• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

B. Lokasi dan Subjek Penelitian

a. Tempat penelitian

Penelitian tindakan kelas ini akan dilaksanakan di SMA Negeri 2 Takalar.

b. Waktu penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada awal semester ganjil tahun ajaran 2020/2021

2. Subjek Penelitian

Tabel 3.1 Jumlah siswa kelas X SMA Negeri 2 Takalar

No Kelas Jumlah siswa

1 X IPA 1 36 Orang

2 X IPA 2 36 Orang

3 X IPA 3 36 Orang

4 X IPA 4 35 Orang

5 X IPS 1 36 Orang

6 X IPS 2 36 Orang

7 X IPS 3 36 Orang

8 X IPS 4 36 Orang

Jumlah 287 Orang

Berdasarkan tabel di atas, Subjek yang diteliti dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 2 Takalar Tahun pembelajaran 2020/2021 yang berjumlah 287 orang sehingga dalam hal ini peneliti memfokuskan penelitian ini dilakukan dikelas X IPA 4 yang berjumlah 35 orang yang terdiri atas 14 siswa laki-laki dan 21 siswa perempuan. Adapun alasan peneliti memilih sekolah tersebut sebagai tempat penelitian karena penelitian tentang kemampuan membedakan paragraf deduktif dan induktif pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Takalar belum pernah dilakukan di sekolah tersebut.

C. Fokus Penelitian

Fokus penelitian ini yaitu siswa kelas X SMA Negeri 2 Takalar. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan membedakan paragraf deduktif dan induktif melalui kegiatan membaca intensif.

D. Prosedur Penelitian

Prosedur pelaksanaan PTK terdiri atas empat tahapan proses kegiatan yang meliputi: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II Secara terperinci pelaksanaan penelitian untuk dua siklus ini sebagai berikut:

Siklus PTK

Model Siklus PTK (Arikunto & Suhardjono, 2006) Siklus I

1. Perencanaan

Adapun kegiatan yang dilakukan dalam tahap perencanaan ini adalah sebagai berikut:

Perencanaan

SIKLUS I Pelaksanaan

Observasi Refleksi

Perencanaan

SIKLUS II Pelaksanaan

Refleksi

Observasi

Hasil

a. Menelaah kurikulum SMA Negeri 2 Takalar agar dapat mengalokasikan waktu yang tersedia antara materi pelajaran dengan rencana penelitian.

b. Membuat rencana pembelajaran (RPP) untuk melaksanakan tindakan.

c. Menyediakan sarana yang diperlukan.

d. Membuat lembar observasi guru dan lembar observasi siswa e. Membuat dan menyusun bahan evaluasi

2. Pelaksanaan

Pada tahap ini dilaksanakan tindakan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Memulai proses belajar mengajar yang menyangkut materi pembelajaran sesuai dengan scenario yang telah direncanakan.

b. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan di capai

c. Menjelaskan materi pembelajaran membedakan paragraf deduktif dan induktif d. Memberikan kesempatan siswa untuk bertanya

3. Observasi

Observasi ini dilakukan pada saat guru melaksanakan proses belajar mengajar. Guru mencatat hal yang dialami oleh siswa, situasi dan kondisi belajar siswa berdasarkan lembar observasi yang sudah disiapkan dalam hal ini mengenai kehadiran siswa, dan mengikuti proses belajar mengajar.

4. Refleksi

Pada tahap ini peneliti dapat merefleksikan setiap hal yang dipeoleh melalui lembar observasi, kemudian menilai dan mempelajari perkembangan hasil siswa pada siklus I, dan kedua hasil inilah yang selanjutnya dijadikan acuan bagi peneliti untuk merencanakan perbaikan dan penyempurnaan pada siklus

berikutnya (siklus II) sehingga hasil yang dicapai lebih baik dari siklus sebelumnya (siklus I).

Siklus II

Pelaksanaan tindakan siklus II ini relatif sama dengan pelaksanaan tindakan pada siklus I, namun dalam pelaksanaan ini dilakukan perbaikan-perbaikan dari siklus I sehingga hasil belajar meningkat.

