BAB III METODE PENELITIAN
B. Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian ini dialakukan di kabupaten Kampar, provinsi Riau. Adapun Waktu penelitian dilakukan pada bulan januari 2021- selesai.
1. Data primer, merupakan data yang diperoleh secara langsung dari subjek penelitian. Dengan demikian yang menjadi data dalam penelitian ini adalah keterangan dari wawancara penulis.
2. Data sekunder, diperoleh secara tida langsung dari literature dokumen, data-data, dan literatur-literatur lainnya yang berkaitan dengan persoalan yang akan diteliti.
D. Informan penelitian
Informan menurut Arikunto aalah orang yang memberikan informasi, dengan pengertian ini maka informan dapat dikatakan sama dengan responden apabila memberikan keterangannya. Dalam hal ini yang menjadi informan adalah penduduk kabupaten Kampar usia produktif yaitu rentang usia 15-64 tahun berjumlah 602.825 orang dan untuk penelitian ini penulis mengambil sampel sebesar 5 % dari jumlah masyarakat yaitu sebanyak 30 orang.
Dalam penelitian kualitaif ini, sumber data diposisikan sebagai narasumber/ pemilik informasi, karena itu ia disebut dengan informan dengan kata lain subjek yang diteliti, karena ia bukan saja sebagai narasumber melainkan juga actor pelaku yang ikut menentukan berhasil atau tidaknya sebuah penelitian berdasarkan informan yang diberikan.
1. Wawancara
Wawancara digunakan sebgai teknik pengumpulan data, apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respindennya sedikit/kecil.41 Teknik pengumpulan data ini mendasarkan diri pada laporan tentang diri sendiri atau self-report, atau setidak-tidaknya pada pengetahuan dan atau keyakinan pribadi.
2. Observasi
Observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain, yaitu wawancara dan kuesioner. Kalau wawancara dan kuesioner selalu berkomunikasi dengan orang, maka observasi tidak terbatas pada orang, tetapi juga obyek-obyek alam yang lain. Teknik pengumpulan data dengan observasi digunakan bila, penilitian berkenaan dengan perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan bila responden yang diamati tidak
41 Sugioyono, Metode Penelitian Kuantitaif, (Bandung : ALFABETA, 2018), hlm. 214
pengumpulan data, observasi dapat dibedakan menjadi participant observation (obsefrvasi berperan serta) dan non pasrticipant observation selanjutnya dari segi instrumentasi yang digunakan, maka observasi dapat dibedakan menajadi observasi terstruktur dan tidak terstruktur.42
3. Dokumentasi
Dokumentasi dapat dilaukan dengan cara pengumpulan beberapa informasi tentang data dan fakta yang berhubungan dengan masalah dan tujuan penelitian, baik dari sumber dokumen yang dipublikasikan, jurnal ilmiah, Koran, dan majalah, adapun dokumentasi-dokumentasi yang dimaksud adalah berupa data-data yang diperlukan.
F. Teknik Analisis data
a. Pengumpulan Data (Data collection)
Pengumpulan data merupakan bagaian integral dari kegiatan analisis data. Kegiatan pengumpulan data pada penilitian ini adalah dengan menggunakan wawancara dan studi dokumentasi.
42 Sugioyono, Metode Penelitian Kuantitaif, (Bandung : ALFABETA, 2018), hlm. 223
Reduksi data, diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan tertulis dilapangan. Reduksi dilakukan sejak pengumpulan data dimualai dengan membuat ringkasan, mengkode, meneklusur tema, membuat gugus-gugus, menulis memo dan sebagainya dengan maksud menyisihkan data/nformasi yang tidak relevan.
c. Display data
Display data adalah pendeskripsian sekumpulan informasi tersusun yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Penyajian data kualitatif disajikan dalam bentuk teks naratif.
Penyajiannya juga dapat berbentuk matrik, diagram, tabel dan bagan.
