BAB II. INFEKSI DAN PENYEBARAN TUBERKULOSIS
D. LTBI dan Penyakit TB
D.1. Patogenesis LTBI dan Penyakit TB
Setelah infeksi pertama, sel pertahanan tubuh orang sehat (makrofag) akan bergerak menuju tempat infeksi dan memakan bacilli. Namun, tubercle bacilli sangatlah kuat karena struktur dinding selnya. Perlindungan ini membuat tubercle bacilli dapat bertahan meskipun makrofag memakannya. Setelah makrofag memakan tubercle bacilli, bacilli kemudian menginfeksi makrofag. Bacilli hidup di dalam makrofag hidup yang tumbuh seperti biasa.
Setelah makrofag ditaklukkan oleh tubercle bacilli, sistem imun tubuh mencoba strategi pertahanan lain. Sejumlah sel pertahanan sampai di kelenjar limfa dan mengelilingi area infeksi. Sel-sel ini membentuk gumpalan sel keras dengan sebutan tubercle. Sel ini membantu untuk membunuh bacilli melalui pembentukkan dinding pencegah penyebaran infeksi lebih lanjut. Pada beberapa kasus, sel pertahanan dapat merusak semua tubercle bacilli secara permanen.
Pada beberapa kasus, sel pertahanan tidak mampu untuk merusak semua tubercle bacilli. Tubercle bacilli yang bertahan
32 | B u k u A n t i - t u b e r k u l o s i s masuk ke dalam status dormant dan dapat bertahan lama. Sepanjang waktu ini, bakteri tertidur. Pasien tidak menunjukkan gejala dan tidak dapat menularkannya ke orang lain. Kondisi tersebut dikenal dengan TB laten. Bakteri dormant dapat bangun kembali dan merusak dinding sel pertahanan dalam suatu proses. Proses tersebut dikenal sebagai Secondary TB infection. Secondary TB infection dapat terjadi ketika sistem imun tubuh menjadi lemah dan tidak mampu melawan bakteri, atau ketika bakteri mulai untuk memperbanyak diri dan melimpah. Secondary TB infection biasanya terjadi dalam 5 tahun dari primary infection. Secondary TB infection sering dianggap sebagai onset penyakit TB aktif ( kondisi ketika bakteri mulai memenangkan perlawanan terhadap sistem pertahanan tubuh dan mulai menyebabkan gejala) (WHO, 2004). Patogenesis LTBI dan penyakit TB dapat dilihat pada gambar 19.
33 | B u k u A n t i - t u b e r k u l o s i s Droplet nuclei berisi tubercle bacilli terhirup, masuk ke dalam
paru-paru dan bergerak ke alveolus.
Tubercle bacilli memperbanyak diri di dalam alveolus
Sebagian kecil tubercle bacilli masuk ke dalam aliran darah kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Tubercle bacilli dapat mencapai setiap bagian tubuh, termasuk otak, laring, saluran limfa, paru-paru, tulang belakang,tulang atau ginjal.
Makrofag akan mengelilingi dan memakan tubercle bacilli dalam 2 hingga 8 minggu. Makrofag akan membentuk lapisan pelindung (granuloma) sebagai penampung dan pengendali tubercle bacilli (LTBI). Jika sistem imun tidak dapat mengendalikan tubercle bacilli, bacilli mulai memperbanyak diri dengan cepat (terjadi penyakit TB). Proses ini dapat terjadi pada area yang berbeda di tubuh seperti paru-paru, otak, atau tulang
Gambar 19. Patogenesis Penyakit TB dan LTBI (CDC, 2016)
ginjal paru-paru nodul limfa droplet nuclei bronkiolus tubercle bacili alveolus tulang otak laring tulang belakang sel imun khusus membentuk lapisan pelindung lapisan rusak sehingga tubercle bacilli keluar dan memperbanyak diri
34 | B u k u A n t i - t u b e r k u l o s i s D.2. Latent Tuberculosis Infection (LTBI)
Seseorang dengan LTBI memiliki M. tuberculosis di tubuh mereka. Akan tetapi mereka dikatakan tidak memiliki penyakit TB dan tidak dapat menularkannya ke orang lain. Kondisi ini sering disebut juga dengan TB laten. Proses LTBI dimulai ketika bacilli ektraseluler dimakan oleh makrofag dan diperkenalkan ke sel darah putih. Hal tersebut memicu respon imun tubuh. Sel darah putih membunuh atau mengenkapsulasi sebagian besar bacilli. Kemudian granuloma akan terbentuk. Pada kondisi ini, LTBI telah terjadi. LTBI dapat dideteksi dengan menggunakan tuberculin skin test (TST) atau interferon gamma release assay (IGRA). Sistem imun tubuh memerlukan waktu selama 2 hingga 8 minggu setelah infeksi TB awal agar mampu bereaksi terhadap tuberculin, sehingga LTBI tetap dapat dideteksi oleh TST atau IGRA. Satu minggu setelah infeksi, sistem imun biasanya mampu untuk menghentikan perbanyakan tubercle bacilli, sehingga perkembangan penyakit dapat dicegah (CDC, 2016).
D.3. Penyakit TB
Pada beberapa orang, tubercle bacilli dapat mengalahkan sistem imun tubuh dan memperbanyak diri, sehingga terjadi progresi dari LTBI menjadi penyakit TB atau TB aktif. Seseorang dengan penyakit TB (TB aktif) biasanya menular dan dapat menyebarkan bakteri TB ke orang lain. Perkembangan LTBI ke penyakit TB dapat terjadi kapanpun, baik segera maupun beberapa tahun kemudian. Cairan tubuh atau jaringan dari area sumber penyakit harus diambil untuk AFB smear dan kultur. Kultur positif dari M. tubcerulosis mengkonfirmasi diagnosis penyakit TB. Perkembangan penyakit TB dan LTBI dapat dilihat pada gambar 20 (CDC, 2016).