1. Perencanaan

Adapun kegiatan yang dilakukan dalam tahap perencanaan ini adalah sebagai berikut:

a. Mempersiapkan perangkat pembelajaran

b. Membuat rencana pembelajaran (RPP) pelaksanaan tindakan c. Menyediakan sarana pendukung yang diperlukan

d. Membuat lembar observasi untuk melihat keaktifan 2. Pelaksanaan

Dalam Tindakan siklus II adalah melanjutkan langkah-langkah yang telah dilakukan pada siklus I dan melakukan beberapa perbaikan yang perlu dilakukan.

3. Observasi

Melakukan observasi aktivitas siswa selama proses belajar mengajar berlangsung dengan menggunakan lembar observasi. Melakukan evaluasi dengan memberikan tes membedakan paragraf deduktif dan induktif melalui membaca intensif yang dilakukan pada akhir tindakan siklus II untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa.

4. Refleksi

Meninjau kembali hasil yang diperoleh dengan membandingkan hasil belajar siklus I dengan siklus II, dan hasil yang diperoleh pada tahap observasi dan evaluasi pada siklus I dan siklus II dianalisis dan membuat kesimpulan.

E. Instrumen Penelitian

Menurut Sugiyono (2010) instrumen penelitian adalah suatu alat digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamat. Dalam penelitian ini peneliti hanya menggunakan instrumen berupa tes tertulis dan lembar observasi.

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Tes tertulis sebagai acuan untuk mengetahui adanya peningkatan atau tidaknya dalam hasil belajar siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia khususnya dalam membedakan paragraf deduktif dan induktif pada setiap siklusnya. Alat tes kemampuan membedakan paragraf deduktif dan induktif berupa tugas berisi perintah kepada siswa untuk membaca secara intensif teks bacaan yang telah diberikan kemudian menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan paragraf deduktif dan induktif. Tes yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk uraian dalam bentuk soal sebagai alat penilaian untuk mengukur kemampuan siswa dalam membedakan paragraf deduktif dan induktif.

Tabel 3.2 Alat Penilaian Membedakan Paragraf Deduktif dan Induktif

No Indikator Kriteria Penilain Skor

1. Menemukan jenis paragraf a. Tepat menentukan jenis paragraf b. Tidak tepat menentukan jenis

paragraf

32 8

2. Menentukan kalimat utama a. Tepat menentukan kalimat utama

b. Tidak tepat menentukan kalimat utama

24

6

3. Mengemukakan alasan a. Alasan sesuai dengan pemilihan paragraf

b. Alasan tidak sesuai dengan pemilihan paragraf

Lembar observasi adalah alat penilaian yang digunakan untuk mengukur tingkah laku individu maupun proses terjadinya suatu kegiatan yang dapat diamati, baik dalam situasi sebenarnya maupun dalam situasi buatan. lembar observasi dibagi menjadi dua kategori yaitu:

a. Lembar observasi untuk aktivitas guru

Lembar observasi ini untuk mengamati aktivitas guru saat pembelajaran melalui pembelajaran membaca intensif dalam kemampuan membedakan paragraf deduktif dan induktif.

b. Lembar observasi untuk aktivitas siswa

Lembar observasi aktivitas siswa yaitu untk mengumpulkan data mengenai aktivitas-aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung mengenai, perhatian, kesungguhan, dan keberanian siswa serta hasil belajar siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia mengenai kemampuan membedakan paragraf deduktif dan induktif.

