• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

5. Loyalitas karyawan yang tinggi terhadap perusahaan

6. Menyediakan makanan ternak sendiri sehingga tidak

membutuhkan biaya lebih banyak dan menciptakan kualitas yg baik

Kelemahan (weakness)

1. Banyaknya pesaing yang menjual hewan ternak yang sama

2. Sumber daya manusia yang masih rendah

3. Kurangnya pemahaman terhadap teknologi canggih dalam promosi

4. Tidak memasarkan melalui media sosial

5. Kurang handalnya dalam menentukan strategi marketingnya Peluang (opportunity) 1. Meningkatnya kondisi perekonomian masyarakat 2. Meningkatnya kondisi perekonomian masyarakat 3. Munculnya teknologi

canggih untuk kegiatan promosi

4. Membuka kesempatan kerja

Ancaman (threat)

1.Munculnya perusahaan pesaing dengan mutu yang lebih baik dan daya jangkau pemasaran yang luas.

2. Promosi dari perusahaan lain yang lebih baik

3.Kualitas pelayanan dari perusahaan lain yang lebih baik

bagi bagi masyarakat sekitar 5. Perkembangan ilmu

pengetahuan yang semakin pesat

4. Lingkungan bisnis yang cepat berubah

5. Naiknya harga hewan ternak yang dapat berpengaruh pada penjualan.

c. Matriks IFAS (Internal Factor Analysis Summary)

1) Tentukan faktor-faktor yang menjadi kekuatan serta kelemahan perusahaan dalam kolom 1

2) Beri bobot masing-masing faktor tersebut dengan skala mulai dari 1,0 (paling penting) sampai 0,0 (tidak penting) berdasarkan pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap posisi strategis perusahaan dan semua bobot tersebut tidak boleh melebihi total skor 1,00 3) Berikan rating 1 sampai 4 bagi masing-masing faktor untuk

menunjukkan apakah faktor tersebut memiliki kelemahan yang besar. (rating=1) adalah kelemahan kecil, (rating=2) kekuatan yang kecil, (rating=3) kekuatan yang besar, (rating=4) kekuatan yang besar, jadi rating mengacu pada perusahaan.

4) Kalikan masing-masing bobot dengan rating untuk mendapatkan score

5) Jumlahkan total score masing-masing variabel.

Berapapun banyaknya faktor yang dimasukkan dalam matriks IFAS total rata-rata tertimbang berkisar antara yang rendah 1,0 dan tertinggi 4,0 dengan rata-rata 2,5, jika total rata-rata dibawah 2,5 menandakan bahwa secara internal perusahaan lemah, sedangkan total nilai diatas 2,5 mengindikasikan posisi internal perusahaan yang kuat.

55

Tabel 4.2 Matriks IFAS

No

Faktor Internal Bobot Rating Skor

Kekuatan (Stenght)

1. Dalam satu tahun UDT Jhon dapat memasarkan sapi diatas 100 ekor 0,09 4 0,36 2. Penempatan lokasi kandang yang strategis 0,10 4 0,4

3. Kualitas hewan ternak yang cukup baik

0,08 3 0,24

4. Loyalitas karyawan yang tinggi terhadap perusahaan

0,08 4 0,32

5. Loyalitas karyawan yang tinggi terhadap perusahaan

0.07 3 0,21

6. Menyediakan makanan ternak sendiri sehingga tidak membutuhkan biaya lebih banyak dan menciptakan kualitas yg baik 0,09 3 0,27 6 Adanya kekuatan kerjasama antara 0,10 4 0,4

pengusaha dan karyawan

Subtotal 0,61 1,54

No Faktor Internal Bobot Rating Skor

Kelemahan (Weakness) 1.

Banyaknya pesaing yang menjual hewan ternak yang sama 0,09 3 0,27 2. Sumber daya manusia yang masih rendah 0,06 2 0,12 3. Kurangnya pemahaman terhadap teknologi canggih dalam promosi 0,08 3 0,24 4. Tidak memasarkan melalui media sosial

0,08 4 0,32

5.

Kurang handalnya dalam menentukan

57

strategi marketingnya

Subtotal 0,39 1,27

Total 1 2,81

Dari hasil analisis pada tabel IFAS diatas faktor kekuatan dan kelemahan memiliki total skor 3,47, karena total skor diatas 2,5 berarti ini mengindikasikan posisi internal pada perusahaan begitu kuat.

d. Matriks EFAS (Eksternal Factor Analysis Summary)

1) Tentukan faktor-faktor yang menjadi peluang dan ancaman

2) Beri bobot masing-masing faktor mulai 1,0 (sangat penting) sampai 0,0 (tidak penting), faktor-faktor tersebut mungkin dapat memberikan dampak terhadap faktor strategis jumlah seluruh bobot harus sama dengan 1,0

3) Menghitung rating dengan masing-masing faktor dengan skala mulai 1 sampai 4, dimana 4 (respon sangat bagus), 3 (respon diatas rata-rata), 2 (respon rata-rata), 1 (respon dibawah rata-rata

4) Kalikan masing-masing bobot dengan rating untuk mendapatkan score

5) Jumlahkan semua score untuk mendapatkan total score perusahaan. Nilai total ini menunjukkan bagaimana perusahaan tertentu bereaksi terhadap faktor-faktor strategis internalnya.

