• Tidak ada hasil yang ditemukan

LKS-5 INDERA PERABA

Dalam dokumen DAFTAR GAMBAR Halaman (Halaman 37-56)

BAB VI INDERA PERABA

LKS-5 INDERA PERABA

Alat dan Bahan

Gambar penampang kulit Buku sumber

Tugas/Pertanyaan Cara Kerja

1. Masing-masing kelompok diberi gambar penampang kulit untuk diamati dan dipelajari, serta diberi lembar tugas/pertanyaan untuk dibahas dan didiskusikan.

2. Setiap tugas dicatat pada lembar tugas/pertanyaan yang telah disediakan.

3. Pertanyaan-pertanyaan dibahas dan didiskusikan dalam masing-masing kelompok.

Tugas/Pertanyaan

1. Tuliskan nama bagian-bagian gambar penampang kulit berdasarkan petunjuk gambar berikut ini!

a. ……… d. ………..

b. ……… e. ………..

c. ………

2. Bagaimana kerja indera peraba dalam menerima rangsang dari luar? 3. Bagian indera peraba mana yang paling peka terhadap rangsang dari luar? 4. Kelainan apa saja yang terjadi pada indera peraba?

BAB VIII RANGKUMAN

Setelah Anda mempelajari Alat Indera Manusia, Fungsi, dan Pemeliharaannya dapat dibuat rangkumannya sebagai berikut.

• Alat indera pada manusia sering disebut panca indera, yaitu terdiri atas alat indera penglihat, indera pendengar, indera pembau/pencium, indera pengecap, dan indera peraba.

• Mekanisme indera penglihat: rangsang dari luar berupa sinar yang dipantulkan dari suatu benda, masuk ke dalam bola mata melalui kornea, lensa mata, sampai ke retina. Selanjutnya, rangsang cahaya dari retina itu kemudian disampaikan oleh urat saraf. Akhirnya, setelah rangsang sampai di otak, barulah ada kesan melihat sesuatu.

• Alat indera penglihat adalah bola mata yang dilindungi oleh kelopak mata, bulu mata, alis, dan kelenjar air mata.

• Bagian-bagian bola mata yang merupakan alat indera penglihat meliputi: selaput tanduk (kornea), anak mata (pupil), lensa mata, selaput pelangi (iris), selaput koroid, selaput jala (retina), serta bintik kuning.

• Kelainan pada indera penglihat antara lain: mata miopi, mata hipermetropi, presbiopi, astigmatisme, konjungtivitis, trachoma, katarak, dan hemeralopia. • Cara memelihara alat indera penglihat agar tetap berfungsi, biasakan membaca

buku dengan sikap tegak pada jarak 30 cm, bila terjadi sakit mata segeralah diberi obat atau ke dokter mata, dan makanlah makanan yang banyak mengandung vitamin A.

• Mekanisme indera pendengar, yaitu gelombang suara/bunyi masuk melalui daun telinga, kemudian menggetarkan selaput gendang telinga, tulang-tulang pendengaran rumah siput, dan seterusnya ke urat saraf sampai di otak, barulah kita terkesan mendengar sesuatu.

• Organ telinga sebagai alat indera pendengar terdiri atas telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam.

• Telinga luar berfungsi dalam menangkap rangsang suara.bunyi. Bagian-bagian telinga luar meliputi daun telinga, lubang telinga, saluran telinga, selaput gendang telinga, dan kelenjar minyak.

• Telinga tengah berfungsi dalam menghantarkan getaran suara/bunyi dari telinga luar. Bagian-bagian telingah meliputi tulang martil, tulang landasan, dan tulang sanggurdi. Tulang-tulang pendengar ini terdapat dalam rongga yang dihubungkan dengan rongga mulut oleh pembuluh Eustachius.

