BAB IV METODOLOGI PENELITIAN
4.7 Analisa Data
Data yang telah terkumpul diolah dengan menggunakan komputerisasi dengan langkah-langkah sebagai berikut :
a. Editing, yaitu memeriksa kuisioner yang telah kembali apakah semua pertanyaan telah diisi oleh responden sesuai dengan petunjuk.
b. Koding, yaitu memberi kode atau angka tertentu pada kuisioner untuk mempermudah waktu mengadakan tabulasi dan analisa.
c. Analisa, yaitu menganalisa data yang telah terkumpul dengan menentukan presentasi jawaban dari setiap responden. Data yang didapat dianalisa dengan menggunakan komputerisasi
BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.1. HASIL PENELITIAN 5.1.1. Karakteristik Responden
Tabel 5.1.
Distribusi Responden Berdasarkan Umur Ibu Dalam Pemberian Pendidikan Seks Pada Remaja Putri Tahun 2008
No Umur f % 1 37 – 39 tahun 8 26.7 2 40 – 42 tahun 11 36.7 3 43 – 45 tahun 4 13.3 4 46 – 48 tahun 4 13.3 5 49 – 51 tahun 2 6.7 6 52 – 57 tahun 1 3.3 Total 30 100.0
Berdasarkan tabel diatas diketahui ibu yang berumur 40 – 42 tahun merupakan responden yang terbanyak yaitu 11 orang (36,7%), sedangkan kelompok ibu yang berumur 52 – 57 tahun yang paling sedikit yaitu 1 orang (4,9%).
Tabel 5.2.
Distribusi Responden Berdasarkan Agama Ibu Dalam Pemberian Pendidikan Seks Pada Remaja Putri Tahun 2008
No Agama f %
1 Islam 23 76.7
2 Kristen Protestan 5 16.7
3 Kristen Khatolik 2 6.7
Total 30 100.0
Tabel diatas menunjukkan sebagian besar ibu beragama islam yaitu ada 23 orang (76,7%), kristen protestan ada sebanyak 5 orang (16,7%) dan 2 orang (6,7%) beragama kristen khatolik.
Tabel 5.3.
Distribusi Responden Berdasarkan Pendidikan Ibu Dalam Pemberian Pendidikan Seks Pada Remaja Putri Tahun 2008
No Pendidikan f % 1 SD 3 10.0 2 SLTP 8 26.7 3 SLTA 11 36.7 4 Diploma/ sarjana 8 26.7 Total 30 100.0
Tabel diatas menunjukkan ibu berlatarbelakang pendidikan SLTA ada 11 orang (36,7%), pendidikan SLTP dan diploma/sarjana masing-masing sebanyak 8 orang (26,7%) dan pendidikan SD sebanyak 3 orang (10%).
Tabel 5.4.
Distribusi Responden Berdasarkan Pekerjaan Ibu Dalam Pemberian Pendidikan Seks Pada Remaja Putri Tahun 2008
No Pekerjaan f %
1 Pegawai Negeri 10 33.3
2 Pegawai Swasta 1 3.3
3 Wiraswasta 3 10.0
4 Ibu rumah tangga 16 53.3
Total 30 100.0
Tabel diatas menunjukkan sebagian responden berstatus sebagai ibu rumah tangga ada 16 orang (53,3%), pegawai negeri ada 10 orang (33,3%), wiraswasta sebanyak 3 orang (10%) dan pegawai swasta ada 1 orang (3,3%).
5.1.2. Sikap
Tabel 5.5.
Distribusi Responden Berdasarkan Sikap Ibu Dalam Pemberian Pendidikan Seks Pada Remaja Putri Tahun 2008
No Sikap f %
1 Baik 27 90.0
2 Buruk 3 10.0
Total 30 100.0
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa hampir seluruh ibu mempunyai sikap positif/ baik dalam memberikan pendidikan seks kepada putrinya yaitu sebanyak 27 orang (90%) dan 3 orang (10%) bersikap negatif / buruk terhadap pemberian pendidikan seks pada anaknya.
5.1.3. Tindakan
Tabel 5.6.
