• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

B. Lokasi Dan Waktu Penelitian

Peneliti menentukan lokasi penelitian di Pasar Sentral Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar, alasan memilih lokasi tersebut dikarenakan menjadi salah satu lokasi yang kebanyakan transaksi pedagang khususnya di daerah kabupaten Kepulauan Selayar. Adapun faktor yang mempengaruhi penentuan lokasi adalah adanya infrastruktur yang lengkap dan memadai untuk di pasar Sentral Benteng Kabupaten Selayar dan penentuan lokasi ini juga didasarkan dengan kedekatan lokasi peneliti dan objek penelitian agar menghemat waktu dan biaya.

2. Waktu Penelitian

Peneliti merancang waktu penelitian yang menjadi acuan dalam melakukan penelitian sesuai dengan waktu yang telah dirancang, adapun tabel waktu penelitian ini, sebagai berikut:

Tabel 3.1 Waktu Penelitian C. Informan Penelitian

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik

penentuan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu dengan maksud menemukan apa yang sesuai dengan tujuan dari penelitian. Dalam tehnik Purposive sampling peneliti memiliki tujuan untuk menentukan informan kunci (key informan) yang sesuai dengan penelitian yang dilakukan secara sengaja tanpa dibuat untuk mendapatakan kekuatan akurasinya. Pertimbangan untuk sampel dalam penelitan ini adalah responden dengan kriteria dalam informan penelitian ini sebagai berikut :

1. Informan kunci adalah mereka yang mengetahui dan memiliki berbagai informan pokok yang diperlukan dalam penelitian dan berhubungan langsung dengan tema penelitian penulis, yakni para pegadang di Pasar Sentral Benteng.

2. Informan pendukung yaitu orang yang memberikan informasi tentang masalah yang di teliti yang hanya sebatas mengetahui lokasi penelitian namun tidak terlibat langsung dalam kegiatan penelitian tersebut. Seperti Kepala UPT dan staf lainnya.

Selanjutnya peneliti menetapkan 6 (enam) informan dimana informan terbagi dalam dua, yakni 5 (lima) pedagang konvensional pasar sentral sebagai informan kunci dan stakeholder kantor UPT Pasar Sentral Benteng sebagian informan pendukung.

D. Fokus Penelitian

Fokus penelitian adalah merupakan batasan dari setiap rumusan masalah yang dijadikan obyek penelitian agar terjadi transparan data yang di peroleh di lapangan.

Adapun fokus pada penelitian ini, adalah sebagai berikut :

1. Para Pedagang Konvensional yang bertempat di Pasar Sentral Benteng Kabupaten Selayar agar beradaptasi dengan perkembangan online shop yang menjadi pilihan dari konsumen

2. Strategi atau cara para pedagang konvensional agar selalu beradaptasi dengan perkembangan online shop guna untuk memulihkan pendapatan serta penjualan kepada konsumen.

E. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitan adalah alat yang digunakan di dalam pengumpulan data. Peneliti dapat menemukan jawabannya secara langsung dengan mengamati dan merasakan makna tersembunyi yang di kemukakan oleh peneliti. Menurut Sugiyono ( 2013: 222 ) peneliti kualitatif adalah alat manusia yang dapat menentukan prioritas penelitian, memilih penyedia informasi sebagai sumber data, mengumpulkan data, mengevaluasi kualitas data, mengalisis data, menginterpretasikan data, dan menarik kesimpulan data berdasarkan temuannya. Oleh karena itu, peneliti menjelaskan alat yang digunakan berdasarkan teknik pengumpulan data seperti, observasi (lembar observasi, kamera), wawancara (daftar Pertanyaan wawancara, alat perekam, notulen), dan telaah dokumen (lembar catatan dokumen).

