BAB III METODE PENELITIAN
A. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di PT. Astra Honda Motor Kabupaten Takalar.
Jln. Diponegoro No. 104 2. Waktu Penelitian
Penelitian berlangsung selama kurang lebih 2 bulan mulai bulan April sampai bulan Mei 2016.
B. Metode Pengumpulan Data
Dalam sistem informasi ini metode pengumpulan data dengan menggunakan studi lapangan yaitu dengan melakukan peninjauan langsung ke perusahaan guna memperoleh data-data mengenai perusahaan yang menjadi objek penelitian ada 3 cara untuk memperoleh data-data tersebut yaitu:
1. Observasi yaitu pengumpulan data dengan melakukan pengamatan secara langsung kepada objek yang diteliti.
2. Wawancara yaitu proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab secara tatap muka atau langsung antara penanya atau pewawancara dengan responden.
3. Dokumentasi yaitu pengumpulan data sekunder dari instansi dan lembaga yang terkait yang berhubungan dengan penelitian ini.
1. Jenis Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif.
Dimana data kualitatif adalah jenis data yang berupa kalimat atau pernyataan yang berhubungan dengan penelitian.
2. Sumber Data
a. Data primer adalah data yang dikumpulkan langsung dari hasil wawancara dan observasi dengan pihak perusahaan PT. Astra Honda Motor Kabupaten Takalar.
b. Data sekunder yaitu data yang diperoleh secara tidak langsung dari sumbernya yang mampu memberikan informasi yang terkait dengan penelitian, seperti dokumentasi, literatur, serta data-data melalui internet.
D. Metode Analisis
Metode analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis kualitatif. Jenis penelitian kualitatif merupakan jenis penelitian pengumpulan data untuk mengetes pertanyaan penelitian berkaitan dengankeadaan atau kejadian sekarang.Dengan jenis penelitian ini maka akan digambarkan secara sistematis, fakta dan karakteristik peranan sistem informasi dalam mendukung terciptanya koordinasi yang efektif pada PT.
Astra Honda Motor Kabupaten Takalar.
Tehnik pengumpulan data kualitatif dalam sistem informasi manajemen melalui pengolahan data. Dimana data merupakan bahan mentah
terdiri dari kegiatan menyimpan data dan penanganan data. Data tersebut akan ditangkap sebagai input, diporoses kembali lewat suatu model, dan seterusnya sehingga membentuk suatu siklus yang disebut “Siklus Informasi”.
Pengumpulan data dilaksanakan sesuai dengan jenis data, objek, dan sumber data serta persiapan pengumpulan data. Pengolahan data dapat dilakukan secara manual ataupun dengan bantuan komputer. Pada hakikatnya analisis data adalah sebuah kegiatan untuk mengatur, mengurutkan, mengelompokkan, memberi kode atau tanda, dan mengkategorikannya sehingga diperoleh suatu temuan berdasarkan fokus masalah yang ingin dijawab.
Melalui serangkaian aktifitas tersebut, data kualitatif yang biasanya berserakan dan bertumpuk-tumpuk bisa disederhanakan untuk akhirnya bisa dipahami dengan mudah. Pada bagian analisis data diuraikan proses pelacakan dan pengaturan secara sistematis transkip-transkip wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lainagar peneliti dapat menyajikan temuannya.
Analisa data setelah pengumpulan data, pada tahap ini peneliti banyak terlibat dalam kegiatan penyajian atau penampilan (display) dari data yang dikumpulkan dan dianalisis sebelumnya. Display adalah format yang menyajikan informasi secara sistematik kepada pembaca. Penelitian kualitatif memfokuskan pada kata-kata, tindakan-tindakan orang yang menjadi konteks tertentu, yang dapat dilihat sebagai aspek relevan dari situasi yang bersangkutan.
31
A. Sejarah Singkat Perusahaan
PT. Astra Honda Cabang Takalar adalah anak perusahaan dalam jajaran PT. Astra Internasional Tbk yang bergerak di bidang perdagangan Motor Honda untuk wilayah Kabupaten Takalar yang berkantor pusat di Jln.
