Bit5=In Bit4=In Bit3=In Bit2=In Bit1=In Bit0=In DDRA=(0<<DDA7) | (0<<DDA6) | (0<<DDA5) | (0<<DDA4) | (0<<DDA3) | (0<<DDA2) | (0<<DDA1) | (0<<DDA0);

// State: Bit7=T Bit6=T Bit5=T Bit4=T Bit3=T Bit2=T Bit1=T Bit0=T PORTA=(0<<PORTA7) | (0<<PORTA6) | (0<<PORTA5) | (0<<PORTA4) | (0<<PORTA3) | (0<<PORTA2) | (0<<PORTA1) | (0<<PORTA0);

// Port B initialization

// Function: Bit7=Out Bit6=Out Bit5=Out Bit4=Out Bit3=Out Bit2=Out Bit1=Out Bit0=Out

DDRB=(1<<DDB7) | (1<<DDB6) | (1<<DDB5) | (1<<DDB4) | (1<<DDB3) | (1<<DDB2) | (1<<DDB1) | (1<<DDB0);

// State: Bit7=0 Bit6=0 Bit5=0 Bit4=0 Bit3=0 Bit2=0 Bit1=0 Bit0=0

PORTB=(0<<PORTB7) | (0<<PORTB6) | (0<<PORTB5) | (0<<PORTB4) | (0<<PORTB3) | (0<<PORTB2) | (0<<PORTB1) | (0<<PORTB0);

// Port C initialization

// Function: Bit7=In Bit6=In Bit5=In Bit4=In Bit3=In Bit2=In Bit1=In Bit0=In DDRC=(0<<DDC7) | (0<<DDC6) | (0<<DDC5) | (0<<DDC4) | (0<<DDC3) | (0<<DDC2) | (0<<DDC1) | (0<<DDC0);

// State: Bit7=T Bit6=T Bit5=T Bit4=T Bit3=T Bit2=T Bit1=T Bit0=T PORTC=(0<<PORTC7) | (0<<PORTC6) | (0<<PORTC5) | (0<<PORTC4) | (0<<PORTC3) | (0<<PORTC2) | (0<<PORTC1) | (0<<PORTC0);

// Port D initialization

// Function: Bit7=In Bit6=In Bit5=In Bit4=In Bit3=In Bit2=In Bit1=In Bit0=In DDRD=(0<<DDD7) | (0<<DDD6) | (0<<DDD5) | (0<<DDD4) | (0<<DDD3) | (0<<DDD2) | (0<<DDD1) | (0<<DDD0);

// State: Bit7=T Bit6=T Bit5=T Bit4=T Bit3=T Bit2=T Bit1=T Bit0=T PORTD=(0<<PORTD7) | (0<<PORTD6) | (0<<PORTD5) | (0<<PORTD4) | (0<<PORTD3) | (0<<PORTD2) | (0<<PORTD1) | (0<<PORTD0);

// ADC initialization

// ADC Voltage Reference: AREF pin // ADC High Speed Mode: Off

// ADC Auto Trigger Source: ADC Stopped ADMUX=ADC_VREF_TYPE;

ADCSRA=(1<<ADEN) | (0<<ADSC) | (0<<ADATE) | (0<<ADIF) | (0<<ADIE) | (1<<ADPS2) | (0<<ADPS1) | (0<<ADPS0);

SFIOR=(1<<ADHSM) | (0<<ADTS2) | (0<<ADTS1) | (0<<ADTS0);

// Alphanumeric LCD initialization // Connections are specified in the

// Project|Configure|C Compiler|Libraries|Alphanumeric LCD menu:

// RS - PORTC Bit 0 // RD - PORTC Bit 1 // EN - PORTC Bit 2 // D4 - PORTC Bit 4 // D5 - PORTC Bit 5 // D6 - PORTC Bit 6 // D7 - PORTC Bit 7 // Characters/line: 16 lcd_init(16);

lcd_gotoxy(0,0);

lcd_putsf(" ALAT UKUR");

lcd_gotoxy(0,1);

lcd_putsf(" KUALITAS AIR ");

delay_ms(2000);

lcd_clear();

while (1) {

pH = read_adc(0)*35*2/65;

Turbidity = read_adc(1)/9;

Temperature = read_adc(2)*100/215;

TDS = read_adc(3)/6;

lcd_clear();

Display_pH();

lcd_gotoxy(0,1);

sprintf(display_buffer," TBDT : %i mg/L",Turbidity);

lcd_puts(display_buffer);

delay_ms(2000);

lcd_clear();

sprintf(display_buffer," TEMP : %i C",Temperature);

lcd_puts(display_buffer);

sprintf(display_buffer," TDS : %i ppm",TDS);

lcd_puts(display_buffer);

delay_ms(2000);

lcd_clear();

if ((pH >= 600 && pH <= 850)&&(Turbidity < 70)&&(TDS < 125)) { lcd_gotoxy(0,0);

lcd_putsf(" kualitas air :");

lcd_gotoxy(0,1);

lcd_putsf(" BAIK");

delay_ms(2000); } else

{

lcd_gotoxy(0,0);

lcd_putsf("kualitas air :");

lcd_gotoxy(0,1);

lcd_putsf(" KURANG BAIK");

delay_ms(2000);

} } }

SW-SPST

220VAC Turbidity Sensor

Vcc

2.Gambar alat

- Gambar alat keseluruhan

-Gambar Rangkaian Mikrokontroler

-Gambar LCD

Dokumen terkait