BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
B. Lokasi Perusahaan
Perusahaan Jamu Air Mancur ini mempunyai lokasi di 3 daerah sebagai berikut: 1. Wonogiri
Merupakan unit produksi dari bahan setengah jadi menjadi barang jadi yaitu jamu. Di daerah Wonogiri ini ada 3 daerah sebagai berikut:
a. Salak
Di sini terjadi proses pembungkusan, pengepakan, pengiriman, dan etiket bagi produk kosmetik.
b. Klampisan
Pada unit ini proses produksi pembuatan ekstraksi jamu c. Palem, tempat proses produksi jamu yang berbentuk cair. 2. Jajar Solo
Merupakan bagian pengeringan bahan-bahan jamu. 3. Palur
Pabrik yang ada didaerah ini merupakan pusat pruduksi perusahaan PT. Jamu Air Mancur. Disini diselenggarakan proses produksi dari bahan mentah menjadi barang setengah jadi yang nantinya didistribusikan ke unit kerja produksi yang ada di Wonogiri, kemudian pengolahan bahan mentah hingga barang jadi untuk yang lain. Daerah Palur ini juga merupakan pusat kerja dari Perusahaan Jamu Air Mancur, di mana semua koordinasi ditangani di sini.
C. Struktur Organisasi PT. Jamu Air Mancur
Sebuah perusahaan yang sudah cukup besar dan mempunyai cukup banyak karyawan di dalamnya perlu sebuah struktur organisasi yang dapat memperlancar proses kegiatan perusahaan. Dengan adanya struktur organisasi yang semakin kompleks, hal ini dimaksudkan untuk
mempermudah pengawasan, memperlancar arus administrasi dan mempermudah koordinasi dari seluruh kegiatan.
Tugas dan tanggung jawab serta wewenang masing-masing bagian dapat dijelaskan secara garis besar berikut:
1. Rapat Persero
Rapat Persero merupakan pemegang kekuasaan tertinggi pada perusahaan, saluran distribusi pendek atau langsung yang berkewajiban mene ntukan garis-garis kebijaksanaan dalam jangka panjang dan jangka pendek. Rapat Persero menentukan perusahaan dalam jangka panjang dan jangka pendek. Rapat persero ini mengangkat dan memberhentikan direktur sekaligus menilai kerja direktur dan stafnya selama setiap satu tahun kerja.
2. Komisaris
Komisaris bertugas sebagai penasehat direktur bila terjadi hal-hal yang bersifat khusus dan membutuhkan pertimbangan-pertimbangan. Komisaris ini pula yang mengawasi cara kerja sistem dalam memimpin perusahaan. 3. Direktur Utama
a. Sebagai penanggung jawab utama perusahaan ke dalam maupun ke luar b. Mempertanggungjawabkan pada rapat umum perusahaan pemegang
saham, mengenai hasil operasi perusahaan.
c. Mengkoordinasi pembagian tugas dan wewenang perusahaan. Secara langsung direktur ini membawahi 2 bagian, yaitu: 1) Bagian Marketing
a) Sub Bagian P enjualan
Bagia n ini terdiri dari sub bagian mobil propaganda, pengawas, penghubung, penyalur. Dengan tugasnya memelihara mobil-mobil yang digunakan, bertanggung jawab atas kelancaran pengiriman barang dari pabrik kekonsumen.
b) Bagian Sales Promotion
Bagian ini terdiri dari sub bagian perencanaan reklame, fotografi, bengkel reklame dan pengawasan reklame. Tugasnya untuk menaikkan atau meningkatkan jumlah penjualan produk jamu tersebut.
2) Bagian Umum
Bagian ini dibawahi oleh Asisten Manajer SDM atau umum. Tugasnya adalah memelihara dan bertanggung jawab pada keamanan dan ketertiban para pekerja di dalam pabrik.
