BAB III METODE PENELITIAN
B. Lokasi penelitian
1. Jenis data a. Data primer b. Data sekunder 2. Metode studi pustaka
3. Teknik analisis data DAFTAR PUSTAKA
6
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Review penelitian sebelumnya
Dari hasil penelitian Mooling ( 1998 : 3 ) dan Fuundfs A (1998 : 3 ) tentang”
Pengaruh Kinerja Kompresor Terhadap Pengisian botol angin” menyimpulkan bahwa proses kinerja kompresor sangat di butuhkan di atas kapal guna servis air start mesin induk. Pada saat ini orang-orang di atas kapal menggunakan kompresor sebagai alat untuk menghidupkan mesin induk. Dengan menggunakan sistem kinerja kompresor para masinis akan lebih mudah menghidupkan mesin induk dan biaya yang digunakan dalam pengoprasianya terbilang lebih murah dan ramah lingkungan di atas kapal. Dalam penelitian ini menawarkan sistem kinerja kompresor, dan sistem pengisian tabung agar optimal dan bagi para masinis di atas kapal dalam pengaplikasiannya lebih mudah karna tidak memerlukan biaya yang sagat mahal serta ramah lingkungan dalam pengaplikasianya di atas kapal.
Dalam penelitian di atas menerangkan desain dan performa kinerja pada sistem pengisian tabung agar optimal sesuai kebutuhan di atas kapal. Dalam penelitian yang akan saya teliti adalah upaya menghindari kerusakan pada kompresor dan kinerja kompresor terhadap pengisian tabung guna memenuhi kebutuhan di atas kapal agar berjalan dengan lancar.
B. Pengertian kompresor
Kompresor merupakan mesin untuk menaikkan tekanan udara dengan cara memampatkan gas atau udara yang kerjanya didapat dari poros. Kompresor biasanya bekerja dengan menghisap udara atmosfir. Jika kompresor bekerja pada tekanan yang lebih tinggi dari tekanan atmosfir maka kompresor disebut sebagai penguat (booster), dan jika kompresor bekerja dibawah tekanan atmosfir maka disebut pompa vakum.
Gas mempunyai kemampuan besar untuk menyimpan energi persatuan volume dengan menaikkan tekanannya, namun ada hal-hal yang harus diperhatikan yaitu : kenaikan temperatur pada pemampatan, pendinginan pada pemuaian dan kebocoran yang mudah terjadi.
C. Pengaruh kinerja kompresor terhadap pengisian botol angina guna kelancaran pengoperasian kapal
Kompresor termasuk pesawat bantu di dalam kapal yaitu menghasilkan udara bertekanan tinggi, biasanya terdapat main kompresor dan auxialliry kompresor untuk mengisi 2 tabung angin dan dua tabung angin itu biasanya memiliki maksimum tekanan 20 kg - 30 kg lalu udara tersebut di supply menuju sistem dan pemakainnya.
1. Pengaruhnya
Jika kompresor tidak bekerja maksimal maka pengisian kedalam botol angin pun akan terhambat, maka dari itu terdapat auxialliry kompresor untuk mengantisipasi jika main kompresor tidak bekerja dengan maksimal,dan jika pengisian botol angin terhambat maka untuk udara pemakainyan akan terganggu.
8
lalu pengaruh ini biasanya terjadi jika perawatan pada kompresor tidak di lakukan atau telat pada waktu ditentukan, Dan jika tidak di lakukan perawatan akan terjadi kerusakan terhadap kompresor itu sendiri, Maka dari itu untuk melakukan perawatan kita perlu mengetahui komponen dan cara merawat kompresor
2. Faktor - faktor penyebab tekanan pengisian kompresor udara tidak naik pada kapal
Pipa Bocor Jika pipa inlet udara dari scavenge ke silinder bocor, maka akan menyebabkan pasokan udara berkurang sehingga hasil pembakaran tidak sempurna.
