HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian .1 Sejarah Perusahaan
4.1.4 Logo PT. Sinar Halomoan
Filosofi logo PT. Sinar Halomoan adalah duri yang menggambarkan kelapa sawit dengan buah yang banyak dilihat dari duri yang mengelilingi dan warna kuning menggambarkan kejayaan.
Gambar 4.2
Logo PT. Sinar Halomoan
4.1.5 Struktur Organisasi PT. Sinar Halomoan Gambar 4.3
Struktur Organisasi PT. Sinar Halomoan
Struktur Organisasi PT Sinar Halomoan
Struktur Organisasi Unit Kandir Direktur Utama
Direktur
Unit Kebun Unit PKS Dept. Keu & SDM
Assisten Komisaris
Assisten Keu & SDM
-Staff accounting
& Budget
Pengadaan &
Logistik
Payroll Danru
Satpam Staff Accounting
& Pajak
KR. Gudang
Anggota
Staff Accounting
& Kasir
PB. KR.
Gudang
Komisaris Utama
Assisten Mill Manager
4.2 Pembahasan
Penulis telah melakukan wawancara dengan pihak PT. Sinar Halomoan menanyakan terkait penerapan budaya Kaizen yang diterapkan di PT. Sinar Halomoan. Berikut ini merupakan daftar pertanyaan dan hasil wawancara yang dilakukan pemulis terhadap informan yang terdiri dari Direktur Utama PT. Sinar Halomoan, Manajer SDM, Middle Manajer, Karyawan di PT. Sinar Halomoan.
Berikut ini merupakan hasil rincian daftar pertanyaan dan hasil wawancara, diantaranya:
Tabel 4.1 Hasil Wawancara
No Pertanyaan Hasil Wawancara
1 Mengapa perusahaan memilih budaya Kaizen sebagai budaya organisasi di PT.
Sinar Halomoan?
Berdasarkan wawancara pada poin pertanyaan ini yang diajukan pada informan kunci yaitu Dirut PT. Sinar Halomoan budaya Kaizen dirasa pas sebagai budaya organisasi di PT. Sinar Halomoan karna dilihat dari beberapa organisasi di Indonesia yang sudah menggunakan budaya kaizen menjadi organisasi yang lebih maju lagi dan PT.
Sinar Halomoan juga menerapkannya berharap sesuai untuk mewujudkan visi-misi organisasi dan meningkatkan kinerja karyawan. Dan sampai sekarang masih menerapkan budaya kaizen karna banyak sekali dampak positif yang didapatkan organisasi dalam penerapan budaya kaizen tersebut.
2
Apakah perusahaan sudah konsisten dalam menerapkan budaya Kaizen secara disiplin?
Berdasarkan hasil wawancara menunjukkan bahwa semua infoman menyatakansudah diterapkan, tentunya perusahaan selalu konsisten dalam menerapkan peraturan yang sudah dibuat.
3 Bagaimana konsep 5S Seiri, Seiso, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke yang diterapkan di PT. Sinar Halomoan?
Konsep 5S meliputi Seiri, Seiso, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke (ringkas, rapi, resik, rawat dan disiplin). Konsep 5S yang diterapkan di PT. Sinar Halomoan meliputi :
1. Konsep Seiri (Ringkas) memuat aturan yang mengharuskan pihak manajemen maupun para karyawan untuk menetukan dan memisahkan barang dan berkas dokumen yang diperlukan maupun tidak diperlukan pada masing-masing unitkerja. Semua barang dan dokumen yang tidak digunakan lagi harus dipisahkan.
2. Seiton (rapi) yang mana pada tahapan ini mewajibkan pihak manajemen maupun para karyawan untuk meletakkan barang maupun berkas dokumen sesuai dengan posisi yang telah ditetapkan serta mengatur kembali ruang penyimpanan, seperti lemari berkas dokumen punya tempat penyimpanan, setiap tempat punya nama untuk barang tertentu serta member
nama pada setiap tempat penyimpanan.
3. Seiso (resik) mengharuskan pihak manajemen dan para karyawan untuk senantiasa menjaga kebersihan pribadi maupun lingkungan kerja.
4. Seiketsu (perawatan) yang mewajibkan setiap unit kerja untuk menjalankan prosedur standarisasi dalam menjaga ketiga tahapan yang telah dilakukan atau konsep 3S yang sudah dilaksanakan
5. Shitsuke (disiplin) yang mana pemimpin PT. Sinar Halomoan dan kepala devisi memberikan dorongan motivasi kepada para karyawan untuk senantiasa komitmen dalam hal menaati peraturan gerakan konsep 5S.
