No Kecamatan Perumahan No Kecamatan Perumahan
1 Tugu - Duta Bukit Mas Puri Gedawang Indah
Beringin Indah Graha Estetika Taman Setiabudi
Bukit Permata Puri Griya Pelangi Sejahtera TWP TNI AD As ABRI
Griya Beringin Asri Jati raya Indah Vila Bukit Mas
Griya Lestari Pondok Bukit Agung Vila Aster II
2 Ngaliyan
Koveri Mega Permai
6 Banyumanik
Puri Asri Perdana Watugong Indah
3 Mijen Bukit Semarang Baru Bukit Kencana Jaya Puri Dinar Mas
Bukit Sekaran Durenan Indah Puri Gemah Sentosa
IKIP Semarang Griya Bangun Harja Sendang Asri
Kandi Asri KORPRI Taman Bukit Asri
4 GunungPati
Taman Bukit Hijau
7 Tembalang
Prima Indah Greaha Estetika Graha Mukti
Plamongan indah 5 Pedurungan
Taman Majah Pahit Estate
8 Genuk -
Sumber: Hasil Olahan Data Peneliti, 2009
1.8.5 KERANGKA ANALISIS
Kerangka analisis disini merupakan suatu rangkaian proses yang memperlihatkan urutan-urutan analisis dari awal dilakukannya penelitian sampai dihasilkan kesimpulan akhir dari proses peneltian. Tahapan analisis tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut :
a. Analisis Karakteristik Dasar Perilaku masing-masing Golongan Penduduk
Analisis ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik masing – masing golongan penduduk di kawasan suburban sprawl Kota Semarang khususnya dalam hal aktivitas konsumsi penduduk sehingga akan diperoleh hasil dari analisis ini yaitu pola konsumsi rumah tangga penduduk sesuai golongan sosial ekonominya. Untuk mengetahui kondisi karakteristik golongan ekonomi penduduk (bawah, menegah dan atas) digunakan beberapa variabel sosial ekonomi misalnya jumlah anggota keluarga, mata pencaharian penduduk, tingkat pendidikan, dan jumlah dan jenis pemilikan kendaraaan.
Hasil analisis ini nantinya menjadi input untuk analisis perubahan pola konsumsi rumah tangga tiap-tiap golongan yang dilakukan yaitu berupa prosentase proporsi konsumsi untuk pergerakan dan prosentase proporsi konsumsi kebutuhan sehari-hari (konsumsi Keluarga). Alat analisis yang digunakan kualitatif diskriptif.
23
b. Analisis Pola Konsumsi Rumah Tangga
Analisis ini bertujuan untuk mengetahui pola konsumsi rumah tangga yang dibagi menjadi 2 macam pola konsumsi yaitu konsumsi untuk pangan dan konsumsi non pangan. Untuk konsumsi kebutuhan non pangan, didalamnya terdapat konsumsi pergerakan dan konsumsi lainnya .
Pengeluaran konsumsi kebutuhan pangan meliputi pengeluaran untuk kebutuhan makanan sehari-hari dalam satu bulan. Sedangkan kebutuhan non pangan meliputi pengeluaran untuk kebutuhan pergerakan berupa biaya bensin/solar dan biaya naik angkutan umum dalam satu bulan. Kemudian kebutuhan non pangan laninya seperti pengeluaran untuk rekening listrik, rekening telepon, rekening air minum, aneka barang dan jasa, biaya pendidikan, biaya kesehatan, minyak tanah, gas, barang tahan lama, pajak dan asuransi.
Pola-pola pengeluaran tersebut kemudian akan dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu: pengeluaran konsumsi pangan, pergerakan dan non pangan lainnya. Dengan demikian akan mempermudah dalam dalam melihat perubahan-perubahan yang terjadi diantara ketiga pengeluaran konsumsi kebutuhan tersebut.