4. Direktur Muda
Memegang kekuasaan operatif tetapi terbatas pada bidang : a. Administrasi
Tugasnya untuk mengatur administrasi yang baik dan menjamin tersedianya data yang diperlukan.
b. Logistik
Tugasnya mengawasi dan bertanggung jawab atas keselamatan bahan baku. Bagian ini terdiri dari sub bagian seleksi, cuci atau oven dan peracikan.
c. Laboratorium
Saluran distribusi pendek atau langsung bertanggung jawab atas hasil produksi agar terhindar dari hal-hal yang tak diinginkan. Bagian ini membawahi langsung bagian pengembangan produk.
D. Personalia
SDM adalah sumber daya yang terpenting dalam sebuah organisasi, karena sumber daya manusia inilah yang akan menyumbangkan tenaga, bakat dan kreativitas kepada perusahaan. Tenaga kerja merupakan kekuatan yang akan terlihat langsung dalam kegiatan proses produksi di perusahaan. Karena merekalah yang menentukan tingkat produksi untuk itulah perlu diciptakan manusia kerja yang sebauk mungkin dan menciptakan suasana kerja baik sehingga, tenaga kerja merasa nyaman dan betah serta senang bekerja. Hal ini potensinya kepada perusahaan dengan perasaan senang. Bagian personalia ini tugasnya meliputi penarikan dan pemilihan karyawan, yang termasuk urusan bagian personalia perusahaan Kamu Air Mancur, Surakarta antara lain : 1. Jumlah karyawan PT. Jamu Air Mancur Surakarta 600 orang
2. Penarikan Tenaga Kerja
Proses penarikan tenaga kerja adalah dengan menyeleksi lamaran yang masuk perusahaan dan membagi-bagikan sesuai dengan:
a. Tingkat pendidikan b. Jenis kelamin
3. Peraturan kerja
a. Daftar presensi kerja
Daftar presensi ini untuk mengetahui siapa yang tidak hadir dan apa alasannya. Presensi ini berkaitan dengan disiplin kerja karyawan.
b. Jam kerja
Waktu jam kerja di PT. Jamu Air Mancur adalah: 1) Karyawan tetap bagian personalia meliputi : - Hari kerja : Senin - Jumat - Jam kerja : 07.00 – 16.00 - Wakt u Istirahat : 12.00 – 13.00 2) Karyawan selain personalia
- Hari kerja : Senin – Jumat - Jam kerja : 08.00 – 17.00 - Waktu istirahat : 12.00 – 13.00 3. Karyawan harian dibagi 2 shif
- Shif I : 07.00 -14.30 - Shif II : 14.45 – 23.45 4. Fasilitas kerja
Perusahaan Jamu Air Mancur Surakarta memberikan jaminan sosial di samping gaji. Pemberian jaminan sosial ini digunakan untuk pemberian motivasi kepada karyawan. Jaminan sosial yang dimaksud adalah pemberian dari perusahaan yang diberikan kepada karyawan menurut keadaan, waktu dan kebutuhan masing-masing karyawan antara lain:
a. Perusahaan mengikutsertakan tenaga kerjanya menjadi peserta program jaminan sosial tenaga kerja sesuai dengan ketentuan UU No. 03 Tahun 1992 junto PP N0. 14 Tahun 1993
b. Seluruh karyawan diikutsertakan dalam wadah SPSI (Serikat Pkekerja Seluruh Indonesia)
c. Karyawan yang mendapat musibah, misalnya kematian anak/istri/suami/saudara sekandung mendapat bantuan sosial dan uang duka dari perusahaan.
d. Karyawan yang melahirkan mendapat cuti dan sumbangan sekedarnya dari perusahaan.
e. Karyawan yang tertimpa kecelakaan kerja maka segala akibat yang timbul menjadi tanggung jawab perusahaan.
f. Karyawan tetap mendapat seragam perusahaan. g. Memberikan tunjangan seragam perusahaan. 5. Penggolongan / status karyawan
Penggolongan karyawan pada Perusahaan Jamu Air Mancur Surakarta meliputi:
a. Karyawan Tetap
Karyawan yang telah diangkat sebagai karyawan tetap mendapat gaji bulanan.