Tabel 3.3 Lembar Observasi Kegiatan Guru

No Aspek Yang Diamati Kriteria penilaian

ya Tidak Ket 1. Memulai Pembelajaran (Salam, Doa,

dan Apersepsi

2. Membuka Pembelajaran

3. Memberikan motivasi kepada siswa 4. Menjelaskan materi sesuai topik

pembelajaran

5. Menyajikan bahan bacaan

6. Memberikan waktu tertentu untuk mengerjakan soal

7. Mengecek waktu dan memeriksa pelajaran

8. Melakukan penilaian dan evaluasi 9. Menutup pembelajaran

Tabel 3.4 Lembar Observasi Aktifitas Siswa

NO Aspek yang diamati

memperhatikan penjelasan guru pada saat proses pembelajaran berlangsung 3 Siswa yang mengajukan pertanyaan

kepada guru pada saat proses pembelajaran berlangsung

4 Siswa yang berani menjawab pertanyaan, baik dari guru maupun dari siswa lain pada saat proses pembelajaran berlangsung

F. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berbentuk tes. Teknik tes merupakan suatu bentuk pemberian tugas atau pertanyaan yang harus dikerjakan oleh siswa yang sedang dites (Nurgiyantoro, 2001). Data dalam penelitian ini diperoleh dari kegiatan membedakan paragraf deduktif dan induktif yang diambil dari tes tiap akhir siklus. Kegiatan ini dilakukan sebanyak dua kali, yaitu pada siklus I dan siklus II. Pada akhir pembelajaran guru memberikan tugas dengan cara membedakan paragraf deduktif dan induktif secara individu berdasarkan dengan sample yang dibagikan.

G. Teknik Analisis Data

Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk menganalisis data tentang perhatian dan antuasias siswa dalam pembelajaran, perubahan perilaku siswa yang ditandai dengan adanya peningkatan aktivitas siswa yang dapat diperoleh melalui hasil analisis data observasi pada saat proses pembelajaran. Sedangkan data kuantitatif diperleh dari hasil belajar membedakan paragraf deduktif dan induktif melalui kegiatan membaca intensif pada siklus I dan II. Untuk menganalisis data kuantitatif digunakan statistik deskriptif, misalnya mencari rata-rata dan presentase keberhasilaan belajar, tabel frekuensi, presentase nilai terendah dan tertinggi yang didapatkan oleh peserta didik.

Data dalam penelitian ini ditampilkan dalam bentuk persentase angka atau skor yang diperoleh dengan menggunakan alat pengumpulan data yang jawabannya berupa rentang skor atau pertanyaan yang diberi bobot. Untuk

memperoleh frekuensi relative/angka maka akan dilakukan perhitungan dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Keterangan:

F = Frekuensi yang sedang dicari persentasenya N = Jumlah frekuensi/banyaknya individu P = Angka persentase

(Sudijono, 2001)

Kuantitatif dalam penelitian ini berupa nilai (angka) hasil belajar siswa.

Nilai hasil belajar siswa dicari dengan menggunakan rumus:

Na Keterangan:

Na = Nilai Akhir

N = Nilai yang diperoleh N = Nilai maksimal

Nilai hasil belajar seluruh siswa selanjutnya dicari nilai rata-ratanya dengan menggunakan rumus:

x =

keterangan:

x = Nilai rata-rata

= Jumlah semua nilai siswa

= Jumlah siswa (Aqib, 2011)

Tabel 3.5 Kriteria Penilaian Membedakan Paragraf Deduktif dan

Indikator dalam penelitian ini adalah jika skor rata-rata hasil membedakan paragraf deduktif dan induktif atau ketuntasan membedakan paragraf deduktif dan induktif dari siswa mengalami peningkatan, siswa dikatakan lulus apabila memperoleh skor minimal 70 dari skor ideal, dan tuntas secara klasikal apabila 70%

siswa memperoleh nilai kkm 70.

36 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Dalam hasil penelitian ini, peneliti telah melaksanakan penelitian tindakan kelas sesuai dengan tahapan dan prosedur yang telah ditetapkan sebelumnya sehingga dari pelaksanaan penelitian ini diperoleh data tentang peningkatan kemampuan membedakan paragraf deduktif dan induktif melalui kegiatan membaca intensif pada pembelajaran bahasa indonesia kelas X SMA Negeri 2 Takalar. Data diperoleh dari hasil tes setiap siklus yang akan menjadi perbandingan adanya peningkatan. Pada hasil penelitian ini peneliti juga memberikan poin-poin yang dilakukan pada tindakan siklus I dan II.