Katup udara rusak Kita ketahui air starting valve terdiri dari katup utama, piston, bushing dan spring yang merupakan komponen utama dari starting valve. Katup utama akan membuka jika udara kontrol menekan piston sehingga valve terbuka dan udara bertekanan 30 bar masuk ke ruang bakar menekan piston. Hal tersebut berlangsung berurutan sesuai dengan urutan firing order sampai terjadi pembakaran di ruang bakar. Setelah terjadi pembakaran di ruang bakar maka staring air control valve akan berhenti bekerja dan semua starting valve akan menutup. Adapun hal yang mempengaruhi air starting valve macet adalah :
a. Udara mengandung uap air yang cukup banyak
b. Udara yang mengandung air menimbulkan karat di blok solenoid valve.
c. Udara kotor
Udara yang kotor lama - kelamaan kotoran akan menumpuk di pistonnya. Pada supply udara tidak ada tabung oiler/tabung pelumasan Tabung ini berfungsi untuk melumasi piston agar tetap licin dan dapat bergerak dengan
bebas. Pada supply udara tidak ada tabung air filter tabung ini berfungsi untuk menampung kandungan air agar tidak terbawa masuk ke blok solenoid sehingga udara tetap kering.
`Piston ring aus keadaan kompresor yang sudah tua sering menimbulkan keausan dan karat hal ini adalah wajar jika kompresor sudah berusia 5 - 10 tahun. Keausan yang terjadi pada kompresor biasanya pada piston ini ditandai dengan tidak dinginnya evaporator, arus kecil, tekanan freon pada pipa tekan dan pipa hisap tidak jauh berbeda. Karat dapat terjadi pada body kompresor dan dapat menimbulkan bocor pada kompresor. Kompresor yang telah aus atau berkarat sebaiknya diganti.
Filter Udara Buntu Kebuntuan yang terjadi pada sirkulasi refrigran dapat menyebabkan kompresor bekerja sangat keras sebab pada pipa tekan, tekanan menjadi sangat tinggi dan pada pipa hisap menjadi sangat rendah, hal ini menyebabkan kompresor overload karena kelebihan beban. Kebuntuan dapat terjadi pada semua bagian sirkulasi refrigran namun yang paling sering terjadi kebuntuan adalah pada expansi sebab expansi adalah bagian yang paling kecil jalurnya dibanding yang lain. Kebuntuan dapat diatasi dengan flasing atau mengganti bagian yang buntu.
katup udara tidak bekerja efektif katup isap yang hilang banyak disebabkan oleh kurang teliti pada waktu pememasang. Hal ini akan sangat mengganggu
10
kerja dari pada kompresor tersebut. Katup tekan yang sudah tidak berfungsi dengan baik sering diakibatkan apabila didalam kompresor tidak terdapat refrigerant yang ditampung atau dengan kata lain perawatan kompresor yang tidak teratur, sehingga katup tekan tidak bekerja dengan baik.
Gambar 2.1 Tabung Angin
https://www.google.co.id D. Pengertian tabung
Tabung adalah bangun ruang yang di atasi oleh dua sisi yang kongruen dan sejajar yang berbentuk lingkaran serta sebuah sisi lengkung.
1. Ciri – ciri tabung Mempunyai 2 rusuk
Alas dan tutupnya berupa lingkaran
Mempunyai 3 bidang sisi (bidang alas, bidang selimut, dan bidang penutup)
E. Klasifikasi kompresor
Secara garis besar kompresor dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu PositiveDisplacement compressor dan dynamic compressor (turbo) Positive Displacement compressor. Terdiri dari Reciprocating dan Rotary. Sedangkan Dynamic compressor (turbo) terdiri dari Centrifugal, axial dan ejector secara lengkap.
1. Kompresor resiprokal (reciprocating compressor)
Kompresor ini dikenal juga dengan kompresor torak, karena dilengkapi dengan torak yang bekerja bolak-balik atau gerak resiprokal.