b. Karyawan harian
Karyawan yang belum diangkat sebagai karyawan tetap, namun telah dipekerjakan secara rutin dan digaji secara harian, dimana pembayaran gaji dilakukan setiap hari Jumat.
c. Karyawan borongan
Karyawan yang menerima upah sesuai dengan kuantitas produk yang dapat dihasilkan, semakin banyak hasil yang diberikan, maka semakin besar upah yang diterima
6. Sistem Penggajian
Sistem penggajian yang digunakan Perusahaan Jamu Air Mancur Surakarta adalah sebagai berikut:
a. Upah harian
Sistem upah ini berlaku untuk karyawan harian dan pembayaran dilaksanakan tiap hari Jumat. Hari libur atau tidak masuk kerja tidak mendapat upah. Besarnya upah berkisar antara Rp.7.500 – 10.000/hari. b. Upah Bula nan
Upah yang diberikan kepada karyawan tetap setiap bulannya. c. Upah borongan
Pada sistem upah secara borongan, pelaksanaan pembayaran setiap hari jumat selesai jam kerja. Upah ini diberikan kepada karyawan dengan memperhitungkan hasil kerjanya berdasarkan unit produksi yang dihasilkan masing-masing karyawan.
E. Proses Produksi
Proses produksi di PT Air Mancur, dilakukan secara kontinyu dan massal, artinya produksi memakai sistem kontinyu dan massal, artinya produksi memakai sistem batch, dan prosesnya merupakan proses yang berurutan, mulai
dari tahap pengolahan bahan baku, peracikan, formulasi, pengolahan jamu, inprocess control, sampai dengan pengemasan dan pengepakan produk jadi. Secara garis besar aliran proses produksi obat tradisonal di PT. Air Mancur dapat dilanjutkan pada gambar 1.
Purchasing Productions process plainning Marketing Sub CON
SupplierIncoming QC RM Process Final QC Finished Delivery Cus W/H Good tumer W/H
Improcess Control
Gambar 1. Aliran Proses Produksi Obat tradisional Air Mancur Sumber : PT. Jamu Air Mancur Surakarta
Berdasar teknologi yang telah dikembangkan dalam proses produksi, obat tradisional, sampai saat ini sebagian besar produk yang dihasilkan berbentuk sediaan padat seperti serbuk yang dikemas dalam sachet, pil, tablet dan kapsul. Masing– masing bentuk sediaan, dan proses fabrikasinya mempunyai formula dan permasalahan teknologi yang berbeda-beda. Secara umum produk obat tradisional yang selesai diproses harus mempunyai mutu atau kualitas yang baik yang memenuhi tiga parameter produk yaitu: aman, efektif, dan nyaman. Aman artinya tidak menimbulkan efek samping yang tidak dikehendaki, efektif artinya dapat memberikan efek atau khasiat baik untuk kuratif, preventif, dan terapetik, nyaman artinya bahwa produk obat tradisional dibuat/diproduksi
sesuai selera atau kebutuhan konsumen atau pengguna, seperti halnya : rasa tidak pahit, mudah dikonsumsi, kemasan yang menarik.
Dalam merancang mutu atau kualitas produk PT. Air Mancur merencanaka n mulai tahap penyiapan bahan sampai dengan proses produksi dilakukan secara cermat dan dilakukan proses kontrol secara menyeluruh baik pada tahap proses awal, inprocess control, dan kontrol pada saat proses akhir sebelum produk jadi didistribusikan.
