PERFORMANCE ASSET SAMPEL
LOAN TO DEPOSIT RATIO
RATIO % ‹ 70 % 27% 70% - 110% 60% › 100% 13%
Sumber : data primer
Gambar 4.9 : Prosentase LDR LKMS sampel
Tingkat rata-rata LDR dari LKMS sampel sebesar 86%, artinya kondisi keseimbangan dana yang digunakan dengan dana yang dihimpunnya masih SEHAT. Angka rata tersebut jika dibandingkan dengan tingkat rata-rata LDR Bank Perkreditan Rakyat (BPR) secara nasional juga berada pada posisi yang tidak jauh berbeda. Tingkat efektivitas penggunaan dana yang dihimpun dari pihak ketiga dinilai masih baik dan tergolong SEHAT.
6. Analisis Hasil Penilaian Responden terhadap Variabel Exogenous
Berdasarkan hasil dari kuesioner yang dibagikan kepada responden yang terdiri dari anggota koperasi (nasabah, karyawan, pimpinan dan dewan pengawas syariah), diperoleh data sebagai berikut :
a. Variabel X1 (Sasaran Pembiayaan)
Variabel sasaran pembiayaan adalah penerima pembiayaan sesuai dengan prinsip-prinsip keuangan mikro. Ada lima indikator variabel sasaran yang memiliki kepatuhan terhadap prinsip keuangan mikro, yaitu :
a) Sasaran pembiayaan ditujukan untuk melayani orang miskin ;
b) Memberikan prioritas pembiayaan kepada kaum wanita ;
c) Masyarakat berpenghasilan rendah menjadi sasaran ;
d) Nasabah yang dilayani berpenghasilan kurang dari Rp. 25.000/hari ; e) Jarak lokasi tempat tinggal nasabah dengan lokasi kantor pelayanan ;
< 70 % 70% - 110% > 100%
27% 60% 13%
LOAN TO DEPOSIT RATIO
135
Hasil penilaian dari responden yang terdiri dari nasabah LKMS, staf bagian pembiayaan, manajer pembiayaan, dan dewan pengawas syariah menunjukkan bahwa sasaran LKMS sampel belum sepenuhnya memenuhi kepatuhan terhadap prinsip-prinsip keuangan mikro.
Sesuai penilaian responden diketahui bahwa secara keseluruhan responden menilai untuk masing-masing indikator sebagai berikut:
a) Sasaran pembiayaan yang ditujukan kepada orang miskin hanya
memenuhi 70%;
b) Pembiayaan untuk kaum wanita sudah mendekati prinsip keuangan mikro, yaitu sebesar 70%.91
c) Memberikan pembiayaan kepada masyarakat berpenghasilan rendah
sebesar 80%.
d) Berdasarkan jarak lokasi kantor dengan tempat tinggal responden rata-rata menilai relatif dekat dengan nilai 57%.
b. Variabel X2 (Tujuan Pembiayaan)
Variabel tujuan pembiayaan adalah sasaran pencapaian material dan immaterial (ruhiyah) dari pembiayaan. Ada lima indikator dalam menilai tingkat kepatuhan LKMS terhadap prinsip syariah, antara lain :
a) Pembiayaan memberikan dampak terhadap peningkatan
kesejahteraan;
b) Pembiayaan mendorong kepada anggotanya untuk melakukan
kegiatan silaturahim melalui pertemuan-pertemuan ;
91 The MDGs ditandatangani oleh 147 kepala Negara dan pemerintahan dalam acara UN Millenium Summit bulan September 2000. Menggagas tiga tema sentral dalam menyusun delapan agenda utamanya, yaitu mengurangi kemiskinan, pemberdayaan wanita, dan pelestarian lingkungan. Hasil angket ini mendekati dari daa kuantitatif yang diolah dari data yang diisi oleh responden. Adapun hasil olah data kuantitatif sebagai berikut :
Proporsi sasaran pembiayaan sesuai jenis kelamin Jenis Kelamin Jumlah
Wanita 37.502 laki-laki 14.047 Sumber : Data Primer
136
c) Pembiayaan menjadi media untuk membina para anggotanya, dalam
rangka peningkatan keimanan dan ketakwaan (IMTAQ)
d) Pembiayaan menjadi wahana dalam peningkatan ketrampilan hidup (life skill) para anggota (nasabah)nya.
e) Pembiayaan memberikan ketenangan hati bagi semua pihak,
terutama anggota dan petugasnya.