4 Bagaimana penerapan konsep PDCA di PT. Sinar Halomoan?
Berdasarkan hasil wawancara menunjukkan bahwa, konsep PDCA di PT. Sinar Halomoan meliputi :
1. Plan Merencanakan tujuan dan sasaran strategis yang dicanangkan yang bersifat jangka pendek maupun jangka panjang, perencanaaan ini berisi tentang analisis terkait potensi dan permasalahan yang dihadapi perusahaan.
2. Do Mengidentifikasi pondasi
orientasi sasaran maupun proses dengan meninjau kembali kinerja msing-masing karyawan dalam melaksanakanjob describtion masing-masing unit kerja dan perbaikan kualitas produk secara terus-menerus.
3. Check Pihak manajemen maupun karyawan melaksanakan rencana yang telah disusun sebelumnya dan tidak diperbolehkan melakukan penundaan dalam bekerja yang nantinya akan berakibat bertambahnya pekerjaan.
4. Action Melakukan pemantauan dan mengevaluasi terkait rencana yang dicanangkan yang memuat target kinerja karyawan, peningkatan laba, kualitas dan produktifitas dan lain sebagainya. Tekhnik ini dilakukan yaitu
observasi dan suvei.
5 Bagaimana penerapan konsep strandarisasi di PT. Sinar Halomoan?
Standarisasi dalam penerapansudah terlaksanakan dengan baik di PT. Sinar Halomoan. Standarisasi tekhnik pengerjaan (standard work technique) Tekhnik pengerjaan yang dilakukan di PT. Sinar Halomoan dilakukan dengan metode job describtion dan manjemen instruksi kerja sesuai dengan aturan dan rancangan yang telah dibuat oleh
perusahaan sesuai dengan standar, agar target bisa tercapai. Seperti pengerjaan pengolahan kelapa sawit menjadi cpo tentunya mengacu pada standar agar tercipta produk yang berkualitas.
Standarisasi siklus waktu pengerjaan (Cycle Time Standard) Siklus waktu pengerjaan di PT. Sinar Halomoan dapat dihitung dengan cara : waktu ketersediaan operasi / banyak kelapa sawit yang akan diolah. karyawan dituntut untuk bekerja giat dalam mengolah kelapa sawit, dalam memperbaiki mesin yang memiliki kendala dalam operasi lainnya.
Standarisasi urutan kerja (Work Sequence Standard) Bagian ini merupakan tugas bagi para operator dalam aktifitas kerjanya sehari-hari.
Standarisasi ini sangat penting untuk menentukan cara terbaik dan paling efesien untuk operator dalam melakuakan pekerjaan mereka.
Standarisasi jumlah WIP (Work In Proces) Pemborosan pada proses produksi pengolahan kelapa sawit terdapat empat stasiun pabrik kerja yang mengalami pemborosan yaitu stasiun kerja penyortiran, stasiun kerja loading ramp, stasium kerja thressing.
Berdasarkan hasil identifikasi didapat enam jenis pemborosan yaitu kelebihan produk (Over Productiosn), waktu
tunggu (Waiting Time), pergerakan (motion), persediaan (Inventory), dan produk cacat (defect). Rekomendasi perbaikan yang diberikan untuk mengatasi masalah pemborosan tersebut adalah memberikan pelatihan, mengurangi penyortiran manual, membuat perawatan mesin secara berkala, adanya informasi petunjuk kerja pada setiap stasiun dan melakukan perhitungan persediaan optimal.
6 Apakah diperusahaan selalu melakukan pemilhan antara barang-barang yang masih diperlukan dan tidak secara rutin dimeja kerja seperti Seiri?
Hasil wawancara dari informan kundi,tambahan dan pendukung menyatakan selalu dan sudah menerapkan konsep seiri di perusahaan.
7 Apakah diperusahaan melakukan penyimpanan
fungsional dengan
menyimpan barang ditempat yang tepat atau dalam tata letak yang benar ditempat kerja seperti konsep Seiton?
Berdasarkan hasil wawancara menunjukkan bahwa informan menyatakan sudah menerapkan konsep seiton.
8 Apakah diperusahaan karyawan selalu menjaga kebersihan lingkungan kerja seperti konsep Seiso?
Jawaban dari informan menyatakan sudah menerapkan konsep seiso diperusahaan.