Pemasukan udara diatur oleh katup masuk dan dihisap oleh torak yang gerakannya menjauhi katup. Pada saat terjadi pengisapan, tekanan udara di dalam silinder mengecil, sehingga udara luar akan masuk ke dalam silinder secara alami. Pada saat gerak kompresi torak bergerak ke titik mati bawah ke titik mati atas, sehingga udara di atas torak bertekanan tinggi, selanjutnya di masukkan ke dalam tabung penyimpan udara. Tabung penyimpanan di lengkapi dengan katup satu arah, sehingga udara yang ada dalam tangki tidak akan kembali ke silinder. Proses tersebut berlangsung
12
terus-menerus hingga diperoleh tekanan udara yang diperlukan. Gerakan mengisap dan mengkompresi ke tabung penampung ini berlangsung secara terus menerus, pada umumnya bila tekanan dalam tabung telah melebihi kapasitas, maka katup pengaman akan terbuka, atau mesin penggerak akan mati secara otomatis.
2. Kompresor putar (rotary compressor)
Kompresor rotari baling - baling luncur secara eksentrik rotor dipasang berputar dalam rumah yang berbentuk silindris, mempunyai lubang-lubang masuk dan keluar. Keuntungan dari kompresor jenis ini adalah mempunyai bentuk yang pendek dan kecil, sehingga menghemat ruangan.Bahkan suaranya tidak berisik dan halus dalam, dapat menghantarkan dan menghasilkan udara secara terus menerus dengan mantap.Baling - baling luncur dimasukkan ke dalam lubang yang tergabung dalam rotor dan ruangan dengan bentuk dinding silindris. Ketika rotor mulai berputar, energi gaya sentrifugal baling-balingnya akan melawan dinding. Karena bentuk dari rumah baling - baling itu sendiri yang tidak sepusat dengan rotornya maka ukuran ruangan dapat diperbesar atau diperkecil menurut arah masuknya (mengalirnya) udara.
3. Kompresor sentrifugal
Kompresor sentrifugal merupakan peralatan mekanik yang digunakan untuk memberikan energi kepada fluida gas, sehingga gas dapat mengalir dari
suatu tempat ke tempat lain. Penambahan energi ini bisa terjadi karena adanya konversi energi mekanik ke dalam energi tekanan. Konpresor sentrifugal termasuk ke dalam kompresor dinamik, dimana kompresor ini memiliki prinsip kerja yaitu mengkonversikan energi kecepatan gas yang dibangkitkan oleh aksi yang dilakukan impeller yang berputar dari energi mekanik unit penggerak menjadi energi tekanan di dalam diffuser.
Kompresor sentrifugal ini digerakkan oleh turbin daya yang merupakan bagian turbin gas.
4. Kompresor aliran aksial
Pada kompresor aliran aksial, udara akan mendapatkan percepatan oleh sudu yang terdapat pada rotor dan arah alirannya ke arah aksial yaitu searah (sejajar) dengan sumbu rotor. Jadi pengisapan dan penekanan udara terjadi saat rangkaian sudu-sudu pada rotor itu berputar secara cepat. Putaran cepat ini mutlak diperlukan untuk mendapatkan aliran udara yang mempunyai tekanan yang diinginkan.Teringat pula alat semacam ini adalah seperti kompresor pada sistem turbin gas atau mesin - mesin pesawat terbang turbo propeller. Bedanya, jika pada turbin gas adalah menghasilkan mekanik putar pada porosnya. Tetapi, pada kompresor ini tenaga mekanik dari mesin akan memutar rotor sehingga akan menghasilkan udara bertekanan.
