• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lokasi dan Objek Penelitian

BAB II TINJAUAN TEORITIS

B. Lokasi dan Objek Penelitian

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian

27

Objek dari penelitian ini adalah pengasuh, ustadz-ustadzah dan juga santri.

Dimana peneliti akan meneliti bagaimana pembinaan pondok pesantren kepada santrinya sehingga membentuk akhlak yang baik kepada setiap santri.

C. Fokus Penelitian dan Deskripsi Penelitian 1. Fokus Penelitian

Adapun fokus penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu:

a. Efektivitas pembinaan akhlak santri di pondok pesantren Al-Qur’an Babussalam.

2. Deskripsi Fokus Penelitian

a. Efektivitas pembinaan akhlak santri pondok pesantren Al-Qur’an Babussalam

Yang dimaksud efektivitas pembinaan akhlak santri di pondok pesantren Al-Qur’an Babussalam adalah suatu keadaan yang menunjukkan efek atau dampak dari pembinaan akhlak santri di pondok pesantren Al-Qur’an Babussalam.

D. Sumber Data 1. Data Penelitian

Sumber data dalam penelitian ini adalah subjek dari mana data dapat di peroleh. Dalam penelitian ini peneliti akan menggunkan dua sumber data yaitu:

a) Data primer

Joko subagyo mengatakan bahwa, data primer adalah data yang di peroleh langsung dari informan melalui wawancara, observasi dan alat bantu lainnya yang berhubungan dengan fenomena yang akan diteliti.38 Dalam penelitian ini data primer didapatkan melalui wawancara dengan pimpinan pondok, pembina santri putra, pembina santri putri dan juga santri.

b) Data sekunder

Selain menggunakan data primer, peneliti juga akan menggunakan data sekunder. Data sekunder merupakan sumber data yang di dapatkan secara tidak langsung dari informan atau data yang dikumpulkan peneliti melalui media perantara yang menunjang sumber pertama berupa data-data, buku, dokumen serta penunjang unsur lainnya.

E. Instrumen Penelitian

Alat penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini berdasarkan teknik yang digunakan ialah sebagai berikut:

1. Pedoman observasi

Instrumen yang digunakan peneliti sebagai panduan untuk melakukan pengamatan terhadap objek secara langsung ,mengenai pembinaan akhlak di pondok pesantren Al-Qur’an Babussalam.

2. Pedoman wawancara

38Joko Subagyo, Metode Penelitian Dalam Teori dan Praktek (Jakarta, Rineka Cipta, 2004), hal 86

29

Instrumen yang digunakan dalam melaksanakan sebuah proses wawancara berupa pertanyaan-pertanyaan atau pedoman wawancara yang telah dibuat oleh peneliti yang diajukan kepada informan dengan tujuan mendapatkan mendapatkan informasi secara lisan yang dapat menjelaskan masalah penelitian.

3. Pedoman dokumentasi

Yaitu bentuk pengumpulan data yang berkaitan dengan fenomena penelitian melalui gambar dan dokumentasi tertulis.

F. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Observasi

Observasi adalah perhatian yang terfokus terhadap kejadian gejala, atau sesuatu.39 Metode ini merupakan pencatatan atau pengamatan secara langsung dan sistematis terhadap fenomena yang terjadi di lokasi penelitian. Metode observasi ini sangat diperlukan bagi peneliti, untuk memperoleh data aktual mengenai efektivitas pembinaan akhlak santri pondok pesantren Al-Qur'an Babussalam Kecamatan Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar. Kegiatan observasi ini berarti peneliti akan terjung langsung untuk mengamati bagaimana pembinaan akhlak yang dilakukan oleh pihak pondok pesantren kepada santrinya.

39Ibid., hal.38

Melalui observasi ini, peneliti juga dapat melihat secara langsung bagaimana kegiatan yang berlangsung di pondok pesantren dan bagaimana proses pembelajaran berlangsung, sehingga membentuk akhlak yang baik bagi setiap santri.

