• Tidak ada hasil yang ditemukan

i) Membantu peserta didik memahami konsep membaca waktu pada permukaan jam.

ii) Membantu peserta didik memahami konsep menyatakan waktu pada permukaan jam.

iii) Menyatakan lamanya waktu berlangsungnya suatu kegiatan

16. ULAR TANGGA WAKTU melatih keterampilan siswa dalam

menyebutkan waktu

17. NERACA HUNGER untuk membantu siswa dalam memahami

konsep membandingkan berat benda (lebih ringan dan lebih berat)

20

18. WEIGHT PUZZLE i) Memperkenalkan satuan berat,

khususnya kg, hg, dag, gr, dg, cg, dan mg.

ii) Siswa dapat mengetahui urutan satuan berat dimana satuan kg menempati urutan yang paling besar dan mg menempati urutan yang paling kecil.

19. TANGRAM i) Untuk membelajarkan siswa dalam

mengenal bangun-bangun geometri yaitu segiempat dan segitiga ii) Untuk menumbuhkan daya

kreatifitas siswa dalam membentuk bangun-bangun tertentu seperti: bangun geometri seperti segiempat, segitiga, rumah, bina Tangram, manusia, dan sebagainya.

iii) Untuk membelajarkan siswa dalam memantapkan pemahaman konsep kesebangunan dan kekongruenan iv) Untuk membelajarkan siswa dalam

memantapkan pemahaman konsep kekekalan luas

Alat peraga matematika yang telah terbuat tersebut selanjutnya dikirim ke sekolah untuk disusun dan ditata dalam rak penyimpanan Math Corner. Alat peraga yang dibuat dipilah-pilah sesuai dengan standar kompetensi pada kurikulum. Alat peraga memang dibuat per standar komptensi yang terdiri dari 2 jenis yaitu alat peraga penanaman konsep dan alat peraga untuk melatih keterampilan yang biasanya berupa alat permainan. Berikut desain math corner yng sesuai dengan namanya diletakkan di pojokan kelas.

21 Gambar 4. Pengembangan Math Corner

(3) Sosialiasi kepada Siswa tentang Pemanfaatan Math Corner

Agar Math Corner dapat dimanfaatkan secara optimal dan untuk menjamin keamanan alat dan penggunanya, kepada siswa dilakukan sosialisasi tata tertib penggunaan Math Corner. Kepada siswa juga diperkenalkan alat-alat yang ada pada Math Corner dan cara penggunaannya. Harapan dari keberadaan

22

Math Corner di ruang kelas adalah makin mendekatkan matematika dalam

keseharian siswa sehingga siswa mulai menyenangi matematika.

Gambar 5. Sosialisasi Pemanfaatan Math Corner bagi Siswa

(4) Pelatihan dan Pendampingan Bagi Guru-Guru Tentang Cara Penggunaan Alat Peraga/ Alat Permainan/ Media Inovatif Lainnya Dalam Pembelajaran Matematika Di Kelas.

Guru-guru kelas rendah pada kedua sekolah mitra dilatih menggunakan alat peraga yang tersedia di Math Corner baik itu alat peraga penanamankonsep maupun alat peraga permaianan matematika. Setelah memahami bagaimana

23 menggunakannya, guru-guru dilatih pula bagaimana mengintegrasikan alat peraga tersebut dalam pembelajaran di kelas, mengingat hampir seluruh komptensi dasar mata pelajaran matematika di kelas rendah telah dikembangkan alat peraganya. Produk dari hasil pelaksanaan sub kegiatan ini adalah telah dihasilkannnya Rencana Pelaksaaan Pembelajaran (RPP) yang mengintegrasikan penggunaan alat peraga matematika yang telah tersedia di Math Corner.

Gambar 6. Pelatihan Guru-guru dalam Pemanfaatan Math Corner

(5) Penyebarluasan hasil kegiatan IbM pada 5 sekolah imbas melalui pertemuan KKG Gugus III Kecamatan Kubu

Dengan adanya Math Corner, guru-guru menjadi tertarik untuk mengintegrasikan penggunaan alat peraga dalam pembelajaran matematika di kelas. Hal ini dikarenakan alat peraga yang ada telah dikembangkan mencakup seluruh kompetensi dasar di kelas tersebut dan telah pula dilengkapi dengan panduan penggunaan dan RPP berbantuan alat peraga. Hasil yang baik ini perlu

24 diimbaskan pada sekolah lainnya di Gugus III kecamatan Kubu sehingga mereka tertarik untuk mengembangkan Math Corner secara mandiri. Penyebarluasan hasil kegiatan IbM ini dilakukan pada pertemuan rutin KKG Gugus III Kecamatan Kubu. Perwakilan guru pada sekolah mitra didampingi tim pengabdian menyampaikan pengalamannya dalam memanfaatkan Math Corner serta hal-hal positif yang yang diperoleh bagi pembelajaran matematika di kelas rendah.