d. Verifikasi dan Penegasan Kesimpulan (Conclution Drawing and Verification)
Verifikasi dan penegasan kesimpulan (Conclution Drawing and Verification) merupakan kegiatan akhir dari analisis data. Penarikan kesimpulan berupa kegiatan interpretasi, yaitu menemukan mkana data yang telah disajikan. Antara display data dan penarikan kesimpulan terdapat aktivitas analisis data yang ada. Dalam pengertian ini anlisis data kualitatif merupakan upaya berlanjut, berulang dan teus-menerus. Masalah
verifikasi menjadi gambaran keberhasilan secara berurutan sebagai rangkaian kegiatan analaisis yang terkait. Selanjutnya data yang telah dianalisis, dijelaskan dan dimaknai dalam bentuk kata-kata untuk mendiskripsikan fakta yang ada dilapangan, pemaknaan atau untuk menjawab pertanyaan penelitian yang kemudian diambil intisarinya saja. Berdasarkan keterangan diatas, maka setiap tahap dalam proses tersebut dilakukan untuk mendapatkan keabsahan data dengan menelaah seluruh data yang ada dari berbagai sumber yang telah didapat dari lapangan dan dokumen pribadi, dokumen resmi, gambar, foto dan sebaganya melalui metode wawancara yang didukung dengan studi dokumentasi.
PEMBAHASAN A. Monografi Kabupaten Kampar
1. Sejarah Kabupaten Kampar
Kabupaten Kampar pada awalnya berada dalam provinsi sumatera tengah, dibentuk berdasarkan Undang-undang nomor 12 tahun 1956 dengan ibukota bangkinang. Kemudian masuk wilayah provinsi riau, berdasarkan Undang-Undang Darurat nomor 19 tahun 1957 dan dikukuhkan oleh undang-undang nomor 61 tahun 1958. Kemudian untuk perkembangan kota pekanbaru, Pemerintah daerah Kampar menyetujui untuk menyerahlam sebagian dari wilayahnya untuk keperluan perluasan kota Pekanbaru, yang kemudian ditetapkan melalui peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 1987.
Sesuai dengan surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Riau Nomor : KTPS. 318VII1987 tanggal 7 juli 1987. Kabupaten Kampar terdiri dari 19 kecamatan dengan dua pembantu Bupati.
Pembantu Bupati Wilayah I berkedudukan di Pasir Pengarayan dan Pembantu Bupati Wilayah II di pangkalan kerinci, Pembantu Bupati Wilayah I Mengkoordinir Wilayah Kecamatan Rambah, Rokan IV Koto, Kunto Darussalam, Kepenuhan, dan Tambusai. Pembantu Bupati Wilayah II mengkoordinir Wilayah Kecamatan Langgam, Pangkalan Kuras, Bunut, dan Kuala Kampar. Sedangkan kecamatan lainnya yang tidak termasuk wilayah pembantu Bupati Wilayah I dan II berada langsung dibawah Koordinator Kabupaten.
pemekaran dari 12 kecamatan sebelumnya, keduapuluh satu kecamatan tersebut beserta ( beserta ibu kecamatan) adalah :
NO KECAMATAN IBU KECAMATAN
1 Bangkinang Kota Bangkinang
2 Kuok Kuok
3 Bangkinang Muara Uwai
4 Gunung Sahilan Kebun Durian
5 Kampar Air Tiris
6 Kampar Kiri Lipat Kain
7 Kampar Kiri Hilir Sei.Pagar
8 Kampar Kiri Hulu Gema
9 Kampar Timur Kampar
10 Kampar Utara Desa Sawah
11 Perhentian Raja Pantai Raja
12 Rumbio Jaya Teratak
13 Salo Salo
14 Siak Hulu Pangkalanbaru
15 Tambang Sei Pinang
16 Tapung Petapahan
17 Tapung Hilir Pantai Cermin
18 Tapung Hulu Sinama Nenek
19 XIII Koto Kampar Batu Besurat
21 Koto Kampar Hulu Tanjung
Sumber : Kabupaten Kampar Dalam Angka,Tahun 2020.
2. Kondisi Geografi Kabupaten Kampar
Kabupaten Kampar memiliki luas lebih kurang 27.908,32 km2 merupakan daerah yang terletak antara 1°00’40’’ lintang utara sampai 0°27’00’’ lintang selatan dan 100°28’ 30’’ bujur timur batas batas daerah kabupaten Kampar adalah sebagai berikut :
Utara : Kabupaten Rokan Hulu dan Kabupaten Bengkalis Selatan : Kabupaten Kuantan Singingi
Barat : Kabupaten Lima Puluh Kota (Provinsi Sumatera Barat)
Timur : Kota Pekanbaru,Kab Siak dan Kab Pelalawan
Kabupaten Kampar dilalui oleh dua buah sungai besar dan beberapa sungai kecil, diantaranya Sungai Kampar yang panjangnya ± 413,5 km dengan kedalaman rata-rata 7,7 m dan lebar rata-rata 143 meter. Seluruh bagian sungai ini termasuk dalam kabupaten Kampar yang meliputi Kecamatan XIII Koto Kampar,Bankinang,Bnagkinang Barat,Kampar,Siak Hulu,dan Kampar Kiri. Kemudian Sungai Siak bagaian hulu yakni panjangnya ± 90 km dengan kedalaman rata-rata 8-12 m yang melintasi kecamatan Tapung, sungai –sungai besar yang terdapat di kabupaten Kampar ini sebagian masih berfungsi baik sebagai sarana perhubungan, sumber air bersih, budi daya ikan, maupun sebagai sumber energy listrik (PpLTA koto panjang).
