4. DATA DAN ANALISA DATA
4.5. Lokasi Peledakan dan Pengukuran Getaran
Lokasi peledakan untuk pengukuran ini terletak disekiar kuari batugamping di daerah Bukit Karang Putih, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kotamadya Padang, Propinsi Sumatera Barat.
Dan pengukuran getaran peledakan dilakukan di daerah dengan pemukiman penduduk, dimana apabila pada kuari – kuari tersebut terjadi aktivitas peledakan sering mendapat keluhan dari masyarakat sekitar yang merasa terganggu kenyamananya oleh akibat besarnya getaran hasil peledakan. Selain itu pengukuran juga dilakukan di areal penambangan di gudang bahan peledak. 4.5.1. Pengukuran Pada Tahun 2008
Dari hasil peledakan yang dilakukan pada PT. Semen Padang yang mengakibatkan adanya getaran peledakan yang berpengaruh pada lingkungan. Untuk itu PT. Semen Padang melakukan pengukuran getaran apakah masih dalam batas – batas yang aman untuk melakukan peledakan. Dari hasil penelitian data – data peledakan dan hasil pengukuran yang diperoleh adalah sebagai berikut : a. Peledakan 1
Blasting point terletak di kuari A pada level 130 meter diatas permukaan air laut (dpa). Data – data peledakan :
· Jumlah lubang ledak : 20 buah (2 row)
· Jumlah Powergel : 3,64 kg
· Jumlah nomor delay yang digunakan : No. delay 8 = 8 buah No. delay 10 = 12 buah
· Jumlah isian perlubang bahan peledak : (425 + 3.64) kg : 20 = 21.432 kg · Jumlah bahan peledak terbanyak pada
· Nomor delay yang sama : 12 x 21.432 kg = 257.2 kg
Pengukuran pada peledakan 1
Blasting Point terletak di kuari A level 130 m, sedangkan pengukuran Blasmate III terletak di Perum Sikayan Bansek pada jarak 350 m. Kegiatan ini disaksikan oleh aparat desa, serta staf dari PT. Semen Padang.
Hasil pengukuran getaran adalah sebagai berikut : · Peak Particle Velovity :
- Transversal = 1.59 mm/s, frequency = 6.3 Hz
- Vertical = 0.98 mm/s, frequency = 8.1 Hz
- Longitudinal = 1.56 mm/s, frequency = 7.4 Hz
· Peak Vector Sum = 1.68 mm/s
· Peak Sound Pressure Level = 1.60 pa , frequency = 8.0 Hz b. Peledakan 2
Blasting point terletak di kuari A pada level 130 meter diatas permukaan air laut (dpa). Data – data peledakan :
· Jumlah lubang ledak : 20 buah (2 row)
· Jumlah ANFO : 400 kg
· Jumlah Powergel : 3,64 kg
· Jumlah nomor delay yang digunakan : No. delay 4 = 8 buah No. delay 6 = 12 buah · Jumlah bahan peledak terbanyak pada
Pengukuran pada peledakan 2
Blasting Point terletak di kuari A level 130 m, sedangkan pengukuran Blasmate III terletak di Perum Sikayan Bansek pada jarak 350 m. Kegiatan ini disaksikan oleh aparat desa, serta staf dari PT. Semen Padang.
Hasil pengukuran getaran adalah sebagai berikut : · Peak Particle Velovity :
- Transversal = 3.19 mm/s, frequency = 7.2 Hz
- Vertical = 0.97 mm/s, frequency = 7.1 Hz
- Longitudinal = 3.02 mm/s, frequency = 6.6 Hz
· Peak Vector Sum = 3.65 mm/s
· Peak Sound Pressure Level = 2.63 pa , frequency = 4.8 Hz c. Peledakan 3
Blasting point terletak di kuari C pada level 100 meter diatas permukaan air laut (dpa). Data – data peledakan :
· Jumlah lubang ledak : 20 buah (2 row)
· Jumlah ANFO : 650 kg
· Jumlah Powergel : 3,64 kg
· Jumlah nomor delay yang digunakan : No. delay 1 = 8 buah No. delay 3 = 12 buah
· Jumlah isian perlubang bahan peledak : (650 + 3.64) kg : 20 = 32.682 kg · Jumlah bahan peledak terbanyak pada
· Nomor delay yang sama : 12 x 32.682 kg = 392.2 kg
Pengukuran pada peledakan 3
Blasting Point terletak di kuari C level 100 m, sedangkan pengukuran Blasmate III terletak di Perum Sikayan Bansek pada jarak 650 m. Kegiatan ini disaksikan oleh aparat desa, serta staf dari PT. Semen Padang.