Berdasarkan analisis kuisioner dapat diketahui bahwa secara keseluruhan responden menilai variabel tujuan pembiayaan sudah mendekati ke arah syariah karena responden merasakan peningkatan kesejahteraan (88%), dapat bersilaturahmi dengan orang lain (57%), memperoleh pengetahuan (ketrampilan) 61%, dan mendapatkan ketenangan hati (88%).
c. Variabel X3 (Akad Pembiayaan)
Variabel akad pembiayaan adalah isi perjanjian yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah (maqoshid al-Syariah). Ada lima indikator untuk mengukur tingkat kepatuhan LKMS terhadap prinsip keuangan Islam, antara lain :
a) Beban (biaya) yang dibebankan kepada anggota tidak tergolong
memberatkan;
b) Jenis akad pembiayaan menggunakan salah satu bentuk akad syariah ;
c) Bentuk obyek pembiayaan tidak melanggar syariah ;
d) Beban marjin atau bagi hasil menguntungkan semua pihak, tidak
memberatkan salah satu pihak sehingga ada keikhlasan antar pihak ;
e) Adanya jaminan bahwa masing-masing pihak jujur dan amanah sesuai dengan
yang diperjanjikan dalam akad.
Dari analisis kuisioner dapat diketahui secara keseluruhan responden menilai bahwa variabel akad pembiayaan mendekati tujuan syariah. Namun dalam prakteknya responden menilai biaya akad pembiayaan masih tinggi (79%), jenis akad pembiayaan sebagian besar dalam bentuk jual beli (murabahah) 82%, beban marjin dirasakan masih terlalu besar (84%) dan menilai tingkat kejujuran para stakeholder sebesar 71%.
d. Variabel X4 (Jaminan Pembiayaan)
Variabel jaminan pembiayaan adalah praktek penjaminan sesuai dengan prinsip-prinsip keuangan mikro. Ada lima indikator untuk mengukur variabel ini, yaitu :
a) Bentuk jaminan fleksibel, tidak hanya sebatas bentuk jaminan
tradisional (fisik) saja tapi juga ada bentuk lain, seperti jaminan personal, kelompok dan sebagainya ;
137
b) Pendekatan jaminan tidak hanya ekonomi namun juga ada pendekatan sosial ;
c) Penjamin dan penanggung kewajiban adalah suami dan atau istri, yaitu
pasangan menjamin kewajiban suami/istrinya;
d) Kewajiban membayar dan mengembalikan dana pembiayaan menjadi
kewajiban seorang muslim dalam menjalankan perintah agamanya ;\
e) Proses penyelesaian kewajiban yang tidak dilaksanakan oleh nasabah di
dorong oleh adanya tekanan sosial (masyarakat).
Dari analisis kuisioner dapat diketahui secara keseluruhan responden menilai bahwa variabel bentuk jaminan pembiayaan yang dipraktekkan di LKMS sudah mendekati prinsip keuangan mikro. Namun ada beberapa indikator yang memiliki nilai rendah yaitu bentuk jaminan masih tradisional (konvensional) dengan nilai 55% dan kurangnya tekanan sosial sebagai bentuk tanggung jawab sosial relatif masih rendah dengan nilai 52%.
7. Posisi LKMS dalam Kuadran portofolio Kepatuhan
Kuadran portofolio kepatuhan ini menunjukkan posisi LKMS berdasarkan persepsi dari responden yang diukur dari penilaian dengan menggunakan skala likert. Ada dua garis, yaitu garis horisontal dan garis vertikal, dimana garis vertikal menunjukkan tingkat kepatuhan terhadap prinsip-prinsip keuangan mikro, sedangkan garis horisontal menunjukkan tingkat kepatuhan LKMS terhadap prinsip-prinsip tujuan syariah.
Sebelum mengevaluasi tingkat kepatuhan masing-masing sampel terhadap prinsip-prinsip syariah dan keuangan mikro, telebih dahulu akan disajikan profil masing-masing sampel dalam kaitannya dengan keuangan yang ditunjukkan dalam periode laporan terakhir tahun 2009. Penilaian kepatuhan berdasarkan dari tanggapan responden melalui kuisioner tentang penerapan prinsip-prinsip keuangan mikro modern dan prinsip-prinsip shari’ah.