tejadi pada bulan November dan desember yaitu sebesar 21°C. suhu maksimum terjadi pada juli dengan temperature 35°C. jumlah hari hujan pada tahun 2009, yang terbanyak adalah di sekitar bangkinang seberang dan Kampar Kiri.
3. Luas Wilayah Kabupaten Kampar Tabel 4.1
LUAS WILAYAH MENURUT KECAMATAN DI KABUPATEN KAMPAR
8 Bangkinang Barat 151,41
9 Salo 207,83
10 Tapung 1.365,97
11 Tapung Hulu 1.169,15
12 Tapung Hilir 1.013,56
13 Bangkinang Kota 177,18
14 Bangkinang Seberang 253.50
15 Kampar 136,28
21 Perhentian Raja 111,54
Total 11.289,28
Sumber : Kabupaten Kampar Dalam Angka,Tahun 2020.
Di kabupaten Kampar terdapat 21 kecamatan yaitu : Kampar kiri , Kampar kiri hulu, Kampar kiri hilir, Kampar kiri tengah, gunung sahilan, XIII koto Kampar, koto Kampar hulu,Bangkinang barat, salo,Tapung,Tapung Hulu, tapung Hilir,
Kampar utara, tambang, siak hulu, dan perhentian raja dengan total luas wilayah berjumlah 11.289,28 KM2 .
4. PDRB Kabupaten Kampar Tahun 2015-2019 Tabel 4.2
PERKEMBANGAN PENDUDUK KAB. KAMPAR TAHUN 2015-2019
Tahun Jumlah Penduduk Kenaikan/Penurun an persentase kenaikan sebesar 2,48%. Dan jumlah penduduk mengalami kenaikan sebesar 19.685 pada tahun 2017, yang awalnya pada tahun 2016 berjumlah 812.702 menjadi 832.387 pada tahun 2017 dengan persentase kenaikan sebesar 2,42%. Dan jumlah penduduk mengalami kenaikan sebesar 19.450 pada tahun 2018, yang awalnya pada tahun 2017 berjumlah 832.387 menjadi 851.837 pada tahun 2018 dengan persentase kenaikan sebesar 2,33%. Dan jumlah penduduk mengalami kenaikan sebesar 19.280 paa tahun 2019, yang awalnya pada tahun 2018 berjumlah 851.837 menjadi 871.117 paa tahun 2019 dengan persentase kenaikan sebesar 2,26 %. Maka dapat disimpulkan
sebnyak 2,37%.
Tabel 4.3
PANJANG JALAN KABUPATEN MENURUT JENIS PERMUKAAN JALAN
Keadaan Jalan Jenis Permukaan Jalan Panjang Jalan (KM2)
Jenis Permukaan Aspal 1.234,47
Kerikil 871,38
Tanah 255,67
Kondisi Jalan Baik 1.622,18
Sedang 636,65
Rusak 102,70
Sumber : kabupaten Kampar dalam Angka, Tahun 2020.
Dari data diatas dapat dilihat jenis permukaan jalan kabupaten Kampar yang sudah diaspal sepanjang 1.234,47 KM2 , dan yang sudah di kerikil sepanjang 871,38 KM, dan yang masih tanah itu sepanjang 255,67 KM, sedangkan kondisi jalan yang sudah baik itu sepanjang 1.622,18 KM, dan kondisi jalan sedang sepanjang 636,65 Km, dan kondisi jalan yang rusak sepanjang 102,70 KM.