Distribusi Responden Berdasarkan Tindakan Ibu Dalam Pemberian Pendidikan Seks Pada Remaja Putri Tahun 2008
No Tindakan f %
1 Baik 21 70.0
2 Buruk 9 30.0
Total 30 100.0
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan ibu yang bertindak baik dalam memberikan pendidikan seks pada anak remajanya ada sebanyak 21 orang (70%) sedangkan 9 orang (30%) bertindak buruk terhadap pemberian pendidikan tersebut.
5.2. PEMBAHASAN
5.2.1. Sikap Ibu Dalam Pemberian Pendidikan Seks Pada Remaja Putri
Berdasarkan Tabel 5.5. diketahui hampir seluruh ibu mempunyai sikap positif/baik dalam memberikan pendidikan seks kepada putrinya yaitu ada sebanyak 27 orang (90%) dan 3 orang (10%) bersikap negatif / buruk terhadap pemberian pendidikan seks pada remaja putrinya.
Glasier dan Gebbie (2005) menyatakan bahwa pendidikan seks yang diterima oleh kaum muda seharusnya membuat mereka berkembang menjadi orang yang sehat secara seksual, yang mampu membuat keputusan berdasarkan pengetahuan yang diperoleh mengenai kehidupan seks mereka baik saat ini maupun dimasa yang akan datang.
Sarwono (2002) mengutip pendapat Schinke (1984) yang membuktikan anak maupun orangtua bisa terbuka dan menerima pendidikan seks sejauh yang memberikannya adalah orang lain, bukan dari orang tua atau anggota keluarga sendiri.
Namun Sarwono juga mengutip hasil penelitian Fox dan Inazu, bahwa perlunya pendidikan seks untuk remaja khusus yang dilakukan orang tua. Semakin sering terjadinya percakapan tentang seks antara ibu dan anak maka tingkah laku seksual anak makin bertanggung jawab. Semakin awal komunikasi tersebut dilakukan, fungsi pencegahannya makin nyata.
Penelitian Synovate atas nama DKT Indonesia melalui penelitian perilaku seks di Medan, Jakarta, Bandung dan Surabaya membuktikan informasi tentang seks remaja dapatkan melalui teman (65%), film porno (35%), sekolah (19%) dan orang tua (5%). Dari persentase ini ditemukan bahwa informasi dari teman lebih dominan daripada orang tua dan guru, padahal teman sendiri tidak begitu mengerti dengan permasalahan seks karena dia juga mentransformasi dari teman yang lainnya.
5.2.2. Tindakan Ibu Dalam Pemberian Pendidikan Seks Pada Remaja Putri
Berdasarkan tabel 5.6. menunjukkan ibu yang bertindak baik dalam memberikan pendidikan seks pada anak remajanya sebanyak 21 orang (70%) sedangkan 9 orang (30%) bertindak buruk terhadap pemberian pendidikan tersebut.
Effendi (1998) menyatakan bahwa orang tua tidak dapat dipisahkan dari ikatan keluarga yang mempunyai peranan dan fungsi yang penting dalam pendidikan anak terutama pendidikan seks. Peranan keluarga menggambarkan seperangkat perilaku interpersonal, sifat, kegiatan yang berhubung dengan individu dalam kondisi dan situasi tertentu.
Mu’tadin (2002) menyatakan bahwa banyak orang tua yang tidak memberikan pendidikan seks kepada anak remajanya karena mereka berpendapat bahwa seksualitas merupakan sesuatu yang alamiah yang akan diketahui setelah menikah dan menganggap seks sebagai masalah yang tabu untuk dibicarakan. Walaupun banyak media yang telah memfasilitasi tentang pendidikan seks.
Pendapat diatas didukung dengan hasil penelitian dilapangan yaitu sebesar 30% ibu masih beranggapan bahwa pembicaraan mengenai seks merupakan hal yang tabu dan tidak lumrah dilakukan. Namun 70% ibu menyatakan sifat keterbukaan orang tua khususnya ibu dan anak sangat besar peranannya dalam menyampaikan pesan-pesan pendidikan seks ini. Ibu bersedia menjadi sahabat bagi anaknya dalam hal mendengarkan cerita tentang ketertarikan putri terhadap lawan jenisnya, disituasi inilah peluang yang sangat besar bagi ibu untuk memberikan informasi seks sekaligus nilai- nilai moral/ agama pada putrinya.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Berdasarkan karakteristik ibu diketahui ibu yang berumur 40 – 42 tahun merupakan responden yang terbanyak, sebagian besar ibu beragama islam ada 23 orang (76,7%), ibu berpendidikan SLTA ada 11 orang (36,7%) dan mayoritas ibu bersatatus sebagai ibu rumah tangga ada 16 orang (53,3%). 2. Berdasarkan kategori sikap ibu dalam pemberian pendidikan seks pada putri
remajanya diketahui sebanyak 27 ibu (90%) mempunyai sikap positif/ baik dan 3 ibu (10%) bersikap negatif / buruk terhadap pemberian pendidikan seks pada remaja putrinya.