1. Data hasil penelitian siklus I a. Tahap perencanaan

Pada tahap ini peneliti dan guru mata pelajaran merancang bahan pembelajaran yang akan digunakan dalam meningkatkan kemampuan membedakan paragraf deduktif dan induktif. Peneliti dan guru mata pelajaran menyamakan presepsi terkait dengan RPP yang akan digunakan dalam pembelajaran. Kemudian guru yang bersangkutan memberikan masukan terkait dengan hal-hal yang dianggap penting dalam kegiatan pembelajaran agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.

b. Tahap pelaksaan tindakan

Pada tahap ini peneliti terlibat langsung dalam proses pembelajaran sebagai pengajar. Dalam hal ini peneliti bertugas menjelaskan tiga tahapan dalam pembelajaran yaitu tahap awal, tahap inti, dan tahap akhir. Pada tahap awal peneliti membimbing siswa untuk mengikuti pembelajaran. Kemudian pada kegiatan inti, siswa diberikan materi terkait tentang pembelajaran membedakan paragraf deduktif dan induktif. Selanjutnya pada tahap akhir guru menyimpulkan pembelajaran yang telah diberikan.

Pertemuan I

Pada pertemuan pertama peneliti memulai proses pembelajaran dengan mengucapkan salam, berdoa bersama kemudian peneliti mengecek kehadiran siswa. Selanjutnya peneliti menanyakan kabar siswa setelah itu baru memulai menjelaskan materi yang akan dibawakan. Pada kegiatan awal, guru membuka pembelajaran, memotivasi siswa dan menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran serta menyampaikan judul materi yang akan dibawakan.

Pada kegiatan inti, melakukan Tanya jawab kepada siswa sebelum lanjut pembelajaran. Setelah itu guru guru menjelaskan materi mengenai paragraf deduktif dan induktif kepada siswa. Sebelum mengakhiri pembelajaran pada pertemuan ini siswa dan guru bersama-sama menyimpulkan materi pembelajaran yang telah dibahas hari ini dan mengingatkan siswa untuk materi yang akan dibahasn pertemuan selanjutnya.

Pertemuan II

Pada pertemuan kedua, pada kegiatan awal guru bertanya kepada siswa mengenai materi sebelumnya mengenai paragraf deduktif dan induktif pada pertemuan I, kemudian siswa menjawab pertanyaan dari guru. Setelah itu guru melanjutkan materi selanjutnya.

Pada kegiatan inti guru menjelaskan materi selanjutnya mengenai ciri-paragraf deduktif dan induktif serta bagaimana membedakan ciri-paragraf deduktif dan induktif dengan membaca teks yang telah dibagikan oleh guru sebagai contoh. Setelah itu guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya terkait dengan paragraf deduktif dan induktif. Sebelum mengakhiri kegiatan pembelajaran siswa dan guru bersama-sama menyimpulkan materi yang telah dibahas pada pertemuan ini dan mengingatkan siswa untuk materi yang akan di pelajari selanjutnya.

Pertemuan III

Pada pertemuan ketiga, guru mengevaluasi pembelajaran yang telah diberikan pada pertemuan sebelumnya untuk memperkuat daya ingat siswa mengenai pembelajaran paragraf dan melakukan tes siklus I untuk mengetahui kemampuan membedakan paragraf deduktif dan induktif dengan membaca teks yang telah diberikan secara intensif. Tahap observasi dan evaluasi

Pada tahap ini merupakan hasil aktivitas siswa yang terjadi selama proses pembelajaran bahasa Indonesia yang dilakukan pada siklus I. Dibawah ini adalah tabel untuk mengetahui hasil observasi aktivitas siswa, tabel hasil

evaluasi belajar siswa, dan tabel hasil ketuntasan belajar siswa selama pembelajaran pada siklus I.

