• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia Universitas Muhammadiyah Makassar dengan mengakses website resmi Bursa Efek Indonesia www.idx.co.id yang dilakukan pada bulan Juli s/d Agustus 2021.

C. Definisi Operasional Variabel dan Pengukuran Tabel 3.1.

Definisi Operasional Variabel dan Pengukuran

Variabel Definisi Indikator Skala

EPS(X1) Earning Per Share jserta untuk investor

EPS =

sehingga bisa

23

D. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Menurut Sugiyono (2009) populasi adalah lingkungan spekulasi yang terdiri dari item maupun topik yang memiliki karakteristik dan mutu terbatas yang dikuasai oleh ilmuwan bagi dikonsentrasikan dan akan datang dibuat penentuan. Populasi yang digunakan pada pengujian ini ialah perusahaan yang sahamnya diterima kedalam daftar saham LQ-45 di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2019.

Jumlah populasi diambil pada penelitian ini adalah seluruh perusahaan indeks LQ-45.

Tabel 3.2

Daftar konsistensi Perusahaan LQ45 No

.

Nama Perusaha an

Jenis Usaha Tahun

2016 2017 2018 2019 4 AKRA Bidang distribusi

produk minyak

simpan alam,

13 BMTR Bidang investasi dalam

23

dan tepung . 21 INTP Bidang sektor

industri semen. 22 JSMR Bidang penyedia

layanan jalan tol.

25

30 PGAS Bidang transmisi dan distribusi gas bumi.

31 PTBA Bidang

pertambangan

batu bara.

27 karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersesebut. Sampel penelitian diambil secara purposive sampling, di mana digunakan jika memenuhi kriteria sebagai berikut:

Tabel 3.3

dalam bentuk mata uang rupiah

(4) sebanyak 45 perusahaan, yang memberi kriteria sampel sebanyak 27 perusahaan memanfaatkan inspeksi sampel purposive sampling pada periode 2016-2019.

Tabel 3.4

Daftar perusahaan LQ-45 2016-2019 yang memenuhi kriteria penelitian

No. Nama Perusahaan

1 PT. AKR Corporindo Tbk 2 Aneka Tambang Tbk 3 Astra International Tbk ) 4 PT. Bank Central Asia Tbk

5 PT. Bank Negara Indonesia Persero Tbk 6 PT. Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk 7 PT. Bank Tabungan Negara Persero Tbk 8 PT. Bank Mandiri Persero Tbk

9 PT. Bumi Serpong Damai Tbk 10 Gudang Garam Tbk

11 HM Sempoerna Tbk

12 Indofood CBP Sukses Makmur Tbk

29

13 Indofood Sukses Makmur Tbk 14 Indocemet Tunggal Prakarsa Tbk 15 PT. Jasa Marga Tbk

16 Kalbe Farma Tbk

17 Matahari Department Store TbK 18 Media Nusantara Citra Tbk 19 Bukit Asam Tbk

20 PP (Persero) Tbk

21 Semen Indonesia Persero Tbk 22 Surya Cita Media Tbk

23 PT. Telkom Indonesia Persero Tbk 24 United Tractors Tbk

25 Unilever Indonesia Tbk

26 PT. Wijaya Karya Persero Tbk 27 PT. Waskita Karya Persero Tbk

E. Teknik Pengumpulan Data

Untuk mendapatkan informasi laporan digunakan dalam penelitian adalah penulis memanfaatkan 2 prosedur dokumentas informasi laporan, untuk lebih spesifiknya:

1. Dokumentasi, yaitu pengumpulan data dari arsip perusahaan berupa informasi finansial yang dipublikasikan.

2. Studi pustaka, yaitu bersama-sama mengamati dan menggalii berdasarkan teori.

F. Teknik Analisis 1. Uji Asumsi Klasilk

Uji asumsi klasik terdiri dari uji normalitas, uji multikolonieritas, uji heretoskedastisitas, dan uji autokorelasi. Adapun penjelasannya sebagai berikut :

a) Uji normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk untuk menguji apakah pada model regresi, variabel independen dan dependen berdistribusi normal (Imam Ghozali, 2016). Jika berdistribusi normal, maka variabel-variabel yang terlibat dalam pengujian hipotesis hampir pasti normal (Siswandari, 2009). Uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan analisis grafik. Tentang hasil lainnya selain menggunakan histogram, hal lain dapat diandalkan adalah mengkonfirmasi normalitas. Probability plot membandingkan distribusi kumulatif ini sebenarnya distribusi normal. Distribusi normal terlihat seperti saat anda membentuk diagonal garis vertikal diagonal, dan memplot datanya dibandingkan dengan diagonal.