3. Berdasarkan tindakan ibu dalam memberikan pendidikan seks pada putri remajanya diketahui sebanyak 21 orang (70%) sedangkan 9 orang (30%) berindak buruk terhadap pemberian pendidikan tersebut.
6.2. Saran
1. Ciptakan suasana komunikasi yang bersifat terbuka dengan anak disaat membahas berbagai permasalahan atau berusaha menjadi sahabat bercerita bagi anak.
2. Berusaha menggali informasi dan sebanyak mungkin mengenai pengetahuan seks dan reproduksi kesehatan baik melalui media massa maupun langsung ke pakarnya sehingga dapat dijadikan bekal dalam memberikan pemahaman pendidikan seks pada anak.
3. Peningkatan pemahaman dan penanaman nilai-nilai adat dan agama dilingkungan keluarga.
DAFTAR PUSTAKA
Abineno, J.L. 2002. Seksualitas dan Pendidikan Seksualitas. Jakarta : PT BPK Gunung Mulia.
Al- Ghifari, A. 2002. Kesucian Wanita. Bandung : Mujahid Press.
Arikunto, S. 1998. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta : Rineka Cipta.
Athar, S. 2004. Bimbingan Seks Bagi Kaum Muda Muslim. Jakarta : Pustaka Zahra
Darwinsyah, R, S. 2003. Seksualitas Remaja Indonesia. Dibuka pada website, http://situs, kespro.info/krr/krr03.htm.
Dianawati, A. 2006. Pendidikan Seks Untuk Remaja . Jakarta : PT Kawan Pustaka.
Djiwandono, W. E.S. 2001. Menjawab Pertanyaan Anak Anda Tentang Seks. Jakarta : Gramedia Widia Sarana Indonesia.
Effendy, N.1998. Dasar-dasar Keperawatan Kesehatan Msyarakat. Jakarta: EGC.
Fauzan, F. 2002. Pendidikan Seks Bagi Remaja Fuady, Z. 2007. Pendidikan Masa Pubertas. Ciputat: Wadi Press.
Gunarsa, D.S. 1993. Psikologi Praktis : Anak, Remaja dan Keluarga. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Gupte, S. 2004. Panduan Perawatan Anak. Jakarta: Pustaka Populer Obor. He-Man. 2006. Pendidikan Seks dan Seks Tabu. www.kespro.com.
Hurlock,B. E. 1999. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga.
Mohammad, K. 1998. Kontradiksi Dalam Kesehatan Reproduksi. Jakarta: Bumi Aksara.
Mu’tadin, Z. 2002. Pendidikan Seks pada Remaja.
Notoatmodjo, S. 2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta : PT Adi Mahastya. PKBI. 1997. Pendidikan Seksualitas untuk Remaja: Peran Pendamping Dalam
Perkembangan Seksualitas Remaja. Kerjasama PKBI dengan The Ford Foundation.
KUISIONER PENELITIAN
Petunjuk Pengisian :
Ibu diharapkan :