Gaya Motor Raya No.8 Sunteri Amdi Gedung “B” Lantai 8 Jakarta Utara.
Astra Honda Motor Takalar berdiri pada tanggal 5 januari tahun 2009 yang berkantor di Jln. Jenderal Sudirman No. 1 yang diusulkan oleh Ibu Suriani Bangsa dan Evans Philip yang dibawah pimpinan oleh Bapak Ansar sebagai pejabat sementara beranggotakan 10 orang.
Pada awal bulan Juli 2011 PT. Astra Honda Motor Cabang Takalar dipimpin oleh Dimas Ardian dan pada tanggal 3 Mei 2011 Astra pindah ke kantor ke Jln. Diponegoro No. 104 yang dipimpin oleh Bapak Rivai Bukri, dan saat ini Astra Honda Motor Cabang Takalar dipimpin oleh Bapak Abd.
Khaliq Rahim, S.E.
B. Visi dan Misi 1. Visi
Untuk menjadi pengecer sepeda motor pilihan dengan menyediakan solusi yang melebihi harapan masyarakat.
2. Misi
Membuat konsumen bahagia dan menikmati kesempatan tak terbatas.
32
C. Struktur Organisasi
Suatu perusahaan dikatakan berkembang apabila perusahaan dalam perusahaan tersebut terdapat suatu sistem kerja yang baik. Dimana dalam suatu unit/bagian melaksanakan tugas wewenang dan tanggung jawabnya secara jelas dan tegas. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh suatu perusahaan untuk menjamin terselenggaranya aktivitas perusahaan dengan baik dan efektif dalam mendukung pencapaian tujuan perusahaan yaitu dengan menyusun struktur organisasi yang baik dan rapi. Dalam struktur organisasi kita dapat melihat dengan jelas batasan-batasan tanggung jawab, wewenang dan tugas pokok masing-masing unit organisasi tersebut. Dengan adanya struktur organisasi lebih memudahkan perusahaan dalam pengambilan keputusan. Untuk lebih jelasnya akan dijelaskan tugas dan fungsi berdasarkan deskripsi jabatan melalui struktur organisasi.
31
Gambar 3 Struktur Organisasi PT. Astra Honda Motor Kab. Takalar Sumber PT. Astra Honda Motor Kab. Takalar 2016
Chasier Security Driver Office
Boy Sales
Administrator
Workshop Administrator Unit
Crew
Sales Eksecutive
Workshop Coordinator Adm & Fin
Coordinator
Outlet Leader/Team Leader
Service Advisor
Mekanik Final
Inspection
33
32
D. Uraian Tugas
Adapun tugas dan kewajiban serta wewenang untuk masing-masing jabatan sesuai dengan struktur organisasi di atas adalah sebagai berikut : 1. Sales Office Head :
a. Melakukan kegiatan pengelolaan cabang dibidang penjualan, administrasi, service serta mengoptimalkan sumber daya yang ada dalam usaha pencapaian target.
b. Meningkatkan produktifitas/performance cabang serta kepuasan pelanggan.
c. Menjamin tersedianya Market Information (potensi wilayah, trend pasar, progam kantor pusat, dll) untuk membuat strategi dan rencana penjualan.
d. Menjamin terlaksananya kegiatan administrasi penjualan sesuai ketentuan.
e. Menjamin kebenaran pelaksanaan ketentuan dalam pengadaan barang.
f. Menjamin kebenaran pelaksanaan ketentuan dalam pengelolaan kebersihan, keamanan, dan keselamatan kondisi lingkungan kerja.
g. Menjamin kebenaran pelaksanaan ketentuan dalam rekrutmen dan seleksi calon karyawan.
2. Administration & Finance Coordinator :
a. Mengelola dan memelihara asset sales office yang berupa harta fisik dan keuangan.