2. Wawancara

Wawancara adalah metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian kualitatif. Karena wawancara sering digunakan dalam penelitian kualitatif, maka wawancara seolah-olah menjadi ikon dalam metode pengumpulan data penelitian kualitatif.40

Wawancara terdiri dari sejumlah pertanyaan yang disiapkan oleh peneliti dan akan ditanyakan langsung kepada seseorang mengenai topik penelitian dan peneliti mencatat sendiri tanggapan-tanggapan dari informan.41

Dalam kegiatan wawancara ini, peneliti akan mencari waktu yang tepat, untuk menciptakan suasana yang nyaman antara peneliti dan informan selama proses wawancara berlangsung. Peneliti akan menggunakan teknik wawancara tidak terstruktur, agar informan penelitian merasa nyaman selama proses wawancara berlangsung.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan wawancara semi terstruktur dengan karakteristik pertanyaan terbuka, tetapi selalu ada batasan topik dan alur pembicaraan, kecepatan wawancara dapat

40Haris Herdiansyah, Metodologi Penelitian Kualitatif Untuk Ilmu-Ilmu Sosial (Jakarta, Salemba Humanika,2010). hal. 117

41Ibid. hal 50

31

diprediksi terlebih dahulu dengan tujuan agar percakapan tidak meluas kearah yang tidak terkontrol (dalam hal pertanyaan atau jawaban), memiliki pedoman wawancara yang digunakan seperti tema wawancara, dan tujuan wawancara adalah untuk memahami suatu fenomena.

Mereka yang akan mengikuti proses wawancara nantinya adalah pengasuh, pengelola, ustadzustadzah, termasuk santri pondok pesantren Babussalam Al-Qur'an Kecamatan Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar.

3. Dokumentasi

kegiatan dokumentasi adalah sebagai laporan tertulis tentang suatu peristiwa yang isinya berasal dari penjelasan dan penelitian tentang peristiwa tersebut dan sengaja ditulis untuk menyimpan dan menyampaikan informasi sepanjang peristiwa tersebut.42

Studi dokumentasi merupakan salah satu metode pengumpulan data kualitatif dengan melihat atau menganalisis dokumen dokumen yang dibuat oleh subjek sendiri atau oleh orang lain.43

Kegiatan dokumenter memiliki arti penting dalam penelitian kualitatif, karena melalui dokumen dapat memberikan gambaran tentang objek dan mata pelajaran Pondok Pesantren Al-Qur'an Babussalam.

Kegiatan dokumentasi ini merupakan pelengkap dari metode wawancara dan observasi. Melalui dokumen ini, peneliti dapat memperoleh data

42Winarno Suherman, Dasar Metode Teknik Penelitian (Bandung, Tarsito,1985), hal.143

43Haris Herdiansyah, Metode Penelitian Kualitatif Untuk Ilmu-Ilmu Sosial (Jakarta, Salemba Humanika, 2010)

tekstual yang tersimpan, serta dokumen penting lainnya. Seperti pendokumentasian jadwal kegiatan santri, struktur kepengurusan santri, sarana dan prasarana pondok pesantren.

G. Teknik Analisis Data

Analisis adalah kegiatan menggunakan data untuk memperoleh kebenaran atau ketidakbenaran suatu hipotesa. Dalam analisis, dibutuhkan imajinasi dan kreativitas untuk menguji kemampuan penalaran peneliti.

Analisis data merupakan awal transisi dari mendapatkan data mentah asli ke penggunaan data, sehingga diketahui hubungan antara satu bagian data dengan bagian lainnya.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik analisis model interaktif. Teknik analisis data model interaktif seperti yang dikemukakan Matter B, Miles Huberman analis data kualitatif dapat di tempuh melalui tiga cara yaitu:

1. Reduksi Data

Reduksi data berarti menggabungkan data yang diperoleh dari berbagai sumber, memilih item-item penting, memfokuskan pada hal-hal penting, topik dan pola, dan menghilangkan hal-hal yang tidak perlu. Hasilnya, ringkasan data akan memberikan gambaran yang lebih jelas, sehingga memudahkan peneliti untuk mencari dan mengumpulkan data tambahan jika diperlukan.

2. Penyajian data

33

Menyajikan data dalam penelitian kualitatif, penyajiannya dapat berupa uraian singkat, hubungan antar kategori, flowchart, dll. Dengan cara ini, data yang diperoleh dapat diatur dan diatur dalam pola relasional, sehingga penelitian lebih mudah dipahami.

2. Verifikasi

Verifikasi atau penarikan kesimpulan. Yang berisi jawaban-jawaban atas rumusan masalah yang telah dirumuskan sejak awal.44

44Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan:Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D hal. 338

Dokumen terkait