Tabel 4.12 Performance Sampel
NO NAMA LEMBAGA BERDIRI JML ASSET FUNDING LDR NPF Jml Nsbh Rata2
TAHUN (Rp.000,-) (Rp.000,-) Plafon
1 KSU-BMT KUBE SEJATERA 003 2.004 1.093.735 610.000 124% 15% 619 1.226 2 BMT AL-KHASANAH 1.999 5.398.718 3.012.137 106% 5% 1.200 2.651 3 BMT BINA SWADAYA 1.996 3.619.005 3.119.162 89% 11% 2.150 1.287 4 BMT HIDAYAH 2.005 1.283.000 459.000 51% 0,90% 143 1.650 5 BQ. DEWANTARA 1.995 2.261.043 1.668.566 90% 30,34% 454 3.297 6 BMT USA JEPARA 2.007 1.190.195 816.934 95% 4% 968 798
138 7 KSU-BMT "ARTHA BINA UMMAH" 1.998 3.015.509 1.124.461 67% 7% 1.185 633 8 BMT AL-AMANAH 1.995 636.056 481.949 88% 4% 386 1.100 9 BMT "BINA UMMAT SEJAHTERA" 2.009 709.694 500.000 49% 3,70% 2.150 115 10 BMT NASIONAL WANITA ISLAM 2.006 1.000.000 700.000 71% 3% 2.150 233 11 KJKS BMT MENTARI 4.976.133 4.327.846 92% 12% 2.150 1.853 12 KJKS BMT ASALAM ARTHA DAYA 1.997 4.722.978 4.433.144 86% 5% 4.632 822 13 BMT BINA UMMAT SEJAHTERA 1.996 136.610.359 101.163.946 114% 0,8% 35.716 3.217 14 BMT PAHLAWAN 1.996 18.932.142 16.497.778 63% 8% 3.527 2.931 15 BMT AL-BIRRY PINRANG 1.995 6.873.050 5.089.367 100% 6% 1.885 2.691
Sumber : Data Primer
Variabel kepatuhan terhadap syariah terindikasi dari variabel X2 (tujuan
pembiayaan) dan variabel X3 (akad pembiayaan), sedangkan variabel kepatuhan
terhadap prinsip keuangan mikro terindikasi dari variabel X1 (sasaran pembiayaan)
dan X4 (bentuk jaminan). Diagram kepatuhan akan menunjukkan posisi suatu
lembaga keuangan mikro (LKM) berdasarkan persepsi stakeholder
(anggota,pengurus dan pengawas) secara obyektif berada dalam kuadaran I, Kuadran portofolio II, Kuadran portofolio III, atau Kuadran portofolio IV. Masing-masing Kuadran portofolio memiliki kedudukan yang berbeda. Adapun kedudukan kudran, antara lain:
a) Kuadran portofolio I menjelaskan bahwa LKMS sampel berada pada
posisi sebagai Lembaga keuangan mikro, karena hanya patuh pada prinsip-prinsip keuangan mikro saja, kalaupun ada kepatuhan kepada syariah nilainya rendah (sangat rendah).
b) Kuadran portofolio II menjelaskan bahwa LKMS sampel berada pada posisi sebagai Lembaga keuangan formal, karena rendahnya kepatuhan kepada prinsip-prinsip syariah dan keuangan mikro.
c) Kuadran portofolio III menjelaskan bahwa LKMS sampel berada pada posisi sebagai Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) karena tingkat kepatuhan yang tinggi terhadap syariah dan prinsip keuangan mikro.
d) Kuadran portofolio IV menjelaskan bahwa LKMS sampel berada pada posisi sebagai lembaga amal, karena tingkat kepatuhan yang tinggi terhadap syariah namun tidak menerapkan prinsip-prinsip keuangan mikro.
139 Lembaga
Keuangan Lembaga Amal Lembaga Keuangan Mikro
Islam (Ideal)
Kepatuhan terhadap Syariah (x)
Pri n si p -p ri n si p Ke u a n g a n Mi kro ( Y ) Lembaga Keuangan Mikro
Berdasarkan hasil analisis portofolio kepatuhan ( lampiran 2), diperoleh hasil sebagai berikut :
Berdasarkan hasil posisi LKMS sampel dalam Kuadran portofolio III, maka berarti LKMS sampel berada dalam posisi sebagai lembaga keuangan mikro syariah. Namun berdasarkan rata-rata LKMS sampel , posisi LKMS dapat terlihat dalam gambar di bawah ini :
Gambar 4.11 Posisi LKMS dalam Kuadran portofolio Kepatuhan 0,0 0,5 1,0 1,5 2,0 2,5 3,0 3,5 4,0 4,5 0,0 1,0 2,0 3,0 4,0 5,0 Ke p at u h an p ad a Pr in sip Ke u a M ikr o
Kepatuhan pada Prinsip Syariah
Y Linear (Y)
140
Dari ke-15 LKMS sampel yang memiliki tingkat kepatuhan tertinggi adalah sampel no. 13 yaitu BMT Bina Umat Sejahtera. Adapun profil LKMS tersebut adalah sebagai berikut :
Sedangkan LKMS sampel dengan tingkat kepatuhan terendah adalah sampel no. 1 yaitu BMT Kube Sejahtera 003 dengan performance sebagai berikut :
8. Analisis Data Kuantitatif
Untuk menguji hipotesis penelitian ini yaitu :
1. Variabel-variabel exogenous (kepatuhan) berpengaruh terhadap
variabel-variabel endogenous (performance ) pada lembaga keuangan mikro syariah di Indonesia.