Tabel 4.1 Hasil Observasi Aktivitas Siswa Pada Siklus I

No Komponen Yang Diamati Pertemuan

Rata-Rata memperhatikan penjelasan guru pada saat proses pembelajaran berlangsung

28 29

28,5 81,4

3 Siswa yang mengajukan pertanyaan kepada guru pada saat proses pembelajaran berlangsung

2 3

2,5 7,14

4 Siswa yang berani menjawab pertanyaan, baik dari guru maupun dari siswa lain pada saat proses pembelajaran berlangsung

2 4

3 8,57

Berdasarkan pada tabel 4.1 di atas, maka diperoleh hasil dalam mengobservasi siswa pada siklus I yaitu:

1. Rata-rata Siswa yang hadir hanya 31,5%, pada pertemuan I berjumlah 30 siswa dan pertemuan II berjumlah 33 siswa, dengan persentase keseluruhannya adalah 90%

2. Rata-rata siswa yang mendengarkan serta memperhatikan penjelasan guru pada saat proses pembelajaran berlangsung hanya 28,5%, pada pertemuan I berjumlah 28 siswa dan pertemuan II berjumlah 29 siswa, dengan persentase keseluruhannya adalah 81,4%

3. Rata-rata siswa yang mengajukan pertanyaan kepada guru pada saat proses pembelajaran berlangsung hanya 2,5%, pada pertemuan I berjumlah 2 siswa dan pertemuan II berjumlah 3 siswa dengan persentase keseluruhannya adalah 7,14%

4. Rata-rata siswa yang berani menjawab pertanyaan, baik dari guru maupun dari siswa lain pada saat proses pembelajaran berlangsung hanya 3%, pada pertemuan I berjumlah 2 siswa dan pertemuan II berjumlah 4 siswa, dengan persentase keseluruhannya adalah 8,57%

Tabel 4.2 Hasil Evaluasi Belajar Siswa Pada Siklus I

Skor Kategori Frekuensi Persentase (%)

86-100 Sangat Baik - -

70-85 Baik 22 62,85

60-69 Cukup 10 28,58

50-59 Kurang 3 8,57

0-49 Sangat Rendah - -

Jumlah 35 100

Berdasarkan tabel 4.2 di atas diperoleh bahwa dari 35 siswa kelas X IPA 4 terdapat 22 siswa dengan persentase 62,85% yang hasil belajarnya masuk dalam kategori baik, 10 siswa dengan persentase 28,58% masuk dalam kategori cukup, dan 3 siswa dengan persentase 8,57% masuk dalam kategori kurang. Berdasarkan hasil tes belajar siswa, oleh sebab itu hasil belajar siswa belum mencapai standar kkm yang telah ditetapkan yaitu 70% siswa mendapatkan nilai minimal 70.

Tabel 4.3 Hasil Ketuntasan Belajar Siswa Pada Siklus I

Skor Kategori Frekuensi Persentase (%)

0-69 Tidak Tuntas 13 37,14

70-100 Tuntas 22 62,85

Jumlah 35 100

Berdasarkan tabel 4.3 di atas dapat diketahui bahwa dari 35 siswa kelas X IPA 4 belum tuntas hasil belajarnya karena hanya 22 siswa yang dinyatakan tuntas dengan persentase 62,85% dan 13 siswa dinyatakan tidak tuntas dengan persentase 37,14%. Oleh sebab itu kegiatan proses belajar mengajar belum berhasil.

c. Tahap Refleksi

Setelah dilaksanakan siklus I maka diperoleh hasil pada tabel 4.1, 4.2, dan 4.3. Sehingga peneliti kembali melakukan analisis untuk lebih meningkatkan

kemampuan siswa dalam membedakan paragraf deduktif dan induktif. Setelah dilakukan analisis maka ditemukan kekurangan-kekurangan yaitu:

1. Siswa masih kurang memahami paragraf dedukif dan induktif 2. Siswa masih kurang membedakan paragraf deduktif dan induktif

Sehingga kekurangan tersebut akan diperbaiki dan di evaluasi kembali pada siklus II.