Tabel 4.4
JUMLAH KENDARAAN RODA EMPAT DI KABUPATEN KAMPAR TAHUN 20215-2019
Dari data diatas terlihat bahwa jumlah kendaraan roda empat dikabupaten Kampar mengalami kenaikan sebesar 4.155 pada tahun 2016, yang awalnya pada tahun 2015 berjumlah 30.117 menjadi 34.272 pada tahun 2016 dengan persentasi kenaikan sebesar 13,796. Dan jumlah kendaraan roda empat dikabupaten Kampar
2016 berjumlah 34.272 menjadi 40.272 pada tahun 2017 dengan persentasi kenaikan sebesar 17,507 %. Dan jumlah kendaraan roda empat dikabupaten Kampar mengalami kenaikan sebesar 4.232 pada tahun 2018, yang awalnya pada tahun 2017 berjumlah 40.272 menjadi 44.504 pada tahun 2018 dengan persentasi kenaikan sebesar 10,508 %. Dan jumlah kendaraan roda empat dikabupaten Kampar mengalami kenaikan sebesar 4.072 pada tahun 2019, yang awalnya pada tahun 2018 berjumlah sebesar 44.504 menjadi 48.567 pada tahun 2019 dengan persentasi kenaikan sebesar 9,149 %
Tabel 4.5
JUMLAH KENDARAAN RODA DUA DI KABUPATEN KAMPAR TAHUN 2015-2020
TAHUN JUMLAH (UNIT) Kenaikan/Penurunan %
2015 175.821 - -
2016 205.436 29.615 16,843
2017 233.096 27.660 13,464
2018 259.197 26.101 11,197
2019 283.834 24.637 9.505
Sumber : Kabupaten Kampar Dalam Angka, Tahun 2020.
Dari data diatas terlihat bahwa jumlah kendaraan roda dua dikabupaten Kampar mengalami kenaikan sebesar 29.615 pada tahun 2016, yang awalnya pada tahun 2015 berjumlah 175.821 menjadi 205.436 pada tahun 2016 dengan persentasi kenaikan sebesar 16,843 %. Dan jumlah kendaraan roda dua dikabupaten Kampar mengalami kenaikan sebesar 27.660 pada tahun 2017, yang awalnya pada tahun 2016 berjumlah 205.436 menjadi 233.096 pada tahun 2017 dengan persentasi kenaikan sebesar 13,464 %. Dan jumlah kendaraan roda dua dikabupaten Kampar mengalami kenaikan sebesar 26,101 pada tahun 2018, yang
dengan persentasi kenaikan sebesar 11,197 %. Dan jumalah kendaraan roda dua dikabupaten Kampar mengalami kenaikan sebesar 24.637 pada tahun 2019, yang awalnya pada tahun 2018 berjumlah 259,197 menjadi 283.834 pada tahun 2019 dengan persentasi kenaikan sebesar 9.505 %.
Tabel 4.6
PERKEMBANGAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN KAMPAR TAHUN 2015-2019 Kab.Kampar mengalami kenaikan sebesar 7.730 pada tahun 2016, yang awalnya pada tahun 2015 berjumlah 139.420 menjadi 147.150 pada tahun 2016 dengan persentase kenaikan sebesar 5,54 %. Dan PDRB Kab.Kampar mengalami kenaikan sebesar 8.290 pada tahun 2017, yang awalnya pada tahun 2016 berjumlah 147.150 menjadi 155.440 pada tahun 2017 dengan persentase kenaikan sebesar 55,63 %. Dan PDRB Kab.Kampar mengalami kenaikan sebesar 7.160 pada tahun 2018, yang awalnya pada tahun 2017 berjumalah 155.440 menjadi 162.600 pada tahun 2018 dengan persentase kenaikan sebesa r4,60 %. Dan PDRB Kab.Kampar mengalami kenaikan sebesar 8.030 pada
pada tahun 2019 dengan persentase kenaikan sebesar 4,93 %. Persentase peningkatan PDRB Kab.Kampar dari tahun 2015-2019 dengan total sebanyak 5,17 %.
Tabel 4.7
PDRB SEKTOR KOMUNIKASI DAN INFORMASI KABUPATEN KAMPAR TAHUN 2015-2019
(DALAM JUTAAN RUPIAH)
Sumber : Kabupaten Kampar Dalam Angka, Tahun 2020.