• Telinga dalam berfungsi untuk menerima getaran suara/bunyi yang disampaikan oleh telinga tengah. Bagian-bagian telinga dalam meliputi tingkap jorong, tiga saluran setengah lingkaran, rumah siput, saluran rumah siput, dan alat keseimbangan.

• Kelainan yang terjadi pada indera pendengar adalah infeksi telinga tengah, labirintis, hilangnya keseimbangan, dan pengaruh kegaduhan.

• Cara memelihara alat indera pendengar adalah hindari terjadinya benturan bagian kepala belakang, bersihkanlah kotoran yang terdapat di bagian lubang telinga secara teratur, dan segeralah berobat bila terjadi infeksi pada bagian telinga.

• Mekanisme alat indera pembau/pencium adalah rangsang bau berupa gas yang berasal dari lingkungan sekitar, merangsang indera pembau di dalam rongga hidung. Selanjutnya rangsang bau tersebut diterima oleh lendir pembau dan diteruskan ke gelembung pembau, kemudian bergerak melalui berkas saraf pembau menuju otak untuk ditafsirkan.

• Rongga hidung merupakan alat indera pembau memiliki sekat yang memisahkan rongga hidung menjadi bagian kiri dan kanan. Rongga hidung sendiri dibatasi pada bagian atap oleh lempeng tipis, bagian dasar oleh langit-langit, sedangkan ba-gian sisi oleh karang hidung.

• Kelainan yang terjadi pada alat indera pembau adalah peradangan di sebelah atas rongga hidung (sinusitis), peradangan di hidung (rhinitis), atau influensa. • Cara memelihara agar indera pembau tetap berfungsi, yaitu bersihkanlah

bagian belakang kepala dan biasakan mengambil udara pernapasan melalui hidung.

• Lidah adalah berfungsi sebagai alat indera pengecap. Pada permukaan lidah terdapat tonjolan-tonjolan yang mengandung puting-puting pengecap, untuk rasa pahit puting pengecap terletak di pangkal lidah; rasa asam dan asin di bagian sisi lidah; dan rasa manis di ujung lidah.

• Setiap puting pengecap terdiri atas dua jenis sel pengecap, yaitu sel-sel yang seperti rambut dan sel penunjang.

• Kelainan yang terjadi pada indera pengecap adalah peradangan lidah (glositis) atau adanya bercak-bercak putih yang tebal pada permukaan lidah (lekopalakia).

• Cara memelihara alat indera pengecap adalah hindari memakan makanan atau meminum minuman yang masih panas dan menggosok gigi secara teratur. • Mekanisme indera peraba adalah rangsang perabaan suatu benda oleh kulit

akan disampaikan urat saraf ke otak, kemudian di otak barulah dapat ditafsirkan.

• Bagian yang paling peka dari indera peraba adalah bagian ujung-ujung jari dan bibir.

• Kulit sebagai alat indera peraba terdiri atas dua lapisan, yaitu lapsan kulit luar (epidermis) dan lapsan kulit dalam (endodermis).

• Lapisan luar (epidermis), tersusun dari beberapa lapisan, yaitu lapisan korneum yang selalu mati dan mengelupas, lapisan lusidum, lapisan granulosum yang mengandung pigmen, dan lapisan germinativum yang terus-menerus membentuk sel-sel baru kea rah luar.

• Lapisan dalam (endodermis), yaitu tersusun atas jaringan lemak, kelenjar keringat, saluran keringat, kelenjar minyak, pembuluh darah dan kapiler, serta berbagai saraf penerima rangsang untuk rasa nyeri, panas, dingin, sentuhan, dan tekanan.

• Kelainan yang terjadi pada indera peraba antara lain panu, kurap/kadas, luka bakar, albino, dan kanker kulit.

• Cara memelihara kulit sebagai alat indera peraba adalah mandi secara teratur, cucilah pakaian yang sudah dipakai, dan segerah berobat bila terkena penyakit kulit.

BAB IX EVALUASI Petunjuk:

Berilah tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D sebagai jawaban yang Anda anggap benar!