1. Menjawab pertanyaan yang tersedi dengan memberikan tanda chekslist (√ ) pada tempat yang disediakan.
2. Semua pertanyaan harus dijawab
3. Tiap satu pertanyaan diisi dengan satu jawaban.
4. Bila ada yang kurang mengerti dapat ditanyakan pada peneliti.
A. DATA BIOGRAFI
NO :
Usia anak remaja : tahun
Usia responden : tahun
Agama : ( ) Islam
( ) Kristen protestan ( ) Kristen Katolik ( ) Hindu
( ) Budha
Pendidikan terakhir : ( ) Tidak sekolah ( ) SD
( ) SMP ( ) SMU
( ) Diploma / Perguruan tTinggi Pekerjaan : ( ) Pegawai Negeri
( ) Pegawai Swasta ( ) Wiraswasta
( ) Buruh
( ) Petani
B. Kuisioner Penelitian Tentang Sikap dan Tindakan Ibu dalam Pemberian Pendidikan Seks Pada Remaja Putri.
a. Sikap
Keterangan :
SS : Sangat Setuju S : Setuju
TS : Tidak Setuju
STS : Sangat Tidak Setuju
NO Pernyataan SS S TS STS
1 Pendidikan seks remaja yaitu menjelaskan tentang perubahan fungsi organ seksual remaja putri.
2 Ibu memberi pendidikan seks tentang perubahan fisik yang dialami remaja putri misalnya, payudara yang bertambah besar dan menstruasi sebagai awal fungsi organ seksual.
3 Ibu menjelaskan secara rinci pada putri ibu, ketika
mendapatkan haid pertama, bahwa remaja putri ibu sudah aktif secara reproduksi atau dapat hamil.
4 Ibu akan memberikan pendidikan seks kepada remaja putri ibu pada saat putri ibu mendekati masa pubertas. 5 Apabila putri ibu bertanya pada ibu tentang perubahan
tubuh dan menstruasi yang dialaminya, ibu akan menjawab semua pertanyaan remaja putri ibu.
6 Pendidikan seks diberikan ketika anak mulai remaja , bukan hanya diberikan pada saat putri ibu akan memasuki jenjang pernikahan.
7 Seorang ibu harus bersikap terbuka dan jujur dalam memberikan informasi tentang seksualitas remaja. 8 Ibu adalah pendidik yang terbaik bagi remaja putri
sebagai sumber informasi utama dalam masalah seks. 9 Ibu akan membatasi pergaulan remaja putri ibu dengan
lawan jenisnya setelah ibu mengetahui putri ibu telah mendapatkan menstruasi ( haid ).
10 Tujuan pendidikan seks adalah membentuk sikap emosional yang sehat terhadap masalah seksual dan bimbingan anak dan remaja ke arah hidup dewasa yang
sehat dan bertanggung jawab terhadap kehidupan seksualnya.
11 Dalam memberikan pendidikan seks, nilai agama dan norma juga diberikan sebagai benteng dalam diri remaja untuk bersikap dan bertingkah laku.
12 Dalam memberikan pendidikan seks sebagi remaja putri, ibu akan menjelaskan tentang perubahan-perubahan fisik yang terjadi pada remaja yaitu mulai tumbuh payudara, panggul melebar, menstruasi, tumbuh bulu-bulu halus dikemaluan dan ketiak, pantat berkembang lebih besar 13 Ibu harus menjelaskan pada remaja putri untuk menjaga
pergaulan antara laki-laki dan perempuan agar tidak terjadi perilaku seksual yang bertentangan dengan agama dan norma masyarakat
14 Ibu berusaha meyakinkan pada remaja putri ibu bahwa ibu adalah sahabat yang baik sebagai tempat informasi dan mencurahkan masalah perubahan dirinya ( masalah seksual ) sehingga remaja ibu tidak merasa malu untuk bercerita dan bertanya dengan ibu.
15 Ibu akan merasa bangga apabila ibu telah memberikan pendidikan seks kepada remaja putri ibu sehingga
berharap remaja putri ibu menjadi remaja yang sehat dan bertanggung jawab terhadap kehidupan seksualnya.
b. Tindakan
Petunjuk pengisian :
Pilihlah jawaban yang menurut ibu tepat dengan memberikan tanda ( √ ) pada jawaban YA dan TIDAK.
NO Pernyataan Ya Tidak
1 Apakah ibu pernah memberikan pendidikan seks pada remaja putri ibu ?
2 Apakah ibu pernah memberikan penjelasan pada putri ibu tentang perubahan fisik yang dialaminya.? 3 Pada saat ibu mengetahui putri ibu mendapatkan
haid pertama kali, apakah ibu memberikan penjelasan bahwa menstruasi yang dialami pertanda bahwa putri ibu telah aktif secara reproduksi atau dapat hamil.?
4 Pada saat putri ibu mendekati masa pubertas, apakah ibu memberikan pendidikan seks pada putri ibu.?
apakah ibu menjawab segala pertanyaan dari putri ibu?