1 2 3 4 1a bX bX bX bX
Y
1 2 3 4 2a bX bX bX bX
Y
1 2 3 4 3a bX bX bX bX
Y
1 2 3 4 4a bX bX bX bX
Y
LKMS-1 LKMS-2 LKMS-3 LKMS-4 LKMS-5 LKMS-6 LKMS-7 LKMS-8 LKMS-9 LKMS-10 LKMS-11 LKMS-12 LKMS-13 LKMS-14 LKMS-15 150,00 250,00 350,00 300,00 360,00 420,00NO NAMA LEMBAGA JML ASSET FUNDING FINANCING Jml Nsbh Rata2 (Rp.000,-) (Rp.000,-) (Rp.000,-) Plafon
13
BMT BINA UMMAT SEJAHTERA 136.610.359 101.163.946 114.895.438 114% 0,8% 35.716 3.217
LDR NPF
NO NAMA LEMBAGA JML ASSET FUNDING FINANCING Jml Nsbh Rata2
(Rp.000,-) (Rp.000,-) (Rp.000,-) Plafon
1
KSU-BMT KUBE SEJATERA 003 1.093.735 610.000 758.601 124% 15% 619 1.226
141
2. Salah satu variabel kepatuhan berpengaruh secara signifikan terhadap variabel performance LKMS di Indonesia.
0 sebuah ada kurangnya Sekurang : 0 : 1 0 1 2 i k yx yx yx yx b H b b b H
Peneliti menggunakan program software LISREL (Linear Structural Relationship) versi 8.7 untuk membantu menguji hipotesis tersebut digunakan model SEM (Structural Equation Model)92. SEM merupakan suatu teknik statistik
yang mampu menganalisis variabel latent, variabel indikator dan kesalahan pengukuran secara langsung. SEM termasuk salah satu domain dalam multivariat statistics dependensi yang memungkinkan dilakukannya analisis satu atau lebih variabel dependen. Baik variabel dependen maupun variabel independen yang dilibatkan boleh berbentuk variabel kontinue ataupun diskrit93, dalam hal mana multiple regression tidak dapat memecahkannya. Namun SEM memiliki kelemahan karena tidak mempunyai uji statistik terbaik yang dapat menjelaskan kekuatan prediksi model94.
8. Hasil Analisis Structural Equation Model (SEM)
Model yang akan diuji adalah
1 2 3 4 1a bX bX bX bX
Y
1 2 3 4 2a bX bX bX bX
Y
1 2 3 4 3a bX bX bX bX
Y
1 2 3 4 4a bX bX bX bX
Y
Asumsi-asumsi dasar dalam analisis SEM, antara lain :
1. Instrumen penelitian sudah teruji dan valid, lihat lampiran 7
2. Normalitas yaitu bentuk data berada pada suatu variabel metrik
92 SEM memiliki dua tujuan utama dalam analisisnya, yaitu (1) untuk menentukan apakah model plausible (masuk akal) atau fit; atau dengan bahasa yang lebih mudah, apakah model ‚benar‛ berdasarkan suatu data yang dimiliki. Sedangkan tujuan kedua adalah untuk menguji berbagai hipotesis yang telah dibangun sebelumnya. Lihat Imam Ghozali, Structural Equation Modeling (Semarang: Badan Penerbit UNDIP, 2008), 25
93Tumpal, LISREL. (Yogyakarta: Penerbit Graha Ilmu,. 2006) . 2-3. Lihat juga Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif (Bandung: Alfabeta, 2008), 67
94
142
tunggal yang menghasilkan distribusi normal95, lihat lampiran 8. Hasil analisis normalitas data diuji dengan menggunakan uji z untuk skewness dan kurtosisnya, jika nilai z, baik zskewness dan/z kurtosis‹ 0,05 pada tingkat 5%, maka dapat dikatakan distribusi data
adalah tidak normal, dan sebaliknya.