Nilai tertinggi 4,0 dan nilai terendah adalah 1,0 , total score 4,0 mengindikasikan bahwa perusahaan merespon peluang yang ada dengan cara yang luar biasa dan dapat menghindari ancaman yang ada sedangkan score 1,0 menunjukkan strategi-strategi perusahaan tidak memanfaatkan peluang-peluang atau tidak menghindari ancaman ancaman eksternalnya.

Tabel 4.3 Matriks EFAS

No

Faktor Eksternal Bobot Rating Skor

Peluang (opportunity) 1. Meningkatnya kondisi perekonomian masyarakat 0,10 3 0,30 2. Meningkatnya kondisi perekonomian masyarakat 0,09 3 0,27 3. Munculnya teknologi canggih untuk kegiatan promosi

0,15 3 0,45

4. Membuka kesempatan kerja bagi bagi masyarakat sekitar 0,08 4 0,32 5. Perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin pesat 0,12 4 0,48 Subtotal 0,54 1,82

No Faktor eksternal Bobot Rating Skor

Ancaman (threat)

59

pesaing dengan mutu yang lebih baik dan

daya jangkau

pemasaran yang luas.

2. Promosi dari perusahaan lain yang lebih baik

.

0,10 2 0,20

3. Kualitas pelayanan dari perusahaan lain yang lebih baik

0,08 3 0,24

4. Lingkungan bisnis yang cepat berubah

0,10 4 0,40

5 Naiknya harga hewan ternak yang dapat berpengaruh pada penjualan.

0,06 2 0,12

Subtotal 0,46 1,32

Total 1 3,14

Dari analisis pada tabel EFAS faktor peluang dan ancaman memiliki total 3,14 total skor mendekati 4,0 berarti ini mengindikasikan bahwa perusahaan merespon peluang yang ada dengan cara yang luar biasa dan menghindari ancaman-ancaman di pasar industrinya.

Selanjutnya nilai total skor dari masing-masing faktor dapat dirinci strenght 1,54 weakness 1,27 opportunity 1,82, threat 1,32, maka diketahui selisih total skor faktor strenght dan weakness adalah (+) 0,27 sedangkan selisish total skor opportunity dan threat adalah (+) 0,5 dibawah ini merupakan gambar diagram cartesius analisis swot udt

Jhon.

Opportunity (+1,82)

kuadran III kuadran I

weakness (-1,27) strenght (+1,54) kuadran IV kuadran II

Threat (-1,32)

Gambar 4.2

Diagram Cartesius Analisis SWOT UDT Jhon

Diagram gambar cartesius diatas sangat jelas menunjukkan bahwa UDT Jhon berada pada kuadran growth dimana kuadran tersebut merupakan situasi yang sangat menguntungkan. Perusahaan tersebut memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (growt oriented

strategy) dengan penerapan GOS perusahaan dapat memaksimalkan

kekuatan yang dimiliki untuk merebut berbagai peluang yang ada sehingga perusahaan dapat menyeimbangi pesaing lain yang menjual produk sejenis.

e. Matriks SWOT

Matriks SWOT merupakan alat yang dipakai untuk mengukur faktor-faktor strategi perusahaan. Matriks ini dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dimiliki. Matriks ini dapat menghasilkan empat sel kemungkinan alternatif strategi yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

61

Tabel 4.4 Matriks SWOT

STRENGHT WEAKNESS

EFAS IFAS

Dalam satu tahun UDT

Jhon dapat

memasarkan sapi diatas 100 ekor

2. Penempatan lokasi kandang yang strategis 3. Kualitas hewan ternak

yang cukup baik 4. Tingkat kepercayaan

tinggi dari konsumen 5. Loyalitas karyawan

yang tinggi terhadap perusahaan

6. Menyediakan makanan ternak sendiri sehingga tidak membutuhkan biaya lebih banyak dan menciptakan kualitas yg baik 6. Banyaknya pesaing yang menjual hewan ternak yang sama 7. Sumber daya manusia yang masih rendah 8. Kurangnya pemahaman terhadap teknologi canggih dalam promosi 9. Tidak memasarkan melalui media sosial 10. 10.Kurang handalnya dalam menentukan strategi marketingnya