5. Kompresor aliran (turbo compressor)
Jenis kompresor ini cocok untuk menghasilkan volume udara yang besar.Kompresor aliran udara ada yang dibuat dengan arah masuknya udara secara aksial dan ada yang secara radial. Arah aliran udara dapat dirubah dalam satu roda turbin atau lebih untuk menghasilkan
14
kecepatan aliran udara yang diperlukan. Energi kinetik yang ditimbulkan menjadi energi bentuk tekanan
6. Kompresor aliran radial
Percepatan yang ditimbulkan oleh kompresor aliran radial berasal dari ruangan ke ruangan berikutnya secara radial. Pada lubang masuk pertama udara dilemparkan keluar menjauhi sumbu. Bila kompresornya bertingkat, maka dari tingkat pertama udara akan dipantulkan kembali mendekati sumbu. Dari tingkat pertama masuk lagi ke tingkat berikutnya, sampai beberapa tingkat sesuai yang dibutuhkan. Semakin banyak tingkat dari susunan sudusudu tersebut maka akan semakin tinggi tekanan udara yang dihasilkan. Prinsip kerja kompresor radial akan mengisap udara luar melalui sudu-sudu rotor, udara akan terisap masuk ke dalam ruangan isap lalu dikompresi dan akan ditampung pada tangki penyimpanan udara bertekanan hingga tekanannya sesuai dengan kebutuhan.
F. Komponen kompresor
Berikut ini adalah beberapa komponen penyusun kompresor : 1. Kerangka (frame)
Fungsi utama adalah untuk mendukung seluruh beban dan berfungsi juga sebagai tempat kedudukan bantalan. poros engkol. silinder dan tempat penampungan minyak pelumas.
Gambar 2.2 Kerangka (frame)
https://taufiqurrokhman.files.wordpress.com/2013/12/kompresor.jpg
2. Poros engkol (crank shaft)
Berfungsi mengubah gerak berputar (rotasi) menjadi gerak lurus bolak balik (translasi).
Gambar 2.3 Poros engkol
https://taufiqurrokhman.files.wordpress.com/2013/12/kompresor.jpg
3. Batang penghubung (connecting rod)
Berfungsi meneruskan gaya dari poros engkol ke batang torak melalui kepala silang, batang penghubung harus kuat dan tahan bengkok sehingga mampu menahan beban pada saat kompresi.
16
Gambar 2.4 Batang penghubung
https://taufiqurrokhman.files.wordpress.com/2013/12/kompresor.jpg
4. Kepala silang (cross head)
Berfungsi meneruskan gaya dari batang penghubung ke batang torak. Kepala silang dapat meluncur pada bantalan luncurnya
Gambar 2.5 Kepala silang
https://taufiqurrokhman.files.wordpress.com/2013/12/kompresor.jpg 5. Silinder (cylinder)
Berfungsi sebagai tempat kedudukan liner silinder dan water jacket.
Gambar 2.6 Silinder
https://taufiqurrokhman.files.wordpress.com/2013/12/kompresor.jpg
6. Liner silinder (cylinder liner)
Berfungsi sebagai lintasan gerakan piston torak saat melakukan proses ekspansi, pemasukan, kompresi, dan pengeluaran.
7. Front and rear cylinder cover.
Adalah tutup silinder bagian head end/front cover dan bagian crank end/rear cover yang berfungsi untuk menahan gas/udara supaya tidak keluar silinder.
8. Water Jacket
Adalah ruangan dalam silinder untuk bersirkulasi air sebagai pendingin.
9. Torak (piston)
Sebagai elemen yang menghandel gas/udara pada proses pemasukan (suction), kompresi (compression) dan pengeluaran (discharge).
Gambar 2.10 Piston
https://taufiqurrokhman.files.wordpress.com/2013/12/kompresor.jpg 10. Cincin Torak ( piston rings)
Berfungsi mengurangi kebocoran gas/udara antara permukaan torak dengan dinding liner silinder.
Gambar 2.11 Cincin Torak
https://taufiqurrokhman.files.wordpress.com/2013/12/kompresor.jpg
18
11. Batang Torak (piston rod)
Berfungsi meneruskan gaya dari kepala silang ke torak.