Gambaran secara rinci, mengenai langkah-langkah pembuatan obat tradisional di PT. Air Mancur, dapat ditunjukkan pada gambar 2 :
Bahan Baku Sortasi Pencucian Pengeringan Pulverisasi Ekstraksi Grinding Formulasi
Penambahan bahan pengikat Pengayakan Pengeringan Penabletan Pencampuran dengan bahan external Pengayakan Pengemasan
Gambar 2. Langkah pembuatan obat
Setiap langkah pembuatan diungkapkan dengan jelas dan pasti misalnya : 1. Sortasi : proses Sortasi dilakukan sampai pada kriteria tertentu (bebas dari
benda asing)
2. Pencucian : proses pencucian dilakukan dengan mencuci bahan baku (simplisia) di bawah air mengalir, sampai terbebas dari kotoran dan air bekas cucian sudah jernih.
3. Pengeringan dilakukan dalam almari pengering dengan suhu 50°C selama
4. Formulasi : formulasi dikerjakan dalam ruang tertutup
5. Penggilingan : proses penggilingan dilakukan dengan ukuran 100 – 140 mesh dan homogen.
6. Ekstrasi : proses ekstrasi dilakukan dengan metode maserasi, terutama untuk pembuatan bahan baku, pembuatan produk yang berupa pil, tablet dan kapsul.
7. Pulverisasi : proses Pulverasi dilakukan dengan menggunakan blender sehingga didapat adonan yang siap untuk dicampur dengan bahan-bahan yang lain.
Demikian dan seterusnya sampai dengan semua tahapan langkah-langkah pembuatan terdiskripsi secara jelas. Realisasi dari langkah pembuatan tersebut dilakukan dengan prosedur tetap (protap), yang telah ditetapkan oleh bagian pengawasan mutu dan produksi. Selain itu setiap tahapan di dalam proses pembuatan obat tradisional di PT. Air Mancur, selalu dilakukan proses kontrol terhadap kualitas produk pada setiap tahapan proses antara lain:
a) Kontrol sebelum proses fabrikasi, meliputi pemeriksaan bahan baku terhadap kebenaran dan mutu bahan.
b) Kontrol selama proses fabrikasi, misalnya kontrol terhadap homogenitas campuran dan daya larut produk.
c) Kontrol setelah proses fabrikasi, yang mencakup uji keseragaman bobot, uji kekerasan (untuk produk pil/tablet)
F. Aktivitas Perusahaan PT. Jamu Air Mancur 1. Bidang Produksi
Disini penulis uraikan mengenai bahan, alat proses, dan hasil produksi a. Bahan mentah jamu
Bahan yang diguna kan untuk membuat jamu ini dibagi menjadi tiga golongan besar bahan baku sebagai berikut:
1) Golongan daun-daunan
Seperti : daun asem, daun pepaya, daun belimbing, adas biasa dan sebagainya.
2) Golongan Kayu-kayuan
Seperti : Kayu manis, kayu masoyi, turi, adas bombay, dan sebagainya. 3) Golongan akar-akaran
Seperti : akar-akaran, akar aren, empon-empon, kunyit, jahe, dan sebagainya.
b. Peralatan yang dipakai 1) Mesin pengering/oven
2) Mesin penggiling sebagai alat penghalus 3) Mesin ayakan sebagai alat penyaring
4) Verpacking, tempat khusu menyimpan racikan jamu yang sudah menjadi serbuk untuk mencegah pengotoran dan pencemaran.
c. Hasil Produksi
Produk yang dihasilkan oleh PT. Jamu Air Mancur ini ada 121 macam produk dengan rata-rata 400.000 pak perjam. Seluruh produknya pada dasarnya dikelompokkan menjadi 5 jenis yaitu:
1) Jamu-jamu untuk memelihara kesehatan 2) Jamu-jamu untuk penyembuh penyakit 3) Jamu-jamu obat luar
4) Jamu-jamu dalam bentuk cair 5) Tablet jamu dan kapsul jamu 2. Bidang Pemasaran
a. Penjualan
Tanggung jawab yang pertama bagian ini adalah kelancaran pengiriman barang dari perusahaan hingga penyerahan kepada agen dalam waktu dan jumlah yang tepat. Tanggung jawab yang kedua adalah membawahi langsung bagian mobil-mobil propaganda dan pengawas penghubung penyalur PT. Jamu Air mancur yang menjangkau daerah pemasaran sebagai berikut:
1) Jawa Tengah : Solo, Salatiga, Pati, Tegal dan D.I Yogyakarta : bantul, Sleman, magelang.