OPPORTUNITY STRATEGI SO STRATEGI WO

1. Meningkatnya kondisi 1. Meningkatkan strategi pemasaran 1. Mengikuti banyaknya

perekonomian masyarakat 2. Meningkatny a kondisi perekonomia n masyarakat 3. Munculnya teknologi canggih untuk kegiatan promosi 4. Membuka kesempatan kerja bagi bagi masyarakat sekitar 5. Perkembanga n ilmu pengetahuan yang semakin pesat melalui sosial media dengan mengikuti kemajuan teknologi 2. Mengutamakan

kualitas sapi yang dipasarkan dengan melihat daya beli serta permintaan konsumen 3. Mempertahankan dan meningkatkan penjualan pada setiap tahunnya dengan menambah kerja sama dengan berbagai pihak permintaan konsumen di pasaran 2. Meningkatkan kualitas sapi dengan melihat selera atau permintaan konsumen

THREAT STRATEGI ST STRATEGI WT

1.Munculnya perusahaan pesaing dengan mutu yang lebih 1. Mempertahankan harga sapi yang terjangkau agar tidak kalah saing dengan perusahaan yang 1. Mengikuti kemajuan teknologi untuk menciptakan

63

baik dan daya jangkau

pemasaran yang luas. 2. Promosi dari

perusahaan lain yang lebih baik

3.Kualitas

pelayanan dari perusahaan lain yang lebih baik 4. Lingkungan bisnis yang cepat berubah 5. Naiknya harga hewan ternak yang dapat berpengaruh pada penjualan.

menjual ternak yang sama

2. Mengutamakan

loyalitas konsumen dengan menciptakan pelayanan yang baik

pemasaran yang maksimal 2. Meningkatkan kualitas pelayanan dalam pemasaran

Berdasarkan analisis diatas menunjukkan bahwa kinerja perusahaan dapat ditentukan oleh kombinasi faktor internal dan eksternal, kombinasi kedua tersebut ditunjukkan dalam diagram hasil analisis SWOT sebagai berikut:

1) Strategi SO (Strenght-Opportunity)

Strategi ini merupakan gabungan dari faktor internal (strenght) dan faktor eksternal (opportunity), strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan yaitu dengan memanfaatkan

seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya. Strategi SO yang ditempuh oleh UDT Jhon yaitu:

a) Meningkatkan strategi pemasaran melalui sosial media dengan mengikuti kemajuan teknologi

b) Mengutamakan kualitas sapi yang dipasarkan dengan melihat daya beli serta permintaan konsumen

c) Mempertahankan dan meningkatkan penjualan pada setiap tahunnya dengan menambah kerja sama dengan berbagai pihak 2) Strategi ST

Strategi ini merupakan gabungan dari faktor internal (strenght) dan faktor eksternal (threat), strategi ini dibuat untuk menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk mengatasi ancamanstrategi ST yang ditempuh oleh UDT Jhon yaitu:

a) Mempertahankan harga sapi yang terjangkau agar tidak kalah saing dengan perusahaan yang menjual ternak yang sama

b) Mengutamakan loyalitas konsumen dengan menciptakan pelayanan yang baik

3) Strategi WO

Strategi ini merupakan gabungan dari faktor internal (weakness) dan faktor eksternal (opportunity), strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada, strategi WO yang ditempuh oleh UDT Jhon yaitu:

a. Mengikuti banyaknya permintaan konsumen di pasaran

b. Meningkatkan kualitas sapi dengan melihat selera atau permintaan konsumen

4) Strategi WT

Strategi ini merupakan gabungan dari faktor internal

(weakness) dan faktor eksternal (threat), strategi ini didasari pada

65

kelemahan yang ada serta menghindari ancaman, adapun strategi WT yang ditempuh oleh UDT Jhon yaitu:

a) Mengikuti kemajuan teknologi untuk menciptakan pemasaran yang maksimal

b) Meningkatkan kualitas pelayanan dalam pemasaran

Berdasarkan hasil analisis SWOT diatas diperoleh bahwa didalam matriks IFAS menunjukkan faktor kekuatan dan kelemahan memiliki total skor 2,81. Hal ini mengindikasikan bahwa UDT Jhon berada pada posisi internal yang begitu kuat, selanjutnya didalam matriks EFAS menunjukkan bahwa faktor peluang dan ancaman memiliki total 3,14 hal ini mengindikasikan bahwa UDT Jhon dapat merespon peluang yang ada dengan cara yang luar biasa dan menghindari ancaman dipasarnya.

Adapun dalam diagram cartesius ditunjukkan bahwa UDT Jhon berada pada kuadran growth dimana kuadran tersebut merupakan situasi yang sangat menguntungkan, setelah menggandengkan kekuatan dengan peluang atau strategi SO, maka diperoleh faktor kekuatan dengan peluang atau strategi SO, maka diperoleh faktor yang mesti dipertahankan untuk mampu mengambil peluang yang ada, penggandengan strategi ST menunjukkan bahwa perusahaan harus meminimalkan kekuatan untuk mengatasi ancaman yang ada. Strategi WO memanfaatkan peluang yang ada dengan meminimalkan kelemahan perusahaan, serta strategi WT yang mengharuskan perusahaan untuk dapat meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman.

66 BAB V

Dokumen terkait