6 Apakah ibu memberikan pendidikan seks sewaktu remaja bukan hanya diberikan pada saat putri ibu akan memasuki jenjang pernikahan ?
7 Apakah dalam memberikan informasi tentang seksualitas, fungsi organ tubuh, perubahan fisik yang dialami remaja, Ibu akan bersikap terbuka dan jujur ?
8 Dalam memberikan pendidikan seks pada remaja putri, apakah ibu menanamkan nilai agama dan moral pada putri ibu?
9 Apakah ibu membatasi pergaulan remaja putri ibu dengan lawan jenisnya apabila ia telahmedapatkan menstruasi .
10 Apakah ibu dalam memberikan pendidikan seks kepada remaja putri adalah untuk membentuk sikap emosional yang sehat terhadap masalah seksual dan bimbingan anak dan remaja ke arah hidup dewasa yang sehat dan bertanggung jawab terhadsp kehidupan seksualnya.
11 Dalam memberikan pendidikan seks pada remaja putri, apakah ibu menanamkan nilai agama dan moral pada putri ibu?
12 Apakah ibu dalam memberikan pendidikan seks sebagai remaja putri, ibu akan menjelaskan tentang perubahan-perubahan fisik yang terjadi pada remaja yaitu mulai tumbuh payudara, panggul melebar, menstruasi, tumbuh bulu-bulu halus dikemaluan dan ketiak, pantat berkembang lebih besar? 13 Apakah Ibu menjelaskan pada remaja putri untuk
menjaga pergaulan antara laki-laki dan perempuan agar tidak terjadi perilaku seksual yang
bertentangan dengan agama dan norma masyarakat 14 Apa ibu meyakinkan pada remaja putri ibu bahwa
ibu adalah sahabat yang baik sebagai tempat informasi dan mencurahkan masalah perubahan dirinya ( masalah seksual ) sehingga remaja putri ibu tidak merasa malu untuk bercerita dan bertanya dengan ibu.?
15 Apakah Ibu bangga apabila ibu telah memberikan pendidikan seks kepada remaja putri ibu sehingga berharap remaja putri ibu menjadi remaja yang sehat dan bertanggung jawab terhadap kehidupan seksualnya.
s1 s2 s3 s4 s5 s6 s7 s8 s9 s10 s11 s12 s13 s14s15 T KS t1 t2 t3 t4 t5 t6 t7 t8 t9 t10 t11 t12
1 16 45 3 Islam Diploma/Sarjana Peg. Negeri 4 4 4 4 3 2 4 2 2 4 4 4 4 4 4 53 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
2 18 42 2 Islam SLTA Peg. Negeri 2 2 2 3 3 2 3 2 3 3 3 4 4 4 4 44 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
3 14 37 1 Islam SLTP IRT 4 4 4 4 3 2 4 2 2 4 4 3 3 4 4 51 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
4 17 49 5 ProtestanDiploma/Sarjana Peg. Negeri 2 2 2 3 3 2 3 3 3 4 4 4 4 4 4 47 2 2 2 2 1 2 1 2 2 1 2 2 1
5 17 42 2 Islam Diploma/Sarjana Peg. Swasta 2 2 2 3 3 2 4 3 3 4 4 4 4 4 4 48 2 1 1 1 1 1 2 1 2 1 2 2 1
6 20 45 3 ProtestanSLTA Peg. Negeri 2 2 2 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 39 2 2 1 2 1 2 2 1 2 1 2 2 1
7 20 46 4 ProtestanSLTA Peg. Negeri 2 2 2 3 3 2 3 2 2 3 3 4 3 3 3 38 2 2 2 2 1 2 1 2 2 1 2 2 1
8 14 37 1 Islam SLTA IRT 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 60 2 2 2 2 1 2 1 2 2 1 2 2 1