2. Data Hasil penelitian Siklus II a. Tahap perencanaan

1) Mempersiapkan perangkat pembelajaran

2) Mempersiapkan lembar observasi untuk melihat keaktifan siswa 3) Mempersiapkan soal evaluasi

b. Tahap Pelaksanaan Tindakan Pertemuan I

Pada pertemuan pertama peneliti memulai proses pembelajaran dengan mengucapkan salam, berdoa bersama kemudian peneliti mengecek kehadiran siswa. Selanjutnya peneliti menanyakan kabar siswa setelah itu baru memulai menjelaskan materi yang akan dibawakan. Pada kegiatan awal, guru membuka pembelajaran, memotivasi siswa dan menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran serta menyampaikan judul materi yang akan dibawakan.

Pada kegiatan inti, melakukan Tanya jawab kepada siswa sebelum lanjut pembelajaran. Setelah itu guru guru menjelaskan materi mengenai paragraf deduktif dan induktif kepada siswa. Sebelum mengakhiri pembelajaran pada pertemuan ini siswa dan guru bersama-sama menyimpulkan materi

pembelajaran yang telah dibahas hari ini dan mengingatkan siswa untuk materi yang akan dibahasn pertemuan selanjutnya.

Pertemuan II

Pada pertemuan kedua, pada kegiatan awal guru bertanya kepada siswa mengenai materi sebelumnya mengenai paragraf deduktif dan induktif pada pertemuan I, kemudian siswa menjawab pertanyaan dari guru. Setelah itu guru melanjutkan materi selanjutnya.

Pada kegiatan inti guru menjelaskan materi selanjutnya mengenai ciri-paragraf deduktif dan induktif serta bagaimana membedakan ciri-paragraf deduktif dan induktif dengan membaca teks yang telah dibagikan oleh guru sebagai contoh. Setelah itu guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya terkait dengan paragraf deduktif dan induktif. Sebelum mengakhiri kegiatan pembelajaran siswa dan guru bersama-sama menyimpulkan materi yang telah dibahas pada pertemuan ini dan mengingatkan siswa untuk materi yang akan di pelajari selanjutnya.

Pertemuan III

Pada pertemuan ketiga, guru mengevaluasi pembelajaran yang telah diberikan pada pertemuan sebelumnya untuk memperkuat daya ingat siswa mengenai pembelajaran paragraf dan melakukan tes siklus I untuk mengetahui kemampuan membedakan paragraf deduktif dan induktif dengan membaca teks yang telah diberikan secara intensif. Tahap observasi dan evaluasi

Pada tahap ini merupakan hasil aktivitas siswa yang terjadi selama proses pembelajaran bahasa Indonesia yang dilakukan pada siklus I. Dibawah ini

adalah tabel untuk mengetahui hasil observasi aktivitas siswa, tabel hasil evaluasi belajar siswa, dan tabel hasil ketuntasan belajar siswa selama pembelajaran pada siklus I.

c. Tahap Observasi dan Evaluasi

Pada tahap siklus II ini tercatat aktivitas siswa yang terjadi selama proses pembelajaran. Aktivitas tersebut diperoleh dari lembar observasi sebagai berikut:

Tabel 4.4 Hasil Observasi Aktivitas Siswa Pada Siklus II No Komponen Yang Diamati Pertemuan

Rata-Rata memperhatikan penjelasan guru pada saat proses pembelajaran berlangsung

29 30 29,5 84,28

3 Siswa yang mengajukan pertanyaan kepada guru pada saat proses pembelajaran berlangsung

2 5 3,5 10

4 Siswa yang berani menjawab pertanyaan, baik dari guru maupun dari siswa lain pada saat proses pembelajaran berlangsung

3 6 4,5 2,85

Berdasarkan pada tabel 4.4 di atas, maka diperoleh hasil dalam mengobservasi siswa pada siklus II yaitu:

1. Rata-rata siswa yang hadir hanya 32,5%, pada pertemuan I berjumlah 31 siswa dan pertemuan II berjumlah 34 siswa dengan persentase keseluruhannya adalah 92,85%

2. Rata-rata siswa yang mendengarkan serta memperhatikan penjelasan guru pada saat proses pembelajaran berlangsung hanya 29,5%, pada pertemuan I berjumlah 29 siswa dan pertemuan II berjumlah 30 siswa dengan persentase keseluruhannya adalah 84,28%