(1) Kooefisien Jalur, Pengaruh Langsung, Pengaruh
Bersama Sasaran pembiayaan (X1), Tujuan
Pembiayaan (X2), Akad pembiayaan (X3), dan
Jaminan pembiayaan (X4) mempengaruhi
terhadap perkembangan aset LKMS (Y1)
Pengaruh bersama atau koofisien X1, X2, X3, dan X4 terhadap Y1 atau
kooefisien determinan dan faktor residual dihitung sebagai berikut :
1 2 3 4 1a bX bX bX bX
Y
Model Persamaannya : Y1= 0.742 - 0.571X1 + 3.984X2 - 4.297X3– 2.439X4+0.597Tabel 4.13 hasil Perhitungan LISREL
Variabel Koofisien Regresi Pengaruh Pengaruh Bersama (R2yx) Langsung R-square P-Value X1 -0,571 -0,173 0,029929 0.158 X2 3.984 0,916 0,839056 1.000 X3 -4,297 -0,448 0,200704 0.722 X4 -2.439 -0,502 0,252004 0.578 6.897
Sumber : Hasil Pengolahan Data Penelitian 2010
Berdasarkan Tabel 4.13 di atas yang dibandingkan dengan tingkat
95 Suatu distribusi data yang tidak membentuk distribusi normal, maka data tersebut tidak normal, sebaliknya data yang dikatakan normal apabila ia membentuk suatu distribusi normal. Apabila asumsi normalitas tidak dipenuhi dan penyimpangan normalitas tersebut besar, maka seluruh hasil uji statistik adalah tidak valid karena perhitungan uji t statistik dan lainnya dihitung dengan asumsi data normal. Lihat Imam Ghozali, Structural Equation Modeling (Semarang: Badan Penerbit UNDIP, 2008), 37
143
signifikansi p-value tabel pada dk=n-4=15-4=11=0,313 pada alfa = 0,50 maka hasil temuan penelitian secara obyektif bahwa:
(a) Sasaran pembiayaan (X1) memiliki kontribusi yang negatif dan
berpengaruh langsung terhadap Perkembangan asset LKMS (Y1).
Besarnya kontribusi sasaran pembiayaan yang secara langsung berkontribusi terhadap perkembangan aset sebesar (-0,173)2 atau sebesar 2,9%.
(b) Tujuan pembiayaan (X2) memiliki kontribusi yang positif dan
berpengaruh langsung terhadap Perkembangan asset LKMS (Y1).
Besarnya kontribusi tujuan pembiayaan yang secara langsung berkontribusi terhadap perkembangan aset sebesar (0,916)2 atau sebesar 83,9%.
(c)) Akad pembiayaan (X3) memiliki kontribusi yang negatif dan
berpengaruh langsung terhadap Perkembangan asset LKMS (Y1).
Besarnya kontribusi akad pembiayaan yang secara langsung berkontribusi terhadap perkembangan aset sebesar (-0,448)2 atau
sebesar 20,0%.
(d) Jaminan pembiayaan (X4) memiliki kontribusi yang negatif dan
berpengaruh langsung terhadap Perkembangan asset LKMS (Y1).
Besarnya kontribusi jaminan pembiayaan yang secara langsung berkontribusi terhadap perkembangan aset sebesar (-0,502)2 atau
sebesar 25,9%.
(e) Secara simultan sasaran pembiayaan (X1), sasaran pembiayaan (X2),
akad pembiayaan (X3), dan jaminan pembiayaan (X4), berpengaruh
secara bersama-sama terhadap perkembangan aset sebesar 6,9%
Berdasarkan data analisis jalur di atas dapat disimpulkan bahwa yang memiliki pengaruh langsung terbesar terhadap perkembangan aset adalah tujuan pembiayaan dengan kontribusi sebesar 83,9%. Dari keempat variabel eksogen yang mempengaruhi variabel endogen hanya ada dua variabel eksogen yang berpengaruh dan signifikan dengan tingkat keyakinan 95% yaitu variabel tujuan pembiayaan (X2)
dan variebel akad pembiayaan (X3). Kedua variebel merupakan variabel kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah (maqoshid al-Syariah).