9 Apakah seluruh karyawan merawat inventaris kerja dan bekerja sesuai dengan prodesur sesuai dengan
Jawaban dari informan menyatakan sudah menerapkan konsep seiketsu dengan merawat inventaris kerja dan bekerja sesuai dengan prosedur yang
konsep Seiketsu? dibuat perusahaan.
10 Apakah seluruh karyawan sudah mampu memlihara kedisiplinan pribadi seperti konsep Shitsuke?
Hasil wawancara dengan informan menyatakan karyawan sudah menerapkan konsep shitsuke
11 Apakah benar di PT. Sinar Halomoan selalu ada pelatihan mengenai penerapan budaya Kaizen dan job description secara berkala?
Di PT. Sinar halomoan selalu mengadakan pelatihan bukan hanya pelatihan mengenai konsep budaya kaizen tetapi juga tentang job description pelatihan yang dibuat organisasi.
12 Kendala apa saja yang dihadapi dalam penerapan budaya kaizen di PT. Sinar Halomoan?
Jawaban dari informan yaitu ada beberapa kendala yang dihadapi dalam penerapannya karna adanya perbedaan latar belakang, sifat dan karakter dari karyawan. ada yang susah menerapkannyatetapi perusahaan selalu memotivasi untuk terus berubah menjadi lebih baik lagi.
13 Apakah bapak merasakan suasana nyaman diperusahaan dengan adanya penerapan budaya kaizen?
Hasil wawancara dengan seluruh informan menyatakan bahwa mereka merasa lebih nyaman di perusahaan karna ruangan bersih dan tertata rapi.
14 Apakah pihak manajemen
selalu mengadakan
pemantauan dan evaluasi dalam penerapan konsep budaya kaizen?
Hasil wawancara dengan informan utama menyatakan pemantauan selalu dilakukan supaya bisa tahu kelemahan dan kelebihan dari strategi yang dibuat.
15 Apakah pihak manajemen selalu memotivasi karyawan dalam hal bekerja dan dalam kegiatan perawatan dan
Berdasarkan hasil dari wawancara dengan informan utamayaitu bentuk motivasi yang dilakukan selain dari memberikan masukan tapi juga
aktivitas perbaikan serta membuat pekerja terbiasa menaati aturan (rajin)?
memberikan reward bagi karyawan yang memiliki prestasi dengan kenaikan gaji dan lain sebagainya.
16 Apakah manajemen
perusahaan mendorong karyawan untuk selalu menetapkan tujuan yang jelas dalam melakukan pekerjaan?
Jawaban dari informan utama PT. Sinar Halomoan mereka selalu mendorong karyawan untuk fokus dalam mencapai tujuan organisasi dan meningkatkan produktifitas kinerjanya.
17 Apakah seluruh karyawan sudah menjalankan pekerjaan sesuai dengan target perusahaan?
Hasil wawancara dengan informan utama dan pendukung menyatakan bahwa karyawan setuju dengan pernyataan tersebut dan berusaha menjadi lebih baik.
18 Apakah perusahaan
menyediakan sarana pelatihan untuk meningkatkan kinerja karyawan?
Jawaban dari informan pendukung menyatakan perusahaan selalu mengadakan pelatihan dan menyediakan saeana pelatihan untuk meningktakan kinerja karyawannya.
19 Bagaimana penerapan konsep 5S , konsep PDCA dan standarisasi kaizen di PT.
Sinar Halomoan?
Dengan adanya Penerapan seluruh konsep kaizen di PT. Sinar halomoan membuat perusahaan menajdi semakin baik berarti seluruh konsep kaizen memberikan dampak positif bagi perusahaan.
20 Apakah budaya kaizen memberikan perubahan yang besar dalam segala hal di perusahaan?
Jawaban dari seluruh informan menunjukkan bahwa mereka setuju bahwa budaya kaizen memberikan dampak perubahan yang semakin baik diperusahaan.
21 Apakah hubungan kerja antara pimpinana, devisi dan karyawan terjalin baik?
Hasil wawancara dari seluruh informan mereka setuju dengan adanya budaya kaizen hubungan kerja terjalin semakin
baik.
22 Apakah perusahaan
menyediakan sarana pelatihan yang semakin baik untuk meningkatkan keterampilan karyawan?