32
b. Menjamin penyelenggaraan system administrasi, keuangan, perpajakan, dan pembukuan.
c. Menjalankan proses penerimaan, penyimpanan, dan pengeluaran BPKB.
e. Memonitor dan memeriksa penggunaan dana operasional untuk mengontrol pengeluaran dana operasional.
f. Memonitor dan memeriksa kebenaran transaksi, penagihan dan pelunasan serta kelengkapan peralatan bengkel.
3. Outlet Leader/Team Leader :
a. Mengelola kegiatan penjualan dan proses administrasi yang ada di outlet penjualan demi tercapainya efektifitas dan efesiensi proses penjualan serta keamanan transaksi dari keutuhan asset perusahaan.
b. Membimbing serta mengarahkan Sales Executive dan Sales Counter demi tercapainya tingkat produktifitas penjualan sesuai yang diharapkan.
c. Mengkoordinir dan mensupervisi kegiatan Sales Executive dalam angka mencapai produktivitas penjualan yang optimal yang berorientasi pada kepuasan pelanggan.
d. Melakukan aktifitas untuk mempersiapkan penjualan.
e. Membantu SO Head/Sales Coordinator dalam melakasanakan event-event penjualan.
32
4. Workshop Coordinator :
a. Membuat perencanaan dan memastikan pencapaian revenue workshop, Unit Entry sesuai standar yang ditetapkan.
b. Menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan bengkel c. Melakukan evaluasi program-program yang ada di bengkel.
d. Menginformasikan kompetensi jajaran personel bengkel dalam usaha pencapaian target untuk meningkatkan produktibitas dan pencapaian performance bengkel serta kepuasan pelanggan.
5. Sales Administrator :
a. Menjalankan proses administrasi penjualan untuk merealisasikan penjualan.
b. Melakukan pemeriksaan STNK dan BPKB dan menyerahkan kepada konsumen.
c. Melakukan input-input data penjualan untuk pengajuan klaim program.
d. Membuat surat pemesanan kendaraan.
6. Chasier :
a. Menyiapkan dan melakukan aktivitas pembayaran, peneriamaan dan penyimpanan uang.
b. Melakukan penerimaan dalam bentuk uang atau bilyet giro/cek secara fisik dan melakukan pembukuan.
c. Melakukan cash opname dan melaporkannya kepada Adm & Fin Coord/SO Head.
32
7. Security :
a. Menjaga keamanan lingkungan perusahaan khususnya keamanan fisik asset perusahaan.
b. Melakukan patroli di sekitar lingkungan perusahaan menurut rute dan waktu tertentu dengan maksud mengadakan pemantauan dan pemeriksaan barang, orang atau tempat mencurigakan.
8. Driver :
a. Mengirimkan sepeda motor yang diterimanya dari bagian service kepada pembeli berdasarkan surat jalan, surat keluar, surat serah terima barang.
b. Meminta tanda tangan kepada pembeli pada surat serah terima barang sebagai bukti bahwa sepeda motor telah diterima oleh pembeli.
9. Office Boy :
a. Menjaga kebersihan area perusahaan.
b. Menyiapkan dan menyediakan minum untuk Departemen Head dan karyawan.
c. Menerima atau melaksanakan perintah atasan lainnya.
10. Unit Crew :
a. Melakukan kegiatan penerimaan dan pengeluaran unit sepeda motor dan KSU (Kelengkapan Standar Unit).
b. Memeriksa dan mencatat ada/tidaknya kerusakan kondisi unit sepeda motor dan KSU yang datang.
c. Mengatur lokasi penyimpanan unit sepeda motor yang siap dijual.
32
11. Workshop Administrator :
a. Melakukan administrasi di bengkel mulai dari pendaftaran hingga pembayaran ke dalam system.
b. Membuat PKB (Perintah Kerja Bengkel) ke dalam system.
c. Mencetak tagihan dan menerima pembayaran dari konsumen.
d. Menyetor pembayaran ke kasir.