Dengan asumsi berdistribusi normal, jalur yang membahas informasi sebenarnya akan mengikuti jalur diagonal (Imam Ghozali, 2016).

b) Uji multikolonieritas

Uji multikolonieritas digunakan untuk menguji apakah terdapat korelasi antar variabel dependen dan independen pada model regresi (Imam Ghozali, 2016). Multikolonieritas biasa diamati pada nilai toleransi dan lawannya VIF. Kedua ukuran ini mewakili variabel bebas yang dijelaskan pada variabel terikat lainnya. Nilai potong yang biasanya digunakan untuk menilai ada tidaknya multikolonieritas yaitu nilai toleransi < 0,10 ataupun nilai VIF > 0,10 (Imam Ghozali, 2016).

31

c) Uji heretoskedastisitas

Uji heretoskedastisitas bertujuan menguji apakah terdapat perbedaan jenis dari pengamatan ke pengamatan lainnya pada model regresi. Uji heretoskedastisitas dapat dilihat dari grafik-grafik antara nilai prediksi dan residual dari variabel dependen. Jika pola pada grafik ditampilkan oleh titik- titik yang berdistribusi acak (tanpa pola yang jelas) dan titik-titik yang berdistribusi di atas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka biasa disimpulkan bahwa model regresi tidak ada Uji heretoskedastisitas.

d) Uji autokorelasi

Uji autokorelasi digunakan untuk menakar apakah pada model regresi terjadi autokorelasi antara kelalaian pengganggu dalam periode t-1 sebelumnya. Uji autokorelasi biasat dilihat melalui uji Durbin - Watson (Uji DW). Dengan asumsi d lebih sederhana dari d1 atau lebih dari 4-d1, H0 dihilangkan, yang berarti ada autokorelasi. Dengan asumsi d terletak di antara du dan 4-du, maka pada saat itu, H0 diakui, yang berarti tidak ada autokorelasi..

2. Pengujian Hipotesis

Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi berganda.

Analisis ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel terikat dan dengan variabel bebas yaitu :

Y = 1X1 + 2X2 + ...(3) Keterangan :

Y = Harga saham = Konstanta

1 + 2 = Koefisien regresi variabel independen X1 = Earning Per Share (EPS)

X2 = Price Earning Ratio (PER) = Standar eror a) Uji t (Uji Parsial)

Uji t bertujuan untuk mengetahui apakah pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen adalah signifikan. Menurut Imam Ghozali (2016) jika nilai Sig >0,05 maka artinya variabel independen (X) secara parsial berpengaruh terhadap variabel terikat(Y).

b) Uji Koefisien Determinasi (r2)

Maksud Uji Koefisien Determinasi adalah akan mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen. Nilai dari keputusan ini ialah 0-1.

Semakin tinggi koefisien determinasi, semakin kecil pengaruh faktor variabel bebas terhadap variabel terikat. Sebaliknya semakin kecil nilai koefisien determinasi, maka semakin kecil pengaruh faktor bebas terhadap variabel terikat. Nilai koefisien jaminan 0 menyiratkan bahwa faktor bebas tidak berpengaruh terhadap variabel terikat. Selain itu nilai koefisien jaminan 1 menyiratkan bahwa variabel independen secara sempurna mempengaruhi variabel terikat.