Dari data diatas terlihat bahwa PDRB Komunikasi dan Informasi Kabupaten Kampar mengalami kenaikan sebesar 4,11 pada tahun 2016, yang awalnya pada tahun 2015 berjumlah 20.250 menjadi 20.636 pada tahun 2016 dengan persentasi kenaikan sebesar 2,03%. Dan PDRB Komunikasi dan Informasi Kabupaten Kampar mengalami kenaikan sebesar 4.09 pada tahun 2017 yang awalnya pada tahun 2016 berjumlah 20.636 menjadi 210.450 pada tahun 2017 dengan persentase jumlah kenaikan sebesar 1.99%. dan PDRB Komunikasi mdan Informasi Kabupaten Kampar Mengalami kenaikan sebesar 4,4 pada tahun 2018 yang awalnya pada tahun 2017 berjumlah 21.045 menjadi 21.485 pada tahun 2018 dengan persentase kenaikan sebesar 2,09%. Dan PDRB
Tahun Komunikasi dan Informasi
sebesar 12,37 pada tahun 2019, yang awalnya pada tahun 2018 berjumlah 21.485 menjadi 22.722 pada tahun 2019 dengan persentase kenaikan sebesar 5,75%. Persentase peningkatan PDRB Subsektor Transportasi Darat Kab.Kampar dari tahun 2015-2019 dengan total sebanyak 2,96 %
Tabel 4.8
KONTRIBUSI SEKTOR KOMUNIKASI DAN INFORMASI TERHADAP PDRB KABUPATEN KAMPAR TAHUN 2015-2019
(DALAM JUTAAN RUPIAH)
TAHUN Jumlah PDRB Komunikasi dan
Informasi
Dari data diatas terlihat bahwa Kontribusi Jumlah PDRB terhadap Komunikasi dan Informasi pada tahun 2015 sebesar 14,51 %, dan Kontribusi Jumlah PDRB terhadap Komunikasi dan informasi pada tahun 2016 sebesar 14,02%, Kontribusi Jumlah PDRB terhadap Komunikasi dan informasi pada tahun 2017 sebesar 13,54 %, Kontribusi Jumlah PDRB terhadap Komunikasi dan informasi pada tahun 2018 sebesar 13,21 %, Kontribusi Jumlah PDRB terhadap Sektor Komunikasi dan informasi pada tahun 2019 sebesar 13,32 %. Dengan rata-rata kontribusi dari tahun 2015-2019 sebesar 13,712 %.
PDRB SUBSEKTOR TRANSPORTASI JALAN DARAT KABUPATEN KAMPAR TAHUN 2015-2019
(DALAM JUTAAN RUPIAH)
Sumber : Kabupaten Kampar Dalam Angka, Tahun 2020.
Dari data diatas terlihat bahwa jumlah PDRB Subsektor Transportasi Kabupaten Kampar mengalami kenaikan sebesar 2.439 pada tahun 2016, yang awalnya pada tahun 2015 berjumlah 8.292 menjadi 10.731 pada tahun 2016 dengan persentasse kenaikan sebesar 29,41%. Dan jumlah PDRB Transportasi kabupaten Kampar mengalami kenaukan sebesar 2.317 pada tahun 2017, yang awalnya pada tahun 2016 berjumlah 10.731 menjadi 13.048 pada tahun 2017 dengan persentase kenaikan 21,59%. Dan jummlah PDRB Transportasi kabupaten Kampar mengalangi kenaikan sebsar 2.206 pada tahun 2018, yang awalnya pada tahun 2017 berjumlah 13.048 menjadi 15.254 pada tahun 2018 dengan persentase kenaikan sebesar 16.90 %. Dan jumlah PDRB Transpportasi Kabupaten Kampar mengalami kenaikan sebsar 3.152 paa tahun 2019,yang awalnya pada tahun 2018 berjumlah 15.254 menjadi 18.405 pada tahun 2019 dengan persentase kenaikan sebesar 20,65%. Persentase peningkatan PDRB Subsektor Transportasi Darat Kab.Kampar dari tahun 2015-2019 dengan total sebanyak 22,13 %.
Tahun PDRB Subsektor Transportasi
KONTRIBUSI SUBSEKTOR TRANSPORTASI JALAN DARAT TERHADAP PDRB KABUPATEN KAMPAR TAHUN 2015-2019
(DALAM JUTAAN RUPIAH)
TAHUN Jumlah PDRB PDRB Subsektor
Transportasi
%
2015 139.420 8.292 5,95
2016 147.150 10.731 7,29
2017 155.440 13.048 7,39
2018 162.600 15.254 9,38
2019 170.630 18.405 10,75
Total 41,76 : 5 =
8,352 Sumber : kabupaten Kampar Dalam Angka, Tahun 2020.