2) Daerah luar pulau Jawa : Madura, Denpasar Bali, Sumbawa, Irian Jaya, Maluku, Jayapura.
3) Luar Negri : singapura, Taipei, Taiwan, Malaysia b. Kebijakan promosi
Untuk membantu bagian pemasaran dalam memasarkan hasil produksi, maka diadakan promosi yang meliputi tiga cara sebagai berikut :
1) Personal Scilling
Personal Scilling merupakan usaha untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada konsumen/pengecer. Kegiatan ini dilakukan
pada unit popaganda yang melaksanakan kegiatan dengan menggunakan mobil sebagai alat untuk berkeliling ke desa-desa dengan memutar film, sekaligus memper kenalkan produknya pada masyarakat.
2) Sales Promotion
Sales Promotion merupakan kegiatan promosi penjualan yang dilakukan dengan mengikuti acara pameran secara bersifat umum seperti : pasar malam, pekan raya, maupun kegiatan lain yang diadakan oleh pemerintah/kalangan tertentu. Dalam kegiatan ini memamerkan barang-barang yang telah diproduksi, selain mengadakan pertunjukkan misalnya : pe mutaran film.
3) Periklanan
Dalam kegiatan ini, perusahaan menggunakan media sebagai berikut : a) Surat kabar dan majala h
Media ini dipilih karena dapat memasuki keseluruhan kalangan dan penyebarannya luas.
b) Radio
Radio dapat mencapai daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh media yang lain.
c) Televisi
Pemasangan iklan di televisi swasta melalui RCTI, SCTV, Indosiar. d) Pemasangan slide di gedung bioskop
Pemasangan iklan ini, dilakukan pada produk-produk yang sekiranya menarik minat para pengunjung bioskop tersebut.
e) Papan reklame
Pemasangan papan reklame di tempat umum dan strategis f) Sponsor
Media Sponsor ini dilakukan oleh pihak yang berbentuk kesenian, lomba olah raga.
c. Kebijakan Harga
Dalam kebijakan harga PT. Jamu Air Mancur, menggunakan metode ”cost plus pricing” yaitu penentuan harga jual didasarkan atas harga pokok plus biaya-biaya lain, plu s keuntungan yang diharapkan. Contoh penentuan harga jual produk dapat ditunjukkan pada tabel.
Tabel 8 Penentuan Harga Jual Produk Unsur Harga Jual Jumlah Harga pokok produksi
Biaya distribusi Biaya lain-lain Keuntungan yang diharapkan
55% 5% 20% 20% Sumber: PT Jamu Air Mancur Solo
Untuk setiap penyalur, perusahaan memberikan harga yang berlainan berdasarkan prosentase tertentu dari harga jual eceran. Masing-masing penyalur, tidak harus membayar langs ung kepada perusahaan, tetapi bertahap sesuai dengan urutan saluran distribusi yang ada. Jadi pembayaran langsung kepada perusahaan hanya dilakukan oleh distributor tunggal atau tunggal saja.
Proses pembayaran atas penjualan produk PT. Air Mancur adalah sebagai berikut :
1) Dari konsumen membayar kepada pengecer 2) Dari pengecer membayar kepada sub agen
3) Dari sub agen membayar kepada agen tunggal atau distributor 4) Dari agen tunggal/distributor membayar kepada perusahaan.