Hasil pengukuran getaran adalah sebagai berikut : · Peak Particle Velovity :
- Transversal = 0.603 mm/s, frequency = 8.4 Hz
- Vertical = 0.349 mm/s, frequency = 7.8 Hz
- Longitudinal = 0.952 mm/s, frequency = 9.5 Hz
· Peak Vector Sum = 0.979 mm/s
· Peak Sound Pressure Level = 9.25 pa , frequency = 5.8 Hz d. Peledakan 4
Blasting point terletak di kuari C pada level 100 meter diatas permukaan air laut (dpa). Data – data peledakan :
· Jumlah lubang ledak : 22 buah (2 row)
· Jumlah ANFO : 700 kg
· Jumlah Powergel : 3,64 kg
· Jumlah nomor delay yang digunakan : No. delay 5 = 1 buah No. delay 7 = 10 buah No. delay 9 = 11 buah
· Jumlah isian perlubang bahan peledak : (700 + 3.64) kg : 20 = 35.182 kg · Jumlah bahan peledak terbanyak pada
· Nomor delay yang sama : 11 x 35.182 kg = 387.1 kg
Pengukuran pada peledakan 4
Blasting Point terletak di kuari C level 100 m, sedangkan pengukuran Blasmate III terletak di Perum Sikayan Bansek pada jarak 650 m. Kegiatan ini disaksikan oleh aparat desa, serta staf dari PT. Semen Padang.
Hasil pengukuran getaran adalah sebagai berikut : · Peak Particle Velovity :
- Transversal = 0.190 mm/s, frequency = 5.9 Hz
- Vertical = 0.095 mm/s, frequency = 7.1 Hz
- Longitudinal = 0.222 mm/s, frequency = 5.3 Hz
· Peak Vector Sum = 0.231 mm/s
Blasting point terletak di kuari B pada level 130 meter diatas permukaan air laut (dpa). Data – data peledakan :
· Jumlah lubang ledak : 15 buah (2 row)
· Jumlah ANFO : 375 kg
· Jumlah Powergel : 2,73 kg
· Jumlah nomor delay yang digunakan : No. delay 7 = 3 buah No. delay 9 = 6 buah No. delay 10 = 6 buah
· Jumlah isian perlubang bahan peledak : (375 + 2,73) kg : 20 = 25,182 kg · Jumlah bahan peledak terbanyak pada
· Nomor delay yang sama : 6 x 25,182 kg= 151,1 kg
Pengukuran pada peledakan 5
Blasting Point terletak di kuari B level 130 m, sedangkan pengukuran Blasmate III terletak di Perum Sikayan Bansek pada jarak 1000 m. Kegiatan ini disaksikan oleh aparat desa, serta staf dari PT. Semen Padang.
Hasil pengukuran getaran adalah sebagai berikut : · Peak Particle Velovity :
- Transversal = 0,38 mm/s, frequency = 51 Hz
- Vertical = 1,62 mm/s, frequency = 6,5 Hz
- Longitudinal = 0,28 mm/s, frequency = 51 Hz
· Peak Vector Sum = 0,344 mm/s
· Peak Sound Pressure Level = 125 dB , frequency = 6,0 Hz f. Peledakan 6
Blasting point terletak di kuari B pada level 130 meter diatas permukaan air laut (dpa). Data – data peledakan :
· Jumlah lubang ledak : 30 buah (2 row)
· Jumlah ANFO : 600 kg
· Jumlah Powergel : 5,45 kg
No. delay 1 = 4 buah No. delay 2 = 4 buah No. delay 3 = 4 buah No. delay 6 = 4 buah No. delay 7 = 4 buah No. delay 8 = 6 buah
· Jumlah isian perlubang bahan peledak : (600 + 5,45) kg : 30 = 20,182 kg · Jumlah bahan peledak terbanyak pada
· Nomor delay yang sama : 6 x 20,182 kg = 121,1 kg
· Pengukuran pada peledakan 6
Blasting Point terletak di kuari B level 130 m, sedangkan pengukuran Blasmate III terletak di Perum Sikayan Bansek pada jarak 1000 m. Kegiatan ini disaksikan oleh aparat desa, serta staf dari PT. Semen Padang.