1. Observasi

Menurut S. Nasution (2014) bahwa observasi dilakukan untuk memperoleh informasi tentang perbuatan manusia seperti terjadi dalam kenyataan. Observasi terhadap kegiatan para pedagang di pasar sebagai subjek penelitian, yang diteliti dengan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam menunjang pengumpulan data serta mempelajari berbagai berkas yang ada serta peraturan, prosedur, dan kebijakan yang ditetapkan sebagai objek penelitian.

2. Wawancara

Wawancara adalah dialog bersama narasumber agar diperoleh informasi penelitian. Dalam penelitian ini digunakan tehnik wawancara mendalam yaitu mengacu pada serangkain pedoman wawancara yang tersusun sistematis, banyak data yang dikumpulkan dari whistleblower yang menggunakan daftar pertanyaan sehingga data yang diperoleh lebih lengkap dan efektif. Wawancara dilakukan dengan para pedagang konvensional di Pasar Sentral Benteng Kabupaten Selayar untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas.

3. Buku tulis dan pulpen adalah sebgai alat untuk menulis hal-hal yang penting disampaikan oleh informan.

4. Alat perekam atau recording merupakan alat yang digunakan untuk memudahkan peneliti dalam mengolah hasil wawancara dengan cara mendengarkan, memahami hasil rekaman yang di sampaikan informan

penelitian dan juga sebagai alat untuk mempermudah dalam merangkum hasil lembar observasi.

5. Dokumentasi

Dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, agenda, notulen, rapat dan sebagainya. Metode dokumentasi adalah teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditujukkan kepada subyek penelitian, namun melalui dokumen. Dokumen yang digunakan dapat berupa catatn, transkrip, buku, surat kabar, majalah, agenda, dan lain sebagainya.

F. Jenis dan Sumber Data

Menurut Suharsimi Arikunto (2006) Sumber data yang digunakan dalam penelitian kualitatif adalah bahan-bahan kepustakaan (library research) dan studi kasus, yang dimaksud dengan sumber data penelitian ini adalah objek dari mana data dapat diperoleh. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan sumber data sebagai berikut :

1. Sumber data primer

Sumber data primer adalah data yang diperoleh dari subjek penelitian, dalam hal ini peneliti memperoleh data atau informasi langsung dengan menggunakan instrumen-instrumen yang telah ditetapkan. Sumber data primer penelitian ini adalah yang bersumber dari hasil wawancara dan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti.

2. Sumber data sekunder

Sumber data sekunder adalah sumber-sumber pendukung yang mendukung dalam kelengkapan data-data dalam penelitian ini, di antaranya : Buku, Majalah, Jurnal, Blog dan website yang terkait dengan penelitian tentang adaptasi pedagang konvensional terhadap perkembangan online shop.

G. Teknik Pengumpulan Data

Menurut Suharsimi Arikunto (2006) Pengertian teknik pengumpulan data adalah cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data, di mana cara tersebut menunjukan pada suatu yang abstrak, tidak dapat di wujudkan dalam benda yang kasat mata, tetapi dapat dipertontonkan penggunaannya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa observasi, wawancara dan dokumentasi.

Adapun langkah-langkah atau cara dalam teknik pengumpulan data, sebagai berikut :

1. Observasi

Peneliti mengobservasi terhadap kegiatan para pedagang konvensional sebagai subjek penelitian, yang diteliti dengan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam menunjang pengumpulan data serta mempelajari berbagai berkas yang ada serta peraturan, prosedur, dan kebijakan yang ditetapkan oleh pedagang konvensional sebagai objek penelitian.

2. Wawancara

Peneliti mewawancarai para pedagang konvensional agar diperoleh informasi penelitian serta menganalisis hasil wawancara tersebut. Dengan tujuan mendapatkan informasi secara lengkap, mendalam, dan komprehensif sesuai dengan penelitian. Pertanyaan yang diajukan peneliti berupa pertanyaan lisan dengan tetap merujuk pada pedoman wawancara yang ada dan jawaban informan dijawab lisan.

Wawancara dilakukan terhadap beberapa informan dari pihak pedagang pasar sentral benteng. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan wawancara tak terstuktur atau wawancara mendalam untuk memperoleh data yang diperlukan, yaitu dengan mengadakan pertemuan dengan beberapa informan.