1. Berdasarkan hasil pengujian indera penglihat dalam satu kelompok, ternyata ada yang mampu membaca buku pada jarak 30 cm, 45 cm, 50 cm, dan 60 cm. Apa yang dapat Anda simpulkan dari data tersebut?

A. Kepekaan indera penglihat setiap orang hampir sama. B. Kepekaan indera penglihat semua orang sama.

C. Kepekaan indera penglihat semua orang selalu berbeda. D. Kepekaan indera penglihat setiap orang berbeda-beda. 2. Amati gambar penampang organ telinga berikut ini!

Pada gambar tersebut di atas yang dutunjukkan huruf e, c, dan d adalah . . . . A. koklea, membran timpani, dan pembuluh Eustachius

B. membran timpani, pembuluh Eustachius, dan koklea C. pembuluh Eustachius, membran timpani, dan koklea D. membran timpani, koklea, dan pembuluh Eustachius

3. Glositis dan lekoplakia merupakan kelainan pada alat indera . . . . A. pengecap

B. pencium C. pendengar D. peraba

4. Daerah yang ditunjukkan pada gambat alat indera pengecap berikut ini secara berurutan dari nomor 1 sampai 4, yaitu rasa . . . .

A. manis, asam, asin, dan pahit B. asin, asam, manis, dan pahit C. manis, asin, asam, dan pahit D. asin, manis, asam, dan pahit

5. Rangsang cahaya yang diterima oleh indera penglihat sebelum sampai di otak melalui bagian-bagian organ mata, yaitu . . . .

A. kornea pupil lensa mata retina B. pupil kornea lensa mata retina C. lensa mata pupil kornea retina D. kornea lensa mata pupil retina

6. Jika Anda melihat dari jarak jauh petasan besar yang akan disulut, maka dianjurkan segera harus . . . .

A. membuka mata lebar-lebar B. membuka mulut lebar-lebar C. menutup mata rapat-rapat D. menuutup mulut rapat-rapat

7. Jalannya rangsang bau yang diterima alat indera pembau sampai di otak: A. gelembung pembau berkas saraf pembau selaput lendir

pembau

B. selaput lendir pembau gelembung pembau berkas saraf pembau

C. gelembung pembau selaput lendir pembau berkas saraf pembau

D. selaput lendir pembau berkas saraf pembau gelembung pembau

8. Hasil pemeriksaan dokter terhadap pasiennya menunjukkan: • pandangan kabur;

• penglihatan dekat;

• perubahan dalam persepsi warna;

• daya penglihatan berkurang hingga kebutaan

Pasien tersebut sudah dapat dipastikan adalah penderita . . . . A. astigmatisme

B. konjungtivitis C. katarak D. trakhoma

9. Getaran bunyi yang diterima indera pendengar sampai di otak akan disalurkan melalui bagian-bagian organ telinga dengan urutan . . . .

A. gendang telinga tulang-tulang pendengar rumah siput urat saraf B. tulang-tulang pendengar gendang telinga rumah siput urat saraf C. rumah siput gendang telinga tulang-tulang pendengar urat saraf D. gendang telinga rumah siput tulang-tulang pendengar urat saraf 10. Kelainan pada alat indera manusia yang diakibatkan kebocoran ozon sudah

dapat dipastikan banyak penderita . . . . A. albino

B. alergi C. leukemia D. kanker kulit

11. Indera pembau tidak dapat berfungsi lagi diakibatkan . . . . A. benturan kepala bagian belakang oleh benda keras B. penyakit influensa yang berkepanjangan

C. rinitis dan sinusitis yang kronis

12. Bagian-bagian yang terdapat dalam telinga tengah adalah . . . . A. tingkap jorong, rumah siput, dan alat keseimbangan

B. selaput gendang telinga dan saluran telinga C. tulang martil, landasan, dan sanggurdi D. saluran Eustachius dan saluran rumah siput