Hasil pengukuran getaran adalah sebagai berikut : · Peak Particle Velovity :
- Transversal = 0,38 mm/s, frequency = 9,5 Hz
- Vertical = 1,62 mm/s, frequency = 7,9Hz
- Longitudinal = 0,28 mm/s, frequency = 8,0 Hz
· Peak Vector Sum = 0,344 mm/s
· Peak Sound Pressure Level = 125 dB , frequency = 6,0 Hz g. Peledakan 7
Blasting point terletak di kuari B pada level 150 meter diatas permukaan air laut (dpa). Data – data peledakan :
· Jumlah lubang ledak : 12 buah (2 row)
· Jumlah ANFO : 300 kg
· Jumlah Powergel : 2,18 kg
· Jumlah nomor delay yang digunakan : No. delay 8 = 6 buah No. delay 10 = 6 buah
· Jumlah isian perlubang bahan peledak : (300 + 2,18) kg : 30 = 25,182 kg · Jumlah bahan peledak terbanyak pada
· Nomor delay yang sama : 6 x 25,182 kg = 151,1 kg Pengukuran pada peledakan 7
Blasting Point terletak di kuari B level 150 m, sedangkan pengukuran Blasmate III terletak di Perum Sikayan Bansek pada jarak 1000 m. Kegiatan ini disaksikan oleh aparat desa, serta staf dari PT. Semen Padang.
Hasil pengukuran getaran adalah sebagai berikut : · Peak Particle Velovity :
- Transversal = 0,11 mm/s, frequency = > 100 Hz
- Vertical = 1,33 mm/s, frequency = > 100 Hz
- Longitudinal = 0,27 mm/s, frequency = > 100 Hz
· Peak Vector Sum = 1,34 mm/s
· Peak Sound Pressure Level = 122 dB , frequency = 10 Hz h. Peledakan 8
Blasting point terletak di kuari A pada level 140 meter diatas permukaan air laut (dpa). Data – data peledakan :
· Jumlah lubang ledak : 21 buah (2 row)
· Jumlah ANFO : 650 kg
· Jumlah Powergel : 3,82 kg
· Jumlah nomor delay yang digunakan : No. delay 6 = 5 buah No. delay 7 = 5buah No. delay 8 = 5 buah No. delay 10 = 6 buah
· Jumlah isian perlubang bahan peledak : (650 + 3,82) kg : 30 = 31,134 kg · Jumlah bahan peledak terbanyak pada
Pengukuran pada peledakan 8
Blasting Point terletak di kuari A level 140 m, sedangkan pengukuran Blasmate III terletak di Perum Sikayan Bansek pada jarak 350 m. Kegiatan ini disaksikan oleh aparat desa, serta staf dari PT. Semen Padang.
Hasil pengukuran getaran adalah sebagai berikut : · Peak Particle Velovity :
- Transversal = 0,11 mm/s, frequency = 16 Hz
- Vertical = 1,33 mm/s, frequency = 11 Hz
- Longitudinal = 0,27 mm/s, frequency = 57 Hz
· Peak Vector Sum = 1,16 mm/s
· Peak Sound Pressure Level = 122 dB , frequency = 3,4 Hz
h. Peledakan 9
Blasting point terletak di kuari C pada level 110 meter diatas permukaan air laut (dpa). Data – data peledakan :
· Jumlah lubang ledak : 25 buah (2 row)
· Jumlah ANFO : 825 kg
· Jumlah Powergel : 4,18 kg
· Jumlah nomor delay yang digunakan : No. delay 0 = 3 buah No. delay 1 = 3 buah No. delay 2 = 3 buah No. delay 3 = 2 buah No. delay 4 = 2 buah No. delay 6 = 4 buah No. delay 7 = 4 buah No. delay 8 = 4 buah
· Jumlah isian perlubang bahan peledak : (825 + 4,18) kg : 25 = 33,17 kg · Jumlah bahan peledak terbanyak pada
Pengukuran pada peledakan 9
Blasting Point terletak di kuari C level 110 m, sedangkan pengukuran Blasmate III terletak di depan Gedung Handak pada jarak 600 m. Hasil pengukuran getaran adalah sebagai berikut :
· Peak Particle Velovity :
- Transversal = 0,11 mm/s, frequency = 6,1 Hz
- Vertical = 1,33 mm/s, frequency = 5,4 Hz
- Longitudinal = 0,27 mm/s, frequency = 5,4 Hz
· Peak Vector Sum = 0,228 mm/s
· Peak Sound Pressure Level = 17,8 dB , frequency = 5,4 Hz 4.5.2. Pengukuran Pada Tahun 2009