3. Dokumentasi

Dokumentasi berasal dari kata dokumen, yang berarti barang tertulis. Metode dokumentasi berarti cara pengumpulan data dengan mencatat data-data yang sudah ada. Metode dokumentasi adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk menelusuri data historis.

Dokumen tentang orang atau sekelompok orang, peristiwa, atau kejadian dalam suatu situasi sosial yang sangat berguna dalam penelitian kualitatif.

(Yusuf, 2014). Dokumentasi yang dimaksud disini adalah camera, buku, catatan kecil, dan alat perekam suara dan dokumen-dokumen dari pedagang konvensional dan pedagang online, seperti pendapatan perbulan dan dokumen dari dinas perhubugan terkait pasar sentral benteng

kabupaten kepulauan selayar. Peneliti dapat mengumpulkan dokumen yang berkaitan dengan penelitian, seperti: Koran, majalah, laporan dan dokumen terkait objek penelitin, (John W. Creswell, 2019:255).

Peneliti mendokumentasikan penelitian di Pasar Sentral Benteng Kabupaten Selayar agar data yang tersimpan dalam sebuah arsip dan lengkap serta mudah untuk memberikan keterangan secara objektif jika sewaktu-waktu diperlukan.

H. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang dimaksud adalah proses pengelolaan data yang telah dikumpulkan oleh peneliti dengan cara mengacu pada aturan atau metode penelitian yang digunakan. Untuk penelitian ini, teknik analisis data dapat dilakukan pada skematik atau gambar berikut yang merupakan model analisis data kualitatif, sebagai berikut :

Tabel 3.2 Langkah-Langkah Analisis Data Kualitatif

Adapun penjelasan pada gambar di atas, diantaranya : 1. Pengumpulan Data

Analisis data selama proses pengumpulan data dilakukan untuk mengumpulkan data yang ada dan memikirkan data baru yang akan dikumpulkan, mencari kebenaran informasi yang masih samar dan mengarahkan analisis yang sedang berlangsung.

2. Transkripsi Data

Proses wawancara dan diskusi dengan informan direkam menggunakan audio, video, dan catatan lapangan yang kemudian dipindahkan ke disket / flashdisk atau bentuk lainnya. Aktivitas transfer ini dikenal sebagai transkripsi.

3. Membaca berulang-ulang

Dalam membaca berulang-ulang adalah peneliti harus memahami, menganalisa dan membaca seksama untuk memperoleh pesan. Hendak disampaikan apa yang peneliti catat.

4. Organisasi Data

Dalam pengorganisasian data perlu dilakukan pencatatan tanggal pendataan dan penandaan data masing-masing informan dengan menggunakan angka / kode. Sehingga kode tersebut nantinya bisa dijadikan acuan untuk setiap kegiatan wawancara.

5. Kategori data

Kategori yang digunakan dapat berupa kategori yang dikembangkan sendiri oleh peneliti, kategori dari responden (kategori emic), kategori dari peneliti sebelumnya (kategori etika), atau menggabungkan semua kategori tersebut.

6. Tema-tema data merupakan mengaitkan judul penelitian yang di dapat pada dilapangan.

7. Hasil reduksi data

Reduksi data merupakan proses perbaikan data, baik mereduksi data yang dianggap tidak perlu dan tidak relevan, maupun menambahkan data yang dirasa kurang. Data yang diperoleh di lapangan mungkin sangat banyak.

Reduksi data artinya meringkas, memilih hal-hal utama, memfokuskan pada hal-hal penting, mencari tema dan pola.

Dengan demikian data yang akan direduksi memberikan gambaran yang lebih jelas, dan memudahkan peneliti untuk melakukan pendataan selanjutnya, dan mencarinya jika diperlukan.

8. Laporan merupakan hasil penelitian yang telah peneliti lakukan dengan memenuhi kaidah-kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan oleh masyarakat keilmuan.