Dari data diatas terlihat bahwa Kontribusi Jumlah PDRB terhadap Subsektor Transportasi Jalan Darat pada tahun 2015 sebesar 5,95%, dan Kontribusi Jumlah PDRB terhadap Subsektor Transportasi jalan Darat pada tahun 2016 sebesar 7,29%, Kontribusi Jumlah PDRB terhadap Komunikasi dan informasi pada tahun 2017 sebesar 7,39%, Kontribusi Jumlah PDRB terhadap Komunikasi dan informasi pada tahun 2018 sebesar 9,38%, Kontribusi Jumlah PDRB terhadap Sektor Komunikasi dan informasi pada tahun 2019 sebesar 10,75%. Dengan rata-rata kontribusi dari tahun 2015-2019 sebesar 8,352%.
PERKEMBANGAN DANA PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR TRANSPORTASI JALAN DARAT KAB.KAMPAR TAHUN 2015-2019
(DALAM JUTAAN RUPIAH)
Sumber : Kabupaten Kampar Dalam Angka, Tahun 2020.
Dari data di atas bahwa perkembangan dana pembangunanan infrastruktur transportasi darat Kab.Kampar menglami kenaikan sebesar 19,01pada tahun 2016, yang awalnya pada tahun 2015 berjumlah 18.386 menjadi 20.287 pada tahun 2016 dengan persentase kenaikan sebesar 10,34 %. Dan perkembangan dana pembangunanan infrastruktur transportasi darat Kab.Kampar mengalami kenaikan sebesar 15,51 pada tahun 2017, yang awalnya pada tahun 2016 berjumlah 20.287 menjadi 21.838 pada tahun 2018 dengan persentase kenaikan sebesar 7,64 %. Dan perkembangan dana pembangunanan infrastruktur transportasi darat mengalami kenaikan sebesar 19,24pada tahun 2018, yang awalnya pada tahun 2017 berjumlah 218,38 menjadi 23.762 pada tahun 2018 dengan persentase kenaikan sebesar 8,81 %. Dan perkembangan dana pembangunanan infrastruktur transportasi darat Kab.Kampar mengalami kenaikan sebesar 24,94 pada tahun 2019, yang awalnya pada tahun 2018 berjumlah 237,62 menjadi 26.256 pada tahun 2019 dengan persentase kenaikan sebesar 10,50 %. Persentasi peningkatan/penurunan perkembangan dana
Tahun Dana infrastruktur transportasi jalan
sebanyak 9,32 %.
Tabel 4.12
PERBANDINGAN JUMLAH DANA INFRASTRUKTUR TRANSPORTASI JALAN DARAT TERHADAP PDRB SUBSEKTOR TRANSPORTASI
JALAN DARAT KABUPATEN KAMPAR TAHUN 2015-2019 (DALAM JUTAAN RUPIAH)
TAHUN Dana Infrastruktur Transportasi Jalan
Dari data diatas terlihat bahwa Perbandingan Dana Infrastruktur terhadap PDRB Subsektor Transportasi pada tahun 2015 sebesar 0,45%, dan Perbandingan Dana Infrastruktur terhadap PDRB Subsektor Transportasi pada tahun 2016 sebesar 0,52%. dan Perbandingan Dana Infrastruktur terhadap PDRB Subsektor Transportasi pada tahun 2017 sebesar 0,59%. Dan Perbandingan Dana Infrastruktur terhadap PDRB Subsektor Transportasi pada tahun 2018 sebesar 0,64%. Dan Perbandingan Dana Infrastruktur terhadap PDRB Subsektor Transportasi pada tahun 2019 sebesar 0,70%. Dengan rata-rata ratio dari tahun 2015-2019 sebesar 0,58%.
PERBANDINGAN JUMLAH DANA INFRASTRUKTUR TRANSPORTASI JALAN DARAT TERHADAP PDRB KABUPATEN KAMPAR
TAHUN 2015-2019 (DALAM JUTAAN RUPIAH)
Sumber : Kabupaten Kampar Dalam Angka, Tahun 2020.
Dari data diatas , bahwa perbandingan Dana Infrastruktur Transportasi jalan Darat terhadap PDRB kabupaten Kampar pada thaun 2015 sebesar 13,18%, dan pada tahun 2016 sebesar 13,78%, dan pada tahun 2017 sebesar 14,04%, dan pada tahun 2018 sebesar 14,61%, dan pada tahun 2019 sebesar 15,38%. Dengan rata –rata perbandingan dari tahun 2015-2019 sebesar 14,198%.