3. Rata-rata siswa yang mengajukan pertanyaan kepada guru pada saat proses pembelajaran berlangsung hanya 3,5%, pada pertemuan I berjumlah 2 siswa dan pertemuan II berjumlah 5 siswa dengan persentase keseluruhannya adalah 10%

4. Rata-rata siswa yang berani menjawab pertanyaan, baik dari guru maupun dari siswa lain pada saat proses pembelajaran berlangsung hanya 4,5%, pada pertemuan I berjumlah 3 siswa dan pertemuan II berjumlah 6 siswa dengan persentase keseluruhannya adalah 2,85%

Hasil observasi tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan tindakan sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Setelah dilakukannya siklus II maka peneliti perlu melaksanakan evaluasi kedua. Untuk mengertahui kemampuan siswa terhadap materi yang diberikan oleh peneliti selama siklus II maka dapat diketahui dari tabel hasil tes evaluasi siswa berikut ini:

Tabel 4.5 Hasil Evaluasi Belajar Siswa Pada Siklus II

Skor Kategori Frekuensi Persentase (%)

86-100 Sangat Baik 18 51,42

70-85 Baik 17 48,57

60-69 Cukup - -

50-59 Kurang - -

0-49 Sangat Rendah - -

Jumlah 35 100

Berdasarkan tabel 4.5 di atas diperoleh bahwa dari 35 siswa kelas X IPA 4 terdapat 18 siswa dengan persentase 51,42% yang hasil belajarnya masuk dalam kategori sangat baik, dan 17 siswa dengan persentase 48,57%

masuk dalam kategori baik. Berdasarkan hasil tes belajar siswa tersebut, dapat diketahui hasil belajar siswa sudah mencapai standar kkm yang telah ditetapkan yaitu 70% siswa mendapatkan nilai minimal 70.

Persentase hasil ketuntasan belajar pada siswa setelah dilakukan tindakan pembelajaran pada siklus II dapat dilihat sebagai berikut:

Tabel 4.6 Hasil Ketuntasan Belajar Siswa Pada Siklus II

Skor Kategori Frekuensi Persentase (%)

0-69 Tidak Tuntas - -

70-100 Tuntas 35 100

Jumlah 35 100

Berdasarkan tabel 4.6 di atas dapat diketahui bahwa dari 35 siswa kelas X IPA 4 tuntas hasil belajarnya karena hanya 35 siswa yang dinyatakan tuntas dengan persentase 100%. Hal ini menandakan bahwa proses belajar mengajar sudah berhasil.

d. Tahap Refleksi

Hasil refleksi yang dilakukan pada siklus II menunjukkan hasil yang sangat baik. Berdasarkan hasil observasi dan evaluasi, Sehingga dapat di simpulkan bahwa penelitian ini berhenti pada siklus II. Hal ini sesuai dengan perencanaan di awal sebelum melakukan penelitian sehingga dalam hal ini tujuan penelitian sudah tercapai.

B. Pembahasan

Dalam paragraf terkandung satu unit buah pikiran yang didukung oleh semua kalimat dalam paragraf tersebut, mulai dari kalimat pangenal, kalimat utama/kalimat topik, kalimat-kalimat penjelas sampai pada kalimat penutup.

Suwarna (2012: 70) mengemukakan bahwa paragraf adalah rangkaian kalimat yang diikat oleh satu kesatuan gagasan.

Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa pada pembelajaran bahasa Indonesia khususnya pada pembelajaran paragraf siswa semakin mudah untuk memahami suatu paragraf. Sehingga untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam membedakan paragraf deduktif dan induktif dilakukan dengan membaca secara intensif. Dalam membaca suatu teks dilakukan pembacaan secara intensif

dengan harapan agar siswa tidak merasa kesulitan pada saat menentukan paragraf deduktif dan induktif.

dengan harapan agar siswa tidak merasa kesulitan pada saat menentukan paragraf deduktif dan induktif.

Dokumen terkait