Data pengeluaran konsumsi kebutuhan rumah tangga ini diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner kepada masyarakat di wilayah studi. Metode dan teknik analisis yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan alat analisis statistik deskriptif.
c. Analisis Pola Perjalanan/pergerakan Penduduk
Analisis ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik bangkitan dan tarikan perjalanan serta pola perjalanan/pergerakan harian penduduk di kawasan suburban sprawl Kota Semarang. Beberapa analisis didalamnya yaitu analisis jenis penggunaan moda transportasi tiap golongan penduduk di wilayah studi yang hasilnya berupa moda ( kendaraan pribadi/ angkutan umum) yang digunakan untuk pergerakan, analisis maksud dan tujuan pergerakan yang dilakukan tiap golongan penduduk di kawasan suburban sprawl Kota Semarang.
Berdasarkan proses analisis tersebut, output yang didapatkan nantinya berupa informasi mengenai maksud dan tujuan pergerakan tiap golongan penduduk untuk bekerja, sekolah, belanja dan rekreasi, serta analisis intensitas dan frekuensi pergerakan yang dilakukan tiap golongan penduduk dengan output yang dihasilkan yaitu informasi mengenai besarnya jumlah dan frekuensi pergerakan yang dilakukan dalam skala harian, mingguan, dan bulanan. Metode dan teknik analisis yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan alat analisis statistik deskriptif.
Secara keseluruhan, proses analisis dalam penelitian ini tergambar dari gambar kerangka analisis di bawah ini:
24
INPUT PROSES OUTPUT
Data Kondisi Sosial dan Ekonomi Penduduk • Jumlah penduduk a Keluarga) • Mata pencaharian penduduk • Tingkat Pendapatan • Tingkat Pengeluaran
sehari hari untuk kebutuhan primer, sekunder dan tersier • Pengeluaran untuk
transportasi. • Jumlah pemilikan
kendaraan
Karakteristik Rumah Tangga Gol. Bawah
Analisis Karakteristik Dasar Gol. Sos-Ekonomi Penduduk di Kawasan suburban
sprawl Kota Semarang
(jumlah anggot
Karakteristik Rumah Tangga Gol. Menengah
Perubahan Pola Konsumsi Rumah Tangga Di Kawasan suburban
sprawl Kota Semarang
Analisis Perubahan Perilaku Pola Konsumsi Masing- masing Gol Penduduk Di Kawasan
suburban sprawl Kota
Semarang Data Perubahan harga
BBM (time series) Pergerakan berdasarkan Kendaraan Pribadi Pergerakan berdasarkan Angkutan Umum Analisis pemilihan Penggunaan Moda Trans Proporsi Pengeluaran untuk melakukan pergerakan portasi
Maksud dan tujuan pergerakan untuk bekerja, sekolah, belanja dan rekreasi
Analisis Maksud dan Tujuan Pergerakan Analisis Intensitas dan Frekuensi Pergerakan
Proporsi Pengeluaran
Kebutuhan Pangan Jumlah dan frekuensi
pergerakan yang dilakukan
Gambar 1.7 Kerangka Analisis
Sumber: Hasil Analisis Penyusun, 2009
Analisis Korelasi antara perubahan konsumsi pangan , pergerakan dan non pangan lainnya terhadap perubahan harga
BBM Implikasi Harga BBM
terhadap Perilaku Konsumsi Rumah Tangga di Kawasan suburban sprawl kota Semarang
Kesimpulan dan Rekomendasi
Proporsi Pengeluaran Kebutuhan Non Pangan Lainnya.
25
1.9 Sistematika Pembahasan Bab I Pendahuluan
Bab ini berisi mengenai latar belakang permasalahan, perumusan masalah penelitian mengenai kenaikan harga BBM yang menimbulkan beberapa fenomena transportasi. Dalam perumusan masalah penelitian tersebut akan menghasilkan suatu pertanyaan penelitian (research question). Pada bab ini juga memaparkan mengenai tujuan, sasaran , dan manfaat dari penelitian, menentukan ruang lingkup penelitian yang terbagi menjadi dua jenis yaitu ruang lingkup wilayah dan materi, keaslian penelitian, posisi penelitian dalam bidang perencanaan wilayah dan kota, kerangka pemikiran penelitian dan metode analisis yang dilakukan serta memaparkan sistematika pembahasan dari hasil penelitian ini.
Bab II Kajian Literatur Implikasi Harga BBM Terhadap Perilaku Konsumsi Rumah