12. Sales Executive :
a. Melakukan kegiatan penjualan unit kendaraan sesuai kebutuhan pelanggan dan target yang ditetapkan.
b. Mengumpulkan dan mengelola informasi/data mengenai prospek untuk menentukan prospek yang potensial.
c. Melakukan aktifitas untuk melakukan penjualan.
d. Melakukan proses administrasi penjulan yang bertujuan untuk mensahkan terjadinya penjualan.
13. Mekanik :
a. Melakukan service kendaraan meliputi perawatan dan perbaikan sesuai perintah kerja bengkel.
b. Mencatat pekerjaan yang dilakukan dan mencatat waktu kerja.
14. Service Advisor :
a. Melayani pendaftaran konsumen yang melakukan service ke bengkel, dan menginformasikan biaya jasa serta suku cadang.
b. Menjelaskan kondisi akhir sepeda motor setelah service kepada konsumen.
32
c. Melayani konsumen yang ingin melakukan konsultasi seputar sepeda motor ataupun layanan bengkel.
15. Final Inspection :
a. Melakukan pemeriksaan ulang terhadap unit yang sudah selesai dikerjakan.
b. Melakukan penyetelan akhir bagian-bagian sepeda motor yang tidak bias dikerjakan oleh mekanik.
c. Membantu kepala mekanik dan atau Service Advisor dalam menjalankan fungsi masing-masing di bengkel.
40
BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Analisis Sistem
Berdasarkan permasalahan yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, tahap analisis sistem yang berjalan pada PT. Astra Honda Motor Takalar bertujuan untuk mendapatkan pemahaman secara keseluruhan tentang sistem yang sedang berjalan sebagai pedoman untuk melakukan pengembangan sistem.
Dalam penelitian yang telah dilakukan pada PT. Astra Honda Motor Takalar, sistem informasi yang digunakan untuk mendukung terciptanya koordinasi yang efektif, belum berjalan dengan baik karena sistem yang di dipakai dalam sebagian pelaksanaannya masih tergolong manual, yakni dengan mencatat data pembeli pada buku laporan penjualan, kemudian di input lagi pada komputer, maka dari itu penulis melakukan penelitian SIM dan memberikan saran untuk memperbaiki dan mengembangkan sistem yang sedang berjalan agar lebih bersifat terkomputerisasi di setiap bagian agar dapat memudahkan perusahaan dalam mengelolah data penjualan maupun pembelian melalui flowchart agar menunjang koordinasi yang efektif.
Diagram alir yang berjalan dan diagram usulan arus data penjualan pada PT. Astra Honda Motor Takalar dapat dilihat pada gambar 4 dan gambar 5
Gambar 4 : Flowchart Sistem informasi manajemen yang berjalan pada PT. Astra Honda Motor Kab. Takalar
Input Mengisi Form SPK
Masukkan data SPK konsumen
Mengecek kelengkapan isian
Isian lengkap
Simpan data SPK/konsumen
Cetak Faktur kendaraan
dan BSTK Penyerahan unit
Faktur kendaraan dan BSTK
Output Proses
40
Gambar 5 : Flowchart Sistem informasi manajemen yang diusulkan pada PT. Astra Honda Motor Kab. Takalar ALUR PENJUALAN SEPEDA MOTOR HONDA
Konsumen Karyawan Olah Data Proses IT Pimpinan
Mulai
Mengisi Form SPK (Surat Pesanan
Kendaraan)
Form SPK Mengecek
Kelengkapan
Dilihat dari hasil gambaran rancangan di atas dapat diketahui bahwa proses informasi berada pada bagian tengah bagan yang mencakup sebagian sistem pencatatan manual yang kemudian dialihkan ke komputer dengan database yang berisi data dan informasi yang berasal dari pengumpulan data konsumen dan informasi yang berasal dari hasil monitoring dan evaluasi yang telah dilakukan oleh karyawan. Sistem informasi memberikan informasi dalam empat bentuk dasar kepada pemakai SIM yakni pendataan konsumen, pengolahan data, proses IT, pimpinan.