12. Cincin Penahan Gas (packing rod)
Berfungsi menahan kebocoran gas akibat adanya celah (clearance) antara bagian yang bergerak (batang torak) dengan bagian yang diam (silinder). Cincin penahan gas ini terdiri dari beberapa ring segment.
13. Ring Oil Scraper
Berfungsi untuk mencegah kebocoran minyak pelumas pada frame.
Gambar 2.14 Ring Oil Scraper
https://taufiqurrokhman.files.wordpress.com/2013/12/kompresor.jpg 14. Katup kompresor (compressor valve)
Berfungsi untuk mengatur pemasukan dan pengeluaran gas/udara, kedalam atau keluar silinder. Katup ini dapat bekerja membuka dan menutup sendiri akibat adanya perbedaan tekanan yang terjadi antara bagian dalam dengan bagian luar silinder.
Gambar 2.15 Katup Kompresor
https://taufiqurrokhman.files.wordpress.com/2013/12/kompresor.jpg
15. Pengaturan Kapasitas
Volume udara yang di hasilkan kompresor harus sesuai dengan kebutuhan. Jika kompresor terus bekerja maka tekanan dan volume udara akan terus meningkat melebihi kebutahan dan berbahaya terhadap peralatan.
Gambar 2.16 Sistem pemipaan kompresor
https://taufiqurrokhman.files.wordpress.com/2013/12/kompresor.jpg
16. Pelumasan
Pelumasan adalah bagian yang saling meluncur seperti silinder, torak, kepala silang, metal-metal, bantalan batang penggerak dan batalan utama. Tujuan pelumasan adalah untuk mencegah keausan, merapatkan cincin torak dan paking, mendinginkan bagian-bagian yang saling bergesek, dan mencegah pengkaratan.
Oleh pompa tekanan minyak dinaikan sampai mencapai harga tertentu lalu dialirkan kesemua bagian yang memerlukan memalui saluran dalam poros engkol dan batang penggerak.
G. Penggerak kompresor
Penggerak kompresor berfungsi untuk memutar kompresor, sehingga kompresor dapat bekerja secara optimal. Penggerak kompresor yang sering
20
digunakan biasanya berupa motor listrik dan motor bakar.kompresor berdaya rendah menggunakan motor listrik dua phase atau motor bensin. Sedangkan kompresor berdaya besar memerlukan motor listrik 3 phase atau mesin diesel.
Penggunaan mesin bensinatau diesel biasanya digunakn apabila lokasi di sekitarnya tidak terdapat aliran listrikatau cenderung non stasioner. Kompresor yang digunakan di pabrik-pabrik kebanyakan digerakan oleh motor listrik karena biasanya terdapat instalsi listrik dan cenderung ( tidak berpindah - pindah ).
1. Kompresor torak
Merupakan salah satu positive displacement kompresor dengan prinsip memanfaatkan dan mengeluarkan udara/gas secara intermitten (berselang) dari dalam silinder. Pemanfaatan udara/gas dilakukan dalam silinder.
Elemen mekanik yang digunakan untuk memanfaatkan udara/gas dinamakan piston/torak. tekanan udara/gas yang keluar merupakan tekanan discharge yang dihasilkan oleh kompresor reciprocating.
2. Cara Merawat Kompresor
a. Cek oli, pastikan levelnya minimal setengah dan tidak lebih dari 3/4 pada oil glass
b. Tutup semua kran
c. Periksa belt, pastikan tidak terlalu kendur namun juga tidak terlalukencang.
d. Pastikan daya yang tersedia minimal 2 kali lipat dari daya yang tertera pada motor.
e. Untuk mesin kompresor, (pastikan oli dan bahan bakar tersedia) f. Start/On pada switch (recoil untuk engine dan gunakan pengaturan gas untuk start, setelah stabil, kembalikan pada posisi awal).