13. Bagian yang rusak pada alat indera penglihat akibat gerhana matahari selama beberapa menit adalah selaput . . . .

A. jala B. tanduk C. pelangi D. koroid

14. Kelenjar minyak yang terdapat dalam lubang telinga kita berfungsi untuk . . . . A. membantu dalam menyampaikan getaran ke gendang telinga

B. mempertahankan keadaan suhu di sekitar telinga C. mencegah terjadinya infeksi karena tusukan benda D. membunuh serangga kecil yang masuk ke lubang telinga

15. Kepekaan indera pembau berkurang dalam kedaan influensa. Hal ini terjadi akibat terganggunya . . . .

A. rambut-rambut hidung B. selaput lendir pembau C. berkas saraf pembau D. gelembung pembau

16. Kepekaan indera peraba sudah dapat dipastikan akan berkurang bila terjadi . . . A. radiasi sinar ultra violet

B. kekuranga pigmen C. avitaminosis D D. lukar bakar berat

17. Saluran Eustachius merupakan bagian indera pendengar berfungsi untuk mempertahankan . . . .

A. tulang-tulang pebndengaran B. penyampaian geteran suara C. keseimbangan tubuh D. kestabilan urat saraf

18. Salah satu panca indera yang tidak berfungsi lagi bagi penderita bisu (tuna wicara) adalah indera . . . .

B. pendengar C. pembau D. penglihat E. peraba

19. Jika Anda minum tablet kina tidak terasa pahit, maka jangan diletakkan tablet tersebut di . . . .

A. pinggiran lidah B. pangkal lidah C. ujung lidah D. permukaan lidah

20. Penderita presbiopi disebabkan oleh . . . . A. bola mata terlalu pendek

B. daya akomodasi mulai melemah C. bola mata terlalu panjang D. kekurangan vitamin A

21. Bagian mata yang berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk ke mata adalah . . . .

A. iris B. koroid C. sklera D. pupil

22. Kelainan mata miopi dapat dibantu dengan lensa . . . . A. cekung

B. silinder C. cembung

D. cekung-cembung

23. Indera pembau manusia terletak pada . . . . A. selaput lendir di pangkal hidung

B. selaput lendir di rongga hidung bagian atas C. selaput lendir di rongga hidung bagian bawah D. tulang rawan hidung

24. Saluran Eustachius yang menghubungkan telinga tengah dengan rongga mulut berfungsi untuk . . . .

A. menjaga keseimbangan telanan udara di dalam dan di luar rongga telinga B. menghantarkan getaran bunyi/suara dari telinga tengah ke telinga dalam C. melindungi tulang-tulang pendengar yang berada di bagian telinga tengah D. menjaga keseimbangan posisi tubuh agar tetap tegak dan tidak mudah

roboh

25. Cacat mata yang lebih banyak diderita oleh laki-laki daripada wanita adalah . . A. hemeralopia

B. astigmatisme C. buta warna D. kataraks

GLOSARIUM

Albino : sejenis penyakit keturunan dimana dalam kulit tidak terdapat pigmen (zat warna), ciri-cirinya adalah kulit putih, tidak ditumbuhi rambut pada seluruh permukaan kulit, dan tidak tahan terhadap cahaya matahari.

Alergi : kulit terasa gatal-gatal dan panas, terjadinya akibat pengaruh beberapa jenis makanan, obat-obatan, atau bahan kimia tertentu

Astigmatisme

: kesalahan refraksi yang terjadi karena berkas-berkas cahaya yang jatuh pada garis-garis di atas retina, bukan pada titik-titik tajam.

Bintik kuning : tempat yang paling peka terhadap rangsang cahaya, paling banyak mengandung sel-sel saraf penglihatan. Endodermis : kulit jangat, lapisan kulit dalam yang terdapat jaringan

lemak, kelenjar keringat, pembuluh darah, dan ujung-ujung saraf.