Gambar 7. Sosialisasi Hasil Pelaksanaan IbM pada KKG SD Gugus III Kecamatan Kubu

5.2. PEMBAHASAN

Kegiatan “IBM Laboratorium Matematika bagi SD Gugus III Kecamatan Kubu” telah berlangsung dengan baik. Hal ini nampak dari keterpaian target luaran yang diharapkan dari kegiatan ini.

Pertama, Adanya Math Corner sebagai laboratorium matematika mini pada masing-masing ruang kelas di kedua sekolah mitra. Sebagai kriterianya minimal 50% materi matematika di tiap kelas (kelas rendah) dapat dibuatkan media/alat

25 peraga yang selanjutnya disimpan di Math Corner. Berdasarkan analisis kebutuhan alat peraga yang dilakukan oleh tim pengabdian dan guru-guru di sekolah mitra yang didasarkan pada analisis standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD) mata pelajaran matematika di kelas rendah (Kelas I, II, dan Kelas III) maka diperoleh daftar rancangan alat peraga yang akan dikembangkan. Dengan bekerja sama dengan Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA Undiksha rancangan tersebut direalisasikan dengan melibatkan mahasiswa yang memperogram mata kuliah Workshop/Bengkel Matematika yang dikelompokkan dalam 19 grup. Masing-masing kelompok memproduksi alat peraga untuk satu standar kompetensi berupa satu alat peraga penanaman konsep dan satu lagi alat peraga permainan. Banyaknya standar kompetensi di masing-masing tingkat adalah kelas I ada 6 SK, kelas II ada 4 SK , dan kelas III ada 5 SK. Dengan demikian seluruh materi pembelajaran matematika kelas rendah telah berhasil dikembangkan alat peraga pendukungnya.

Kedua, guru mampu mendesain pembelajaran yang menekankan pada aktivitas matematika. Berdasarkan panduan penggunaan alat peraga yang diberikan, guru bersama tim pengabdian berusaha mendesain pembelajaran dengan menggunakan alat peraga yang tersedia pada Math Corner. Produk dari kegiatan ini berupa dihasilkannya RPP yang mengintegrasikan penggunaan alat peraga matematika. Mengingat semua SK telah dibuatkan alat peraganya, maka hampir semua topik pembelajaran seperti bilangan, geometri dan pengukuran telah didesain pembelajarannnya dengan memanfaatkan alat peraga.

Ketiga, siswa melakukan aktivitas matematika secara mandiri pada Math Corner. Siswa dapat memantapkan pemahaman terhadap materi yang dibelajarkan guru dengan memanipulasi alat-alat peraga penanaman konsep. Siswa dapat juga melatih keterampilannya melalui permainan matematika dengan alat peraga permainan. Tim pengabdian melakukan sosialisasi penggunaan alat permainan yang ada pada math corner. Tim juga berpesan kepada sekolah mitra agar alat-alat peraga tetap disimpan pada math corner di pojok kelas bukan disimpan di ruang guru dengan harapan siswa dapat memanfaatkannya setiap saat.

Selama pelaksanaan kegiatan ini, tim pengabdian juga menghadapi beberapa kendala dalam upaya realisasi kegiatan untuk pencapaian target luaran

26 yang telah ditetapkan. Kendala utama yang dihadapi diantaranya 1) idealnya alat peraga dan math corner dikembangkan oleh guru-guru dengan didampingi oleh tim pengabdian, namun hal ini belum terwujud mengingat pada saat program ini dilaksanakan, terbentur dengan berbagai kesibukan guru seperti mengajar, persiapan UAS, UN, pengisian rapot, dan persiapan penerimaan siswa baru, 2) ada salah satu sekolah mitra yang menyimpan alat-alat peraganya pada lemari khusus bukan pada math corner, mereka beralasan, takut alatnya rusak atau hilang karena guru tidak bisa mengawasi penuh keamanan alat-alat tersebut bila ditaruh di kelas. Ya tentu saja, tim pengabdian kembali harus memberikan penjelasan ke pihak sekolah maksud dari pengembangan math corner.

Terlepas dari kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program ini, ada hal menarik yang kami dapatkan yaitu, kelompok mitra sangat antusias dan respek dengan setiap kegiatan yang diselenggarakan. Mereka sangat kooperatif dalam memfasilitasi setiap kegiatan yang dilakukan. Kehadiran dan partisipasi mereka sangat tinggi. Hal ini menandakan bahwa kelompok mitra menyamput positif kegiatan yang telah dilakukan.

27 BAB 6

Dokumen terkait