(2) Kooefisien Jalur, Pengaruh Langsung, Pengaruh
Bersama Sasaran pembiayaan (X1), Tujuan Pembiayaan (X2), Akad pembiayaan (X3), dan Jaminan pembiayaan (X4) mempengaruhi terhadap Loan to Deposit Ratio (LDR) LKMS
144
(Y2) Tabel 4.14 hasil Perhitungan LISREL
variabel Koofisien Regresi Pengaruh Pengaruh Bersama (R2yx) Langsung R-square P-Value X1 0.281 0,347 0,120409 0,381 X2 0.749 0,071 0,005041 0,249 X3 -1.032 -0,118 0,013924 0,306 X4 -0,848 -0,383 0,146689 0,788 0,597 Model Persamaannya : Y2= 0.194 + 0.281X1 + 0.749X2– 1.032X3– 0.848X4
Berdasarkan Tabel 4.14 di atas yang dibandingkan dengan tingkat signifikansi p-value tabel dk=n-4=15-4=11=0,313 pada alfa = 0,50, maka hasil temuan penelitian secara obyektif bahwa:
a) Sasaran pembiayaan (X1) memiliki kontribusi yang negatif dan
berpengaruh langsung terhadap perubahan LDR (Y2). Besarnya
kontribusi sasaran pembiayaan yang secara langsung berkontribusi terhadap perubahan LDR sebesar (0,347)2 atau sebesar 12%.
b) Tujuan pembiayaan (X2) memiliki kontribusi yang positif dan
berpengaruh langsung terhadap perubahan LDR (Y2). Besarnya
kontribusi tujuan pembiayaan yang secara langsung berkontribusi terhadap perubahan LDR sebesar (0,071)2 atau sebesar 0,5%.
c) Akad pembiayaan (X3) memiliki kontribusi yang negatif dan
berpengaruh langsung terhadap perubahan LDR(Y2). Besarnya
kontribusi akad pembiayaan yang secara langsung berkontribusi terhadap perkembangan aset sebesar (-0,118)2 atau sebesar 20,0%. d) Jaminan pembiayaan (X4) memiliki kontribusi yang negatif dan
berpengaruh langsung terhadap perubahan LDR (Y2). Besarnya
kontribusi jaminan pembiayaan yang secara langsung berkontribusi terhadap perkembangan aset sebesar (-0,383)2 atau sebesar 13,6%.
e) Secara simultan sasaran pembiayaan (X1), tujuan pembiayaan (X2), akad
pembiayaan (X3), dan jaminan pembiayaan (X4), berpengaruh secara
bersama-sama terhadap perkembangan aset sebesar 0,59%
Berdasarkan data analisis jalur di atas dapat disimpulkan bahwa yang memiliki pengaruh langsung terbesar terhadap perubahan LDR adalah akad pembiayaan
145
dengan kontribusi sebesar 20%. Dari keempat variabel eksogen yang mempengaruhi variabel endogen tidak ada variabel eksogen yang berpengaruh secara signifikan dengan tingkat keyakinan 95% .
(3) Kooefisien Jalur, Pengaruh Langsung, Pengaruh
Bersama Sasaran pembiayaan (X1), Tujuan
Pembiayaan (X2), Akad pembiayaan (X3), dan
Jaminan pembiayaan (X4) mempengaruhi
terhadap Non Performing Loan (NPL) LKMS (Y3)
Tabel 4.15 hasil Perhitungan LISREL
variabel Koofisien Regresi
Pengaruh
Pengaruh Bersama (R2yx) Langsung R-square Value
P-X1 0,557 0,402 0,161604 0,281 X2 -1.548 -0,335 0,112225 0,611 X3 1.632 0,105 0,011025 0,455 X4 1.046 0,31 0,0961 0,515 1.238 Model Persamaannya : Y3= 0.149 + 0.557X1– 1.548X2 + 1.632X3 + 1.046X4
Berdasarkan Tabel 4.15 di atas yang dibandingkan dengan tingkat signifikansi p-value pada tabel dk=n-4=15-4=11=0,313 pada alfa = 0,50, maka hasil temuan penelitian secara obyektif bahwa:
a) Sasaran pembiayaan (X1) memiliki kontribusi yang positif dan
berpengaruh langsung terhadap kualitas NPF (Y3). Besarnya kontribusi
sasaran pembiayaan yang secara langsung berkontribusi terhadap perubahan LDR sebesar (0,402)2 atau sebesar 16,1%.
b) Tujuan pembiayaan (X2) memiliki kontribusi yang negatif dan
berpengaruh langsung terhadap kualitas NPF (Y3). Besarnya kontribusi
tujuan pembiayaan yang secara langsung berkontribusi terhadap perubahan LDR sebesar (-0,335)2 atau sebesar 11,2%.
c) ) Akad pembiayaan (X3) memiliki kontribusi yang positif dan
berpengaruh langsung terhadap kualitas NPF (Y3). Besarnya kontribusi
akad pembiayaan yang secara langsung berkontribusi terhadap perkembangan aset sebesar (0,105)2 atau sebesar 1,10%.
