BAB IV HASIL KARYA
E. Long Wallet 4 “Raden Ronggo”
Gambar 136. Long wallet 4 “Raden Ronggo” (Sumber : Dokumentasi Abdul Muntolib, 2017)
1. Spesifikasi
Judul Karya : (Raden Ronggo) Ukuran : 9,5 cm x 19 cm Media : Kulit Nabati 2. Deskripsi Karya
Karya kelima adalah dompet panjang yang didesain untuk digunakan oleh pria. Hiasan ornamennya menggambarkan seorang pria yang sedang melakukan gerakan bela diri dengan membawa keris. Dengan mengenakan pakaian khas jawa seperti celana panji dan dibalut sapit urang deangan motif batik parang serta mengenakan udeng. Ornamen tersebut merupakan penggambaran dari Raden Ronggo. Raden Ronggo sendiri adalah anak dari Panembahan Senopati dan Kanjeng Ratu Kidul. Raden Ronggo terkenal sakti seperti ayahnya namun memiliki sifat sombong dan semena-mena terhadap rakyat Mataram.
Hingga Panembahan Senopati mendengar berita tentang masalah yang ditimbulkan oleh anaknya.
Agar wibawanya sebagai raja tetap terjaga di hadapan rakyat Mataram, Senopati mencari cara untuk menyingkirkan Raden Ronggo tetapi dengan cara yang bijaksana. Akhirnya Panembahan Senopati meminta bantuan Kanjeng Ratu Kidul. Oleh Kanjeng Ratu diutuslah naga yang ganas untuk mengacau penduduk disebagian wilayah Mataram. Kemudian Panembahan Senopati mengirim Raden Ronggo untuk melawan naga tersebut sekaligus agar Raden Ronggo dapat mengambil hati penduduk Mataram. Pertempuaran sengit antara Raden Ronggo dan naga berakhir dengan kematian keduannya. Gua tempat berlangsungnya pertempuran antara Raden Ronggo dengan naga sampai sekarang masih ada, yaitu terletak di wilayah Imogiri Kabupaten Bantul dikenal dengan nama Gua Nagabumi.
a. Aspek Fungsi
Dompet panjang ini didesain digunakan pria. Seperti dompet pada umumnya, dompet ini difungsikan untuk menyimpan uang dan kartu seperti kartu atm, ktp, sim dan lainnya. Pada dompet ini terdapat ruang penyimpanan menyimpan uang kertas, uang logam dan kartu. Ruang penyimpanan tersebut dibagi menjadi dua bagian yaitu sisi kanan dan kiri. Hal itu disesuaikan dengan desain dompet yang dibuat dua lipatan. Jumlah ruang untuk penyimpanan uang kertas sebanyak tiga slot, untuk menyimpan uang koin sebanyak satu slot dan menyimpan kartu sebanyak tujuh.
b. Aspek Ergonomi
Aspek ergonomi merupakan hal yang sangat penting diperhatikan dalam penciptaan karya kriya fungsi. Desain ergonomi yang baik maka akan memberikan kenyamanan bagi pemakai produk. Ukuran dompet dalam kondisi terlipat adalah 9,5 cm x 19 cm. Pada ruang penyimpanan uang koin diberi resleting agar uang koin dapat berada sebagai mana mestinya. Selain itu dalam membuat ruang untuk kartu dibuat lebih lebar agar dapat digunakan untuk menyimpan kartu lebih dari satu dalam satu ruang.
c. Aspek Estetis
Keindahan dalam suatu produk terdiri dari beberapa unsur diantaranya dari desain maupun dari ornamen yang diterapkan. Pada setiap penciptaan dompet keindahan dihadirkan dari tampilan interior maupun eksterior. Keindahan bagian interior terletak pada setiap ruang untuk menyimpan kartu, yakni didesain tidak hanya sekedar lurus tetapi berirama dari besar ke kecil ataupun sebaliknya. Selain itu untuk penyimpanan koin dibuat dengan memberikan resleting dan kepala resleting diberi hiasan. Sedangkan pada bagian cover keindahan dihadirkan dari ornamen dalam penerapan teknik carving, dan pengolahan warna/finishing yang digunakan. Selain itu ditambahkan assesoris berbahan kuningan untuk menambah nilai estetis pada dompet
d. Aspek Budaya
Dalam penciptaan kriya aspek budaya perlu diperhatikan karena hal tersebut sebagai wujud menjunjung kearifan lokal. Seperti penggunaan bahan
maupun ornamen yang diterapkan. Legenda Ratu Laut Selatan merupakan salah satu budaya yang terdapat ditengah-tengah masyarakat dalam bentuk cerita. Isi dari legenda tersebut dijadikan sebagai ide penciptaan ornamen tatahan pada setiap produk. Ornamen Raden Ronggo merupakan salah satu cerita yang ada dalam Legenda Ratu Laut Selatan yang mengandung unsur kebudayaan. Selain bagian dari Legenda Ratu Pantai Selatan unsur budaya yang diangkat salah satunya adalah detail tatahan seperti batik motif parang pada kain sapit urang yang dipakai serta keris yang digunakan. Selain mengangkat nilai budaya, ornamen yang dibuat dapat memberikan karakter khusus pada setiap produknya.
Gambar 137. Tatahan ornamen keris pada long wallet 4 (Sumber : Dokumentasi Abdul Muntolib, 2017)
e. Aspek Bahan
Bahan utama yang digunakan yaitu kulit nabati. Kulit nabati digunakan untuk keseluruhan dompet (interior dan eksterior). Kulit nabati dipilih karena kulit jenis ini yang cocok dalam penerapkan teknik carving. Bagian cover dompet terbuat dari kulit nabati yang tebalnya kurang lebih 3 mm. Memilih Ketebalan
tersebut berhubungan dengan hasil pada setiap tatahan. Sedangkan bagian interior dompet menggunakan bagian yang lebih tipis yakni kurang lebih 1,5 mm - 2 mm. Ketebalan tersebut merupakan stadar umun yang digunakan untuk produk jenis handmade. Kemudian benang yang digunakan adalah benang yang mengandung lilin/wax. Benang ini sangat cocok untuk mendukung jahit tangan karena benang tidak mudah rusak ketika digunakan. Selain itu saat membuat kuncian pada akhir jahitan benang ini mudah dibakar.
f. Aspek Teknik
Aspek yang terakhir yaitu aspek teknik. Dalam menghias produk khususnya produk kulit, dibutuhakan pemilihan teknik yang tepat agar nantinya produk yang dibuat sesuai dengan yang diharapkan. Teknik tersebut disesuaikan dengan bahan yang digunakan. Teknik yang dipilih adalah teknik carving dengan bahan baku utama kulit nabati. Teknik ini dipilih karena mempunyai kelebihan dibandingkan dengan teknik lainnya. Salah satunya adalah apabila produk ini dipakai dalam jangka waktu yang lama meskipun warnanya berubah tetapi tatahannya akan tetap ada. Selain itu dalam membuat detail ornament juga harus menyesuaikan dengan ketersedian alat yang digunakan agar hasil yang di inginkan sesuai dengan yang diinginkan. Teknik pewarnaan pada dompet ini dengan menggunakan roapas batik untuk memunculkan obyek utama.