g. Pastikan motor mati/Off jika pressure gauge menunjuk 8 bar dan kembali hidup/On pada 5 bar (untuk kompresor berkapasitas 12 bar akan mati/Off jika pressure gauge menunjuk 12 bar dan kembali hidup/On pada 9 bar)
h. Untuk kompresor engine, matikan secara manual dengan engine switch off
i. Setelah selesai menggunakan unit ini, buang seluruh angin yang tersisa di dalam tangki melalui drain valve.
j. Gunakan kompresor sesuai aplikasinya.
k. Perhatikan debit pengisian tangki, harus lebih besar dari debit penggunaannya
l. Usahakan sedapat mungkin agar motor memiliki tenggang waktu yang cukup untuk hidup dan mati, minimal 5-10 menit.
m. Letakan kompresor di tempat dengan sirkulasi udara yang baik.
n. Hindarkan kompresor dari hujan/air maupun sinar matahari secara langsung (letakan di tempat terlindung).
o. Pastikan minimal sekali dalam seminggu untuk menguras tangki dengan angin (sebaiknya tiap hari )
22
H. Kerangka Penelitian
Dalam kerangka pikiran ini penulis akan memaparkan secara bagan alur dalam menjawab dan menyelasaikan pokok permasalahan yang telah di buat sebagai berikut:
Gambar 2.7 Kerangka Berpikir Gambar 2.7 Kerangka Berpikir
PENGARUH KINERJA KOMPRESOR TERHADAP PENGISIAN BOTOL ANGIN GUNA
KELANCARAN PENGOPERASIAN KAPAL
KINERJA
MENENTUKAN PERMASALAHAN
CARA PERAWATAN KOMPRESOR DIATAS KAPAL KOMPRESOR TIDAK
BEKERJA MAKSIMAL
PENGISIAN BOTOL ANGIN TERLAMBAT
KESIMPULAN ANALISIS
SARAN
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis penelitian
Menurut sukmadinata (2005) dasar penelitian kualitatif adalah konstruktivisme yang berasumsi bahwa kenyataan itu berdimensi jamak, interaktif dan suatu pertukaran pengalaman sosial yang diinterpretasikan oleh setiap individu. Peneliti kualitatif percaya bahwa kebenaran adalah dinamis dan dapat ditemukan hanya melalui penelaahan terhadap orang-orang melalui inetraksinya dengan situasi sosial mereka (Danim, 2002).
Sejalan dengan pendapat diatas, Bogdan dan Biklen (1992) menjelaskan bahwa ciri-ciri metode penelitian kualitatif ada lima, yaitu:
1. Penelitian kualitatif mempunyai pengaturan yang alami sebagai sumber data langsung, peneliti sebagai instrument kunci.
2. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang deskriptif. Data yang dikumpulkan lebih banyak kata-kata atau gambar-gambar daripada angka.
3. Penelitian kualitatif lebih memperhatikan proses daripada produk. Hal ini disebabkan oleh cara peneliti mengumpulkan dan memaknai data, setting antar hubungan atau bagian yang sedang diteliti akan jauh lebih jelas apabila diamati dalam proses.
4. Peneliti kualitatif mencoba menganalisis data secara induktif peneliti tidak mencari data untuk membuktikan hipotesis yang mereka susun sebelum mulai penelitian, namun untuk menyusun abstraksi.
26
5. Penelitian kualitatif menitikberatkan pada makna bukan sekedar perilaku yang tampak.
B. Lokasi Penelitian 1. Waktu Penelitian
Penelitian tentang perawatan pengaruh kompresor terhadap pengisian tabung terhadap kinerjanya guna untuk memaksimalkan kinerja kompresor terhadap pengisian tabung di atas kapal agar dapat beroperasi secara optimal dilaksanakan pada saat kita melaksanakan praktek layar.