B. Perbandingan Jumlah Dana Infrastruktur Transportasi Jalan Darat Terhadap PDRB Subsektor Transportasi Jalan Darat Kabupaten Kampar
Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan melalui data sekunder yang diperoleh dari Kabupaten Kampar Dalam Angka, Tahun 2020 dengan jumlah kenaikan PDRB yang semakin meningkat pada tiap tahunnya, maka Perbandingan Dana Infrastruktur Transportasi Jalan Darat terhadap PDRB Subsektor Transportasi jalan darat pada tahun 2015 TAHUN Dana Infrastruktur
Transportasi Jalan
Darat terhadap PDRB Subsektor Transportasi jalan darat pada tahun 2016 sebesar 0,52%. dan Perbandingan Dana Infrastruktur Transportasi Jalan darat terhadap PDRB Subsektor Transportasi jalan darat pada tahun 2017 sebesar 0,59%. Dan Perbandingan Dana Infrastruktur Transporatsi Jalan darat terhadap PDRB Subsektor Transportasi jalan darat pada tahun 2018 sebesar 0,64%. Dan Perbandingan Dana Infrastruktur Transporatsi Jalan Darat terhadap PDRB Subsektor Transportasi jalan darat pada tahun 2019 sebesar 0,70%. Dengan rata-rata Perbandingan dari tahun 2015-2019 sebesar 0,58%.
Pada tahun 2019 di Kabupaten Kampar mengalami Perbandingan jumlah Dana Infrastruktur Transportasi jalan darat terhadap PDRB Subsektor Transportasi jalan darat tertinggi dengan persentase sebesar 0,70%. Dan pada tahun 2015 di Kabupaten Kampar mengalami Perbandingan jumlah Dana Infrastruktur Transportasi jalan darat terhadap PDRB Subsektor Transportasi jalan darat terendah dengan persentase sebesar 0,45 %. Dengan selisih kontribusi sebesar 0,25%.
Perbandingan Dana Infrastruktur Transportasi Jalan Darat terhadap PDRB Kabupaten Kampar pada tahun 2015 sebesar 13,18%, dan Perbandingan Dana Infrastruktur terhadap PDRB Subsektor Transportasi pada tahun 2016 sebesar 13,78%. dan Perbandingan Dana Infrastruktur terhadap PDRB Subsektor Transportasi pada tahun 2017 sebesar 14,04%.
Dan Perbandingan Dana Infrastruktur terhadap PDRB Subsektor Transportasi pada tahun 2018 sebesar 14,61%. Dan Perbandingan Dana
sebesar 15,38%. Dengan rata-rata Perbandingan dari tahun 2015-2019 sebesar 14,198%.
Pada tahun 2019 di Kabupaten Kampar mengalami Perbandingan jumlah Dana Infrastruktur Transportasi Jalan Darat terhadap PDRB Kabupaten Kampar tertinggi dengan persentase sebesar 15,38%. Dan pada tahun 2015 di Kabupaten Kampar mengalami Perbandingan jumlah Dana Infrastruktur Transportasi Jalan Darat terhadap PDRB Kabupaten Kampar terendah dengan persentase sebesar 13,18 %. Dengan selisih kontribusi sebesar 2,2%.
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kampar, maka dapat diambil kesimpulan bahwa pembangunan infrastruktur darat dapat meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kampar. Hal ini dapat dibuktikan dengan beberapa temuan sebagai berikut :
1. Terdapatnya Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sektor Komunikasi dan Informasi Kabupaten Kampar mengalami kenaikan sevesar 4,11 pada tahun 2016, yang awalnya pada tahun 2015 berjumlah 20.250 menjadi 20.636 pada tahun 2016 dengan persentase kenaikan sebesar 2,03%. Dan Produk Domestik Regional Bruto sektor Komunikasi dan Informasi Kabupaten Kampar mengalami kenaikan sebesar 4,,09 pada tahun 2017 dengan persentase jumlah kenaikan sebesar1,99%. Dan Produk Domestik Regional Bruto sektor Komunikasi dan Informasi Kabupaten Kampar mengalami kenaikan sebesar 4,4 pada tahun 2018 yang awalnya pada tahun 2017 berjumlah 21.045 menjadi 21..485 pada tahun 2018 dengan persentase kenaikan sebesar 2,09%. Dan Produk Domestik Regional Bruto sector Komunikasi dan Informasi Kabupaten Kampar mengalami kenaikan sebebsar
5,75%.dengan rata-rata Persentase peningkatan PDRB Subsektor Transportasi Darat Kab.Kampar dari tahun 2015-2019 dengan total sebanyak 2,96 %. Kontribusi Jumlah PDRB terhadap sector Komunikasi dan informasi pada tahun 2015 sebesar 14,51 %, dan Kontribusi Jumlah PDRB terhadap sector Komunikasi dan informasi pada tahun 2016 sebesar 14,02%, Kontribusi Jumlah PDRB terhadap sector Komunikasi dan informasi pada tahun 2017 sebesar 13,54 %, Kontribusi Jumlah PDRB terhadap sektor Komunikasi dan informasi pada tahun 2018 sebesar 13,21 %, Kontribusi Jumlah PDRB terhadap Sektor Komunikasi dan informasi pada tahun 2019 sebesar 13,32 %. Dengan rata-rata kontribusi dari tahun 2015-2019 sebesar 13,712 %. Kabupaten Kampar pada tahun 2015 jumlah PDRB terhadap sektor komunikasi dan informasi mengalami kontribusi tertinggi dengan persentase sebesar 14,51%. Dan pada tahun 2018 jumlah PDRB terhadap sector komunikasi dan informasi mengalami kontribusi terendah dengan persentase sebesar 13,19 %. Dengan selisih kontribusi sebesar 1,32 %.