33 BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Gambara Umum Perusahaan 1. PT. AKR Corporindo Tbk

AKRA dibangun di Surabaya tanggal 28 November 1977 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada bulan Juni 1978. Kantor AKRA terletak di AKR Tower Lt.26, Jl. Panjang No.5 Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Akra disibukkan dengan apropriasi barang-barang Bahan Bakar Minyak (BBM) ke pasar modern, serta memperdagangkan olahan kimia dan persewaan bangunan lokal, transportasi muatan, tangki dan jasa pelayanan lainnya. Sejak tahun 1980an, perusahaan ini telah membangun infrastruktur logistik seperti terminal-terminal tangki dan gudang-gudang massal untuk menyimpan dan mendistribusikan bahan-bahan kimia dasar di beberapa pelabuhan besar di Indonesia, memperkuat kompetensinya dalam bisnis distribusi.

2. PT. Aneka Tambang Tbk

ANTM dibangun pada tahun 1968 sebagai Badan Usaha Milik Negara melalui proses penggabungan beberapa perusahaan nasional yang bergerak di bidang pertambangan dengan komoditas tunggal. Kantor ANTM terwalak diGedung Aneka Tambang Jln.

Letjen TB. Simatupang No. 1 Jakarta. ANTM bergerak dalam bidang utama Metal dan Mineral Mining. Pendapatan PT Antam diperoleh melalui kegiatan eksplorasi dan penemuan deposit mineral,

pengolahan mineral tersebut secara ekonomis, dan penjualan hasil pengolahan tersebut kepada konsumen jangka panjang yang loyal di Eropa dan Asia. Kegiatan ini telah dilakukan semenjak perusahaan berdiri tahun 1968.

3. PT. Astra International Tbk

ASII dibangun 20 Februari 1957. Kantor ASII terwalak di Menara Astra Lt.58-63, Jl.Jendral Sudirman Kav 5-6, Jakarta. Dilihat dari Anggaran Dasar Organisasi, ASII ditempati oleh administrasi perdagangan umum, industri, pertambangan, transportasi, agribisnis, pengembangan dan konseling. Ruang lingkup kegiatan utama entitas anak meliputi perakitan dan penyaluran mobil, sepeda motor dengan suku cadangnya, penjualan dan penyewaan alat berat, pertambangan dan jasa terkait, pengembangan perkebunan, jasa keuangan, infrastruktur dan teknologi informasi.

4. PT. Bank Central Asia (Persero) Tbk

BBCA dibangun di Indonesia 10 Agustus 1955 dan mulai beroperasi di bidang perbankan sejak tanggal 12 Oktober 1956. Kantor BBCA terletak di Menara BCA, Grand Indonesia Jl. MH Thamrin No. 1 Jakarta. BBCA sibuk dengan perbankan dan administrasi moneter lainnya. Pada tanggal 11 Mei 2000, BBCA memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK untuk melakukan Penawaran Umum Saham Perdana BBCA (IPO) sebanyak 662.400.000 saham dengan jumlah nilai nominal Rp500,- dengan harga penawaran Rp1.400,- per saham, yang merupakan 22% dari modal saham yang ditempatkan dan disetor, sebagai bagian dari divestasi pemilikan saham Republik

35

Indonesia yang diwakili oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

5. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

BBNI dibangun pada 5 Juli 1946 di Indonesia menjadi Bank Sentral.

Tahun 1968, BNI dipastikan sebagai “Bank Negara Indonesia 1946”, dan statusnya sebagai Bank Umum Milik Negara. BBNI bergerak di bidang perbankan (termasuk melakukan kegiatan berdasarkan prinsip syariah melalui anak usaha). Pada tanggal 28 Oktober 1996, BBNI memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BBNI (IPO) Seri B kepada masyarakat sebanyak 1.085.032.000 dengan nilai nominal Rp500,- per saham dengan harga penawaran Rp850,- per saham.

Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 25 November 1996.

6. PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

BBRI dibangun 16 Desember 1895. Kantor BBRI terletak di Gedung BRI I Lantai 20 Jln. Jenderal Sudirman Kav.44-46, Jakarta Pusat.