Epidermis : kulit ari, lapisan luar yang terdiri atas stratum korneum yang mati dan selalu mengelupas; stratum lusidum; stratum granulosum yang mengandung pigmen; dan stratum germinatium yang terus-menerus membentuk sel-sel baru ke arah luar.

Glositis : peradangan lidah yang menahun, gejalanya terdapat benjolan-benjolan dan lendir yang menutupi lidah. Genital herpes : kumpulan lepuhan kulit di daerah alat kelamin luar

yang disebabkan oleh virus tertentu, dapat menular melalui hubungan seksual.

Hemeralopia : rabun ayam (kurang awas di waktu senja), akibat kekurangan vitamin A.

di sekitar hidung, mulut, dan bagian muka, timbul rasa nyeri, panas/rasa kesemutan, dan akhirnya terasa gatal-gatal.

Hipermetropi : mata hanya mampu melihat jelas jarak jauh, sedangkan benda-benda dekat tidak tampak jelas,

Iris : tirai berwarna di depan lensa yang memberi warna mata, berfungsi untuk mengatur sedikit banyaknya cahaya yang masuk ke retina.

Katarak : mengaburnya sebagian atau keseluruhan lensa, akibat mata sering kemasukan asap, atau usia tua.

Konjungtivitis : peradangan pada konjungtiva (selaput lendir yang melapisi sisi dalam kelopak mata).

Kornea : selaput bening yang terdapat pada bagian bola mata, berfungsi untuk melewatkan rangsang cahaya dari luar. Koroid : lapisan tengah bola mata, suatu lapisan jaringan tipis

yang banyak mengandung pembuluh darah, berwarna coklat karena banyak mengandung pigmen (zat warna). Labirintis : infeksi bagian telinga tengah, gejalanya kepala

pening-pening, muntah-muntah, dan akhirnya menjadi tuli. Lekopalakia : bercak-bercak putih yang tebal pada permukaan lidah,

gejala ini terjadi pada perokok berat.

Miopi : mata hanya mampu melihat jarak dekat, tetapi benda-benda jauh tidak tampak jelas.

Papilla : tonjolan-tonjolan pada permukaan alat indera pengecap (lidah).

Papilla circumvalata : tonjolan-tonjolan pada permukaan lidah bagian belakang yang berbentuk bola, tersusun seperti huruf V terbalik.

Papilla filliformis : tonjolan-tonjolan pada permukaan lidah bagian ujung depan yang berbentuk benang-benang halus.

yang berbentuk seperti jamur.

Pupil : bagian tengah selaput pelangi yang berlubang, berfungsi dalam pengaturan besar kecilnya cahaya yang masuk.

Retina : lapisan terdalam dari bola mata, banyak mengandung sel-sel saraf, berfungsi untuk menangkap bayangan. Rinitis : peradangan pada bagian hidung.

Saluran Eustachius : saluran yang menghubungkan rongga telinga tengah dengan rongga mulut.

Sinusitis : peradangan di sebelah atas rongga hidung.

Sklera : selaput keras bagian terluar bola mata, berfungsi untuk melindungi bagian bola mata.

Trakhoma : sejenis peradangan konjugtivitis sebagai akibat infeksi virus pada konjungtiva.

DAFTAR PUSTAKA

Adisoemarto S, dkk. 1990. Kamus Biologi untuk Pelajar, Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Oram Raymond F. 1986. Biology Living System. Columbus, Ohio: Charles E. Merril Publi-shing Company.

Pearce C. Evelyn. 1985. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Jakarta: Penerbit PT Gramedia.

Prawirohartono S, dkk. 1989. Buku Pelajaran Biologi SMA (Jilid 2B-A2, Semester 4.Jakarta: Penerbit Erlangga.

Tjitrosoepomo , dkk. 1985. Biolog 2 untuk SMA. Jakarta: Departemen Pendidikan Kebudaya-an RI.