I. Teknik Keabsahan Data

Teknik keabsahan data adalah proses mengtriangulasikan tiga data yang terdiri dari data observasi, wawancara, dan dokumen.

Agar mengetahui seberapa besar bobot hasil yang diteliti, maka perlu ada sebuah pengujian suatu penenlitian. Berikut beberapa strategi dalam melakukan uji kredibilitas suatu penelitian yaitu:

1. Perpanjangan Pengamatan

Perpanjangan pengamatan bertujuan untuk memperoleh data secara mendalam, luas, dan kepastian data yang akan diperoleh. Kedalaman data di sini diartikan sebagai peneliti yang ingin mendapatkan data yang lebih dalam sehingga diperoleh makna dari apa yang terlihat secara kasat mata.

2. Meningkatkan Ketekunan

Meningkatkan kegigihan berarti mengamati faktor-faktor yang menonjol dengan cermat, dan terus-menerus. Untuk meningkatkan ketekunan peneliti bisa melakukan dengan sering menguji data dengan teknik pengumpulan data yaitu pada saat pengumpulan data dengan teknik observasi dan wawancara, maka peneliti lebih rajin mencatat hal-hal yang detail dan tidak menunda-nunda dalam merekam data kembali, juga tidak menganggap mudah/enteng data dan informasi Selanjutnya peneliti menelaah secara mendetail ke suatu poin agar pada pengecekan awal suatu penelitian dapat dipahami. Oleh karena itu, peneliti harus memiliki keahlian mengolah data secara detail saat proses review dilakukan.

3. Triangulasi Data

Alat yang digunakan untuk menguji keabsahan data terdiri dari empat bagian yaitu triangulasi sumber, triangulasi waktu, triangulasi teori, dan triangulas pakar.

Adapun teknik keabsahan data, sebagai berikut:

a. Triangulasi Sumber

Peneliti menggali kebenaran data tertentu lewat tata cara serta sumber perolehan informasi. Misalnya, tidak hanya lewat wawancara serta observasi, peneliti dapat menggunakan observasi ikut serta (participant obervation), dokumen tertulis, arsip, dokumen sejarah, catatan formal, catatan ataupun tulisan individu serta foto ataupun gambar.

b. Triangulasi Waktu

Pada triangulasi ini, peneliti hendak memikirkan waktu pengumpulan informasi dapat hari, jam, waktu sehabis makan, pagi, siang dsb. Sebab waktu dapat pengaruhi informasi yang diperoleh.

Selanjutnya dapat dilakukan dengan pengecekan dengan wawancara, observasi atau teknik lain dalam waktu atau situasi yang berbeda. Bila hasil uji menghasilkan data yang berbeda, maka dilakukan secara berulang-ulang sehingga sampai ditemukan kepastian datanya (sugiyono, 2007:275).

c. Triangulasi Teori

Hasil akhir penelitian ini berbentuk suatu rumusan data ataupun thesis statement. Data tersebut berikutnya dibanding dengan perspektif teori yang televan buat menjauhi bias individual penelitian atas penemuan ataupun kesimpulan yang dihasilkan. Tidak hanya itu, triangulasi teori bisa tingkatkan kedalaman uraian asalkan periset sanggup menggali pengetahuan teoretik secara mendalam atas hasil analisis informasi yang sudah diperoleh.

d. Triangulasi Pakar

Pada trianguasi ini, peneliti akan menganalisis teori-teori menurut beberapa pakar atau ahli yang berkaitan dengan adaptasi pedagang konvensional terhadap perkembangan online shop.

J. Etika Penelitian

Etika penelitian adalah standar tata perilaku peneliti selama melakukan penelitian, mulai dari menyusun desain penelitian, mengumpulkan data lapangan (melakukan wawancara, Observasi, dan pengumpulan data dokumen), menyusun laporan penelitian hingga mempublikasikan hasil penelitian dengan maksud dan tujuan.