2. Tempat Penelitian Port Of Register :BANJARMASIN
IMO Number : 9484584
BREADTH : 28 M
Teknik pengumpulan data yang diangkat dalam penyusunan ini berdasarkan data, fakta serta informasi yang pernah dilakukan selama melaksanakan praktek laut. Dari semua data, fakta dan informasi tersebut maka dijadikan bahan acuan dalam penyusunan proposal ini.
a. Data Primer
Menurut Saifuddin Azwar, MA (1997:36), Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumber pertama melalui prosedur dan di catat.
Dalam hal ini penulis memperoleh data primer dengan cara langsung dari hasil wawancara dengan pihak terkait, yang mengetahui tentang permasalaham yang akan penulis angkat. Penulis memperoleh dari hasil wawancara atau berdiskusi dengan masinis tiga, yang bertanggung jawab tentang kompresor, dan masinis lain yang lebih tahu tentang permasalahan ini di atas kapal.
Contoh Data Primer: Metode observasi
menurut Abdurrahmat Fathoni (2006 : 104) Observasi adalah teknik pengumpulan data yang di lakukan melalui suatu pengamatan, dengan di sertai pencatatan-pencatatan terhadap keadaan atau prilaku objek sasaran.
28
Metode ini di lakukan melalui pengamatan langsung pada objek, dalam hal ini yaitu kinerja kompresor terhadap pengisian tabung. Baik konstruksi, cara pengoprasian dan perawatan, serta permasalahan yang sering terjadi dan cara penggunaanya.
Tujuan penulisan mengadakan observasi adalah agar mengerti akan keadaan obyek yang di jadikan topik yaitu: pengaruh kinerja kompresor terhadap pengisian tabung secara menyeluruh dan langsung, untuk memberi kesesuaiyan antara keterangan-keterangan yang di peroleh dengan keadaan yang sebenarnya terjadi. Alat yang digunakan dalam teknik observasi ini antara lain: lembar ceklist, buku catatan, kamera photo, dan lain lain.
Metode wawancara
Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang digunakan penulis dengan mengadakan komunikasi atau Tanya jawab,
terhadap pihak-pihak yang mengerti tentang permasalahan yang penulis angkat. Data ini akan penulis gunakan dalam membahas permasalahan yang terjadi sehingga data ini langsung dari sumbernya, dimana dalam metode ini penulis harus melakukan wawancara langsung dengan masinis II yang mengenai masalah pengaruh kinerja kompresor terhadap pengisian tabung.
Dalam hal ini data yang diperoleh lebih praktis dan obyektif, karena pada dasarnya permasalahan yang terjadi di atas kapal tidak dijabarkan secara rinci dalam buku manualnya, sehingga dalam hal ini masinis akan memberikan jawaban berdasarkan pada pengalaman-pengalaman selama berlayar.
Menurut Munawaroh (2012:20) bahwa dalam penelitian yang menggunakan wawancara/pendekatan kualitatif, peneliti tidak mengambil jarak dengan yang diteliti. Hubungan yang dibangun didasarkan pada saling kepercayaan.
Dalam praktiknya, peneliti melakukan hubungan dengan yang diteliti secara intensif. Apabila simple itu manusia, maka yang terjadi responden diperlukan sebagai partner bukan obyek penelitian.
b. Data sekunder
Menurut Saifuddin Azwar (1997:36), Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber tidak langsung yang biasanya berupa data dokumentasi dan arsip-arsip resmi, yang diusahakan sendiri pengumpulan oleh penulis, selain dari sumbernya yang diteliti.
Data ini diperoleh dari buku-buku dan internet yang berkaitan dengan obyek penelitian proposal atau yang berhubungan dengan permasalahan yang akan dibahas, yang diperlukan sebagai pedoman, teoritis dan ketentuan formal dari keadaan nyata dalam observasi. Serta dari informasi lain yang telah disampaikan pada saat kuliah.
Contoh Data Sekunder: Metode dokumentasi
Contoh Data Sekunder: Metode dokumentasi