Lampiran-1

Kunci Jawaban Indera Penglihat

1. Cahaya yang mengenai suatu benda akan dipantulkan oleh benda tersebut. Pantulan cahaya masuk ke dalam organ mata melalui lensa mata dan jatuh tepat pada bintik kuning. Sesampainya di retina, rangsang cahaya diterima oleh saraf mata. Saraf mata mengirim ransang cahaya ke pusat saraf penglihat. Setelah diolah oleh otak, barulah kita mengetahui macam benda yang kita lihat.

2. Penyebab kelainan/gangguan indera penglihat sebagai berikut.

a. Kekurangan vitamin A seperti rabun senja (hemeralopia) dan kornea mata me-ngering (xeroftalmia).

b. Akibat virus yang menyerang konjungtiva seperti trachoma.

c. Daya akomodasi tidak normal seperti miopi, hipermetropi, dan presbiopi. d. Kelainan otot penggerak bola mata seperti juling.

e. Kelainan genetik seperti buta warna.

3. Berdasarkan genetika, kasus ini muncul karena ibunya pembawa sifat (karier) buta warna yang terpaut khromosom X, dilambangkan dengan XbwX. Ibu ini tampak normal, sedangkan bapak juga normal, dilambangkan dengan XY. Hasil perkawinan kedua orang tua itu muncul anak laki-laki buta warna (XbwY) dan anak laki-laki normal (XY), sedangkan semua anak wanita normal (XX atau XbwX).

4. Terjadinya kebutaan akibat rusaknya sel-sel selaput jala (retina) yang terkena radiasi cahaya gerhana matahari. Akibatnya, retina tidak dapat menghantarkan rangsang cahaya ke saraf penglihat di otak.

Lampiran-2

Kunci Jawaban Indera Pendengar

1. Getaran suara/bunyi ditangkap oleh daun telinga, masuk melalui lubang telinga dan menyebabkan gendang telinga (membran timpani) bergetar. Getaran pada membran timpani dilanjutkan ke telinga tengah melalui tulang-tulang pendengar, yaitu tukul (martil), landasan, dan sanggurdi menuju telinga dalam. Dari telinga tengah, getaran menuju ke tingkap jorong, kemudian ke dalam rumah siput (koklea) dan menggetarkan cairan limfe yang ada di dalam koklea, Getaran cairan limfe akan merangsang ujung urat saraf pendengar, kemudian rangsang disam-paikan ke otak dan akhirnya kita dapat mengenali suara/bunyi tersebut.

2. Kelainan/gangguan pada indera pendengar antara lain: infeksi telinga tengah, hilangnya keseimbangan, ketulian, pengaruh kebisingan, dan labirintis.

3. Jatuhnya seorang petinju jika terpukul rahang bawah karena terganggunya organ tiga saluran setengah lingkaran (terletak di dalam telinga tengah) yang merupakan indera keseimbangan.

4. Jika kita mendengar ledakan keras, segera membuka mulut lebar-lebar. Hal ini bertujuan agar tekanan udara dari ledakan keras itu tidak memecahkan selaput gendang telinga (membran timpani).

5. Ketika badan kita berputar, cairan di dalam ampula (pangkal saluran setengah lingkaran menggembung karena berisi cairan limfe) ikut berputar. Ketika kita berhenti berputar, menyebabkan butiran kapur yang terdapat dalam ampula ikut berputar. Putaran itu diteruskan oleh urat saraf ke otak. Hal inilah merasakan kepala kita terus berputar, padahal sudah berhenti sebelumnya.

Lampiran-3

Kunci Jawaban Indera Pembau

1. Rangsangan berupa bau, masuk hidung bersama-sama dengan udara yang kita hirup. Gas atau uap yang kita hirup bersama udara pernapasan akan mengenai selaput saraf pembau, sehingga menimbulkan rangsang. Rangsang ini diteruskan oleh serabut saraf pembau ke otak untuk diolah, Dengan demikian, kita dapat mengetahui baut tersebut.