35 | B u k u A n t i - t u b e r k u l o s i s Gambar 20. Perkembangan TB. Seseorang yang terpapar M. tuberculosis akan atau
tidak akan mengalami LTBI. Seseorang yang terkena LTBI akan atau tidak akan berkembang menjadi penyakit TB (CDC, 2016).
D.4. Perbedaan Antara LTBI dan Penyakit TB
D.4.1. LTBI atau infeksi TB atau TB laten
Infeksi TB adalah suatu tahap atau kondisi dimana terdapat sedikit jumlah bakteri M. tuberculosis di dalam tubuh. Bakteri tersebut tidak mampu tumbuh karena adanya
Seseorang terpapar M. tuberculosis
Terinfeksi oleh M. tuberculosis ? hasil TST atau IGRA positif hasil TST atau IGRA negatif Tidak berkembang
menjadi LTBI atau penyakit TB Tidak menular Radiografi dada normal Tidak ada Memiliki LTBI Tidak menular Gejala mungkin muncul kemudian Radiografi dada abnormal Gejala Mungkin memiliki kultur positif Mungkin menular Memiliki penyakit TB
36 | B u k u A n t i - t u b e r k u l o s i s kendali dari sistem imun. Bakteri bersifat inaktif, namun tetap hidup di dalam tubuh dan nanti dapat menjadi aktif. Kondisi ini disebut sebagai latent TB infection (LTBI) atau TB laten. TB laten tidak menyebabkan seseorang merasa sakit, tidak ada gejala maupun tanda terdeteksi pada evaluasi medis. Tuberculin skin test adalah metode utama untuk mendiagnosis TB jenis ini. Hasil positif biasanya menunjukkan adanya infeksi TB. Namun seseorang dengan HIV-associated immunosuppression dan sesorang penerima vaksin BCG dapat memberikan hasil negatif palsu pada skin test. Hanya 1 dari 10 orang dengan TB laten dan sistem imun normal akan mengalami perkembangan menjadi penyakit TB pada masa hidup mereka. Sedangkan seseorang dengan infeksi HIV dan TB, 1 dari 10 orang setiap tahunnya akan mengalami perkembangan menjadi penyakit TB. Terapi TB laten dengan obat anti-TB isoniazid dapat mengurangi risiko perkembangan menjadi penyakit TB, walaupun keuntungan perlindungan hanya bertahan selama kurang lebih 2 tahun (CDC, 2016).
D.4.2. Penyakit TB
Sebagian besar penyakit TB (TB aktif) terjadi di paru-paru. Namun, pada seseorang dengan infeksi HIV, hampir setengah kasus TB memiliki penyakit di bagian lain dari tubuh. Berbeda dengan TB laten, seseorang dengan penyakit TB di paru-paru biasanya mengalami batuk dan terkadang batuk berdarah. Gejala umum penyakit TB atau dikenal juga dengan TB aktif meliputi demam, berkeringat pada malam hari, kehilangan nafsu makan, kehilangan berat badan, dan
37 | B u k u A n t i - t u b e r k u l o s i s kelelahan. Penyakit TB dapat disembuhkan dengan terapi standar, meskipun pada penderita dengan infeksi HIV. Tuberkulosis tidak tertangani sering berdampak fatal, khususnya pada penderita dengan infeksi HIV. Sputum smears sering menghasilkan negatif pada pasien dengan TB dan HIV. Perbedaan antara LTBI dengan penyakit TB diringkas pada tabel 2 (CDC, 2016).
Tabel 2. Ringkasan perbedaan LTBI vs Penyakit TB (CDC, 2016)
Seseorang dengan LTBI Penyakit TB (di paru-paru) Terdapat sedikit jumlah bakteri
TB yang hidup di dalam tubuh dan bersifat inaktif
Terdapat banyak jumlah bakteri TB yang hidup di
dalam tubuh Tidak dapat menularkan ke orang
lain
Dapat menularkan ke orang lain
Tidak merasa sakit, tetapi jika bakteri menjadi aktif maka dia
akan sakit
Merasakan gejala sakit seperti batuk, demam dana tau kehilangan berat badan Biasanya bereaksi terhadap TB
skin test atau TB blood test
bereaksi terhadap TB skin test atau TB blood test Radiografi normal Radiografi abnormal Olesan sputum dan kultur negatif Olesan sputum dan kultur
biasanya positif Harus dipertimbangkan terapi
LTBI untuk pencegahan penyakit TB
Perlu terapi
Tidak perlu isolasi pernapasan Mungkin perlu isolasi pernapasan
Bukan kasus TB Kasus TB
D.5 Risiko Terjangkit Penyakit TB
Tanpa terapi, terdapat kurang lebih 5% orang terinfeksi oleh M. tuberculosis akan berkembang menjadi TB aktif dalam tahun pertama atau dua tahun setelah infeksi, dan 5% lainnya akan berkembang menjadi TB aktif suatu saat nanti. Sebanyak kurang lebih
38 | B u k u A n t i - t u b e r k u l o s i s 10% orang dengan sistem imun normal dan terinfeksi M. tuberculosis akan mengalami TB aktif pada waktu tertentu.