Hasil wawancara dari informan pendukung menyatakan bahwa perushaan selalu meningkatkan sara pelatihan bagi karyawan dan setiap tahunnya menambah banyak pelatihan di organisasi.
23 Apakah perusahaan
memberikan pelatihan secara berkelanjutan kepada karyawana?
Informan pendukung menyatakan Pelatihan selalu diadakan setiap 3 bulan sekali di perusahaan.
24 Apakah intensitas kehadiran peserta yang mengikuti pelatihan sudah cukup tinggi dari pelatihan-pelatihan sebelumnya?
Hasil dari wawancarayang dilakukan dengan infroman pendukung kehadiran peserta sangat tinggi karna sudah terjadwal siapa saja yang ikut dipelatihan.
25 Bagaimana tekhnik yang
digunakan dalam
penyampaian materi sudah sesuai dengan tujuan dan pencapaian sasaran?
Berdasarkan wawancara yang dilakukan denagn informan pendukung manyatakan Tentunya, karna pembawa materi yang undang adalah orang yang berpengalaman dan memang ahli dalam ha pelatihan terebut
26 Apakah hubungan kerja antara karyawan dengan karyawan terjalin semakin baik?
Jawaban dari informan pendukung menyatakan hunungan antara sesame karyawan terjalin semakin baik dan erat.
27 Apakah suasana kerja diperusahaan sudah semakin nyaman aman dan nyaman ?
Hasil dari wawancara dengan seluruhinforman manyatakan bahwa suasana perusahaan semakin aman dan nyaman karna sudah tau job describtion masing-masing dan lingkungannya juga bersih.
28 Apakah perusahaan menyediakan peralatan kerja yang semakin baik?
Jawaban seluruh informan Semakin hari semakin baik peralatan kerja karna selalu ada perawatan juga K3 di perusahaan baik.
29 Apakah semangat kerja karyawan semakin meningkat dengan dilihat dari kehadiran dihari kerja?
Hasil dari wawancara menyatakan Tentunya kehadiran selalu menjadi prioritas utama karyawan harus mengikuti peraturan, denagn adanya pemberian reward membuat karyawan lebih semangat lagi bekerja.
30 Apakah karyawan mencapai kualitas kerja yang maksimal dengan fasilitas kerja yang diberikan perusahaan?
Jawaban informan pendukung,Dengan adanya fasilitas yang baik tentunya karyawan mampu menyelesaikan pekerjaan tanpa ada kendala.
31 Apakah karyawan semakin baik kinerjanya dan mampu menyelesaikan tugas sesuai sesuai dengan standar yang telah ditetapkan perusahaan?
Berdasarkan wawancara dengan informan utama dan pendukung menyatakan kinerja karyawan semakin baik lagi dan mampu menyelesaikan tugas sesuai standarisasi organisasi.
32. Bagaimana penerapan konsep 3M kaizen di PT. SInar Halomoan?
Hasil wawancara konsep 3M kaizen informan mengatakan bahwa konsep Mura (pemborosan) pada PT. Sinar Halomoan tidak dalam hal apapun itu.Untuk konsep Muri (pembebanan) kepada karyawan, berdasarkan wawancara yang dilakukan pembebanan yang dimaksud adalah pemberian kerja lembur kepada karyawan, dan dari perusahaan akan menghargai kerja lembur karyawan dengan memberikan uang lembur. Untuk konsep Mura (ketimpangan) ketidak teraturan dalam
bekerja. Informan mengatakan bahwa tidak pernah mengalami hal tersebut dalam perusahaan.
4.2.1 Hasil Analisis Penerapan Konsep 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) pada PT. Sinar Halomoan
Implementasi konsep 5S (Seiri, Seiso, Seiton, Seiketsu, Shitsuke) yang diterapkan di PT. Sinar Halomoan yaitu:
Konsep Seiri (Ringkas) pada bagian kantor PT. Sinar Halomoan sudah menerapkan konsep Seiri ini dengan menentukan dan memisahkan barang/alat-alat dan berkas dokumen yang diperlukan dan tidak diperlukan lagi pada masing-masing unit kerja secara sistematis dengan membuat aturan dalam menentukan dokumen yang tidak diperlukan dan membuat perangkat dalam menyimpan soft file yang perlu di computer kantor dan flasdisc yang dipegang oleh perangkat yang menyimpan berkas, dan membuat tanda secara spesifik pada berkas dokumen yang sering digunakan supaya mempermudah untuk mencari dokumen bila diperlukan. Upaya ini dilakukan karyawan PT. Sinar Haloman supaya tempat penyimpanan menjadi lebih efesien karena dipergunakan untuk menyimpan barang dan berkas dokumen yang dibutuhkan saja dan bertujuan agar tempat kerja terlihat rapi dan bersih.