9 17 38 1 Islam SLTP IRT 2 2 2 3 3 2 3 2 3 3 4 4 4 4 4 45 2 1 1 1 1 1 2 1 2 1 2 2 1
10 16 41 2 Islam SLTA IRT 2 2 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 54 2 2 2 2 1 2 1 2 2 1 2 2 1
11 16 40 2 Islam SLTP IRT 2 2 2 3 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 49 2 1 2 2 1 1 1 2 2 1 2 2 1
12 15 42 2 Islam SD IRT 2 2 2 3 3 2 3 2 2 3 2 3 3 2 3 37 1 1 1 1 1 1 2 1 2 1 2 2 1
13 18 44 3 Islam SLTA Peg. Negeri 4 4 4 4 3 2 4 2 3 4 4 4 4 4 4 54 2 2 1 2 1 2 2 1 2 1 2 2 1
14 12 37 1 Islam Diploma/Sarjana Peg. Negeri 4 4 4 4 3 2 4 2 2 4 4 4 4 4 4 53 2 2 2 2 1 2 1 2 2 1 2 2 1
15 20 47 4 ProtestanDiploma/Sarjana Peg. Negeri 4 4 4 4 3 2 4 2 2 3 3 3 3 3 3 47 2 2 1 2 1 2 2 1 2 1 2 2 1
16 13 42 2 Islam Diploma/Sarjana IRT 4 4 4 4 3 2 4 2 2 4 4 4 3 4 3 51 2 2 2 2 1 2 1 2 2 1 2 2 1
17 13 47 4 ProtestanDiploma/Sarjana Peg. Negeri 4 4 4 4 3 2 4 2 2 3 3 3 3 3 3 47 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
18 13 48 4 Islam Diploma/Sarjana Peg. Negeri 2 2 2 3 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 50 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
19 17 41 2 Islam SLTA IRT 2 2 2 3 3 2 3 2 2 4 3 4 4 4 4 44 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
20 12 38 1 Islam SD IRT 2 2 2 3 2 2 2 2 2 3 2 3 3 2 3 36 1 1 1 1 1 1 2 1 2 1 2 2 1
21 19 39 1 Islam SLTP IRT 2 2 2 3 3 2 3 2 2 3 3 4 4 4 4 43 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
22 18 50 5 Islam SLTA IRT 2 2 2 3 3 2 3 2 2 4 4 4 4 4 4 45 2 1 1 1 1 1 2 1 2 1 2 2 1
23 19 57 6 Islam SD IRT 2 2 2 3 3 2 3 2 2 3 2 3 3 2 3 37 1 1 1 1 1 1 2 1 2 1 2 2 1
24 16 40 2 Islam SLTP IRT 2 2 2 3 3 2 3 2 2 4 4 4 4 4 4 45 2 2 1 2 1 2 2 1 2 1 2 2 1
25 19 42 2 Islam SLTP IRT 2 2 2 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 39 2 2 2 2 1 2 1 2 2 1 2 2 1
26 15 43 3 Islam SLTA Wiraswasta 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 44 2 1 1 1 1 1 2 1 2 1 2 2 1
27 16 42 2 Islam SLTP Wiraswasta 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 47 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
28 18 39 1 Khatolik SLTA IRT 2 2 2 3 3 2 3 2 3 4 4 4 4 4 4 46 2 1 1 1 1 1 2 1 2 1 2 2 1
29 17 42 2 Islam SLTA Wiraswasta 2 2 2 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 39 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
30 15 38 1 Khatolik SLTP IRT 4 4 4 4 3 2 4 2 2 4 4 4 4 4 4 53 2 1 1 1 1 1 2 1 2 1 2 2 1
kui Agama didik kerja
MASTER DATA
SIKAP DAN TINDAKAN IBU DALAM PEMBERIAN PENDIDIKAN SEKS PADA REMAJA PUTRI TAHUN 2008
Sikap Ibu Tindakan Ibu
t13 t14 t15 T KT 2 2 2 30 2 2 2 2 30 2 2 2 2 30 2 2 2 2 26 2 2 2 2 22 1 2 1 2 24 2 2 2 2 26 2 2 2 2 26 2 2 2 2 22 1 2 2 2 26 2 2 2 2 24 2 2 2 2 22 1 2 1 2 24 2 2 2 2 26 2 2 1 2 24 2 2 2 2 26 2 2 2 2 30 2 2 2 2 30 2 2 2 2 30 2 2 2 2 22 1 2 2 2 30 2 2 2 2 22 1 2 2 2 22 1 2 1 2 24 2 2 2 2 26 2 2 2 2 22 1 2 2 2 30 2 2 2 2 22 1 2 2 2 30 2 2 2 2 22 1