BBRI bergerak di perbankan, mengingat kegiatan unggulan untuk kesepakatan dengan standar syariah. Pada tanggal 31 Oktober 2003, BBRI memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BBRI (IPO) kepada masyarakat sebanyak 3.811.765.000 dengan nilai nominal Rp500,- per saham dengan harga penawaran Rp875,- per saham.

Selanjutnya, opsi pemesanan lebih sejumlah 381.176.000 lembar saham dan opsi penjatahan lebih sejumlah 571.764.000 lembar

saham masing-masing dengan harga Rp875,- setiap lembar saham telah dilaksanakan masing-masing pada tanggal 10 November 2003 dan 3 Desember 2003.

7. PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

BBTN dibangun 09 Februari 1950 menjadi nama “Bank Tabungan Pos”. Kantor BBTN terletak di Gedung Menara BTN, Jln.Gajah Mada No. 1, Jakarta. BBTN bergerak di bidang perbankan, termasuk melakukan kegiatan perbankan seusai dengan prinsip-prinsip hukum syariah. Bank BTN telah menjalankan aktivitas sesuai berlandaskan prinsip syari'ah sejak 14 Februari 2005.

8. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

BMRI dibangun 02 Oktober 1998 dan tiba beraksi padal 1 Agustus 1999. Kantor BMRI terletak di Plaza Mandiri, Jln. Jend. Gatot Subroto Kav.36-38, Jakarta. Berlandaskan anggaran dasar ,sejauh mana persiapan BMRI adalah melakukan kerjasama di bidang moneter.

Pada tanggal 23 Juni 2003, BMRI memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BMRI (IPO) kepada masyarakat sebanyak 4.000.000.000 saham Seri B dengan nilai nominal Rp500,- per saham dengan harga penawaran Rp675,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 14 Juli 2003.

9. PT. Bumi Serpong Damai Tbk

BSDE dibangun 16 Januari 1984 dan memulai kegiatan usahanya tahun 1989. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan BSDE adalah berusaha dalam bidang pembangunan

37

real estat. Saat ini BSDE melaksanakan pembangunan kota baru sebagai wilayah pemukiman yang terencana dan terpadu yang dilengkapi dengan prasarana-prasarana, fasilitas lingkungan dan penghijauan dengan nama BSD City.

10. Gudang Garam Tbk

GGRM didirikan tanggal 26 Juni 1958 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1958. Kantor GGRM terletak di Jln. Jend.

A. Yani No. 75-79 Jakarta 10510, Jl. Semampir II/1 Kediri. Mengingat Anggaran Dasar Organisasi, tingkat pelaksanaan. Gudang Garam menciptakan beraneka ragam rokok kretek, terbilang model ringan tar dan nikotin (LTN) ibarat soal rokok kretek linting tangan biasa.

11. HM Sampoerna Tbk

HMSP dibangun tanggal 27 Maret 1905 dan mempersiapkan bisnis menguntungnya pada tahun 1913 diSurabaya menjadi pabrik rumahtangga. Kantor HMSP terletak di One Pacific, Sudirman Central Business Distric (SCBD) Lantai 18 Jl. Jend. Sudirman Kav.

52-53 Jakarta 12190-Indonesia. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan HMSP meliputi manufaktur dan perdagangan rokok serta investasi saham pada perusahaan-perusahaan lain. Pada tahun 1990, HMSP memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham HMSP (IPO) kepada masyarakat sebanyak 27.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp12.600,- per saham. Saham-saham tersebut

dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 15 Agustus 1990.

12. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk

ICBP dibangun 2 September 2009 dan memulai kegiatan uasaha bisnisnya 1 Oktober 2009. Sesuai Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup uasaha ICBP meliputi produksi pengemasan, perdagangan, pengangkutan, penyimpanan, dan pengolahan mie dan pengangkutan. Merek-merek yang dimiliki Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, antara lain untuk produk Mi Instan (Indomei, Supermi, Sarimi, Sakura, Pop Mie, Pop Bihun dan Mi Telur Cap 3 Ayam), Dairy (Indomilk, Enaak, Tiga Sapi, Kremer, Orchid Butter, Indoeskrim dan Milkuat), penyedap makan (bumbu Racik, Freiss, Sambal Indofood, Kecap Indofood, Maggi, Kecap Enak Piring Lombok, Bumbu Spesial Indofood dan Indofood Magic Lezat), Makanan Ringan (Chitato, Chiki, JetZ, Qtela, Cheetos dan Lays), nutrisi dan makanan khusus (Promina, Sun, Govit dan Provita).