2. Kelainan/gangguan antara lain peradangan di rongga hidung seperti sinusitis dan rinitis, serta influensa.

3. Jika kita menderita influensa, saraf pembau tidak peka terhadap rangsang bau. Hal ini disebabkan ujung saraf pembau tertutup oleh lendir atau ingus yang menghalangi kontak antara bau dan ujung-ujung saraf.

4. Jika terjadi benturan keras kepala bagian belakang, serabut-serabut saraf (berkas saraf) pembau mengalami kerusakan, sehingga berkas saraf tersebut tidak dapat menerukan rangsang bau ke otak.

LKS-4

Kunci Jawaban Indera Pengecap

1. Pada permukaan lidah antara lain terdapat reseptor rasa yang spesifik dan peka (kuncup pengecap) terhadap rangsang rasa. Kuncup pengecap merupakan kumpulan ujung saraf lidah yang berjelompok. Tiap-tiap kelompok kuncup pengecap mempunyai kepekaan terhadap rangsang rasa tertentu. Misalnya, bagian permukaan ujung lidah peka terhadap rasa manis; bagian kedua pinggiran permukaan lidah peka terhadap rasa asin dan dan asam; serta bagian pangkal permukaan lidah peka terhadap rasa pahit. Perlu diketahui bahwa tidak semua permukaan lidah peka terhadap semua rasa.

2. Kebanyakan orang kalau minum pil diletakkan di pangkal lidah dengan tujuan lebih cepat tertelan dan tidak terasa pahit. Padahal, telah diketahui bahwa rasa pahit terletak di pangkal lidah. Jadi, kalau minum pil sebaiknya letakkan di ujung lidah dan segera didorong dengan air minum.

3. Jika seseorang lidahnya terpotong, maka tidak mempunyai indera pengecap sehingga tidak merasakan rasa makanan, proses mencerna makanan di mulut tidak sempurna, dan tidak dapat bicara dengan jelas.

4. Kelainan/gangguan yang terjadi adalah glositis dan leukopalakia. Glositis terjadi akibat peradangan lidah yang kronis (menahun). Peradangan ini biasanya muncul pada seseorang yang mengalami gangguan pencernaan atau infeksi gigi. Gejalanya adalah terdapat benjolan-benjolan, lendir yang menutupi lidah, serta lidah lembek dan pucat dengan bekas-bekas gigitan bagian pinggirannya. Sedangkan leukopalakia biasanya terjadi pada perokok berat. Gejalanya ditandai dengan bercak-bercak putih yang tebal pada permukaan lidah.

Lampiran-5

Kunci Jawaban Indera Peraba

1. Rangsang panas masuk ke kulit melalui kulit ari dan kulit jangat yang banyak urat saraf. Selanjutnya, urat saraf menyampaikan rangsang panas ke otak. Setelah sampai di otak, barulah kita mengenali rasa panas.

2. Lapisam epidermis dari arah luar ke dalam, yaitu lapisan korneum yang selalu mati dan mengelupas, lapisan lusidum, lapisan granulosum yang mengandung pigmen, dan lapisan germinativum yang terus-menerus membentuk sel-sel baru kea rah luar.

3. Bahaya dari kebocoran lapisan ozon adalah intensitas sinar ultra violet yang besar (lebih dari 16%) sampai di permukaan bumi. Jika sinar tersebut mengenai kulit, maka dapat menyebabkan kanker kulit. Selain itu, pengaruh sinar ultra violet tersebut, semua makhluk yang ada di bumi akan mengalami kematian.

4. Ciri-ciri penderita albino adalah kulit berwarna putih dan tidak berpigmen, seluruh permukaan kulit tidak berambut, serta tidak tahan dengan sinar matahari (bahkan bisa pingsan jika terlalu kena cahaya matahari).

Dalam dokumen DAFTAR GAMBAR Halaman (Halaman 37-56)

Dokumen terkait