2. Terdapatnya jumlah Produk Domestik Regional Bruto Subsektor Transportasi Jalan Darat Kabupaten Kampar mengalami kenaikan sebesar 2.439 pada tahun 2016, yang awalnya pada tahun 2015 berjumlah 8.292 menjadi 10.731 pada tahun 2016 dengan persentase kenaikan sebebsar 29,41. Dan jumlah Produk Domestik
Kampar menagalami kenaikan sebesar 2.317 pada tahun 2017, yang awalnya pada tahun 2016 berjumlah 10.731 menjadi 13.048 pada tahun 2017 dengan persentase kenaikan 21,59%. Dan jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Kampar subsektor Transportasi jalan darat Kabupaten Kampar mengalami kenaikan sebesar 2.206 pada tahun 2018, yang awalnya pada tahun 2017 berjumlah 13.048 menjadi 15.254 pada tahun 2018 dengan persentase kenaikan sebebsar 16,90% dan jumlah Produk Domestik Regional Bruto subsektor Transportasi jalan darat Kabupaten Kampar mengalami kenaikan sebebsar 3.152 pada tahun 2019 yang awalnya pada tahun 2018 berjumlah 15.254 menjadi 18.405 pada tahun 2019 dengan persentase kenaikan sebebsar 20,65%. Dengan rata-rata persentase peningkatan PDRB Subsektor Transportasi Jalan Darat dari tahun 2015-2019 sebesar 22,13%. Kontribusi Jumlah PDRB terhadap Subsektor Trasnportasi Jalan darat pada tahun 2015 sebesar 5,95%, dan Kontribusi Jumlah PDRB terhadap Subsektor Transportasi jalan Darat pada tahun 2016 sebesar 7,29%, Kontribusi Jumlah PDRB terhadap Subsektor Trannsportasi jalan darat pada tahun 2017 sebesar 7,39%, Kontribusi Jumlah PDRB terhadap subsector transportasi jalan darat pada tahun 2018 sebesar
Kampar menagalami kenaikan sebesar 2.317 pada tahun 2017, yang awalnya pada tahun 2016 berjumlah 10.731 menjadi 13.048 pada tahun 2017 dengan persentase kenaikan 21,59%. Dan jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Kampar subsektor Transportasi jalan darat Kabupaten Kampar mengalami kenaikan sebesar 2.206 pada tahun 2018, yang awalnya pada tahun 2017 berjumlah 13.048 menjadi 15.254 pada tahun 2018 dengan persentase kenaikan sebebsar 16,90% dan jumlah Produk Domestik Regional Bruto subsektor Transportasi jalan darat Kabupaten Kampar mengalami kenaikan sebebsar 3.152 pada tahun 2019 yang awalnya pada tahun 2018 berjumlah 15.254 menjadi 18.405 pada tahun 2019 dengan persentase kenaikan sebebsar 20,65%. Dengan rata-rata persentase peningkatan PDRB Subsektor Transportasi Jalan Darat dari tahun 2015-2019 sebesar 22,13%. Kontribusi Jumlah PDRB terhadap Subsektor Trasnportasi Jalan darat pada tahun 2015 sebesar 5,95%, dan Kontribusi Jumlah PDRB terhadap Subsektor Transportasi jalan Darat pada tahun 2016 sebesar 7,29%, Kontribusi Jumlah PDRB terhadap Subsektor Trannsportasi jalan darat pada tahun 2017 sebesar 7,39%, Kontribusi Jumlah PDRB terhadap subsector transportasi jalan darat pada tahun 2018 sebesar