Dalam pengembangan tekhnologi informasi menggunakan monitor amergency pada bagian mesin yang rusak dan perlu perbaikan. Dibagian produksi dan gudang juga sudah menerapkan konsep Seiri ini dengan selalu membuang barang-barang yang sudah tidak diperlukan lagi secara berkalaguna untuk meminimalisir pemborosan waktu dalam pencarian barang yang diperlukan.
Setelah menyortir semua barang dan dokumen yang tidak diperlukan lagi tahapan selanjutnya adalah Seiton (Rapi) pada tahapan ini bagian kantor PT. Sinar Halomoan sudah menerapkannya dengan meletakkan barang maupun berkas dokumen sesuai dengan posisi yang telah ditetapkan dan memberikan nama pada barang tertentu dan memberi nama disetiap tempat penyimpanan supaya jika diperlukan proses kerja menjadi cepat serta mengatur kembali ruang penyimpanan berkas dokumen seperti rak, lemari, brankas dikantor, supaya pencarian dokumen menjadi mudah. Bagian produksi dan gudang juga sudah menerapkan konsep Seiton ini dilihat dari kerapian dalam proses produksinya dan kerapian barang-barang yang tersusun tanpa ada yang tercecer.
Tahapan selanjutnya adalah Seiso (Resik) seluruh karyawan di PT. Sinar Halomoan senantiasa menjaga kebersihan pribadi maupun lingkungan kerja.
Dalam hal ini para karyawan di bagian kantor diharuskan berpenampilan rapi dan bersih. Dalam hal kebersihan lingkungan kerja pihak organisasi menggunakan jasa cleaning service untuk membersihkan ruangan kerja kantor, lantai, ruang ibadah, dan merapikan berkas diatas meja kerja. Pekarangan PT. Sinar Halomoan juga selalu bersih dan rapi dilihat dari taman yang ada disana penuh dengan keindahan tanpa ada sampah yang tercecer. Bagian produksi dan gudang juga menerapkan Seiso dilihat dari kebersihan lingkungan produksi dan gudang tanpa ada barang yang berantakan. PT. Sinar Halomoan yakin jika lingkungan kerja senantiasa bersih, maka akan meningkatkan produktifitas kinerja karyawan.
Untuk langkah yang selanjutnya Seiketsu (Perawatan) dalam perawatan mesin produksi, karyawan PT. Sinar Halomoan membuat jadwal sekali seminggu disetiap hari jumat dengan melakukan pembersihan pada mesin secara berkala dan pengecekan pada hidrolik menggunakan contak clining agar mesin tetap awet dan
meminimalisir mesin rusak pada saat jam operasional. Stasiun perebusan dulunya masih manual sekarang sudah menggunakan logic control menggunakan PLC Simen. Para karyawan PT. Sinar Halomoan merawat semua barang-barang dan alat-alat jugan inventaris yang ada di PT. Sinar Halomoan agar tetap baik dan bagus. Dalam tahapan Seiketsu ini sudah banyak dampak positif yang dirasakan pada PT. Sinar Halomoan, yakni mengalami biaya penyelenggaraan operasi yang rendah, mendidik karyawan untuk selalu disiplin agar produktifitas para karyawan meningkat.
Yang terakhir adalah Shitsuke (Disiplin) karyawan di PT. Sinar Halomoan disiplin terlihat dari integritas kehadiran karyawan yang tinggi dan sudah menggunakan pinjer print dalam mengabsen karyawan. Dalam memberikan motivasi pimpinan mengadakan breaving disetiap pagi oleh pimpinan langsung bersama karyawan untuk memberikan pembinaan sekaligus motivasi agar karyawan semangat bekerja setiap harinya.
4.2.2 Hasil Analisis Penerapan Konsep PDCA di PT. Sinar Halomoan PT. Sinar Halomoan sudah mempunyai Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahunan masing-masing unit, pimpinan membagikan rencana kegiatan kepada setiap pimpinan unit untuk dibagikan kepada setiap pegawai tetap terkait job description. Peningkatan kerja di PT. Sinar Halomoan terkait strategi belum optimal dilihat dari kinerja karyawan masih ada masalah yang mengakibatkan laba tidak stabil dan tidak sesuai target pencapaian yang sudah dibuat.