Tabel 9. Penetapan harga eceran
Harga yang harus dibayar % dari harga eceran Agen tunggal kepada perusahaan Sub agen kepada agen tunggal Pengecer ke sub agen
Konsumen ke pengecer 70% 80% 90% 100% Sumber: PT Jamu Air Mancur Solo
d. Kebijakan distribusi
Kebijakan distribusi yang ditetapkan PT. Air mancur secara garis besar dapat ditunjukan pada gambar 3 :
Perusahaan ↓ Agen tunggal/Distributor ↓ Sub agen ↓ Konsumen
Gambar 3. Skema Saluran Distribusi PT. Air Mancur Sumber : PT. Jamu Air Mancur Surakarta
Pendukung lain dalam sistem distribusi produk-produk PT. Jamu Air Mancur adalah digunakannya saluran distribusi (PT), di luar perusahaan, seperti halnya Distributor API, Dan PT. CELMA, yang
menyalurkan produk-produk khusus ke supermarket atau toko-toko serba ada dan ke apotek. Khusus untuk saluran distribusi (PT) di luar PT Air Mancur tersebut, kebijakan harga yang diberikan adalah ditetapkan sebagai berikut : yaitu pihak distributor membayar kepada perusahaan sebesar 70% dari harga eceran yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
Di samping kebijakan-kebijakan distribusi tersebut, PT Air Mancur mempunyai salesman khusus yang bertugas sebagai pengawas dalam menyalurkan barang-barang serta berbagai pengawas dalam kegiatan agen tunggal atau distributor.
Dari data yang ada sampai dengan tahun 2000, agen tunggal Indonesia adalah 31 agen, sedang PT/distributor dalam berjumlah 7 PT, dan PT/distributor luar berjumlah 1 PT.
e. Kebijakan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Seperti telah diketahui pengertian sumber daya adalah aktiva-aktiva atau harta yang dimiliki oleh perusahaan dalam upaya peningkatan pendapatan perusahaan. Dalam mencapai tujuan perusahaan, PT. Air mancur memiliki budaya kerja yang mengutamakan azas kekeluargaan yang dijiwai dengan semangat kebersamaan yang tinggi dalam membangun situasi dan iklim kerja yang harmonis dan sangat kondusif di dalam upaya memajukan perusahaan.
Sumber daya ini bukanlah hanya sekedar pelengkap aktiva saja, tapi perlu pengolahan yang tepat agar memberikan hasil yang sangat menguntungkan bagi perusahaan. Kebijakan mengenai mengolah
mereka tercantumkan dalam upaya program-program pengembangan dan peningkatan keahlian dari sumber daya manusia itu sendiri.
Melalui program-program pengembangan sumber daya yang meliputi program pelatihan dan pendidikan ke luar ne geri, mendatangkan tenaga ahli dan luar instansi. Peusahaan selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusianya melalui program pelatihan dan pendidikan serta membina rasa kesetiaan untuk berani bertindak mawas diri demi kepentingan perusahaan yang merupakan sawah ladang bersama.
PT. Jamu Air Mancur sendiri juga melakukan kebijakan yang cukup baik, meskipun tidak mempunyai departemen yang menangani public relations secara khusus, mereka tetap melakukan pelatihan public relations secara tetap, tiap tiga bulan sekali dengan waktu pelatihan dan dua hari, materi yang diberikan adalah sebagai berikut :
1) Public Relations handbook for managers & Executiives
2 ) Value Added public relations the secret weapon of integrated marketing
3) The market guide to public relations
4). Corporate image management a marketing discipline faor the 21 st century.
Dengan menggunakan tenaga pengajar ahli para profesional yang didatangkan oleh PT. Air Mancur serta jumlah peserta pelatihan 33 orang pelatihan diselenggarakan 3 – 4 September di Tawangmangu.
Pelatihan ini bertujuan sesuai dengan tujuan perusahaan untuk selalu menjalin hubungan yang baik dengan para stake holdernya, di lingkungan dalam perusahaan maupun lingkungan di luar perusahaan. Tujuan pengembangan karyawan PT. Air Mancur adalah sebagai berikut 1) Bagi karyawan baru
a) Untuk mengenal suasana baru alam perusahaan
b) Lebih mengenal sistem kerja, cara kerja, kebijakan-kebijakan menyangkut cara kerja di perusahaan
c) Untuk lebih cepat menyesuaikan terhadap lingkungan kerja 2) Bagi karyawan lama
a) Untuk lebih memperdalam kemampuan pada bidang yang bersangkutan agar menjadi spesialis yang ahli.
b) Lebih efisien melaksanakan pekerjaan
c) Menam bah pengalaman bagi karyawan yang bersangkutan d) Agar dapat bekerja dengan efektif.