146
d) Jaminan pembiayaan (X4) memiliki kontribusi yang positif dan
berpengaruh langsung terhadap kualitas NPF (Y3). Besarnya kontribusi
jaminan pembiayaan yang secara langsung berkontribusi terhadap perkembangan aset sebesar (0,31)2 atau sebesar 9,6 %.
e) Secara simultan sasaran pembiayaan (X1), tujuan pembiayaan (X2), akad
pembiayaan (X3), dan jaminan pembiayaan (X4), berpengaruh secara
bersama-sama terhadap kualitas NPF (Y3) sebesar 1,258%
Berdasarkan data analisis jalur di atas dapat disimpulkan bahwa yang memiliki pengaruh langsung terbesar terhadap kualitas NPF adalah sasaran pembiayaan dengan kontribusi sebesar 16%. Dari keempat variabel eksogen yang mempengaruhi variabel endogen tidak ada variabel eksogen yang berpengaruh secara signifikan dengan tingkat keyakinan 95% .
(4) Kooefisien Jalur, Pengaruh Langsung, Pengaruh
Bersama Sasaran pembiayaan (X1), Tujuan
Pembiayaan (X2), Akad pembiayaan (X3), dan
Jaminan pembiayaan (X4) mempengaruhi
terhadap Kedalaman Jangkauan
(plafon/anggota) LKMS (Y4). Tabel 4.16 hasil Perhitungan LISREL
Variabel Koofisien Regresi
Pengaruh
Pengaruh Bersama (R2yx) Langsung R-square Value
P-X1 -0,98 -0,988 0,976144 1.00 X2 -0,349 0,267 0,071289 1.00 X3 1.084 0,378 0,142884 0,585 X4 0.945 0,456 0,207936 0,42 1.715 Model Persamaannya : Y4= 0.258 – 0.980X1– 0.349X2 + 1.084X3 + 0.945 X4
Berdasarkan Tabel 4.16 di atas yang dibandingkan dengan tingkat signifikansi p-value tabel pada dk=n-4=15-4=11=0,313 pada alfa = 0,50, maka hasil temuan penelitian secara obyektif bahwa:
(f) Sasaran pembiayaan (X1) memiliki kontribusi yang negatif dan
berpengaruh langsung terhadap skala jangkauan nasabah (Y4). Besarnya
kontribusi sasaran pembiayaan yang secara langsung berkontribusi terhadap kedalaman jangkauan sebesar (-0,988)2 atau sebesar 97,6%.
147
berpengaruh langsung terhadap skala jangkauan nasabah (Y4). esarnya
kontribusi tujuan pembiayaan yang secara langsung berkontribusi terhadap kedalaman jangkauan sebesar (0,267)2 atau sebesar 7,1%.
(h)) Akad pembiayaan (X3) memiliki kontribusi yang negatif dan
berpengaruh langsung terhadap skala jangkauan nasabah (Y4). Besarnya
kontribusi akad pembiayaan yang secara langsung berkontribusi terhadap kedalaman jangkauan sebesar (0,378)2 atau sebesar 14,2%. (i) Jaminan pembiayaan (X4) memiliki kontribusi yang negatif dan
berpengaruh langsung terhadap skala jangkauan nasabah (Y4). Besarnya
kontribusi jaminan pembiayaan yang secara langsung berkontribusi terhadap kedalaman jangkauan sebesar (0.456)2 atau sebesar 20,7%. (j) Secara simultan sasaran pembiayaan (X1), sasaran pembiayaan (X2),
akad pembiayaan (X3), dan jaminan pembiayaan (X4), berpengaruh
secara bersama-sama terhadap kedalaman jangkauan (Y4) sebesar
1,75%
Berdasarkan data analisis jalur di atas dapat disimpulkan bahwa yang memiliki pengaruh langsung terbesar terhadap skala jangkauan nasabah (Y4) adalah sasaran
pembiayaan dengan kontribusi sebesar 97,6%. Dari keempat variabel eksogen yang mempengaruhi variabel endogen hanya ada satu variabel eksogen yang berpengaruh dan signifikan dengan tingkat keyakinan 95% yaitu variabel sasaran pembiayaan (X1) variebel tersebut merupakan variabel kepatuhan terhadap prinsip-prinsip
keuangan mikro.