Konsep PDCA (Plan, Do, Check, Action) yang diterapkan di PT. Sinar Halomoan secara spesifikasi memuat:
Plan Merencanakan tujuan dan sasaran strategi, PT. Sinar Halomoan sudah membuat perencanaan startegi yang bersifat jangka pendek maupun jangka
panjang. Perencanaan ini berisi tentang analisis terkait potensi dan permasalahan yang dihadapi perusahaan. Sasaran strategis yang dibuat oleh PT. Sinar Halomoan yaitu mewujudkan pengelolahan organisasi yang visioner, meningkatkan laba organisasi, melakukan perbaikan secara terus-menerus, menciptakan karyawan yang unggul dalam kinerjanya, menciptakan produktifitas yang tinggi, menciptakan organisasi yang memiliki fleksibilitas dan cekatanan terhadap perubahan.
Terkait rencana strategi yang dibuat, karyawan di PT. Sinar Halomoan sudah diberi pemahaman terkait proses mengenai apa yang harus dicapai serta bagaimana cara mencapainya secara bersama-sama dengan tim dengan cara yang efektif.Langkah selanjutnya adalah Do dalam penerapan rencana strategi yang sudah dibuat, karyawan PT. Sinar Halomoan belum sepenuhnya bisa menerapkan rencana strategi yang sudah dibuat, dilihat dari pencapaian startegi organisasi oleh karyawan yang belum optimal ditinjau dari laba organisasi yang turun naik tidak stabiltidak sesuai standar pencapaian yang sudah ditetapkan setiap bulannya dan kinerja karyawan belum sesuai dengan harapan.
Check pihak manajemen PT. Sinar Halomoan mengidentifikasi permasalahan yang mengakibatkan perencanaan tidak sesuai dengan sasaran dengan meninjau kembali kinerja masing-masing karyawan dalam melaksanakan job description. Ditemukan permasalahan yang mengakibatkan rencana strategi belum tercapai secara optimal yaitu kinerja karyawan di PT. Sinar Halomoan belum sesuai dengan standarisasi kerja yang dibuat oleh perusahaan dengan alasan karyawan belum sepenuhnya paham bagaimana cara mencapai strategi yang sudah dibuat juga terkait batas waktu penyelesaian pekerjaan yang lambat dan tidak sesuai target yang mengakibatkan laba perusahaan naik turun dan tidak stabil dan
tidak sesuai standar pencapaian yang ditetapkan. Dalam tahap peninjauan kinerja karyawan PT. Sinar Halomoan mengadakan rapat kordinasi antara pimpinan dengan manajer tentang bagaimana penyampaian rencana strategi yang baik dan mudah dipahami terhadap seluruh karyawan agar strategi bisa dicapai secara optimal, kinerja karyawan yang tidak sesuai standar kinerja organisasi dan bagaimana mengatasi kualitas produk dan laba yang tidak stabil dan tidak sesuai target.
Tahapan selanjutnya Action pihak manajemen PT. Sinar Halomoan dan karyawan melaksanakan rencana strategi yang telah disusun sebelumnya dan tidak diperbolehkan melakukan penundaan dalam bekerja yang nantinya akan berakibat bertambahnya pekerjaan sehingga tidak mencapai optimalisasi. Setelah itu manajemen melakukan pemantauan dan melakukan evaluasi terkait rencana strategi yang dibuat yang memuat target kinerja karyawan, laba, pembiayaan dan sebagainya. Tekhnik yang dilakukan manajemen PT. Sinar Halomoan dengan melakukan observasi dan survey langsung kelapangan untuk memantau langsung kinerja karyawan dengan melihat proses karyawan dalam bekerja. Selanjutnya pimpinan melakukan proses coaching dan output kinerja karyawan yang dirasakan oleh pimpinan sendiri.
Dalam melakukan perbaikan kinerja karyawan di PT. Sinar Halomoan dilakukan dengan cara mengadakan pelatihan-pelatihan khusus program kerja masing-masing karyawan agar kinerjanya meningkat dan sesuai dengan standarisasi organisasi dan tercapainya visi misi organisasi dan juga pemberian motivasi oleh pimpinan langsung ke karyawan. Tujuannya agar setiap perubahan strategis yang dilakukan di unit-unit organisasi berjalan dengan sinkron sehingga tidak ada kebijakan yang bertolah belakang.