3) Bagi pimpinan perusahaan
a) Mempertinggi dan menambah ketrampilan kerja
b) Mengembangkan cara berfikir dan bertindak yang benar dan tepat mengenai pengetahuan tentang tugas dan pembagian kerja.
c) Mengembangkan kemampuan pimpinan untuk dapat membuat keputusan strategik.
4) Bagi Karyawan
Agar karyawan dapat melaksanakan pekerjaan atau tugasnya dengan peralatan yang dapat lebih efesien dan efektif.
f. Tujuan pelatihan public relations di PT. Air Mancur
PT Air Mancur sangat memperhatikan jenjang karier semua karyawannya, perhatian mereka sama besarnya terhadap seluruh lapisan karyawan yang baik itu level middle maupun top eksekutifnya. Hal ini ditunjukkan dengan perusahaan mengandalkan tenaga kerja dari dalam perusahaan untuk menduduki jabatan-jabatan fungsional dalam perusahaan. Promosi untuk pengisian jabatan di PT. Air mancur diambil dari karyawan dalam perusahaan yang berprestasi. Manejemen tidak akan mengambil karyawan dari luar perusahaan untuk jabatan-jabatan strategis kalau benar -benar tidak ada karyawan dalam perusahaan yang mampu untuk selalu terpacu untuk mengikuti pelatihan-pelatihan yang bermanfaat dalam meningkatkan keahlian mereka. Hal ini juga dibarengi dengan motivasi untuk mendapatkan kenaikan gaji, maupun kenaikan jabatan.
g. Pelaksanaan Pengembangan Karyawan
Pengembangan karyawan PT. Air Mancur dilaksanakan di dalam maupun di luar perusahaan. Dengan dilaksanakannya program pengembangan pelatihan diharapkan karyawan dapat menyelesaikan pekerjaan/tugasnya dengan baik dan benar. Dengan didapatkannya kemajuan karyawan maka manejer perusahaan akan membalas jasa mereka dengan kenaikan gaji ataupun promosi jabatan/karier.
h. Metode Pengembangan Karya wan
1) Metode pengembangan karyawan operasional a) On Job Training
Latihan yang diberikan secara langsung dari atasan kepada bawahan secara langsung di tempat kerja
b) Vestibute School
Pelatihan yang dilakukan dengan mendatangkan instruktur dari luar perusahaan.
2) Metode Pengembangan Karyawan Manajerial a) Seminar
Mengirimkan karyawan manajerial untuk mengikuti seminar-seminar diadakan oleh instansi swasta maupun pemerintah yang berkaitan dengan program-program yang dibutuhkan perusahaan. b) Kursus Khusus
Untuk menambah keahlian manajer pada keahlian PT. Air Mancur mengirim/mengutus manajer staf perusahaan untuk mengikuti kursus-kursus khusus yang diadakan oleh instansi luar maupun dari perusahaan sndiri.
83
Pada bab ini akan diuraikan mengenai deskripsi data, uji prasyarat, pengujian hipotesis yang telah diuji. Namun sebelumnya data yang diperoleh dari PT Jamu Air Mancur yaitu data tentang motivasi kerja, pe ngawasan kerja, disiplin kerja dengan prestasi kerja karyawan akan disajikan dengan menggunakan distribusi frekuensi.
Agar kesimpulan yang ditarik tidak menyimpang dari seharusnya maka terlebih dahulu akan dilakukan uji normalitas dan uji linearitas sebagai prasyarat analisis data. Untuk menganalisis ada tidaknya hubungan antara motivasi kerja dengan prestasi kerja, pengawasan kerja dengan prestasi kerja, disiplin kerja