Maka dapat disimpulkan bahwa :
a. Variabel pertama kepatuhan terhadap prinsip keuangan mikro yang secara sigfnifikan mempengaruhi kinerja LKMS adalah variabel sasaran, artinya penentuan sasaran pembiayaan ditujukan untuk melayani orang miskin , memberikan prioritas pembiayaan kepada kaum wanita , masyarakat berpenghasilan rendah, nasabah yang dilayani berpenghasilan kurang dari Rp. 25.000/hari , dan Jarak lokasi tempat tinggal nasabah dengan lokasi kantor pelayanan. Memberikan dampak yang sangat berarti dalam memperbaiki kinerja LKMS dari sisi tingkat pertumbuhan aset LKMS. Hasil penelitian ini memberikan arti bahwa menentukan sasaran yang benar akan memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja dan performa LKMS. Penentuan sasaran yang salah atau tidak tepat akan menurunkan kinerja LKMS itu sendiri, dan sebaliknya, ketika LKMS memberikan pelayanan jasa keuangan kepada sasaran yang tepat akan dapat meningkatkan kinerjanya.
b. Variabel kepatuhan terhadap prinsip keuangan Islam (X2) yang secara
sigfnifikan mempengaruhi kinerja LKMS adalah variabel tujuan , artinya Pembiayaan memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan,
148
Pembiayaan mendorong kepada anggotanya untuk melakukan kegiatan silaturahim melalui pertemuan-pertemuan, Pembiayaan menjadi media untuk membina para anggotanya, baik dalam rangka peningkatan keimanan dan ketakwaan (IMTAQ) maupun usahanya, Pembiayaan menjadi wahana dalam peningkatan ketrampilan hidup (life skill) para anggota (nasabah)nya., Pembiayaan memberikan ketenangan hati bagi semua pihak, terutama anggota dan petugasnya. Tujuan yang bersifat ruhiyah ini berdampak positif dan signifikan terhadap kinerja LKMS, terutama dari sisi efektifitas penggunaan dananya (LDR). Penentuan tujuan yang tidak tepat akan berdampak pada kinerja LKMS, maka LKMS harus memastikan bahwa tujuan dalam pembiayaan harus memperhatikan tujuan pembiayaan dalam prinsip-prinsip shariah.
c. Variabel akad pembiayaan (X3) yang meliputi Beban (biaya) yang dibebankan
kepada anggota tidak tergolong memberatkan, jenis akad pembiayaan menggunakan salah satu bentuk akad syariah, bentuk obyek pembiayaan tidak melanggar syariah , beban marjin atau bagi hasil menguntungkan semua pihak, tidak memberatkan salah satu pihak sehingga ada keikhlasan antar pihak, adanya jaminan bahwa masing-masing pihak jujur dan amanah sesuai dengan yang diperjanjikan dalam akad. Variabel tersebut dalam penelitian ini tidak memberikan pengaruh yang berarti (signifikan) terhadap kinerja LKMS (Y). Hal ini berarti mengindikasikan bahwa LKMS dapat memodifikasi jenis akad yang digunakan untuk mengikat nasabah yang dilayaninya, karena nasabah tidak memandang terlalu penting jenis akad yang ditawarkan oleh LKMS. Justru untuk menerapkan syariat Islam, dengan pendangan masyarakat yang seperti ini akan lebih mudah bagi LKMS untuk menerapkan akad pembiayaan yang sesuai syariat.
d. variabel jaminan pembiayaan (X4) yang meliputi Bentuk jaminan fleksibel, tidak hanya sebatas bentuk jaminan tradisional (fisik) saja tapi juga ada bentuk lain, seperti jaminan personal, kelompok dan sebagainya , pendekatan jaminan tidak hanya ekonomi namun juga ada pendekatan sosial, penjamin dan penanggung kewajiban adalah suami dan atau istri, yaitu pasangan menjamin kewajiban suami/istrinya, kewajiban membayar dan mengembalikan dana pinjaman menjadi kewajiban seorang muslim dalam menjalankan perintah agamanya , proses penyelesaian kewajiban yang tidak dilaksanakan oleh nasabah di dorong oleh adanya tekanan sosial (masyarakat). Variabel tersebut dalam penelitian ini tidak memberikan pengaruh yang berarti (signifikan) terhadap kinerja LKMS (Y). Hal ini berarti LKMS tidak perlu mengandalkan atau hanya berpedoman pada satu jenis jaminan saja. LKMS dapat mencari jenis atau bentuk jaminan lainnya yang lebih fleksibel sehingga masyarakat dapat terlayani jasa keuangan yang ditawarkannya.
149
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kajian ini membuktikan bahwa keuangan mikro Islam yang dioperasionalisasikan dengan menerapkan prinsip-prinsip kepatuhan melalui fitur-fitur pembiayaannya akan berpengaruh terhadap performance lembaga