Adapun etika penelitian yang dilakukan oleh peneliti kepada informan atau subjek penelitian, diantaranya :

1. Menginformasikan tujuan penelitian dan meminta persetujuan informan atau subjek penelitian.

2. Meminta izin informan jika ingin melakukan perekaman wawancara, dan mengambil gambar informan.

3. Menjaga kerahasian informan jika penelitiannya dianggap sensitif.

4. Mengucapkan terima kasih kepada informan ketika hendak pulang.

42 BAB IV

GAMBARAN LOKASI PENELITIAN A. Sejarah Lokasi Penelitian

Kabupaten Kepulauan Selayar adalah sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten Kepulauan Selayar adalah Kota Benteng. Kabupaten ini memiliki luas sebesar 10.503,69 km² (wilayah daratan dan lautan) dan berpenduduk sebanyak ±134.000 jiwa.

Kabupaten Kepulauan Selayar terdiri dari 2 sub area wilayah pemerintahan yaitu wilayah daratan yang meliputi kecamatan benteng, Bontoharu. Buki, Bontomatene, dan Bontosikuyu serta wilayah kepulauan yang meleiputi kecamatan Pasimasunggu, Pasimasunggu timur, Takabonerate, Pasimarannu dan Pasilambena. Kepulauan Selayar merupakan satu-satunya Kabupaten di Sulawesi Selatan yang seluruh wilayahnya terpisah dari daratan sulawesi dan memiliki gugusan 130 buah pulau yang membentuk wilayah Kepulauan Selayar.

Pasar Sentral Bonea terletak di Kota Benteng tepatnya di Jalan Metro, Benteng Utara Kepulauan Selayar. Pasar Tradisional ini awalnya terletak di Jalan Penghibur Kota Benteng. Keadaan pasar tradisional tersebut terbilang kumuh dan tidak tertata rapi dengan kontruksi bangunan yang sebagian besar tidak permanen. Kondisi pasar yang kumuh dan semrawut seakan dibiarkan oleh pemerintah, hingga perkiraan tahun 2007, Pasar Tradisional yang terletak di Jalan Penghibur Benteng mengalami kebakaran yang menyebabkan puluhan bangunan hangus. Peristiwa kebakaran yang diduga akibat arus pendek ini

menjadikan Pasar Tradisional Benteng dipindahkan ke Jalan Metro dan resmi ditempati pada tahun 2008. Kondisi Pasar Sentral Benteng ini terdiri dari banyak kios/los yang tertata rapi dengan bangunan permanen yang lebih layak dan nyaman digunakan. Normalnya pasar beroperasi setiap pukul 08.00 pagi sampai 16.00 sore, namun adanya wabah pandemi virus corona dan sesuai dengan anjuran pemerintah untuk membatasi dan menjaga jarak di tempat keramaian menyebabkan pasar tutup lebih awal yakni mulai 07.30 pagi hingga 12.30 siang.

B. Letak Geografis

Kabupaten selayar yang merupakan salah satu kabupaten dalam wilayah provinsi sulawesi selatan, terbentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959 Tentang Pembentukan Daerah-daerah Tingkat II di Sulawesi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1822).

Selayar adalah salah satu-satunya kabupaten di selawesi selatan yang seluruh daerahnya berbatasan langsung dengan laut. Wilayahnya terdiri dari pulau-pulau besar dan kecil yang membentang dari utara ke selatan. Ibu kota kabupaten selayar adalah benteng. Adapun batas-batas wilayahnya sebagai berikut:

a. Sebelah utara berbatasan dengan selat selayar b. Sebelah selatan berbatasan dengan laut flores c. Sebelah timur berbatasan dengan laut banda d. Sebelah barat berbatasan dengan selat makassar

Kabupaten ini terdiri dari lebih kurang 50 (lima puluh) pulau. Pulau selayar merupakan pulau terbesar memiliki daerah datar dan berbukit-bukit dengan ketinggian 0-650 meter di atas permukaan laut. Di daerah ini terdapat 12 sungai, yakni Sungai Bangsiang, Sungai Tulang, Sungai Tamen Rojak, Sungai Appabatu, Sungai Bua-Bua, Sungai Parappa, Sungai Giring-Giring, Sungai Tanabau, Sungai Pattung, Sungai Sangkulukulu, Sungai Balang Buaja, Sungai Balang Pusombang.

Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Kepulauan Selayar tepatnya di Kota Benteng yakni di Pasar Sentral Benteng Selayar yang merupakan pusat pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat Benteng. Terletak di Kecamatan Benteng Kelurahan Benteng Utara, Jalan Metro yang berhadapan langsung dengan Pantai Bonea Kota Benteng.

(sumber: wikipedia) Gambar. 4.1

C. Jumlah penduduk

Adapun rincian jumlah penduduk menurut hasil penduduk 2020 di kabupaten kepulauan selayar berdasarkan badan pusat statistik kabupaten kepulauan selayar sebagai berikut:

Wilayah kecamatan

Jumlah Penduduk Menurut Hasil Penduduk 2020 Di Kabupaten

Kepulauan Selayar (jiwa)

Kepulauan Selayar 137.071

Pasimarannu 10.492

Pasilambena 8.005

Pasimasungguh 8.638

Takabonerate 13.484

Pasimasunggu Timur 7.866

Bontosikuyu 15. 303

Bontoharu 14.608

Benteng 24.849

Bontomanai 13.703

Bontomatene 13.381

Buki 6.742

(Sumber data: Badan Pusat Statistik Kepulauan Selayar 2020) Tabel. 4.1

Jumlah Penduduk

D. Kondisi Sarana dan prasarana pasar sentral benteng

Secara umum kondisi sarana dan prasarana yang ada di pasar sentral benteng cukup memadai yang di kelola oleh pemerintah daerah. Berupa kios-kios dan los yang di pergunakan untuk usaha perjualan. Bangunan-bangunan tersebut di bangun secara permanen dan di pisahkan satu dengan yang lainnya adapula bangunan memanjang tanpa di lengkapi dinding penyekat.

Data Inventarisasi Kios Dan Los Kelengkapan Sandang Pada Pasar Sentral Benteng Selayar

No Jenis Jualan Jumlah Blok

1 Pakaian 127 E, F, G, H, I, J, K,L,M

2 Sendal/Sepatu 15 I, H, J

3 Campuran 66 E, F, G, H, I, K, M, P

4 Aksessoris 4 B dan D

5 Kudung 2 I

6 Tas 6 D dan F

7 Kasur 2 F

(sumber data: Kantor UPT Pasar Sentral Benteng) Tabel. 4.2

Inventarisasi Kios Dan Los Kelengkapan Sandang Pasar

Data Inventarisasi Kios Dan Los Kebutuhan Pokok Pada Pasar Sentral Benteng Selayar

No Jenis Jualan Jumlah Blok

1 Ikan 59 A dan B

2 Sayur 31 A dan B

3 Beras 23 D, F, G, K, L, M, N, O

4 Hasil Bumi 1 N

(sumber data: Kantor UPT Pasar Sentral Benteng) Tabel. 4.3

Inventarisasi Kios Dan Los Kebutuhan Pokok Pasar

Data Inventarisasi Kios Dan Los Kebutuhan Lainnya Pada Pasar Sentral Benteng Selayar