13. Indofood Sukses Makmur Tbk

INDF dibangun pada 14 Agustus 1990 menjadi nama PT.

Panganjaya Intikusuma dan mulai kegiatan usaha bisnisnya tahun 1990. Sesuai dengan Anggaran Afiliasi Organisasi, sejauh mana latihan INDF termasuk pendirian dan pengoperasian badan usaha milik pengolahan produk makanan, bumbu penyedap, minuman ringan, pengemasan, minyak goreng/nabati, penggilingan biji gandum dan tekstil pembuatan karung terigu.

39

14. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk

INTP dibangun pada tanggal 16 Januari 1985 dan memulai kegiatan bisnis komersialnya pada tahun 1985. Kantor INTP terletak di Wisma Indocement lantai 13, jalan Jenderal Sudirman kav. 70-71 Jakarta.

Mengingat Anggaran perusahaan, taraf aktivitas INTP mencakup produksi beton dan material gedung, penggalian, perluasan dan transisi.

15. PT Jasa Marga Tbk

JSMR dibangun 1 Maret 1978 dan mulai latihan bisnisnya tahun 1978. Mengingat Anggaran Dasar Organisasi, lingkup latihan JSMR ialah untuk mengambil bagian dalam melaksanakan dan mendukung strategi dan proyek Pemerintah di bidang ekonomi dan peningkatan publik pada umumnya, terutama kemajuan di bidang konsesi jalan bebas hambatan dengan kantor-kantor pendukung oleh menerapkan standar organisasi risiko terbatas.

16. Kalbe Farma Tbk

Dibangun 10 September 1966 dan mulai latihan bisnis tahun 1966.

Mengingat Anggaran Dasar Organisasi, luasnya pelaksanaan KLBF mencakup, antara lain, organisasi di bidang narkoba, pertukaran dan delegasi. Pada tahun 1991, KLBF memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) KLBF kepada masyarakat sebanyak 10.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp7.800,- per saham. Saham-saham tersebut

dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 30 Juli 1991.

17. Matahari Department Store Tbk

LPPF dibangun 01 April 1982 dan memulai latihan bisnisnya pada tahun 1982. Kantor LPPF terletak di Menara Matahari 8th-12th Floor, Jln. Bulevar Palem Raya No.7, Lippo Village, Tangerang 15811, Indonesia. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan LPPF bergerak dalam usaha jaringan gerai serba ada yang menyediakan berbagai macam barang seperti pakaian, aksesoris, tas, sepatu, kosmetik, peralatan rumah tangga dan mainan serta jasa konsultan manajemen.

18. Media Nusantara Citra Tbk

MNCN memulai latihan bisnisnya Desember 2001. MNCN terletak di MNC Tower Lantai 27, Jl. Kebon Sirih No.17-19, Jakarta 10340, Indonesia. Berdasarkan Anggaran Dasar kami, ruang lingkup kegiatan MNCN adalah bergerak dalam bidang multimedia, jasa, dan investasi melalui perdagangan umum, bekerja sama di bidang pertukaran umum, perbaikan, industri, hortikultura, transportasi, percetakam, dan satelit dan peralatan telekomunikasi lainnya.

19. Bukit Asam Tbk

PTBA dibangun tanggal 02 Maret 1981. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan PTBA adalah bergerak dalam bidang industri tambang batubara, meliputi kegiatan penyelidikan umum, eksplorasi, eksploitasi, pengolahan, pemurnian, pengangkutan dan perdagangan, pemeliharaan fasilitas dermaga

41

khusus batubara baik untuk keperluan sendiri maupun pihak lain, pengoperasian pembangkit listrik tenaga uap baik untuk keperluan sendiri ataupun pihak lain dan memberikan jasa-jasa konsultasi dan rekayasa dalam bidang yang ada hubungannya dengan industri pertambangan batubara beserta hasil olahannya, dan pengembangan perkebunan.