Proses pendataan tersebutdimulai dari pengisian formulir Surat Pesanan Kendaraan ( SPK ) oleh konsumen terhadap suatu jenis atau tipe kendaraan.
Kemudian karyawan mengecek kelengkapan data tersebut selanjutnya mengadakan pengolahan data dalam sistem komputerisasi. Setelah semua proses pendataan konsumen atau calon pembeli selesai dan dinyatakan memenuh syarat, maka dilakukan cetak faktur kendaraan dan di lakukan proses pembayaran Pra Order ( PO ). Selanjutnya terbitlah Berita Surat Terima Kendaraan (BSTK), dan penyerahan unit kendaraan oleh pihak PT. Astra Honda Motor kepada konsumen disertai dokumen tanda terima penyerahan barang.
B. Rancangan Sistem
Perancangan sistem merupakan penentuan bagaimana suatu sistem akan menyelesaikan apa yang mesti diselesaikan. Tahap ini menyangkut mengkonfigurasi dari komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem sehingga setelah instalasi dari sistem akan benar-benar memuaskan rancang bangun yang telah ditetapkan pada akhir tahap analisis
sistem. Rancangan sistem merupakan Rancangan dari sistem yang diusulkan dengan tujuan untuk memberikan gambaran kepada pemakai tentang sistem yang diusulkan.
Rancangan sistem dapat memberikan gambaran secara umum maupun terinci dengan menggunakan diagram konteks dan diagram level.
1. Diagram Konteks
Menggambarkan satu lingkaran besar yang dapat mewakili seluruh proses yang terdapat dalam suatu sistem. Merupakan tingkatan tertinggi dalam data flow diagram dan biasanya diberi nilai 0 (nol). Semua entitas eksternal yang ditunjukkan pada diagram konteks berikut aliran-aliran data utama menuju dan dari sistem. Diagram ini sama sekali tidak memuat penyimpanan data dan tampak sederhana untuk diciptakan.
Gambar 6 : Rancangan Diagram Konteks Sistem Informasi PT. Astra Honda Motor Takalar
KONSUMEN
KARYAWAN PIMPINAN
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
KTP, KK FORM SPK
PO
FAK & BSTK
LAP & MON
2. Diagram Level
Merupakan satu lingkaran besar yang mewakili lingkaran-lingkaran kecil yang ada di dalamnya. Merupakan pemecahan dari diagram konteks ke diagram nol. Didalam diagram ini memuat penyimpanan data.
Gambar 7 : Rancangan Diagram Level Sistem Informasi PT. Astra Honda Motor Takalar
C. Perbandingan SIM yang Sedang Berjalan dan yang Diusulkan
Di Era moderen seperti sekarang ini, eksistensi teknologi komputer pada organisasi sangat besar pengaruhnya terhadap pengelolaan sistem informasi manajemen bila dibandingkan dengan penggunaan tenaga manusia atau sistem manual. Efektivitas penggunaan teknologi komputer dalam pengelolaan sistem informasi manajemen terutama terlihat pada kecepatan dan ketepatan waktu pendayagunaan pikiran dan tenaga serta meminimalisasi resiko kemungkinan terjadinya error informasi.
Kehadiran Sistem Informasi Manajemen (SIM) di dalam dunia bisnis juga sangat membantu di dalam penyimpanan data. Tanpa Sistem Informasi Manajemen (SIM), akan sangat sulit sekali untuk memeriksa banyaknya stok barang yang dimiliki oleh PT. Astra Honda Motor. Namun dengan adanya Sistem Informasi Manajemen (SIM), memeriksa kondisi stok barang, keuangan, dan segala sesuatu yang menunjang kegiatan jual beli pada perusahaan akan dapat mudah dan praktis untuk dilakukan.