No Jenis Jualan Jumlah Blok

1 Tembakau 4 B

2 Kue 10 B dan O

3 Makanan jadi 2 B

4 Emping/Buah 43 C

5 Roti 1 Kios baru bagian barat

6 Minuman 1 Kios baru bagian barat

7 Es Batu 3 P dan G

8 Pecah Belah 5 H dan L

9 Tukang Cukur 1 F

10 Parang 2 N

11 Emas 4 G

12 Pulsa 1 K dan L

13 Tukang Jahit 2 F dan L

14 Servis Tv 1 Kios baru bagian barat

15 Salon 1 Kios baru bagian barat

(sumber data: Kantor UPT Pasar Sentral Benteng) Tabel. 4.4

Inventarisasi Kios Dan Los Kebutuhan Lainnya Pada Pasar

Fasilitas kios dan los di atas merupakan fasilitas permanen dan semi permanen yang dikelola pemerintah daerah. Selain kios dan los di pasar sentral benteng juga terdapat gudang, bank pesisir dan koperasi duafa. Untuk meningkatkan pelayanan serta mengoptimalkan kegiatan pedagang, pasar sentral benteng dilengkapi dengan kantor pengelolaan Pasar Sentral Benteng dan posko keamanan dan posko kebersihan. Dinas perindustrian perdagangan, koperasi dan ukm dalm hal ini tehnik unit UPT pasar sentral benteng kabupaten kepulauan selayar yakni mengoptimalkan pengelolaan dan pemberdayaan pasar agar bertambahnya kemampuan dan pemahaman para pedagang pasar sentral benteng kabupaten kepulauan selayar terhadap peraturan dan ketentuan terkelolah pasar secara baik, dimana semua ini harus ada kerja sama antara pemerintah setempat dan masyarakat agar semua bisa terwujud. Sebagaimana yang telah di ketahui bahwa pasar ialah tempat aktivitas berlangsungnya penawaran barang dan jasa.

Adapun struktur organisasi pasar sentral benteng sebagai berikut:

Struktur Organisasi UPT Pasar Sentral Benteng

(sumber data: Kantor UPT Pasar Sentral Benteng) Tabel. 4.5

Struktur Organisasi UPT Pasar Sentral Benteng

Untuk mrnciptakan kondisi pasar yang bersih aman, nyaman dan sehat terdapat kelompok kerja untuk mengelola lingkungan pasar melalui pengawasan dan perbaikan kualitas kesehatan lingkungan pasar. Pelaksanaan pengawasan ini sangat penting di tengah pandemi virus corona sesuai dengan imbauan pemerintah untuk menerapkan aturan menggunakan masker dan menjaga jarak.

Berikut Adapun struktur kelompok kerja (pokja) Pasar Sentral Benteng sebagai berikut:

Struktur Pokja Pasar Sehat Sentral Benteng

(sumber data: Kantor UPT Pasar Sentral Benteng) Tabel. 4.6

Struktur Pokja Pasar Sehat Sentral Benteng

E. Keadaan Sosial Pasar

Pasar merupakan pusat perbelanjaan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup terhadap bahan pokok dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Kondisi pasar sentral benteng tidak berbeda jauh dengan pasar pada umumnya. Sebelumnya aktivitas jual beli berjalan lancar namun belakangan keadaan pasar terlihat sepi atau pembeli kurang. Alasan utama permasalahan ini diakibatkan mewabahnya covid-19. Pemerintah kabupaten mendorong

seluruh masyarakat termasuk seluruh pedagang di pasar untuk menerapakan protokol pencegahan penularan covid-19 yaitu menjaga jarak. Selama mewabahnya covid-19 jumlah pembeli dipasar mengalami penurunan.

Sepinya pembeli membuat sebagian pedagang menutup sementara kios dan los usaha mereka.

Beberapa pedagang tetap berjualan di pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yakni menggunakan masker saat berjualan. Sementara pedagang lainnya melakukan transaksi online untuk mengurangi penjualan tatap muka selama masa pandemi virus corona.

Para pedagang memilih bertahan pada umumnya merupakan pedagang yang cukup lama berjualan di pasar dan mempunyai hubungan dekat antara penjual dan pembeli.

BAB V

HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

Proses penelitian ini bermula dari ketertarikan penulis melihat perkembangan online shop atau toko daring. Permasalahan penelitian yang

Proses penelitian ini bermula dari ketertarikan penulis melihat perkembangan online shop atau toko daring. Permasalahan penelitian yang

Dokumen terkait