20. PTPP (Persero) Tbk

PTPP didirikan pada tanggal 26 Agustus 1953 dengan nama NV Pembangunan Perumahan, yang merupakan kelanjutan dari penggabungan struktur organisasi sebelumnya yang dimiliki oleh Bank Modern Negara menjadi Bank Perbaikan Indonesia, dan oleh karena itu dikonvergensi menjadi PN Pembangunan Perumahan, sebuah Lembaga Negara yang didirikan 29 Maret Tahun 1961.

PTPP ialah ikut dalam di bidang usaha utama jasa kontruksi.

21. Surya Citra Media Tbk

SCMA dibangun 29 Januari 1999 menjadi nama PT Cipta Aneka Selaras dan memulai latihan bisnisnya pada 2002. SCMA terletak di SCTV Tower -Senayan City Jl. Asia Afrika Lot.19 Jakarta. Sesuai ggaran perusahaan, tingkat pelaksanaan SCMA ditempati dengan pengembangan TV, pengalihan, korespondensi dan administrasi penglihatan dan suara.

22. Semen Indonesia (Persero) Tbk

SMGR dibangun 25 Maret 1953 dengan nama “NV Pabrik Semen Gresik” dan memulai kegiatan bisnisnya 7 Agustus 1957. Mengingat Anggaran perusahaan, sejauh mana latihan SMGR

menggabungkan latihan modern yang berbeda dan tindakan mendasar Organisasi adalah dalam bisnis konkret. Barang-barang Organisasi dan alat bantunya dipromosikan secara lokal dan luar negeri.

23. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) pada awalnya penting untuk "Post en Telegraafdienst", yang didirikan pada tahun 1884.

Kantor TLKM terletak di Telkom Milestone Pinnacle Lantai 39.

Mengingat Anggaran Dasar Organisasi, lingkup tugas Telkom Indonesia adalah memberikan organisasi dan administrasi komunikasi penyiaran, informatika, serta meningkatkan aset organisasi, dengan memperhatikan keseluruhan peraturan perundang-undangan.

24. United Tractors Tbk (UNTR)

Joined Farm truck Tbk (UNTR) didirikan di Indonesia pada tanggal 13 Oktober 1972 dengan nama PT Entomb Astra Engine Works dan memulai tugasnya pada tahun 1973. Kantor UNTR terletak di Jl.

Raya Bekasi km. 22, Cakung, Jakarta. Mengingat Anggaran Afiliasi Organisasi, sejauh mana pelaksanaan bisnis UNTR dan pembantunya mencakup kesepakatan dan penyewaan perangkat keras substansial (peralatan pengembangan) seperti halnya administrasi purna jual; pertambangan batubara dan pekerja pertambangan untuk disewa; merancang, mengatur, mengumpulkan dan merakit bagian-bagian mesin, perangkat, roda gigi dan perangkat

43

keras yang berat; pembuatan kapal dan administrasi perbaikan; dan sanksi kapal dan pengiriman dan pekerja modern untuk disewa.

25. Unilever Indonesia Tbk (UNVR

Unilever Indonesia Tbk (UNVR) didirikan pada tanggal 5 Desember 1933 dengan nama Switch Zeepfabrieken N.V. juga, memulai tugas bisnisnya pada tahun 1933. Kantor Unilever terletak di Grha Unilever BSD Green Office Park Kav. 3 Jln BSD Road Barat, BSD City Tangerang. Mengingat Anggaran Afiliasi Organisasi, sejauh mana latihan bisnis UNVR mencakup penciptaan, pameran dan peredaran barang dagangan pembeli.

26. PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk

WIKA dibangun 29 Tahun 1961 menjadi Organisasi Negara/PN "

Widjaja Karja " dan beroperasi 1961. Kemudian, pada saat itu, pada tanggal 22 Juli 1971, PN. Widjaja Karja diumumkan dibubarkan dan diubah menjadi Restricted Risk Organization (PERSERO). Dengan demikian pada tanggal 20 Desember 1972 organisasi tersebut diberi nama PT Wijaya Karya. Kantor WIKA terletak di Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9-10 Jakarta. Berdasarkan Anggaran Dasar Organisasi, maka maksud dan tujuan WIKA adalah ikut serta dalam pengembangan bisnis, industri pabrikasi, administrasi persewaan, ventura, transformasi tenaga dan energi yang ramah lingkungan.

27. PT Waskita Karya (Persero)

WSKT dibangun menjadi Organisasi Negara Waskita Karya 1 Januari 1961. WSKT terletak di Jl. MT Haryono Kav. 10 Cawang, Jakarta.

Mengingat Anggaran Dasar Organisasi, besarnya beban WSKT ialah

turut memanggul strategi dan rencana Pemerintah di bidang ekonomi dan peningkatan masyarakat selaku menyeluruh.

B. Analisis Data

1. Uji Asumsik Klasik a) Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk memutuskan apakah variabel tersebut secara teratur disesuaikan atau tidak, hal ini dapat dilihat dari grafik normal probability plot. Apabalia variabel berdistribusi normal, maka penyebaran plot akan mengikuti garis diagonal.

Berlandaskan grafik normal probability plot, maka variabel dapat dikatakan berdistribusi normal setelah transformasi data.

Gambar 4.1 Grafik normal probability plot

45

b) Uji Multikolinearitas

Uji Multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antar variabel independen dalam suatu model regresi. Model regresi yang baik adalah tidak terdapat multikolini yaitu jiak keluaran data membuktikan toleransi >0,01 dan VIF <10. Berikut merupakan tabel hasil pengujian data Uji Multikolinearitas.

Tabel 4.1 Hasil Uji Multikolinearitas Variabel Tolerance VIF EPS (X1) 0.994 1.066 PER (X2) 0.994 1.066

a. Dependent Variable: y sumber : Lampiran 5

Dari hasil pengolahan data, dapat diketahui nilai tolerance dari masing-masing variabel independen adalah 0,994 dan VIF dari masing-masing variabel independen adalah 1,066. Maka tidak terjadi multikolinearitas antara variabel independen.

c) Uji heteroskedastisitas

Tujuan dilakukannya uji heteroskedastisitas yaitu untuk mengetahui apakah terjadi ketidaksamaan variance dalam model regresi. Model regresi yang baik adalah yang terbebas dari heterokedastisitas (Imam Ghozali, 2016). Pada penelitian ini, uji heterokedastisitas dilakukan dengan cara, yaitu dengan melihat grafik scatterplot. Berdasarkan pada gambar grafik Scatterplot tidak terjadi uji heretoskedastisitas pada model regresi, karena pola pada grafik ditunjukkan dengan titik- titik menyebar secara acak (tanpa

pola yang jelas) serta tersebar diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y.

Gambar 4.2 Grafik Scatterplot

d) Uji Autokorelasi

Untuk membedakan peristiwa autokorelasi, dibuatkan pemeriksaan jumlah faktual DW Durbin-Watson menjadi jumlah tabel DW. Jumlah terukur DW dalam tinjauan bisa dikontrol menjadi memeriksa koefisien koneksi faktual DW (uji DW) melalui uji Durbin-Watson pada tabel berikut:

Tabel 4.2 Hasil Uji Durbin-Watson Model Durbin-Watson 1

1.885

a. Predictors: (Constant), LNX2, LNX1 b. Dependent Variable: LNY

Tabel tersebut memperlihatkan jumlah pengukuran DW yang diperoleh adalah 1,885. Untuk membedakan ada atau tidaknya

47

autokorelasi, dapat dilihat dari ketentuan berikut (Singgih Santoso, 2012) :

1) Bila nilai D-W terletak dibawah -2 berarti ada autokorelasi positif.

1) Bila nilai D-W terletak dibawah -2 berarti ada autokorelasi positif.

Dokumen terkait