Dari hasil penelitian penulis pada PT. Astra Honda Motor ada perbandingan Sistem Informasi yang sedang berjalan dan Sistem Informasi yang diusulkan :
1. Sistem Informasi dalam bentuk Manual :
Sistem Informasi Manajemen manual menunjukkan bahwa sistem pengolahan suatu data sebagian masih mencakup sistem pencatatan dengan cara pemindah bukuan yang akan disaring kembali kemudian dialihkan ke komputer. Sistem manual yang dimaksud diantaranya :
a) Penggunaan waktu yang kurang efektif.
b) Memakan biaya perawatan yang tidak sedikit.
c) Kemampuan menyimpan informasi dalam jumlah yang sangat besar sangat tidak mungkin karena memiliki kapasitas yang kecil.
d) Sangat sulit dalam menghubungkan satu orang dengan orang lain yang berbeda posisi.
e) Kendala dalam penulisan dan penyuntingan data 2. Sistem Informasi dalam bentuk Komputerisasi
Kontribusi sistem informasi berbasis komputer saat ini sistem informasi merupakan isu yang paling penting dalam pengendalian manajemen. Hal ini disebabkan karena tujuan dari pengendalian manajemen adalah untuk membantu manajemen dalam mengkoordinasi sub unit-sub unit dari organisasi dan mengarahkan bagian-bagian tersebut untuk mencapai tujuan perusahaan. Dua hal yang menjadi perhatian dari definisi diatas adalah mengkoordinasi dan mengarahkan. Tentu saja dalam dua proses tersebut diperlukan satu sistem agar proses koordinasi dan pengarahan dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai.
Manfaat utama dari perkembangan sistem informasi terkomputerisasi adalah :
a) Penghematan waktu b) Penghematan biaya c) Peningkatan efektivitas d) Pengembangan teknologi
e) Pengembangan personel akuntansi
Dengan berbagai manfaat dan kontribusi yang diberikan tersebut, perusahaan PT. Astra Honda dapat bertahan dalam arena kompetisi yang semakin ketat juga tentunya mengadakan beberapa pekerjaan yang bisa menunjang bisnisnya, misal saja mengadakan transaksi-transaksi yang harus diolah setiap harinya, daftar gaji yang harus disiapkan, penjualan dan pembelian atas perkiraan yang harus dibutuhkan. Semua kegiatan itu pastinya akan mengolah data-data yang diperlukan, dalam hal ini komputer akan memudahkan manusia dalam bekerja untuk mengolah data. Dengan adanya sebuah sistem informasi akan lebih mempermudah pengolahan tersebut, tentunya dengan menggunakan sistem informasi manajemen yang tidak hanya bisa mengolah data, namun juga dapat memberikan informasi kepada pihak manajemen secara mudah dan fleksibel, dan juga bagi pengambil keputusan.
D. Peranan SIM dalam Mengefektifkan Koordinasi
Sistem Informasi Manajemen pada hakikatnya saling berkaitan dengan pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen. Untuk itu dalam meningkatkan koordinasi yang efektif PT. Astra Honda Motor melaksanakan Sistem Informasi Manajemen yang semua unsur-unsur yang merupakan perangkat kesatuan antara bidang-bidang yang ada untuk mencapai suatu tujuan perusahaan. Unsur-unsur perangkat kesatuan tersebut antara lain :
1. Bidang Produksi
Dalam hal produksi pada PT. Astra Honda Motor yaitu menyediakan stok barang berupa sepeda motor dalam berbagai tipe atau jenis sesuai minat
konsumen serta pelayanan jasa secara optimal guna meningkatkan peluang pemasaran bagi perusahaan, mengingat Pertumbuhan konsumen sepeda motor meningkat luar biasa. Di tengah-tengah persaingan yang begitu tajam akibat banyaknya merek pendatang baru, sepeda motor Honda yang sudah lama berada di Indonesia, dengan segala keunggulannya, tetap mendominasi pasar dan sekaligus memenuhi kebutuhan angkutan yang tangguh, irit dan ekonomis.
2. Bidang Sitem Informasi Manajemen
Pada PT. Astra Honda Motor mengenai sistem informasi manajemen berhubungan langsung dengan sistem komputerisasi, yang semua kegiatan dimulai dari pengumpulan, pengolahan, pengklasifikasian sampai pada penyajian informasi bagi manajemen dari kantor-kantor cabang langsung berhubungan dengan kantor pusat pada sistem komputerisasi secara online dan paralel.
3. Bidang Keuangan
Keuangan merupakan fungsi yang berkaitan erat dan bertanggung jawab bagi pemastian sumber dana. Data anggaran dan biaya merupakan masukan bagi laporan pengendalian manajerial. Ini berarti bahwa sistem keuangan merupakan bagian dari sistem pengolahan informasi yang mendukung pengendalian manajerial untuk semua fungsi. Diantaranya transaksi yang erat hubungannya dengan keuangan adalah pembarayaran PO ( Pra-Order ) dan permintaan kredit.
4. Bidang Pengembangan SDM
Berdasarkan strategi pengembangan SDM, beberapa program utama yang telah ditetapkan untuk mendukung secara optimal. Pelaksanaan program teknis dan operasional serta pengembangan manajemen dan orgaisasi.
Program ini meliputi tiga aspek utama yaitu: penyempurnaan jenjang karir, penyempurnaan sistem penyajian pendidikan dan latihan untuk promosi dan mutasi pegawai.
Sesuai hasil penelitian penulis pada PT. Astra Honda Motor Takalar menunjukkan bahwa pengaruh penerapan komputerisasi sistem informasi manajemen dalam proses pengolahan data dan informasi berperan efektif terhadap koordinasi antara karyawan, pimpinan dan konsumen karena kecepatan penggunaan komputer dalam proses penyelesaian pekerjaan pada perusahaan baik terhadap penyajian informasi, penyelesaian pekerjaan mulai dari pengolaha, distribusi, kelola karyawan maupun informasi tentang perkembangan industri pemasaran sepeda motor.
Sebelum penggunaan mesin komputer dalam proses pengolahan data pada PT. Astra Honda Motor Takalar, setiap proses pengolahan informasi sebagian masih dilakukan dengan menggunakan manual, sesuai dengan hasil penelitian penulis memperlihatkan bahwa kecepatan waktu yang diharapkan penggunaan mesin manual biasanya kurang efektif, karena waktu yang telah ditentukan tidak pernah tepat bahkan tambah waktu, dibandingkan dengan penggunaan komputer kurang dari target waktu yang telah ditentukan serta
mempermudah untuk mengakses informasi antara sesama karyawan maupun pimpinan.
52
A. Kesimpulan
Dalam bab kesimpulan dan saran, penulis akan memaparkan beberapa hal sebagai berikut:
1. Sistem Informasi Manajemen ini merupakan suatu kombinasi atau suatu kesatuan unsur-unsur yang saling ketergantungan antara manusia dengan saranan peralatan yang digunakan untuk menjalankan proses manajemen dan pangambilan keputusan dalam sebuah perusahaan.
2. Pelaksanaan Sistem Informasi Manajemen pada PT. Astra Honda Motor Takalar sudah cukup baik dalam hal ini di dukung oleh Sumber Daya Manusia ( karyawan ) dan peralatan kantor yang cukup baik dan memadai.
3. Peranan SIM dalam mengefektifkan koordinasi pada PT. Astra Honda Motor meliputi empat unsur yaitu:
a. Bidang Produksi
b. Bidang Sitem Informasi Manajemen c. Bidang Keuangan
d. Bidang Pengembangan SDM
4. Dengan komputerisasi ini akan diperoleh berbagai keuntungan antara lain : a. Dapat membantu mempercepat proses pengadaan barang.
b. Tidak memerlukan tempat yang banyak untuk penyimpanan data.
c. Dapat menghilangkan terjadinya duplikasi data.
d. Dapat memberikan laporan yang dibutuhkan dengan efektif & efisien.